2 BAB II
PEMAHAMAN PROYEK
2.1 Pengertian Proyek
Sanggraloka atau resort adalah tempat wisata berupa penginapan atau tempat rekreasi yang dapat dinikmati oleh pengunjung dengan menyajikan potensi alam. Resort juga merupakan jasa pariwisata yang di dalamnya terdiri dari lima jenis pelayanan, yaitu berupa akomodasi, hiburan, makanan dan minuman, penjualan, serta fasilitas rekreasi (O’Shannessy et al, 2001:5). Sasaran dari pariwisata hotel resort ini biasanya terdiri dari individu (single), pasangan (couple), pasangan yang ingin berbulan madu (honeymoon couples), dan juga keluarga (family).
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, hotel merupakan bangunan yang terdiri dari beberapa kamar untuk disewakan sebagai tempat menginap dan tempat makan bagi orang yang sedang dalam perjalanan. Adapun untuk kata sanggraloka menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah suatu tempat bagi pengunjung untuk berlibur, beristirahat dan atau berwisata. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa hotel resort merupakan suatu tempat yang biasa dikunjungi orang bukan hanya sekedar berlibur dan menginap, tetapi menjadi tempat untuk melepas penat dari segala aktivitas (refreshing). Hotel resort memiliki berbagai macam fungsi dalam menjalankan usahanya mendukung pariwisata, yaitu:
a. Akomodasi
Adanya hotel resort digunakan sebagai tempat beristirahat dan menginap. Selain ingin menikmati keindahan alam dan sejuknya udara yang ada di kawasan tersebut.
b. Objek
Wisata yang berhubungan dengan alam seperti air terjun, perkebunan masyarakat, peternakan, mendaki gunung, pesisir pantai, dan objek wisata lainnya. Suasana ruang dalam dan luar perlu untuk diperhatikan agar wisatawan merasa nyaman beristirahat dan tinggal lebih lama. Untuk itu hotel resort perlu menyediakan fasilitas penunjang yang diperlukan untuk menjamu wisatawan yang datang.
c. Rekreasi
Hotel resort tidak hanya sebagai sarana akomodasi menginap wisatawan, melainkan berfungsi sebagai tempat rekreasi dalam usahanya mendukung keberadaan kawasan wisata. Keindahan alam pegunungan dan pesona hutan serta pantai yang ada sangat ditonjolkan untuk menarik wisatawan.
3 d. Kesehatan
Hotel resort berfungsi dalam segi kesehatan karena pada pegunungan dan hutan dapat digunakan sebagai olahraga seperti jogging, permainan bola, bersepeda, dan dapat berlama – lama menghirup udara segar ketika pagi hari, bebatuan untuk pijat refleksi, melakukan yoga dan spa sebagai sarana kebugaran tubuh, tempat yang tenang untuk terapi psikis, dan kolam renang.
Dari berbagai macam fasilitas yang ditawarkan, sebuah hotel resort sendiri biasanya terdiri dari beberapa tipe kamar menyesuaikan kebutuhan. Adapun tipe-tipe kamar tersebut yaitu :
1. Single Room : Merupakan tipe kamar standar yang diperuntukkan untuk 1 orang saja dengan 1 tempat tidur.
2. Twin Room : Kamar yang diperuntukkan khusus untuk 2 tamu dengan 2 tempat tidur terpisah.
3. Triple Room : Tipe kamar yang dilengkapi dengan 1 kasur ukuran double queen dan 1 lagi kasur ukuran biasa.
4. Superior Room : Jenis kamar ini terbilang cukup mewah karena telah dilengkapi 2 kasur jenis queen bed.
5. Suite Room : Tipe kamar mewah ini biasanya sudah dilengkapi dengan ruang tamu dan juga dapur, serta tersedia kasur ukuran king bed.
2.2 Tipologi Proyek
Proyek ini membahas mengenai tipologi proyek hotel resort berdasarkan kajian literatur yaitu sebagai berikut. Bahwa hotel resort ini akan dibangun di daerah sekitar pantai dan perbukitan sehingga perancang akan mengambil tipologi hotel resort berupa pantai dan bukit resort (beach and hill resort). Perencanaan kawasan hotel resort tidak hanya berfungsi sebagai tempat penginapan, melainkan sebagai tempat multiguna yaitu rekreasi dan relaksasi karena meninjau potensi alam yang ada sangat besar untuk membuat suasana baru di area pantai dan perbukitan.
Menurut (Neufert, 2002), kawasan ini dinamakan hotel resort karena termasuk ke dalam jenis hotel yang berdasarkan lokasinya berada di dekat pemandangan alam seperti tepi pantai, di daerah gunung, atau di daerah sumber air panas. Kawasan ini biasanya untuk melayani akomodasi yang membawa rombongan paket wisata yang dipadati pengunjung di masa liburan akhir pekan atau hanya untuk menginap selama satu malam.
4 Sesuai Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No.
PM.53/HM.001/MPEK.2013 mengenai klasifikasi akomodasi pariwisata, hotel resort terdiri dari 5 kelas, yaitu bintang 1, 2, 3, 4, 5. Sedangkan perancang akan membuat hotel resort dengan standar bintang 3 berdasarkan permintaan klien dengan fasilitas sebagai berikut:
- Kamar tidur dan WC: minimal 30 buah, - Restoran/ruang makan: wajib ada minimal 1, - Multifunction room: wajib ada minimal 1,
- Tempat rekreasi/olahraga: wajib ada kolam renang, - Ruang yang disewakan: wajib 1 ruang,
- Taman sebagai ruang terbuka hijau: wajib ada.
Jenis hunian pada hotel resort juga beragam, yaitu villa dan cottage. Pengertian vila menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah rumah mungil yang berada di luar kota atau di pegunungan sebagai rumah peristirahatan pada waktu liburan (kbbi.web.id/vila, diakses Mei 2021). Sedangkan cottage berasal dari Bahasa Inggris yang berarti pondok/gubuk/rumah di luar kota untuk tempat sementara.
2.3 Studi Preseden
2.3.1 Grand Elty Krakatoa Resort, Kalianda
Gambar 2. 1. Site Plan Grand Elty Krakatoa Resort
Sumber:
earth.google.com, 2021
Gambar 2. 2. Fasilitas Grand Elty Krakatoa Resort, Kalianda Sumber:
booking.com, 2021
Berlokasi di Kalianda, Lampung Selatan, Grand Elty Krakatoa Resort memiliki lahan seluas 12 hektar. Grand Elty Krakatoa memiliki potensi vegetasi pohon kelapa yang melimpah di sekitar
5 lahan. Dengan adanya potensi pada daerah ini, menjadikan suatu ciri khas pada resort tersebut. Selain itu, terdapat beberapa hal potensi alam yang dapat ditonjolkan pada resort ini antara lain, karang dan pasir putih yang menghadap ke Selat Sunda. Resort ini dirasa sangat strategis, karena terletak diantara Bakauheni dan Bandar Lampung. Di Bakauheni terdapat pelabuhan penyeberangan utama Sumatera dan Bandar Lampung yang merupakan ibu kota dari Provinsi Lampung.
Tabel 2. 1. Fasilitas Kamar Yang Tersedia Di Grand Elty Krakatoa Resort
No Nama Kamar
Ukuran
Ruang Kapasitas Tempat
Tidur View Fasilitas
1. Hotel Pool Side
28 m2 2 orang dewasa dan 2 orang
anak kecil
Twin bed type
Ke kolam renang
Balkon privasi, akses ke pantai dengan jarak
beberapa meter 2. Hotel
Beach Side
28 m2 2 orang dewasa dan 2 orang
anak kecil
Twin bed type
Ke pantai Balkon privasi, akses ke pantai dengan jarak
beberapa meter 3. Haringin
Villa
24 m2 2 orang dewasa dan 2 orang
anak kecil
Twin bed or double bed
type
Ke kolam renang
Teras privasi, villa dengan cluster (Ruang
studio tanpa ruang keluarga) 4. Rajabasa
Villa
28 m2 2 orang dewasa dan 2 orang
anak kecil
Twin bed or double bed
type
Ke kolam renang atau taman
Teras privasi, villa dengan cluster (ruang
studio tanpa ruang keluarga), 5. Lambur
Suite Villa
44,4 m2 4 orang dewasa dan 4 orang
anak kecil
double bed /king size bed, dengan
r. keluarga
Ke pantai Teras privasi, interior nya lebih ke resort vila
6. Krakatau Suite
Villa
61,31 m2 4 orang dewasa dan 4 orang
anak kecil
Twin bed or double bed
type, 2 kamar + r.
keluarga
Ke pantai Teras privasi, interior nya lebih ke resort vila
Sumber: http://grandeltykrakatoa.com/accomodation/, 2020
6
Gambar 2. 3. Jenis Kamar di Grand Elty Krakatoa Resort Sumber: grandeltykrakatoa.com/accommodation/, 2020
Grand Elty Krakatoa Resort ini memiliki bentuk kamar yang beragam, yaitu ada yang berbentuk hotel, cottage dan vila yang memiliki macam-macam pemandangan di depannya.
Fasilitas tambahan dengan penawaran khusus pada Grand Elty Krakatoa Resort, antara lain Stay Green Planet, Nirwana Pantai Kustik, X-Sept Promo Room & FB, Krakatoa Summer Holiday, Raja Seafood, Dining Offers, Kopi Krakatau, Packages, Outbound, Sport Activity (lapangan volley, lapangan golf), Banana Boat, Regular Activity dan terdapat fasilitas tambahan yang sengaja disediakan bagi pengunjung yang akan melakukan rapat, seperti Meeting Room Facilities dan Activities Facilities. Dan terdapat tempat makan yang disediakan oleh pihak resort, yaitu Rakata Beach Resto, Bamboo Beach Lounge, dan Rodeoz Cafe.
Grand Elty Krakatoa Resort dipilih sebagai salah satu acuan dasar hotel resort yang ada di wilayah asal perencanaan, yaitu berada di Provinsi Lampung. Hotel resort ini juga sama seperti lahan perencanaan yaitu berada di dekat pantai. Sehingga diharapkan kualitas hotel resort yang akan dibangun minimal bisa setara atau bisa lebih baik dari tempat ini.
2.3.2 Coconut Island Carita Resort, Banten
Coconut Island Carita Boutique Resort berdiri di atas Selat Sunda yang terkenal, Caringin, Pandeglang - Banten, menampilkan pemandangan pantai Carita yang menakjubkan. Pulau Kelapa Carita memiliki lokasi yang strategis dekat dengan Perbukitan Mandalawangi, Labuan Bay, Pantai Anyer, dan keindahan Gunung Krakatau. Resort ini menawarkan berbagai fasilitas, ceritanya diambil dari keragaman seni dan budaya Indonesia, mulai dari pintu masuk hingga akhir liburan yang penuh warna,
7
Gambar 2. 4. Tampilan Coconut Island Carita Resort Sumber: masbei.com, 2020
Tipe akomodasi yang berbeda menawarkan kamar yang bersih, nyaman dan tematik dengan pemandangan yang berbeda yaitu pemandangan laut, kolam air laut yang unik dengan berbagai ikan laut, dan sekitarnya dengan pemandangan yang menyegarkan. Resort ini menyediakan kamar-kamar yang berbentuk cottage unik. Terdapat beberapa macam tipe kamar diantaranya yaitu:
a. Recycle Wooden Double
Gambar 2. 5. Recycle Wooden Double Sumber: coconutislandcarita.co.id, 2020
Kamar otentik cukup untuk 2 orang yang dibuat dari kayu organik dengan ukiran tradisional daur ulang yang dikombinasikan dengan fasilitas modern, pemandangan indah ke arah laut.
● Ukuran kamar 30 m² dengan fasilitas kamar twin ini dilengkapi AC dan ketel listrik di kamar mandi pribadi, Perlengkapan mandi gratis, mandi, toilet, handuk, sandal, pengering rambut, tisu toilet.
● Fasilitas kamar yaitu tempat tidur ekstra panjang (> 6,5 kaki), pembuat teh / kopi, mini- bar, AC, besi, ketel listrik, meja tulis, televisi, tv layar datar, balkon, teras, rak pakaian.
b. Recycle Wooden Double (2)
Gambar 2. 6. Recycle Wooden Double (2) Sumber: coconutislandcarita.co.id, 2020
8 Kamar otentik cukup untuk 2 orang yang dibuat dari kayu organik dengan ukiran tradisional daur ulang yang dikombinasikan dengan fasilitas modern, pemandangan indah ke arah pantai.
● Ukuran Kamar 24 m² dengan fasilitas kamar twin ini dilengkapi AC dan ketel listrik di kamar mandi pribadi, perlengkapan mandi gratis, mandi, toilet, handuk, sandal, pengering rambut, tisu toilet.
● Fasilitas Kamar yaitu tempat tidur ekstra panjang (> 6,5 kaki), Pembuat teh / kopi, Mini- bar, ac, besi, ketel listrik, meja tulis, televisi, tv layar datar, balkon, teras, rak pakaian.
c. Recycle Wooden Family
Gambar 2. 7. Recycle Wooden Family Sumber: coconutislandcarita.co.id, 2020
Kamar otentik ini cukup untuk 4 orang yang dibuat dari kayu organik dengan ukiran tradisional daur ulang yang dikombinasikan dengan fasilitas modern, pemandangan indah yang membuat kamu nyaman dan tak terlupakan.
● Ukuran Kamar 30 m² dengan fasilitas kamar keluarga ini dilengkapi AC dan ketel listrik, Di kamar mandi pribadi terdapat perlengkapan mandi gratis, mandi, toilet, handuk, sandal, pengering rambut, tisu toilet.
● Fasilitas Kamar yaitu tempat tidur ekstra panjang (> 6,5 kaki), pembuat teh / kopi, mini- bar, ac, besi, ketel listrik, meja tulis, televisi, tv layar datar, balkon, teras, rak pakaian.
Coconut Island Carita Resort menyediakan beberapa aktivitas yang dapat dilakukan bagi para pengunjung, seperti kolam renang besar (waterpark and sea activities, kayak), team building & outbound, Coconut Island Resto, cooking class, bersepeda, natural adventure, sea fishing.
Coconut Island Carita Resort dipilih sebagai salah satu rujukan preseden karena lokasinya yang sesuai dengan lokasi perencanaan hotel resort pada proyek ini yaitu berada di area dekat pantai. Dengan konsep kawasan tapaknya, konsep bangunannya, terutama pada pembagian kamar-kamar yang cukup jelas dan bisa dijadikan referensi desain bagi perancang.
9 2.3.3 Casa Folha, Brazil
Timbulnya ide bentukan massa bangunan melengkung dengan atap yang unik menyerupai daun berasal dari bangunan penginapan yang ada di Casa Folha, Brazil. Bangunan ini merupakan rumah yang ada di tepian pantai dengan konsep hunian 2 lantai. Bangunan tersebut memiliki kondisi iklim yang tidak jauh berbeda dengan Indonesia, yaitu dengan iklim panasnya dan bangunan ini berada di daerah sekitar pantai.
Gambar 2. 8. Rumah Pantai di Casa Folha Sumber: Arch Daily, 2021
Dalam proses penentuan bentuk bangunan, perancang mencoba untuk menerapkan bentukan tersebut sebagai bentukan lobi satu lantai karena sesuai dengan konsep yang dicari yaitu bentukan massa melengkung. Pemilihan tersebut agar bentuk lobi terlihat lebih menarik dan tidak monoton. Perancang juga menerapkan penggunaan kolom dan balok menerus sebagai penyangga atap dan kayu laminasi yang dibuat melengkung sebagai struktur utamanya. Namun untuk material atap Casa Folha menggunakan material kayu dengan ciri khas daerah tersebut sehingga perancang membuat alternatif lain yang menyesuaikan kondisi lingkungan sekitar. Tentunya tidak semua bisa diterapkan sehingga perlu adanya modifikasi kembali. Bangunan ini cukup menjadi inspirasi untuk menggunakan konsep tersebut dalam mendesain.
2.3.4 Kampung BW Podosari, Pringsewu, Lampung
Kawasan ini belum begitu dikenal dan belum menjadi kawasan penginapan, tetapi sudah terdapat bangunan yang dapat berfungsi sebagai penginapan meski belum dibuka sewanya untuk menginap, melainkan hanya untuk keperluan fotografi. Tetapi bangunan ini cukup menarik perhatian perancang ketika mendatangi langsung ke tempat tersebut.
10
Gambar 2. 9. Cottage di Kampung BW Pringsewu
Bangunan ini berupa cottage yang memiliki bentuk fasad yang sederhana, namun hal itulah yang menjadi daya tarik tersendiri. Material yang digunakan sebagian besar dari kayu asli dengan material penutup atap berupa ijuk yang tersusun rapi meskipun di bawahnya terdapat lapisan lain sebagai peredam panas atau insulator. Kemudian perancang memutuskan untuk menjadikan bangunan ini sebagai salah satu referensi bentuk cottage pada perancangan hotel resort dengan standar bintang 3, tentunya dengan konsep yang telah diperbaharui.
2.4 Kesimpulan Studi Tipologi Dan Preseden
Berdasarkan keempat preseden yang telah diamati dan dipelajari, semua masuk ke dalam jenis bangunan yang berada di dekat pantai atau dengan pemandangan alam. Hal ini sesuai dengan perencanaan pembangunan desain hotel resort yang akan dilakukan. Maka ada hal-hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
a. Pola Ruang, bagaimana perancang dapat menciptakan ruang-ruang yang saling berhubungan dengan baik dan tetap memperhatikan privasi dari masing-masing bangunan. Terdapat kamar yang disediakan berbentuk cottage dan vila.
b. Utilitas. Hal ini menjadi perhatian lebih untuk bangunan hotel resort dimana untuk sistem listrik, air bersih, air kotor, pengolahan sampah, listrik ataupun ac. Hal ini karena pengunjung memerlukan kenyamanan lebih, seperti tersedianya jaringan internet yang baik, terhindar dari baunya pembuangan sampah, penyediaan air bersih dan lain-lain.
c. Fasilitas. Dengan menciptakan berbagai aktivitas dengan fasilitas yang tersedia, akan membuat hotel resort semakin baik dan nyaman untuk digunakan.
11 d. Sirkulasi. Sirkulasi yang digunakan berupa kluster berdasarkan tipe ruangannya.
Terdapat pemisah dimana ada sirkulasi umum dan sirkulasi khusus. Sirkulasi umum digunakan sebagai jalan yang dapat dilalui oleh siapa saja (pengunjung maupun pegawai dan staf), sirkulasi khusus untuk servis dan perawatan yang hanya dilalui oleh pegawai dan staf, serta sirkulasi pengunjung yang akan memesan kamar.
e. Pemrograman. Pengaturan pemrograman akan mengikuti arahan yang ada berdasarkan ketentuan pada Term Of Reference (TOR) yang telah ditentukan oleh klien dan menambahkan dari hasil pengamatan pada studi preseden. Hal yang terkait dalam pemrograman antara lain sebagai berikut:
• Luas lahan : kurang lebih 5 - 6 hektar
• Kategori hotel resort : Bintang Tiga (minimal 30 kamar)
• Fasilitas dapat berupa : swimming pool, restaurant, ballroom/conventional room, café bar, gym, jogging track, spa and yoga, private pool, layanan laundry and dry cleaning, outbond, layanan kesehatan (klinik), wedding place, dan layanan olahraga.
• Jumlah tipe ruang penginapan : maksimal 5 (lima) tipe ruang
• Jenis pembagian pola ruang : Kluster dengan tipe kamar cottage, villa atau hotel.
d. Bentukan Massa. Menambah wawasan dalam memutuskan bentukan massa mana yang cocok untuk diterapkan pada desain perancangan hotel resort ini yaitu berupa bentukan massa yang melengkung.
e. Penggunaan Material. Material yang digunakan pada preseden cukup relevan dengan kondisi pada lahan perencanaan yaitu dalam penggunaan kayu sebagai material utamanya. Dan material ijuk atau alang-alang sebagai penutup atapnya.