• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III ANALISA SITUASI DAN PASAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III ANALISA SITUASI DAN PASAR"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISA SITUASI DAN PASAR

3.1. Deskripsi Situasi Pasar dan Bisnis 3.1.1. Analisa Konsumen

Konsumen yang mengkonsumsi makanan jelly pada umumnya adalah anak-anak (www.sinarharapan.com). OKKY JELLY aktif mengedukasi konsumen tentang manfaat jelly yang terkandung di dalam bahan bakunya seperti serat, nata de coco, dan karagenan. Meski segmen anak saat ini termasuk sensitif, OKKY JELLY berhasil melewati popularitas merk- merk yang dahulu ada, sehingga memperoleh Top Brand for Kids 2004 (TBK Awards ).

Potensi pasar anak-anak di Indonesia sangat besar, dikarena kan terdapat 60 juta anak-anak yang berusia 2-12 tahun dan memiliki pasar sebesar 30 juta yang berpotensi. Diperkirakan usia tersebut memiliki perilaku konsumsi yang luar biasa, terutama dalam industri kesehatan. Untuk pasar vitamin untuk anak, pasarnya hampir menyamai orang dewasa, karena anak-anak bisa mencapai Rp.

250 milliar per tahun, sedangkan orang dewasa 350 milliar per tahun. (Marketing, 2004:33).

Menurut Majalah Marketing (2004:26) pada dasarnya anak merupakan salah satu konsumen yang potensial untuk negara. Pasar ini biasa dikenal dengan sebutan “Three in One”, yakni Primary Market, Influence Market (Secondary), yang terakhir Future Market

a. Primary Market

Primary Market : anak-anak adalah konsumen yang secara riil melakukan aktifitas pembelian produk-produk tertentu dalam keseharian mereka.

Misalnya mereka membeli jajanan seperti snack, ice cream, di sekolah. Anak itu bisa berperan dalam primary market karena mereka sudah memiliki uang jajan sendiri. me nurut survey yang dilakukan oleh Frontier, mengungkapkan bahwa 87 % uang saku diberikan oleh ibunya secara harian. Oleh sebab itu, pasar anak-anak tidak boleh diremehkan, hal ini disebabkan jika rata-rata uang

(2)

saku anak dua ribu rupiah per hari, maka primary market- nya sebesar 7 triliun rupiah.

b. Influence Market

Influence Market adalah pembelian yang selalu dipengaruhi oleh keinginan anak-anak. Hal itu dibuktikan oleh hasil survey yang dilakukan oleh Frontier yang menyatakan bahwa 90 % pembelian produk snack (biscuit, permen, jelly) dipengaruhi oleh keinginan anak-anak.

c. Future Market

Anak-anak sebagai pasar masa depan diperkirakan bakal menjadi pasar yang menjanjikan untuk digarap. Proyeksi ini dikaitkan peran mereka sebagai influencer yang semakin meningkat dipasar mendatang.

Melihat besarnya pasar anak-anak, maka banyak diadakan inovasi produk- produk snack, terutama produk jelly. Banyak sekali produk jelly yang beredar di pasaran, seperti OKKY JELLY, INACO, TROPICOOL, WONG COCO, NUTRIJELL, VITA JELLY, dan sebagainya. Pasar anak memiliki potensi yang besar dan memiliki keunikan tersendiri. Dengan semakin besarnya intensitas pengaruh anak terhadap pembelian sebuah produk, keberadaan anak tentu harus diperhitungkan.

Dari hasil analisa konsumen ini, maka dapat diketahui bahwa pasar snack untuk anak-anak masih ada ceruk yang bisa dimasuki.

3.1.2. Analisa Pembelian Produk

Pada umumnya pembelian makanan kesehatan biasanya dilakukan oleh orang dewasa. Hal itu dilakukan karena untuk menjaga kesehatan dan ketahanan tubuh. Tetapi dengan adanya produk jelly kesehatan ini, maka dapat juga menjadi daya tarik bagi anak-anak, karena selain sebagai makanan kecil, juga bisa untuk makanan suplemen kesehatan.

Anak-anak adalah subyek yang “bertanggung jawab” terhadap banyak kegiatan pemasaran. Maksudnya adalah oleh karena posisi mereka yang begitu penting, telah memaksa sebagian besar pemasar menggali lebih jauh tentang apa saja yang diinginkan dan dibutuhkan anak. Mereka tidak mendadak lahir dengan

(3)

memiliki consumer skills dalam benaknya. Sebelum memperoleh pengetahuan tentang pembelian, anak-anak telah melewati beberapa tahap sosialisasi konsumen (consumer socialization), yang pada akhirnya memampukan mereka untuk menjadi konsumen mandiri. Consumer socialization adalah proses dimana anak- anak mendapatkan keahlian, pengetahuan, dan sikap yang relevan dengan peran mereka di pasar anak. Guru dan teman sepermainan di sekolah merupakan partisipan utama yang terlibat dalam proses ini. Selain itu bagi anak-anak, ada dua sumber utama sosialisasi, yaitu keluarga dan media massa. (Marketing, 2004:27)

Orang tua juga dapat mempengaruhi pola konsumsi anak, baik secara langsung dan tidak langsung. Orang tua juga dengan sengaja akan mengajarkan pola konsumsi mereka kepada anak-anaknya. Disamping itu, orang tua juga akan menentukan seberapa besar derajat toleransi anak untuk terekspos oleh sumber- sumber informasi lain, seperti televisi, salesman, dan teman sepermainan.

Dalam pembelian produk, biasanya akan banyak dipengaruhi oleh keputusan orang tua. Seperti misalnya, dalam membeli produk makanan untuk anak-anak. Menurut Marketing (2004:27) ada tiga macam gaya orang tua dalam mendidik anak-anak mereka:

a. Outhoritarian parents, gaya mendidik ini cenderung bermusuhan dan sangat membatasi anak-anak. Orang tua juga selalu menyensor semua tipe media yang mengekspos anak-anak mereka dan cenderung memiliki persepsi yang negatif terhadap iklan.

b. Neglecting parents, orang tua yang mendidik anak dengan cara ini juga biasanya kurang memiliki ikatan emosional, akan tetapi orang tua tidak mengekang dan tidak banyak memberi aturan atas anak-anaknya.

c. Indulgent parents, gaya ini biasanya sangat komunikatif dengan anak-anaknya.

Mereka terkadang berdiskusi dengan anak-anak dan tidak terlalu membatasi gerak-gerik anak-anaknya. Mereka yakin anak seharusnya dapat belajar tentang pasar dan konsumsi tanpa banyak campur tangan dari orang tuanya.

Tetapi pada kenyataannya, orang tua lebih selektif dalam menentukan makanan apa yang akan dibeli atau dikonsumsi oleh anak-anaknya. Contohnya seperti permen, snack, jelly, kacang, dan lain- lain. Orang tua akan

(4)

mempertimbangkan mulai dari kemasan, komposisi bahan-bahan yang digunakan apakah dapat mengganggu kesehatan anak-anak mereka, atau karena harga yang terlalu murah juga dapat mempengaruhi orang tua dalam mengambil keputusan.

3.1.3. Analisa Persaingan a. Pesaing

Setiap perusahaan pasti memiliki pesaing. Menurut Kotler (1997:190) pesaing dibagi menjadi 4 macam, yaitu :

1. Pesaing Keinginan

Yakni keinginan lain terdekat yang mungkin konsumen mau memenuhinya, misalnya Jhony ingin memiliki transportasi yang lebih baik, maka pilihannya mobil atau sepeda motor.

2. Pesaing Generik

Yakni cara-cara pokok lainnya didalam mana pembeli dapat memuaskan sebuah keinginan khusus. Jika Jhony ingin membeli sepeda motor merupakan pilihan alternative yang menarik, maka Jhony akan menentukan merk apa yang akan dibelinya.

3. Pesaing Bentuk Produk

Yakni bentuk produk lainnya yang dapat memuaskan keinginan khusus si pembeli. Misalnya Jhony membeli sepeda motor, maka dia akan memilih 2 tak atau 4 tak. Jhony mungkin memutuskan membeli sepeda motor 4 tak.

4. Pesaing Brand

Yakni merk lainnya yang dapat memuaskan keinginan yang sama.

Misalnya Honda, Suzuki, Yamaha, mungkin Jhony akan memilih Honda.

Persaingan dalam produk jelly merupakan persaingan dalam merk, karena ada berbagai macam merk yang ada di pasar dalam bentuk dan komposisi yang sama.

Pesaing secara langsung untuk jelly suplemen adalah produk- produk multivitamin, dan produk-produk suplemen. Contohnya :

(5)

Tabel 3.1

Pesaing Jelly suplemen

Suplemen

Merk DHA Omega multivitamin Harga

Inzana - - + 5900

Sakatonik ABC - - + 7800

Vidoran Smart - - + 8250

Enervon C - - + 3200

Curcuma Plus + - + 10100

Cerebrovit - - - 13750

Sumber: Marketing (2004)

Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa produk-produk suplemen bersaing sangat ketat, dengan cara melengkapi produknya dengan tambahan-tambahan komposisi bahannya. Dan yang melengkapi dengan DHA dan Omega masih kurang, sehingga apabila memasuki celah ini dengan bentuk yang lain, diperkirakan akan sangat berpotensi untuk berhasil. Disimpulkan bahwa pesaing secara langsung dalam bentuk jelly, sampai sekarang ini masih belum ada.

Yang termasuk pesaing tidak langsung adalah produk-produk jelly yang ada di pasar. Berdasarkan survey pasar yang telah dilakukan, ada beberapa produk jelly adalah sebagai berikut:

Tabel 3.2

Pesaing tidak langsung Jelly

ATRIBUT

PRODUK VARIASI RASA

VARIASI KEMASAN

NATA DE COCO

SARANG

BURUNG OMEGA DHA

TROPICOOL + - + - - -

INACO + + + - - -

WONG COCO + + + - - -

VITA JELLY + + - - - -

YOGJELL + + - - - -

NUTRIJELL + - - - - -

catatan : tanda : + = Memenuhi tanda : - = tidak memenuhi Sumber: Marketing (2004:34), diolah

(6)

Untuk analisa persaingan tidak langsung, dari tabel diatas diketahui bahwa produk jelly yang mengandung DHA dan Omega tidak ada di pasar.

b. Pangsa Pasar

Pangsa pasar jelly untuk saat ini masih dikuasai oleh OKKY JELLY sebesar 51,2 %. Hal ini dapat dilihat dari tabel dibawah ini :

Tabel 3.3 Pangsa Pasar Jelly

BRAND BOBOT PANGSA PASAR

OKKY JELLY 51,2 %

INACO 10,7 %

NUTRI JELL 8,0 %

JELLY JUS 4,7 %

Sumber : Marketing (2004:28)

c. Strategi Dalam Persaingan 1) Praktek Promosi

Untuk strategi persaingan produk jelly, dapat dilihat dalam data tabel dibawah ini :

Tabel 3.4

Strategi Persaingan Produk Jelly

IKLAN

ABOVE THE LINE BELOW THE LINE

PRODUK Televisi Radio Majalah Koran Umbul-umbul Sponsorship Test sample

OKKY JELLY + + + - + + +

TROPICOOL + + + - + + +

INACO + + + - + + +

WONG`COCO - - + - + + +

VITA JELLY - - - - + - +

YOGJELL - - + - + - +

NUTRIJELL + + + - + + +

Catatan : tanda + = ada ; tanda - = tidak ada Sumber: Marketing (2004), diolah

(7)

Pada tabel diatas, dapat diketahui bahwa dari produk jelly yang ada di pasaran, OKKY JELLY, TROPICOOL, INACO, NUTRIJELL adalah produk-produk yang paling sering dalam melakukan promosi.

2) Penetapan harga

Untuk penetapan harga pada setiap produk jelly dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 3.5

Penetapan Harga Jelly

MERK HARGA SATUAN

OKKY JELLY 4250 20 CUP

TROPICOOL 1500 1 CUP

INACO 3990 15 CUP

6150 20 CUP

WONG COCO 3575 15 CUP

VITA JELLY 1700 10 CUP

YOGJELL 3405 10 CUP

NUTRIJELL 2700 1 BUNGKUS

Sumber: Marketing (2004), diolah

Dari survey pasar yang telah kami lakukan pada tabel diatas, dapat dilihat bahwa semua produk jelly memiliki harga yang bersaing ketat.

3.1.4. Analisa Struktur Distribusi

OKKY JELLY menggunakan jenis distribusi secara tidak langsung. Jenis ditribusi ini menggunakan wholesaler dan retailer sebagai perantara untuk menyalurkan produknya. Setelah dari retailer, lalu disalurkan menuju ke konsumen (Kotler, 1997:170).

Untuk tingkat saluran distribusinya, OKKY JELLY menggunakan saluran dua tingkat ( TWO-LEVEL CHANNEL ). Jenis ini menggunakan dua perantara dalam pasar konsumsi. Mereka ini adalah pedagang grosir atau wholesaler dan pengecer atau retailer. Proses distribusinya adalah dari pabrik atau produsen dikirim ke distributor, dari distributor dikirimkan ke pedagang grosir, setelah itu

(8)

dari pedagang grosir, maka dikirimkan ke retailer dan supermarket, dan setelah itu, langsung didistribusikan ke konsumen.

produsen

distributor

wholesaler

Supermarket retailer

Konsumen

Gambar 3.1.

Struktur distribusi Jelly Sumber: Kotler (1997:170)

3.1.5. Analisa Lingkungan Makro

a. Perangkat Demografi dan Geografi

Surabaya memiliki luas area sebesar 32636 km2. Surabaya memiliki kepadatan penduduk sebesar 2.600.156 orang (BPS, 2002, yaitu sekitar 1,24% dari seluruh populasi penduduk Indonesia 210.439.000 orang.

(9)

Tabel 3.6

Kelompok umur, dan Jenis Kelamin Penduduk Surabaya

kelompok umur Laki-laki Perempuan jumlah total persentase %

0 – 4 107315 102191 209506 8,1

5 - 9 100202 95281 195483 7,5

10 - 14 91782 89943 181725 6,9

15 - 19 122949 141972 264921 10,2

20 - 24 155841 173873 329714 12,7

25 - 29 157667 160583 318250 12,2

30 - 34 130121 125968 256089 9,8

35 - 39 104345 105256 209601 8,06

40 - 44 88412 85254 173666 6,7

45 - 49 70249 65009 135258 5,2

50 - 54 48843 47275 96118 3,7

55 - 59 39611 36553 76164 2,9

60 - 64 29622 31559 61181 2,4

65 - 69 18719 21619 40338 1,6

70 - 74 12621 15317 27938 1,2

75 + 10164 14003 24167 0,9

not stated 15 22 37 0,001

jumlah total 1288478 1311678 2600156 100

Sumber: BPS (2002)

Dari segi demografi dan geografi yang ada di Surabaya, dapat disimpulkan bahwa pasar anak-anak (usia 5-14 tahun) di Surabaya cukup besar (14,4%). Hal ini menunjukkan bahwa dari segi usia 5-14 tahun yang berada di Surabaya merupakan pasar yang potensial karena relative besar. Hasil survey Frontier menunjukkan bahwa sekitar 80- 90% pembelian barang-barang konsumsi dipengaruhi anak-anak usia 5 – 14 tahun. (Marketing, 2004:25).

Setelah produk ini sukses di pasar Surabaya, perusahaan juga merencanakan untuk menjual produk jelly kesehatan ini ke seluruh kota-kota besar di Indonesia. Hal itu dilakukan karena kota-kota besar memiliki jumlah penduduk yang tinggi dan tingkat pendapatannya lebih besar apabila dibandingkan kota-kota kecil. Dengan pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan, diharapkan jelly kesehatan akan laku dipasaran.

(10)

b. Perangkat Ekonomi

Pendapatan bruto (PDB) Indonesia dari tahun 2002 (4,25%), 2003 (4.51%) sampai dengan tahun 2004 (5.13%) mengalami kecenderungan kenaikan. Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan penduduk Indonesia mengalami suatu peningkatan. (www.bps.co.id)

Dengan dijualnya produk makanan di kota-kota besar, diharapkan masyarakat atau konsumen mampu untuk membeli atau mengkonsumsinya. Apabila kita melihat pendapatan rata-rata per kapita penduduk yang didapatkan dari BPS Jawa Timur (2000), maka untuk jenis pengeluaran pembelian makanan dan minuman jadi untuk kota Surabaya adalah sebesar 7,72 %.

Untuk prosentase pengeluaran perkapita menurut kota/kabupaten Surabaya adalah :

Tabel 3.7.

Prosentase Pengeluaran Penduduk Surabaya

SURABAYA

< 40 0,00

40 - 59,9 0,57

60 - 79,9 6,79

pengeluaran per

kapita sebulan 80 - 99,9 13,69

( 000 )

100 – 149,9 37,40

150 – 199,9 19,96

200 – 299,9 15,09

300 – 499,9 5,10

500 + 1,41

jumlah total 100,00

Sumber: BPS (2000)

Dari tabel diatas, diketahui bahwa rata-rata pengeluaran masyarakat Surabaya untuk kelas menengah keatas adalah sebesar 78.96 % pada tiap bulannya.

(11)

c. Perangkat Lingkungan

Indonesia merupakan Negara yang subur, dan merupakan negara agraris yang besar. Untuk itu, bahan baku untuk membuat jelly suplemen mudah untuk dicari.

Mengenai masalah limbah, jelly suplemen ini tidak akan menimbulkan masalah yang besar, karena diproduksi dalam bentuk cup-cup plastik, sehingga akan mudah untuk dibuang ditempat sampah, dan tidak akan menimbulkan limbah yang merugikan masyarakat, karena kemasannya dapat didaur ulang menjadi bijih plastik.

d. Perangkat Hukum

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 69 tahun 1999 tentang label dan iklan pangan, zat pewarna makanan diatur dalam pasal 22 yang berbunyi :

1. Untuk pangan yang mengandung Bahan Tambahan Pangan, pada Label wajib dicantumkan golongan Bahan Tambahan Pangan.

2. Dalam hal Bahan Tambahan Pangan yang digunakan memiliki nama Bahan Tambahan Pangan dan atau kode internasional, pada Label dapat dicantumkan nama Bahan Tambahan dan kode internasional dimaksud, kecuali Bahan Tambahan Pangan berupa pewarna.

3. Dalam hal Bahan Tambahan Pangan berupa pewarna, selain pencantuman golongan dan nama Bahan Tambahan Pangan, pada Label wajib dicantumkan indeks pewarna yang bersangkutan.

Menurut undang-undang yang ada di Indonesia, apabila ada suatu produk baru yang akan dimunculkan dipasaran harus terlebih dahulu didaftarkan di departemen kesehatan, untuk layak atau tidaknya produk tersebut untuk dipasarkan.

Suatu produk akan dinyatakan boleh untuk dipasarkan setelah lulus dari peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Indonesia. Dasar peraturan

(12)

tentang Bahan Tambahan Pangan tercantum dalam PERMENKES NOMOR 722/MENKES/PER/IX/88 tentang Bahan Tambahan Pangan, yang berisi bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan ingredien khas makanan, mempunyai atau tidak mempunyai nilai gizi, yang dengan sengaja ditambahkan ke dalam makanan untuk maksud teknologi termasuk organoleptik pada pembuatan, pengolahan, penyiapan atau penyangkutan makanan untuk menghasilkan atau diharapkan menghasilkan langsung atau tidak langsung suatu komponen atau mempengaruhi sifat makanan tersebut.

Jenis Bahan Tambahan Pangan yang digunakan untuk produk jelly adalah pemanis buatan, pengawet, pewarna, pemanis, penyedap rasa, dan aroma.

BPOM memiliki tujuh peraturan pengujian makanan, antara lain :

1. Bidang pengujian produk terapetik, narkotika, obat trad, kosmetik, dan produk-produk komplemen.

2. Bidang pengujian pangan dan bahan berbahaya.

3. Bidang pengujian mikro biologi.

4. Bidang pemeriksaan dan penyelidikan.

5. Bidang sertifikasi dan informasi konsumen.

6. Sub bagian tata usaha.

7. Kelompok Jabatan Fungsional

Suatu produk boleh dipasarkan apabila sudah lulus uji setelah melalui tujuh peraturan pengujian makanan diatas.

e. Perangkat Budaya

Dari hasil survey yang dilakukan oleh anak kos (usia diatas 20 tahun) dapat diketahui bahwa budaya anak-anak kos lebih menyukai kopi dikarenakan memang suka dengan rasanya, beberapa menginginkan cangkir hadiah pembelian produk kopi tersebut atau pun

(13)

karena kebutuhan doping caffeine untuk menyelesaikan pekerjaannya (www.kompas.com).

Dari survey tersebut dapat dipersepsikan bahwa kopi umumnya dikonsumsi oleh orang-orang kos. Oleh sebab itu persepsi tersebut akan diubah dengan diadakan perubahan inovasi terhadap kopi yang diubah menjadi minuman tube. Karena kopi baik untuk dikonsumsi oleh anak-anak kos yang lebih menyukai kepraktisan.

3.2. Deskripsi Produk Baru

Dari data potensi persaingan produk jelly yang ada, dapat diketahui bahwa hanya produk OKKY JELLY yang melakukan pengembangan produk. OKKY JELLY melakukan pengembangan produk dari bentuk jelly padat dan kemasan SEALER-CUP, menjadi jelly serut yang dapat disedot, dan dikemas seperti kemasan air minum mineral (gelas plastik).

Sedangkan produk yang lain seperti TROPICOOL, VITTA JELLY, INACO, WONG COCO, YOGJELL, NUTRIJELL, tidak melakukan pengembangan produk sejak terakhir kali mereka menambahkan nata de coco sebagai kompisisi tambahannya atau bisa disebut stagnan.

Referensi

Dokumen terkait

Pergerakan Rata-rata Harga Saham ITMG .... Indikator CSR Berdasarkan GRI versi 3.1

Pada penelitian ini, proses klasifikasi hutan mangrove dilakukan dengan menggunakan metode klasifikasi yang menghasilkan nilai akurasi terbesar pada proses analisis

Sebelum memasukkan perintah transparent proxy pada squid, maka kita harus melakukan perintah iptable agar dapat meredirect port yang ada pada komputer client.. Maksudnya jika

Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berasal dari Penggunaan Kawasan Hutan untuk Kepentingan Pembangunan di Luar Kegiatan Kehutanan Yang Berlaku Pada Departemen Kehutanan,

Setelah melihat alat-alat dari pesawat sederhana, siswa dapat mengidentifikasi kegiatan yang menggunakan prinsip kerja pesawat sederhana yaitu pengungkit dan bidang miring.. Dengan

Pilihan untuk stand-alone atau jaringan (multiuser) tergantung pada ditentukan oleh kebutuhan pemakai perangkat keras yang tersedia, sistem operasi, yang digunakan

Penggunaan kondisi udara vakum (dibawah tekanan 1 atm) bertujuan untuk menurunkan titik didih dari uap air, sehingga proses pengeringan dapat dilakukan pada suhu

Apabila dilihat dari hasil khi- kuadratnya, keenam faktor risiko tersebut juga memang menunjukkan hasil bahwa belum ada cukup bukti yang signifikan untuk menunjuk- kan