BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum RSUD Bendan Kota Pekalongan
1. Sejarah Singkat RSUD Bendan Kota Pekalongan
Rumah Sakit Umum Daerah Bendan kota Pekalongan adalah Lembaga teknisi daerah yang didirikan berdasarkan Perda Kota Pekalongan No. 5 Tahun 2008. Gagasan untuk membangun rumah sakit sebenernya sudah dimulai pada tahun 2002. Pada waktu itu masih dalam bentuk studi kelayakan apakah kota Pekalongan layak untuk dibangun Rumah Sakit Umum Daerah. Beberapa catatan yang menjadi rekomendasi dari hasil studi tersebut adalah meskipun di Kota Pekalongan banyak berdiri rumah sakit swasta, Kota Pekalongan masih layak untuk didirikan Rumah sakit Umum Daerah dengan beberapa ketentuan antaralain luas tanah 1 Ha, terletak dijalur pantura dan memiliki keunggulan pelayanan.
Misi yang diemban oleh Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan periode 2005-2010 dalam rangka meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat kota Pekalongan. Rencana pembangunan RSUD dimulai dengan kegiatan penyusunan Design Engineering Detail pada tahun 2006. Pada awalnya perencanaan
ditujukan untuk peningkatan Puskesmas Bendan, namun pada akhirnya berkembang menjadi rumah sakit. Dalam menentukan lokasi mengalami beberapa pembahasan yang cukup panjang. Beberapa lokasi diusulkan
40
antara lain SMP 13, bekas Terminal, Puskesmas Bendan dan akhirnya di BLK dengan menempati tanah yang masih kosong dan lokasi ini dianggap cukup strategis. Atas dasar keputusan Dewan Perwakilan Rakyat kota Pekalongan Nomor 08/DPRD/IV/2007 tentang persetujuan surat Walikota Pekalongan Nomor 050/0198 tanggal 17 Januari 2007 perihal Rencana Anggaran Biaya kegiatan pembangunan RSUD kota Pekalongan untuk merealisasikan lebih lanjut dan pembangunan nya disepakati bersama bahwa akan dilaksanakan secara 3 tahun dimulai pada tahun 2007, 2008 dan 2009.
Pembangunan gedung sesuai kontrak kerja ditargetkan selama 18 bulan dan berakhir pada 5 Maret 2009. Perkembangan terakhir yang terjadi yaitu dengan adanya addendum pekerjaan sekaligus anggarannya, maka jangka waktu diperpanjang 26 hari hingga berakhir 31 Maret 2009.
RSUD Bendan diresmikan pada tanggal 21 Mei 2009 oleh Wakil Presiden RI Bapak Jusuf Kalla dan di dampingi oleh Direktur Jendral Pelayanan Medis Bapak Farid W. Husain.
2. Letak Geografis
Lokasi RSUD Bendan Kota Pekalongan luas keseluruhan ± 1,35 Ha terletak di Jalan Sriwijaya No. 2 Pekalongan yang termasuk dalam wilayah Kelurahan Bendan Kecamatan Pekalongan Barat dan berjarak 300 m dari Pemerintah Kota Pekalongan. Luas bangunan gedung utama dan penunjangnya adalah ± 12.000 m
2terdiri dari bangunan 4 lantai ditambah 1 lantai basement. Adapun rincian bangunan terdiri dari :
a. Lantai basement digunakan untuk Instalasi Dapur/Gizi, Instalsi
Laundry/CSSD, Radiologi, Laboratorium, Fisioterapi dan Perkantoran
b. Lantai 1 digunakan untuk Instalasi Rawat Jalan, Hemodialisa serta Instalasi Gawat Darurat.
c. Lantai 2 digunakan untuk Instalasi Bedah Sentral/Operasi, ICU, Persalinan dan Rawat Inap Kelas III.
d. Lantai 3 digunakan untuk Rawat Inap Kelas II, Kelas I, dan Kelas Utama.
e. Lantai 4 digunakan untuk Rawat Inap VIP dan Aula.
f. Bangunan penunjang antara lain : Pemulasaran Jenazah, Ruang Genset, IPAL, dan lain-lain
3. Visi dan Misi RSUD Bendan Kota Pekalongan a. Visi RSUD Bendan Kota Pekalongan
Visi RSUD Bendan Kota Pekalongan adalah Unggulan dalam Pelayanan.
b. Misi RSUD Bendan Kota Pekalongan
1) Memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau 2) Menjadi pusat rujukan pelayanan medis
3) Mengembangkan jejaring pendidikan
4) Mewujudkan kemandirian pengelolaan keuangan yang transparan dan bertanggung jawab.
c. Motto
Motto dari RSUD Bendan Kota Pekalongan adalah Kesembuhanmu Ibadahku.
4. Jenis Pelayanan Yang Ada di RSUD Bendan Kota Pekalongan
RSUD Bendan Kota Pekalongan merupakan Rumah Sakit tipe C
yang memiliki beberapa fasilitas pelayanan diantaranya:
a. Pelayanan Gawat Darurat 24 Jam
Pelayanan profesional 24 jam oleh dokter spesialis dan perawat yang handal. Selain itu ditunjang pula dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap, laboratorium, radiologi, ruang observasi, dan mobil ambulance
b. Pelayanan Rawat Jalan, meliputi:
1) Poli Umum 2) Poli Mata
3) Poli Penyakit Dalam 4) Poli Gigi
5) Poli Bedah Mulut 6) Poli Obsgyn 7) Poli Jiwa 8) Poli Saraf 9) Poli Bedah 10) Poli bedah syaraf 11) Poli Jantung 12) Poli kulit / kelamin
13) Poli Bedah Tulang / Ortopedi 14) Poli Anak
15) Poli THT
16) Poli Rehab Medik 17) VCT
18) Dot (tb)
19) CST
c. Instalasi Rawat Inap
Instalasi Rawat inap di laksanakan selama 24 jam. Kapasitas tempat tidur di RSUD Bendan sebanyak 193 tempat tidur yang terdiri dari : 1) Kelas VIP
2) Kelas I (Truntum) 3) Kelas II (sekar jagad)
4) Kelas III (Jlamprang dan sekar jagad khusus anak ) 5) ICU
6) Bangsal VK
7) Bangsal Ruang bayi
d. Pelayanan instalasi Bedah Sentral
Pelayanan insatalasi bedah sentral meliputi tindakan operasi baik umum maupun persalinan.
e. Instalasi Pelayanan Penunjang antara lain:
1) Instalasi Radiologi
2) Instalasi Laboratorium 24 Jam 3) Instalasi Farmasi 24 Jam 4) Instalasi Gizi
5) IPAL
6) Laundry / CSSD 7) Fisioterapi 8) Konsultasi Gizi
9) Instalasi Bank Darah RS 24 Jam
B. Gambaran Umum Unit Rekam Medis RSUD Bendan Kota Pekalongan 1. Struktur Organisasi Rekam Medis
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Rekam Medis
2. Visi dan Misi Unit Rekam Medis a. Visi
Tertib rekam medis demi terselenggaranya pelayanan rumah sakit yang bermutu
b. Misi
1) Meningkatkan pelayanan dokumen rekam medis secara lengkap dan memuaskan semua pihak
Direktur
Kabid Pelayanan
Medik
Kasi Pelayanan Medik
KA. Unit Rekam Medik
Pelaksana Pendaftaran
Pelaksana Assembing
Pelaksana Pelaporan
Pelaksana Mediko Legal Pelaksan
Filing
2) Memberikan pelayanan rekam medis secara efektif dan efesien dengan data yang akurat lengkap serta dapat dipertangung jawabkan
3) Memberikan informasi kesehatan secara komprehensif untuk mencapai pelayanan rumah sakit yang bermutu.
c. Motto
Motto pelayanan rekam medis RSUD Bendan Kota Pekalongan adalah Jelas, Lengkap, Tepat.
3. Tugas Pokok dan Fungsi Rekam Medis a. Kepala Unit Rekam Medis
Kepala Unit Rekam Medis berpendidikan formal minimal D-3 Rekam Medis dan memiliki tugas pokok sebagai berikut :
1) Bertanggung jawab terhadap proses penyelenggaraan pelayanan rekam medis di rumah sakit
2) Memberikan pengarahan kerja kepada staff bawahannya.
3) Merencanakan pengembangan sistem rekam medis sesuai standar 4) Menyusun rencana kebutuhan tugas staff di instalasi Rekam Medis.
b. Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan (TPPRJ)
Bagian Pendaftaran Pasien Rawat Jalan berpendidikan minimal SLTA dan telah mengikuti pelatihan tentang rekam medis, memiliki tugas Pokok antara lain :
1) Menerima pendaftaran pasien yang akan berobat di rawat jalan 2) Melakukan pencatatan pendaftaran ( registrasi )
3) Menyediakan folder dokumen rekam medis yang didalamnya sudah
terdapat formulir-formulir bagi pasien yang baru pertama kali
berobat ( pasien baru ) dan pasien yang akan datang pada kunjungan berikutnya ( pasien lama )
4) Mengarahkan pasien ke Unit Rawat Jalan ( URJ ) atau Poliklinik yang sesuai dengan keluhannya
5) Memberikan informasi pelayanan-pelayanan di rumah sakit bagi yang membutuhkan.
c. Tempat Pendaftaran Paisen Gawat Darurat (TPPGD)
Bagian Pendaftaran Pasien Gawat Darurat berpendidikan minimal SLTA dan telah mengikuti pelatihan tentang rekam medis, memiliki tugas pokok sebagai berikut:
1) Menerima pendaftaran pasien yang akan berobat di unit Gawat Darurat
2) Melakukan pencatatan pendaftaran ( registrasi )
3) Menyediakan folder dokumen rekam medis yang didalamnya sudah terdapat formulir-formulir bagi pasien yang baru pertama kali berobat ( pasien baru ) dan pasien yang akan datang pada kunjungan berikutnya ( pasien lama )
4) Mengarahkan keluarga pasien duduk di ruang tunggu untuk menunggu panggilan berikutnya guna di wawancara / di mintai keterangan perihal kondisi pasien sebelum di bawa ke unit gawat darurat.
5) Memberikan informasi pelayanan-pelayanan di rumah sakit bagi
yang membutuhkan.
d. Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Inap (TPPRI)
Bagian Pendaftaran Pasien Rawat Inap berpendidikan formal minimal SLTA dan telah mengikuti pelatihan tentang rekam medis, memiliki tugas pokok sebagai berikut :
1) Menerima pasien berdasarkan admission note yang di buat dokter baik dari pelayanan rawat jalan maupun Gawat Darurat.
2) Bersama-sama keluarga pasien menentukan kelas perawatan dan bangsal yang di tuju.
3) Menjelaskan mengenai tarif layanan rawat inap dengan fasilitas- fasilitas di ruang rawat inap.
4) Menyiapkan Formulir kelengkapan pelayanan pendaftaran rawat inap.
5) Melengkapi data pada formulir Rekam Medis Rawat Inap
6) Mendistribusikan DRM rawat inap kepada perawat IGD untuk di kirim ke bangsal di mana pasien akan di rawat.
7) Memberi informasi tentang adanya mutasi kepada keluarga pasien, pengunjung atau instansi badan / orang yang memerlukan informasi tentang keberadaan pasien rawat inap.
e. Assembling
Assembling di RSUD Bendan Kota Pekalongan berpendidikan formal minimal D-3 Rekam Medis dan dibantu beberapa staff yang berpendidikan minimal SLTA,memiliki tugas pokok sebagai berikut:
1) Menerima pengembalian dokumen dari URJ, IGD dan URI.
2) Merakit Dokumen Rekam Medis rawat inap.
3) Meneliti Kelengkapan data yang seharusnya tercatat di dalam Dokumen rekam medis.
4) Meneliti kebenaran pencatatan data rekam medis.
5) Mengendalikan DRM yang di kembalikan ke unit pencatat data karena isinya tidak lengkap.
6) Mendistribusikan dan mengendalikan penggunaan formulir rekam medis
f. Koding / Indeksing
Bagian Koding/Indeksing di RSUD Bendan Kota Pekalongan berpendidikan formal minimal D-3 Rekam Medis, memiliki tugas pokok sebagai berikut:
1) Mencatat dan meneliti kode penyakit dari diagnosis yang ditulis dokter, kode operasi dan tindakan medis yang telah dilakukan oleh dokter atau petugas kesehatan lainnya dan kode sebab kematian dari sebab kematian yang ditetapkan dokter.
2) Mencatat hasil pelayanan ke dalam formulir indeks penyakit, indeks operasi atau tindakan medis, Indeks sebab kematian dan indeks dokter sesuai dengan ketentuan mencatat indeks.
3) Menyimpan indeks tersebut sesuai dengan ketentuan menyimpan indeks.
4) Membuat laporan penyakit (morbiditas) dan laporan kematian
(mortalitas) berdasarkan indeks penyakit, indeks operasi dan indeks
sebab kematian.
g. Analising / Reporting
Bagian Analising / Reporting di RSUD Bendan Kota Pekalongan berpendidikan formal minimal D-3 Rekam Medis,memiliki tugas pokok sebagai berikut:
1) Mengambil sensus ke bangsal setiap hari.
2) Merekap SHRI ke rekapitulasi harian ( RP 1 ) setiap bulanan.
3) Mengolah data RP 1 sebagai bahan penyusunan laporan RL.
4) Mengolah data sensus harian unit pelayanan klinis lainnya untuk penyusunan kegiatan rawat jalan, gawat darurat, kesehatan gigi, radiologi, pengujian kesehatan, rujukan, rehabilitasi medik, pelayanan kesehatan jiwa, sebagai bahan penyusunan pembuatan laporan kegiatan rumah sakit setiap bulan.
5) Menyerahkan laporan kegiatan rumah sakit yang sudah di tanda tangani oleh Ka. Instalasi rekam medis Bidang pelayanan , dan Unit terkait.
6) Meminjam indeks penyakit rawat jalan dan rawat inap darti fungsi K/I untuk menyusun laporan.
7) Mengkalkulasi data rekam medis dari laporan-laporan tersebut untuk dianalisis statistiknya.
8) Membuat laporan-laporan khusus untuk keperluan manajemen rumah sakit.
9) Mengolah data rekam medis untuk analisis statistik rumah sakit
serta membuat laporan RL 1 - 5 kemudian mengirim RL tersebut ke
Depkes dengan sistem online.
h. Filing
Bagian Filing di RSUD Bendan Kota Pekalongan berpendidikan formal D-3 Rekam Medis, dan dibantu beberapa staff lulusan SLTA yang telah mengikuti Pelatihan memiliki tugas pokok sebagai berikut : 1) Menyimpan DRM dengan metode tertentu sesuai dengan kebijakan
penyimpanan DRM.
2) Mengambil kembali ( retrieve ) DRM untuk berbagai keperluan.
3) Menyusun (meretensi) DRM sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan sarana pelayanan kesehatan.
4) Memisahkan penyimpanan DRM in-aktif dari DRM aktif.
5) Membantu dalam penilaian nilai guna rekam medis.
6) Menyimpan DRM yang dilestarikan (diabadikan).
7) Membantu dalam pelaksanaan pemusnahan formulir rekam medis.
C. Hasil Penelitian
1. Kondisi Filing di RSUD Bendan Kota Pekalongan
Berdasarkan hasil wawancara tentang pelaksanaan keamanan dan
kerahasian di filing RSUD Bendan Kota Pekalongan mengunakan sistem
penyimpanan sentralisasi dengan mengunakan metode penjajaran TDF
(Terminal Digit Filing). Untuk Tugas pokok petugas filing adalah
mengambil dokumen rekam medis dengan tracer, kemudian menyortir
pada rak distibusi tanpa adanya buku ekspedisi, setelah itu
mendistribusikan berdasarkan ke setiap poliklinik yang di tuju. Kemudian
melakukan pengembalian ke rak filing berdasarkan sistem penjajaran
metode angka akhir yaitu TDF (Terminal Digit Filing) .
2. Karakteristik Petugas Filing
Tabel 4.1
Karakteristik Responden Petugas Filing RSUD Bendan Kota Pekalongan
No Nama
Umur (Tahun)
Jenis Kelamin
Lama Kerja (Tahun)
Pendidikan
Pelatian yang pernah
diikuti 1 AS 31 Laki-laki 5 S1 Teknologi
Pendidikan
Tidak pernah
2. AR 30 Laki-laki 5 SMA Tidak
pernah 3 BA 24 Laki-laki 2 D3 Akuntansi Tidak
pernah
4 SO 35 Laki-laki 4 SMA Tidak
pernah Sumber: Hasil wawancara dengan petugas filing RSUD Bendan Kota Pekalongan
Dari tabel 4.1 diketahui terdapat 4 (empat) petugas laki-laki yang
semuanya merupakan petugas filing, dari keempatnya bukan merupakan
lulusan D3 rekam medis. Dengan rincian: 1 (Satu) petugas lulusan S1
Teknologi Pendidikan, 1 (Satu) petugas lulusan D3 Akuntansi, dan 2
petugas lulusan SMA serta semuanya belum pernah mengikuti pelatihan
yang berkaitan tentang pengelolaan berkas rekam medis. Rata-rata
petugas berumur 30 tahun dengan lama kerja kurang dari 5 tahun
dibagian filing.
Berikut merupakan hasil wawancara dari petugas filing:
a. Tugas pokok dan fungsi petugas filing
Berdasarkan hasil wawancara kepada beberapa petugas filing tugas pokok dan fungsi filing adalah mencari dokumen rekam medis berdasarkan tracer pada rak yang sesuai nomor rekam medis, dan menjajarkan dokumen rekam medis berdasarkan TDF yang kembali dari poliklinik.
b. Keamanan dan kerahasiaan dokumen rekam medis 1) Aspek keamanan dokumen rekam medis
Petugas filing belum mengetahui sepenuhnya tentang keamanan dokumen rekam medis di karenakannya belum terdapatnya protap dan tidak pernah mengikuti pelatihan tentang pengolahan dokumen rekam medis dari aspek keamanan dan kerahasiaannya. Usaha yang dilakukan untuk menjaga dokumen rekam medis supaya tetap aman adalah ruangan tetap kering, menyiapkan anti serangga, menyiapkan tempat sampah, di rawat tiap bulan, dan mengusahakan agar dokumen tetap tertata rapi.
Kendala dalam menjaga dokumen rekam medis di filing yaitu kebutuhan rak yang tidak sesuai dengan ukuran dokumen, ruangan kurang luas, dan sering terjadinya miss file.
2) Aspek kerahasiaan dokumen rekam medis
Petugas mengetahui tentang kerahasiaan dokumen rekam medis bahwa dokumen rekam medis wajib dijaga kerahasiaan isi, tidak boleh dibawa pasien dan tidak boleh dibeberkan untuk umum.
Di filing terdapat prosedur peminjaman dokumen rekam medis, dan
jika terdapat seseorang yang meminjam dokumen tanpa seizin petugas diberi teguran dan tidak di berikan dokumen tersebut kecuali dengan izin petugas.
Di filing semua petugas rekam medis wajib menjaga dan mengelola dari kerahasiaanya. Usaha yang dilakukan dalam untuk menjaga kerahasiaan dokumen rekam medis adalah harus ada izin peminjaman, penataan sesuai sistem penjajaran TDF dan menganti map ketika dokumen rusak.
Yang bertanggung jawab bila terdapat dokumen yang hilang adalah seluruh petugas filing dan mencarinya berdasarkan histori pasien dalam pelayanan. Jika hilang diganti dengan yang baru.
3. Keamanan ruang penyimpanan dokumen rekam medis a. Aspek fisik
1) Kondisi pencahayaan
Untuk penerangan di ruang filing RSUD Bendan Kota
Pekalongan digunakan lampu neon ruangan sebanyak 12 buah,
dengan daya lampu 24 watt. Tetapi yang masih aktif menyala
hanya 6 buah. Pada ruangan tersebut juga sudah diberi jendela
kaca besar dengan ukuran 2,5x2,5 m
2sebanyak 6 buah dan tidak
pernah dibuka untuk menghindari kebocoran Air Conditioner. Pintu
hanya 1 (Satu) yang menghubungkan antara ruang filing dengan
ruang unit rekam medis. Sinar matahari sebagai penerangan alami
dapat masuk keruangan, namun tidak langsung mengenai DRM
karena ventilasi berada di sebelah selatan.
2) Temperatur udara (suhu dan kelembaban udara)
Pada ruang filing RSUD Bendan Kota Pekalongan sudah mengunakan 6 buah AC sehingga suhu dan kelembaban stabil.
Akan tetapi AC tidak aktif selama 24 jam. Dari hasil observasi dengan mengukur suhu dan kelembaban udara menggunakan alat thermohygrometer di ruang filing didapatkan hasil sebagai berikut:
Tabel 4.2
Suhu dan kelembaban udara ruang Filing RSUD Bendan Kota Pekalongan
Tanggal Jam
Suhu Kelembaban
o