• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

23 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah penelitian yang menggunakan deskripsi lewat kata-kata. Kajian tidak memanfaatkan perhitungan angka seperti pada pendekatan kuantatif (Sugiyono, 2013:63).

Sedangkan penelitian deskripstif bertujuan untuk menjelaskan, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi, atau berbagai variabel yang timbul di masyarakat yang menjadi obyek penelitian itu berdasarkan apa yang terjadi, kemudian mengangkat ke permukaan karakteratau gambaran tentang kondisi, situasi, ataupun variabel tersebut(Bungin, 2010:36) dengan demikian, penulis menggunakan penelitian deskripsi karena ingin menjelaskan tentang strategi persaingan bisnis pada “ROKA café and eatery”,dideskripsikan lewat kata-kata dan tidak memanfaatkan perhitungan angka.

3.2 Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada “ROKA café and eatery” yang beralamat di jalan Sultan Agung no. 11 Kepanjen, Kabupaten Malang. Adapun alasan semilih lokasi penelitian tersebut yaitu “ROKA café and eatery” telah berdiri sejak Juni 2020 walaupun dibilang masih termasuk baru karena masih 2 (dua) tahun kafe ini dapat mengembangkan usahanya dan dapat mampu bersaing dengan usaha yang serupa/sama di wilayah Kepanjen. Hal inilah yang menjadi pertimbangan peneliti untuk memilih “ROKA café and eatery” sebagai lokasi penelitian.

(2)

24 3.3 Sumber Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

a. Data Primer

Menurut Purhantara (2010:79) mengatakan bahwa data primer adalah data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian, dalam hal ini peneliti memperolehdata atau informasi langsung dengan menggunakan instrumen- instrumen yang telah ditetapkan baik melalui observasi maupun melalui wawancara dengan pihak informan. Data yangdiperoleh antara lain terkait tentang bisnis model yang dijalankan oleh “ROKA café and eatery”, sejarah berdirinya perusahaan serta struktur organisasi perusahaan.Kemudian data diolah untuk disesuaikan dengan penelitian yang dilakukan.

b. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung yangdapat diambil dari sumber lain yang berkaitan dengan penelitian. Data yang diperoleh dari literatur, dokumen/catatan, internet, tulisan-tulisan karya ilmiah dari berbagai media dan laporan penelitian yang ada kaitannya dengan masalah penelitian.

3.4 Penentuan Informan Penelitian

Informan penelitian menurut Nazir (2014: 55) adalah subjek yang memahami informasi objek penelitian sebagai pelaku maupun orang lain yang memahami objek penelitian. Informan penelitian meliputi beberapa macam, yaitu: (1) Informan Kunci (Key Informan) merupakanmereka yang mengetahui dan memiliki berbagai informasi pokok yang diperlukandalam penelitian, (2) Informan Utama, merupakan mereka yang terlibat langsung dalam interaksi sosial yang diteliti, (3) Informan Tambahan, merupakan mereka yang dapat memberikan informasi walaupun tidak langsung terlibat dalaminteraksi sosial yang diteliti.

Sampel dalam penelitian kualitatif tidak disebut responden melainkan narasumber, partisipan, atau informan. Moleong (2010: 132) mendeskripsikan subjek penelitian sebagai informan, yang artinya orang pada latar penelitian

(3)

25

yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian. Sejalan dengan pengertian tersebut, Arikunto (2016: 26) mendeskripsikan subjek penelitian memberi batasan subjek penelitian sebagai benda, hal atau orang tempat data untuk variabel penelitian melekat, dan yang di permasalahkan. Subjek penelitian merupakan sesuatu yang sangat penting kedudukannya dalam penelitian.

Berdasarkan pemaparan diatas, sampel atau informan yang dipilih dalam penelitian ini yaitu:

1) Informan Kunci: Pemilik “ROKA café and eatery” Kepanjen, Malang.

2) Informan Utama: Manager dan Pegawai “ROKA café and eatery”

Kepanjen, Malang.

3) Informan Tambahan: Konsumen “ROKA café and eatery” Kepanjen, Malang, dan Pesaing “Sam Huget Kopi Omahan”.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah menggunakan teknik Triangulasi. Menurut Sugiyono (2013), triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data dengan menggabungkan berbagai sumber data dan berbagai teknikpengumpulan data. Dalam penelitian ini, teknik yang dilakukan antara lain::

1. Teknik pengumpulan data primer, yaitu pengumpulan data yang dilakukan secara langsung pada lokasi penelitian. Pengumpulan data primer penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara (dialog langsung antara peneliti dengan responden penelitian) dimana pewawancara bertanya langsung tentang suatu objek yang diteliti dan telah dirancang sebelumnya dan observasi(kegiatan melihat suatu kondisi secara langsung terhadap objek yang diteliti).

2. Teknik pengumpulan data sekunder, yaitu pengumpulan data yang dilakukanmelalui pengumpulan bahan kepustakaan yang dapat mendukung data primer.Pengumpulan data sekunder dapat dilakukan dengan dua cara antara lain:

(4)

26

a. Studi dokumentasi yaitu pengumpulan data dengan mendokumentasikandan melihat data-data tertulis, foto atau benda yang berkaitan dengan masalah yang diteliti dan dapat diperoleh dari lokasi penelitian.

b. Studi kepustakaan yaitu pengambilan data yang diperoleh dari berbagai literatur-literatur seperti buku-buku, jurnal, skripsi, artikel yang terkait dengan penelitian.

Triangulasi teknik tersebut selain untuk mengecek kebenaran data, juga dilakukan untuk memperkaya data. Pengumpulan data penelitian ini menggunakanmetode wawancara terstruktur, yaitu wawancara yang sudah dilakukan secara terencana dengan berpedoman pada daftar pertanyaan yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Sebagai informan kunci: owner

“ROKA café and eatery”, lalu informan utama: manager dan pegawai

“ROKA café and eatery” serta informan tambahan: konsumen “ROKA café and eatery”. Alasan dipilihnya ketiga informan tersebut adalah karena informasi yang didapatkan dari ketiga informan tersebut dirasa cukup untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan peneliti, dan menjadikan acuan untuk menyusun rencana bisnis yang baru. Lalu peneliti juga melakukan observasi di lapangan dan melakukan dokumentasi sebagai pelengkap teknik pengumpulan data.

3.6 Teknik Pengolahan Data

Pada jenis penelitian kualitatif ini, pengolahan data tidak harusdilakukan setelah data terkumpul atau pengolahan data selesai. Dalam hal ini, data sementara yang terkumpulkan, data yang sudah ada dapat diolah dandilakukan analisis data secara bersamaan. Pada saat analisis data, dapat kembali lagi ke lapangan untuk mencaritambahan data yang dianggap perlu dan mengolahnya kembali. Suyanto danSutinah (2011: 173), mengatakan pengolahan data dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan cara mengklasifikasikan atau mengkategorikan data berdasarkan beberapa tema sesuai fokus penelitannya.

Pengolahan data pada penelitian ini terdiri dari:

(5)

27 1. Reduksi Data

Reduksi data merupakan proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan lapangan. Langkah-langkah yang dilakukan adalah menajamkan analisis, menggolongkan atau pengkategorisasian ke dalam tiap permasalahan melalui uraian singkat, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasikan data sehingga dapat ditarik dan diverifikasi. Data yang di reduksi antara lain seluruh data mengenai permasalahanpenelitian.Data yang di reduksi akan memberikan gambaran yang lebih spesifik dan mempermudah peneliti melakukan pengumpulan dataselanjutnya serta mencari data tambahan jika diperlukan. Semakin lama peneliti berada di lapangan maka jumlah data akan semakin banyak, semakin kompleks dan rumit. Oleh karena itu, reduksi data perludilakukan sehingga data tidak bertumpuk agar tidak mempersulit analisisselanjutnya.

2. Penyajian Data

Setelah data di reduksi, langkah analisis selanjutnya adalahpenyajian data. Penyajian data merupakan sebagai sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian data diarahkan agar data hasil reduksi terorganisaikan, tersusun dalam pola hubungan sehingga makin mudah dipahami. Penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk uraian naratif, bagan, hubungan antar kategori serta diagram alur. Penyajian data dalam bentuk tersebut mempermudah peneliti dalam memahami apa yan terjadi.

Pada langkah ini, peneliti berusaha menyusun data yang relevan sehingga informasi yang didapat disimpulkan dan memiliki makna tertentu untuk menjawab masalah penelitian. Penyajian data yang baik merupakan satu langkah penting menuju tercapainya analisis kualitatif yang valid dan handal. Dalam melakukan penyajian data tidak semata-mata mendeskripsikan secara naratif, akan tetapi disertai proses analisis yang terus menerus sampai proses penarikan kesimpulan. Langkah berikutnya

(6)

28

dalam proses analisisdata kualitatif adalah menarik kesimpulan berdasarkan temuan danmelakukan verifikasi data.

3. Penarikan kesimpulan atau verifikasi

Tahap ini merupakan tahap penarikan kesimpulan dari semua data yang telah diperoleh sebagai hasil dari penelitian. Penarikan kesimpulan atau verifikasi adalah usaha untuk mencari atau memahami makna/arti, keteraturan, pola-pola, penjelasan, alur sebab akibat atauproposisi. Sebelum melakukan penarikan kesimpulan terlebih dahulu dilakukan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan atau verifikasi dari kegiatan- kegiatan sebelumnya. Sesuai dengan pendapatMiles dan Huberman, proses analisis tidak sekali jadi, melainkan interaktif, secara bolak-balik diantara kegiatan reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan atau verifikasi selama waktu penelitian. Setelah melakukan verifikasi maka dapat ditarik kesimpulan berdasarkan hasilpenelitian yang disajikan dalam bentuk narasi.

Penarikan kesimpulan merupakan tahap akhir dari kegiatan analisis data.

Penarikan kesimpulanini merupakan tahap akhir dari pengolahan data.

3.7 Teknik Analisis Data

Analisis data adalah mengumpulkan, menginterprestasikan data-data yangtelah didapatkan dari lokasi penelitian dan diolah untuk mendapatkan informasi dan fakta. Teknik analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalahmenggunakan dengan pendekatan Kualitatif. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan deskripsi tentang bisnis pada “ROKA café and eatery”.

1. Analisis Deskriptif

Analisis Deskriptif adalah teknik menganalisis dengan menyajikan faktaagar mendapatkan informasi mengenai gambaran suatu situasi ataupun kondisi di“ROKA café and eatery”.

2. Analisis SWOT

(7)

29

Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untukmerumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan Peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses, dan ancaman (Threats)strategi dan faktor internal strategi.

Tabel 3.1 Matriks SWOT STRENGTHS (S) Tentukan 5-10 Faktor faktor kekuatan Internal

WEAKNESSES (W) Tentukan 5-10 faktor faktor kelemahan Internal

OPPORTUNITIES (O)

Tentukan 5-10 faktor faktor peluang eksternal

STRATEGI (SO) Ciptakan strategi yang menggunakan

kekuatan untuk memanfaatkan

peluang

STRATEGI (WO) Ciptakan strategi yang meminimalkan

kelemahan untuk memanfaatkan

peluang

TREATHS (T)

Tentukan 5-10 faktor faktor ancaman eksternal

STRATEGI (ST) Ciptakan Strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman

STRATEGI (WT) Ciptakan strategi yang meminimalkan

kelemahan dan menghindari ancaman Sumber : Rangkuti (2014)

Penjelasan dari Matriks SWOT di atas sebagai berikut:

a. Strategi SO (Strength-Opportunity). Strategi ini dibuat berdasarkan jalanpikiran perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untukmerebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.

b. Strategi ST (Strength-Threat). Strategi ini menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman.

(8)

30

c. Strategi WO (Weakness-Opportunity). Strategi ini diterapkan berdasarkanpemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yangada.

d. Strategi WT (Weakness-Threat) Strategi ini didasarkan pada kegiatan yangbersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada sertamenghindari ancaman.

Metode Analisis SWOT bisa dianggap sebagai metode analisis yang paling dasar, yang bermanfaat untuk melihat suatu topik ataupun suatu permasalahan dari empat sisi yang berbeda. Hasil dari analisa biasanya berupa arahan ataupunrekomendasi untuk mempertahankan kekuatan dan untuk menambah keuntungan dari segi peluang yang ada, sambil mengurangi kekurangan dan juga menghindari ancaman. Jika digunakan dengan benar, analisis ini akan membantu untuk melihat sisi-sisi yang terlupakan atau tidak terlihat selama ini. Dari pembahasan diatas, analisis SWOT merupakan instrumen yang bermanfaat dalam melakukan analisis strategi. Analisis ini berperan sebagai alat untuk meminimalisasi kelemahan yang terdapat dalam suatu perusahaan atau organisasi serta menekan dampak ancamanyang timbul dan harus dihadapi.

1.6 Flowchart Tahapan Penelitian

(9)

31

Flowchart atau diagram alir digunakan untuk mempermudah pembaca memahami metode penelitian. Berikut merupakan flowchart tahapan penelitian dapat dilihat pada gambar 3.1.

BAB IV MULAI

Studi Lapangan

Desain Penelitian

Pengumpulan Data Penentuan Infroman

Penelitian

Pengolahan Data

SELESAI Kesimpulan dan Saran

Lokasi Penelitian

Analisis Data

Referensi

Dokumen terkait

Data primer adalah data yang langsung diperoleh dari sumber data pertama dilokasi penelitian atau objek penelitian.Pengumpulan data primer menggunakan metode survei

menggunakan dua jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sekunder.. Sumber data primer adalah data yang langsung diperoleh dari sumber data pertama dilokasi

Data primer yang dimaksud oleh peneliti adalah penelitian yang dilakukan langsung dengan cara menemui subjek penelitian dengan wawancara langsung kepada remaja

Menurut Sunyoto (2014:113) data primer adalah jenis data yang diperoleh langsung dari sumbernya dengan instrumen penelitian berbentuk kuesioner yang disebarkan kepada

Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang pengumpulannya dilakukan sendiri oleh peneliti. Artinya, data tersebut diperoleh

1. Data primer, data yang diperoleh langsung dari sumber pengamatan dan pencatatan langsung dengan cara wawancara. Data sekunder, data yang diperoleh melalui referensi

Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumber asli tanpa melalui perantara atau dapat dikatakan bahwa data primer adalah informan dimana peneliti dapat

Data primer merupakan data yang diperoleh peneliti secara langsung (dari tangan pertama), seperti data yang diperoleh dari subjek melalui tes dan wawancara terhadap