• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkenalan Kearifan Lokal Dari Daerah Kecamatan Moro

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perkenalan Kearifan Lokal Dari Daerah Kecamatan Moro"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Perkenalan Kearifan Lokal Dari Daerah Kecamatan Moro

Theodora Aruan 1 , Wiwin Handayani 2 , Lidia Yunita 3 , Elliany 4 , Marshella Giovani 5 , Jesslyn Clorina 6

Universitas Internasional Batam

Email:

1

[email protected],

2

[email protected],

3

[email protected],

4

[email protected],

5

[email protected],

6

[email protected]

Abstrak

Kecamatan Moro memiliki kearifan lokal yang masih kurang dikenal oleh masyarakat.

Pernyataan tersebut telah dibuktikan melalui survei yang dilakukan oleh tim pengabdian dengan menggunakan Google Forms, sehingga tim pengabdian melaksanakan kegiatan ini dengan tujuan untuk membantu memecahkan permasalahan mitra terhadap kurangnya pengenalan masyarakat luas terhadap kearifan lokal Kecamatan Moro. Hasil survei serta wawancara langsung dengan mitra tim pengabdian menghasilkan sebuah proyek dengan judul

“Memperkenalkan Kearifan Lokal dari Daerah Kecamatan Moro”. Untuk mengenalkan kearifan lokal Kecamatan Moro tim pengabdian memutuskan untuk melalui pembuatan karya seni yang berupa poster serta video yang diposting di akun media sosial Facebook dan Instagram atas nama Kecamatan Moro guna untuk memperkenalkan kearifan lokal Kecamatan Moro di kenal oleh masyarakat luas. Akun media sosial Kecamatan Moro direspon positif oleh masyarakat luas serta Mitra dan juga masyarakat Moro dimana masyarakat luas dapat mengenal Kecamatan Moro ini lebih luas dan permasalahan mitra terpecahkan oleh tim pengabdian. Rekomendasi Pengabdian kepada Masyarakat selanjutnya dari tim pengabdian yaitu mitra dapat menjalankan penyiaran pentas seni budaya dan festival Kecamatan Moro, serta pembuatan jalan-jalan virtual daerah Moro guna memberdayakan UMKM kecamatan Moro melalui daring dengan mengaplikasikan pada akun media sosial Facebook dan juga Instagram atas nama Kecamatan Moro tersebut.

Kata kunci: Kearifan Lokal, Kecamatan Moro, Media Sosial

Abstract

Moro sub-district has local culture that is still not well known by the public. This statement

has been proven through a survey conducted by the community service activity using Google

Forms, so that the community service activity carries out this activity with the aim of helping

to solve Partner problems regarding the lack of public awareness of local culture in Moro

sub-district. The results of the survey and direct interviews with community service activity

partners resulted in a project with the title " Introduction of Local Culture from Moro Sub-

District". To introduce the local culture of the Moro sub-district, the community service

activity decided to go through the creation of works of art in the form of posters and videos

posted on Facebook and Instagram social media accounts on behalf of the Moro sub-district

in order to introduce the local culture of the Moro sub-district to the wider community. The

social media account of the Moro sub-district was positively responded by the wider

community as well as the Partners and also the Moro community where the wider community

could get to know the Moro sub-district more widely and the Partner's problems were solved

by the community service activity. The next community service activity recommendation from

the community service team for Partners is to broadcast cultural arts performances and

festivals in the Moro sub-district, and create virtual tours in the Moro area as well as to

increasing the economy of local small business in the Moro sub-district by applying on

Facebook and Instagram accounts on behalf of the Moro sub-district.

(2)

Keywords: Local Culture, Moro sub-district, Social Media

PENDAHULUAN 1) Latar Belakang

“Society emPOwerment progRAm” atau yang lebih umumnya disebut dengan SePORA merupakan

sebuah program yang

diselenggarakan oleh Universitas Internasional Batam yang bertujuan untuk membantu mitra/ UMKM dalam menghadapi masalah yang ada.

Sehingga kami sebagai mahasiswa/i dari Universitas Internasional Batam akan menjadi tim pengabdian yang membantu menemui solusi bagi mitra/ UMKMnya. Tim pengabdian menyadari adanya tempat-tempat yang kearifan lokalnya masih kurang dikenal karena kurangnya promosi, apalagi pada saat pandemi ini, masyarakat tidak dapat berwisata dan mengunjungi ke tempat lain. Oleh karena itu, untuk menjalankan program SePORA, kelompok kami memilih Kecamatan Moro sebagai mitra kami untuk mengenalkan kearifan lokalnya melalui karya seni yang diposting pada sosial medianya.

Moro merupakan kecamatan di Kabupaten Karimun yang tepatnya di Kepulauan Riau negara Indonesia.

Sejak tanggal 12 Oktober 1999, Moro termasuk ke wilayah Kabupaten Karimun (wisatabos, 2018). Daerah kecamatan Moro ini memiliki kekhasan yang mirip dengan Karimun, mengingat letak daerah ini juga merupakan wilayah Kabupaten Karimun. Sudah tidak asing lagi bagi kita mengenai kuliner dan budaya Moro itu sendiri. Selain itu, juga ada berbagai kekhasan daerah tersebut, seperti karya-karya masyarakat, dan budayanya yang cenderung adalah budaya melayu.

Daerah Moro ini terdapat sebuah kecamatan dan dua kelurahan.

Salah satu kelurahan yang ada di

Moro terletak di Jl. Bukit Senang, yang dipimpin oleh ketua kelurahan Moro yaitu bapak Marullah. Beliau juga merupakan mitra dalam proyek implementasi tim pengabdian.

Daerah kecamatan Moro ini memiliki berbagai kearifan lokal tersendiri, seperti berbagai kuliner khas daerah Moro yang lezat, wisata dengan pemandangan yang indah, serta kekhasan lain dari daerah Moro, seperti karya masyarakat, seni dan budaya yang cenderung adalah budaya melayu.

Kuliner khas daerah Moro seperti kerupuk atom, pekdos, otak- otak, lendot/sempolet, roti Moro, dan lain sebagainya. Selain itu, juga terdapat kesenian dari daerah Moro seperti joget dangkong dimana kesenian ini telah berkembang menjadi joget dangkong kreasi yang semakin eksis di tengah masyarakat hingga ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapore (Damayanti, 2019). Selain itu juga terdapat alat musik kompang, seni sanggar, dan lain sebagainya. Kemudian juga terdapat tempat wisata Moro seperti Jembatan Pamor, Pantai Terapung, Pantai Telunas, dan Pulau Manda. Di daerah Moro juga pernah mengadakan festival tahunan seperti Jong Race, dan silat melayu.

Dengan kesempatan ini tim

pengabdian juga ingin

memperkenalkan kearifan lokal

khususnya daerah Moro ke

masyarakat yang lebih luas dengan

memberikan profil seni dan budaya

daerah Moro dengan karya desain

berupa poster dan video pengenalan

kearifan lokal Moro kepada

masyarakat yang lebih luas. Sehingga

masyarakat luas melalui

implementasi tim pengabdian akan

(3)

menjadi lebih mengenal tentang kearifan lokal daerah Moro.

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya globalisasi saat ini, maka telah terjadi perubahan dan pergeseran yang sangat besar. Di era saat ini, globalisasi menjadi sebuah konsep yang mendominasi telah menyentuh berbagai aspek kehidupan manusia dalam berbagai bidang, tidak terkecuali aspek budaya dan identitas (Larasati, 2018). Adanya budaya asing yang masuk ke Indonesia akibat dari arus globalisasi ini, sedikit banyak mengancam eksistensi kebudayaan daerah di Indonesia (Ermawan, 2017).

Terancamnya eksistensi kebudayaan daerah di Indonesia, tidak terkecuali masyarakat luas maupun masyarakat di daerah Moro itu sendiri juga mengalami perubahan atau pergeseran dalam makanan siap saji, seperti Kentucky Fried Chicken, Texas Chicken, McDonald’s dan lainnya yang kemudian telah menjadi makanan favorit anak muda maupun orang tua sehingga makanan tradisional juga semakin dilupakan oleh masyarakat. Namun, tidak hanya itu, masyarakat-masyarakat sekarang ini juga semakin kurang peduli terhadap lagu-lagu tradisional dan cenderung menyukai lagu-lagu barat.

Selain itu, dalam segi tata bicara, segi pakaian, dan lain sebagainya juga mengalami perubahan sehingga kearifan lokal terutama pada daerah Moro juga belum banyak diketahui oleh masyarakat luas.

Gotong royong, silahturahmi, ramah tamah dalam kehidupan sosial masyarakat merupakan karakteristik bangsa Indonesia yang menjadi nilai kebudayaan atas keistimewaan dasar yang dapat menjadikan individu- individu masyarakat Indonesia untuk mencintai dan melestarikan kebudayaan bangsa sendiri. Nilai-

nilai budaya tersebut harus dijadikan sebagai sumber inspirasi dan kreatifitas, bukan berarti mengharuskan kita untuk bersikap tertutup terhadap budaya asing (Affan, 2016).

Berdasarkan permasalahan diatas, tim pengabdian juga telah membuktikan permasalahan tersebut melalui metode kuesioner, dimana kuesioner tersebut berisikan pertanyaan-pertanyaan mengenai pandangan masyarakat luar terhadap Moro.

2) Upaya yang Pernah Dilakukan Pihak Lain

Sebelum adanya pelaksanaan implementasi dari tim pengabdian, terdapat juga beberapa pihak lain yang memberikan dampak untuk memperkenalkan kearifan lokal daerah Moro berupa literasi-literasi melalui media online seperti website dan lain sebagainya yang menyajikan informasi sekilas mengenai Moro itu sendiri, tetapi terkait budaya disana masih belum diperkenalkan secara terperinci. Selain itu, juga terdapat pihak lain yang memperkenalkan daerah Moro ini dalam bentuk video vlog yang kemudian di upload ke media online yaitu Youtube.

3) Tujuan Kegiatan

Tujuan dari proyek ini adalah memperkenalkan kearifan lokal khususnya daerah Moro ini ke masyarakat yang lebih luas, seperti tentang kuliner-kuliner kekhasan daerah Moro, tempat wisata dan pemandangan indah serta karya-karya masyarakat daerah Moro.

Dikarenakan globalisasi sekarang

semakin berjalan dan terdapat juga

banyak masyarakat yang lebih kenal

budaya barat daripada budaya lokal

setempat. Maka melalui proyek ini,

kearifan lokal khususnya di daerah

(4)

Moro juga bisa dengan lebih mudah dikenali atau diketahui oleh masyarakat luas secara lebih lanjut.

Selain itu, dengan memperkenalkan kearifan lokal daerah Moro di bagian kuliner maupun karya-karya masyarakat daerah Moro dapat membantu UMKM daerah setempat dalam meningkatkan tingkat ekonomi yang dimana dengan mengenal kuliner daerah tersebut dapat menarik keinginan belanja kuliner di daerah Moro yang dimana tidak dapat di beli di daerah masyarakat tersebut.

Dengan ini, tim pengabdian juga telah membuatkan akun sosial media berupa facebook dan instagram kepada mitra kami khusus di daerah Moro dan akan mengajari mitra tentang bagaimana cara mengelola akun tersebut, agar bisa dimanfaat untuk memperkenalkan kearifan lokal masyarakat Moro lebih lanjut.

MASALAH

Permasalahan yang dihadapi oleh mitra dari proyek implementasi tim pengabdian yang merupakan Kelurahan Moro dalam hal memperkenalkan kearifan lokal daerah Moro adalah sebagai berikut.

a. Adanya keterbatasan sumber daya manusia yang melakukan perkenalan kearifan lokal Moro ke masyarakat luas

b. Keterbatasan kemampuan ekonomi c. Adanya masa pandemi Covid-19 Berdasarkan permasalahan diatas, berikut ini adalah uraian permasalahan tersebut.

a. Adanya keterbatasan sumber daya manusia yang dimaksud merupakan sumber daya manusia yang

dibutuhkan dalam hal

memperkenalkan kearifan lokal Moro ke masyarakat luas. Selain upaya yang dilakukan oleh kelurahan Moro beserta camat Moro, masyarakat setempat di daerah Moro itu sendiri masih belum banyak yang memiliki

kepedulian dan usaha untuk memperluaskan kearifan lokalnya sendiri ke masyarakat luas agar kearifan lokal Moro menjadi lebih terkenal dan bisa tetap melestarikan kearifan lokalnya.

b. Keterbatasan kemampuan ekonomi yang dimaksud adalah kemampuan ekonomi yang digunakan dalam hal memperluaskan kearifan lokal Moro ke luar daerah Moro, seperti mengadakan pertunjukkan di luar daerah Moro ataupun perlombaan.

c. Dengan adanya wabah Covid-19, saat ini terdapat adanya masa pandemi yang kemudian menjadi penghambat kepada semua orang untuk melakukan kegiatan maupun aktivitas tertentu. Sehingga bisa menyebabkan kelancaran suatu aktivitas yang akan dilakukan itu terganggu, bahkan menyebabkan pembatalan kegiatan yang telah dirancangkan sebelumnya, serta menyebabkan perlombaan maupun festival tahunan yang biasa diadakan itu menjadi batal.

d.

METODE

1) Deskripsi Lokasi

Kecamatan Moro merupakan sebuah kecamatan yang termasuk di wilayah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Kecamatan Moro memiliki banyak ciri khas dari kuliner hingga budaya Melayu yang masih kurang dikenal oleh masyarakat luas. Kecamatan Moro terdiri dari dua kelurahan dan sepuluh desa di daerahnya.

2) Metode Pengumpulan Data

Dalam pengerjaan kegiatan

ini, tim pengabdian menggunakan

google forms untuk mendapatkan

pendapat masyarakat luas mengenai

Kecamatan Moro. Tim pengabdian

memperoleh data dan informasi yang

diperlukan, seperti pengetahuan

masyarakat mengenai Kecamatan

(5)

Moro dari segi hal budaya dan lainnya. Tim pengabdian juga melaksanakan wawancara dengan mitra yang dijadikan bahan dalam pelaksanaan kegiatan ini.

Gambar 1.

Tampilan google forms

Sumber: Tim Pengabdian

Gambar 2.

Foto bersama Mitra

Sumber: Tim Pengabdian

3) Bahan dan Metode Pelaksanaan Dalam pandemi Covid-19 pada saat seperti sekarang, tim pengabdian memutuskan untuk melakukan pembuatan karya seni yang diposting pada sosial media untuk mempromosikan kearifan lokal Kecamatan Moro. Dalam proses pembuatan poster, tim pengabdian menambahkan informasi seperti profil, kearifan lokal, tempat wisata, kuliner serta seni budaya daerah Moro dan menambahkan sedikit unsur dan elemen lokal di background poster.

Berhubungan mitra tersebut belum mempunyai sosial media,

maka tim pengabdian membuatkan akun Instagram dengan username

@kecamatanmoro dan Facebook yang bernama Kecamatan Moro.

Tim pengabdian kemudian juga mendesain kedua akun tersebut sehingga lebih enak dilihat, menarik perhatian masyarakat dan juga membantu untuk meningkatkan konten-konten yang memperkenalkan daerah Moro. Seperti adanya konten

‘Tahukah Kamu’ yang bertujuan untuk memberikan informasi tentang Kecamatan Moro, konten ‘in Moro’

untuk memperkenalkan tempat wisata, kuliner dan juga budaya yang ada di moro, dan konten protokol kesehatan serta vaksinasi untuk membantu keadaan pandemi Covid- 19 pada saat seperti ini.

Gambar 3. Feeds Instagram

Sumber: Tim Pengabdian

Gambar 4.

Tampilan akun Facebook

Sumber: Tim Pengabdian

(6)

Untuk menambahkan lebih banyak konten di akun sosial media mitra, tim pengabdian juga menambahkan tiga video pada akun sosial medianya seperti 2 reels Instagram yang berjudul ‘Jalan-jalan virtual di Kecamatan Moro’ dan 1 IGTV yang berjudul ‘Get to Know Kecamatan Moro’ yang berdurasi sekitar 9 menit.

Setelah memposting semua konten, tim pengabdian membuat dan membagikan google forms agar mendapatkan feedback tentang akun sosial media kami dari masyarakat luas. Instagram @kecamatanmoro juga mencapai 250 followers dan 50 postingan sesuai dengan target.

Poster yang diposting juga mencapai 250 likes per post.

Gambar 5. Followers Instagram

Sumber: Tim Pengabdian

Gambar 6.

Bagian poster pertama

Sumber: Tim Pengabdian Gambar 7. Bagian poster kedua

Sumber: Tim Pengabdian

Gambar 8.

Tampilan video

Sumber: Tim Pengabdian

(7)

Gambar 9.

Tampilan google forms feedback

Sumber: Tim Pengabdian

PEMBAHASAN

1) Pelaksanaan Kegiatan

Pada tahap pelaksanaan ini, tim pengabdian mengumpulkan seluruh hasil data dari wawancara langsung dengan Mitra, dan memberi bingkisan kepada masyarakat Moro dan Mitra serta pengambilan foto dokumentasi, yang di mana wawancara dan pemberian bingkisan serta pengambilan foto dokumentasi tersebut di wakilkan oleh ketua kelompok serta salah satu anggota kelompok tim pengabdian yang berdomisili di Moro. Selain data wawancara, tim pengabdian juga mengambil data hasil pembagian kuesioner yang dimana di bagikan oleh masyarakat luas untuk mengetahui pandangan masyarakat Moro.

Gambar 10.

Dokumentasi

Sumber: Tim Pengabdian

Dari data yang diperoleh tim pengabdian membahas serta memutuskan untuk memperkenalkan daerah Moro ke masyarakat luas melalui pembuatan akun media sosial berupa facebook (yang dimana sesuai dengan permintaan Mitra) dan instagram (yang dimana dapat kita ketahui bahwa banyak masyarakat yang menggunakan akun media sosial tersebut) untuk Mitra serta akun tersebut akan digunakan untuk mengunggah poster dan video implementasinya nanti.

Untuk tahap persiapan, tim pengabdian membahas dan membagi tugas ke setiap anggota tim pengabdian dalam pembuatan poster serta video yang dimana guna memperkenalkan kearifan lokal Moro ke masyarakat luas. Kemudian pada tahap pelaksanaan, dimana poster dan video yang sudah dipersiapkan akan di unggah ke akun media sosial berupa facebook dan instagram atas nama “Kecamatan Moro” dan melakukan promosi ke akun sosial pribadi setiap anggota tim pengabdian.

Setelah poster serta video di unggah, tim pengabdian akan menanyakan feedback dari mitra dan melihat dampak dari pembuatan dan pengunggahan poster dan video ke masyarakat itu seperti apa saja.

Gambar 11.

Feedback mitra

Sumber: Tim Pengabdian

(8)

Berikut tim pengabdian melampirkan jadwal pelaksanaan selama implementasi proyek kegiatan SePORA.

Gambar 12.

Jadwal Kegiatan SePORA yang Dilaksanakan oleh Tim Pengabdian

Sumber: Tim Pengabdian

2) Luaran yang Dicapai

Berdasarkan kegiatan SePORA yang dilaksanakan oleh tim pengabdian dapat dihasilkan luaran berupa:

a. Tim Pengabdian telah menyajikan informasi- informasi mengenai kearifan lokal daerah Moro dalam bentuk poster dan video pengenalan.

b. Produk implementasi yang dibuat oleh tim pengabdian telah disebarluaskan ke sosial media berupa instagram dan facebook, guna untuk memperkenalkan kearifan lokal ini ke masyarakat dengan jangkauan yang lebih luas.

c. Masyarakat luar daerah Moro menjadi lebih mengenal dan

mengetahui tentang kearifan lokal daerah Moro, baik dari segi kesenian, tempat wisata atau pemandangan indah di Moro, hingga kuliner kekhasan yang terdapat di daerah Moro.

d. Harapan agar masyarakat Moro dapat mengembangkan kearifan lokal Moro dan terus memperkenalkannya ke daerah luar Moro melalui media sosial berupa facebook dan instagram maupun secara tatap muka, sehingga kearifan lokal ini akan terus diketahui oleh masyarakat luas dan

menjadi semakin

berkembang.

3) Keunggulan dan Kelemahan Luaran a. Keunggulan Luaran

Keunggulan yang diperoleh

dari pelaksanaan

implementasi adalah sebagai berikut.

1. Dengan adanya implementasi dari tim pengabdian,

kecamatan Moro menjadi lebih dikenal oleh masyarakat luas.

2. Informasi-informasi

yang telah

disebarluaskan oleh tim pengabdian dalam bentuk poster, video dan konten-konten lainnya membuat masyarakat menambah

wawasan akan

pengetahuannya terhadap daerah Moro.

b. Kelemahan Luaran

Kelemahan yang terdapat selama pelaksanaan implementasi adalah sebagai berikut.

1. Dikarenakan adanya

masa pandemi,

(9)

sehingga tim pengabdian hanya bisa melakukan perkenalan dan pembahasan secara daring atau melalui sosial media (online).

2. Pada saat melakukan implementasi hanya 2 orang anggota dari tim pengabdian yang bisa turun lapangan.

SIMPULAN

1) Tingkat Ketercapaian Target Kegiatan di Lapangan.

Kegiatan yang dihasilkan dari hasil implementasi kegiatan SePORA yang dilaksanakan oleh tim pengabdian diantaranya sebagai berikut:

a. Penyajian informasi-informasi mengenai kearifan lokal daerah Moro dalam bentuk poster dan video pengenalan yang kemudian akan disebarluaskan melalui media sosial berupa facebook dan Instagram, guna untuk memperkenalkan kearifan lokal ini kepada masyarakat dengan jangkauan yang lebih luas.

b. Pembuatan akun media sosial berupa facebook dan instagram yang kemudian akan diserahkan dari tim pengabdian kepada mitra dan mengajarkan ke beberapa staff dari mitra untuk menjalankan dan mengolah akun tersebut agar tetap bisa memperkenalkan kearifan lokalnya lebih lanjut.

c. Kearifan lokal Moro menjadi lebih dikenal oleh masyarakat luar daerah Moro serta adanya peningkatan pengetahuan dan wawasan masyarakat luas

mengenai kearifan lokal yang terdapat di daerah Moro.

2) Dampak dan Manfaat Kegiatan a. Dampak Kegiatan

Dampak melaksanakan implementasi proyek ini, kepada mitra yaitu mitra dan masyarakat Moro dapat merasakan kearifan lokal daerahnya di perkenal ke masyarakat luas yang dapat di liat dari tingkat likes, follower serta views di akun sosial media @kecamatanmoro serta feedback dari masyarakat luas dan dengan dikenalnya kearifan lokal daerah Moro ini kedepannya dapat membantu UMKM daerah Moro dalam hal ekonomi dimana masyarakat luas lebih mengerti produk serta jasa yang ditawarkan. Dengan ini, dapat menarik konsumen untuk berbelanja di daerah Moro.

Gambar 13.

Feedback dari Mitra

Sumber: Tim Pengabdian

(10)

Gambar 14.

Feedback dari Masyarakat 1

Sumber: Tim Pengabdian

Gambar 15.

Feedback dari Masyarakat 2 Sumber: Tim Pengabdian

Gambar 16.

Feedback dari Masyarakat 3

Sumber: Tim Pengabdian

Selain itu dengan melaksanakan implementasi proyek ini tim pengabdian juga menanyakan feedback masyarakat luas melalui google forms terhadap implementasi tersebut.

Gambar 17.

Tampilan google forms feedback

Sumber: Tim Pengabdian

Berikut ini merupakan hasil data yang diperoleh melalui pembagian google forms.

Gambar 18.

Diagram-1

Sumber: Tim Pengabdian

Berdasarkan hasil pengisian google form ternyata 100% masyarakat sangat tertarik untuk mengunjungi akun Instagram/

facebook @kecamatanmoro.

(11)

Gambar 19.

Diagram-2

Sumber: Tim Pengabdian

Setelah masyarakat mengunjungi akun instagram/facebook @kecamatanmoro tersebut, masyarakat menjadi bisa lebih kenal dalam tentang daerah kecamatan Moro.

Gambar 20.

Diagram-3

Sumber: Tim Pengabdian

Terdapat 65% dari 100% masyarakat menanggapi bahwa video, poster, serta feeds yang diposting di akun tersebut sangat menarik dan juga bisa bermanfaat bagi masyarakat dan juga terdapat 32,5%

masyarakat menanggapi bahwa postingan di akun bisa menambah wawasan bagi masyarakat yang mengunjungi akun tersebut.

Gambar 21.

Diagram-4

Sumber: Tim Pengabdian

Kuliner menjadi favorit saat berkunjung ke daerah Moro, terlihat pada

diagram terdapat 50% masyarakat tertarik dengan kuliner Moro. Tentu saja tertarik karena banyak sekali kuliner khas Moro, salah satunya kerupuk atom yang sudah terkenal sampai ke negara singapura.

Selanjutnya itu tempat wisata di Moro juga menjadi ketertarikan bagi masyarakat dimana terdapat 42,5% yang tertarik ketika berkunjung ke akun instagram/ facebook

@kecamatanmoro.

Gambar 22.

Saran dari feedback masyarakat

Sumber: Tim Pengabdian

Terdapat saran dan juga pesan dari masyarakat setelah berkunjung ke akun instagram/ facebook @kecamatanmoro, sebagian besar masyarakat merasa akun tersebut sudah baik dan juga menarik bisa menambah wawasan dan masyarakat juga menjadi bisa lebih kenal daerah kecamatan Moro, untuk selanjutnya disarankan agar terus berkarya dan sering update di akun tersebut.

Dari hasil data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa masyarakat luas sangat tertarik dengan akun instagram/ facebook

@kecamatanmoro dan melalui postingan akun instagram/ facebook @kecamatanmoro tersebut masyarakat merasakan bahwa pengetahuan akan masyarakat Moro menambah. Dapat diketahui melalui hasil kuesioner bahwa tim pengabdian berhasil memperkenalkan budaya daerah Moro yang khususnya kuliner, tempat wisata, dan lain- lain. Tampilan, serta materi yang diberi oleh tim pengabdian pada akun instagram/

facebook @kecamatanmoro dinilai baik oleh

masyarakat.

(12)

b. Manfaat kegiatan

Dengan bantuan tim pengabdian, permasalahan mitra mengenai kurangnya daerah Moro dikenal oleh masyarakat luas terselesaikan dengan menggunakan akun media sosial berupa facebook dan instagram yang dimana sebagai sarana untuk memperkenalkan Moro ke masyarakat luas dan mitra juga dapat mengelola akun media sosial berupa facebook dan instagram dengan baik kedepannya untuk tetap memperkenalkan daerah Moro lebih lanjut lagi kedepannya.

Gambar 23.

Penyerahan akun facebook dan instagram

@kecamatanmoro kepada mitra

Sumber: Tim Pengabdian

3) Rekomendasi untuk Kegiatan PkM Berikutnya.

Rekomendasi kegiatan selanjutnya : a. Pentas seni budaya secara

online/live, sehingga para followers bisa langsung menonton pentas seni budaya Kecamatan Moro, seperti Joget Dangkong, permainan alat musik Kompang, dan Silat Melayu.

b. Membuat video ‘jalan-jalan virtual’ dan pengenalan UMKM di Kecamatan Moro

untuk membantu

memberdayakan UMKM di daerah Kecamatan Moro dengan akun Instagram

@kecamatanmoro dan akun Facebook Kecamatan Moro.

c. Merayakan festival dan acara tertentu Kecamatan Moro secara online/live, seperti Jong Race sehingga followers bisa langsung mengamati dan merasakan semangat masyarakat Moro ketika perlombaan.

4) Ucapan Terimakasih

Implementasi yang dilakukan di kantor kelurahan daerah Moro serta beberapa masyarakat daerah Moro, yang dilaksanakan pada tanggal 5 juli 2021 dapat terlaksana dengan baik berkat bantuan dari semua pihak yang bersangkutan, untuk itu tim pengabdian mengucapkan terima kasih kepada Ketua Kelurahan daerah Moro sebagai pihak yang bersedia menjadi mitra dalam proyek implementasi tim pengabdian dan beberapa masyarakat daerah Moro yang telah memberikan kerjasama dengan tim pengabdian.

Tim pengabdian juga mengucapkan

terima kasih kepada dosen

pembimbing mata kuliah Pendidikan

Kewarganegaraan, yaitu ibu

(13)

Theodora Aruan, S.Pd., M.Pd. Tanpa bantuan dari pembimbing yang telah memberikan dukungan, bimbingan dan masukan dari awal hingga akhir tentunya artikel ini tidak akan membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

DAFTAR PUSTAKA

Affan, M., & Maksum, H. (2016).

Membangun kembali sikap nasionalisme bangsa indonesia dalam menangkal budaya asing di era globalisasi. Jurnal Pesona Dasar, 3(4), 65–72.

Damayanti, D. (2019). Perkembangan joget dangkong di kecamatan moro kabupaten karimun provinsi

kepulauan riau.

http://repository.unp.ac.id/id/eprint/2 3596

Ermawan, D. (2017). Pengaruh globalisasi terhadap eksistensi kebudayaan daerah di indonesia. Jurnal Kajian Lemhannas RI, 32(1), 1–54.

Larasati, D. (2018). Globalisasi budaya dan identitas: pengaruh dan eksistensi hallyu (koreanwave) versus westernisasi di indonesia. Jurnal Hubungan Internasional, 11(1), 109.

https://doi.org/10.20473/jhi.v11i1.87 49

wisatabos. (2018). Kecamatan moro kabupaten karimun kepulauan riau surganya wisata mendunia.

Www.Wisatabos.Com.

https://www.wisatabos.com/2018/11/

kecamatan-moro-kabupaten-

karimun.html

Referensi

Dokumen terkait

Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar dimensi balok dan kolom yang mampu menahan beban yang bekerja pada struktur utama dalam analisa

Maka dengan demikian Ha dari hipotesis statistik ini diterima atau dapat dikatakan “Ada hubungan yang positif dan signifikan antara antara motivasi menggunakan

CPOB adalah suatu konsep dalam industri farmasi mengenai langkah- langkah atau prosedur yang dilakukan dalam suatu industri farmasi untuk menjamin mutu obat yang diproduksi

1) Sebagai tugas kelompok, siswa diminta mengerjakan tugas pada halaman 16. Tiap kelompok diberi tugas mendiskusikan dan menulis nama kerajaan, agama apa yang dikembangkan,

Dalam pemeriksaan ini didapatkan adanya peningkatan spesifisitas (dibanding-kan dengan pemeriksaan tumor marker tunggal) yang berguna sebagai alat diagnosa,

Kedua selebiti tersebut adalah Eko patrio dan Primus Yustisio, artinya hanya 11% saja rasio keberhasilan caleg dari kalangan artis yang memenangkan pertarungan

Jumlah Rata-Rata 91,25 8,75 Penelitian ini menghasilkan produk yang berupa e-test berbasis komputer pada materi bioteknologi berdasarkan validitas, kualitas soal

Berdasarkan pertimbangan sebagaimana telah diuraikan di atas maka tindakan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Demak dalam menerbitkan Sertipikat Hak Milik Nomor