1
A. Latar Belakang Masalah
Bahasa Arab adalah bahasa. agama Islam dan bahasa Al-Qur’an, seseorang tidak akan dapat memahami Al-Qur’an dan sunnah.dengan pemahaman yang benar dan selamat (dari penyelewengan) kecuali dengan bahasa Arab, bahasaa.Arab berbeda dengan bahasa-bahasa lain yang menjadi alat komunikasi di kalangan umat manusia. Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. Proses belajar terjadi.berkat siswa memperoleh sesuatu yang ada dalam lingkungan sekitar.
1Pada,saat,orang belajar, maka responnya,menjadi.lebih baik. Sebaliknya, ,bila ia tidak belajar,maka responnya,menurun.
Kegiatan belajar mengajar merupakan kegiatan mencari ilmu dan mengajarkannya. Hal ini sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia.
Khusus umat islam menuntut ilmu agama adalah wajib baginya. Rasulullah berpesan,kepada umatnya,barang, siapa yang,ingin bahagia,dunia harus pakai,ilmu, barang siapa,yang ingin, bahagia akhirat,harus pakai ilmu,dan barang siapa,yang ingin,bahagia keduanya,harus pakai ilmu,juga. Rasulullah juga berpesan barang siapa yang berpegang teguh kepada Al-qur’an dan As- sunnah maka mereka akata tidak tersesat selama-lamannya.
1. Hasibuan & Moedjiono, Proses Belajar Mengajar, (PT.Remaja Rosdakarya, Bandung:
2008), 58.
Umat Islam,wajib hukumnya,untuk belajar,dan mengajarkan,Islam kepada,orang lain. ,Islam diturunkan,di bangsa Arab ,untuk umat,manusia di,dunia, dan karena,diturunkan di Arab,maka bahasa,yang mudah,untuk dipahami,bangsa Arab adalah,bahasa Arab. ,Bahasa.Arab,tidak hanya,mudah untuk,orang Arab.sajah,akan tetapi,untuk umat manusia,di dunia,ini. , Sebagaimana firman,Allah dalam surat,Yusuf ayat,2 yang,berbunyi:
ِقْعَت ْمُك� لَعَل ا� يِبَرَع اًنآْرُق ُهاَنْلَزْنَأ ا� نِإ َنوُل
Sesungguhnya,Kami menurunkannya berupa,Al-Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. ,
Firman Allah diatas menjelaskan bahwa Allah menurunkan Al- Qur’an dengan bahasa Arab adalah agar mudah untuk dipahami. Sumber hukum Islam adalah bahasa Arab maka untuk membantu kita untuk memahaminya adalah dengan belajar bahasa Arab.
Pendidikan yang diselenggarakan pemerintah melalui Departemen pendidikan Agama memfasilitasi siswa dengan mata pelajaran bahasa Arab.
Mata pelajaran bahasa Arab merupakan suatu pelajaran yang diarahkan untuk mendorong, membimbing, mengembangkan dan membina kemampuan serta menumbuhkan sikap positif terhadap bahasa Arab, baik reseptif maupun produktif.
2Kemampuan relatif yaitu kemampuan untuk memahami pembicaraan orang lain dan memahami bacaan. Kemampuan produktif yaitu
2. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional menciptakan kreatif dan menyenagkan, (Bandung:
2011), iv.
kemampuan menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi baik lisan maupun secara tertulis.
Kemampuan berbahasa Arab serta sikap positif terhadap bahasa Arab tersebut sangat penting dalam membantu memahami sumber ajaran Islam yaitu Al-Qur’an dan Hadits, serta kitab-kitab berbahasa Arab yang berkenaan dengan Islam bagi peserta didik. Mata pelajaran bahasa Arab memiliki tujuan sebagai berikut:
1. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi.dalam bahasa Arab, baik lisan maupun tulis, yang mencakup.empat kecakapan berbahasa, yakni menyimak (istima’), berbicara (kalam), membaca (qira’ah), dan menulis (kitabah).
2. Menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya bahasa Arab sebagai salah satu bahasa asing untuk menjadi alat utama belajar, khususnya dalam mengkaji sumber-sumber ajaran Islam.
3. Mengembangkan pemahaman tentang saling keterkaitan antara bahasa dan budaya serta memperluas cakrawala budaya. Dengan demikian, peserta didik diharapkan memiliki wawasan lintas budaya dan melibatkan diri dalam keberagaman budaya.
Sudah bertahun-tahun kita mengeluhkan pembelajaran bahasa Arab
menyangkut keberhasilannya yang masih jauh dari harapan. Paling tidak ada
dua problem yang sedang dan akan terus kita hadapi yaitu: Problem
kebahasaan yang sering disebut problem linguistik dan problem non
kebahasaan atau problem non linguistik. Pengetahuan guru tentang kedua
problem itu penting agar guru dapat meminimalisasi problem tersebut dan dapat mencari solusi yang tepat untuk mengatasinya. Sehingga apa yang diharapkan dari pembelajaran bahasa Arab dalam batas-batas minimal dapat tercapai dengan baik.
Seperti misalnya orang tua memasukkan anaknya di madrasah- madrasah diniyah ketika anak masih berusia enam atau tujuh tahun. Karena pendidikan anak saat usia dini ini, merupakan masa terpenting dan mendasar dalam kehidupan..Tidak hanya itu, fase kanak-kanak adalah fase pelatihan untuk melaksanakan peran yang dituntut dari setiap makhluk hidup di masa depannya. SMP Muhammadiyah 06 Dau Malang merupakan lembaga pendidikan formal tingkat menengah.berbasis islam yang terletak di kabupaten Malang Jawa Timur. SMP ini merupakan satu-satunya sekolah umum di kabupaten Malang yang materi.pembelajarannya setara dengan MTs.
Selain mempelajari ilmu pengetahuan umum, sekolah ini sangat menekankan terciptanya pembelajaran ilmu.agama dengan baik termasuk pembelajaran bahasa Arab itu sendiri. Sekolah ini juga menekankan kepada setiap siswa untuk mempelajari.bahasa Arab dengan baik, sehingga mereka memiliki kelebihan yang tidak dimiliki siswa-siswi di SMP umum lainnya.
Sebagian besar siswa yang mengenyam pendidikan di sekolah ini
rata-rata adalah lulusan dari sekolah dasar yang belum mengenal pelajaran
bahasa Arab. Sehingga bahasa Arab dianggap sebagai mata pelajaran asing
dan baru, hanya beberapa dari mereka yang menganggap bahasa Arab
sebagai pelajaran yang mudah dipahami dan menyenangkan, disebabkan mereka pernah mempelajari bahasa Arab ketika duduk di madrasah Ibtidaiyah.
Dalam proses pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab, tentunya tidak selalu berjalan dengan lancar dan baik, ada saja masalah yang dihadapi siswa maupun guru baik dari segi minat.maupun tindakan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran bahasa Arab, ketersediaan tenaga pengajar, ketersediaan sarana dan prasarana pendukung, waktu jam mata pelajaran.
Latar belakang pendidikan siswa di SMP ini, sebagian besarnya berasal dari sekolah yang berbeda sehingga siswa SMP ini masih mengalami kendala dalam pembelajaraan bahasa Arab diantarannya, masih banyak siswa yang belum bisa baca tulis Arab dengan baik dan penguasaan kosakata yang minim dikarenakan salah satu faktornya minimnya motivasi yang aktif dari guru kepada siswa khususnya di kelas IX C SMP Muhammadiya 06 Dau Malang. Masalah-masalah.yang terjadi dan timbul dalam implementasi pembelajaran bahasa Arab ini, perlu diteliti dan dicari solusinya. Oleh karena itu, sebagai seorang pendidik.atau pengajar diharuskan memiliki cara atau metode khusus dalam menciptakan pembelajaran bahasa Arab yang baik dan menarik.
Berangkat dari realitas tersebut serta hasil observasi awal yang
peneliti lakukan, maka peneliti sangat.tertarik mengambil sebuah tema
penelitian ini dengan judul Upaya Guru Dalam.Memotivasi Siswa Belajar
Bahasa Arab Di Kelas IX C SMP , Muhammadiyah , 06 Dau , Malang. ,
B. Rumusan , Masalah ,
Berangkat,dari,latar,belakang,masalah,diatas,maka,peneliti,akan menyajikan,dengan,beberapa,rumusan,masalah,sebagai berikut:,
1. Bagaimana upaya.,guru ,dalam,meningkatkan memotivasi belajar bahasa Arab siswa.di kelas IX C SMP Muhammadiyah 06 Dau Malang tahun ajaran 2018/2019.
2. Apa permasalahan yang dihadapi,guru,dalam,meningkatkan,motivasi belajar,bahasa,Arab,siswa ,di,kelas,IX C SMP Muhammadiyah 06 Dau Malang tahun ajaran 2018/2019.
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah.yang telah dikemukakan diatas, maka tujuan yang ingin dicapai.dalam penelitian di atas :
1. Untuk mendiskripsikan upaya guru dalam.meningkatkan memotivasi belajar siswa di kelas IX C SMP Muhammadiyah 06 Dau Malang tahun ajaran 2018/2019.
2. Untuk mengetahui.permasalahan,guru,bahasa,Arab dalam,meningkatkan motivasi,belajar,bahasa Arab,siswa di,kelas IX C SMP Muhammadiyah 06 Dau Malang tahun ajaran 2018/2019.
D. Manfaat,Penelitian,
Kegunaan,atau manfaat,dalam,penelitian ini,adalah:
a. Secara Teoritis
Penelitian ini adalah untuk mengembangkan kepenulisan serta
memberikan sumbangan ilmiah bagi pembaca untuk menambah
pengetahuan dan dapat menjadi acuan.terutama di dunia pendidikan, khususnya di jurusan pendidikan bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang.,,,
b. Secara Praktis
1) Bagi Peneliti Yang Lain
Memberikan sumbangan pemikirandalam penelitian lapangan ini, guna menambah wawasan yang luas khususnya dalam upaya guru meningkatkan motivasi siswa belajar bahasa Arab.
2) Bagi lembaga pendidikan SMP Muhammadiyah 06 Dau Malang.
Peneliti ini sangat penting dalam pengembangan sebuah lembaga pendidikan agar dapat memberikan motivasi evaluasi dan kontribusi bagu guru bahasa Arab dalam meningkatkan motivasi kepada siswa di SMP Muhammadiya 06 Dau Malang,
3) Bagi Guru:
Memperluas wawasan bagi guru bahasa Arab tentang upaya dalam memotivasi siswa belajar bahasa Arab di kelas, sehingga nantinya siswa termotivasi, dan.pembelajaran bahasa Arab lebih aktif dan menyenangkan bagi siswa.
E. Batasan,Istilah ,
Adapun,batasan,istilah,dalam judul,ini untuk,menghindari,interpretasi konsepsi yang ,keliru,dalam memahami.isi,skripsi ini,,maka,penulis perlu untuk,memberikan batasan,istilah atau penjelasan,istilah dalam,judul ini.
Diantaranya adalah: ,
a. Motivasi
Motivasi adalah merupakan perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai oleh dorongan.afektif dan reaksi-reaksi untuk mencapai tujuan sebagai contoh pelajar, tekun menghadapi tugas, ulet menghadapi kesulitan, lebih senag bekerja mendiri, dan dapat mempertahan pendapa atau bertanggung jawab sepenuhnya.
Motivasi adalah konsep yang menguraikan kekuatan-kekuatan yang ada dalam diri individu untuk. memulai dan mengarahkan perilaku.
3Menurut Oemar Hamalik: Motivasi,adalah,suatu perubahan,energi di dalam pribadi,seseorang,yang ditandai,dengan,timbulnya.,afektif (perasaan) dan reaksi untuk mencapai tujuan, perubahan energi dalam diri seseorang itu berbentuk suatu aktifitas. nyata berupa kegiatan fisik. Karena seseorang mempunyai tujuan tertentu dari aktifitasnya, maka seseorang mempunyai motivasi yang kuat untuk mencapainya dengan segala upaya yang dapat dia lakukan untuk mencapainya.
Motivasi berpangkal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya pergerakan yang ada dalam diri seseorang untuk melakukan aktifitas - aktifitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern kesiap-siagaan
4. Motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri.seseorang, sadar atau tidak sadar untuk
3. Pupuh Fathurrohman & As Suryana, Guru Profesional, (Bandung Refika Adiutama:2012), 52
4. Sardiman A. M, Interaksi . 71.
melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Setiap respons merupakan suatu langkah ke arah mencapai tujuan.
5Pengertian motivasi menurut Ngalim Purwanto adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu. Adapun dikemukakan oleh Mc.Donald ini mengandung tiga elemen atau ciri pokok dalam motivasi, yakni motivasi itu mengawaliny. terjadinya perubahan energi, ditandai dengan adanya feeling dan dirangsang karena adanya tujuan. Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.
6b. Belajar
Belajar adalah dapat melakukan sesuatu yang dilakukan sebelum ia belajar atau bila kelakuannya.berubah sehingga lain caranya menghadapi sesuatu situasi daripada sebelum itu.
Perubahan,tidak,hanya,mengenai,sejumlah,pengetahuan,melainkan juga dalam,bentuk,kecakapan,,kebiasaan, sikap,,pengertian,,penghargaan, minat,,penyesuaian diri,dan mengenai,segala,,aspek organisme atau pribadi,seseorang.,
Definisi belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubaha.n tingkah laku yang baru keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan
5. Departemen Pendidikan
.
dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta:1988), 860.6. Ngalim Purwanto, Psikolog., 60.
lingkungan. Kesimpulan yang bisa diambil dari kedua pengertian di atas, bahwa pada prinsipnya, belajar adalah perubahan dari diri seseorang.
Menurut Dimyati dalam buku belajar dan pembelajaran adalah hasil dari belajar berupa kapabilitas setelah belajar orang memiliki keterampilan, menjadi lebih baik, berpengetahuan yang luas, adanya perubahan kepribadiannya menjadi lebih baik.”
Dari penjelasan di atas menunjukkan bahwa belajar dapat merubah tingkah laku seseorang, perubahan itu terjadi disebabkan oleh pengalaman dan latihan-latihan yang dilakukan oleh belajar tersebut.
Berangkat dari definisi-definisi diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa belajar adalah sesuatu kegiatan yang bertujuan untuk mengubah tingkah laku individu melalui pengalaman.atau pengumpulan sejumlah informasi atau pengetahuan, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
F. Sistematika Penulisan
Supaya dalam,penulisan,proposal,skripsi ini lebih,sistematis, maka perlu peneliti sajikan,sistematika,pembahasan sebagai,gambaran umum,laporan penelitian ini,,adapun sistematika,pembahasan,tersebut adalah,sebagai berikut:
BAB I : Berisi tentang pendahuluan yang mencakup latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batas istila dalam Judul, dan sistimatika penulisan.
BAB II: Berisi landasan teori, yang membahas tentang guru dalam proses
belajar mengajar, guru, proses belajar mengajar, unsur yang
mempengaruhi motivasi belajar bahasa Arab, indikator-indikator motivasi melajar, faktor yang mempengaruhi motivasi belajar, motivasi, teori tentang motivasi, jenis-jenis, motivasi, fungsi motivasi belajar dan upaya guru dalam memotivasi siswa belajar bahasa Arab BAB III : Pada bagian ini akan menguraikan metode penelitian, jenis
penelitian diskriptif kualitataif, tempat penelitian, informan penelitian, teknik pengambilan data, teknik analisis data, dan ujimkeabsahan data.
BAB IV : Merupakan,sejaran,berdirinya,di SMP Muhammadiyah 06 Dau Malang,,letak geografis, struktur organisasi, keadaan guru dan siswa serta fasilitas pendidikannya, serta upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar bahasa Arab siswa di kelas IX SMP Muhammadiyah 06 Dau Malang.
BAB V:Merupakan penutup yang terdiri dari kesimpulan yang diperoleh berdasarkan konsep-konsep teoritis yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti.
G. Tinjauan Pustaka
1. Penelitian Terdahulu
Berdasarkan penelusuran peneliti tentang pembahasan upaya guru
dalam memotivasi siswa.belajar bahasa arab, ditemukan beberapa
penelitian yang mempuyai kesamaan dalam tema, baik dalam bentuk
skripsi, jurnal, dan penelitian lainya, sebagai berikut:
a. Rimbawati, D.
Penelitian yang berjudul “Upaya,Guru,Bahasa,Arab,Dalam Memotivasi,Belajar,Siswa,di SMA,Islam Al-fatah Jambi”. Pelaksanaan motivasi pembelajaran bahasa,arab di SMA islam al-falah kota jambi diawali dengan metode qiro’ah kemudian metode diskusi dan lebih sering menggunakan metode ceramah, dikarenakan ketika mengunakan metode ceramah.cukup ekonomis dan mudah dipahami oleh siswa dan mudah dilakukan. Upaya guru untuk memotivasi siswa dalam pembelajaran bahasa arab di SMA islam al-falah Kota jambi yaitu menyediakan sumber belajar, menggunakan metode mengajar yang bervariatif, memberikan hukuman secara tepat, memberikan latihan dan angka, menggunakan metode dan media belajar yang bervariasi, meningkatkan minat belajar siswa, mengadakan persaingan sehat, memberikan pujian dan membantu mengatasi kesulitan belajar siswa yang belum paham. Pada rata-rata siklus Ipre-test yang mencapai 61,67 dan pos-test mengalami peningkatan yaitu 74,44 dan meningkat lagi dalam nilai rata-rata.pre-test yang mencapai 84,44. Sedangkan presentase keberhasilan pada siklus I mencapai 83,33%
yang dapat ditayakan dengan kreteria baik. Sedangkan pada siklus II
presentase keberhasilan siswa sebesar 94,74% yang dapat dinyatakan
dengan kriteria sangat baik. Dengan demikian adanya. penerapan motivasi
yang baik pada siswa maka prestasi belajar siswa meningkat.
b. Putri, W.N.
Penelitian yang berjudul “Pengaru Media Pembelajaran Terhadap Motivasi Belajar Bahasa Arab Siswa Madrasa Tsanawiyah Lisania”. Hasil penelitian ini menginformasikan terdapat pengaruh yang signifikan antara media pembelajaran terhadap motivasi. siswa belajar bahasa arab.
Aktivitas belajar siswa merupakan penilaian yang bertujuan untuk mengukur tingkat keaktifan belajar siswa dalam proses pembelajaran.
Pada siklus I persentase hasil observasi aktifitas. belajar siswa sebesar 65%, pada siklus II meningkat menjadi 14% dengan nilai persentasi sebesar 79%, dan pada siklus III semua aspek pengamatan aktivitas siswa suda efektif dengan nilai persentase sebesar 84%. Hal ini menunjukan bahwa keaktifan belajar siswa pada pelajaran bahasa arab dengan menggunakan motivasi belajar pada siswa meningkat. Sebaliknya jika dalam penggunaan motivasi minim, maka motivasinyapun akan rendah.
c. Syah, Wahyuningsih, dan Rachmahana, A.
Penelitian,yang,berjudul,“Meningkatkan,Motivasi,Belajar,Bahasa Arab,Pada Siswa,Sekolah,Menengah,Atas Melalui Pelatihan Goal Setting,”Terlihat,dari hasil,observasi,yang,dilakukan,selama,dua,siklus, dalam siklus I minat siswaa,mencapai 64,70%, dan dalam siklus II mencapai 75,28%, yang berarti meningkat sebesar 10,3%. Dan dari pengamatan selama 4 kali dilakukan observasi berturut-turut, pada siklus II mencapai 71,20% ini menandakan kualitasnya tinggi.
Berdasarkan,analisis,kualitatif didapatkan bahwa siswa mendapatkan
beberapa manfaat selama melakukan pelatihan,goal setting,seperti,memiliki,cita-cita,dan,tujuan,yang,jelas,untuk belajar bahasa,Arab, dan,membuat,langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan, mendapatkan masukan atau umpan balik dari orang lain, saling memberikan,dukungan dan semangat,kepada teman.,
H. Penelitian yang Relevan
Dalam penelitian ini, terdapat beberapa penelitian terdahulu, sehingga bisa menjadi tolak ukur dengann penelitian yang akan diteliti.
Berikut ini terdapat beberapa penelitian terdahulu yang dijelaskan pada tabel bawah ini:
NO Nama Judul Kesamaan Perbedaan
1. Rizkiya, A.,
Sa’dijah, C.S.D., dan Mustafida, F.
Penerapan Metode Diskusi Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Terpuji Di Kelas XMipa 1 MAN 1 Kota Malang : Jurnal Pendidikan Islam, 2019.
Motivasi Belajar
Penerapan metode diskusi untuk meningkatkan pada mata pelajaran akidah akhlak terpuji di kelas X Mipa 1 MAN 1 Kota Malang
2. Putri, W. N. Pengaruh Media Pembelajaran Terhadap Motivasi Belajar Bahasa Arab Siswa Madrasah Tsanawiyah. LISANIA: Journal of Arabic Education And Literature,
Motivasi Belajar
Pengaruh Media Pembelajaran, Arabic Education And Literature.
2017.
3. Hafid, M. Pengaruh Motivasi Dan Kompetensi Guru Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dan Madrasah Di Lingkungan Pondok Pesantren Syafi’iyah Sukorejo.
Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 2017.
Motivasi Kompetensi terhadap kinerja guru di sekolah, Madrasah dan lingkungan Pondok Pesantren
Syafi’iyah Sukorejo.
4. Sumayasa, I. N., Marhaeni.
Pengaruh Implementasi Pendekatan Saintifik Terhadap Motivasi Belajar Dan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas VI Di Sekolah Dasar Gugus VI Kecamatan Abang, Karangasem. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 2015.
Motivasi Belajar
Menggunakan pendekatan
Saintifikhasil belajar bahasa Indonesia pada siswa kelas VI di Sekolah dasar Gugus kecamatan Abang, Karangasem.
5. Ambini, R. Meningkatkan Motivasi Belajar IPS Melalui Pemberian Ice Breaker Pada Siswa Kelas V SDN Monggang. Basic Education, 2016.
Motivasi Belajar
Belajar IPS melalui pemberian Ice Breaker pada siswa kelas V SDN Monggang. Basic Education
6. Suprihatin, S. Upaya Guru Dalam
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa.
Jurnal Pendidikan Ekonomi UM
Motivasi Belajar
Pendidikan Ekonomi UM metro
Metro, 2015.
7. Suhadi, E., Mujahidin,E.
Pengembangan Motivasi Dan Kompetensi Guru Dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran Di Madrasah. Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 2014.
Motivasi Kompetensi guru dalam peningkatan mutu pembelajaran di Madrasah.
Ta'dibuna
8. Rimbawati, D. Upaya,Guru,Bahasa,Arab,Dalam Motivasi,Belajar,Siswa Di SMA Islam Al- Fatah Jambi, 2017.
Motivasi Belajar
Upaya,guru,bahasa Arab,di SMA Islam Al- Fatah Jambi.
9. Yuniastuti, E. Pening,Katan Keterampilan Proses, Motivasi, Dan Hasil Belajar Biologi Dengan Strategi Pembelajaran Inkuiri Pada Siswa Kelas VII SMP Kartika V-1 Balikpapan, 2013.
Motivasi Belajar Biologi dengan strategi pembelajaran Inkuiri pada siswa kelas VII SMP Kartika V-1 Balikpapan
10. Sjukur, S. B. Pengaruh Blended Learning Terhadap Motivasi Belajar Dan Hasil Belajar Siswa Di Tingkat SMK. Jurnal pendidikan Vokasi, 2012.
Motivasi Belajar
Pengaruh Blended Learning dan hasil belajar siswa di tingkat SMK.