KEPALA BALAI BESAR PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN KEPUTUSAN KEPALA BALAI BESAR PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
DI SERANG
NOMOR : HK.02.02.16A.16A4.05.22.177
TENTANG STANDAR PELAYANAN PUBLIK TAHUN 2022
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
KEPALA BALAI BESAR PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
MENIMBANG : a. bahwa berdasarkan peraturan Kepala Badan POM Nomor 27 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan publik di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan, perlu disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan publik yang ada di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana yang dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Surat Keputusan Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang tentang Standar Pelayanan Publik di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang
MENGINGAT : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 199 7 tentang psikotropika
2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
3. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah
4. Undang-Undang Nomor 14 Ta hun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 61, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4846) 5. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan
6. Undang-Undang No.25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038)
7. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika
8. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan
9. Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja
10. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1999 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan;
11. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan
12. Peraturan Pemerintah Nomor 51 tahun 2009 tentang pekerjaan Kefarmasian;
13. Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 99, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5149)
14. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang No.25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 215, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5357) 15. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2013 tentang
pelaksanaan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika;
16. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2017 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Badan Pengawas Obat dan Makanan
17. Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik
18. Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019 Tentang Keamanan Pangan
19. Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko 20. Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2013 tentang
Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 191);
21. Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2017 tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan
22. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2014 Tentang Pedoman Standar Pelayanan 23. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
-2-
dan Reformasi Birokrasi Nomor 62 Tahun 2018 tentang Pedoman Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1726);
24. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 46 Tahun 2020 tentang Road Map Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional Tahun 2020-2024 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 650);
25. Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 75 Tahun 2010 tentang Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik (Good Manufacturing Practices)
26. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 006/Menkes/Per/V/2012 Tahun 2012 tentang Industri dan Usaha Obat Tradisional
27. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1176/Menkes/per/VIII/2010 tentang Notifikasi Kosmetika
28. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 007/Menkes/Per/V/2012 Tahun 2012 tentang Registrasi Obat Tradisional
29. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1148/MENKES/PER/VI/2011 tentang pedagang Besar Farmasi sebagaimana telah diubah dengan peraturan Menteri Kesehatan Nomor 34 Tahun 2014 dan perubahan kedua peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2017
30. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 Tentang Pengadaan obat Berdasarkan Katalog Elektronik (e-Catalogue)
31. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 rahun 2015 tentang Peredaran, Penyimpanan, pemusnahan, dan pelaporan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi
32. Peraturan Kepala Badan POM Nomor 12 Tahun 2012 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Di Lingkungan Badan Pengawas Obat Dan Makanan
33. Peraturan Kepala Badan POM Nomor 11 Tahun 2018 tentang Kriteria Klasifikasi Unit Pelaksana Teknis Di Lingkungan Badan Pengawas Obat Dan Makanan 34. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor
27 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Publik di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Berita Negara Republik Indoneia Tahun 2018 Nomor 1132);
-3-
35. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 26 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik Sektor Obat dan Makanan
36. Peraturan Badan POM Nomor 27 tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan
37. Peraturan Badan Pengawas Obat Dan MakananNomor 27 Tahun 2018 Tentang Standar Pelayanan Publik di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan 38. Peraturan Badan POM Nomor 31 Tahun 2018 tentang
Label Pangan Olahan
39. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 23 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peratura n Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 1151)
40. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK.03.1.23.08.11.07456 Tahun 2011 tentang Tata Cara Pelayanan Informasi Publik di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 594)
41. Peraturan Kepala Badan POM Nomor 34 Tahun 2019 tentang Kategori Pangan
42. Peraturan KepaBadan POM No 11 Tahun 2019 Tentang Bahan Tambahan Pangan
43. Peraturan Kepala Badan POM Nomor 5 Tahun 2020 Tentang Integrasi Pelayanan Perizinan Berusaha Secara Elektronik Sektor Obat Dan Makanan
44. Peraturan Kepala Badan POM No 22 Tahun 202 1 tentang Tata Cara Penerbitan CPPOB
45. Peraturan Kepala Badan POM Nomor 10 Tahun 2021 Tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk Pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Obat dan Makanan
46. Peraturan Kepala Badan POM Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pedoman Penetapan Higiene Sanitasi dan Dokumentasi pada Industri Kosmetika Golongan B 47. Peraturan Kepala Badan POM Nomor 14 Tahun 2017
Tentang Pedoman Dokumen Informasi Produk
48. Peraturan Kepala Badan POM Nomor 12 Tahun 2018 tentang Organisasi Dan Tata Ke rja Unit Pelaksana Teknis Di Lingkungan Badan Pengawas Obat Dan Makanan
49. Peraturan Kepala Badan POM Nomor 11 Tahun 2017
tentang Kriteria Dan Tata Cara Penarikan Dan Pemusnahan Kosmetika
50. Peraturan Kepala Badan POM Nomor 12 Tahun 2019 tentang Cemaran Dalam Kosmetika
51. Peraturan Kepala Badan POM Nomor 23 Tahun 2019 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika
52. Peraturan Kepala Badan POM Nomor 25 Tahun 2019 tentang Pedoman Cara Pembuatan Kosmetika Yang Baik
53. Peraturan Kepala Badan POM Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Pengawasan Produksi Dan Peredaran Kosmetika
54. Peraturan Kepala Badan POM Nomor 12 tahun 2020 Tentang Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika 55. Peraturan Kepala Badan POM Nomor 8 Tahun 2021
Tentang Bentuk dan Jenis Sediaan Kosmetika Tertentu yang dapat Diproduksi o leh Industri Kosmetika yang memiliki Sertifikat Produksi Kosmetika Golongan B
56. Peraturan Kepala Badan POM Nomor HK.00.05.41.1384 Tahun 2005 tentang Kriteria dan Tata Laksana Pendaftaran Obat Tradisional, Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka
57. Peraturan Kepa la Badan POM Nomor HK.03.1.23.06.11.5629 Tahun 2022 tentang Persyaratan Teknis Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik
58. Peraturan Kepala Badan POM No. 35 Tahun 2013 Tentang Tata Cara Sertifikasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik
59. Keputusan Kepala Badan POM Nomor HK.00.05.23.3644. Tahun 2004 tentang Ketentuan Pokok Pengawasan Suplemen Makanan
60. Peraturan Kepala Badan POM Nomor 32 Tahun 2019 tentang Persyaratan Keamanan Dan Mutu Obat Tradisional
61. Peraturan Badan POM Nomor 31 Tahun 2019 tentang Konfirmasi Status Wajib Pajak dalam Pemberian Layanan Publik Tertentu di Lingkungan Badan POM 62. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan
Nomor HK.00.05.41.1381 tahun 2005 tentang Tata Laksana Pendaftaran Suplemen Makanan
63. Peraturan Kepala Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK.00.05.4.1380 Tahun 2005 tentang pedoman Cara Pembuatan Obat Tradisionat yang Baik.
64. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan
Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pedoman Pelaksaan Tindakan Pengamanan Setempat dalam Pengawasan Peredaran Obat dan Makanan di Sarana Produksi, Penyaluran dan Pelayanan Obat dan Makanan
65. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1426/MENKES/SK/XI/2002 tentang Pedoman Pengelolaan obat publik dan perbekalan Kesehatan 66. Peraturan Kepala Badan POM No.
HK.04.1.33.12.11.09938 tahun 2011 Tentang Kriteria Tata cara penarikan obat yang Tidak Memenuhi Standar Dan /Atau persyaratan
67. Peraturan Kepala Badan pengawas Obat dan Makanan Nomor 12 Tahun 2015 tentang Pengawasan pemasukan obat dan Makanan ke Dalam wilayah Indonesia sebagaimana telah di ubah dengan Peraturan Kepala badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 25 tahun 2016
68. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Pedoman Pelaksanaan Tindakan Pengamanan Setempat Dalam Pengawasan peredaran Obat dan Makanan di Sar ana Produksi, Penyaluran dan pelayanan Obat dan Makanan
69. Peraturan Kepala Badan pengawas Obat dan Makanan Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 9 Tahun 2019 Tentang Pedoman Teknis Cara Distribusi Obat Yang Baik
70. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan No.3 Tahun 2017 tentang Kode Aetik dan Kode Perilaku Aparatur Sipil Negara Badan Pengawas Obat dan Makanan
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN : Keputusan Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang tentang Standar Pelayanan Publik Di Lingkungan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang.
KESATU : Dalam Keputusan Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang ini yang dimaksud dengan :
1. Standar Pelayanan adalah tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pelayanan dan acuan penilaian kualitas pelayanan sebagai kewajiban dan komitmen Badan Pengawas Obat dan Makanan dalam rangka pelayanan yang berkualitas, cepat, mudah,
KEDUA
KETIGA
KEEMPAT
:
:
:
terjangkau, dan terukur.
2. Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan bagi masyarakat dalam rangka pengawasan obat dan makanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan berupa pelayanan administratif dan teknis baik secara langsung maupun secara tidak langsung.
3. Pelaksana Pelayanan Publik, yang selanjutnya disebut Pelaksana adalah pejabat, pegawai, pelaksana, dan setiap orang yang bekerja di dalam organisasi peny elenggara yang bertugas melaksanakan tindakan atau serangkaian tindakan pelayanan publik.
4. Pemohon adalah setiap orang yang mengajukan permohonan pelayanan publik di lingkungan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang.
5. Stakeholder adalah kementerian/lembaga, masyarakat, pelaku usaha/asosiasi, dan media massa.
6. Pengaduan masyarakat adalah pengaduan yang disampaikan oleh masyarakat kepada contact center dan/atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) BBPOM di Serang terkait pengawasan obat dan makanan 7. Kepala Balai adalah Kepala Balai Besar Pengawas Obat
dan Makanan di Serang.
8. Hari adalah hari kerja.
Ruang lingkup Keputusan Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang ini meliputi:
a. penyelenggaraan Pelayanan Publik b. jaminan pelayanan
c. jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan d. pengelolaan pengaduan; dan
e. evaluasi kinerja
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang menyelenggarakan Pelayanan Publik untuk melaksanakan tugas pengawasan di bidang obat dan makanan
Jenis Pelayanan Publik di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang meliputi :
a. Permintaan informasi dan Pengaduan konsumen b. Penerbitan Rekomendasi Pemohon Notifikasi
Kosmetik, Izin Penerapan CPPOB, Rekomendasi Sertifikasi CPOTB bertahap, AHP dalam rangka SPA CPKB, Rekomendasi Sertifikasi CDOB
c. Pengujian Obat dan Makanan
KELIMA : 1. Permohonan Pelayanan Publik di lingkungan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang berupa permohonan terhadap pelayanan pen daftaran atau sertifikasi dan pengujianharus dilakukan sendiri oleh Pemohon.
2. Pemohon Pelayanan Publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan pimpinan perusahaan/industri yang memiliki izin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
3. Pimpinan perusahaan/industri dapat memberikan kuasa kepada karyawan di lingk ungan perusahaan/industri untuk mengajukan permohonan Pelayanan Publik di lingkungan Balai Bear Pengawas Obat dan Makanan di Serang.
4. Karyawan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) harus memiliki pengetahuan dan kompetensi sesuai dengan Pelayanan Publik yang diajukan.
5. Pimpinan perusahaan/industri dilarang menggunakan biro jasa atau calo dalam proses pengajuan permohonan Pelayanan Publik di lingkungan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang
KEENAM : A. Jadwal Pelayanan langsung (tatap muka) dan lewat telepon di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang:
Hari Pukul
Senin - Kamis 08.00-16.30 WIB (tanpa jam istirahat)
Jumat 08.00-16.00 WIB (tanpa jam istirahat)
B. Untuk jadwal pelayanan di hari libur dan di luar pelayanan langsung (tatap muka) dapat dilakukan melalui :
-Chat Hotline Sertifikasi : 081315422211;
- Hotline Informasi : 08111372225;
- Hotline PNBP : 08111686824 - Email : [email protected] dengan jadwal :
Hari Pukul
Senin - Kamis 08.00-16.30 WIB Jumat 08.00-16.00 WIB Sabtu 08.00-12.00 WIB
KETUJUH : Pakaian seragam pelaksana pelayanan publik di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang :
Menggunakan identitas nama yang jelas dan mudah dibaca
Menggunakan seragam pelayanan publik sebagaimana terlampr
KEDELAPAN : A. Sarana dan Prasarana Pelayanan :
➼ Loket Pelayanan sesuai jenis layanan;
➼ Meja Pelayanan;
➼ Ruang Tunggu yang nyaman;
➼ Kotak Saran dan pengaduan;
➼ Air Minum, kopi dan teh gratis;
➼ Sistem Antrian sesuai jenis layanan;
➼ Toilet;
➼ Tempat Parkir yang aman, nyaman dan mudah diakses;
➼ Musholla;
➼ Ruang Laktasi;
➼ Area Bermain Anak;
➼ Mesin Fotokopi
➼ Kantin (Chiller berisi snack dan minuman) yang dapat dibeli oleh pengguna layanan
➼ Ruang Khusus untuk Layanan Pengaduan
B. Sarana dan Prasarana Pelayanan untuk kelompok rentan :
➼ Tempat parkir khusus disabilitas
➼ Kursi roda
➼ Area melintas untuk pengguna kursi roda
➼ Toilet dengan pegangan untuk kelompok rentan
➼ Ruangan khusus untuk kelompok rentan
➼ Nomor antrian khusus untuk kelompok rentan
KESEMBILAN : 1. Pelaksana yang melakukan p enyelenggaraan Pelayanan Publik memberikan jaminan pelayanan sesuai dengan ketentuan dalam Standar Pelayanan Publik di Lingkungan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang tercantum pada Lampiran 1 merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan ini.
2. Standar Pelayanan secara dinamis disesuaikan dengan kebutuhan Pelayanan Publik, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
KESEPULUH : 1. Dalam penyelenggaraan Pelayanan Publik, Pelaksana harus memiliki kompetensi sesuai dengan sta ndar kompetensi yang ditetapkan (Lampiran 6)
2. Pelaksanaharus melaksanakan hak dan kewajiban sebagaimana ditetapkan.
-Hak pelaksana pelayanan publik :
a. Melakukan pelayanan sesuai prosedur;
b. Menggunakan sarana dan prasarana serta fasilitas pelayanan publik;
c. Merekam data selama melakukan pelayanan;
d. Meminta umpan balik dari pelanggan terkait pelayanan
yang sudah dilakukan
-Kewajiban pelaksana pelayanan publik:
a. memberikan pelayanan yang profesional, responsif, tepat
sasaran, terbuka, tepat waktu, taat aturan, dan adil serta
tidak diskriminatif
b. mengutamakan kepentingan masyarakat di ataskepentingan pribadi atau golongan
c. tidak mencari keuntungan pribadi dalam bentuk apapun
d. memberikan informasi yang dibu tuhkan masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
e. menolak segala imbalan atau janji dalam bentuk apapun
yang dapat mempengaruhi pelaksanaan tugas f. terbuka terhadap setiap bentuk partisipasi,
dukungan dan pengawasan masyarakat.
g. cermat;
h. santun dan ramah;
i. tegas, andal, dan tidak memberikan putusan yang berlarut-larut;
j. menjunjung tinggi nilai-nilai akuntabilitas dan integritas institusi penyelenggara;
k. tidak mempersulit;
l. tidak membocorkan informasi atau dokumen yang wajib dirahasiakan se suai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
m. tidak memberikan informasi yang salah atau menyesatkan dalam menanggapi permintaan informasi serta proaktif dalam memenuhi
KESEBELAS
KEDUABELAS
KETIGABELAS
:
:
:
kepentingan masyarakat;
n. tidak menyalahgunakan
informasi,jabatan,dan/atau kewenangan yang dimiliki;
o. terbuka dan mengambil langkah yang tepat untuk menghindari benturan kepentingan;
1. Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang menetapkan Maklumat Pelayanan untuk melaksanakan penerapan Standar Pelayanan yang berlaku di lingkungan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang.
2. Maklumat Pelayanan harus dipublikasikan secara luas, jelas dan terbuka kepada masyarakat dengan menggunakan format tercantum dalam Lampiran 2 yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari keputusan ini.
Pemohon yang mengajukan permohonan Pelayanan Publik di lingkungan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang diberikan perlakuan sebagaimana mestinya untuk mendapatkan rasa aman, bebas dari bahaya, dan risiko keragu-raguan. Jaminan kerahasiaan data dan informasi yang diberikan, dan jaminan produk layanan diberikan langsung kepada pengguna layanan serta tidak disebarluaskan ke ranah publik kecuali telah mendapatkan persetujuan dari pengguna layanan (jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan)
1. Pemohon dapat melakukan pengaduan atas pelaksanaan Pelayanan Publik di lingkungan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang.
2. Pengaduan terdiri atas:
a. pemberian informasi adanya indikasi terjadinya penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Pelaksana, sehingga mengakibatkan kerugian bagi Pemohon/Negara; dan
b. permintaan klarifikasi, konfirmasi atau pengaduan terkait penyimpangan Pelayanan Publik di lingkungan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang.
3. Pengaduan disampaikan kepada Kepala Balai melalui Mas Rangga (Mari Bersama Lapor Pelanggaran, melalui http://bit.ly/WBSMasRangga
4. Pengaduan dapat juga disampaikan secara langsung selama 24 jam/7 hari melalui :
KEEMPATBELAS
KELIMABELAS
KEENAMBELAS
KETUJUHBELAS
KEDELAPANBELAS
KESEMBILANBELAS :
:
:
:
:
:
Hotline : 08111372225
Email : [email protected]
5. Pengaduan terkait kinerja petugas layanan publik dapat disampaikan melalui : 08118446686
6. Pelaksanaan pengaduan Pelayanan Publik di lingkungan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang dilakukan sesuai dengan tata cara yang tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan ini.
7. Petugas Pengaduan Pelayanan Publik di lingkungan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang dilakukan sesuai dengan tata cara yang tercantum dalam Lampiran 6 yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan ini.
Pengawasan Internal terkait pelayanan publik dilakukan oleh tim SPIP Balai Besar POM di Serang
Surat keputusan ini disusun dengan melibatkan pengguna layanan dan masyarakat serta memperhatikan laporan pelaksanaan pertemuan pelanggan pengujian PNBP dan hasil Survei Kepuasan Mayarakat serta Pengaduan
Evaluasi kinerja terhadap pelaksanaan Pelayanan Publik dilakukan secara berkala dan berkelanjutan yaitu setiap triwulan dengan melakukan survei kepuasan pelanggan Alur pelayanan publik sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan ini.
Timeline pelayanan publik sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan ini.
Pemberian Kompensasi pelanggan terkait pelayanan publik tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan ini.
KEDUAPULUH : Pemberian Penghargaan (Reward), Sanksi (Punishment) dan kompensasi terkait pelayanan publik terca ntum dalam lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan ini.
Ditetapkan : DI SERANG Tanggal : 03 Juni 2022
Plt. Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang
Faizal Mustofa Kamil, S.Si., Apt.
LAMPIRAN 1
KEPUTUSAN KEPALA BALAI BESAR PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN DI SERANG
No. HK.02.02.16A.16A4.05.22.177 TAHUN 2022
TENTANG STANDAR PELAYANAN PUBLIK DI LINGKUNGAN BALAI BESAR PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN DI SERANG TAHUN 2022
STANDAR PELAYANAN BERDASARKAN JENIS LAYANAN 1. Penerbitan Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik
1.1Gambaran Umum Alur Permohonan Izin Edar Pangan Olahan 1.1.1. Pangan Olahan Resiko Rendah dan Sedang
Keterangan :
* skala usaha mikro, kecil (aset diluar tanah dan bangunan ≤ 5 Milyar)
** skala usaha menengah (5 < aset diluar tanah dan bangunan ≤ 10 Milyar)
** skala usaha besar (aset diluar tanah dan bangunan > 10 Milyar) Permohon
an
•pelaku usaha perorang an/ badan usaha
NIB, KBLI, PB-UMKU
•OSS
Registrasi Akun Izin Penerapan CPPOB
•Direktorat Pengawasan Produksi Pangan Olahan Badan POM
Izin Penerapan CPPOB
•Balai Besar POM di Serang *
•Deputi Pengawasa n Pangan Olahan**
•Kepala Badan POM RI***
Izin Edar Pangan Olahan
•Direktorat Registrasi Pangan Olahan
1.1.2. Pangan Olahan Resiko Tinggi
Keterangan :
*Skala Usaha Mikro dan Kecil (Izin Penerapan PMR Bertahap)
**Skala Menengah dan Besar (Izin Penerapan PMR Full/ Penuh) 1.2 Dasar Hukum:
a. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan b. Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja
c. Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019 Tentang Keamanan Pangan d. Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan
Perizinan Berusaha Berbasis Risiko
e. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
f. Permenperin No. 75/M-IND/PER/7/2010 tentang Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik
g. Peraturan Badan POM No. 10 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko Sektor Obat dan Makanan
h. Peraturan Badan POM No. 22 Thaun 2021
Permohonan
• Pelaku usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Besar
Izin Penerapan PMR Bertahap/ Full (Penuh)
• Direktorat Pengawasan Produksi Pangan Olahan */**
Izin Edar Pangan Olahan
• Direktorat
Registrasi Pangan Olahan
1.3Alur Penerbitan Izin Penerapan CPPOB di Balai Besar POM di Serang
1.4Persyaratan, Waktu/Timeline, Biaya dan Produk layanan Penerbitan Surat Tindak Lanjut
Hasil Pemeriksaan
Surat Closed CAPA Verifikasi Pemenuhan CPPOB
Penerbitan Izin Penerapan
Evaluasi CAPA Evaluasi CAPA
SuratClosed CAPA Penerbitan Surat Tindak Lanjut
Hasil Pemeriksaan Pemeriksaan sarana
Rekomendasi Izin Penerapan CPPOB via e-sertifikasi Skala Usaha Menengah
dan Besar
Permohonan melalui PB-UMKU OSS
Evaluasi Dokumen
Skala Usaha Mikro dan Kecil Tambahan
Data
CAPA
CAPA Pemohon
Persyaratan 1. NIB OSS RBA dengan KBLI sesuai kode C.17 Standar dan Persyaratan Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahanyang Baik mengacu pada Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomor 10 Tahun 2021 Tentang Standar Kegiatan Usaha Dan Produk Pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Ber basis Risiko Sektor Obat Dan Makanan
2. Surat Pemenuhan Komitmen bagi produk risiko rendah 3. Surat Pemenuhan Standar Penerapan CPPOB dan
Penilaian Mandiri Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik bagi produk risiko sedang
4. Peta lokasi sarana produksi
5. Denah bangunan (lay out) sarana produksi
6. Panduan mutu, yaitu uraian lengkap tentang langkah - langkah dan prosedur tetap penerapan CPPOB untuk menjamin mutu dan keamanan Pangan Olahanyang dihasilkan sebagai bentuk komitmen penerapan sistem manajemenkeamanan pangan yang memuat antara lain:
a. Prosedur pengolahan air yang digunakan sebagai bagian dari produk ataukontak dengan produk;
b. Prosedur penanganan ketidaksesuaian terhadap proses produksi danpersyaratan keamanan dan mutu bahan baku serta produk yangditetapkan;
c. Prosedur penanganan alat/wadah yang rusak/tak terpakai;
d. Program pemantauan dan pemeliharaan alat ukur seperti kalibrasi danatau verifikasi;
e. prosedur penanganan bahan kimia nonpangan;
f. Prosedur penanganan limbah baik limbah padat maupun cair sisaproduksi;
g. Program terkait kesehatan, pelatihan dan penerapan hygiene sanitasikaryawan;
h. Ketentuan terkait penyimpanan, termasuk penerapan sistem FIFO (FirstIn First Out)/FEFO (First Expire First Out);
i. Prosedur terkait sistem ketertelusuran dan penarikan produk dariperedaran; dan
j. Panduan Operasional Pembersihan dan Sanitasi meliputi:
Program pembersihan dan sanitasi bangunan dan area pengolahan;
Program pembersihan dan sanitasi mesin dan peralatan produksi; dan
Program/prosedur pengendalian hama (termasuk mapping-nya).
7. Deskripsi Pangan Olahan, yaitu daftar/matriks bahan
Pangan dan bahan tambahan pangan yang digunakan 8. Alur proses produksi beserta penjelasannya, serta
catatan/prosedur pengendalian setiap tahap produksi 9. Dokumen penunjang lainnya terkait penerapan sistem
manajemen keamanan pangan dapat berupa sertifikat Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) atau kepemilikan piagam/Izin Penerapan PMR.
Waktu/
Timeline
10 Hari Kerja (Evaluasi dokumen permohonan, clock on clock off)
20 Hari kerja pemeriksaan sarana setelah dokumen lengkap (untuk usaha skala menengah dan besar)
10 Hari Kerja (Penerbitan Surat Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan serta mengunggah permintaan CAPA sejak tanggal inspeksi)
12 Bulan (verifikasi pemenuhan CPPOB) (untuk usaha skala mikro dan kecil)
Biaya Gratis (sampai dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah pengganti PP 32 tahun 2017 tentang PNBP di lingkungan Badan POM)
Produk Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik
2. Notifikasi Kosmetik
2.1Gambaran Umum alur Notifikasi Kosmetika
2.2Dasar Hukum
1. Undang-undang No.11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja
2. Peraturan Pemerintah No.32 Tahun 2017 tentang Jenis dan Tarif atas Jeis PNBP yang berlaku pada Badan POM
3. Peraturan Pemerintah No.5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko
4. Peraturan Menteri Kesehatan RI no. 1176/Men.Kes/Per/VIII/2010 tentang Notifikasi Kosmetik
5. Peraturan Kepala Badan POM 11 Tahun 2016 tentang Pedoman Penerapan Higiene Sanitasi dan Dokumentasi pada Industri Kosmetika Golongan B Permohon
an
•Pelaku usaha
PB-UMKU sesuai KBLI
•OSS
Persetuj uan Denah
•Direkto rat Penga wasan Kosmet ik
1. Sertifikat CPKB * 2. SPA CPKB **
3. Rekomendasi Pemohon Notifikasi Kosmetik **
•* Direktorat Pengawasan Kosmetik
•** Balai Besar POM di Serang
Notifikasi Kosmetik
•Direktorat Registrasi Obat Tradisional , SK, dan Kosmetik
6. Peraturan Kepala Badan POM No. 14 Ta hun 2017 tentang pedoman Dokumen Informasi Produk (DIP)
7. Peraturan Badan POM 26 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik Sektor Obat dan Makanan
8. Peraturan Badan POM No. 12 Tahun 2019 tentang Cemaran dalam kosmetika
9. Peraturan Badan POM No. 23 Tahun 2019 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika Peraturan Badan POM nomor 25 Tahun 2019 tentang Pedoman Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik
10.Peraturan Badan POM No. 2 Tahun 2020 tentang Pengawasan Produksi dan Peredaran Kosmetika
11.Peraturan Badan POM No. 12 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika
12.Peraturan Badan POM No. 30 tahun 2020 tentang Persyaratan Teknis Penandaan Kosmetika Peraturan Badan POM No. 31 Tahun 2020 tentang Perubahan Tas PerBPOM 25 Tahun 2019 tentang Pedoman Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik
13.Peraturan Badan POM No. 8 Tahun 2021 tentang Bentuk dan Jenis Sediaan Kosmetika tertentu yang dapat diproduksi oleh Industri Kosmetika yang memiliki sertifikat Produksi Kosmetika Golongan B
14.Keputusan Kepala Badan POM Nomor HK/02.02.1.2.20.428 Tahun 2020 tentang Penetapan Bentuk Sediaan Kosmetik
15.Keputusan Kepala Badan POM No. HK.02.01.1.2.03.21.125 tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penerbitan Rekomendasi Sebagai Pemohon Notifikasi Kosmetika
2.3Alur Penerbitan Rekomendasi SPA CPKB (Evaluasi Hasil Tindakan Perbaikan dan Analisis Hasil Pemeriksaan)
Gambar 2.
Alur Penerbitan Rekomendasi SPA CPKB(Evaluasi Hasil Tindakan Perbaikan dan Analisis Hasil Pemeriksaan)
Konfirmasi ke UPT lokasi Pabrik terkait pengajuan PB-UMKU SPA CPKB
Evaluasi Dokumen Menggunakan Hak Akses OSS
RBA
Pemeriksaan Sarana
Penerbitan Surat Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan
Evaluasi CAPA
Penerbitan Surat Analisis Hasil Pemeriksaan dan Hasil Evaluasi Tindakan Perbaikan dikirim melalui SIKD Badan
POM ke Direktorat Pengawasan Kosmetik CAPA
Permohonan PB-UMKU
Kode KBLI 20232 status menunggu verifikasi
Verifikasi oleh Direktorat Pengawasan Kosmetik dan Persetujuan Pengajuan PB-UMKU SPA CPKB
Sertiifkat Pemenuhan Aspek CPKB (didownload dari OSS)
Proses di Balai Besar POM di
Serang Pemohon
2.4Persyaratan, Waktu/Timeline, Biaya dan Produk Layanan Persyaratan 1. Nomor Izin Berusaha (NIB)
2. Lampiran NIB sesuai KBLI 20232 dan Lokasi Usaha di wilayah kerja Balai Besar POM di Serang
3. Surat permohonan sesuai format beserta lampirannya 4. Dokumen penerapan sistem mutu CPKB:
sanitasi dan higiene
dokumentasi
sesuai dengan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan yang mengatur mengenai CPKBPersetujuan denah layout yang disahkan oleh Kepala Badan 5. Persetujuan Denah Bangunan Industri Kosmetika Waktu/
Timeline
20 Hari Kerja untuk Pemeriksaan Sarana sejak dokumen dinyatakan lengkap
Biaya Gratis
Produk Rekomendasi SPA CPKB (Evaluasi Hasil Tindakan Perbaikan dan Analisis Hasil Pemeriksaan)
3. Izin Edar Obat Tradisional
3.1. Gambaran Umum Alur Permohonan Izin Edar Obat Tradisional
3.2. Dasar Hukum
a. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen b. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
c. Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja
d. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2017 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Badan POM e. Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan
Perizinan Berusaha Berbasis Risiko
f. Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2017 tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan
Permohonan
•Pelaku usaha
PB-UMKU sesuai KBLI
•OSS
1. Sertifikat CPOTB * 2. Sertifikat CPOTB Bertahap**
•* Direktorat Pengawasan Kosmetik
•** Balai Besar POM di Serang
Izin Edar Obat Tradisional
•Direktorat Registrasi Obat Tradisiona l, SK, dan Kosmetik
tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik Sektor Obat dan Makanan
h. Peraturan Kepala Badan POM Nomor 32 Tahun 2019 tentang Persyaratan Keamanan Dan Mutu Obat Tradisional
i. Peraturan Badan POM Nomor 31 Tahun 2019 tentang Konfirmasi Status Wajib Pajak dalam Pemberian Layanan Publik Tertentu di Lingkungan Badan POM
j. Peraturan Kepala Badan POM Nomor 10 Tahun 2021 Tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk Pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Obat dan Makanan
k. Peraturan Badan POM No. 14 Tahun 2021 tentang Sertifikasi CPOTB 3.3Alur Penerbitan Rekomendasi Pemenuhan Aspek CPOTB Bertahap
Gambar 3.
Alur Penerbitan Surat Rekomendasi Pemenuhan Aspek CPOTB Bertahap Permohonan
melalui PB-UMKUOSS dengan KBLI 20122
Evaluasi Dokumen
Pemeriksaan Sarana
Surat Hasil Pemeriksaan
Evaluasi TPTP
Penerbitan surat Rekomendasi Pemenuhan Aspek CPOTB Bertahap melalui e-sertifikasi TPTP
Pemohon
3.4Persyaratan, Waktu/Timeline, Biaya dan Produk layanan
Persyaratan 1. Surat permohonan pemeriksaan sarana dengan kertas kop perusahaan yang ditujukan kepada Kepala Balai Besar POM di Serang (sesuai format) dan ditandatangani oleh Pemilik/Direktur/Pimpinan Perusahaan
2. Surat Pernyataan Komitmen Memenuhi CPOTB 3. Denah sesuai Prinsip CPOTB
4. Dokumen Mutu sesuai tahap izin penerapan a. Tahap I UMOT : Higiene dan sanitasi
b. Tahap II UMOT/ Tahap II UKOT : Higiene, Sanitasi, dan dokumentasi
c. Tahap II UKOT :
Overview Dokumen Tahap I
Manajemen Mutu
Produksi
Pengawasan Mutu
Cara Penyimpanan dan Pengiriman d. Tahap III UKOT :
Overview Dokumen Tahap I dan II
Personalia
Bangunan, Fasilitas dan Peralatan
Penanganan Keluhan Terhadap Produk, Penarikan Kembali Produk dan Produk Kembalian
Inspeksi Diri
Kontrak Produksi dan Pengujian Waktu/
Timeline
6 Hari Kerja Untuk Pemeriksaan Sarana
14 Hari Kerja untuk penerbitan Laporan Hasil Pemeriksaan
22 Hari Kerja Evaluasi TPTP (Clock On Clock Off)
40 HK penyampaian TPTP oleh Pelaku Usaha maksimal perpanjangan 2 x 20 HK sejak tanggal permohonan perpanjangan (total 80 HK)
6 Hari Kerja Penerbitan Rekomendasi sejak Closed TPTP
Biaya Gratis
Produk Rekomendasi Pemenuhan Aspek CPOTB Bertahap danHasil Evaluasi TPTP hasil Pemeriksaan (Status Closed)
4. Sertifikasi CDOB
4.1. Gambaran Umum Alur Sertifikasi CDOB
4.2. Dasar Hukum :
a. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2017 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan pajak yang Berlaku pada Badan POM;
b. Peraturan Kepala Badan POM Nomor 25 Tahun 2017 tentang Tata Cara Sertiifkasi Cara Distribusi Obat yang Baik
c. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 26 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terinte grasi secara Elektronik Sektor Obat dan Makanan
d. Peraturan Badan POM No. 9 tahun 2019 tentang Pedoman Cara Distribusi Obat yang Baik
e. Peraturan Badan POM No.6 TentangPerubahan Atas Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomor 9 Tahun 2019 Tentang Pedoman Teknis Cara Distribusi Obat Yang Baik
f. Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko
g. Peraturan Kepala Badan POM Nomor 10 Tahun 2021 Tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk Pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Obat dan Makanan
Permohonan
•Pelaku usaha
PB-UMKU sesuai KBLI
•OSS
Sertifikat CDOB*
•Direktorat Pengawasan Distribusi dan pelayanan Obat dan NPP
•* Pemeriksaan sarana didelegasikan ke UPT (Balai Besar POM di Serang)
4.3. Alur Pemeriksaan dan Evaluasi CAPA dalam rangka Sertifikasi CDOB
Gambar 4.
Alur Pemeriksaan dan Evaluasi CAPA dalam rangka Sertifikasi CDOB
Delegasi Pemeriksaan
Hasil Evaluasi CAPA melalui sistem sertifikasicdob.pom.go.id
Pemeriksaan Sarana
TMK
Tindak lanjut hasil pemeriksaanmelalui
sistem
sertifikasicdob.pom.go.id
Evaluasi CAPA MK
Notifikasi dan Kirim Sertifikat CDOB melalui sistem sertifikasicdob.pom.go.id Pemohon Permohonan PB-UMKU
OSS sertifikasicdob.pom.go.id
TMK
PB-UMKU Sertifikat CDOB CAPA
Proses di Balai Besar POM di Serang
4.4. Persyaratan, Waktu/Timeline, Biaya dan Produk Layanan Persyaratan Persyaratan umum:
1. Surat pernyataan bahwa pimpinan puncak dan direksi tidak pernah terlibat tindak pidana di bidang obat
2. Sertifikat Distribusi Farmasi/Cabang atau Izin PBF/Izin PBF Cabang
3. Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA) Persyaratan khusus:
1. Denah alur pengelolaan obat dan/atau bahan obat 2. Daftar kategori produk yang didistribusikan/rencana produk yang akan didistribusikan untuk PBF baru 3. Struktur organisasi dan manajemen pengelolaan obat 4. Daftar peralatan/perlengkapan terkualifikasi/terkalibrasi dalam operasional gudang sesuai kategori produk yang didistribusikan
5. Kebijakan mutu dan daftar SOP
*Persyaratan diupload pada sertifikasicdob.pom.go.id Waktu/
Timeline
Total Proses Sertifikasi CDOB 49 HK (Clock on clock off)
2 kali penyampaian CAPA dari pelaku usaha masing - masing 40 hari
Biaya Sesuai PP No. 32 tahun 2017
Produk Hasil Evaluasi CAPA melalui sistem sertifikasicdob.pom.go.id
5. Penerbitan Rekomendasi sebagai Pemohon Notifikasi Kosmetika 5.1. Dasar Hukum
a. Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja
b. Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko
c. Peraturan Badan POM Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pengawasan Produksi dan Peredaran Kosmetika
d. Peraturan Badan POM Nomor 12 tahun 2020 tentang Tata Cara Pengajuan Nomor Notifikasi Kosmetika
e. Peraturan Kepala Badan POM Nomor 10 Tahun 2021 Tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk Pada Penyelenggaraan Per izinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Obat dan Makanan
f. Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.02.01.1.2.03.21.125 tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penerbitan Rekomendasi sebagai Pemohon Notifikasi Kosmetika
5.2. Alur penerbitan Rekomendasi sebagai Pemohon Notifikasi Kosmetika
Gambar 5.
Alur Penerbitan Rekomendasi sebagai Pemohon Notifikasi Kosmetika Keterangan :
* Rekomendasi diterbitkan jika NIB, Surat Pemo honan, Penanggungjawab Teknis sesuai ketentuan
** Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan diterbitkan jika Dokumen pengadaan dan distribusi kosmetika dan Sanitasi sarana dan tempat penyimpanan belum memadai
*** Penolakan permohonan dilakukan jika NIB, Surat Pemoho nan, Penanggungjawab Teknis tidak memenuhi ketentuan (TMK)
**** Rekomendasi Penghentian sementara akses permohonan notifikasi Kosmetika diterbitkan jika Pemohon notifikasi tidak menyelesaikan CAPA dalam 20 HK sejak tanggal surat Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan
Pemeriksaan Sarana
Rekomendasi *
Evaluasi CAPA CAPA
Permohonan PB-UMKU Kode KBLI status menunggu verifikasi
Hasil Evaluasi CAPA (Closed)
Pemohon
Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan **
Penolakan Permohonan***
Rekomendasi Penghentian sementara akses permohonan
notifikasi Kosmetika ****
Proses di Balai Besar POM di Serang
5.3. Persyaratan, Waktu/Timeline, Biaya dan Produk Layanan Persyarata
n
1. NIB dengan KBLI mengacu pada Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomor 10 Tahun 2021 Tentang Standar Kegiatan Usaha Dan Produk Pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasi s Risiko Sektor Obat Dan Makanan
2. Permohonan diajukan oleh pimpinan/direktur perusahaan yang tidak terlibat dalam tindak pidana di bidang Kosmetika
3. Fotokopi/Scan Kartu Tanda Penduduk Penanggung Jawab Teknis
4. Fotokopi/Scan Penanggung Jawab Teknis
Importir minimal S1 bidang ilmu farmasi, ilmu kedokteran, ilmu biologi, ilmu kimia
Badan Usaha minimal tenaga teknis kefarmasian (D3 Farmasi)
5. Fotokopi/Scan Surat perjanjian kerja sama antara penanggung jawab teknis dan pimpinan perusahaan 6. Dokumen pengadaan dan distribusi Kosmetika berupa:
Prosedur tertulis dan catatan penagdaan, penerimaan, penyimpanan dan pengeluaran Kosmetika
Catatan persediaan/ kartu stok Kosmetika
Prosedur tertulis dan catatan penanganan keluhan
Prosedur tertulis dan catatan penarikan dan pemusnahan Kosmetika
Prosedur tertulis dan catatan penanganan sampel pertinggal
7. Memenuhi persyaratan sarana meliputi sanitasi sarana dan tempat penyimpanan produk
Waktu/
Timeline
5 Hari kerja Rekomendasi terbit, sejak pemeriksaan jika NIB, Surat Pemohonan, Penanggungjawab Teknis sesuai ketentuan
7 Hari kerja pemeriksaan sarana sejak permohonan dan pelaku usaha siap diperiksa
30 hari kerja sejak CAPA diterima (evaluasi CAPA)
Biaya Gratis
Produk Rekomendasi sebagai pemohon notifikasi kosmetik
6. Penerbitan Laporan Hasil Pemeriksaan Sarana Importir Obat Tradisionaldan Suplemen Kesehatan
6.1. Dasar Hukum
a. Undang-undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen b. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
c. Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja
d. Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko
e. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan
f. Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2017 tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan
g. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 26 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik Bidang Kesehatan h. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 006 Tahun 2012 tentang Industri
dan Obat Tradisional
i. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 007 Tahun 2012 tentang Registrasi Obat Tradisional
j. Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 26 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Obat dan Makanan
k. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 26 Tahun 2 018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik Sektor Obat dan Makanan
l. Peraturan Kepala Badan POM Nomor 11 Tahun 2018 tentang Kriteria Klasifikasi Unit Pelaksana Teknis Di Lingkungan Badan Pengawas Obat Dan Makanan
m.Peraturan Kepala Badan POM Nomor 12 Tahun 2018 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Di Lingkungan Badan Pengawas Obat Dan Makanan
n. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK.00.05.41.1384 tahun 2005 tentang Kriteria dan Tata Laksana Pendaftaran OT, Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka
o. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK.00.05.41.1381 tahun 2005 tentang Tata Laksana Pendaftaran Suplemen Makanan
p. Peraturan Kepala Badan POM Nomor 12 Tahun 2014 tentang Persyaratan Mutu Obat Tradisional
q. Peraturan Kepara Badan pengawas obat dan Makanan Nomor HK.03.1.23.06.11.5629 Tahun 2011 tentang Persyaratan Teknis cara pembuatan obat tradisional yang Baik
r. Peraturan Kepala Badan pengawas obat dan Makanan Nomor HK.00.05.4.1380 Tahun 2005 tentang pedoman Cara Pembuatan Obat Tradisionat yang Baik.
s. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pedoman Pelaksaan Tindakan Pengamanan Setempat dalam Pengawasan Peredaran Obat dan Makanan di Sarana Produksi, Penyaluran dan Pelayanan Obat dan Makanan
t. Peraturan Kepala Badan POM Nomor 10 Tahun 2021 Tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk Pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Obat dan Makanan
6.2. Alur Penerbitan surat Laporan Hasil Pemeriksaan Importir OT dan SK
Gambar 5.
Alur Penerbitan Surat Rekomendasi 6.3. Persyaratan, Waktu/Timeline, Biaya dan Produk layanan
Persyarata n
5. Tidak ada, seluruh persyaratan diserahkan ke BPOM RI Waktu/
Timeline
14 Hari Kerja (untuk pemeriksaan sarana sejak surat delegasi)
5 Hari Kerja Penerbitan rekomendasi setelah hasil pemeriksaan dinyatakan sesuai
Biaya Gratis
Produk Laporan Hasil Pemeriksaan Importir OT dan SK
7. Pengujian Obat dan Makanan PNBP 7.1. Dasar Hukum :
a.
Undang-UndangNomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindunganb.
Undang-UndangNomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publikc.
Undang-UndangNomor 25 Tahun 2009 tentangPelayananPublikd.
Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publike.
Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2017 tentang Jenis dan Tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Badan Pengawas Obat dan Makananf.
Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2017 tentang Badan Pengawas Obat dan Makanang.
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/05/M.PAN/4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat Bagi Instansi Pemerintahh.
Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Layanan Informasi Publiki.
Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK.03.1.23.08.11.07456 Tahun 2011 tentang Tata Cara Pelayanan Informasi Publik di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makananj.
Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 39 Tahun2013 tentang Standar Layanan Publik Badan POM
k.
Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 6 Tahun 2017 tentang Daftar Informasi Publik yang Dikecualikan di Lingkungan BadanPengawas Obat dan Makananl.
Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 26 Tahun 2017 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Obat dan Makananm.
Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan NomorHK.04.1.23.08.11.07457 Tahun 2011 tentang Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi di Lingkungan BPOM
n.
Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK.04.1.23.04.16.1769 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal Unit Layanan Pengaduan Konsumen di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan.o.
Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomor 27 Tahun 2018 Tentang Standar Pelayanan Publik di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makananp.
SOP Nomor POM-06.02/CFM.01/SOP.01/IK.101.01 tentang Timeline Layanan Pengujian PNBP7.2. Alur Pengujian Sampel Obat dan makanan PNBP
Gambar 8
Alur Pengujian Sampel Obat dan Makanan PNBP Membawa Surat
Permintaan Pengujian
Sampel
Menerima Sampel Dan Memeriksa Kelengkapan
Pembuatan Data Sampel dan Surat Perintah Uji (aplikasi SIPT)
Prose s
Cetak Sertifikat dan Surat Pengantar
Menerima, Mengarsipkan, Dan Mengevaluasi Kuesioner
SELESAI
Proses Pengujian Sesuai Parameter
Yang Diminta
Laporan Hasil Uji (Draft Sertifikat)
Kaji Ulang Permintaan
Pengujian
Menerima Sertifikat dan Surat
Pengantar
Mengisi Kuesioner Kepuasan PelangganOnline
di bit.ly/SKMSerang
START
Terbit e-billing Tarif PNBP mengacu PP No. 32
Tahun 2017 Membayar biaya
uji sesuai billing e- payment melalui bank penerima setoran MPNG2 (Modul Penerima
Negara Generasi 2)
Gambar 9
Alur Pengujian Sampel PNBP melalui Aplikasi Terasa Lain
7.3. Persyaratan, Waktu/timeline, Biaya dan Produk Layanan
Persyaratan 1. Sampel memenuhi jumlah minimal untuk pengujian
2. Laboratorium mampu melakukan pengujian yang diajukan oleh pihak ketiga
3. Kelengkapan berkas
Syarat untuk umum (Industri dan Gufa) : 1. Sampel dengan nomer bets sama
2. Surat permohonan pengujian berkop perusahaan atau instansi
3. Fotocopy KTP pengirim sampel Syarat untuk Kepolisian :
1. Sampel dengan identitas yang sama untuk setiap pengajuan
2. Surat permohonan pengujian berkop 3. Laporan polisi
4. Surat dimulainya penyidikan (spdp) 5. Surat penyitaan barang bukti 6. Surat penahanan dan lampiran 7. Fotocopy KTP/KTA pengirim sampel
4. Melakukan pembayaran pengujian di counter pembayaran yang terdapat di Balai Besar POM di Serang, atau dapat melakukan transfer pembayaran melalui Bank Pemerintah atau kantor pos sesuai dengan kode pembayaran yang telah diberikan.
Waktu/
Timeline
1 Hari Kerja untuk pengujian indentifikasi zat aktif pada obat/ nappza menggunakan instrument GC-MS (Gas Chromatography – Mass Spectrometry) timeline terhitung setelah konfirmasi pembayaran diterima pada jam kerja.
15 Hari Kerja untuk sampel PNBP diluar indentifikasi zat aktif pada obat/ nappza menggunakan instrument GC-MS ( Gas Chromatography – Mass Spectrometry )(Sejak sudah ada bukti setor/NTPN)
Biaya Terlampir (Sesuai PP No. 32 Tahun 2017 Tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Badan Pengawas Obat dan Makanan) Produk Sertifikat Hasil Uji
TARIF PENGUJIAN SAMPEL PNBP
SESUAI PP NO. 32 TAHUN 2017 TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
Komoditi Parameter Uji Metode Kode
Penerimaan Tarif (Rp) Jumlah minimal sampel
Pangan
Identifikasi Formalin
Organoleptik 4001
30.000
30 g Destilasi tunggal 4059 100.000
Reaksi warna 4061 70.000
200.000
Penetapan Kadar formalin
Organoleptik 4001 30.000
30 g Destilasi tunggal 4059 100.000
Spektrofotometri 4069 250.000
380.000
Identifikasi Hidrogen Peroksida
Organoleptik 4001 30.000
30 g Reaksi warna 4061 70.000
100.000
Identifikasi Boraks
Organoleptik 4001 30.000
30 g Reaksi Warna 4061 70.000
Destruksi Kering
dengan Furnace 4022 200.000
300.000
Penetapan Kadar Etanol dan Metanol
Cairan berwarna:
100 mL Organoleptik 4001 30.000
Destilasi bertingkat 4060 200.000
Kromatografi gas 4083 500.000
730.000
Cairan bening:
50 mL Organoleptik 4001 30.000
Destilasi bertingkat 4060 200.000
Kromatografi gas 4083 500.000
730.000
Mikrobiologi Organoleptik 4001 30.000
Angka Lempeng
Total Cara Tuang 4114 250.000 50 gram atau 50 mL
Angka Kapang
Khamir Cara Sebar 4115 250.000
Identifikasi
Escherichia coli Pengkayaan 4123 400.000 Angka Escherichia
coli Cara Tuang
4127 600.000
50 gram atau 50 mL (3 tabung) APM/MPN
Escherichia coli Cara Tuang 111 mL (5 tabung)
Angka Koliform Cara Tuang 4116 250.000 50 gram atau 50 mL
APM Koliform APM 4126
250.000
50 gram atau 50 mL 111 mL (5 tabung) Salmonella spp Pengkayaan 4128 550.000 50 gram atau 50 mL Angka
Enterobacteriaceae Cara Tuang 4117 250.000 50 gram atau 50 mL Enterobacter
sakazakii Pengkayaan 4124 850.000 20 gram
Identifikasi Staphylococcus
aureus Cara Sebar 4129 550.000 50 gram atau 50 mL
Angka
Staphylococcus
aureus Cara Sebar 4119 750.000 50 gram atau 50 mL
Identifikasi Listeria
monocytogenes Cara Sebar 4125 550.000 50 gram atau 50 mL Koliform (Air
Mineral Alami dan
Sumbernya) Penyaringan 4116 250.000 500 mL
Escherichia coli (Air Mineral Alami
dan Sumbernya) Penyaringan 4123 400.000 500 mL Enterococci (Air
Mineral Alami dan
Sumbernya) Penyaringan 4118 550.000 500 mL
Pseudomonas aeruginosa (Air Mineral Alami dan Sumbernya)
Penyaringan 4134 550.000 500 mL
Kosmetik
Identifikasi Merkuri
Organoleptik 4001 30.000
2 g
AAS 4073 200.000
Destruksi basah
dengan microwave 4025 350.000
580.000
Identifikasi Pewarna K3/K10
Organoleptik 4001
30.000
30 g Kromatografi Cair
Kinerja tinggi 4089
650.000
680.000
Identifikasi Hidrokinon
Organoleptik 4001
30.000
10 g Kromatografi Cair
Kinerja tinggi 4089
650.000
Identifikasi Asam retinoat
Organoleptik 4001 30.000
10 g Kromatografi Cair
Kinerja tinggi 4089 650.000
680.000 Mikrobiologi Organoleptik 4001 30.000
20 gram atau 20 mL Angka Lempeng
Total Cara Tuang 4138 300.000
Angka Kapang
Khamir Cara Sebar 4139 300.000
Pseudomonas
aeruginosa Pengkayaan 4145 450.000 Staphylococcus
aureus Pengkayaan 4146 550.000
Candida albicans Pengkayaan 4141 350.000
Obat Tradisional
Identifikasi Bahan Kimia Obat
Ekstraksi cair-cair 2
komponen:
10 g Organoleptik 4001 30.000
Uji Kromatografi Lapis Tipis dengan
densitometer 4082 400.000 Uji Kromatografi Cair
Kinerja tinggi 4089 650.000
1.080.000 Mikrobiologi Organoleptik 4001
30.000
20 gram atau 20 mL Angka Lempeng
Total Cara Tuang 4147 300.000
Angka Kapang
Khamir Cara Tuang 4148 300.000
Pseudomonas
aeruginosa Pengkayaan 4153 400.000 Staphylococcus
aureus Pengkayaan 4155 550.000
Escherichia coli Pengkayaan 4152 500.000 Salmonella spp Pengkayaan 4154 600.000
Obat
Identifikasi Obat- obat Tertentu (Tramadol HCl, Triheksifenidil HCl,
Dekstrometorphan Hbr)
Organoleptik 4001 30.000
20 Tablet/Kapsul/
5 Botol Sediaan Cair/
5 Tube untuk Sediaan Semisolid Uji Kromatografi Lapis
Tipis dengan
densitometer 4082 400.000
430.000
Identifikasi Zat Aktif pada Obat/Napza
Organoleptik 4001 30.000 KLT dengan
densitometer 4082 400.000 Uji Kromatografi Gas
dengan Spektro Massa 4085 700.000
1.130.000
Penetapan Kadar Organoleptik 4001 30.000
Uji Kromatografi Cair
Kinerja tinggi 4089 650.000
20 Tablet/Kapsul/
5 Botol Sediaan Cair/
5 Tube untuk Sediaan Semisolid Spektrofotometri UV 4069 250.000
Spektrofotometri Vis 4070 250.000 AAS (Mg Trisilikat
dalam Tablet, Na, Ca, dan K dalam Infus Ringer Laktat, dan Na dan K dalam Oralit)
4073 200.000/ senyawa
GC (Etanol dalam
sediaan cair) 4083 500.000 4 Botol
Titrasi (Selain
Argentometri) 4065 250.000 40 Tablet/Kapsul Sediaan Cair 5 Botol
Disolusi
Uji Kromatografi Cair
Kinerja tinggi 4006 750.000 48 kemasan Spektrofotometri UV-
Vis 4005 500.000
Keseragaman Kandungan
Uji Kromatografi Cair
Kinerja tinggi 4009 1.000.000 60 kemasan Spektrofotometri UV-
Vis 4008 300.000
Keseragaman Bobot
Tablet/Kapsul/Pil Penimbangan 4007 60.000 30 kemasan Keseragaman
Bobot
Serbuk/Padat Penimbangan 4013 60.000 30 kemasan Keseragaman
Bobot Semisolid Penimbangan 4037 60.000 30 kemasan
pH pH Meter 4050 75.000 4 Botol
Susut Pengeringan Oven Vakum 4020 100.000 10 Tablet/Kapsul/5 Botol Volume
Terpindahkan Gelas Ukur 4043 60.000 30 Botol Isi Minimum Penimbangan 4038 150.000 30 Tube untuk sediaan
semisolid Kadar Air Karl Fischer Titration 4019 300.000 20 Tablet/Kapsul/4
Botol
Mikrobiologi Organoleptik 4001 30.000 Endotoksin (Semi
Kuantitatif) 4198 3.650.000 2 vial atau 2 kemasan
Uji Sterilitas Inokulasi Langsung 4113 500.000 40 wadah atau sesuai dengan FI V Uji Sterilitas Penyaringan 4112 1.000.000 40 wadah atau sesuai
dengan FI V Pseudomonas
aeruginosa Pengkayaan 4145 450.000 20 gram
Staphylococcus Pengkayaan 4146 20 gram