UNIVERSITAS MERCUBUANA
BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Tipe dan Jenis Penelitian
Sifat penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif kuantitatif untuk mengetahui apakah adanya pengaruh sebuah event Late Night Sale terhadap keputusan pembelian pengunjung Plaza Semanggi.
Jenis riset ini bertujuan membuat deskripsi secara sistematis, factual dan akurat tentang fakta fakta dan sifat populasi atau objek tertentu serta bagaimana pengaruh fenomena sosial dapat mempengaruhi nilai nilai atau pandangan pandangan di masyarakat. Masyhuri1 menjelaskan bahwa penelitian yang bersifat deskriptif merupakan penelitian yang memberi gambaran secermat mungkin mengani suatu individu keadaan, gejala atau kelompok tertentu.
Secara umum riset kuantitatif mempunyai ciri ciri2 :
1. Hubungan riset dengan subjek: jauh. Periset menganggap bahwa realitas terpisah dan ada di luar dirinya, karena itu harus ada jarak supaya objektif.
2. Riset bertujuan untuk menguji teori atau hipotesis, mendukung atau menolak teori. Data hanya sebagai sarana konfirmasi teori.bila dalam analisis ditemukan penolakan terhadap hipotesis atau teori, biasanya
1
Masyhuri, M. Zainuddi,.Metodologi Penelitian Pendekatan Praktis dan Aplikatif, Bandung: PT. Refika Aditama, hal 34, 200
UNIVERSITAS MERCUBUANA periset tidak langsung menolak hipotesis atau teori melainkan meneliti apakah ada kesalah dalam teknik samplingnya atau definisi konsepnya kurang operasional sehingga menghasilkan instrument (kuesioner yang kurang valid)
3. Riset harus dapat digeneralisasikan, karena itu menutuntut sampel yang representative dari seluruh populasi, operasional konsep serta alat ukur yang valid dan reliable
3.2 Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode Survey. Metode Survey adalah metode yang pertama kali mempunyai sifat kuantitatif. Melalui penekanan pengumpulan data yang bersifat representative. Metode penelitian survey adalah penelitian yang diadakan untuk memperoleh fakta – fakta dari gejala gejala yang ada dan mencari keterangan – keterangan secara faktuan baik tentang institusi sosial, ekonomi, atau politik dari suatu kelompok suatu daerah3
Dalam penelitian survey ini, dilakukan evaluasi serta perbandingan- perbandingan terhadap hal-hal telah dikerjakan orang dalam menangani situasi atau masalah yang serupa, dan hasilnya dapat digunakan dalam pembuatan rencana dan pengambilan keputusan di masa datang.
3
Iqbal Hasan, Pokok- pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya, Ghalia Indonesia, cetakan pertama, 2002, hal. 13
UNIVERSITAS MERCUBUANA Metode penelitian survey yang memiliki ciri ciri4 :
1. Informasi yang diperoleh dari sekumpulan orang
2. Informasi yang diperoleh dari sekumpulan orang tersebut merupakan sampel dan
3. Informasi diperoleh melalui bertanya dengan beberapa pertanyaan.
Survery yang digunakan adalah Cross-Secontial Survey, dimana pengumpulan data dilakukan hanya pada suatu saat tertenu dalam beberapa hari atau beberapa minggu5
3.3 Populasi dan Sample
3.3.1 Populasi
Populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang memliki karakteristi tertentu, jelas dan lengkap yang akan diteliti. Objek atau nilai yang akan diteliti dalam populasi disebut unit analisis elemen populasi. Unit analisis dapat berupa orang, perusahaan, media dan sebagainya. 6
Populasi dalam penelitian adalah pengunjung Plaza Semanggi yang sedang melakukan aktifitas perbelanjaan dalam program Late Night Sale yang digelar oleh Plaza Semanggi pada program late night sale bulan April 2015, alasan mengapa pengunjung Plaza Semanggi adalah karena pengunjung Plaza Semanggilah yang akan memberikan jawaban mengapa mereka lebih memilih untuk berbelanja pada saat program ini berlangsung dan buka program lain yang
4
Kountour, Ronny, Metodologi Penelitian Untuk Penulisan Skripsi dan Tesis, Penerbit PPM, 2005, hal. 106
5 Ibid 6
Iqbal Hasan, Pokok Pokok Materi Metodologi Penelitian Dan Aplikasinya, Ghalianindonesia Cetakan Pertama,2002, Hal 100
UNIVERSITAS MERCUBUANA diselenggarakan oleh Plaza Semanggi. Jumlah populasi pengunjung Plaza Semanggi pada saat program berlangsung diperkirakan 25.000 pada intensitas kunjungan jam 21.00 – 24.00 Wib7
Walaupun sudah banyak peritel lain membuat acara yang serupa, namun sampai dengan saat ini program Late Night Sale yang dilakukan secara regular dapat mampu menyedot perhatian para konsumennya untuk tetap berbelanja di Plaza Semanggi pada program ini. Dan teryata produk produk yang dijual dengan discount menarik pada belanja Late Night Sale nyata nyata dapat memancing keinginan para pengunjungnya untuk tetap meluangkan waktunya untuk berbelanja sehingga dengan adanya penelitian ini Plaza Semanggi semakin mengetahui berbagai pengaruh yang ada pada pembeli dan bagaimana konsumen membuat keputusan pembelian
3.3.2 Sample & Tekhnik Pengumpulan Sample
Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil melalui cara tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu jelas dan lengkap dianggap bisa mewakili populasi. Objek atau nilai yang diteliti dalam table disebut unit sampel. Unit sampel mungkin sama dengan unit analisis tetapi mungkin juga tidak.
Dalam sampel ini data yang akan diambil adalah data pengunjung Plaza Semanggi yang berkunjung di jam dimana program tersebut diselenggarakan yaitu pada jam 21.00 – 24.00 Wib data diambil dari target divisi Marcomm Plaza Semanggi dan perbadingan data dari kunjungan yang sama dengan program yang sama tahun sebelumnya.
UNIVERSITAS MERCUBUANA Pengunjung Program
Late Night Sale Plaza Semanggi Tahun 2013 Tahun 2014 Perkiraan Tahun 2015
25.000 orang 23.000 orang 25.000 orang
Sumber : Marcomm Plaza Semanggi, 30 Januari 2015
Populasi dianggap homogeny yaitu mempunyai karakteristik yang sama dalam motivasi, tingkat sosial, tingkat ekonomi, range usia, pekerjaan berdasarkan target audience yaitu orang yang berbelanja. Kemudian peneliti mengambil beberapa sampel yang akan dijadikan responden peneliti. Dalam peneltian ini jumlah populasi sebesar 25.000 orang. Untuk memenuhi persyaratan tersebut maka dalam penentuan jumlah sampel penulis menggunakan rumus Slovin, kemudian jumlah sampel akan ditentukan dengan jumlah populasi responden pengunjung Plaza Semanggi di program Late Night Sale pada bulan April tahun 2015 yang berjumlah 25.000 orang dengan presisi 10% menggunakan rumus Slovin sebagai berikut :
Keterangan :
= Jumlah Sampel yang dicari = Jumlah Populasi
UNIVERSITAS MERCUBUANA Sampel diambil dari total populasi sebagai wakil dari populasi yang akan dijadikan responde. Dengan menggunakan Rumus Slovin, maka jumlah yang akan dibutuhkan adalah sebanyak :
Dari perhitungan tersebut, didapat hasil 99.6 orang, maka dibulatkan menjadi 100 orang. Jadi jumlah sampel yang akan diteliti adalah sebanyak 100 responden.Populasi dan Sample
3.4 Definisi Konsep dan Operasionalisasi Konsep 3.4.1 Definisi Konsep
3.4.1.1 Event
Event merupakan salah suatu media promosi yang mempunyai jangkauan
lebih luas dibandingkan dengan iklan, sebab event terkait dengan beberapa eleman bauran promosi lainnya. Menurut Ruslan Rosady8 menyatakan bahwa “Special Event adalah merancang kemasan produk, gengsi, trendi hingga menanamkan daya ingat lebih kuat (awareness) dibenak konsumen atau public sasarannya.
Bisa dikatakan juga event atau acara merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam waktu tertentu dengan tujuan tertentu dan sifatnya berbeda
8
Ruslan Rosady, Manajemen Public Relations dan Media Publikasi, Raja Grafindo Persada, Hal 101, 2000
UNIVERSITAS MERCUBUANA dengan kegiatan manusia sehari hari. Pada umumnya event memiliki karakteristik : Uniqueness, Perishability, Intangibility, Personal Interaction.
Apabila dihubungkan dengan teori Stimulus Respon, dapat dijelaskan secara sederhana bahwa sebagai stimulus sebuah event dianggap mampu membangun respon yang positif dimana konsumen merespon produk yang ditawarkan berdasarkan emosi dan tingkat pemikiran mereka. Sebuah event mempunyai efek khusus dibenak konsumen untuk menarik perhatian mereka dimana dilakukan dengan mempengaruhi alam pikiran mereka tentang kenyamanan dan kesukaan apa yang mereka idamkan.
Late Night Sale sebagai event yang mampu menjadi dorongan atau
rangsangan konsumen untuk mendapatkan tanggapan konsumtif yang mempengaruhi konsumen Plaza Semanggi dalam mengambil keputusan pembelian. Hal ini pun dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran merek (Plaza Semanggi sebagai pusat perbelanjaan) diharapkan hal ini pun menjadi pengalaman konsumennya dan sehingga menjadi dorongan yang berulang yang dapat diingat serta menjadi pengalaman yang dapat mengingatkan tentang event ini.
3.4.1.2 Keputusan Pembelian
Schiffman dan Kanuk mendefinisikan suatu keputusan sebagai suatu tindakan dari dua atau lebih pilihan alternative9 . Jika konsumen telah memutuskan alternative yang akan dipilih dan mungkin penggantinya jika diperlukan, maka ia akan melakukan pembelian. Pembelian meliputi keputusan
9
Ujang Sumarwan, Perilaku Konsumen Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran, Ghalia Indonesia, 2011, hal 361
UNIVERSITAS MERCUBUANA konsumen mengenai apa yang dibeli, apakah membeli atau tidak, kapan membeli, dimana membeli dan bagaimana cara membayarnya.
Peneliti mengambil Teori Schiffman dan Kanuk 10 mengenai model sederhana pengambilan konsumen (Input, Proses, Output) untuk menjadi dasar penelitian variabel Y.
Proses keputusan konsumen dalam membeli atau mengkonsumsi produk dan jasa yang dipengaruhi oleh 3 faktor11 :
1. Kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh produsen dan lembaga lain.
2. Faktor perbedaan individu konsumen yaitu : kebutuhan, motivasi, kepribadian, konsep diri, pengolahan informasi, persepsi, proses belajar, pengetahuan, sikap dan kepercayaan yang dianut (agama) 3. Faktor Lingkungan konsumen yaitu : Budaya, karakteristik
demografi / sosial / ekonomi, keluarga, kelompok acuan, situasi konsumen, teknologi.
Proses keputusan konsumen akan terdiri atas tahap pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternative, pembelian dan kepuasan konsumen.12 Pemahaman terhadap faktor faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen
10
Schiffman, L.G dan Kanuk, Lesley L, 2007. Consumer Behavior, New Jersey: Perason Prestice Hall
11 Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSC, Perilaku Konsumen, Teori dan Penerapannnya, Edisi 2,
Ghalia Indonesia, 2011 hal 10
12 Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSC, Perilaku Konsumen, Teori dan Penerapannnya, Edisi 2,
UNIVERSITAS MERCUBUANA akan memberikan pengetahuan kepada pemasar bagaimana menyusun strategi dan komunikasi pemasaran yang lebih baik.
3.4.2 Operasionalisasi Konsep
Tabel 3.1 Operasionalisasi konsep
Variabel Dimensi Sub Dimensi Indikator Pengukuran
Event Late Night Sale (X) Stimulus : event sebagai salah satu media promosi Uniqueness Pengetahuan seputar Late Night Sale Skala Likert Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat tidak Setuju Perishability Penyelenggaraan acara yang meliputi lokasi, waktu pelaksanaan, acara pendukung Skala Likert Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat tidak Setuju Intangibility Pengalaman yang didapatkan pada saat event berlangsung Skala Likert Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat tidak Setuju Personal Interaction Hadiah / undian yang diberikan sebagai apresiasi belanja Skala Likert Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat tidak Setuju
UNIVERSITAS MERCUBUANA
Variabel Dimensi Sub Dimensi Indikator Pengukuran
Keputusan Pembelian (Y) Response : proses keputusan konsumen
Input Informasi dan
menyadari adanya event
Late Night Sale
Skala Likert Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat tidak Setuju Ketertarikan akan program discount Skala Likert Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat tidak Setuju
Proses Pengaruh sebuah
brand sebagai salah satu daya tarik pada saat
Late Night Sale
Skala Likert Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat tidak Setuju Budget belanja sebagai salah satu unsur dalam
Late Night Sale
Skala Likert Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat tidak Setuju Motivasi untuk berbelanja pada saat program
Late Night Sale
Skala Likert Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat tidak Setuju Pengalaman berbelanja discount di program yang serupa Skala Likert Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat tidak Setuju
Output Intesitas belanja
(apakah pengunjung tetap akan berbelanja hanya pada saat program Skala Likert Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat tidak Setuju
UNIVERSITAS MERCUBUANA discount berlangsung) Siapa yang mempengaruhi keputusan pembelian berbelanja Skala Likert Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat tidak Setuju
3.5 Vasiliditas dan Realibilitas 3.5.1 Validitas
Pengertian validitas adalah menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur itu mengukur apa yang ingin diukur. Jika periset menggunakan kuisioner didalam pengumpulan datanya, maka kuisioner yang disusun harus mengukur apa yang diukurnya.
Uji Validitas dilakukan dengan menghitung nilai korelasi antara data pada masing-masing pertanyaan dengan skor total memakai rumus Pearson
Correlation (Product Moment),13 Rumus atau teknik statistic ini digunakan untuk mengetahui koefisien korelasi atau derajat kekuatan hubungan dan membuktikan hipotesis atar variabel/data/skala interval dengan interval lainnya. jika koefisien korelasi (r) yang diperoleh ≥ koefisien table r product moment maka butir pertanyaan dinyatakan valid.
UNIVERSITAS MERCUBUANA Sugiyono dan Wibowo menyatakan bahwa ketentuan validitas instrument sahih apabila r hitung lebih besar dari r kritis (0,30). Bila korelasi tiap faktor tersebut merupakan construct yang kuat14
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini akan diukur dengan menggunakan skala likert, dimana dapat menilai sikap tingkah laku yang diinginkan oleh peneliti dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan kepada responden dalam skala berikut :
Tabel 3.2 Skala Likert JAWABAN SKOR Sangat Setuju (SS) 5 Setuju (S) 4 Netral (N) 3 Tidak Setuju (TS) 2
Sangat Tidak Setuju (STJ) 1
14
Agus Eko Sujianto, Aplikasi Statistik dengan SPSS 16.0, Prestasi Pustaka Publisher, Jakarta, 2009 hal 96
UNIVERSITAS MERCUBUANA
3.5.1.1 Uji Validitas Variabel Event Late Night Sale
Sebelum memulai melakukan riset melalui survey terhadap pengunjung Plaza Semanggi, penulis melakukan pre test terhadap 10 responder melalui SPSS item pertanyaan mengenai Event Late Night Sale (Y) dengan mengunakan rumus
Product Moment seperti yang sudah dijelaskan pada butir sebelumnya. Berikut
disajikan ringkasan dari output menggunakan SPSS 19.00 untuk uji validitas variabel Event Late Night Sale :
3.5.2 Realibilitas
Setelah dilakukan uji validitas atas pertanyaan yang digunakan dalam penelitian tersebut, selanjutnya dilakukan uji keandalan atau uji reabilitas. Uji keandalan bertujuan untuk mengetahui apakah alat pengumpul data pada dasarnya menunjukkan tingkat ketepatan, keakuratan, kestabilan atau konsistensi alat tersebut dalam mengungkapkan gejalan tertentu dari sekelompok individual, walaupun dilakukan pada waktu yang berbeda.
Uji keandalan dilakukan terhadap pertanyaan pertanyaan yang sudah valid. Reliabilitas menyangkut ketepatan alat ukur. Untuk teknik perhitungan reliabilitas kuesioner yang digunakan dalam peneltian ini adalah dengan menggunakan
Statistical Product and Service Solution (SPSS) 19.00 for windows.
Uji reabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat pengukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang15. Hasil pengukurang dapat diandalkan apabila dalam beberapa
UNIVERSITAS MERCUBUANA kali pengukuran terhadap kelompok subjek yang diukur memang belum berubah. Semakin handal suatu alat ukur akan memiliki reabilitas mendekati angka 1,00.
Analisis reabilitas digunakan untuk mengukur tingkat akurasi dan persepsi jawaban yang mungkin dari beberapa pertanyaan. Titik berat dari relabilitas ini adalah kekonsistenan. Adapun skala pengukuran tingkat reliabilitas instrument penelitian dapat diinterpretasikan sebagai berikut : 16
Tabel 3.3
Tingkat Reliabilitas Data
Alpha Tingkat Reliabilitas
0,00 s/d 0,20 Kurang Realibel
0,21 s/d 0,40 Agak Realibel
0,41 s/d 0,60 Cukup Realibel
0,61 s/d 0,80 Realibel
0,81 s/d 1,00 Sangat Realibel
3.6 Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data adalah pencatatan peristiwa – peristiwa atau hal-hal atau keterangan-keterangan atau karakteristik-karakteristik sebagian atau seluruh elemen populasi yang akan menunjang atau mendukung penelitian 51.
UNIVERSITAS MERCUBUANA Dalam penelitian ini, penulis melakukan teknik pengumpulan data yang dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu :
1. Data Primer
Data Primer didapatkan dengan cara pemberian kuisioner terhadap responden Plaza Semanggi yang berkunjung pada saat event Late Night Sale berlangsung. Responden Kuisioner adalah teknik pengumpulan data dengan menyerahkan atau mengirimkan daftar pertanyaan untuk di isi oleh responden. Responden adalah orang yang memberikan tanggapan (respon) atas-atau, menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
2. Data Sekunder
Data yang didapat melalui studi kepustakaan
Data penelitian kepustakaan didapat melalui dari berbagai beberapa testimonial dari berbagai jurnal, teori dan literature yang dikaitkan dengan masalah yang sedang diteliti yaitu berbelanja pada program late night sale pada bulan Juni Tahun 2015
3.7 Teknik Analisa Data
Jenis teknik analisis data dari penelitian ini adalah analisis bivariat. Analisis yang dilakukan untuk melihat hubungan hubungan 2 variable. Kedua variabel tersebut merupakan variable pokok, yaitu variabel pengaruh (bebas) dan variabel terpengaruh (tak bebas)17
17
Umi Narimati, Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, teori dan aplikasi. Agung Media,Bandung, 2007, hal 82
UNIVERSITAS MERCUBUANA Analisis hubungan adalah analisis yang menggunakan uji statistic inferensial dengan tujuan untuk melihat derajat hubungan di antara dua atau lebih dari dua variabel. Kekuatan hubungan yang menunjukkan derajat hubungan ini disebut
koefisien asosiasi (korelasi)18
Tabel 3.4
Kekuatan Hubungan (Korelasi) Variabel
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
00,00 s/d 0,20 Sangat Rendah 0,21 s/d 0,40 Rendah 0,41 s/d 0,70 Sedang 0,71 s/d 0,90 Kuat 0,91 s/d 0,99 Sangat Kuat 1 Sempurna
Penelitian ini menggunakan rumus uji statistic Pearson Correlation
(Product Moment).19 Rumus ini digunakan untuk mengetahui koefisien korelasi atau derajat kekuatan hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan antara variabel dan interval, sedangkan untuk menguji signifikasinya diperlukan test uji t. Korelasi Pearson Product Moment Correlation menggunakan rumusnya sebagai berikut :
18
Rahmat Kriyantono, Teknik Praktis Komunikasi,Kencana Perdana Media Group, Jakarta, 2006,hal
UNIVERSITAS MERCUBUANA
∑ ∑ ∑
√ ∑ ∑ ∑ ∑
Keterangan : n = jumlah sampel
x = angka mentah untuk variabel x
y = angka mentah untuk variabel y
r = koefisien korelasi Pearson Product Moment
ukuran ini dibuat untuk mengukur kekuatan hubungan linear antara data yang memiliki tingkat pengukuran interval / rasio dengan arah hubungan simetrik. Koefisien yang dihasilkan antara -1 hingga +1, yang menunjukkan apakah hubungan linear tersebut positif atau negative 20.
Jika koefisien korelasi bernilai positif, maka variabel variabel berkorelasi positif, artinya jika variabel yang satu naik / turun, maka variabel yang lainnya juga naik / turun.
Jika koefisien bernilai negative, maka variabel variabel berkolerasi negative, artinya jika variabel satu naik / turun, makan variabel yang lainnya juga naik / turun. Semakin dekat nilai koefisien korelasi ke -1, semakin kuat korelasi negative nya.
20
Bambang Prasetyo & lina Miftahul Jannah, Metode Penelitian Kuantitatif Teori dan Aplikasi
UNIVERSITAS MERCUBUANA Jika koefefisien korelasi bernilai 0 (nol) maka variabel tidak menunjukkan adanya korelasi. Jika koefisien korealasi bernilai +1 atau -1, maka variabel variabel menunjukkan korelasi posifti atau negative sempurna.
Tahapan analisis data dibagi menjadi proses editing dan coding,
a. Proses Editing
Editing data meneliti data kembali yang telah dikumpulkan dengan menilai apakah data yang dikumpulkan tersebut cukup baik dan relevan untuk proses atau diolah lebih lanjut.56
b. Proses Pengolahan data (coding)
Coding berusaha mengklarifikasikan (mengelompokkan jawaban dari responden) menurut kategori dengan cara memberikan angka-angka tertentu yang menyangkut keterangan tertentu.
Analisis data dimulai dari pengumpulan data yang masuk lalu dikumpulkan melalui pengisian kuisioner, sehingga penelitian ini dapat dikatakan sebagai penelitian kuantitatif dalam penelitian ini, data yang masuk disusun kedalam angka, kemudian data tersebut diorganisasikan dalam bentuk tabulasi. Selanjutnya dikelompokkan dalam bentuk tabel yang disesuaikan dengan hasil jawaban responden.
UNIVERSITAS MERCUBUANA
3.7.1 Analisis Regresi Linear Sederhana
Regresi Sederhana dalam penelitian ini untuk meramalkan atau memprediksi variabel terikat apabila variabel bebas diketahui. Analisis regresi linear sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun klausal satu variabel independe dengan satu variabel dependen.
Hubungan antara dua variabel ini digambarkan dengan sebuah model matematikan yang disebut model regresi yang dirumuskan sebagai berikut 21 :
Y = a + bx
Dimana :
Y = Keputusan Pembelian a= Harga Y bila X=0 (harga konstan)
b = Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang di dasarkan pada variabel independen. Bila b (+) maka naik, dan bilan b (-) maka terjadi penurunan