BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di tengah perkembangan era digital saat ini, perkembangan teknologi pun semakin pesat sehingga membawa banyak perubahan terhadap banyak aspek kehidupan, salah satunya dalam aspek informasi dan perkembangan media. Media konvensional seperti surat kabar, majalah, radio, dan televisi telah beralih sebagai media digital yang juga disebut sebagai media baru. Media baru atau new media merupakan media berbasis internet yang mengandalkan komputer dan telepon genggam. McQuail mendefinisikan media baru sebagai perangkat teknologi komunikasi yang telah mengalami digitalisasi dan memiliki ketersediaan yang luas sebagai alat komunikasi untuk penggunaan pribadi (McQuail, 2011).
Perkembangan arus informasi dalam ranah digital mendorong terbentuknya jurnalistik online. Dalam buku Jurnalistik Online: Panduan Mengelola Media Online, Romli menjelaskan jurnalistik sebagai proses peliputan, penulisan, serta penyebaran informasi aktual yang dipublikasikan melalui media massa.
Sementara itu, jurnalistik online merupakan proses pemberitaan yang tenggat waktunya tidak seperti di media massa. Pada jurnalistik online, tenggat waktu dapat fleksibel dan bahkan bisa mendekati detik-detik terakhir sebelum waktu publikasi. Selain itu, jurnalistik online juga memiliki unsur multimedia dalam liputannya dan memungkinkan terjadinya interaksi antara jurnalis dengan audiens (Romli, 2012).
Perkembangan jurnalistik dalam era digital telah mendorong perubahan dalam segi platform penyebaran berita. Jika sebelumnya berita teks disampaikan melalui koran, saat ini berita teks lebih marak disampaikan melalui website, yang disebut sebagai media daring. Hal yang sama juga terjadi pada Media TV, di mana tayangan berita yang sebelumnya disampaikan melalui TV analog telah berkonvensi menjadi TV digital dengan mengandalkan platform YouTube, media sosial Instagram, website, dan bentuk tayangan digital lainnya. Sederhananya, TV
digital merupakan perangkat atau platform yang mampu menangkap sinyal siaran dalam bentuk bit data informasi, yang ditampilkan dalam platform streaming seperti YouTube dan memerlukan jaringan internet saat mengaksesnya.
Kominfo menjelaskan bahwa ada lima manfaat dari televisi digital. Manfaat pertama adalah menurut Ahmad M Ramli selaku Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PP1), yang menyatakan bahwa kualitas gambar TV digital lebih jernih dari TV analog. Selanjutnya, Direktur Penyiaran Direktorat PPI Geryantika Kurnia menjelaskan bahwa manfaat kedua adalah TV digital memiliki efisiensi dalam penggunaan pita frekuensi di indonesia sehingga sisa frekuensi tersebut bisa dimanfaatkan untuk pengembangan telekomunikasi seluler 5G. Selanjutnya, manfaat ketiga menurut Agung Suprio Ketua Komisi Penyiaran Indonesia adalah keberagaman konten dari stasiun televisi lokal sehingga dapat memperkuat ideologi bangsa. Manfaat keempat menurut Meutya Hafid selaku Ketua Komisi I DPR adalah TV digital dapat mendorong keberagaman konten dan memiliki peluang besar bagi masyarakat untuk turut berpartisipasi. Lalu, manfaat yang terakhir menurut Menkominfo Johnny Gerard Plate adalah TV digital mampu membuat persaingan atau kompetisi yang adil bagi Lembaga Penyiaran televisi Swasta (LPS), artinya pendatang baru pun memiliki peluang yang cenderung lebih adil dalam persaingan (Kominfo, 2021).
Oleh karena itu, pada kesempatan magang kali ini, penulis mendapatkan kesempatan untuk magang di Narasi yang merupakan media TV digital berbasis daring dengan memanfaatkan media sosial YouTube dan Instagram sebagai platform penyebaran konten. Narasi telah terdaftar di dewan pers sehingga konten yang mereka produksi pun terpercaya.
Narasi merupakan media startup televisi digital yang didirikan pada 2018.
Ide awal didirikannya Narasi terbentuk setelah Najwa membuat kanal YouTube sendiri bernama Najwa Shihab, di mana kanal tersebut memperoleh 250 ribu subscriber dan mendapatkan silver button hanya dalam waktu 4 bulan. Melihat tingginya peluang distribusi informasi melalui platform digital, akhirnya Narasi pun didirikan (Bachdar, 2018).
Melansir dari Telum Media, Narasi dibentuk oleh Najwa Shihab, Catharina Davy, dan Dahlia Citra. Narasi ingin membuat perbedaan dari media yang sudah
ada, umumnya media televisi mengutamakan rating dan media daring berfokus pada kecepatan penyebaran informasi. Namun, yang membedakan Narasi dengan media lainnya adalah mereka menerapkan prinsip tiga C, yaitu content (konten), collaboration (kolaborasi), dan community (komunitas). (Telum Media, 2019).
Narasi merupakan media digital yang menghadirkan konten informasi yang dikemas secara kreatif, khususnya bagi para anak muda. Narasi juga hadir sebagai ruang berpendapat dan bertukar pikiran bagi anak bangsa. Oleh karena itu, Narasi berdasar pada idealisme dan kritis.
Konten digital yang dipublikasikan oleh Narasi diunggah di YouTube dan laman www.narasi.tv. Di YouTube sendiri, Narasi memiliki channel Narasi (sekitar 321,000 subscribers) channel Narasi Newsroom (sekitar 559,000 subscribers), dan channel Najwa Shihab (sekitar 7,89 juta subscribers).
Jika dilihat pada laman narasi.tv, saat ini narasi memiliki total sebanyak 27 program, yaitu Narasi, Narrative, Mata Mata, Narasi Pagi, Duo Budjang, Maunya Maudy, Buka Mata, Tompi & Glenn, Surat untuk Najwa, Buka Data, Understanding Today in 10 Minutes, Mata Najwa, Shihab & Shihab, Narasi Newsroom, Tech Its Easy, Teppy O Meter, Sarah Secharian, Special Project, Catatan Najwa, Kejar Tayang, Narasi People, Kamar Ganti Pandit, Narasi Event, Garing Girang, Buka Buku, Konser Musik #dirumahaja, dan Enaknya Diobrolin.
Gambar 1.1 Program-Program Narasi Sumber: narasi.tv
Program-program Narasi diunggah di YouTube channel Narasi. Lalu, konten-konten dari newsroom diunggah di channel Narasi Newsroom. Ada pula channel Najwa Shihab yang berisi video-video dari program Najwa Shihab, yaitu Catatan Najwa, Mata Najwa, Shihab & Shihab, dan Surat untuk Najwa.
Setiap program Najwa Shihab memiliki tujuan dan pembahasannya sendiri.
Catatan Najwa membahas tentang isu yang sedang marak terjadi dan terkadang dikemas secara monolog. Lalu, program Mata Najwa membahas tentang isu-isu politik, hukum, dan sosial yang ada di masyarakat, di mana program ini ditayangkan secara live di Trans7, lalu diunggah di YouTube. Selanjutnya, Surat untuk Najwa merupakan program yang mengangkat aduan, curhatan, atau gagasan apapun dari surat yang dikirimkan oleh masyarakat. Surat tersebut bisa berupa surel, direct message Instagram, dan lainnya. Yang terakhir, program Shihab &
Shihab merupakan konten religi yang dibawakan oleh Najwa Shihab dan ayahnya, Abi Quraish.
Melihat maraknya perkembangan digital dalam media dan perkembangan televisi digital yang mulai merebak di Indonesia, maka penulis pun tertarik untuk menjalani magang di Narasi sebagai creative content pada program Najwa Shihab di Narasi, yaitu meliputi program Catatan Najwa, Mata Najwa, Shihab &
Shihab, dan Surat untuk Najwa. Sebagai creative content, penulis bertugas membuat brief dan caption untuk program Najwa Shihab di Instagram atau YouTube, riset konten, transkrip, dan membuat storyboard.
Pada laporan kerja magang ini, penulis akan membahas tentang bagaimana peran penulis sebagai creative content di program Najwa Shihab. Dalam kesempatan magang ini, penulis mengimplementasikan semua ilmu yang telah dipelajari selama masa perkuliahan dan juga mengembangkan kemampuan secara langsung melalui praktik kerja magang sebagai creative content di Narasi.
1.2 Tujuan Kerja Magang
Sebagai bagian dari kelulusan untuk pemenuhan pembelajaran mahasiswa, kerja magang bermaksud untuk mempersiapkan mahasiswa agar dapat beradaptasi dan mendapatkan pengalaman dalam dunia kerja. Selain itu, beberapa tujuan lainnya yang penuls ingin capai dalam kerja magang adalah sebagai berikut.
1. Mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah didapatkan selama perkuliahan pada kerja magang pada industri media digital.
2. Mempelajari secara langsung peran creative content pada media digital.
3. Memahami langsung proses kerja creative content pada media digital.
4. Menambah pengetahuan dan pengalaman baru pada industri media melalui program kerja magang.
1.3 Waktu dan Prosedur Kerja Magang 1.3.1 Waktu Pelaksanaan kerja Magang
Pada pelaksanaan kerja magang ini, penulis melaksanakan praktik kerja magang terhitung secara administratif oleh kampus pada 16 Agustus 2021 hingga 30 November 2021. Kerja magang dilakukan secara Work From Home (WFH) untuk mengikuti himbauan pemerintah dalam pencegahan penyebaran pandemi Covid-19. Namun, untuk beberapa praktik kerja tertentu, penulis kerja secara Work From Office (WFO).
Hari kerja yang ditetapkan Narasi adalah Senin sampai Jumat, dengan jam kerja mulai dari jam 10.00 WIB hingga 19.00 WIB. Meski demikian, kinerja magang cenderung fleksibel dan tidak selalu terpatok pada jam kerja karena adanya WFH.
1.3.2 Prosedur Pelaksanaan Kerja Magang
Sebelum memulai praktik kerja magang, penulis membekali diri terlebih dahulu melalui bimbingan magang dari kampus terkait hal apa saja yang harus dipersiapkan untuk pengajuan magang. Berikut rinciannya sebagai berikut.
1. Pada 23 Juni sampai 30 Juni 2021, penulis membuat curriculum vitae (CV) dan portofolio.
2. Mendaftarkan diri untuk mengikuti program kerja magang Narasi pada 1 Juli 2021 sebagai creative content, dengan mengirimkan CV dan portofolio kepada Human Resource Development (HRD) Narasii.
3. Sesaat setelah pengajuan, penulis dikabari oleh HRD Narasi untuk melakukan wawancara pada hari itu juga (1 Juli 2021).
Pada proses wawancara, penulis ditanyai dan digali mengenai pengalaman selama kuliah, job desk yang diminati dan dikuasai, serta tentang portofolio yang dilampirkan.
4. Pada 2 Juli 2021, HRD Narasi mengumumkan penerimaan magang dengan posisi creative content dan memberikan form pernyataan program praktik kerja magang, di mana di dalamnya tertulis bahwa proses kerja magang dimulai dari tanggal 5 Juli sampai 30 November 2021. Penulis mengisi menandatangani form tersebut dan mengirimkannya pada hari yang itu juga.
5. Pada 10 Agustus 2021, penulis mengisi form KM-01 dari kampus.
6. Pada 12 Agustus 2021, kampus memberikan Surat Pengantar Magang dan HRD Narasi menukarnya dengan surat elektronik Penerimaan Program Praktik Magang. Lalu, penulis mengunggah surat penerimaan tersebut pada laman my.umn.ac.id, yang kemudian diberikan akses untuk lembar KM-03 hingga KM-07.