• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

24

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Gambaran Objek Penelitian

Objek penelitian ini adalah seluruh debitur se-Kecamatan Getasan yang bernaung dibawah KUD Getasan yang beralamat di Jl. Raya Salatiga-Kopeng Km.03,tepatnya di Dusun Pendingan Desa Sumogawe Kecamatan Getasan.

Daftar debitur (penerima kredit sapi perah) yang bernaung dibawah KUD Getasan dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.1 Penerima kredit sapi perah KUD Getasan Kategori Kredit Jumlah orang Prosentase

Macet 37 orang 25

Lancar 111 orang 75

Total 148 orang 100

Sumber : Buku data kredit sapi perah GKSI

Tabel 4.1 memperlihatkan bahwa debitur yang bernaung dibawah KUD

Getasan berjumlah 148 orang, terdiri dari 37 debitur mengalami kredit macet dan

111 lainnya lancar. Penerima kredit berdasarkan daerah dapat dilihat dalam tabel

4.2 berikut ini:

(2)

25

Tabel 4.2 Rincian penerima kredit sapi perah KUD Getasan berdasarkan asal daerah penerima kredit sapi perah

Desa Jumlah Debitur Macet Debitur Lancar

Jumlah % Jumlah %

Nogosaren 34 11 7,43% 23 15,54%

Ngrawan 10 3 2,03% 7 4,73%

Jogonayan 7 1 0,68% 6 4,05%

Mangihan 6 1 0,68% 5 3,38%

Cengklok 8 1 0,68% 7 4,73%

Kenteng 6 1 0,68% 5 3,38%

Pringapus 13 4 2,70% 9 6,08%

Piji 11 3 2,03% 8 5,41%

Pendingan 8 3 2,03% 5 3,38%

Sumogawe 13 4 2,70% 9 6,08%

Ngemplak 8 2 1,35% 6 4,05%

Ndangklik 8 1 0,68% 7 4,73%

Seturun 9 1 0,68% 8 5,41%

Ndares 7 1 0,68% 6 4,05%

Jumlah 148 37 25,00% 111 75,00%

Sumber : Buku data kredit sapi perah GKSI

Tabel 4.2 menunjukan desa atau wilayah dimana jumlah debitur macet, dan

terdapat debitur lancar jumlah penerima kredit sapi terbayak adalah di Desa

Nogosaren yang jumlahnya 34, debitur, dimana terdapat 11 debitur yang macet dan

23 debitur lancar. Jumlah debitur yang paling sedikit adalah daerah Mangihan dan

Kenteng ada 6 debitur dengan masing-masing 1debitur macet dan 5 debitur lancar.

(3)

26 2. Visi - Misi KUD Getasan

KUD Getasan adalah salah satu koperasi yang ada di kecamatan Getasan tepatnya di Desa Sumogawe Kabupaten Semarang. KUD Getasan berdiri pada tahun 1972 dengan memiliki satu unit usaha yang dikelola dan dikembangkan. Seiring dengan perkembangan zaman KUD Getasan berkembang dengan memiliki tujuh Unit Usaha. Usaha Persusuan merupakan unit usaha yang paling besar. Perkembangan KUD Getasan tidak lepas dari visi misi yang dimiliki KUD Getasan. Visi-Misi KUD Getasan dapat dilihat sebagai berikut :

Visi dan Misi KUD Getasan a) Visi

 Menjadi pilar perekonomian nasional

 Taat azaz

 Mewujudkan masyarakat adil dan makmur

b) Misi

 Menjadikan Induk KUD dan jaringannya sebagai pelaku usaha taat azaz,

sehingga memiliki kemampuan adaptasi.

 Mengembangkan usaha berbasis karakteristik wilayah.

 Meningkatkan kesejahteraan

(4)

27

Struktur Organisasi KUD Getasan Secara Keseluruhan

Gambar 4.1 Struktur organisasi KUD Getasan

Gambar 4.1 merupakan struktur organisasi KUD Getasan yang bergerak diberbagai bidang. Sumber : KUD Getasan

Tugas masing- masing bagian : 1) Rapat anggota tahunan

Rapat anggota tahunan merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam kehidupan koperasi dan kebijakan koperasi diputuskan dalam rapat anggota :

Persusuan

Kasir

Rapat anggota Pembinaan Depkop

Badan Pengawas

Pengurus Penyuluh

Ketua Wakil ketua

Bendahara Sekretaris Pembantu

Manager Juru Buku

KSP S / P

Rekening Listrik

Listrik Gangguan IB PMT

(5)

28

a. Menetapkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.

b. Menetapkan keputusan dan melaksanakan keputusan rapat anggota.

c. Memilih, mengangkat, memberhentikan pengurus dan badan pemeriksa / penasehat.

d. Menetapkan rencana kerja, anggaran belanja, pengesahan neraca, dan kebijakan pengurus dalam bidang organisasi.

2) Badan Pengawas

Anggota badan pemeriksa harus dari anggota kopersi itu sendiri masa jabatan badan pengawas maksimal lima tahun. Tugas badan pengawas yaitu :

a. Melakukan pemeriksaan terhadap tata kehidupan koperasi termasuk organisasi serta kebijakan pengurus.

b. Membuat laporan tertulis terhadap hasil pemeriksaan.

c. Sewaktu-waktu mengadakan pemeriksaan terhadap catatan tentang harta kekayaan kopersi dan kebenaran pembukuan.

3) Pengurus

Pengurus terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris dan bendahara.

a. Ketua dan wakil ketua mempunyai tugas yang sama yaitu:

1) Memimpin, mengkoordinator, mengawasi tugas pengurus lainnya dan manajer / karyawan.

2) Memimpin rapat anggota / rapat anggota tahunan, atas nama

pengurus memberikan laporan pertanggung jawaban kepada rapat

anggota / rapat anggota tahunan tersebut.

(6)

29

3) Memimpin rapat pengurus dengan manajer / badan pengawas.

4) Memberikan keputusan terkhir dalam kepengurusan koperasi dengan memperhatikan usul atau saran atau pertimbangan dari fungsi dibawahnya, seperti sekretaris, bendahara dan manajer.

5) Memisahkan semua surat-surat yang meliputi kegiatan organisasi keluar atau kedalam dan dilakukan bersama dengan fungsionaris lainnya.

b. Sekretaris bertugas :

1) Menyiapkan data dan informasi dalam penyusunan rencana kerja dan rencana pendapatan belanja.

2) Melakukan kegiatan kesekretariatan.

3) Bertanggung jawab atas kemampuan arsip-arsip baik yang menyangkut keuangan maupun surat-surat lain.

4) Memelihara tata kerja, merencanakan peraturan khusus serta ketentuan lain.

5) Bertanggung jawab dibidang administrasi atau tugas umum pada ketua.

6) Mengadakan hubungan kerja dengan bendahara atau manajer dalam hal yang saling berkaitan.

c. Bendahara bertugas :

1) Merencanakan atau meyusun anggaran pendapatan dan belanja

koperasi.

(7)

30

2) Mencari dana atau permodalan baik dari dalam atau luar serta mengatur penggunaannya, sesuai dengan anggarannya.

3) Memelihara semua harta kekayaan kopersi.

4) Mempersiapkan informasi dibidangnya dalam rangka rapat anggota maupun penjabat sesuai ketentuan.

d. Badan Penyuluh

Sebagai wakil Departemen Koperasi tingkat II yang memberikan penyuluhan dan bimbingan empat kali dalam setahun bagi kelancaran operasi KUD.

e. Manajer

Manajer KUD bertugas merencanakan apa yang akan dilaksanakan untuk masa yang akan datang demi tercapainya tujuan, menentukan bidang-bidang pekerjaan dan batas kekuasaan, mengerakkan pelaksanaan operasi KUD, melaksanakan pengawasan terhadap semua karyawan. Manajer adalah orang yang paling menentukan berhasil atau tidaknya usaha KUD.

4) Bidang-bidang Usaha Koperasi

KUD Getasan sebagai lembaga perekonomian pedesaan harus mampu

meningkatkan produktivitas, kaum petani. Seiring dengan semakin

berkembangnya dan meningkatnya kebutuhan para anggota, maka KUD

Getasan memperluas bidang usahanya yang dikelola hingga saat ini

bidang usaha yang dikelola KUD Getasan adalah :

(8)

31 a. Unit Persususuan

Sebagai KUD koperasi bersedia menerima hasil susu perah dari petani peternak sapi. Dari KUD ada beberapa orang yang bekerja mengambil susu dari desa untuk dibawa ke KUD dan kemudian disetorkan ke CV Citra Nasional yang berada di Dusun Pendigan dan sebagian disetorkan ke GKSI yang berada di Boyolali.

b. Unit Rekening Listrik

Banyaknya anggota yang menggunakan jasa listrik maka pengurus berinisiatif untuk dapat membantu dalam pembayaran rekening listrik.

c. Unit Simpan Pinjam (S / P)

Sesuai dengan kebutuhan anggota dan kelompok tani, KUD Getasan mengadakan unit simpan pinjam. Masyarakat yang dilayani dalam unit ini hanya masyarakat yang mempunyai penghasilan dari susu, sebagai jaminannya susu tersebut harus disetor ke KUD Getasan.

d. Unit Kredit Sapi Perah (KSP)

Begitu besarnya minat penduduk terhadap budidaya sapi perah, maka KUD Getasan memberikan pinjaman KSP dari GKSI sebanyak 148 ekor sapi. Bagi masyarakat yang meminjam sapi perah harus memberikan uang muka sebesar Rp 1500.000,00 dan melengkapi persyaratan dan dengan perjanjian hasil susunya sebagai angsuran untuk disetorkan ke KUD Getasan.

e. Unit Gangguan

(9)

32

KUD Getasan melayani 24 jam terhadap pemeliharaan jaringan dan pelayanan gangguan listrik. Apabila masyarakat dikecamatan Getasan mengalami masalah gangguan listrik maka dapat mendatangi KUD dan petigas KUD pada unit gangguan listrik akan melayaninya.

f. Unit Inseminasi Buatan (IB)

KUD Getasan juga melayani inseminasi buatan untuk beternak sapi dengan cara sapi diberi suntikan hamil, sehingga perkembangan sapi sangat pesat.KUD berkerjasama dengan GKSI dalam menyediakan inseminasi buatan kemudian KUD menjualnya kepada masyarakat.

g. Unit Pakan Ternak

KUD Getasan juga menyediakan pakan ternak yang dikelola oleh

KUD sendiri melalui unit pakan ternak yang telah disediakan untuk di

jual kepada para masyarakat.

(10)

33

1) Struktur Organisasi KUD Bidang Persusuan

Gambar 4.2 Bagan Struktur Organisasi Bidang Persusuan

Gambar 4.2 merupakan struktur organisasi KUD Getasan yang bergerak dibidang persususuan yang merupakan obyek penelitian.

3. Kredit Macet di KUD Getasan

Sebagai lembaga yang bergerak dibidang persusuan KUD Getasan memberikan kredit sapi perah (KSP) kepada para debitur di wilayah Kecamatan Getasan yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat Getasan dan sekitarnya mengingat sebagian besar masyarakat Getasan bermata pencaharian sebagai petani.

Data dibawah ini dapat dilihat penerima kredit sapi perah KUD Getasan.

P. Umum Suwar

Sekretaris Sri Utami .S Bendahara

Suko Hartono

Wakil Mulyono H.P

Ketua

Joko Hariyanto

(11)

34 Tabel 4.3

Pendapat yang menyatakan Harga Susu Sebagai Penyebab Kredit Macet di KUD Getasan.

No Keterangan Jumlah %

1 Setuju 7 18,92

2 Tidak setuju 30 81,08

Jumlah 37 100

Tabel 4.3 menunjukan bahwa 7 Responden dari 37 Responden menyatakan tidak mempermasalahkan harga beli produk susu dengan presentase 18,92 % begitu juga dengan 30 responden lainnya yang menyatakan setuju dengan presentase 81,08

%

KUD Getasan melalui kredit sapi perah (KSP) memberikan kredit sapi perah

kepada para debitur, awalnya debitur mengangsur sesuai dengan perjanjian yang telah

disepakati. Setelah beberapa bulan ke depan para debitur penerima kredit sapi

tersebut mulai tersendat-sendat dalam mengangsurnya bahkan ada yang tidak

mengangsur. KUD Getasan sebagai pihak yang dirugikan mencoba untuk mencari

tahu, ternyata ditemukan adanya penyimpangan dalam melakukan angsuran yang

disebabkan para debitur memilih tempat penjualan lain dengan alasan karena harga

susu dilembaga lain lebih menguntungkan. Hal ini dapat dilihat dijawaban 30

responden dari 37 responden yang menjawabnya.

(12)

35

Tabel 4.4

Pendapat Penerima Kredit Sapi Perah Pada KUD Getasan yang Mengemukakan Bahwa Harga Susu di Lembaga Lain Lebih Bisa Memenuhi

Kebutuhan.

No Keterangan Jumlah % 1 Tidak setuju. 12 32,43

2 Setuju. 25 67,57

Jumlah 37 100

Tabel 4.4 menunjukan bahwa 12 Responden dari 37 Responden menyatakan tidak mempermasalahkan harga beli produk susu dengan presentase 32,43 % begitu juga dengan 25 responden lainnya yang menyatakan setuju dengan presentase 67,57%.

KUD Getasan awalnya dalam memberikan kredit sapi perah disambut baik

oleh para peternak dengan harapan untuk bisa mensejahterakan para peternak sapi

diwilayah Getasan dan sekitarnya. Debitur dalam melakukan kredit sapi perah

mengangsur melalui susu yang disetorkan ke KUD Geatasan sedangkan dari pihak

KUD akan memotong hasil pembayaran susu sebagai angsurannya. Hal tersebut pada

awalnya bisa berjalan beberapa bulan saja, karena para debitur merasa harga jual dari

hasil penjualan susu tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan dan Debitur

merasa harga penjualan dilembaga lain lebih bisa memenuhi kebutuhannya. Hal ini

dapat dilihat dijawaban 25 responden dari 37 responden yang menjawabnya.

(13)

36 Tabel 4.5

Pendapat Penerima Kredit Sapi Perah Pada KUD Getasan yang Mengemukakan Bahwa Harga Beli KUD Getasan yang Tidak Sesuai.

No Keterangan Jumlah % 1 Tidak setuju. 4 10,81

2 Setuju. 33 89,19

Jumlah 37 100

Tabel 4.5 menunjukan bahwa 4 Responden dari 37 Responden menyatakan tidak mempermasalahkan harga beli produk susu dengan presentase 10,81 % begitu juga dengan 33 responden lainnya yang menyatakan setuju dengan presentase 89,19%.

Awalnya dalam melakukan kredit sapi perah para debitur mengangsur melalui

susu yang disetorkan ke KUD Geatasan sedangkan dari pihak KUD akan memotong

hasil pembayaran susu sebagai angsurannya. Haltersebut pada awalnya bisa berjalan

beberapa bulan saja, karena para debitur merasa harga jual dari hasil penjualan susu

tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan debitur. Hal ini dapat dilihat dijawaban

33 responden dari 37 responden yang menginginkan kenaikan harga sebagai

pembayaran produk susu. Karena dengan harga yang relatif rendah para debitur

masih jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhannya.

(14)

37 Tabel 4.6

Pendapat penerima Kredit Sapi Perah Pada KUD Getasan Dengan Penyebab Persaingan Harga.

No Keterangan Jumlah % 1 Tidak setuju. 18 48,65

2 Setuju. 19 51,35

3 Jumlah 37 100

Tabel 4.6 menunjukan bahwa 18 Responden dari 37 Responden menyatakan tidak mempermasalahkan harga beli produk susu dengan presentase 48,65% begitu juga dengan 25 responden lainnya yang menyatakan setuju dengan presentase 51,35%.

Banyaknya petani di wilayah Kecamatan Getasan yang mengantungkan

hidupnya sebagai peternak sapi perah menimbulkan banyak pengusaha diwilayah

Kecamatan Getasan yang membuka atau mendirikan lembaga persususan atau

pengepul susu dari para peternak sapi. Imbasnya adalah terjadi persaingan harga

diwilayah Getasan antara KUD pemberi kredit dengan lembaga lain yang bergerak

dibidang persusuan yang ada diwilayah Kecamatan Getasan ternyata 19 dari 34

responden menyatakn bahwa harga jual lembaga persusuan lain lebih tinggi

dibandingkan KUD Getasan.

(15)

38 Tabel 4.7

Pendapat penerima Kredit Sapi Perah Pada KUD Getasan yang menyatakan Kualitas Susu Sebagai Penyebab Kredit Macet.

No Keterangan Jumlah % 1 Tidak setuju. 4 10,81

2 Setuju. 33 89,19

Jumlah 37 100

Tabel 4.7 menunjukan bahwa 4 Responden dari 37 Responden menyatakan tidak setuju dengan pengetesan produk susu dengan presentase 10,81 % begitu juga dengan 33 responden lainnya yang menyatakan setuju dengan presentase 89,19%.

KUD dalam melakukan pembelian susu juga harus memperhatikan kualitas

dari hasil susu tersebut. Sebelum menerima susu, pihak KUD melakukan pengujian

kualitas susu sapi dengan menggunakan alat pengetesan guna mengetahui kualitas

susu tersebut. Pengetesan perlu dilakukan karena sering terjadi kecurangan yang

dilakukan oleh pihak petani yang menambahkan air ke susu yang menjadikan susu

tersebut menjadi tidak murni dan berpengaruh pada kualitas susu yang akan

berpengaruh pula terhadap harga. Dapat dilihat dari 37 responden 33 diantaranya

menyatakan setuju.

(16)

39 Tabel. 4.8

Pendapat penerima Kredit Sapi Perah Pada KUD Getasan Dengan Alasan Harga Pakan yang Semakin Tinggi.

No Keterangan Jumlah % 1 Tidak setuju. 13 35,13 2 Setuju. 24 64,87

Jumlah 37 100

Tabel 4.8 menunjukan bahwa 13 Responden dari 37 Responden menyatakan naiknya harga pakan tidak mempengaruhi dengan presentase 35,13 % begitu juga dengan 33 responden lainnya yang menyatakan setuju dengan presentase 64,87%.

Sebagian besar masyarakat Kecamatan Getasan adalah petani yang juga

sebagai peternak sapi. Bertani dan berternak sebagai mata pencaharian untuk

memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berternak sapi tidaklah mudah karena harus

memberi makan sapi dengan kondisi yang seperti sekarang harga yang terus

meningkat. Begitu juga dengan harga pakan sangat berpengaruh terhadap penghasilan

hal ini dapat dilihat 24 dari 37 responden menyatakan hal tersebut.

(17)

40

Tabel 4.9

Pendapat penerima Kredit Sapi Perah Pada KUD Getasan Yang Menyatakan Harga Pakan yang Bervariasi Menurut kualitas Sebagai Penyebab Kredit

Macet.

No Keterangan Jumlah %

1 Setuju 37 100

Jumlah 37 100

Tabel 4.9 menunjukan bahwa 37 Responden dari 37 Responden menyatakan bahwa harga pakan yang bervariasi sangatlah berpengaruh terhadap kualitas susu karena kualitas pakan tersebut berbeda-beda tidak mempengaruhi dengan presentase 100 %.

Wilayah Kecamatan Getasan yang sebagian besar masyarakatnya bermata

pencaharian sebagai petani dan peternak sapi. Sapipeliharaan sama juga dengan

makluk hidup lain yang butuh makan dan minum untuk bisa bertahan hidup dan

untuk bisa menghasilkan produk susu. Para peternak sapi disamping harus memenuhi

kebutuhan sehari-hari juga harus memberi pakan pada sapi peliharaannya. Harga

pakan pun bervarisi ada yang murah, sedang, dan mahal dan semua pakan sangatlah

berpengaruh terhadap kwalitas produk susu yang dihasilkan hal ini bisa dilihat dari 37

responden yang menyatakan kwalitas pakan berpengaruh terhadap kwalitas produk

susu.

(18)

41 Tabel 4.10

Pendapat Penerima Kredit Sapi Perah Pada KUD Getasan Yang Menyebabkan Para Debitur Dalam Memilih Tempat Penjualan Lain Sebagai Penyebab Kredit

Macet.

No Keterangan Jumlah % 1 Tidak Setuju. 18 48,65 2 Setuju. 19 51,35

Jumlah 37 100

Tabel 4.10 menunjukan bahwa 18 Responden dari 37 Responden menyatakan tidak terpengaruh dengan alasan diatas dengan presentase 48,65 % begitu juga dengan 25 responden lainnya yang menyatakan setuju dengan presentase 51,35%.

Kredit sapi perah diwilayah Kecamatan Getasan pada awalnya disambut baik oleh para debitur karena sebagian besar masyarakat Getasan tersebut bermata pencaharian sebagai petaani sekaligus peternak sapi. Kredit sapi tersebut tidak diangsur dengan uang melainkan menggunakan susu sapi perah sebagai angsurannya.

Awalnya para debitur tersebut mengangsur dengan tertib akan tetapi setelah berjalan

beberapa bulan dan debitur merasa harga pakan yang semakin tinggi dan harga susu

di KUD pemberi kredit lebih rendah dibandingkan dengan lembaga lain yang juga

sebagai pengepul susu maka dari itu para debitur memilih tempat penjualan susu lain

yang harganya lebih tinggi. Dari 37 responden 19 diantaranya menyatakan alasan

tersebut.

(19)

42 Tabel 4.11

Pendapat penerima Kredit Sapi Perah Pada KUD Getasan Yang Menyebabkan Para Debitur Dalam Memilih Tempat Pembelian Pakan Sapi Sebagai Penyebab

Kredit Macet.

.

No Keterangan Jumlah % 1 Tidak Setuju. 12 32,43

2 Setuju. 25 67,57

Jumlah 37 100

Tabel 4.11 menunjukan bahwa 12 Responden dari 37 Responden menyatakan tidak mengambil pakan di KUD Getasan dengan alasan harganya sama dengan pakan yang dijual diluar KUD dengan presentase 32,43 % begitu juga dengan 25 responden lainnya yang menyatakan mengambil pakan dari KUD Getasan dengan presentase 67,57%.

KUD Getasan tidak hanya membeli produk susu akan tetapi juga

menyediakan pakan sapi yang dikelola oleh KUD Getasan itu sendiri melaui bidang

pakan sapi atau yang disebut unit pakan sapi. Unit pakan sapi tersebut menyediakan

berbagai jenis pakan sapi yang disediakan untuk melayani peternak sapi yang ada

diwilayah Getasan dan sekitarnya. KUD Getasan melayani masyarakat dengan

memasok pakan tersebut kepada para peternak dengan harapan akan mempermudah

peternak dalam membeli pakan akan tetapi tidak semua peternak sapi diwilayah

Getasan ini mengambil pakan sapi dari KUD tersebut, dari 37 responden hanya 25

yang mengambil pakan sapi dari KUD Getasan.

(20)

43 Tabel 4.12

Pendapat penerima Kredit Sapi Perah Pada KUD Getasan Yang Menyebabkan Harga Pembelian Pakan Sapi Sebagai Penyebab Kredit Macet.

No Keterangan Jumlah %

1 Setuju. 19 51,35

2 Tidak setuju. 18 48,65

Jumlah 37 100

Tabel 4.12 menunjukan bahwa 19 Responden dari 37 Responden menyatakan tidak terpengaruh dengan alasan diatas dengan presentase 51,3 % begitu juga dengan 18 responden lainnya yang menyatakan setuju dengan presentase 48,6% .

Seiring dengan kondisi yang seperti sekarang ini harga semua kebutuhan yang

semakin tinggi. Harga kebutuhan yang semakin tinggi juga berpengaruh terhadap

harga pakan sapi yang dipasok dari KUD Getasaan. Sebagai lembaga yang melayani

masyarakat terutama peternak sapi KUD Getasan memberikan harga yang mungkin

bisa dijangkau oleh peternak sapi diwilayah Getasan dan sekitarnya dari hasil

penelitian yang telah peneliti lakukan, dari 37 reponden hanya 18 diantaranya

menyatakan setuju.

(21)

44 Tabel 4.13

Pendapat Penerima Kredit Sapi Perah Pada KUD Getasan Yang Menyebabkan Harga Kebutuhan yang Semakin Tinggi dan Harga Beli Produk Susu KUD Getasan yang Masih Di Bawah Lembaga Persusuan Lain yang Ada Di Wilayah

Getasan Sebagai Penyebab Kredit Macet.

No Keterangan Jumlah % 1 Tidak setuju. 10 27,02 2 Setuju.. 27 72,98

Jumlah 37 100

Tabel 4.13 menunjukan bahwa 10 Responden dari 37 Responden menyatakan tidak terpengaruh dengan alasan diatas dengan presentase 27,02 % begitu juga dengan 27 responden lainnya yang menyatakan setuju dengan presentase 72,98%

Kondisi ekonomi yang seperti sekarang ini banyak orang yang mengeluh

lantaran harga kebutuhan yang semakin tinggi sedangkan sulitnya mencari pekerjaan

guna memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dampak

tersebut juga dirasakan para peternak sapi yang ada diwilayah Getasan dan sekitarnya

yang merasa hasil penjualan susu kepada KUD pemberi kredit yang dirasa masih jauh

dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terutama untuk perawatan

sapi. Peternak sapi beralasan untuk memilih tempat penjualan susu lain yang

harganya lebih tinggi. Dari 37 responden 27 diantaranya menyatakan alasan tersebut.

(22)

45 Tabel 4.14

Pendapat Penerima Kredit Sapi Perah Pada KUD Getasan Yang Menyebabkan Kebutuhan Akan Lebih Terpenuhi Apabila Memilih Menjual Susu Di Lembaga

Lain Sebagai Penyebab Kredit Macet.

No Keterangan Jumlah % 1 Tidak setuju. 19 51,35 2 Setuju . 18 48,65

Jumlah 37 100

Tabel 4.14 menunjukan bahwa 19 Responden dari 37 Responden menyatakan tidak terpengaruh dengan alasan diatas dengan presentase 51,35 % begitu juga dengan 18 responden lainnya yang menyatakan setuju dengan presentase 48,65 %

Kondisi yang seperti sekarang ini harga semua kebutuhan yang semakin tinggi

memaksa para debitur untuk bisa mencari keuntungan yang lebih besar dengan harga

kebutuhan yang semakin tinggi para debitur lebih memilih menjual hasil produk susu

kepada lembag lain yang dirasa lebih bisa memenuhi kebutuhan setelah menjual susu

ke lembaga lain tersebut. Hal ini dapat dilihat dijawaban 18 responden dari 37

responden yang menjawabnya

(23)

46 Tabel 4.15

Pendapat Penerima Kredit Sapi Perah Pada KUD Getasan Yang Menyebabkan Pembayaran Susu Di KUD Getasan Tidak Cukup Untuk Menenuhi Kebutuhan

Sehari-hari Sebagai Penyebab Kredit Macet.

Tabel 4.15 menunjukan bahwa 18 Responden dari 37 Responden menyatakan tidak terpengaruh dengan alasan diatas dengan presentase 48,64 % begitu juga dengan 19 responden lainnya yang menyatakan setuju dengan presentase 51,35 %.

Manusia sebagai makluk hidup yang membutuhkan makan,minum, serta kebutuhan hidup yang lain tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bekerja dan adanya campurtangan orang lain. Hal ini juga yang dilakukan oleh para peternak sapi yang ada diwilayah Getasan yang mencoba untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan beternak sapi perah. Sebagai peternak sapi perah tentu para peternak mengharap hasil dari beternak sapi dan susu sapi tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi para debitur merasa hasil pembayaran dari KUD lain lebih tinggi dan lebih bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dari 37 responden 19 diantaranya menyatakan alasan tersebut.

No Keterangan Jumlah % 1 Tidak setuju. 18 48,64

2 Setuju. 19 51,35

Jumlah 37 100

(24)

47 Tabel 4.16

Pendapat penerima Kredit Sapi Perah Pada KUD Getasan Yang Menyebabkan Lembaga Persusuan Lain Lebih Menguntungkan Sebagai Penyebab Kredit

Macet.

No Keterangan Jumlah % 1 Tidak setuju. 9 24,32

2 Setuju. 28 75,68

Jumlah 37 100

Tabel 4.16 menunjukan bahwa 9 Responden dari 37 Responden menyatakan tidak terpengaruh dengan alasan diatas dengan presentase 24,32 % begitu juga dengan 28 responden lainnya yang menyatakan setuju dengan presentase 75,68 %.

KUD Getasan sebagai koperasi yang ada diwilayah Kecamatan

Getasanseharusnya bisa mensejahterakan masyarakat terutama para petani peternak

sapi perah yang ada diwilayah kecamatan Getasan. Akan tetapi kenyataan yang ada

dari 37 responden 28 diantaranya menyatakan bahwa para peternak sapi lebih

memilih lembaga lain yang sama-sama bergerak dibidang persusuan yang tidak

memberikan kredit sapi untuk menyetorkan hasil susu sapi dengan alasan lembaga

yang lain tersebut lebih menguntungkan dibandingkan KUD yang memberikan kredit

sapi.

(25)

48 Tabel 4.17

Pendapat Penerima Kredit Sapi Perah Pada KUD Getasan Yang Menyebabkan Harga Kebutuhan Pokok yang Di Sediakan KUD Sama Dengan Harga yang Di

Tawarkan Di Luar KUD Sebagai Penyebab Kredit Macet.

No Keterangan Jumlah % 1 Tidak setuju. 19 51,35

2 Setuju. 18 48,65

Jumlah 37 100

Tabel 4.17 menunjukan bahwa 19 Responden dari 37 Responden menyatakan tidak terpengaruh dengan alasan diatas dengan presentase 51,35 % begitu juga dengan 18 responden lainnya yang menyatakan setuju dengan presentase 48,65 %.

KUD Getasan yang ada diwilayah Kecamatan Getasan tidak hanya bergerak

dalam satu bidang saja. KUD Getasan juga mempunyai beberapa bidang yang bisa

membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok. Awalnya hal tersebut

disambut baik oleh para nasabah peternak sapi dengan harapan harga kebutuhan

tersebut lebih rendah dari harga penjual lain diluar KUD Getasan. Akan tetapi dalam

kenyataannya 18 responden dari 37 responden yang ada menyatakan bahwa harga

kebutuhan pokok yang disediakan KUD Getasan sama dengan harga kebutuhan yang

dijual oleh penjual lain diluar KUD Getasan.

(26)

49 Tabel 4.18

Pendapat Penerima Kredit Sapi Perah Pada KUD Getasan Yang Menyebabkan Harga Peralatan yang Semakin Tinggi Berpengaruh Terhadap Pemilihan

Tempat Penjualan Sebagai Penyebab Kredit Macet.

No Keterangan Jumlah % 1 Tidak setuju. 31 83,79

2 Setuju. 6 16,21

Jumlah 37 100

Tabel 4.18 menunjukan bahwa 31 Responden dari 37 Responden menyatakan tidak terpengaruh dengan alasan diatas dengan presentase 83,79 % begitu juga dengan 18 responden lainnya yang menyatakan setuju dengan presentase 16,21 %.

KUD Getasan yang sebagian besarnya masyarakatnya petani dan peternak memberikan kredit sapi kepada para petani dan peternak sapi dengan harapan untuk bisa mengembangkan potensi persusuan dan untuk mensejahterakan masayarakat Kecamatan Getasan. Seiring dengan itu para petani peternak sapi merasa hasil pembayaran yang sudah dipotong dengan angsuran sapi tersebut tidak sesuai dengan harga - harga pada umumnya yang diberikan oleh KUD lain. Petani peternak sapi mengungkapkan bahwa beternak sapi juga harus menggunakan peralatan sapi.

Sedangkan harga peralatan yang semakin tinggi membuat para petani untuk memilih

tempat penjualan susu lain yang harganya lebih tinggi. Hal ini yang menjadi alasan 6

responden dari 37 responden yang ada.

(27)

50 Tabel 4.19

Pendapat penerima Kredit Sapi Perah Pada KUD Getasan Yang Menyebabkan Peralatan Tidak Mempengaruh Terhadap Kualitas Susu yang Di Hasilkan

Sebagai Penyebab Kredit Macet.

.

No Keterangan Jumlah %

1 Setuju. 12 32,43

2 Tidak setuju. 25 67,57

Jumlah 37 100

Tabel 4.19 menunjukan bahwa 12 Responden dari 37 Responden menyatakan tidak terpengaruh dengan alasan diatas dengan presentase 32,43 % begitu juga dengan 25 responden lainnya yang menyatakan setuju dengan presentase 67,57 %.

Peralatan dalam peternakan sapi sangatlah penting karena peralatan adalah

sarana sebagai alat untuk melakukan peternakan sapi. Peralatan juga bisa

mempengauruhi produksi susu tetapi juga bisa tidak karena dengan peralatan yang

tersedia lengkap, tetapi makanan dan minuman sapinya tidak diteratur akan sama

saja. Dari 37 responden yang ada 25 diantaranya memilih alasan bahwa peralatan

tidak akan mempengaruhi hasil produksi susu.

(28)

51 Tabel 4.20

Pendapat Penerima Kredit Sapi Perah Pada KUD Getasan Yang Menyebabkan Peralatan yang Berpengaruh Terhadap Penghasilan Sebagai Penyebab Kredit

Macet.

No Keterangan Jumlah % 1 Setuju. . 12 32,43 2 Tidak setuju. 25 67,57

Jumlah 37 100

Tabel 4.20 menunjukan bahwa 12 Responden dari 37 Responden menyatakan tidak terpengaruh dengan alasan diatas dengan presentase 32,43 % begitu juga dengan 25 responden lainnya yang menyatakan setuju dengan presentase 67,57 %.

Peternak sapi dalam berternak sapi harus melakukan beberapa persiapan dan

peralatannya. Sebagai peternak sapi perah para petani peternak sapi harus

menyiapkan tempat untuk menaruh sapi tersebut dan juga peralatan untuk beternak

sapi. Dalam melakukan peternakan sapi perah tempat yang bersih sagatlah penting

guna menjaga kwalitas produk susu. Begitu juga peralatan yang juga penting untuk

perawatan sapi akan tetapi harga peralatan sekarang ini sagat tinggi. Akan tetapi dari

37 peternak sapi 25 diantaranya mengungkapkan bahwa harga peralatan tidak

mempengaruhi penghasilannya.

(29)

52 Tabel 4.21

Pendapat penerima Kredit Sapi Perah Pada KUD Getasan Yang Menyebabkan Peralatan yang Berpengaruh Terhadap Kualitas Produk susu Sebagai Penyebab

Kredit Macet.

No Keterangan Jumlah % 1 Setuju. . 12 32,43 2 Tidak setuju. 25 6

7,57

Jumlah 37 100

Tabel 4.21 menunjukan bahwa 12 Responden dari 37 Responden menyatakan tidak terpengaruh dengan alasan diatas dengan presentase 32,43 % begitu juga dengan 25 responden lainnya yang menyatakan setuju dengan presentase 67,57 %.

Kwalitas susu sapi menjadi hal utama yang harus diperhatikan oleh peternak

sapi dalam melakukan peternakan sapi perah kwalitas susu. Kwalitas susu sapi

tersebut tidak berpengaruh pada pengunaan peralatan yang digunakan oleh para

peternak karena peralatan hanyalah sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan sapi dan

tidak bisa mempengaruhi kwalitas susunya. Dari 37 responden 25 diantaranya

menyatakan alasan tersebut.

(30)

53 Tabel 4.22

Pendapat penerima Kredit Sapi Perah Pada KUD Getasan Yang Menyebabkan Harga Peralatan yang Lebih Terjangkau Membuat Para Debitur Memilih

Lembag Lain Untuk Menyetorkan Produk Susu Sebagai Penyebab Kredit Macet.

No Keterangan Jumlah % 1 Tidak setuju. 9 24,32

2 Setuju. 28 75,68

37 100

Tabel 4.22 menunjukan bahwa 9 Responden dari 37 Responden menyatakan tidak terpengaruh dengan alasan diatas dengan presentase 24,32 % begitu juga dengan 28 responden lainnya yang menyatakan setuju dengan presentase 75,68 %.

Peralatan yang digunakan sebagai pelengkap dalam peternakan sapi biasanya

disediakan langsung oleh KUD, Peralatan tersebut biasanya disediakan KUD dengan

harga yang terjakau guna memenuhi kebutuhan para peternak sapi. Akan tetapi para

debitur mempunyai alasan lain mengapa para debitur penerima kredit sapi lebih

memilih KUD lain dibandingkan KUD pemberi kredit. Dari 37 responden 28

diantaranya menyatakan alasan karena disamping harga beli produk susu lembaga

lain lebih tinggi dari KUD pemberi kredit lembaga lain juga menyediakan peralatan

yang harganya lebih terjangkau.

(31)

54 Tabel 4.23

Penerima Kredit Sapi Perah KUD Getasan yang Mengalami Kredit Macet Dengan Tingkat yang Paling Banyak.

Rekapitulasi :

No Keterangan

Jumlah Jumlah

item pertanyaan Setuju tidak setuju

1 Harga susu 140 45 185

2

Harga

kebutuhan 110 75 185

3 Harga pakan 106 79 185

4 Harga peralatan 70 115 185

Jumlah 426 314 740

B. Pembahasan.

1. Pelaksanaan Kredit di KUD Getasan

Awal permulaan terjadinya kredit adalah Gabungan Koperasi Seluruh

Indonesia (GKSI) yang berada di Boyolali melalui KUD Getasan sebagai koperasi

yang berada ditingkat Kecamatan Getasan memberikan kredit sapi perah. Pemberian

kredit tersebut awalnya disambut baik oleh para masyarakat Getasan dan sekitarnya

karena dengan adanya kredit sapi perah tersebut masyarakat berharap bisa

meningkatkan taraf hidupnya. Akan tetapi dalm prakteknya KUD Getasan sudah

mengalami sistem seleksi yang tidak sesuai dengan ketentuan yang dibuktikan

dengan adanya pemberian kredit kepada orang-orang yang dekat dengan pengurus

saja. Sistem seleksi yang salah tersebut banyak masalah yang timbul dalam

pemberian kredit sapi perah tersebut masalah yang timbul adalah dari 148 debitur

(32)

55

penerima kredit terdapat 37 debitur yang mengalami kreedit macet. Salah satu penyebabnya adalah sepeti yang sudah dikemukakan diatas bahwa terjadi sistem seleksi yang salah dari pihak KUD. Penyebab lainnya adalah kegagalan peternakan karena sapi sakit-sakitan dan bahkan mati. Para peternak sapi perah atau debitur mengatakan bahwa banyaknya sapi yang sakit bahkan sampai ada yang mati.Halini membuat para debitur tidak bisa mengangsur kredit sapi karena debitur tersebut tidak punya susu sebagai angsurannya. Sebagai KUD pengepul susu KUD Getasan dinilai kurang mampu bersaing dengan KUD lain dalam hal harga beli produk susu. Para peternak sapi menilai harga beli produk susu yang di KUD Getasan lebih rendah dibandingkan KUD lain yang berada diwilayah Kecamtan Getasan. Halini yang membuat para peternak sapi perah melakukan pembangkangan.

2. Kredit Macet di KUD Getasan

KUD Getasan memberikan kredit dalam bentuk sapi perah terhadap masyarakat Kecamatan Getasan dan sekitarnya yang berjumlah 148 debitur. Tujuan KUD memberikan kredit adalah untuk meningkatkan produksi susu di KUD Getasan yang selama ini mengalami penurunan. Akan tetapi dalam prakteknya dari 148 debitur penerima kredit tersebut terdapat 37 kasus kredit macet yang terjadi di KUD Getasan.

KUD Getasan sebagai pihak yang telah dirugikan sudah mencoba untuk menangani

kredit sapi yang mengalami kemacetan tersebut.Penanganan kredit sapi yang

mengalami kemacetan terbatas pada penagihan terhadap debitur oleh pihak KUD

Getasan. Karena tidak ada barang bukti, maka tindakan penyitaan dilakukan terhadap

barang yang dikreditkan yang berupa sapi. Sebagai pihak yang sudah dirugikan atas

(33)

56

terjadinya kredit sapi yang macet. Para debitur yang mengalami kredit macet tersebut bukan tanpa alasan para debitur tersebut mempunyai alasan mengapa kredit tetrsebut bisa mengalami kemacetan. Ada beberapa penyebab kredit macet dikalangan para debitur penerima kredit sapi perah tersebut diantaranya kegagalan peternakan karena sapi sakit-sakitan dan bahkan mati, adanya pembangkangan yang dilakukan oleh peternak karena harga beli susu sapi oleh KUD Getasan dibawah pembeli susu sapi yang lain. Debitur sebagai pihak yang mempunyai tanggung jawab terhadap kredit tersebut tidak bisa semata-mata menjadi pihak yang disalahkan atas terjadinya kredit tersebut. Pihak KUD sebagai pemberi kredit juga mempunyai andil dalam terjadinya kredit macet ini karena pihak KUD juga kurang selektif dalam memilih para calon debitur penerima kredit sapi. Hal ini dibuktikan dengan adanya pemberian kredit kepada orang-orang yang dekat dengan pengurus saja yang belum tentu orang tersebut bisa melakukan peternakan dikarenakan orang tersebut belum pernah beternak sapi.

3. Beralihnya Nasabah KUD Getasan Sebagai Akibat dari Kredit Macet

Pada awalnya KUD Getasan adalah KUD terbesar yang terdapat di Kecamatan Getasan. Halini dibuktikan dengan banyaknya produksi susu yang dihasilkan dari KUD Getasan yang dapat menampung susu sebanyak 18.000 liter setiap harinya dari para peloper yang ada. Namun saat ini seiring dengan munculnya koperasi/ usaha lain yang bergerak dibidang persusuan KUD Getasan mengalami penurunan produksi susu yang hanya bisa membeli 8000-9000 liter setiap harinya.

Para nasabah tersebut mulai beralih ke KUD lain yang terdapat di Kecamatan

(34)

57

Getasan ini. Beralihnya para nasabah yang termasuk para debitur penerima kredit sapi KUD Getasan menjadikan kredit tersebut mengalami kemacetan dikarenakan kredit yang semulanya diangsur dengan pembayaran susu menjadi macet yang disebabkan pihak KUD tidak bisa memotong angsuran melalui pembayaran produk susu karena para debitur memilih untuk menjual produk susunya ke KUD lain yang sama bergerak dibidang persusuan. Berdasarkan wawancara yang sudah peneliti lakukan ada beberapa faktor yang menyebabkan para debitur penerima kredit sapi perah beralih ke KUD lain faktor-faktor yang menyebabkan para debitur penerima kredit sapi perah beralih ke KUD lain adalah :

Harga susu adalah penyebab utama karena harga susu diinstansi atau lembaga pemberi kredit relatif rendah sedangkan harga susu diinstansi atau lembaga lain yang juga bergerak dibidang persusuan lebih tinggi, hal tersebut dipertimbangkan oleh para petani peternak sapi untuk melakukan penjualan produk susu.

Harga pakan yang semakin tinggi menyebabkan para debitur penerima kredit sapi perah beralih ke instansi atau lembaga lain yang bergerak dibidang persusuan mengingat harga susu yang lebih tinggi dan harga pakan yang semakin naik menyebabkan para petani peternak sapi harus bisa selektif dalam memilih tempat penjualan susu

Harga kebutuhan pokok yang semakin tinggi menyebabkan debitur beralih ke

instansi atau lembaga lain yang bergerak dibidang persususuan karena para debitur

merasa hasil pembayaran dari instansi atau lembaga pemberi kredit jauh dari kata

cukup, para debitur juga mengakui memang di instansi atau lembaga yang lain (KUD

(35)

58

lain) yang sekarang ini juga belum bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari akan tetapi dihitung-hitung lebih menguntungkan dibandingkan instansi atau lembaga pemberi kredit.

Harga peralatan yang semakin tinggi juga dapat dikatakan sebagai penyebab beralihnya para debitur keinstansi atau lembaga lain yang bergerak dibidang persususuan karena peralatan adalah sebagai penunjang dalam proses berternak sapi sedangkan peternak sapi menghitung harga produk susu diinstansi atau lembaga pemberi kredit lebih rendah dibandingkan diinstansi atau lembaga lainya yang bergerak dibidang persusuan.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti di Getasan ditemukan faktor-faktor yang dipertimbangkan debitur dalam memilih tempat penjualan susu diwilayah Kecamatan Getasan dan sekitarnya adalah sebagai berikut :

a. Harga susu b. Harga pakan c. Harga kebutuhan d. Harga peralatan

Hal ini didukung oleh salah satu pendapat darila Adela istanto yang mengatakan bahwa Harga susu sapi menjadi salah satu hal yang paling penting dalam pemasaran susu sapi. 1

1

Adela istanto (2012), Peran Pengumpul,Pengecer,Standar mutu dan Harga dalam

Pemasaran susu sapi di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang,hal:99

Referensi

Dokumen terkait

Bertindak sebagai narasumber antara Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Perhubungan, Badan Pusat Statistik, Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan,

Go-Jek bukan merupakan perusahaan angkutan umum karena tidak memiliki izin penyelenggaraan angkutan berdasarkan Pasal 173 Undang-undang Lalu Lintas Angkutan Jalan

object, contextual, rate-adjust, guess and check 14. Dalam penelitian tersebut, John K. Lannin menggunakan pendekatan masalah kontekstual berupa Cube Stickers Problem pada

Agar kelompok dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan mencapai tujuan bersama yang telah disepakati, maka kelompok akan menunjuk individu-individu tertentu

Hasil yang relatif sama juga dikemukakan oleh Murtiningrum & Silamba (2010), bahwa semakin meningkat konsentrasi tepung beras ketan, maka warna dodol buah merah

Mahar musamma ialah mahar yang besarnya ditentukan atau disepakati oleh kedua belah pihak. Mahar ini dapat dibayar secara tunai dan bisa juga ditangguhkan

Dari uraian diatas peneliti tertarik melakukan penelitian ini dengan harapan memperoleh data apakah terdapat sindrom depresif pada narapidana Lapas Anak Medan dan apakah

Kelayakan operasional fokus kepada penilaian apakah sistem yang dikembangkan akan dapat dipakai dengan baik atau tidak oleh pengguna.[5] Masalah yang biasa muncul dalam