HUBUNGAN TANAH & TANAMAN
Lingkaran Tanah-Air- Tanaman
LTAT mrpk sistem dinamik dan terpadu dimana air
mengalir dari tempat dengan tegangan rendah menuju tempat dengan tegangan air tinggi.
Serapan bulu akar
Penguapan
Hilang melalui stomata daun (transpirasi)
Air kembali ke atmosfer
(evapo- transpirasi)
Air dikembalikan ke tanah melalui hujan dan irigasi
Stomata:
Pintu lalulintas CO2, O2, dan H2O
Fotosintesis:
CO2 + H2O Karbohidrat
(Glukosa)
CO2 dari Udara
Glukosa Pati
dan senyawa organik lain dalam biji
Air dari tanah
Pola penyerapan air oleh tanaman yang tumbuh pada profil tanah yang tidak mempunyai lapisan penghambat dan suplai air tersedia cukup di seluruh
zone perakaran tanaman
KOMPOSISI TANAH MENURUT VOLUME
KOMPONEN TANAH MELIPUTI:
1. Unsur mineral: batuan, melalui proses geologis fragmen berbagai ukuran
2. Senyawa organik; dekomposisi sisa-sisa organisme tanah atau / serta tumbuhan mati
3. Air tanah dan larutan tanah: - Ca
++, Mg
++, K
+, Na
+, Al
+++, Fe
+++- HCO
3-, H
2PO
4-, Cl
-, NO
3-, SO
4=, S
2O
3=4. Udara tanah
5. Organisme tanah / biota tanah:
Tekstur
tanah ringan: partikel- partikel kasar, gembur,
mudah digali dan digarap; umumnya mengandung pasir >80%.
tanah berat:
partikel-partikel halus, padat, sukar
digali
KOMPONEN TANAH MELIPUTI:
Tanah yg baik utk pertumbuhan
tanaman:
aerasi
cukup kandungan humus kandungan nutrien
Kapasitas lapang / field capacity: banyaknya air yg dpt ditampung maksimal oleh tanah tergantung jenis dan tekstur tanah kemampuan tanah menahan air.
Air tanah:
air gravitasi: terus mengalir ke bawah air kapiler: mengisi rongga antar misel
tanah
air higroskopis: “selaput” air yg terikat misel tanah
air kimia: air senyawa kimia dalam tanah
Persentase layu permanen / permanent wilting percentage kandungan air (%) pd tanah saat akar tumbuhan tdk mampu lagi menyerap air dari tanah layu dan tdk dapat segar kembali (layu permanen).
Air tersedia: air yg dpt diserap langsung oleh tanaman; kisarannya: air yg ditahan tanah pd kondisi kapasitas lapang sampai kondisi layu permanen (air tak tersedia).
Air jenuh; kondisi seluruh ruang pori tanah terisi air; disebut juga air bebas / air gravitasi/air drainase; gerak relatif cepat leaching unsur hara yg dilaluinya.
Water table: daerah pd kedalaman tanah yg kandungan airnya
melimpah kenyang air.
Fungsi utama tanah bagi tumbuhan:
1. Tempat tumbuh & berkembangnya perakaran sbg: penyokong tegak tumbuhnya tanaman, penyerap unsur hara yg dibutuhkan tanaman
2. Penyedia kebutuhan primer tanaman utk laksanakan aktivitas metabolisme, meliputi: air, udara, dan unsur hara.
3. Penyedia kebutuhan sekunder tanaman yg berfungsi dlm menunjang aktivitasnya maksimum, meliputi zat-zat aditif hasil mikroflora:
a) ZPT: hormon dan vitamin
b) antibiotik dan antitoksin, sbg anti hama dan penyakit tanaman di dlm tanah c) senyawa / enzim yg berfungsi dlm penyediaan kebutuhan primer /
transfomasi zat toksik eksternal: pestisida dan limbah.
4. Habitat biota tanah; yg berdampak positif maupun negatif.
Profil tanah: penampakan irisan vertikal tanah: lapisan teratas: bebatuan, terdiri dari horizon O - A - E - B - C – R : O-A lapisan tanah atas; kedalaman ± 30-40 cm;
tanah olah, subur.
Sketsa profil tanah secara umum
Proporsi komponen-komponen tanah dipengaruhi oleh:
1. Ukuran partikel tanah; makin halaus ruang pori makin kecil 2. Sumber bahan organik tanah: bervegetasi BOD tinggi
3. Iklim: curah hujan dan suhu: hujan/evaporasi rendah proporsi air tinggi 4. Sumber air: dekat sungai proporsi air tinggi
Udara tanah mengandung:
O
2 respirasi sel-sel sistem perakaran dan oksidasi enzimatik mikroba autotrof
CO
2 fotosintetis mikroba autotroph
N
2 mikroba penambat nitrogen
Air tanah air sbg komponen utama tubuh tanaman dan biota tanah;
sebagian besar ketersediaan & penyerapan unsur hara dimediasi air.
Defisiensi air layu & defisiensi hara
Bahan mineral tanah: gudang dan penyuplai hara; bentuk partikel bahan mineral ruang pori tanah sbg gudang udara & ruang berpenetrasinya akar. Bahan organik tanah: sumber energi, karbon, dan hara biota heterotrofik BOT penting utk tentukan populasi dan aktivitas bebaskan hara yg dikandung BOT tsb.
Bebatuan mengalami pelapukan fisik dan kimiawi unsur-unsur mineral.
Pelapukan fisik
proses mekanik; batuan pecah, hancur terfragmentasi
suhu sangat rendah/tinggi
hantaman air hujan
Pelapukan kimiawi komposisi mineral berubah:
1. Pelarutan oleh air: meningkat bila air mengandung CO
2/seny.anorganik tertentu
2. Hidratasi; mineral terendam air mantel air di permukaan btk kristal rusak pecah
3. Hidrolisis: H
2O H
++ OH
-; 4) oksidasi udara:
oksigen ±20 % 5) reduksi 6) karbonisasi, dan
4. Asidifikasi oleh as. anorg. (HNO
3dari air hujan, H
2SO
4hsl dekomposisi protein
The hydrologic cycle
HUBUNGAN AIR DAN TANAH
Kemampuan tanah menahan air:
30 g sampel tanah kering
taruh dlm corong (sumbat
kapas) tuang pelahan 30
ml air tampung kelebihan
air dlm gelas ukur 25 ml
hitung persentase air yg
diserap tanah. Lakukan utk
berbagai macam tanah; lihat
perbedaannya.
Kapasitas lapang dan gerak kapiler air
Sampel tanah kering bebas gumpalan diisikan secara merata ke dalam tabung tinggi ± 50 cm sampai ± 5 cm dari mulut tabung tutup tabung utk cegah evaporasi. Amati penetrasi air ke dlm tanah
amati tabung setelah 1-2 hari kemudian catat sejauh mana air masuk ke dalam tabung tandai batas antara tanah yg basah dg tanah yg kering. Amati kedudukan batas tsb dalam 1 minggu berubahkah posisinya? Ambil bagian tanah basah di bagian tengah tabung hitung kadar airnya. Lakukan utk berbagai macam tanah pd jenis tanah mna nilai tsb paling tinggi ?
HUBUNGAN AIR DAN TANAH
Persentase layu
permanen
Sediakan botol selai / pot tanaman isikan tanah sampai 1 cm dari mulut botol / pot. Kecambahkan biji tanaman (tanah telah cukup basah !) kecambah ± 10 cm tutup mulut botol / pot dg kertas aluminium / plastik hitam yg sudah dilubangi utk tempat batang kecambah itu. Pasang sedikit kapas sekitar lubang utk hindari batang kecambah dari gesekan kertas aluminim. Kapas jangan sampai menyentuh tanah (mengapa?) Dapat juga gunakan kecambah dari pesemaian, tapi tunggu beradaptasi & tumbuh baik (daun bertambah 1-2 helai). Selalu sirami air secukupnya tumbuh 3-4 helai daun hentikan penyiraman; biarkan saja tanaman hidup dari air yg masih tersedia dalam tanah itu amati setiap hari hingga terlihat tanda-tanda layu permanen keluarkan tanah berikut tanamannya ke dlm baki bersih & segera bersihkan tanah dari akar timbang 100 g tanah basah itu; hitung kadar airnya persentase layu permanen.