• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANAN PANTI KARYA HEPHATA DALAM MEMBANTU KAUM DIFABEL DI DESA SINTONG MARNIPI.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERANAN PANTI KARYA HEPHATA DALAM MEMBANTU KAUM DIFABEL DI DESA SINTONG MARNIPI."

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

PERANAN PANTI KARYA HEPHATA DALAM MEMBANTU

KAUM DIFABEL DI DESA SINTONG MARNIPI

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh:

JEFRI LUMBAN TOBING

NIM. 3113121035

JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH

FAKULTAS ILMU SOSIAL

(2)
(3)
(4)
(5)

i ABSTRAK

Jefri Lumban Tobing, NIM 3113121035, Peranan Panti Karya Hephata dalam Membantu Kaum Difabel di Desa Sintong Marnipi. Jurusan Pendidikan Sejarah. Program Studi Pendidikan Sejarah/S1 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses sejarah pembentukan Panti Karya Hephata, Perkembangan Panti Karya Hephata serta bagaimana peranan Panti Karya Hephata dalam membantu kaum difabel dalam kehidupan sehari - hari,. Penelitian ini dilakukan di Desa Sintong Marnipi, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir. Untuk memperoleh data-data tersebut, maka peneliti menggunakan metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, serta nara sumber yang digunakan adalah orang-orang yang berkaitan dengan judul skripsi. , selain itu penelitian ini juga menggunakan studi kepustakaan dengan menggunakan berbagai buku-buku yang berkaitan dengan objek penelitian.

Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan menunjukkan bahwa sejarah pembentukan Panti Karya Hephata dilatarbelakangi oleh adanya orang – orang yang termarginalkan/ diasiangkan dari masyarakat, mereka adalah orang – orang yang menyandang cacat disabilitas seperti tuna netra, sehingga Zending Jerman Robert Richtig pada saat itu mendirikan sebuah Panti untuk menjawab kebutuhan para disabilitas, Panti Tersebut dinamakan sebagai Panti Karya Hephata yang arti dari Hephata adalah mangolu sian asi ni roha artinya hidup dari kasih sayang dan karya berarti para difabel mampu menghasilkan hasil untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.

Panti Karya Hephata hingga saat ini terus berkembang dengan tidak hanya melayani cacat tuna netra saja akan tetapi tuna rungu, tuna daksa, tuna grahita dan tuna ganda. Panti Karya Hephata menjadi Panti yang didalamnya ada usaha untuk meningkatlan kemampuan para difabel yang ditunjukkan dengan cara pendampingan bukan karena belas kasihan, cara melakukan belas kasihan akan tetapi diperdalam lagi, kemudian para difabel dilibatkan dalam kehidupan nya sehari – hari untuk melakukan kegiatan nya sehari – hari agar lebih mandiri, para kaum difabel yang dulunya menjadi Objek kini berubah menjadi Subjek. Panti Karya Hephata memiliki peranan dalam membantu para kaum difabel dengan mengadakan program Bina Diri, Program Pendidikan, Program Bina Karya, Program Pra Mandiri dan Program Warga Senior.

(6)

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yesus Kristus, karena

telah memberikan berkat dan kasih-Nya, sehingga penulis akhirnya dapat

menyusun dan menyelesaikan skripsi ini dengan baik yang berjudul “Peranan

Panti Karya Hephata dalam Membantu Kaum Diffabel di Desa Sintong

Marnipi”,

Dalam Penulisan Skripsi ini penulis sudah berusaha semaksimal mungkin

untuk memberikan hasil yang terbaik, namun sebagai manusia biasa yang

memiliki keterbatasan pengetahuan dan kemampuan, penulis menyadari bahwa

skripsi ini masih memiliki kelemahan dan kekurangan. Oleh karena itu penulis

menerima masukan berupa saran serta kritik yang bersifat membangun demi

kesempurnaan penulis ini kelas.

Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terimakasih kepada

pihak-pihak yang telah mendukung dan memberikan motivasi, dan bantuan kepada

penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Penulis mengucapkan banyak

terimakasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd selaku Rektor Universitas Negeri

Medan.

2. Bapak Dr. H. Restu, MS. Selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas

Negeri Medan.

3. Bapak dan Ibu Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri

(7)

iii

4. Ibu Dra. Flores Tanjung, MA selaku Ketua Jurusan Pendidikan Sejarah

dan Bapak Drs. Yushar Tanjung, M.Si selaku Sekretaris Jurusan

Pendidikan Sejarah.

5. Bapak Drs. Yushar Tanjung,M.Si selaku Dosen Pembimbing Skripsi

penulis yang telah banyak memberikan bimbingan, arahan, masukan,

kritik, pemikiran dan motivasi kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi

ini dengan baik.

6. Bapak Drs. Ponirin,M.Si selaku Dosen Pembimbing Akademik dan selaku

dosen pemberi saran dan penguji yang telah memberikan masukan kepada

penulis. Penulis mengucapkan terima kasih atas kebaikan dan

bimbingannya selama perkuliahan.

7. Bapak Pristi Suhendro, S.Hum, M.Si selaku Dosen Penguji ahli yang telah

memberikan pemikiran dan saran sehingga penulis bisa menyelesaikan

skripsi ini.

8. Ibu Dra. Hafnita Sari Lubis, M.Si selaku Dosen Penguji yang telah

memberikan pemikiran dan saran sehingga penulis bisa menyelesaikan

skripsi ini.

9. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen serta administrasi di Jurusan Pendidikan

Sejarah UNIMED yang telah berbagi ilmu melalui proses belajar mengajar

selama beberapa tahun ini, penulis ucapkan banyak terima kasih atas

bimbingan kalian semua.

10.Teristimewa kepada kedua orangtuaku tercinta: Konrad Lumban Tobing

(8)

iv

bimbingan, biaya, dan kasih sayang yang diberikan kepada penulis selama

ini. Kepada abang dan kakakku : Marsaulina Tobing,SE, Joni

Tobing,S.Pd, adikku: Fina Tobing, dan Kepada Nantulang Saron, Tante

Flora, Tante Indri, dan Lae Saron yang telah memberi doa dan semangat

serta motivasi pada penulis sehingga dapat menyelesaikan penyusunan

skripsi ini.

11.Kepada seluruh informan penulis: Pak Osten, Pak Marusaha, Pak Dirjen,

Bu Meriah, Kak Eva, Bang Saut dan informan lainnya yang sangat berjasa

karena telah bersedia memberikan informasi yang membantu penulis

dalam menyelesaikan tulisan ini.

12.Buat teman-teman penulis selama kuliah, teman- teman: Marta Samosir,

Puspa,Marulitua,Talenta,Nedia,Nere,Saudur,Winalni,Suprianto,Suryati.

Skripsi ini bisa terselesaikan berkat doa, dukungan dan bantuan dari semua

pihak. Kepada teman-teman dan semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan

namanya satu persatu penulis ucapkan banyak terima kasih. Akhir kata penulis

mengucapkan terima kasih dan semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua

pembaca. Penulis minta maaf atas kekurangan dan keterbatasan pada skripsi ini.

Kiranya skripsi ini dapat bermanfaat sebagai bahan referensi pada penelitian

selanjutnya.

Medan, Juni 2015 Penulis

(9)

v

3.3Populasi dan Sampel Penelitian ... 18

3.4Sumber Data ... 19

3.5Teknik Pengumpulan Data ... 20

3.6Teknik Analisis Data ... 21

BAB IV: Hasil Penelitian dan Pembahasan ... 24

4.1Gambaran umum Daerah Penelitian ... 22

4.1.1 Letak Geografis ... 23

4.1.2 Keadaan Penduduk Adat Istiadat dan Agama ... 23

4.2Sejarah Proses Pembentukan Panti Karya Hephata ... 27

(10)

vi

4.2.2 Visi dan Misi Panti Karya Hephata ... 31

4.2.3 Struktur Organisasi Panti Karya Hephata ... 32

4.3 Perkembangan Panti Karya Hephata hingga saat ini ... 34

4.3.1 Perkembangan Panti Karya Hephata ... 34

4.3.2 Keadaan Sarana dan Prasarana Panti Karya Hephata ... 37

4.3.3 Keadaan Staff Pengurus dan Pengasuh ... 39

4.3.4 Keadaan Anak Asuh ... 47

4.4Peranan Panti Karya Hephata dalam Membantu Para Kaum Diffabel ... 53

4.4.1 Program Bina Diri ... 53

4.4.2 Program Pendidikan ... 59

4.4.3 Program Bina Karya ... 62

4.4.4 Program Pra Mandiri ... 67

4.4.5 Program Warga Senior ... 70

BAB V PENUTUP 5.1Kesimpulan ... 72

5.2Saran ... 70

DAFTAR PUSTAKA ... 76

(11)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Indonesia adalah negara yang besar dan negara berkembang,

perkembangan teknologi saat ini yang sangat cepat mengancam Ideologi negara

Indonesia, dalam era teknologi yang canggih ini banyak tantangan yang dihadapi

warga Negara Indonesia karena tidak hanya dihadapi dengan cara positif akan

tetapi juga dengan negatif, dampak nya adalah seperti contoh : keterbukaan

informasi, komunikasi semakin mudah dan cepat, perekonomian Indonesia

semakin meningkat, berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi,

westernisasi terjadi dimana- mana, sikap individualisme yang semakin melekat

pada diri kita, serta kesenjangan sosial yang terjadi, akibat dari globalisasi ini

salah satunya mengancam kesejahteraan negara Indonesia.

Kesejahteraan negara warga negara Indonesia saat ini mengalami banyak

masalah diakibatkan perkembangan yang sangat cepat cepat melalui sistem

teknologi, akibat dari kesejahteraan negara indonesia yang terhambat pemerintah

negara Indonesia menjadikan kesejahteraan masyarakat menjadi salah satu sasaran

dalam pembangunan nasional Indonesia.

Kesejahteraan tidak hanya untuk mereka yang berkeluarga ataupun mereka

yang belum berkeluarga, akan tetapi juga mencakup anak – anak di Indonesia,

anak – anak Indonesia sebagai aset negara dan penerus bangsa ini perlu

(12)

2

keterbatasan atau disabilitas, mereka yang tidak mampu melakukan kegiatannya

tanpa bantuan orang lain.

Para disabilitas sangat memerlukan perlindugan dan kasih sayang secara

layak dan wajar dari keluarga, karena keluarga lah bagian terpenting yang

membawa perubahan terbesar dalam diri anak, dikarenakan didalam sebuah

keluarga peran paling penting orang tua bagi anak adalah memberikan kasih

sayang, dengan kasih sayang orang tua tersebut anak akan merasakan kedamaian,

kenyamanan maupun ketenangan yang nyata. Dengan memberikan kasih sayang

secara nyata maka akan sangat membantu perkembangan dan pertumbuha anak

secara jasmani dan rohani. Dan bagi para kaum disabilitas keluarga bagi mereka

bukan orangtua kandung mereka lagi, tetapi tempat – tempat atau lembaga sosial

seperti Panti, Pesantren.

Seperti yang dijelaskan diatas tidak semua orang bernasib baik dan dapat

bertumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga yang harmonis, bahkan ada

anak yang terlahir dengan kekurangan atau disebut dengan disabilitas, maka

untuk menjawab pertanyaan tersebut haruslah didirikan lembaga sosial seperti

Panti, Pesantren.

Salah satu Panti yang bersejarah adalah Panti Karya Hephata di Desa

Sintong Marnipi, Panti ini berdiri sejak tahun 1923 oleh Zending Jerman dan

sampai sekarang panti ini masih dioperasikan untuk menampung para kaum

disabilitas. Pada saat itu kondisi masyarakat disana sangat memprihatinkan,

banyak anak yang lahir tidak bisa melihat (tuna netra), para orangtua tersebut

(13)

3

orangtua juga rela membuang anak tersebut agar anak tersebut tidak membawa

bencana bagi keluarga mereka. Melihat kondisi sosial tersebut, timbullah niat

zending Jerman untuk memdirikan sebuah penampungan atau panti untuk

menampung mereka, karena bagi zending tersebut tidak ada orang yang lahir

cacat, mereka adalah anugerah Tuhan yang tak ternilai harganya.

Panti karya tersebut berlokasi di Desa Sintong Marnipi, Kecamatan

Laguboti, Kabupaten Tobasamosir, jaraknya 365 km dari kota medan, dan kini

nama Panti Karya Hephata telah diabadikan menjadi nama jalan yaitu Jalan Panti

Karya Hephata yang dimulai dari desa Sirongit – Desa Sintong Marnipi.

Kini, sudah 91 tahun lebih Panti Karya Hephata ini berdiri, dan sudah

banyak para disabilitas yang dibantu untuk melanjutkan kehidupannya, banyak

kegiatan – kegiatan yang dilakukan para disabilitas dilingkungan panti karya ini,

mulai dari membuat kerajinan tangan hingga bermusik. Didalam panti ini juga

tidak hanya ada Tuna Netra, tapi ada juga tuna rungu (gangguan pendengaran),

tuna daksa(cacat tubuh ) dan tuna grahita (cacat mental).

Anggota didalam Panti Karya Hephata ini tidak hanya anak – anak ataupun orang

dewasa, di dalam panti karya ini juga ada orang yang menyandang disabilitas

yang sudah berkeluarga.

Dari latar belakang tersebut peneliti ingin mengetahui bagaimana peranan

panti karya hephata dalam membantu kaum diffabel dilingkungan sintong

marnipi.

Maka peneliti memilih judul “ Peranan Panti Karya Hephata dalam

(14)

4 1.2Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan latar belakang , maka dapat

diindentifikasikan masalah dalam penelitian sebagai berikut :

1. Sejarah Berdirinya panti Karya Hephata.

2. Perkembangan panti karya hephata hingga saat ini.

3. Peranan panti karya hephata dalam membantu kaum disabilitas dalam

ke hidupan sehari – hari.

1.3Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah dan batasan masalah,

maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimana proses sejarah pembentukan Panti Karya Hephata.

2. Bagaimana Perkembangan Panti Karya Hephata hingga saat ini.

3. Bagaimana perananan Panti Karya Hephata dalam membantu kaum

(15)

5 1.4Tujuan Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui sejarah berdirinya Panti Karya Hephata!

2. Untuk mengetahui perkembangan Panti Karya Hephata hingga saat

ini!

3. Untuk mengetahui peranan Panti Karya Hephata dalam membantu

kaum disabilitas dalam kehidupan sehari – hari!

1.5Manfaat Penelitian

Adapun mamfaat dalam tulisan ini sebagai berikut :

1. Menambah wawasan bagi peneliti serta pembaca tentang sejarah

berdirinya Panti Karya Hephata .

2. Menambah wawasan bagi peneliti serta pembaca tentang

perkembangan Panti Karya Hephata

3. Untuk memperkaya informasi bagi masyarakat Desa Sintong Marnipi

terhadap keberadaan Panti Karya Hephata

4. Memberikan wawasan kepada masyarakat akan pentingnya menolong

sesama.

5. Sebagai penambah perbendaharaan UNIMED khususnya Fakultas

Ilmu Sosial Jurusan Pendidikan Sejarah.

6. Menambah wawasan bahwa panti karya juga memiliki peranan dalam

membantu para disabilitas.

(16)

72

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan.

Dari pembahasan hasil penelitian yang telah dilakukan mengacu pada

permasalahn yang diangkat, sehinggan dilakukan penarikan keseimpulan sesuai

dengan perumusan masalah, yang antara lain sebagai berikut

1. Panti Karya Hephata berdiri pada tahun 1923 tepatnya pada tanggal 23

Desember yang didirikan oleh zending Jerman, Robert Richtig, dan

beralamat di Jalan Panti Karya Hephata, Desa Sintong Marnipi,

Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir

Panti Karya Hephata pada awalnya berasal dari Rumah Sakit Kusta

Hutasalem yang pada saat itu menangani penyakit kusta, setelah

diindentifikasi ternyata ada yang bukan penyakit kusta, dia digolongkan

menjadi orang cacat (disabilitas), maka didirikan lah Panti Karya Hephata

untuk menampung para disabilitas

2. Panti Karya Hephata pada awal berdiri menampung banyak para tuna

netra, pada saat itu hanya tuna netra yang masih banyak dijumpai,

kemudian berkembang menangi semua hampir dari golongan disabilitas.

Panti Karya Hephata mengalami banyak perubahan termasuk dalam

perkembangannya, terlihat dari bangunan nya yang semakin baik dan

(17)

73

3. Peranan Panti Karya Hephata dalam memabantu kaum diffabel ada

beberapa aspek yakni program Bina Diri, Program Pendidikan, program

Bina Karya, Program Pra Mandiri, Program Warga Senior

Program Bina diri adalah aktivitas atau kegiatan harian yang lebih

familira kedalam dunia Anak Berkebutuhan Khusus, Bina diri mengacu

pada suatu kegiatan yang bersifat pribadi, tetapi memiliki dampak dan

berkaitan dengan human relationship (hubungan dengan orang lain). Bina

Diri yang dilakukan adalah kegiatan dalam sehari – hari seperti bangun

tidur, makan, berpakaian yang baik, ke kamar mandi dan sebagainya.

Program Pendidikan merupakan merupakan suatu usaha sadar untuk

menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau

latihan serta layanan yang baik bagi peranannya di masa yang akan datang.

Panti Karya Hephata menyenggalarakan program Sekolah Dasar Luar

Biasa(SDLB) sebagai awal memasuki dunia pendidikan.

Program Bina Karya adalah Pelatihan terhadap para klien agar memiliki

skill pada kemampuan masing – masing. Bina karya yang ada di Panti

Karya Hephata adalah Pertanian, Pertamanan, Peternakan, dan

Keterampilan.

Pertanian yang dilaksanakan di Panti Karya Hephata dilakukan dengan

mengajari bagaimana bercocok tanam sepeerti sayur mayur dan tanaman

jenis lainya.

Pertamanan dilakukan dengan mengajari para klien bagaimana cara

(18)

74

Peternakan dilakukan dengan mengajari para klien untuk beternak para

ternak seperti ayam, kerbau maupun sapi, sedangkan untuk keterampilan

ada keterampilan musik dan ada keterampilan tangan, keterampilan tangan

biasanya dengan membuat pernak – pernik dan membuat beberapa

kerajinan tangan sedangkan untuk keterampilan musik berlatih memainkan

alat – alat musik untuk nantinya ditampilkan.

Program Pra Mandiri Program lanjutan yang diperoleh selama diasrama

Panti Karya Hephata, Ketika seseorang sudah dinyatakan sebagai orang

yang mampu mandiri, maka para disabilitas tersebut akan masuk kedalam

kategori program pra mandiri, program dimana disabilitas akan

menghidupi kebutuhannya secara mandiri tanpa adanya bantuan dari orang

lain secara khusus.

Program Warga Senior Program yang ditujukan kepada warga senior yang

dikhususkan kepada umur 60 tahun keatas, dengan kondisi dimana warga

senior ini secara fisik sudah menurun untuk melakukan aktifitas, warga

(19)

75 B. Saran

1. Semoga para pengurus Panti Karya Hephata lebih berkomitmen lagi

kedepannya untuk menjadikan Panti Karya Hephata menjadi Panti Karya

yang mandiri dan lebih baik.

2. Pemerintah dan masyarakat diharapkan selalu memberikan dorongan dan

bantuan baik itu berupa moril maupun dalam bentuk materil .

3. Agar pengurus lebih meningkatkan kinerjanya alam menjalankan tugasnya

membina dan mendidik anak – anak panti sehingga menjadi bisa jadi anak

panutan.

4. Agar sesama pengurus bisa bekerja sama dengan baik dalam menjadikan

Panti Karya Hephata sebagai Panti Karya yang mandiri.

5. Agar Panti Karya Hephata lebih menghasilkan keterampilan yang lebih

banyak lagi

6. Agar pemanfaatan sarana dan prasana dapat dioptimalkan demi menunjang

(20)

DAFTAR PUSTAKA

Abdulsyani .2012. Sosiologi Sistematika, Teori, dan Penerapan. Jakarta: Bumi Aksara

Damsar 2011. Pengantar Sosiologi Pendidikan.Jakarta:Kencana

Huen, Pui Lim 2000. Sejarah Lisan Asia Tenggara. Jakarta: LP3S

Koentjaraningrat. 1985. Metode Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia

Sarwono, Sarlito. 2010. Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Rajawali Press

Shadily, Hassan. 1980. Sosiologi Untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta, Yayasan Pembangunan

Sjamsuddin, Helius.2012.Metodologi Penelitian Sejarah:Yogyakarta, Ombak

Soekanto, Soerjono.2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Ariyani, Yuri.2012. Perkembangan dan Peran Panti Asuhan Keluarga Yatim

Muhammadiyah(PAKYM) Surakarta di Bidang Pendidikan Tahun 1966

1984. Jurnal

Marzaya, Kharisma Nail dan Supradewi,Ratna.2011. Konsep Diri Dan Kebermaknaan Hidup Pada Remaja Di Panti Asuhan. Jurnal

Purnomo,Dian dan Rochana,Erna. Vol 1, No 4. Pola Pembinaan Anak di Panti Asuhan(Studi pada Yayasan Rumah Yatim Arohman Indonesia). Jurnal

Rahma, Ayu Nuzulia. 2011. Hubungan Efikasi Diri dan Dukungan Sosial Dengan Penyesuaian Diri Remaja di Panti Asuhan. Jurnal

Sari, Mona Mustika. 2009. Peranan Panti Asuhan Dalam Menunjang

Pendidikan Anak Studi Kasus Panti Asuhan Putera Muhamadiyah Cabang Sri Antokan Jalan Sudirman Simpang 4 Tangah Kecamatan Lubuk

Referensi

Dokumen terkait

Studi Pendahuluan yang telah peneliti lakukan di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Mulia 03 Margaguna Jakarta Selatan mendapatkan data dari total 208 orang lansia

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya perilaku kekerasan yang dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk

Pelayanan dan Pembinaan yang diberikan oleh Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Parawasa sudah efektif dalam memulihkan kembali harga diri, kesadaran dan tanggung jawab sosial

Berdasarkan dari penelitian di Panti Asuhan Budi Utomo Kota Metro dan analisis yang telah peneliti lakukan, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi

Sedangkan penelitian yang saya lakukan mengenai “Peranan Psikoterapi Islam dalam Proses Rehabilitas Pasien Pecandu Narkoba di Panti Rehabilitasi al- Kamal Sibolangit Center”

Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan 3 orang pemohon informasi mengenai pelayanan informasi publik yang dilakukan oleh Pejabat Pengelola

Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses interaksi sosial perempuan bermasalah kekerasan dalam rumah tangga dengan petugas di UPTD Panti Sosial Karya Wanita “Harapan

pembentukan konsep diri remaja di Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman jika ditinjau dari komunikasi verbal komunikasi yang terjadi antara orang tua dengan remaja masih