DAFTAR ISI
Hal
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR TABEL ... iii
DAFTAR GAMBAR ... iii
DAFTAR SINGKATAN ... iv
BAB 1. PENDAHULUAN ... 1
1.1 Tujuan ... 1
1.2 Pengertian ... 1
1.3 Prinsip ... 2
1.4 Pengguna Petunjuk Teknis ... 2
BAB 2. INDIKATOR CAPAIAN PROGRAM PAMSIMAS ... 4
2.1 Indikator Capaian Program ... 4
2.2 Matrik Indikator Capaian Program ... 8
BAB 3. PEMANTAUAN (MONITORING) ... 10
3.1 Tujuan Pemantauan ... 10
3.2 Pelaku Pemantauan ... 10
3.2.1 Pemantauan oleh Masyarakat ... 10
3.2.2 Pemantauan oleh Pemerintah ... 10
3.2.3 Pemantauan oleh Konsultan (NMC, ROMS, dan Fasilitator) ... 11
3.2.4 Pemeriksaan oleh BPKP ... 11
3.2.5 Pemantauan oleh Pihak Pemberi Pinjaman ... 11
3.3 Pemantauan Siklus Kegiatan ... 12
3.4 Instrumen Pemantauan ... 14
3.4.1 Rencana Kerja Tahunan/ Annual Work Plan (AWP). ... 14
3.4.2 Status Cepat (Quick Status). ... 15
3.4.3 Sistem Informasi Manajemen ... 15
3.4.4 Layanan Informasi dan Pengaduan. ... 32
3.4.5 Website Pamsimas ... 35
3.4.6 Kunjungan Lapangan ... 37
3.5 Indikator Pemantauan... 42
3.6 Objek Pemantauan ... 44
3.7 Matriks Pemantauan ... 44
BAB 4. EVALUASI ... 50
4.1 Ketentuan Umum ... 50
4.2 Jenis Evaluasi Program ... 50
4.2.1 Evaluasi Internal ... 50
4.2.2 Evaluasi Eksternal ... 51
4.3 Evaluasi Kinerja Personil ... 53
BAB 5. PELAPORAN ... 54
5.1 Ketentuan Umum ... 54
5.2 Laporan ... 54
5.2.1 Pelaporan Pengelola Program ... 54
5.2.2 Pelaporan Tim Pendukung Pengelola Program (Konsultan Pendamping) ... 55
LAMPIRAN • PERHITUNGAN KPI PAMSIMAS
DAFTAR TABEL
Hal Tabel 1.1. Pengguna dan Manfaat Penggunaan Petunjuk Teknis ... 2Tabel 2.1 Pemantauan Indikator Capaian Program Pamsimas ... 6
Tabel 2.2 Matrik Indikator Capaian Program ... 8
Tabel 3.1 Prosedur Penyusunan Rencana Kerja Tahunan ... 14
Tabel 3.2 Prosedur Pelaksanaan Uji Petik ... 38
Tabel 3.3 Prosedur Pelaksanaan Kunjungan Pencapaian Target Kegiatan ... 40
Tabel 3.4 Prosedur Pelaksanaan Kunjungan Tindak Lanjut Hasil Temuan ... 41
Tabel 3.5 Matrik Pemantauan ... 44
Tabel 4.1 Jenis Evaluasi Internal ... 50
Tabel 4.2 Jenis Evaluasi Eksternal ... 51
Tabel 5.1 Laporan Pengelola Program ... 54
Tabel 5.2 Laporan Tim Pendukung Pengelola Program (Konsultan Pendamping) ... 55
DAFTAR GAMBAR
Hal Gambar 3.1 Siklus Kegiatan Program Pamsimas III ... 13Gambar 3.2 Integrasi SIM Pamsimas dengan Aplikasi Pendukungnya ... 17
Gambar 3.3 Kelompok Modul Aplikasi SIM Pamsimas dan Aplikasi Pndukung ... 19
Gambar 3.4 Struktur Pengelolaan dan Mekanisme Pelaporan Data SIM dari Daerah ke Pusat ... 29
DAFTAR SINGKATAN
APBD : Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
APBN : Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
Balai PPW BLM
: Balai Prasarana Permukiman Wilayah : Bantuan Langsung Masyarakat
BOP : Biaya Operasional Proyek
BPD : Badan Perwakilan Desa
BPKP : Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan
CPIU : Central Project Implementation Unit CPMU : Central Project Management Unit
DMS : District Management Services
DEAO : Data Entry Administration Officer
FGD : Focused Group Discussion / Diskusi Kelompok Terarah
IFR : Interim Financial Report
IMAS : Identifikasi Masalah dan Analisis Situasi IMIS : Integrated Management Information System KPPN
LIP
: Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara : Layanan Informasi dan Pengaduan
LKM NMC
: Lembaga Keswadayaan Masyarakat : National Management Consultant
ODF : Open Defecation Free
PAMSIMAS : Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat
PJM ProAKSi : Perencanaan Jangka Menengah Program Air Minum, Kesehatan dan Sanitasi
PMS POB
: Province Management Services : Prosedur Operasional Baku
PHLN : Pinjaman/ Hibah Luar Negeri
PPK : Pejabat Pembuat Komitmen
PPM : Penanganan Pengaduan Masyarakat
RAB : Rencana Anggaran Biaya
RKM : Rencana Kerja Masyarakat
RPJM : Rencana Pembangunan Jangka Menengah
ROMS : Regional Oversight Management Services
Satker : Satuan Kerja
SATLAK : Satuan Pelaksana
SBS : Stop Buang Air Besar Sembarangan
SIM : Sistem Informasi Manajemen
STBM : Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
SP2D : Surat Perintah Pencairan Dana
SPK : Surat Perjanjian Kerja
SPM : Surat Perintah Membayar
SPPB : Surat Perjanjian Pemberian Bantuan TFM
TKKc TKK TKP
: Tim Fasilitator Masyarakat : Tim Koordinasi Kecamatan : Tim Koordinasi Kab/Kota : Tim Koordinasi Provinsi UKT-Kes : Unit Kerja Teknis Kesehatan
UKT-SAMS : Unit Kerja Teknis Sarana Air Minum dan Sanitasi
UPK : Unit Pengelola Keuangan
UPM : Unit Pengaduan Masyarakat
BAB 1. PENDAHULUAN
Program Pamsimas sebagai program nasional memiliki cakupan desa dan lingkup kegiatan yang cukup banyak, oleh karena itu diperlukan kegiatan pemantauan, evaluasi dan pelaporan untuk memastikan pelaksanaannya sesuai dengan tujuan dan dilaksanakan tepat waktu, serta memenuhi target yang telah ditetapkan. Untuk itu diperlukan suatu sistem pengelolaan informasi yang terintegrasi agar memudahkan dalam pemantauan, evaluasi dan pelaporan.
1.1 TUJUAN
Buku Petunjuk Teknis ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pedoman, dan petunjuk teknis Pamsimas lainnya. Petunjuk Teknis adalah sebagai:
• Acuan/panduan dalam melaksanakan pemantauan, evaluasi dan pelaporan Program Pamsimas bagi para pelaku Program Pamsimas.
• Acuan/panduan pengelolaan data dan informasi (SIM) untuk mendukung kegiatan pemantauan, evaluasi dan pelaporan semua kegiatan Program Pamsimas.
1.2 PENGERTIAN
Pemantauan adalah kegiatan mengamati perkembangan pelaksanaan rencana pembangunan, mengidentifikasi serta mengantisipasi permasalahan yang timbul dan/atau akan timbul untuk dapat diambil tindakan sedini mungkin (PP Nomor 39 Tahun 2006). Proses pemantauan dilakukan selama siklus program, dimulai dari persiapan, perencanaan, pelaksanaan, dan keberlanjutan. Hasil kegiatan pemantauan digunakan untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan dan penyesuaian terhadap perencanaan.
Evaluasi adalah rangkaian kegiatan membandingkan realisasi masukan (input), keluaran (output) dan hasil (outcome) terhadap rencana dan standar. Kegiatan evaluasi dilakukan melalui pengukuran indikator kinerja utama untuk mengetahui tingkat pencapaian tujuan utama Program Pamsimas.
Pelaporan adalah proses penyajian data dan informasi secara tepat dan akurat yang merupakan bagian penting dari pemantauan dan evaluasi yang memuat hasil pelaksanaan program secara berjenjang. Tujuan pelaporan adalah untuk menunjukkan atau menggambarkan perkembangan atau kemajuan setiap tahapan pelaksanaan program, kendala atau permasalahan yang terjadi, dan tingkat pencapaian tujuan dan sasaran Program Pamsimas.
1.3 PRINSIP
Pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan mengikuti prinsip-prinsip berikut:
• Partisipatif. Semua pelaku program, yaitu masyarakat, pelaksana program dan pengelola program berpartisipasi aktif dalam kegiatan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan.
• Transparan. Pemantauan evaluasi, dan pelaporan harus dilakukan secara terbuka dan mudah diakses oleh semua pihak.
• Akurat. Informasi yang disampaikan harus menggunakan data yang benar, tepat dan dapat dipercaya.
• Reliabilitas. Proses kegiatan pemantauan, evaluasi dan pelaporan harus dilakukan secara teliti dan tepat.
• Akuntabilitas. Hasil pemantauan, evaluasi dan pelaporan kegiatan dan pengelolaan program harus dapat dipertanggungjawabkan.
• Berbasis Data SIM. Kegiatan pemantauan, evaluasi dan pelaporan harus dilakukan berdasarkan Data SIM sehingga hasil yang diperoleh lebih cepat, akurat, mutakhir, dan dapat diakses setiap saat dan dari mana pun.
1.4 PENGGUNA PETUNJUK TEKNIS
Petunjuk Teknis ini diperuntukan bagi para pelaku Program Pamsimas yang dapat dilihat pada Tabel 1.1 dibawah ini:
Tabel 1.1. Pengguna dan Manfaat Penggunaan Petunjuk Teknis
Pengguna Manfaat
Organisasi masyarakat (Kader AMPL, KKM, Satlak, KPSPAMS)
• Memahami arti penting pemantauan, evaluasi, dan pelaporan yang dilakukan oleh masyarakat
• Terwujudnya proses pelaksanaan dan pengelolaan program secara terbuka dan transparan
• Segenap masyarakat dapat melakukan pemantauan dan memberikan masukan untuk perbaikan dalam pengelolaan program
• Masyarakat dapat melakukan pemantauan secara berkelanjutan Pengelola Program (CPMU,
PPMU dan DPMU, Balai PPW, Satker, PIU)
• Memahami secara menyeluruh konsep pemantauan, evaluasi, dan pelaporan Program Pamsimas
• Merencanakan pengelolaan program dan melakukan evaluasi sesuai tahapan yang ada dalam Program Pamsimas
• Mengendalikan program termasuk penilaian kinerja pelaksanaan kegiatan Pamsimas
Konsultan Pendamping (NMC, Advisory, ROMS-Provinsi dan ROMS-Kabupaten)
• Panduan kerja pengendalian mutu pelaksanaan kegiatan lapangan
• Memantau dan mengevaluasi kemajuan pelaksanaan program sesuai kondisi kemajuan di lapangan
• Menyusun strategi dan rencana kerja dalam rangka perbaikan pelaksanaan fasilitasi di lapangan
• Panduan dalam melaporkan pelaksanaan program di lapangan
Pengguna Manfaat Fasilitator (FS, FM-WSS, FM-CD
dan Fas-STBM) dan Sanitarian • Panduan kerja pengendalian mutu pelaksanaan kegiatan lapangan
• Panduan kerja pendampingan masyarakat dan para pemangku kepentingan di desa
• Panduan dalam melaporkan pelaksanaan program di lapangan Pemerintah (Pusat, Provinsi,
Kabupaten dan Desa) • Memahami secara menyeluruh konsep pemantauan, evaluasi, dan pelaporan Program Pamsimas
• Memastikan kebijakan untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Pamsimas.
Kelompok Peduli/ Pemerhati • Melakukan kontrol dan umpan balik
• Melakukan advokasi
1.5 PELAKSANAAN DI MASA PANDEMI COVID-19
Pada masa pandemic COVID-19 dalam melakukan pemantauan dan evaluasi ke lokasi kegiatan diwajibkan wajib mengikuti protokol kesehatan, utamanya memakai masker (atau face shield), selalu menjaga jarak antar orang, dan mencuci tangan pakai sabun (atau hand sanitizer) sebelum dan setelah ke lokasi kegiatan, serta mengikuti prosedur lainnya dalam mencegah penyebaran virus COVID-19. Khusus untuk daerah yang tidak memungkinkan dilakukan kunjungan lapangan, maka kegiatan pemantauan harus dilakukan dengan metode daring dan sejenisnya.
BAB 2. INDIKATOR CAPAIAN PROGRAM PAMSIMAS
2.1 INDIKATOR CAPAIAN PROGRAM
Substansi yang menjadi sasaran kegiatan pemantauan dikembangkan dari tujuan dan indikator kinerja Program Pamsimas yang tertuang dalam Pedoman Umum Program Pamsimas.
Adapun Indikator Capaian Program adalah:
1. Jumlah tambahan orang yang mempunyai akses terhadap fasilitas air minum yang aman secara berkelanjutan
2. Jumlah tambahan orang yang mempunyai akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak secara berkelanjutan
3. Persen (%) desa yang mempunyai SPAM yang dikelola dan dibiayai secara efektif oleh masyarakat
4. Jumlah desa yang menyusun RKM
5. Persen (%) kabupaten yang telah menyusun rencana peningkatan kapasitas (RAD AMPL) untuk mendukung adopsi dan pengarusutamaan pendekatan Pamsimas, dan kinerja dalam rangka pencapaian tujuan program
6. Persen (%) kabupaten yang telah merealisasikan anggaran Kabupaten/Kota (APBD) dalam sektor AMPL sebagai persentase dari kebutuhan anggaran untuk mencapai target Universal Access (UA)
7. Persen (%) kabupaten yang mereplikasi pendekatan Pamsiimas di luar masyarakat sasaran
8. Persen (%) desa memiliki RPJM Desa/RKP Desa yang mengintegrasikan PJM ProAKSi/ RKM
9. Persen (%) desa yang merealisasikan APBDesa untuk kebutuhan anggaran bidang air minum dan sanitasi
10. Persen (%) desa yang mempunyai SPAM yang berfungsi dan memenuhi kepuasan dari mayoritas masyarakat sasaran
11. Jumlah desa yang melampaui kriteria kinerja program dan memperoleh dana hibah
12. Persen (%) kab/kota yang melampaui kriteria kinerja program dan memperoleh dana hibah
13. Persen (%) masyarakat sasaran yang bebas dari buang air besar di sembarang tempat (ODF/SBS)
14. Persen (%) masyarakat sasaran yang menerapkan program cuci tangan pakai sabun (CTPS)
15. Persen (%) sekolah sasaran yang mempunyai fasilitas sanitasi yang layak dan menerapkan PHBS.
16. Persen (%) kabupaten yang mempunyai struktur dan alat pemantauan program (MIS, M&E) dan memberikan informasi berkala mengenai kualitas pelaksanaan program
Pemantauan terhadap target Indikator capaian program setiap tahun selama pelaksanaan Program Pamsimas sampai dengan periode tahun 2020-2021 secara rinci, dapat dilihat pada Tabel 2.1.
Periode pelaporan dan frekuensi pelaporan untuk KPI 1, 2, 3, 13, 14, 15 dan 16 dilaksanakan setiap 3 (tiga) bulan atau pada Laporan Triwulanan, yaitu pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember. Sedangkan untuk KPI 4, 5, 6, 7, 8, 9, 11 dan 12 dilaporkan sekali setahun atau pada Laporan Tahunan saja.
Sumber data dan metodologi dapat berupa data primer dan data sekunder. Sumber data primer digunakan untuk mengukur KPI 1, 2, 3, 4, 8, 9, 11, 13, 14, dan 15. Penanggung jawab pengumpulan data adalah Fasilitator, ROMS, NMC, CPMU, Sanitarian dan Dinas Kesehatan Kabupaten.
Tabel 2.1 Pemantauan Indikator Capaian Program Pamsimas
Indikator Capaian Program
Periode Pengumpulan Data dan Pelaporan
2016 2017 2018 2019 2020-2021 Pelaporan dan Frekuensi
Sumber Data/Metodologi
Penanggung Jawab Pengumpulan Data 1a. Jumlah tambahan orang yang mempunyai
akses terhadap fasilitas air minum yang aman secara berkelanjutan
1b. Jumlah tambahan orang (perempuan) yang mempunyai akses terhadap fasilitas air minum yang aman secara berkelanjutan 2. Jumlah tambahan orang yang mempunyai
akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak secara berkelanjutan
3. % desa/kelurahan yang mempunyai SPAM yang dikelola dan dibiayai secara efektif oleh masyarakat
10.3 juta
5.2 juta
8.2 juta
90%
12 juta
6 juta
9.1 juta
90%
16 juta
6 juta
11.1 juta
90%
19 juta
9.5 juta
13.6 juta
90%
22.1 juta
11.5 juta
14.9 juta
90%
Laporan Triwulan
Laporan Triwulan
Laporan Triwulan
Laporan Triwulan
Masyarakat/ Data Primer
Masyarakat/ Data Primer
Masyarakat/ Data Primer
Pemdes/ Data Primer
Fasilitator dan ROMS
Fasilitator dan ROMS
Sanitarian, Dinkes, dan ROMS Fasilitator dan ROMS
4. Jumlah desa yang menyusun RKM 5. % kabupaten yang telah menyusun rencana
peningkatan kapasitas (RAD AMPL) untuk mendukung adopsi dan pengarusutamaan pendekatan Pamsimas, dan kinerja dalam rangka pencapaian tujuan program 6. % kabupaten yang telah menyusun realisasi
anggaran Kab/Kota (APBD) dalam sektor AMPL sebagai persentase dari kebutuhan anggaran untuk mencapai target UA 7. % kabupaten yang mereplikasi pendekatan
Pamsiimas di luar masyarakat sasaran
14,000
35%
35%
90%
18,000
40%
30%
90%
21,000
50%
40%
90%
24,000
60%
50%
90%
27,000
70%
60%
90%
Laporan tahunan
Laporan tahunan
Laporan tahunan
Laporan tahunan
Masyarakat/ Data Primer
Pemda/ Data Sekunder
Pemda/ Data Sekunder
Pemda/Data Sekunder
Fasilitator/ROMS
ROMS/NMC
ROMS/NMC
ROMS/NMC
Indikator Capaian Program
Periode Pengumpulan Data dan Pelaporan
2016 2017 2018 2019 2020-2021 Pelaporan dan
Frekuensi Sumber
Data/Metodologi Penanggung Jawab Pengumpulan Data 8. % desa memiliki RPJM Desa/RKP Desa
yang mengintegrasikan PJM ProAKSi/RKM 9. % desa yang merealisasikan APBDesa
untuk kebutuhan anggaran bidang air minum dan sanitasi
0%
0%
80%
80%
80%
80%
80%
80%
80%
80%
Laporan tahunan
Laporan tahunan
Pemdes/ Data Primer
Pemdes/ Data Primer
Fasilitator/ROMS
Fasilitator/ROMS 10. % desa/kelurahan yang mempunyai SPAM
yang berfungsi dan memenuhi kepuasan dari mayoritas masyarakat sasaran
80% 80% Pada Akhir
Program Survey CPMU
11. Jumah desa yang melampaui kriteria kinerja program dan memperoleh dana hibah 12. % kab/kota yang melampaui kriteria kinerja
program dan memperoleh dana hibah
1,649
20%
2,399
20%
3,399
30%
4,649
40%
4,649
50%
Laporan tahunan
Laporan tahunan
Masyarakat/ Data Primer
Pemda/ Data Sekunder
Fasilitator/ROMS
ROMS/NMC
13. % masyarakat sasaran yang bebas dari buang air besar di sembarang tempat (ODF/SBS)
14. % masyarakat sasaran yang menerapkan program cuci tangan pakai sabun (CTPS) 15. % sekolah sasaran yang mempunyai
fasilitas sanitasi yang layak dan menerapkan PHBS.
60%
60%
95%
60%
60%
95%
60%
60%
95%
60%
60%
95%
60%
60%
95%
Laporan Triwulan
Laporan Triwulan
Laporan Triwulan
Masyarakat/ Data Primer
Masyarakat/ Data Primer
Sekolah/ Data Primer
Sanitarian, Dinkes, dan ROMS
Sanitarian, Dinkes, dan ROMS Sanitarian, Dinkes, dan
ROMS 16. % kabupaten yang mempunyai struktur dan
alat pemantauan program (MIS, M&E) memberikan informasi berkala mengenai kualitas pelaksanaan proyek
90% 90% 90% 90% 90% Laporan Triwulan MIS Data/ Data
Sekunder ROMS/NMC
2.2 MATRIK INDIKATOR CAPAIAN PROGRAM
Berdasarkan indikator capaian program dan cakupan kegiatan program, kemudian dikembangkan menjadi indikator kinerja kegiatan per siklus. Untuk memudahkan sistem pelaporan dan pemantauan kemudian disusun glossary dan Log book (format-format pelaporan). Indikator ini kemudian dilaporkan mengikuti sistem pelaporan dari lapangan (SIM) dan juga dilakukan melalui kegiatan pemantauan dan evaluasi lainnya seperti uji petik, kunjungan lapangan, studi kasus, studi dampak, misi supervisi, dan lain sebagainya.
Tabel 2.2 Matrik Indikator Capaian Program
No. Indikator Capaian Satuan Sumber Data Komponen Data Tingkat 1 Jumlah tambahan orang yang
mempunyai akses terhadap fasilitas air minum yang aman secara berkelanjutan
Jiwa Data SIM (modul 4 dan 7)
Jumlah tambahan penerima manfaat kegiatan
pembangunan Sarana Air Minum
Desa/
Kelurahan.
2 Jumlah tambahan orang yang mempunyai akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak secara berkelanjutan
Jiwa Data SIM (modul 2 dan 7) dan Data STBM (progres)
Jumlah tambahan penerima manfaat kegiatan
pembangunan sarana Sanitasi yang layak yaitu jamban sehat (permanen, semi permanen dan sharing)
Desa/
Kelurahan.
3 % desa/kelurahan yang mempunyai SPAM yang dikelola dan dibiayai secara efektif oleh masyarakat
% Data SIM (modul 7)
Persentase jumlah desa yang mempunyai sarana air minum yang berfungsi baik dan menerapkan mekanisme iuran dengan efektif (mempunyai rencana kerja, rencana kemitraan, dan iuran yang memenuhi biaya operasional, pemeliharaan, pengembangan dan cost recovery)
Desa/
Kelurahan
4 Jumlah desa yang menyusun RKM
Desa/
Kelurahan
Data SIM (modul 2)
Jumlah desa yang melaksanakan penyusunan RKM
Desa/
Kelurahan 5 % kabupaten yang telah
menyusun rencana
peningkatan kapasitas (RAD AMPL) untuk mendukung adopsi dan pengarusutamaan pendekatan Pamsimas, dan kinerja dalam rangka pencapaian tujuan program
% Data SIM (modul 6)
Persentase jumlah kabupaten yang sudah memiliki Rencana Aksi Daerah bidang air minum dan sanitasi untuk mencapai universal acces yang berbasis masyarakat dan/atau institusi
Kabupaten
6 % kabupaten yang telah menyusun realisasi anggaran Kab/Kota (APBD) dalam sektor AMPL sebagai persentase dari kebutuhan anggaran untuk mencapai target UA
% Data SIM (modul 6)
Persentase jumlah kabupaten yang memiliki peningkatan anggaran untuk sektor AMPL
Kabupaten
7 % kabupaten yang mereplikasi pendekatan Pamsimas di luar masyarakat sasaran
% Data SIM (modul 3)
Persentase jumlah kabupaten yang melaksanakan
pembangunan AMPL dengan pendekatan Pamsimas
Kabupaten
No. Indikator Capaian Satuan Sumber Data Komponen Data Tingkat 8 % desa yang merencanakan
APBDesa untuk kebutuhan anggaran bidang air minum dan sanitasi
% Data SIM (modul 2)
Persentase jumlah desa yang mengalokasikan APBDesa untuk pembiayaan pelaksanaan kegiatan RKM
Desa
9 % desa yang merealisasikan APBDesa untuk kebutuhan anggaran bidang air minum dan sanitasi
% Data SIM (modul 3)
Persentase jumlah desa yang mengalokasikan dan merealisasikan APBDesa untuk pembiayaan pelaksanaan kegiatan RKM
Desa
10 % desa/kelurahan yang mempunyai SPAM yang berfungsi dan memenuhi kepuasan dari mayoritas masyarakat sasaran
% Data hasil survey
Persentase hasil survey desa yang mempunyai SPAM yang berfungsi baik dan memenuhi kepuasan dari masyarakat sasaran
Desa/
Kelurahan
11 Jumlah desa yang melampaui kriteria kinerja program dan memperoleh dana hibah
Desa/
Kelurahan Data SIM (modul 3)
Jumlah desa yang menerima tambahan dana hibah untuk desa
Desa/
Kelurahan
12 % kab/kota yang melampaui kriteria kinerja program dan memperoleh dana hibah
Kab/Kota Data SIM (modul 3)
Jumlah kab/kota yang menerima tambahan dana hibah untuk kab/kota
Kabupaten/
Kota
13 % masyarakat sasaran yang bebas dari buang air besar di sembarang tempat (ODF/SBS)
% Data SIM (modul 4 dan 7)
Persentase jumlah dusun yang sudah verifikasi ODF/SBS dibandingkan dengan jumlah dusun sasaran total lokasi Pamsimas
Dusun
14 % masyarakat sasaran yang menerapkan program cuci tangan pakai sabun (CTPS)
% Data SIM (modul 4 dan 7)
Persentase jumlah dusun yang sudah menerapkan CTPS dibandingkan jumlah dusun sasaran total lokasi Pamsimas
Dusun
15 % sekolah sasaran yang mempunyai fasilitas sanitasi yang layak dan menerapkan PHBS.
% Data SIM (modul 4 dan 7)
Persentase jumlah SD/MI yang mempunyai sarana sanitasi sekolah yang berfungsi baik dan menerapkan PHBS dibandingkan dengan jumlah SD/MI yang mendapat Program Pamsimas (sanitasi dan PHBS).
Desa/
Kelurahan.
16 % kabupaten yang
mempunyai struktur dan alat pemantauan program (MIS, M&E) memberikan informasi berkala mengenai kualitas pelaksanaan proyek
% Data Kelengkapan SIM
Persentase jumlah kab/kota yang sudah memanfaatkan data SIM dalam pengelolaan program
Kabupaten/
Kota
2.3 RUMUSAN PERHITUNGAN KPI
Untuk menghitung kemajuan masing-masing indikator capaian program digunakan rumusan sebagai terlampir pada Lampiran 1.
BAB 3. PEMANTAUAN (MONITORING)
3.1 TUJUAN PEMANTAUAN
Pemantauan yang dilaksanakan dalam Program Pamsimas secara umum mempunyai tujuan:
1. Memastikan bahwa kemajuan pelaksanaan Pamsimas sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan mengacu pada Rencana Kerja.
2. Memastikan proses fasilitasi kegiatan pelaksanaan siklus Pamsimas sesuai acuan yang ada (Pedoman, Petunjuk Teknis, dan POB/SOP), sehingga capaian substansi sesuai indikator yang telah ditentukan.
3.2 PELAKU PEMANTAUAN
3.2.1 Pemantauan oleh Masyarakat dan Sekolah 1. Masyarakat
Pemantauan di tingkat masyarakat dilakukan oleh KKM, Kader AMPL, KPSPAMS dan Masyarakat. Pemantauan dilakukan dengan melihat secara langsung di lapangan terhadap pelaksanaan kegiatan perencanaan, pelaksanaan, penerapan iuran dan keberfungsian sarana, serta peningkatan akses air minum dan sanitasi.
2. Sekolah
Untuk kegiatan program yang dilaksanakan di lingkungan sekolah dan melibatkan pihak sekolah (tingkat Sekolah Dasar), maka pemantauan diharapkan juga dilakukan oleh pihak sekolah dan masyarakat melalui Komite Sekolah.
3.2.2 Pemantauan oleh Pemerintah
Pemantauan oleh pemerintah dilakukan mulai dari Pemerintah Pusat lintas kementerian (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Keuangan dan lain-lain), Pemerintah Provinsi, Kabupaten, Kecamatan dan Desa.
Pemantauan oleh pemerintah dilakukan dengan berbasis SIM dan dapat juga melalui kunjungan lapangan. Pemantauan meliputi tahapan persiapan, perencanaan, pelaksanaan dan keberlanjutan.
3.2.3 Pemantauan oleh Konsultan (NMC, ROMS, dan Fasilitator)
Kegiatan pemantauan ini dilakukan oleh jajaran konsultan mulai dari tingkat desa oleh FS dan FM, tingkat kabupaten oleh ROMS Kabupaten, tingkat provinsi oleh ROMS Provinsi dan tingkat pusat oleh NMC. Metode pemantauan yang digunakan oleh konsultan adalah berbasis SIM dan kunjungan lapangan berupa uji petik pencapaian target/ proses kegiatan dan tindak lanjut hasil temuan.
Pemantauan dilakukan terhadap setiap siklus kegiatan, meliputi implementasi dan administrasi pembukuan. Kegiatan ini untuk memantau kualitas pendampingan, kesesuaian proses dan output suatu kegiatan.
3.2.4 Pemeriksaan oleh BPKP
Sesuai dengan Project Appraisal Document (PAD) Program Pamsimas, pelaksanaan audit dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) meliputi audit keuangan dan audit kinerja. Audit keuangan dilaksanakan setiap tahun dan dilaporkan kepada Bank Dunia pada 6 bulan setelah akhir periode laporan. Acuan yang digunakan dalam pemeriksaan keuangan adalah dokumen resmi program (Pedoman, Petunjuk Teknis, dan POB/SOP).
3.2.5 Pemantauan oleh Pihak Pemberi Pinjaman
Kegiatan pemantauan oleh pihak pemberi pinjaman dilakukan melalui Misi Supervisi untuk memastikan bahwa kegiatan yang sudah dilaksanakan memenuhi standar persyaratan Loan Agreement dan Project Paper yang telah disepakati. Pihak pemberi pinjaman melakukan pemantauan ini untuk melihat pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan di lapangan.
3.2.6 Pemantauan dalam Masa Pandemi Covid19
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan kunjungan lapangan dalam rangka pemantauan di masa pandemi Covid-19 adalah sebagai berikut:
1. Pemantauan oleh masyarakat: dalam melakukan pemantauan ke lokasi kegiatan diwajibkan untuk memakai masker, selalu menjaga jarak antar orang, dan mencuci tangan pakai sabun sebelum dan setelah ke lokasi kegiatan, serta mengikuti prosedur lainnya dalam mencegah penyebaran virus COVID-19.
2. Pemantauan oleh pemerintah: pemantauan melalui kunjungan lapangan agar dibatasi dan dianjurkan untuk tidak dilakukan atau diganti dengan pemantauan melalui video call/conference, telepon, atau pesan elektronik.
3. Pemantauan oleh Konsultan (NMC dan ROMS): kegiatan kunjungan lapangan melalui kegiatan Uji Petik dan Pengukuran Kinerja Keuangan Masyarakat berupa
wawancara dengan pelaku/pemanfaat/calon pemanfaat, pemeriksaan dokumen, dan pengamatan kondisi lapangan bisa dilakukan dengan komunikasi video call, telepon, dan pesan elektronik melalui Fasilitator, KKM, KPSPAMS, dan masyarakat.
3.3 PEMANTAUAN SIKLUS KEGIATAN
Pemantauan siklus kegiatan adalah rangkaian proses pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan mulai dari tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan dan keberlanjutan. Siklus kegiatan dalam Program Pamsimas adalah sebagai berikut:
1. Seleksi Calon Desa Sasaran (Persiapan)
a. Sosialisasi Program Pamsimas tingkat Kabupaten.
b. Sosialisasi Program Pamsimas tingkat Desa.
c. IMAS Tahap I.
d. Penyiapan Kader AMPL.
e. Penyusunan Surat Minat dan Proposal.
f. Verifikasi proposal.
g. Seleksi proposal.
h. Penetapan Calon Desa Sasaran.
2. Seleksi Desa Sasaran (Perencanaan)
a. Pemicuan perubahan perilaku dan/atau tindaklanjut pemicuan.
b. Pembentukan atau penguatan Kelembagaan tingkat Desa (KKM).
c. IMAS Tahap II.
d. Pembentukan atau penguatan BPSPAMS.
e. Penyusunan atau review/evaluasi PJM Proaksi.
f. Penyusunan RKM g. Evaluasi RKM.
h. Usulan daftar pendek desa sasaran i. Penetapan Desa Sasaran
3. Realisasi dan Pertanggungjawaban Kegiatan RKM (Pelaksanaan) a. Pencairan dana BLM.
b. Penguatan Kapasitas (Pelatihan untuk Pelaksana, serta untuk Pengelola dan Pemeliharaan Sarana).
c. Pembangunan Fisik Sarana Air Minum dan Sarana Sanitasi Sekolah.
d. Peningkatan/Promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
e. Penetapan iuran yang disepakati oleh masyarakat dan sesuai kebutuhan untuk operasional, pemeliharaan dan cost recovery
4. Pengelolaan SPAMS (Keberlanjutan)
a. Mekanisme pemeliharaan dan pengoperasian sarana air minum dan sanitasi disepakati oleh warga masyarakat.
b. KPSPAMS menerapkan mekanisme iuran untuk pemeliharaan dan pengoperasian sarana air minum dan sanitasi disepakati oleh warga masyarakat
c. Kegiatan pasca pemicuan berupa pendampingan sampai tercapainya ODF/SBS.
d. Kegiatan pengembangan SPAMS desa pasca yang dibiayai oleh sumber dana lainnya (antara lain melalui Kredit Mikro, CSR, Baznas dan lain-lainnya). Hal ini selanjutnya dijabarkan dalam Prosedur Operasional Baku (POB).
Gambar 3.1 Siklus Kegiatan Program Pamsimas III
3.4 INSTRUMEN PEMANTAUAN
Instrumen Pemantauan adalah alat yang digunakan untuk melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program. Instrumen Pemantauan dalam Program Pamsimas sebagaimana dijelaskan dalam Pedoman Umum Program Pamsimas adalah:
3.4.1 Rencana Kerja Tahunan/ Annual Work Plan (AWP).
Rencana Kerja Tahuna (AWP) merupakan rencana kegiatan selama program berjalan yang dilaksanakan oleh semua pihak pelaku program baik lintas kementerian tingkat pusat, dinas/instansi tingkat provinsi dan kabupaten, konsultan pusat sampai daerah maupun masyarakat penerima program. Rencana Kerja Tahunan merupakan acuan pokok para pelaku Pamsimas dalam menjalankan setiap proses kegiatan agar selalu berkesinambungan dan tepat waktu, dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Rencana Kerja Tahunan (AWP) dibuat berdasarkan pertimbangan siklus ideal program, sumber daya yang tersedia, dan rentang pelaksanaan siklus oleh wilayah cakupan dibawahnya.
2. Rencana Kerja Tahunan Nasional (AWP) menjadi acuan dalam menyusun Rencana Kerja Tahunan (AWP) tingkat Provinsi, Kabupaten, Desa secara berjenjang oleh ROMS Provinsi, ROMS Kabupaten dan Tim Fasilitator Masyarakat.
3. Rencana Kerja Tahunan merupakan dokumen resmi yang diterbitkan setiap tahun oleh CPMU
Tabel 3.1 Prosedur Penyusunan Rencana Kerja Tahunan
No. Langkah Penjelasan Hasil Yang
diharapkan Pelaku 1 Pembuatan Rencana
Kerja Tahunan Nasional • Rencana kerja meliputi siklus tingkat nasional, provinsi, kabupaten, desa.
• Durasi kegiatan memperhitungkan rentang progres yang tercepat dan yang terlama secara nasional.
• Dilakukan di bulan minus (-) 3.
Rencana Kerja Tahunan (AWP) Tingkat Nasional
CPMU dan NMC
2 Pembuatan Rencana Kerja Tahunan Provinsi mengacu kepada Rencana Kerja Tahunan Nasional
• Rencana kerja meliputi siklus tingkat provinsi, kabupaten, dan desa.
• Durasi waktu setiap kegiatan memperhitungkan rentang progres kabupaten yang tercepat dan yang terlama.
• Dilakukan di bulan minus (-) 2.
Rencana Kerja Tahunan Tingkat Provinsi
PPMU dan ROMS Provinsi
3 Pembuatan Rencana Kerja Tahunan Kabupaten mengacu kepada Rencana Kerja Tahunan Nasional dan Provinsi
• Rencana kerja meliputi siklus tingkat kabupaten dan desa.
• Durasi waktu setiap kegiatan memperhitungkan rentang progres desa yang tercepat dan yang terlama
• Dilakukan di bulan minus (-) 2.
Rencana Kerja Tahunan tingkat Kabupaten
DPMU dan ROMS Kabupaten
No. Langkah Penjelasan Hasil Yang
diharapkan Pelaku 4 Pembuatan Rencana
Kerja Tahunan tingkat desa mengacu kepada Rencana Kerja Kabupaten
• Rencana kerja meliputi siklus tingkat desa.
• Dilakukan di bulan minus (-) 1.
Rencana Kerja Tahunan tingkat Desa
Fasilitator Masyarakat
3.4.2 Status Cepat (Quick Status).
Ketentuan mengenai Quick Status adalah:
1. Quick Status merupakan pemantauan cepat terhadap kemajuan siklus di lapangan berdasarkan Rencana Kerja Tahunan yang telah ditetapkan.
2. Quick Status mencakup kegiatan utama (Milestones) dalam Rencana Kerja Tahunan yang merupakan indikator kemajuan siklus di lapangan, dan ditentukan oleh pusat.
3. Pengembangan Quick Status dilakukan berdasarkan kebutuhan pemantauan, dan ditentukan oleh pusat.
4. Laporan Quick Status dimutakhirkan setiap saat, karena Quick Status terintegrasi dengan mekanisme aliran input data SIM Pamsimas.
5. Laporan Quick Status ditayangkan di website Pamsimas dan menjadi alat pemantauan bersama.
6. Laporan Quick Status didapatkan dari pengisian data SIM setiap kegiatan yang dilakukan oleh pelaku Pamsimas pada setiap tingkatan dengan periode waktu sesuai dengan waktu pelaksanaan di setiap kegiatan.
3.4.3 Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pamsimas adalah salah satu instrumen pemantauan Program Pamsimas yang mencatat dan mengelola berbagai data penting dalam kegiatan program, mulai dari tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan hingga pasca pelaksanaan. Data yang dikumpulkan dalam SIM Pamsimas selanjutnya diolah dan disajikan menjadi berbagai bentuk laporan dan informasi yang dapat digunakan oleh para pelaku, pengelola program, dan masyarakat umum maupun pihak-pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan kegiatan program. Dalam lingkup yang lebih luas lagi, SIM Pamsimas juga mendukung Program Pamsimas sebagai platform pembangunan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat, yang memungkinkan terjadinya kolaborasi program dan pendanaan kegiatan yang berasal dari berbagai sumber dengan tujuan mendukung pencapaian target akses universal bidang air minum dan sanitasi.
3.4.3.1 Pengertian
Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pamsimas adalah suatu sistem pengolahan data yang terpadu, dikembangkan untuk memantau dan menilai capaian kinerja
pelaksanaan Program Pamsimas di lapangan dalam bentuk informasi terpadu dan terbuka, yang diperoleh melalui mekanisme pelaporan, serta menyediakan informasi program bagi berbagai pihak dalam berkolaborasi membangun penyediaan air minum dan sanitasi bagi masyarakat perdesaan.
Verifikasi dan validasi dalam SIM Pamsimas adalah proses pemeriksaan serta pembuktian kebenaran data dan informasi yang terdapat di dalam SIM Pamsimas melalui metode pengukuran dengan menggunakan log book dan glossary yang dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat desa/kelurahan, kabupaten, provinsi, dan nasional.
3.4.3.2 Prinsip
1. Segera dan berkesinambungan. Pemutakhiran data SIM Pamsimas harus dilaksanakan sesegera mungkin dan berkesinambungan mengikuti kemajuan kegiatan di lapangan, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan untuk memberikan masukan yang terkini bagi peningkatan kualitas kegiatan selanjutnya serta penanganan dini permasalahan di lapangan.
2. Sistematis. Pemutakhiran data SIM Pamsimas dilaksanakan secara sistematis melalui suatu aplikasi berbasis web berdasarkan data dan informasi yang dikumpulkan dari tingkat desa, kabupaten, provinsi, hingga ke pusat.
3. Dapat dipercaya dan diandalkan. Hasil pemutakhiran data SIM Pamsimas harus diverifikasi dan divalidasi sebelum digunakan sebagai referensi dalam pengukuran indikator kinerja program serta penyusunan strategi lebih lanjut. Proses verifikasi dan validasi oleh setiap pelaksana pada setiap tingkatan dalam pemutakhiran data merupakan suatu komponen yang tak terpisahkan dari pelaksanaan pelaporan.
Hal ini untuk menjamin akurasi dan kehandalan informasi yang akan digunakan.
3.4.3.3 Tujuan
Tujuan penerapan SIM dalam pelaksanaan Program Pamsimas adalah:
1. Menyediakan informasi yang diperlukan dalam penilaian keseluruhan kegiatan dan pencapaian tujuan Pamsimas, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
2. Menyediakan informasi yang diperlukan dalam pengendalian, evaluasi, dan penyempurnaan pengelolaan Pamsimas secara berkelanjutan.
3. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan terkait dengan permasalahan terkait pelaksanaan Pamsimas dan dampak-dampaknya.
4. Menyediakan pengelolaan data yang baku untuk merekam kemajuan kuantitatif terhadap pelaksanaan program di lapangan secara berjenjang.
5. Menyediakan informasi program yang dapat menjangkau berbagai pihak yang memiliki minat dan kepedulian terhadap penyediaan air minum dan sanitasi bagi masyarakat perdesaan.
3.4.3.4 Ketentuan Umum
1. SIM Pamsimas merupakan bagian dari sistem pemantauan, evaluasi, dan pelaporan Program Pamsimas melalui pengelolaan data dan informasi yang terpadu.
2. SIM Pamsimas adalah satu-satunya sumber data dan laporan kuantitatif mengenai kemajuan kegiatan Pamsimas.
3. SIM Pamsimas dilakukan secara menyeluruh dan berjenjang, penilaian kualitas dan verifikasi serta validasi data dilakukan mulai dari tingkatan koordinasi yang paling bawah: desa/kelurahan, kabupaten, provinsi, dan nasional.
4. SIM Pamsimas dikembangkan dengan mengacu kepada dokumen resmi program, seperti:
a. Rencana Kerja Tahunan (AWP).
b. Siklus Kegiatan.
c. Indikator Capaian Program.
d. Data lokasi program dari provinsi, kabupaten sampai tingkat desa/kelurahan.
e. Struktur Organisasi Program Pamsimas.
f. Rumusan kebutuhan data dan informasi (Glossary).
3.4.3.5 Aplikasi SIM Pamsimas
SIM Pamsimas dikembangkan secara terpadu, terdiri dari berbagai modul dan aplikasi pendukung, yang secara umum dapat dikelompokkan menjadi 7 kelompok utama, sesuai dengan tahapan kegiatan dan fungsinya. Gambar di bawah ini menunjukkan integrasi SIM dengan berbagai aplikasi pendukungnya. Sedangkan gambar berikutnya menunjukkan pengelompokan aplikasi yang terdapat di dalam SIM Pamsimas.
Gambar 3.2 Integrasi SIM Pamsimas dengan Aplikasi Pendukungnya
Gambar 3.3 Kelompok Modul Aplikasi SIM Pamsimas dan Aplikasi Pendukung
SIM Pamsimas
3. PELAKSANAAN 2. PERENCANAAN
1. PERSIAPAN Modul Sosialisasi Kabupaten hingga Penetapan Calon Desa Sasaran
Modul Pemicuan CLTS atau Tindak Lanjut Pemicuan hingga Penetapan Desa Sasaran
Modul Proses Pengadaan hingga Berita Acara Serah Terima Pengelola SPAMS
4. PENGELOLAAN DESA PASCA Modul Pemantauan Desa Pasca
7. APLIKASI PENDUKUNG
H R M Capacity Building
Online Layanan Informasi dan
Pengaduan
Smartsight
Asosiasi PSPAMS Uji Petik dan
Manajemen Keuangan
Modul Dukungan dan Penguatan Asosiasi PSPAMS Perdesaan
5. PENGEMBANGAN KAPASITAS PEMDA Modul TOT RAD AMPL hingga Pendataan Realisasi APBD untuk AMPL
6. PEMANTAUAN PROSES Modul Pemantauan AWP dan Quick Status
Link Data STBM Pemantauan MIS Day
Immediate Response Service (IRS)
8. APLIKASI PENDUKUNG (BARU)
Kredit Mikro
Pengelolaan Keu KKM Survei Modul 7.3
A. Kelompok Modul Persiapan
Kelompok modul Persiapan terdiri atas beberapa modul, yaitu proses persiapan program mencatat data proses pemilihan desa, baik desa baru (desa yang belum pernah mendapatkan bantuan Pamsimas), maupun desa pasca, yaitu desa yang sudah pernah mendapatkan bantuan Pamsimas), dengan tahapan sebagai berikut:
1. Tingkat Kabupaten, meliputi proses sosialisasi kabupaten, verifikasi proposal, seleksi proposal, dan penetapan calon desa sasaran.
2. Tingkat Desa, meliputi proses sosialisasi desa, penyiapan Kader AMPL, IMAS-I, penyusunan proposal, dan pengajuan proposal.
B. Kelompok Modul Perencanaan
Kelompok Modul Perencanaan berisi modul proses perencanaan kegiatan, dengan tahapan sebagai berikut:
1. Tingkat Desa, meliputi proses pemicuan perubahan perilaku, pembentukan/
revitalisasi/penguatan Kelompok Kerja Masyarakat/KKM, IMAS-II, pembentukan/
revitalisasi/penguatan BPSPAMS, penyusunan/review PJM ProAksi dan penyusunan RKM, termasuk persiapan pengadaan barang/jasa di tingkat masyarakat sesuai paket pekerjaan.
2. Tingkat Kabupaten, meliputi proses evaluasi RKM, usulan daftar pendek desa sasaran, dan penetapan desa sasaran.
C. Kelompok Modul Pelaksanaan
Kelompok Modul Pelaksanaan berisi modul-modul yang mencatat data proses pelaksanaan kegiatan program, antara lain sebagai berikut:
1. Modul Pengadaan
Modul Pengadaan mencatat data proses pengadaan yang terdiri dari pembentukan tim pengadaan, penyiapan dokumen permintaan pengadaan dan pemasukan penawaran. Proses ini akan berlanjut di tahap kedua, setelah penetapan SK BLM dan penyusunan PKS, yaitu evaluasi dan penetapan pemenang, serta penandatanganan SPK atau pemesanan pembelian. Proses pengadaan di atas dilakukan menurut ketentuan pendanaan program dari BLM Pamsimas. Proses pengadaan dengan sumber dana selain BLM Pamsimas akan mengikuti ketentuan yang berlaku menurut sumber dana tersebut.
2. Modul Pengelolaan Dana
Modul Pengelolaan Dana mencatat data yang terdiri dari informasi Perjanjian Kerja Sama (PKS), pencairan dana BLM, dana kontribusi masyarakat, dan sumber dana di luar BLM di masing–masing desa/kelurahan. Selain itu juga terdapat modul untuk mengunggah dokumen SPM dan SP2D Kabupaten dan Provinsi, serta modul Interm Financial Report (IFR) yang berisi informasi pelaporan keuangan Program Pamsimas sebagai penjabaran Pagu Program dan Realisasi Penggunaan Dana tahun berjalan dan kumulatif. Pengelolaan dana selain BLM Pamsimas akan mengikuti ketentuan yang berlaku menurut sember dana tersebut.
3. Modul Realisasi Kegiatan
Modul Realisasi Kegiatan mencatat data tentang kemajuan realisasi RKM, termasuk laporan penggunaan dana, pembangunan SPAMS, jumlah penerima manfaat Sarana Air Minum dan Sanitasi, kegiatan Promosi Kesehatan, kegiatan pelatihan, penerapan mekanisme iuran oleh KPSPAMS, dan pengamanan dampak sosial dan lingkungan, hingga pencatatan Berita Acara Serah Terima Pengelola SPAMS.
4. Modul Foto Kegiatan dan Koordinat
Modul Foto Kegiatan dan Koordinat mencatat dokumentasi foto pelaksanaan kegiatan dan kemajuan pembangunan infrastruktur SPAMS. Selain itu lokasi infrastruktur juga dicatat dalam bentuk data koordinat GPS.
D. Kelompok Modul Pengelolaan Desa Pasca
Kelompok Modul Pengelolaan Desa Pasca berisi modul yang mencatat beberapa aspek berikut ini:
1. Kinerja Kelompok Pengelola SPAMS Perdesaan (KPSPAMS) 2. Pemantauan Kelembagaan
3. Pemantauan Keuangan
4. Pemantauan Keberfungsian Sarana 5. Pemantauan Data Penduduk
6. Pemantauan Tambahan Penerima Manfaat Sarana Air Minum dan Sanitasi 7. Pemantauan 5 pilar STBM
Selain itu juga dilakukan pencatatan kegiatan Dukungan dan Penguatan Asosiasi PSPAMS Perdesaan, antara lain:
1. Pembentukan Asosiasi PSPAMS tingkat Kabupaten dan Provinsi 2. Rapat Kerja dan Workshop
3. Pemantauan Pelaksanaan Program Penguatan Dasar Asosiasi PSPAMS 4. Pendataan Lembaga Mitra Program Pamsimas
E. Kelompok Modul Pengembangan Kapasitas Pemerintah Daerah
Kelompok Modul Pengembangan Kapasitas Pemda berisi modul yang mencatat beberapa kegiatan sebagai berikut:
1. TOT RAD AMPL
2. Sosialisasi Penyusunan RAD AMPL 3. Penyusunan RAD AMPL
4. Workshop/Expose RAD AMPL 5. Pengesahan RAD AMPL
6. Pendataan Realisasi APBD untuk AMPL F. Kelompok Modul Pemantauan Proses
Kelompok Modul Pemantauan Proses berisi modul yang mencatat beberapa aspek pelaksanaan Program Pamsimas sebagai berikut:
1. Pemantauan (Quick Status) Annual Work Plan 2. Pemantauan (Quick Status) Pemilihan Desa 3. Pemantauan (Quick Status) Pelaksanaan Program
4. Pemantauan (Quick Status) Pengembangan Kapasitas Pemda G. Kelompok Aplikasi Pendukung
Aplikasi Pendukung merupakan kumpulan aplikasi yang mengelola berbagai data dan informasi kegiatan untuk mendukung proses pemantauan, yang pengumpulan datanya tidak berkaitan langsung dengan pengumpulan data SIM Pamsimas pada kelompok aplikasi di atas. Aplikasi pendukung yang dimaksud antara lain:
1. Aplikasi Layanan Informasi dan Pengaduan (LIP)
Aplikasi Layanan Informasi dan Pengaduan adalah aplikasi yang disediakan untuk mengelola informasi, pertanyaan, saran, kritik, atau pengaduan berupa permasalahan yang terjadi terkait pelaksanaan Program Pamsimas pada semua tingkatan. Pada aplikasi ini juga dilaporkan data Temuan Audit BPKP dan tindak lanjutnya.
Tujuan Aplikasi LIP adalah:
a. Menyediakan form input data terkait pengaduan masyarakat dan permintaan informasi di semua tingkat pada cakupan wilayah Program Pamsimas, yang dicatat oleh Tim ROMS Kabupaten, Tim ROMS Provinsi dan Tim NMC
b. Menyediakan form input data terkait temuan BPKP pada cakupan wilayah Program Pamsimas, yang dicatat oleh Tim ROMS Provinsi dan Tim NMC c. Menyediakan pengelolaan data pengaduan masyarakat, permintaan informasi,
temuan BPKP, dan pemantauan seluruh tindak lanjut yang dilakukan oleh Tim ROMS Kabupaten, Tim ROMS Provinsi dan Tim NMC
d. Menyediakan berbagai laporan dan grafik terkait jumlah pengaduan dan temuan yang masuk, yang sedang ditangani dan yang sudah selesai ditangani, serta komposisi permasalahan berdasarkan kategori, derajat penanganan, media komunikasi dan sebagainya
Aplikasi LIP dapat diakses melalui website Pamsimas dan smartphone berbasis Android dengan fasilitas masing-masing sebagai berikut:
a. Website memuat form input data pengaduan masyarakat, permintaan informasi, temuan BPKP serta berbagai laporan dan grafik terkait penanganan permasalahan yang dicatatkan
b. Aplikasi mobile memuat form input data pengaduan masyarakat, permintaan informasi, serta berbagai laporan dan grafik terkait penanganan permasalahan yang dicatatkan
2. Aplikasi Uji Petik dan Manajemen Keuangan
Aplikasi Uji Petik mengelola data dan rekapitulasi hasil Uji Petik terhadap pelaksanaan kegiatan Program Pamsimas pada siklus tertentu, yang dilaksanakan oleh ROMS dan NMC sesuai ketentuan yang diatur dalam POB Uji Petik. Data tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun rekomendasi dan tindak lanjut, berdasarkan temuan yang diperoleh. Terkait dengan pemantauan kinerja pengelolaan keuangan di tingkat masyarakat (KKM) yang dilakukan oleh Fasilitator, DFMA, FMS Provinsi dan NMC, tersedia aplikasi Manajemen Keuangan untuk mengelola datanya.
Tujuan Aplikasi Uji Petik dan Manajemen Keuangan adalah:
a. Menyediakan pengelolaan daftar pertanyaan sesuai dengan format kuesioner yang ditentukan pada POB Siklus Uji Petik Kegiatan Program Pamsimas, sehingga memberikan kemudahan dalam melakukan penyesuaian bila diperlukan
b. Menyediakan pengelolaan user, yaitu pelaku Uji Petik dan Pemantauan Kinerja Pengelolaan Keuangan Tingkat Masyarakat, yaitu Tim Fasilitator Masyarakat (khusus Manajemen Keuangan), Tim ROMS Kabupaten, Tim ROMS Provinsi dan Tim NMC
c. Mempermudah dan mempercepat proses input dan rekapitulasi data hasil pengukuran uji petik oleh pelaku tingkat kabupaten, provinsi dan pusat
d. Memberikan kemudahan akses kepada semua pihak terhadap laporan hasil pengukuran uji petik
Aplikasi Uji Petik dan Manajemen Keuangan dapat diakses melalui website Pamsimas dan smartphone berbasis Android dengan fasilitas masing-masing sebagai berikut:
a. Website memuat laporan hasil uji petik dan pengukuran kinerja pengelolaan keuangan tingkat masyarakat, serta fasilitas untuk input data uji petik, maupun fasilitas pengelolaan daftar pertanyaan dari format kuesioner dan user pelaku b. Aplikasi mobile memuat fasilitas untuk input data uji petik dan pengukuran
kinerja pengelolaan keuangan tingkat masyarakat 3. Aplikasi Asosiasi PSPAMS
Aplikasi Asosiasi PSPAMS berisi data profil KPSPAMS dan kinerja SPAMS serta profil dan kinerja Asosiasi tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional di antaranya layanan oleh asosiasi dan tata kelola keuangan asosiasi.
Tujuan Aplikasi Asosiasi PSPAMS adalah:
a. Menyediakan fungsi rekapitulasi kinerja SPAMS yang dikelola oleh KPSPAMS di tingkat desa berdasarkan data modul 7 SIM Pamsimas
b. Menyediakan form input data dan report profil KPSPAMS di tiap desa
c. Menyediakan form input data dan report profil Asosiasi tingkat kabupaten, provinsi dan nasional
d. Menyediakan form input data dan laporan pemantauan kinerja Asosiasi tingkat kabupaten dan provinsi
Aplikasi Asosiasi PSPAMS dapat diakses melalui website Pamsimas dan smartphone berbasis Android dengan fasilitas masing-masing sebagai berikut:
a. Website memuat profil KPSPAMS dan pemantauan kinerja SPAMS yang dikelolanya, profil serta kinerja Asosiasi tingkat kabupaten, provinsi dan nasional b. Aplikasi mobile memuat profil singkat KPSPAMS, Asosiasi tingkat kabupaten,
provinsi dan nasional, serta berbagai grafik pemantauan kinerja Asosiasi 4. Aplikasi Human Resource Management (HRM)
Aplikasi HRM adalah aplikasi pengelolaan Sumber Daya Manusia yang terkait dengan pelaksanaan Program Pamsimas, yaitu tenaga konsultan di tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Fasilitator Masyarakat, yang mencakup seluruh informasi biodata, pendidikan, riwayat pelatihan, pengaturan tim dan subtim fasilitator, status penempatan pada desa dampingan, dan evaluasi kinerja personel.
Tujuan Aplikasi HRM adalah:
a. Mengelola database personil mulai dari tingkat fasilitator, tim ROMS kabupaten, tim ROMS provinsi dan tim NMC
b. Menyediakan form input data untuk registrasi personil, termasuk data kontrak, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan dan lokasi tugas serta jabatan
c. Menyediakan fasilitas mutasi personil yang berpindah lokasi tugas, berganti jabatan, mengundurkan diri dan sebagainya
d. Menyediakan fasilitas pengaturan tim dan subtim Fasilitator Masyarakat serta desa yang menjadi tanggung jawabnya
e. Menyediakan fasilitas input data evaluasi kinerja personil
f. Menyediakan berbagai laporan dan grafik terkait jumlah personil dan komposisinya di berbagai tingkat, trend mutasi personil, pemantauan jumlah kebutuhan personil, susunan tim fasilitator masyarakat dan desa dampingannya, hasil evaluasi kinerja personil dan sebagainya
Aplikasi HRM dapat diakses melalui website Pamsimas dan smartphone berbasis Android dengan fasilitas masing-masing sebagai berikut:
a. Website memuat fasilitas input data, laporan dan grafik jumlah personil dan komposisinya di tiap tingkat, mutasi personil, kebutuhan personil, susunan tim fasilitator masyarakat dan desa dampingan, evaluasi kinerja personil
b. Aplikasi mobile memuat beberapa laporan dan grafik terpilih dari yang tersedia pada website
5. Aplikasi Smartsight
Aplikasi Smartsight merupakan aplikasi untuk memantau kontrak, proses penagihan oleh manajemen perusahaan (FAS dan ROMS), proses verifikasi pembayaran remunerasi serta biaya operasional fasilitator dan konsultan. Karena
terkait dengan proses verifikasi oleh tiap personel, maka aplikasi Smartsight terintegrasi dengan database personel pada Aplikasi HRM.
Tujuan Aplikasi Smartsight adalah:
a. Menyediakan database kontrak Manajemen FAS dan ROMS yang terpadu.
b. Mempermudah pengawasan terhadap pemenuhan kewajiban Manajemen FAS dan ROMS terhadap Fasilitator, Tim ROMS Kabupaten dan Tim ROMS Provinsi.
c. Mempermudah monitoring oleh Manajemen FAS dan ROMS terhadap penyerapan nilai kontrak.
d. Mempermudah pelaporan dan transaction review, agar dapat dipantau setiap waktu terhadap kesesuaian alokasi di dalam kontrak.
Aplikasi Smartsight dapat diakses melalui website Pamsimas dan smartphone berbasis Android dengan fasilitas masing-masing sebagai berikut:
a. Website memuat data personil Fasilitator, Tim ROMS Kabupaten, dan Tim ROMS Provinsi, kontrak FAS dan ROMS, invoicing/tagihan yang dilakukan oleh manajemen Facilitator Administration Services (FAS) dan Regional Oversight Management Services (ROMS)
b. Aplikasi Mobile memuat fasilitas untuk konfirmasi penerimaan dana (remunerasi dan biaya operasional) oleh Fasilitator, Tim ROMS Kabupaten, dan Tim ROMS Provinsi.
6. Aplikasi Capacity Building Online
Aplikasi Capacity Building (CB) Online adalah aplikasi pengelolaan kegiatan peningkatan kapasitas yang dilaksanakan oleh konsultan dan Fasilitator Masyarakat, baik yang rutin dilaksanakan saat CB Day, maupun kegiatan peningkatan kapasitas lainnya. Data peningkatan kapasitas dicatat terintegrasi dengan database personel pada Aplikasi HRM.
Tujuan Aplikasi CB Online adalah:
a. Menyediakan pengelolaan bahan belajar mandiri maupun bahan belajar bersama yang disiapkan oleh Tim NMC untuk dapat diakses oleh para pelaku Program Pamsimas
b. Menyediakan form input untuk rencana kegiatan belajar bersama (CB Day), detail realisasi pelaksanaan kegiatannya, umpan balik dari peserta dan pemandu, kesimpulan diskusi, daftar hadir serta penilaian pemahaman tiap peserta
c. Menyediakan form input untuk perencanaan dan pelaksanaan kegiatan peningkatan kapasitas di tingkat kabupaten, provinsi dan pusat, baik yang ada di dalam, maupun di luar kontrak ROMS
d. Mempermudah monitoring kegiatan CB Day dan peningkatan kapasitas lainnya
Aplikasi CB Online dapat diakses melalui website Pamsimas dan smartphone berbasis Android dengan fasilitas masing-masing sebagai berikut:
a. Website memuat bahan belajar mandiri, bahan belajar bersama, data perencanaan dan pelaksanaan kegiatan CB Day dan berbagai peningkatan kapasitas di tingkat kabupaten, provinsi dan pusat, serta berbagai laporan dan grafik pemantauannya
b. Aplikasi Mobile memuat bahan belajar mandiri, bahan belajar bersama, fasilitas upload umpan balik, serta berbagai laporan dan grafik terpilih dari yang tersedia pada website
7. Aplikasi Pemantauan MIS Day
Aplikasi Pemantauan MIS Day adalah aplikasi yang digunakan untuk memantau kegiatan MIS Day di tingkat kabupaten, provinsi, dan pusat.
Tujuan Aplikasi Pemantauan MIS Day adalah:
a. Menyediakan pengelolaan kegiatan MIS Day yang direncanakan mulai dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten
b. Menyediakan form input untuk rencana dan pelaksanaan kegiatan MIS Day di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten
c. Menyediakan form input untuk melakukan penilaian / evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan MIS Day di tingkat kabupaten
d. Mempermudah monitoring kegiatan MIS Day secara rutin setiap bulan
Aplikasi Pemantauan MIS Day dapat diakses melalui website Pamsimas dan smartphone berbasis Android dengan fasilitas masing-masing sebagai berikut:
a. Website memuat form input perencanaan dan pelaksanaan kegiatan MIS Day, mulai dari tingkat pusat, provinsi dan kabupaten, serta penilaian / evaluasi terhadap pelaksanaannya, yang dilengkapi dengan berbagai laporan pemantauan hasil kegiatan
b. Aplikasi Mobile memuat berbagai laporan pemantauan hasil kegiatan MIS Day 8. Aplikasi Immediate Response Service (IRS)
Aplikasi Immediate Response Service (IRS) adalah aplikasi yang disediakan bagi para pelaku di lapangan untuk dapat berkonsultasi atau menyampaikan pertanyaan/permasalahan terkait pelaksanaan kegiatan kepada narasumber di tingkat pusat, agar mendapatkan tanggapan secara cepat (maksimal 1 x 24 jam).
Tujuan Aplikasi IRS adalah:
a. Menyediakan fasilitas bagi para pelaku di tingkat desa, kabupaten dan provinsi untuk dapat menyampaikan pertanyaan/permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan di lapangan untuk dikonsultasikan kepada narasumber di tingkat pusat yang ditentukan untuk mengelola layanan