PERANAN PANTI KARYA HEPHATA DALAM MEMBANTU
KAUM DIFABEL DI DESA SINTONG MARNIPI
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Gelar Sarjana Pendidikan
Oleh:
JEFRI LUMBAN TOBING
NIM. 3113121035
JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH
FAKULTAS ILMU SOSIAL
i ABSTRAK
Jefri Lumban Tobing, NIM 3113121035, Peranan Panti Karya Hephata dalam Membantu Kaum Difabel di Desa Sintong Marnipi. Jurusan Pendidikan Sejarah. Program Studi Pendidikan Sejarah/S1 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses sejarah pembentukan Panti Karya Hephata, Perkembangan Panti Karya Hephata serta bagaimana peranan Panti Karya Hephata dalam membantu kaum difabel dalam kehidupan sehari - hari,. Penelitian ini dilakukan di Desa Sintong Marnipi, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir. Untuk memperoleh data-data tersebut, maka peneliti menggunakan metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, serta nara sumber yang digunakan adalah orang-orang yang berkaitan dengan judul skripsi. , selain itu penelitian ini juga menggunakan studi kepustakaan dengan menggunakan berbagai buku-buku yang berkaitan dengan objek penelitian.
Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan menunjukkan bahwa sejarah pembentukan Panti Karya Hephata dilatarbelakangi oleh adanya orang – orang yang termarginalkan/ diasiangkan dari masyarakat, mereka adalah orang – orang yang menyandang cacat disabilitas seperti tuna netra, sehingga Zending Jerman Robert Richtig pada saat itu mendirikan sebuah Panti untuk menjawab kebutuhan para disabilitas, Panti Tersebut dinamakan sebagai Panti Karya Hephata yang arti dari Hephata adalah mangolu sian asi ni roha artinya hidup dari kasih sayang dan karya berarti para difabel mampu menghasilkan hasil untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.
Panti Karya Hephata hingga saat ini terus berkembang dengan tidak hanya melayani cacat tuna netra saja akan tetapi tuna rungu, tuna daksa, tuna grahita dan tuna ganda. Panti Karya Hephata menjadi Panti yang didalamnya ada usaha untuk meningkatlan kemampuan para difabel yang ditunjukkan dengan cara pendampingan bukan karena belas kasihan, cara melakukan belas kasihan akan tetapi diperdalam lagi, kemudian para difabel dilibatkan dalam kehidupan nya sehari – hari untuk melakukan kegiatan nya sehari – hari agar lebih mandiri, para kaum difabel yang dulunya menjadi Objek kini berubah menjadi Subjek. Panti Karya Hephata memiliki peranan dalam membantu para kaum difabel dengan mengadakan program Bina Diri, Program Pendidikan, Program Bina Karya, Program Pra Mandiri dan Program Warga Senior.
ii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yesus Kristus, karena
telah memberikan berkat dan kasih-Nya, sehingga penulis akhirnya dapat
menyusun dan menyelesaikan skripsi ini dengan baik yang berjudul “Peranan
Panti Karya Hephata dalam Membantu Kaum Diffabel di Desa Sintong
Marnipi”,
Dalam Penulisan Skripsi ini penulis sudah berusaha semaksimal mungkin
untuk memberikan hasil yang terbaik, namun sebagai manusia biasa yang
memiliki keterbatasan pengetahuan dan kemampuan, penulis menyadari bahwa
skripsi ini masih memiliki kelemahan dan kekurangan. Oleh karena itu penulis
menerima masukan berupa saran serta kritik yang bersifat membangun demi
kesempurnaan penulis ini kelas.
Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terimakasih kepada
pihak-pihak yang telah mendukung dan memberikan motivasi, dan bantuan kepada
penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Penulis mengucapkan banyak
terimakasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd selaku Rektor Universitas Negeri
Medan.
2. Bapak Dr. H. Restu, MS. Selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas
Negeri Medan.
3. Bapak dan Ibu Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri
iii
4. Ibu Dra. Flores Tanjung, MA selaku Ketua Jurusan Pendidikan Sejarah
dan Bapak Drs. Yushar Tanjung, M.Si selaku Sekretaris Jurusan
Pendidikan Sejarah.
5. Bapak Drs. Yushar Tanjung,M.Si selaku Dosen Pembimbing Skripsi
penulis yang telah banyak memberikan bimbingan, arahan, masukan,
kritik, pemikiran dan motivasi kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi
ini dengan baik.
6. Bapak Drs. Ponirin,M.Si selaku Dosen Pembimbing Akademik dan selaku
dosen pemberi saran dan penguji yang telah memberikan masukan kepada
penulis. Penulis mengucapkan terima kasih atas kebaikan dan
bimbingannya selama perkuliahan.
7. Bapak Pristi Suhendro, S.Hum, M.Si selaku Dosen Penguji ahli yang telah
memberikan pemikiran dan saran sehingga penulis bisa menyelesaikan
skripsi ini.
8. Ibu Dra. Hafnita Sari Lubis, M.Si selaku Dosen Penguji yang telah
memberikan pemikiran dan saran sehingga penulis bisa menyelesaikan
skripsi ini.
9. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen serta administrasi di Jurusan Pendidikan
Sejarah UNIMED yang telah berbagi ilmu melalui proses belajar mengajar
selama beberapa tahun ini, penulis ucapkan banyak terima kasih atas
bimbingan kalian semua.
10.Teristimewa kepada kedua orangtuaku tercinta: Konrad Lumban Tobing
iv
bimbingan, biaya, dan kasih sayang yang diberikan kepada penulis selama
ini. Kepada abang dan kakakku : Marsaulina Tobing,SE, Joni
Tobing,S.Pd, adikku: Fina Tobing, dan Kepada Nantulang Saron, Tante
Flora, Tante Indri, dan Lae Saron yang telah memberi doa dan semangat
serta motivasi pada penulis sehingga dapat menyelesaikan penyusunan
skripsi ini.
11.Kepada seluruh informan penulis: Pak Osten, Pak Marusaha, Pak Dirjen,
Bu Meriah, Kak Eva, Bang Saut dan informan lainnya yang sangat berjasa
karena telah bersedia memberikan informasi yang membantu penulis
dalam menyelesaikan tulisan ini.
12.Buat teman-teman penulis selama kuliah, teman- teman: Marta Samosir,
Puspa,Marulitua,Talenta,Nedia,Nere,Saudur,Winalni,Suprianto,Suryati.
Skripsi ini bisa terselesaikan berkat doa, dukungan dan bantuan dari semua
pihak. Kepada teman-teman dan semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan
namanya satu persatu penulis ucapkan banyak terima kasih. Akhir kata penulis
mengucapkan terima kasih dan semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua
pembaca. Penulis minta maaf atas kekurangan dan keterbatasan pada skripsi ini.
Kiranya skripsi ini dapat bermanfaat sebagai bahan referensi pada penelitian
selanjutnya.
Medan, Juni 2015 Penulis
v
3.3Populasi dan Sampel Penelitian ... 18
3.4Sumber Data ... 19
3.5Teknik Pengumpulan Data ... 20
3.6Teknik Analisis Data ... 21
BAB IV: Hasil Penelitian dan Pembahasan ... 24
4.1Gambaran umum Daerah Penelitian ... 22
4.1.1 Letak Geografis ... 23
4.1.2 Keadaan Penduduk Adat Istiadat dan Agama ... 23
4.2Sejarah Proses Pembentukan Panti Karya Hephata ... 27
vi
4.2.2 Visi dan Misi Panti Karya Hephata ... 31
4.2.3 Struktur Organisasi Panti Karya Hephata ... 32
4.3 Perkembangan Panti Karya Hephata hingga saat ini ... 34
4.3.1 Perkembangan Panti Karya Hephata ... 34
4.3.2 Keadaan Sarana dan Prasarana Panti Karya Hephata ... 37
4.3.3 Keadaan Staff Pengurus dan Pengasuh ... 39
4.3.4 Keadaan Anak Asuh ... 47
4.4Peranan Panti Karya Hephata dalam Membantu Para Kaum Diffabel ... 53
4.4.1 Program Bina Diri ... 53
4.4.2 Program Pendidikan ... 59
4.4.3 Program Bina Karya ... 62
4.4.4 Program Pra Mandiri ... 67
4.4.5 Program Warga Senior ... 70
BAB V PENUTUP 5.1Kesimpulan ... 72
5.2Saran ... 70
DAFTAR PUSTAKA ... 76
1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Indonesia adalah negara yang besar dan negara berkembang,
perkembangan teknologi saat ini yang sangat cepat mengancam Ideologi negara
Indonesia, dalam era teknologi yang canggih ini banyak tantangan yang dihadapi
warga Negara Indonesia karena tidak hanya dihadapi dengan cara positif akan
tetapi juga dengan negatif, dampak nya adalah seperti contoh : keterbukaan
informasi, komunikasi semakin mudah dan cepat, perekonomian Indonesia
semakin meningkat, berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi,
westernisasi terjadi dimana- mana, sikap individualisme yang semakin melekat
pada diri kita, serta kesenjangan sosial yang terjadi, akibat dari globalisasi ini
salah satunya mengancam kesejahteraan negara Indonesia.
Kesejahteraan negara warga negara Indonesia saat ini mengalami banyak
masalah diakibatkan perkembangan yang sangat cepat cepat melalui sistem
teknologi, akibat dari kesejahteraan negara indonesia yang terhambat pemerintah
negara Indonesia menjadikan kesejahteraan masyarakat menjadi salah satu sasaran
dalam pembangunan nasional Indonesia.
Kesejahteraan tidak hanya untuk mereka yang berkeluarga ataupun mereka
yang belum berkeluarga, akan tetapi juga mencakup anak – anak di Indonesia,
anak – anak Indonesia sebagai aset negara dan penerus bangsa ini perlu
2
keterbatasan atau disabilitas, mereka yang tidak mampu melakukan kegiatannya
tanpa bantuan orang lain.
Para disabilitas sangat memerlukan perlindugan dan kasih sayang secara
layak dan wajar dari keluarga, karena keluarga lah bagian terpenting yang
membawa perubahan terbesar dalam diri anak, dikarenakan didalam sebuah
keluarga peran paling penting orang tua bagi anak adalah memberikan kasih
sayang, dengan kasih sayang orang tua tersebut anak akan merasakan kedamaian,
kenyamanan maupun ketenangan yang nyata. Dengan memberikan kasih sayang
secara nyata maka akan sangat membantu perkembangan dan pertumbuha anak
secara jasmani dan rohani. Dan bagi para kaum disabilitas keluarga bagi mereka
bukan orangtua kandung mereka lagi, tetapi tempat – tempat atau lembaga sosial
seperti Panti, Pesantren.
Seperti yang dijelaskan diatas tidak semua orang bernasib baik dan dapat
bertumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang harmonis, bahkan ada
anak yang terlahir dengan kekurangan atau disebut dengan disabilitas, maka
untuk menjawab pertanyaan tersebut haruslah didirikan lembaga sosial seperti
Panti, Pesantren.
Salah satu Panti yang bersejarah adalah Panti Karya Hephata di Desa
Sintong Marnipi, Panti ini berdiri sejak tahun 1923 oleh Zending Jerman dan
sampai sekarang panti ini masih dioperasikan untuk menampung para kaum
disabilitas. Pada saat itu kondisi masyarakat disana sangat memprihatinkan,
banyak anak yang lahir tidak bisa melihat (tuna netra), para orangtua tersebut
3
orangtua juga rela membuang anak tersebut agar anak tersebut tidak membawa
bencana bagi keluarga mereka. Melihat kondisi sosial tersebut, timbullah niat
zending Jerman untuk memdirikan sebuah penampungan atau panti untuk
menampung mereka, karena bagi zending tersebut tidak ada orang yang lahir
cacat, mereka adalah anugerah Tuhan yang tak ternilai harganya.
Panti karya tersebut berlokasi di Desa Sintong Marnipi, Kecamatan
Laguboti, Kabupaten Tobasamosir, jaraknya 365 km dari kota medan, dan kini
nama Panti Karya Hephata telah diabadikan menjadi nama jalan yaitu Jalan Panti
Karya Hephata yang dimulai dari desa Sirongit – Desa Sintong Marnipi.
Kini, sudah 91 tahun lebih Panti Karya Hephata ini berdiri, dan sudah
banyak para disabilitas yang dibantu untuk melanjutkan kehidupannya, banyak
kegiatan – kegiatan yang dilakukan para disabilitas dilingkungan panti karya ini,
mulai dari membuat kerajinan tangan hingga bermusik. Didalam panti ini juga
tidak hanya ada Tuna Netra, tapi ada juga tuna rungu (gangguan pendengaran),
tuna daksa(cacat tubuh ) dan tuna grahita (cacat mental).
Anggota didalam Panti Karya Hephata ini tidak hanya anak – anak ataupun orang
dewasa, di dalam panti karya ini juga ada orang yang menyandang disabilitas
yang sudah berkeluarga.
Dari latar belakang tersebut peneliti ingin mengetahui bagaimana peranan
panti karya hephata dalam membantu kaum diffabel dilingkungan sintong
marnipi.
Maka peneliti memilih judul “ Peranan Panti Karya Hephata dalam
4 1.2Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan latar belakang , maka dapat
diindentifikasikan masalah dalam penelitian sebagai berikut :
1. Sejarah Berdirinya panti Karya Hephata.
2. Perkembangan panti karya hephata hingga saat ini.
3. Peranan panti karya hephata dalam membantu kaum disabilitas dalam
ke hidupan sehari – hari.
1.3Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah dan batasan masalah,
maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana proses sejarah pembentukan Panti Karya Hephata.
2. Bagaimana Perkembangan Panti Karya Hephata hingga saat ini.
3. Bagaimana perananan Panti Karya Hephata dalam membantu kaum
5 1.4Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui sejarah berdirinya Panti Karya Hephata!
2. Untuk mengetahui perkembangan Panti Karya Hephata hingga saat
ini!
3. Untuk mengetahui peranan Panti Karya Hephata dalam membantu
kaum disabilitas dalam kehidupan sehari – hari!
1.5Manfaat Penelitian
Adapun mamfaat dalam tulisan ini sebagai berikut :
1. Menambah wawasan bagi peneliti serta pembaca tentang sejarah
berdirinya Panti Karya Hephata .
2. Menambah wawasan bagi peneliti serta pembaca tentang
perkembangan Panti Karya Hephata
3. Untuk memperkaya informasi bagi masyarakat Desa Sintong Marnipi
terhadap keberadaan Panti Karya Hephata
4. Memberikan wawasan kepada masyarakat akan pentingnya menolong
sesama.
5. Sebagai penambah perbendaharaan UNIMED khususnya Fakultas
Ilmu Sosial Jurusan Pendidikan Sejarah.
6. Menambah wawasan bahwa panti karya juga memiliki peranan dalam
membantu para disabilitas.
72
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan.
Dari pembahasan hasil penelitian yang telah dilakukan mengacu pada
permasalahn yang diangkat, sehinggan dilakukan penarikan keseimpulan sesuai
dengan perumusan masalah, yang antara lain sebagai berikut
1. Panti Karya Hephata berdiri pada tahun 1923 tepatnya pada tanggal 23
Desember yang didirikan oleh zending Jerman, Robert Richtig, dan
beralamat di Jalan Panti Karya Hephata, Desa Sintong Marnipi,
Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir
Panti Karya Hephata pada awalnya berasal dari Rumah Sakit Kusta
Hutasalem yang pada saat itu menangani penyakit kusta, setelah
diindentifikasi ternyata ada yang bukan penyakit kusta, dia digolongkan
menjadi orang cacat (disabilitas), maka didirikan lah Panti Karya Hephata
untuk menampung para disabilitas
2. Panti Karya Hephata pada awal berdiri menampung banyak para tuna
netra, pada saat itu hanya tuna netra yang masih banyak dijumpai,
kemudian berkembang menangi semua hampir dari golongan disabilitas.
Panti Karya Hephata mengalami banyak perubahan termasuk dalam
perkembangannya, terlihat dari bangunan nya yang semakin baik dan
73
3. Peranan Panti Karya Hephata dalam memabantu kaum diffabel ada
beberapa aspek yakni program Bina Diri, Program Pendidikan, program
Bina Karya, Program Pra Mandiri, Program Warga Senior
Program Bina diri adalah aktivitas atau kegiatan harian yang lebih
familira kedalam dunia Anak Berkebutuhan Khusus, Bina diri mengacu
pada suatu kegiatan yang bersifat pribadi, tetapi memiliki dampak dan
berkaitan dengan human relationship (hubungan dengan orang lain). Bina
Diri yang dilakukan adalah kegiatan dalam sehari – hari seperti bangun
tidur, makan, berpakaian yang baik, ke kamar mandi dan sebagainya.
Program Pendidikan merupakan merupakan suatu usaha sadar untuk
menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau
latihan serta layanan yang baik bagi peranannya di masa yang akan datang.
Panti Karya Hephata menyenggalarakan program Sekolah Dasar Luar
Biasa(SDLB) sebagai awal memasuki dunia pendidikan.
Program Bina Karya adalah Pelatihan terhadap para klien agar memiliki
skill pada kemampuan masing – masing. Bina karya yang ada di Panti
Karya Hephata adalah Pertanian, Pertamanan, Peternakan, dan
Keterampilan.
Pertanian yang dilaksanakan di Panti Karya Hephata dilakukan dengan
mengajari bagaimana bercocok tanam sepeerti sayur mayur dan tanaman
jenis lainya.
Pertamanan dilakukan dengan mengajari para klien bagaimana cara
74
Peternakan dilakukan dengan mengajari para klien untuk beternak para
ternak seperti ayam, kerbau maupun sapi, sedangkan untuk keterampilan
ada keterampilan musik dan ada keterampilan tangan, keterampilan tangan
biasanya dengan membuat pernak – pernik dan membuat beberapa
kerajinan tangan sedangkan untuk keterampilan musik berlatih memainkan
alat – alat musik untuk nantinya ditampilkan.
Program Pra Mandiri Program lanjutan yang diperoleh selama diasrama
Panti Karya Hephata, Ketika seseorang sudah dinyatakan sebagai orang
yang mampu mandiri, maka para disabilitas tersebut akan masuk kedalam
kategori program pra mandiri, program dimana disabilitas akan
menghidupi kebutuhannya secara mandiri tanpa adanya bantuan dari orang
lain secara khusus.
Program Warga Senior Program yang ditujukan kepada warga senior yang
dikhususkan kepada umur 60 tahun keatas, dengan kondisi dimana warga
senior ini secara fisik sudah menurun untuk melakukan aktifitas, warga
75 B. Saran
1. Semoga para pengurus Panti Karya Hephata lebih berkomitmen lagi
kedepannya untuk menjadikan Panti Karya Hephata menjadi Panti Karya
yang mandiri dan lebih baik.
2. Pemerintah dan masyarakat diharapkan selalu memberikan dorongan dan
bantuan baik itu berupa moril maupun dalam bentuk materil .
3. Agar pengurus lebih meningkatkan kinerjanya alam menjalankan tugasnya
membina dan mendidik anak – anak panti sehingga menjadi bisa jadi anak
panutan.
4. Agar sesama pengurus bisa bekerja sama dengan baik dalam menjadikan
Panti Karya Hephata sebagai Panti Karya yang mandiri.
5. Agar Panti Karya Hephata lebih menghasilkan keterampilan yang lebih
banyak lagi
6. Agar pemanfaatan sarana dan prasana dapat dioptimalkan demi menunjang
DAFTAR PUSTAKA
Abdulsyani .2012. Sosiologi Sistematika, Teori, dan Penerapan. Jakarta: Bumi Aksara
Damsar 2011. Pengantar Sosiologi Pendidikan.Jakarta:Kencana
Huen, Pui Lim 2000. Sejarah Lisan Asia Tenggara. Jakarta: LP3S
Koentjaraningrat. 1985. Metode – Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia
Sarwono, Sarlito. 2010. Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Rajawali Press
Shadily, Hassan. 1980. Sosiologi Untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta, Yayasan Pembangunan
Sjamsuddin, Helius.2012.Metodologi Penelitian Sejarah:Yogyakarta, Ombak
Soekanto, Soerjono.2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Ariyani, Yuri.2012. Perkembangan dan Peran Panti Asuhan Keluarga Yatim
Muhammadiyah(PAKYM) Surakarta di Bidang Pendidikan Tahun 1966 –
1984. Jurnal
Marzaya, Kharisma Nail dan Supradewi,Ratna.2011. Konsep Diri Dan Kebermaknaan Hidup Pada Remaja Di Panti Asuhan. Jurnal
Purnomo,Dian dan Rochana,Erna. Vol 1, No 4. Pola Pembinaan Anak di Panti Asuhan(Studi pada Yayasan Rumah Yatim Arohman Indonesia). Jurnal
Rahma, Ayu Nuzulia. 2011. Hubungan Efikasi Diri dan Dukungan Sosial Dengan Penyesuaian Diri Remaja di Panti Asuhan. Jurnal
Sari, Mona Mustika. 2009. Peranan Panti Asuhan Dalam Menunjang
Pendidikan Anak Studi Kasus Panti Asuhan Putera Muhamadiyah Cabang Sri Antokan Jalan Sudirman Simpang 4 Tangah Kecamatan Lubuk