43 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model bahan ajar matematika berkarakter yang dikembangkan berdasarkan learning obstacle siswa dan karakter yang dapat dikembangkan dalam pelajaran matematika, serta mengetahui pengaruh bahan ajar tersebut terhadap peningkatan kemampuan pemahaman dan disposisi matematis siswa SMA pada kelas yang mendapatkan model bahan ajar matematika berkarakter dan kelas yang mendapatkan bahan ajar biasa.
Selanjutnya peneliti menyebutnya kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Penelitian ini dilakukan dalam 2 tahap, tahap 1 merupakan tahap pengkajian learning obstacle siswa. Tahap 2 merupakan tahap eksperimen atau pengujian pengaruh bahan ajar matematika berkarakter terhadap peningkatan kemampuan pemahaman dan disposisi matematis siswa SMA.
Penelitian tahap 1 dilakukan pada bulan April 2013 di SMAN 2 Bandung.
Pada tahap 1 ini terlebih dahulu dilakukan uji instrumen tes kemampuan pemahaman matematis yang dilakukan pada tanggal 28 April 2013 di kelas XI IPA 4 SMAN 2 Bandung, serta pengkajian learning obstacle melalui observasi terhadap jawaban siswa pada hasil uji instrumen. Tahap 2 dilakukan pada tanggal 9 Mei – 24 Mei 2013 yang merupakan tahap implementasi pembelajaran matematika menggunakan bahan ajar matematika berkarakter yang telah dirancang.
A. Hasil Penelitian Tahap 1
1. Learning Obstacle (LO) pada Materi Dimensi Tiga Sub Bab Jarak pada Bidang Ruang.
Analisis terhadap learning obstacle diperoleh dari hasil jawaban siswa
melalui uji instrumen terhadap kelas XI IPA 4 yang dilaksanakan pada tanggal 28
April 2013 di SMAN 2 Bandung. Learning obstacle yang diamati oleh peneliti
dalam hal ini hanya hambatan epistemologisnya saja.
Menurut Duroux (Suryadi, 2010:12), hambatan epistemologis pada hakekatnya merupakan pengetahuan seseorang yang hanya terbatas pada konteks tertentu saja. Jika orang tersebut dihadapkan pada konteks yang berbeda, pengetahuan yang dimiliki tidak bisa digunakan atau dia mengalami kesulitan untuk menggunakannya (Suryadi, 2010:12). Hambatan epistemologis dapat ditemukan pada jawaban siswa pada saat uji instrumen, karena pada dasarnya tes yang telah dilakukan bertujuan untuk mengetahui dan menguji sejauh mana siswa memahami materi yang telah mereka pelajari. Jika siswa menjawab tes dengan konsep yang salah maka siswa tersebut dikatakan memiliki hambatan epistemologis. Hambatan epistimologi ini yang akan dikaji dalam penelitian tahap 1, dan akan menjadi acuan untuk menentukan bahan ajar yang diusulkan dan digunakan dalam penelitian tahap 2.
Adapun hasil analisis learning obstacle berupa hambatan epistemologis yang terindikasi pada setiap butir soal adalah sebagai berikut.
2. Analisis Kemampuan dan Kesulitan Siswa pada Materi Dimensi Tiga Sub Materi Jarak pada Bidang Ruang.
a. Analisis soal nomor 1
Sebuah balok ABCD.EFGH memiliki panjang 10 cm, lebar 6 cm, dan tinggi 8 cm.
Terdapat titik P dan Q dimana P merupakan titik tengah AB dan Q titik tengah HG.
a. Lukislah balok ABCD.EFGH, titik P dan Q!
b. Lukislah jarak titik P ke titik Q!
c. Konsep apa saja yang digunakan untuk menghitung jarak dari titik P ke Q!
Hitunglah jarak dari titik P ke Q!
Soal nomor 1 terdiri dari soal 1.a, 1.b, dan 1.c adalah soal dengan tingkat
kesulitan sedang. Soal tersebut berkaitan erat dengan melukis bangun ruang yaitu
balok, penggunaan konsep Phytagoras, proyeksi, dan konsep jarak pada bidang
ruang untuk menghitung jarak dari titik P ke titik Q. Indikator kemampuan
pemahaman yang digunakan dalam soal no.1 ini dapat dilihat pada Tabel 4.1
berikut:
Tabel 4.1
Indikator Kemampuan Pemahaman Matematis Soal 1
No. Soal Indikator
1.a Lukislah balok ABCD.EFGH, titik P dan Q!
Kemampuan menyatakan ulang konsep yang telah dipelajari.
1.b Lukislah jarak titik P ke titik Q! Kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematika.
1.c - Konsep apa saja yang digunakan untuk menghitung jarak dari titik P ke Q!
- Hitunglah jarak dari titik P ke Q!
- Kemampuan mengaitkan berbagai konsep (internal dan eksternal matematika)
- Kemampuan menerapkan konsep secara algoritma.
Pada nomor 1.a, siswa diperintahkan untuk melukiskan balok ABCD.EFGH, titik P dan Q dengan petunjuk yang telah diberikan. Dalam hal melukis balok beberapa siswa menjawab salah karena mereka melukiskan sebuah kubus.
Pada nomor 1.b siswa diperintahkan untuk melukiskan jarak dari titik P ke titik Q pada balok ABCD.EFGH. Dalam melukis jarak dari titik P ke titik Q semua menjawab benar, tetapi saat menggambarkan balok beberapa siswa salah karena mereka melukiskan kubus.
Pada no. 1.c siswa diperintahkan untuk menyebutkan konsep apa saja yang digunakan untuk menghitung jarak dari titik P ke titik Q dan menghitung jarak tersebut. Untuk soal nomor 1.c ini dalam menentukan konsep yang digunakan dalam menentukan jarak dari titik P ke titik Q beberapa siswa menjawab tidak lengkap hanya menjawab konsep phytagoras saja. Konsep yang digunakan antara lain konsep phytagoras, konsep proyeksi, dan konsep jarak dari titik ke titik pada bidang ruang. Sedangkan dalam menghitung jarak dari titik P ke titik Q semua siswa menjawab benar, tetapi beberapa siswa menjawab hanya jawabannya saja tanpa mencantumkan caranya dengan jelas. Hal ini tidak salah, tetapi indikator siswa dalam menerapkan konsep secara algoritma tidak terukur.
Secara keseluruhan, jawaban siswa untuk nomor 1 ini dapat dikategorikan
dalam beberapa jenis yaitu:
1) Jawaban Benar
Tabel 4.2
Distribusi Banyaknya Siswa yang Menjawab Benar pada Soal Nomor 1 No. Deskripsi Jawaban Banyak
Siswa
Persentase Siswa 1.a Melukiskan balok ABCD.EFGH
dengan benar 17 62.96%
1.b Melukiskan jarak dari titik P ke Q
dengan benar 16 59.26%
1.c Menentukan konsep secara lengkap dan menghitung panjang jarak P ke Q dengan benar
18 66.67%
2) Jawaban Salah
Tabel 4.3
Distribusi Banyaknya Siswa yang Menjawab Salah pada Soal Nomor 1 No. Deskripsi Jawaban Banyak
Siswa
Persentase Siswa 1.a Menggambarkan sebuah kubus 10 37.04%
1.b Melukiskan jarak dari titik P ke Q
tidak tepat 11 40.74%
1.c Menentukan konsep dan menghitung jarak P ke Q tidak lengkap.
9 33.33%
Catatan: 27 siswa kelas XI
Secara keseluruhan hambatan yang teridentifikasi dari nomor 1 adalah kesalahan siswa yang masih melukiskan kubus untuk melukiskan sebuah balok dan kurangnya pemahaman siswa mengenai konsep yang dgunakan untuk menentukan jarak dalam bidang ruang. Hal tersebut menunjukkan bahwa melukis bidang ruang dan konsep jarak pada bidang ruang masih kurang dipahami siswa.
b. Analisis soal nomor 2
Perhatikan gambar-gambar bangun kubus di bawah ini:
a. Tentukan gambar mana saja yang menunjukkan konsep jarak dari titik sudut ke titik sudut, berikan alasannya! Dan ruas garis apa yang mewakili jarak antar titik tersebut?
b. Berikan sebuah contoh gambar yang menunjukkan konsep jarak dari titik sudut ke garis dalam bidang ruang!
c. Tentukan gambar mana saja yang menunjukkan konsep jarak dari titik sudut ke bidang, berikan alasannya! Dan ruas garis apa yang mewakili jarak antara titik sudut dan bidang tersebut?
Soal nomor 2 terdiri dari soal 2.a, 2.b, dan 2.c adalah soal dengan tingkat kesulitan sedang. Soal-soal tersebut berkaitan dengan konsep jarak dari titik sudut ke titik sudut, titik sudut ke garis, dan titik sudut ke bidang dalam bidang ruang.
Indikator kemampuan pemahaman yang digunakan dalam soal nomor 2 ini dapat dilihat pada Tabel 4.4 berikut:
Tabel 4.4
Indikator Kemampuan Pemahaman Matematis Soal 2
No. Soal Indikator
2.a Tentukan gambar mana saja yang menunjukkan konsep jarak dari titik sudut ke titik sudut, berikan alasannya! Dan ruas garis apa yang mewakili jarak antar titik tersebut?
Kemampuan mengklasifikaikan objek-objek berdasarkan dipenuhi atau tidaknya persyaratan yang membentuk konsep tersebut.
2.b Berikan sebuah contoh gambar yang menunjukkan konsep jarak dari titik sudut ke garis dalam bidang ruang!
Kemampuan memberikan contoh dari konsep yang dipelajari.
2.c Tentukan gambar mana saja yang menunjukkan konsep jarak dari titik sudut ke bidang, berikan alasannya! Dan ruas garis apa yang mewakili jarak antara titik sudut dan bidang tersebut?
Kemampuan mengklasifikaikan
objek-objek berdasarkan dipenuhi
atau tidaknya persyaratan yang
membentuk konsep tersebut.
Pada nomor 2.a, siswa diperintahkan untuk menentukan gambar yang menunjukkan konsep jarak dari titik sudut ke titik sudut dari 5 gambar yang telah disediakan. Hampir semua menjawab benar, tetapi beberapa siswa tidak memberikan jawaban ruas garis yang mewakili jarak titik sudut ke titik sudut tersebut. Jadi mereka menjawab benar tanpa memberikan alasan yang jelas.
Pada nomor 2.b siswa diperintahkan untuk memberikan contoh gambar yang menunjukkan konsep jarak dari titik sudut ke garis dalam bidang ruang.
Beberapa siswa yang menjawab dengan benar dengan menggambarkan kembali gambar yang ada pada soal, dan beberapa siswa menjawab salah karena hanya mencantumkan nomor gambar pada soal tanpa menggambarkannya.
Pada no. 2.c siswa diperintahkan untuk menentukan gambar yang menunjukkan konsep jarak dari titik sudut ke bidang. Beberapa siswa menjawab dengan benar dengan menjawab pula ruas garis yang mewakili jarak dari titik sudut ke bidang, dan beberapa siswa menjawab salah dengan menentukan gambar yang benar tetapi jawaban ruas garis yang mewakili jarak dari titik sudut ke bidang salah dan menentukan gambar yang salah.
Secara keseluruhan, jawaban siswa untuk nomor 2 ini dapat dikategorikan dalam beberapa jenis yaitu:
1) Jawaban Benar
Tabel 4.5
Distribusi Banyaknya Siswa yang Menjawab Benar pada Soal Nomor 2
No. Deskripsi Jawaban Banyak
Siswa
Persentase Siswa 2.a Menunjukkan Gambar II dengan ruas
garis yang mewakili jarak yaitu ruas garis AG, dan Gambar III dengan ruas garis yang mewakili jarak yaitu ruas garis AF.
19 70.37%
2.b Melukiskan jarak dari titik sudut ke garis
dalam bidang ruang dengan benar. 17 62.96%
2.c Menunjukkan Gambar IV dengan ruas garis yang mewakili jarak yaitu ruas garis AO.
7 25.92%
2) Jawaban Salah
Tabel 4.6
Distribusi Banyaknya Siswa yang Menjawab Salah pada Soal Nomor 2
No. Deskripsi Jawaban Banyak
Siswa
Persentase Siswa 2.a Menunjukkan gambar yang salah 8 29.63%
2.b Tidak melukiskan jarak dari titik sudut ke garis dalam bidang ruang dengan benar, tetapi menyebutkan gambar pada soal.
10 37.04%
2.c Menunjukkan gambar yang salah 20 74.08%
Catatan: 27 siswa kelas XI
Secara keseluruhan hambatan yang teridentifikasi dari nomor 2 adalah kesalahan siswa dalam menentukan gambar yang termasuk konsep jarak dari titik sudut ke titik sudut, titik sudut ke garis, dan titik sudut ke bidang dalam bidang ruang, serta menentukan ruas garis yang mewakili jarak dari konsep-konsep tersebut.
c. Analisis soal nomor 3
Perhatikan gambar kubus di bawah ini:
Jika luas permukaan kubus tersebut 150 cm 2 , tentukan:
a. Panjang rusuk kubus tersebut!
b. Lukislah ruas garis yang menggambarkan jarak dari titik E ke garis HK, lalu tentukan panjang jarak tersebut!
c. Lukislah ruas garis yang menggambarkan jarak dari ruas garis KG ke bidang EHLI, lalu tentukan panjang jarak tersebut!
Soal nomor 3 terdiri dari soal 3.a, 3.b, dan 3.c adalah soal dengan tingkat kesulitan sedang. Pada soal tersebut berkaitan dengan konsep luas permukaan kubus yang telah dipelajari siswa sebelumnya untuk menentukan panjang rusuk kubus, penggunaan konsep Phytagoras, proyeksi, konsep jarak dari titik ke garis, dan konsep jarak antara garis ke bidang. Indikator kemampuan pemahaman yang digunakan pada nomor 3 dapat dilihat pada Tabel 4.7 berikut.
Tabel 4.7