• Tidak ada hasil yang ditemukan

Paparan Hutan Kota Sragen - Rev 1 114427052022

N/A
N/A
Sumarsono

Academic year: 2022

Membagikan "Paparan Hutan Kota Sragen - Rev 1 114427052022"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KABUPATEN SRAGEN

DINAS LINGKUNGAN HIDUP

(2)

PENG EL OLAA N

PENGELOLAAN HUTAN KOTA OLEH

DINAS LINGKUNGAN HIDUP KAB. SRAGEN

Hutan Kota

Karangtengah, Terik, Plumbungan, Kroyo, Technopark, Ngoncol,

Ngablak

Pemotongan

Rumput/ Gulma Perawatan

pohon

Pembersihan

taman/hutan

(3)

Dibangun pada areal permukiman, yang berfungsi sebagai penghasil oksigen, penyerap karbondioksida, peresap air, penahan angin, dan peredam kebisingan, berupa jenis komposisi tanaman pepohonan yang tinggi dikombinasikan dengan tanaman perdu dan rerumputan.

Karakteristik : pohon-pohon dengan perakaran kuat, ranting tidak mudah patah, daun tidak mudah gugur, pohon-pohon penghasil bunga/buah/biji yang bernilai ekonomis.

01

TIPE KAWASAN PERMUKIMAN

KONSEP PENGEMBANGAN HUTAN KOTA

TIPE-TIPE HUTAN KOTA

TIPE KAWASAN INDUSTRI

02

Dibangun di kawasan industri yang berfungsi untuk mengurangi polusi udara dan kebisingan, yang ditimbulkan dari kegiatan industri.

Karakteristik : pohon-pohon berdaun lebar dan rindang, berbulu dan yang mempunyai permukaan kasar/berlekuk, bertajuk tebal, tanaman yang menghasilkan bau harum.

TIPE REKREASI

03

Berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan rekreasi dan keindahan, dengan jenis pepohonan yang indah dan unik.

Karakteristik : pohon-pohon yang indah dan atau penghasil bunga atau buah (vector) yang digemari oleh satwa, seperti burung, kupu-kupu dan sebagainya.

(4)

TIPE HUTAN KOTA

TIPE PELESTARIAN PLASMA NUTFAH

04

Berfungsi mencegah atau mengurangi bahaya erosi dan longsor pada daerah dengan kemiringan cukup tinggi dan sesuai karakter tanah, melindungi daerah pantai dari gempuran ombak (abrasi),melindungi daerah resapan air untuk mengatasi masalah menipisnya volume air tanah dan atau masalah intrusi air laut.

Karakteristik : pohon-pohon yang memiliki daya evapotranspirasi yang rendah dan pohon-pohon yang dapat berfungsi mengurangi bahaya abrasi pantai seperti mangrove dan pohon-pohon yang berakar kuat.

TIPE PERLINDUNGAN

05

Berfungsi sebagai pelestari plasma nutfah, yaitu sebagai konservasi plasma nutfah khususnya vegetasi secara insitu dan sebagai habitat khususnya untuk satwa yang dilindungi atau yang dikembangkan.

Karakteristik : pohon-pohon langka dan atau unggulan setempat.

06

TIPE PENGAMAN

Berfungsi untuk meningkatkan keamanan pengguna jalan pada jalur kendaraan dengan membuat jalur hijau dengan kombinasi pepohonan dan tanaman perdu.

Karakteristik : pohon-pohon yang berakar kuat dengan ranting yang tidak mudah patah, yang dilapisi dengan perdu yang liat, dilengkapi jalur pisang-pisangan dan atau tanaman merambat dari legum secara berlapis-lapis.

(5)

Taman Kehati suatu kawasan pencadangan sumber daya alam hayati lokal di luar kawasan hutan yang mempunyai fungsi konservasi in-situ dan/atau ex-situ, khususnya bagi tumbuhan yang penyerbukan dan/atau pemencaran bijinya harus dibantu oleh satwa dengan struktur dan komposisi vegetasinya dapat mendukung kelestarian satwa penyerbuk dan pemencar biji

01

TAMAN KEHATI (KEANEKARAGAMAN HAYATI)

PENGEMBANGAN HUTAN KOTA MENJADI TAMAN KEHATI

MANFAAT TAMAN KEHATI

02

Koleksi Tumbuhan

Pengembangbiakan Tumbuhan Dan Satwa Pendukung Penyedia Bibit

Sumber Genetik Tumbuhan Dan Tanaman Lokal

Sarana Pendidikan, Penelitian, Pengembangan Ilmu Pengetahuan Dan Ekowisata

Sumber Bibit Dan Benih

Ruang Terbuka Hijau

Penambahan Tutupan Vegetasi

(6)

▪ Berada di luar kawasan hutan

▪ Lahan tidak berstatus sengketa

Kepastian peruntukan lahan melalui penetapan (SK Kepala Daerah)

▪ Diutamakan berada pada ketinggian antara 400–600 meter di atas permukaan

▪ laut Diutamakan dekat dengan sumber air

▪ Memiliki luas tertentu sesuai dengan tipe Taman Kehati sesuai Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 3 tahun 2012 Tentang Taman Kehati.

03

KRITERIA LAHAN TAMAN KEHATI

PENGEMBANGAN HUTAN KOTA MENJADI

TAMAN KEHATI

(7)

KRITERIA LAHAN TAMAN KEHATI

TIPE LUASAN (Ha) JUMLAH JENIS UTAMA

A 3,0 - 4,9

Jari-jari 97,7-124,9 meter

6 spesies lokal dengan populasi setiap spesiesnya terdiri atas paling sedikit 5 (lima individu yang berasal dari induk berbeda

B 5 – 9,9 6 spesies lokal dengan populasi setiap spesiesnya

terdiri atas paling sedikit 15 (lima belas) individu yang berasal dari induk berbeda

C 10 – 24,9 Min 12 spesies lokal dengan populasi setiap

spesiesnya terdiri atas paling sedikit 15 (lima belas) individu yang berasal dari induk berbeda

D ≥ 25 Min 18 spesies lokal dengan populasi setiap

spesiesnya terdiri atas paling sedikit 15 (lima belas) individu yang berasal dari induk berbeda

1. LUAS TAMAN KEHATI KOTA

(8)

KRITERIA LAHAN TAMAN KEHATI

TIPE LUASAN (Ha) JUMLAH JENIS UTAMA

A 10 - 14,9 Minimal 8 spesies lokal dengan populasi setiap

spesiesnya paling sedikit 15 (lima belas individu yang berasal dari induk berbeda

B 15 – 24,9 Min 12 spesies lokal dengan populasi setiap

spesiesnya terdiri atas paling sedikit 15 (lima belas) individu yang berasal dari induk berbeda

C 25 – 49,9 Min 24 spesies lokal dengan populasi setiap

spesiesnya terdiri atas paling sedikit 30 (tiga puluh) individu yang berasal dari induk berbeda

D ≥ 50 Min 36 spesies lokal dengan populasi setiap

spesiesnya terdiri atas paling sedikit 60 (enam puluh) individu yang berasal dari induk berbeda

2. LUAS TAMAN KEHATI KABUPATEN

(9)

Lokasi Nama Hutan Kota SK Lama (Ha)* Luas Baru (Ha) Tipe

1 Hutan Kota Karang Tengah 0,4250 0,2173 Perlindungan

2 Hutan Kota Terik 0,5540 0,5353 Plasma nutfah

3 Hutan Kota Plumbungan 2,0100 12,0803 Taman kehati

4 Hutan Kota Kroyo 2,7090 5,1902 Kawasan

Permukiman

5 Hutan Kota Technopark 19,5514 4,2494 Kawasan

Permukiman

6 Hutan Kota Ngoncol 1,0000 1,8839 Plasma Nutfah

7 Hutan Kota Ngablak 2,8842 2,5195 Rekreasi

Jumlah 29,1336 26,676

RENCANA PENGEMBANGAN HUTAN KOTA DI SRAGEN

(*) SK Bupati nomor 660.1/413/003/2020 tentang Lokasi Hutan Kota di Kabupaten Sragen tanggal 11 November 2020

(10)

Lokasi Persil/ Sertifikat Luas (Ha) Lokasi Jenis lahan

1. HP.23

0.1500

Timur Karang, Plumbungan/

Utara BPP Pertanian

Plumbungan

Sawah Patigondo (Demplot PPL)

2. HP.09

0.1320 Timur Karang, Plumbungan/

Utara BPP Pertanian Plumbungan

Sawah Patigondo (Demplot PPL)

3. HP.15

0.2427

Timur Karang, Plumbungan/

Utara BPP Pertanian

Plumbungan

Sawah Patigondo (Tidak laku lelang)

4. HP.25

0.1496

Timur Karang, Plumbungan/

Utara BPP Pertanian

Plumbungan

Sawah Patigondo (Tidak laku lelang)

5. Persil 22 0.6554 Samping selatan dishub, Kroyo Tanah sawah

6. Persil 26 0.3600 Samping selatan dishub, Kroyo Tanah sawah

7. Persil 25 0.1829 Samping selatan dishub, Kroyo Tanah sawah

8. HP.46 (Persil 27)

0,8355 Sebelah barat mushola dishub, Kroyo

Tegalan

Jumlah 2,7081

USULAN LOKASI HUTAN KOTA DI SRAGEN

(11)

HUTAN KOTA KARANGTENGAH

: Eksisting

(0.21732 Ha)

(12)

HUTAN KOTA TERIK

: Eksisting

(0,5353 Ha)

(13)

HUTAN KOTA PLUMBUNGAN

: eksisting (11.4087 Ha)

: usulan (0.6716 Ha)

Luas total :

(12.0830 Ha)

(14)

HUTAN KOTA KROYO

: eksisting (3,1562 Ha)

: usulan

(2,0339 Ha)

Luas total :

(5,1902 Ha)

(15)

HUTAN KOTA TECHNOPARK

: Eksisting

(4,2494 Ha)

(16)

HUTAN KOTA NGONCOL

: Eksisting

(1.8839 Ha)

(17)

HUTAN KOTA NGABLAK

: eksisting

(2,5195 Ha)

(18)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian menggunakan 60 ekor ayam pedaging, dua puluh ekor ayam di awal penelitian diambil darahnya untuk pengamatan titer antibodi asal induk terhadap infeksi virus

baik, hanya pada hari ke-1 kondisi badan pasien masih lemas dan nafsu baik, hanya pada hari ke-1 kondisi badan pasien masih lemas dan nafsu makan agak kurang sehingga asupan hari

Pengawasan kualitas merupakan alat bagi manajemen untuk memperbaiki kualitas produk bila dipergunakan, mempertahankan kualitas produk yang sudah tinggi dan

Berdasarkan pembahasan sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa RKHUP akan melemahkan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Korupsi meskipun undang-undang ini sifatnya

Orientasi organisasi dilakukan melalui pemberian materi dalam rangka pengenalan Orientasi organisasi dilakukan melalui pemberian materi dalam rangka

2 Wakil Dekan Bidang I SALINAN TERKENDALI 02 3 Wakil Dekan Bidang II SALINAN TERKENDALI 03 4 Manajer Pendidikan SALINAN TERKENDALI 04 5 Manajer Riset dan Pengabdian

[r]

apabila surat suara cadangan atau surat suara yang belum digunakan di TPS untuk Pemilu anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud pada huruf a