33 3.1 Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan metode untuk menguji teori-teori tertentu dengan cara meneliti hubungan antarvariabel. Variabel-variabel ini diukur (biasanya dengan instrument penelitian) sehingga data yang terdiri dari angka-angka dapat dianalisis berdasarkan prosedur statistik. Laporan akhir untuk penelitian umumnya memiliki struktur yang ketat dan konsisten mulai dari pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, kesimpulan serta saran-saran. Seperti halnya penelitian kualitatif, siapapun yang terlibat dalam penelitian kuantitatif juga perlu memiliki asumsi untuk menguji teori secara deduktif, mencegah munculnya bias-bias, mengontrol penjelasan alternatif, dan mampu menggeneralisasi dan menerapkan kembali penemuannya. Penelitian kuantitatif memiliki tiga jenis penelitian, yaitu:
a. Metode Survei
Survei adalah metode riset dengan menggunakan kuisioner sebagai instrument pengumpulan datanya. Secara umum metode survei terdiri dari dua jenis, yaitu deskriptif dan eksplanatif (analitik).
1. Survei Deskriptif
Jenis survei ini digunakan untuk menggambarkan (mendeskripsikan) populasi yang sedang diteliti. Fokus riset ini adalah perilaku yang sedang terjadi dan terdiri dari satu variabel.
2. Survei Eksplanatif (Analitik)
Jenis survei ini digunakan bila periset ingin mengetahui mengapa situasi atau kondisi tertentu terjadi atau apa yang mempengaruhi terjadinya sesuatu.
b. Metode Analisis Isi
Metode analisis isi adalah metode yang digunakan untuk meriset atau menganalisis isi komunikasi secara sistematik, objektif, dan kuantitatif. c. Metode Eksperimen
Metode riset yang digunakan untuk meneliti hubungan atau pengaruh sebab-akibat dengan memanipulasi satu atau lebih variabel pada satu (lebih)
kelompok eksperimental, dan membandingkan hasilnya dengan kelompok control yang tidak mengalami manipulasi.
3.2 Metode Penelitian
3.2.1 Survey Deskriptif
Peneliti menggunakan metode penelitian survey deskriptif untuk menjawab pertanyaan penelitian. Metode ini merupakan metode yang paling tepat diantara 3 metode penelitian yang lain, karena penelitian ini terdiri dari satu variabel, yaitu variabel persepsi. Jenis survey ini digunakan untuk menggambarkan (mendeeskripsikan) populasi yang sedang diteliti. Fokus riset ini adalah perilaku yang sedang terjadi dan terdiri dari satu variabel.
Metode deskripsi adalah suatu metode dalam penelitian status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Whitney (1960) berpendapat, metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena. Penelitian deskriptif bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki.
3.3 Variabel Penelitian
Pengertian variabel penelitian merupakan kegiatan menguji hipotesis, yaitu menguji kecocokan antara teori dan fakta empiris di dunia nyata. Hubungan nyata ini lazim dibaca dan dipaparkan dengan bersandar pada variabel. Variabel penelitian pada dasarnya merupakan sesuatu hal yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudai ditarik kesimpulannya.
Dengan kata lain, variabel penelitian ialah setiap hal dalam suatu penelitian yang datanya ingin diperoleh. Dinamakan variabel karena nilai dari data tersebut beragam. Secara teoritis, variabel didefinisikan sebagai apa pun yang dapat
membedakan atau membawa variasi pada nilai. Nilai bisa berbeda pada berbagai waktu untuk objek atau orang yang sama, ataupun pada waktu yang sama untuk objek yang berbeda. (Sekaran, 2004:17)
Penelitian ini hanya menguji satu buah variabel, yaitu variabel persepsi. Persepsi dalam penelitian ini adalah persepsi khalayak terhadap sinetron “Emak Ijah Pengen Ke Mekah” yang tayang di SCTV.
3.4 Populasi dan Sampel 1. Populasi
Dalam penelitian, populasi digunakan untuk menyebutkan seluruh elemen/anggota dari suatu wilayah yang menjadi sasaran penelitian atau merupakan keseluruhan (universum) dari objek penelitian. Dilihat dari kompleksitas objek populasi, maka populasi dapat dibedakan menjadi populasi homogen (keseluruhan yang menjadi anggota populasi memiliki sifat yang relative sama antara yang satu dan yang lain dan mempunyai ciri tidak terdapat perbedaan hasil tes dari jumlah tes populasi yang berbeda) dan populasi heterogen (keseluruhan individu anggota populasi relative mempunyai sifat-sifat individu dan sifat ini yang membedakan antara individu anggota populasi yang satu dengan yang lain).
Dalam hal ini populasi yang peneliti gunakan yaitu melalui followers atau pengikut akun Twitter resmi dari sinetron “Emak Ijah Pengen Ke Mekah”, yaitu @makijahkemekah. Pengikut akun Twitter @makijahkemekah dapat dikatakan mewakili populasi dari jumlah khalayak yang menyaksikan sinetron “Emak Ijah Ke Mekah”, karena individu yang mengikuti Twitter @makijahkemekah pasti mengetahui seperti apa sinetron “Emak Ijah Pengen Ke Mekah”, kemudian kemungkinan besar mereka pasti menonton bahkan mengikuti tiap episodenya, dan mungkin saja berharap mendapatkan beberapa informasi seputar sinetron “Emak Ijah Pengen Ke Mekah”.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin meneliti semua yang ada pada populasi, (misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu) maka peneliti dapat menggunakan
sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi itu. Untuk sampel yang diambil dari populasi harus benar-benar representatif (mewakili). Bila sampel tidak representatif, maka resiko yang dihadapi peneliti ialah tidak dapat menyimpulkan sesuai dengan kenyataan atau membuat kesimpulan yang salah.( Rahmat,2008)
Jumlah followers atau pengikut akun twitter @makijahkemekah pada tanggal 7 Mei 2014 sebanyak 11.900 followers. Jumlah itulah yang akan dimasukkan pada rumus Taro Yamane untuk mengetahui seberapa besar sampel yang akan diambil oleh peneliti.
3.5 Teknik Penarikan Sampel
Teknik penarikan sampel menggunakan non-probability sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel (Sugiyono, 2009:92).
Metode sampel non-probabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah incidental sampling dan sampling simetris. Metode incidental sampling digunakan karena pengambilan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja followers twitter Sinetron Emak Ijah Pengen Ke Mekah dengan username @makijahkemekah secara acak terpilih oleh peneliti dapat digunakan sebagai sampel.
Jumlah sampel yang diambil dengan menggunakan rumus Taro Yamane yang dikutip oleh Rahmat (1998:82) sebagai berikut:
N n =
(N.d² + 1)
Dimana ; n = Jumlah Sampel N = Jumlah Populasi
d² = Nilai Presisi yang ditetapkan (Ridwan, 2004:65).
n = 11.900 (11.900.(0,1)2+ 1)
n = 11.900 = 99,16 = 100 (dibulatkan)
119 + 1
3.6 Teknik pengumpulan data, Jenis dan Sumber Data
Data (datum) artinya sesuatu yang diketahui. Sekarang diartikan sebagai informasi yang diterimanya tentang suatu kenyataan atau fenomena empiris, wujudnya dapat merupakan seperangkat ukuran (kuantitatif, berupa angka-angka) atau berupa ungkapan kata-kata (verbalize) atau kualitatif. Keberadaannya dapat dilisankan dan ada yang tercatat. Jika langsung dari sumbernya (tentang diri sumber data) disebut data primer. Jika adanya telah disusun, dikembangkan, dan diolah kemudian tercatat disebut data sekunder.
a. Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan cara mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk menjawab rumusan masalah penelitian. Umumnya cara mengumpulkan data dapat menggunakan teknik: wawancara (interview), angket (questionnaire), pengamatan (observation), studi dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Tapi yang peneliti akan gunakan dalam penelitian ini, yaitu:
1. Kuesioner/Angket
Merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan daftar pernyataan kepada responden dengan harapan memberikan respons atau daftar pertanyaan tersebut. Daftar pertanyaan dapat bersifat terbuka, yaitu jika jawaban tidak ditentukan sebelumnya oleh peneliti dan dapat bersifat tertutup, yaitu alternative jawaban telah ditentukan sebelumnya oleh peneliti.
2. Observasi
Teknik ini menuntut adanya pengamatan dari peneliti baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap objek penelitian. Instrument yang dapat digunakan yaitu lembar pengamatan, panduan pengamatan.
3.7 Metode Pengumpulan Data a. Kuesioner (Angket)
Kuesioner adalah saftar pertanyaan yang harus diisi oleh responden. Disebut juga angket. Kuesioner bisa dikirim melalui pos atau periset mendatangi secara langsung responden. Bisa diisi saat periset dating sehingga pengisiannya didampingi periset, bahkan periset bisa bertindak sebagai pembaca pertanyaan dan responden tinggal menjawab berdasarkan jawaban yang disediakan. Kuesioner bisa diisi sendiri oleh responden tanpa bantuan atau kehadiran periset. Kemudian hasilnya bisa dikirim atau diambil sendiri oleh periset. Berbagai cara diatas yang biasa terjadi dalam periset.
b. Skala Likert
Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap seseorang tentang sesuatu objek sikap. Objek sikap ini biasanya telah ditentukan secara spesifik dan sistematik oleh periset. Indicator-indikator dari variabel sikap terhadap suatu objek merupakan titik tolak dalam membuat pertanyaan atau pernyataan yang harus diisi oleh responden. Setiap pertanyaan atau pernyataan tersebut harus dihubungkan dengan jawaban yang berupa dukungan atau pernyataan sikap yang diungkapkan dengan kata-kata: sangat setuju (SS); Setuju (S); Ragu-ragu (RR); Tidak Setuju (TS); Sangat Tidak Setuju (STS) atau Sangat Puas; Puas; Cukup Puas; Tidak Puas; Sangat Tidak Puas atau Sangat Baik; Baik; Sedang; Buruk; Sangat Buruk, dan lainnya tergatung indicator penelitian.
3.8 Teknis Analisis Data a. Analisis Univariat
Adalah analisis terhadap satu variable. Jenis analisis ini dilakukan untuk riset deskriptif., dan menggunakan statistic deskriptif. Hasil penghitungan statistic deskriptif ini nantinya merupakan dasar bagi penghitungan analisis berikutnya, misalnya untuk menghitung hubungan antarvariabel.
Mengukur variabel dengan analisis univariat dengan menggunakan rumus, yaitu :
R x 100% 500
R = Jumlah Skor
500 = Skor terbesar yang didapat dari penghitungan 100% = Jumlah responden
Tabel pengukuran analisis Univariat.
Tabel 3.1 Interpretasi Data Univariat
0 – 20% Sangat Tidak Baik
>20% - 40% Tidak Baik >40% - 60% Cukup Baik >60% - 80% Baik >80% Sangat Baik 3.9 Keabsahan Penelitian a. Uji Reabilitas
Reliablitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Reabilitas menunjukkan kemantapan/konsistensi hasil pengukuran. Suatu alat pengukur dikatakan mantap atau konsisten, apabila untuk mengukur sesuatu berulang kali, alat pengukur itu menunjukkan hasil yang sama, dalam kondisi yang sama.
Reabilitas diperlukan untuk mendapatkan data sesuai dengan tujuan pengukuran. Untuk mencapai hal tersebut, dilakukan uji reliabilitas dengan menggunakan alpha Cronbach yang diukur berdasarkan skala alpha Cronbach 0 sampai 1. Jika skala itu dikelompokkan kedalam lima belas rank yang sama, maka ukuran kemantapan alpha dapat diinterprestasikan sebagai berikut:
1. Nilai alpha Cronbach 0,00 – 0,20, kurang reliabel. 2. Nilai alpha Cronbach 0,21 – 0,40, agak reliabel. 3. Nilai alpha Cronbach 0,41 – 0,60, cukup reliabel. 4. Nilai alpha Cronbach 0,61 – 0,80, reliabel.
5. Nilai alpha Cronbach 0,81 – 1,00, sangat reliabel. (Triton, 2005)
b. Uji Validitas
Validitas/kesahihan adalah suatu indeks yang menunjukkan alat ukur tersebut benar-benar mengukur apa yang diukur. Validitas ini menyangkut akurasi instrument. Untuk mengetahui apakah kuesioner yang disusun tersebut itu valid/sahih, maka perlu diuji dengan uji korelasi antara skor (nilai) tiap-tiap butir pertanyaan dengan skor total kuesioner tersebut. Adapun teknik korelasi yang biasa dipakai
3.10 Definisi dan Operasionalisasi Konsep
Operasional Konsep adalah unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana caranya mengukur suatu variabel. Dengan kata lain, operasional konsep adalah sebagai petunjuk pelaksanaan bagaimana caranya mengukur suatu variabel. Konsep-konsep sosial sudah diterjemahkan menjadi satu operasional yaitu variabel konstruk yang nantinya akan diukur. Operasional konsep juga sebagai informasi ilmiah yang amat membantu peneliti dan dari informasi yang didapat maka akan diketahui cara pengukuran suatu variabel. (Singarimbun, Effendy, 2008: 46).
Dalam konteks ini, konsep yang akan dioperasionalkan adalah sinetron “Emak Ijah Pengen Ke Mekah”, dimana setelah dibatasi secara khusus sebagai tayangan hiburan dengan format drama yang dibuat semenarik mungkin. Sehingga nantinya persepsi tayangan sinetron “Emak Ijah Pengen Ke Mekah”, menjadi sebuah konstruk yang dapat diamati dan diukur.
Penelitian ini menggunakan satu variabel atau variabel mandiri yaitu persepsi khalayak yang mana meliputi persepsi terhadap manusia dan persepsi terhadap objek. Pada dimensi persepsi terhadap manusia terbagi menjadi dua sub-dimensi yaitu sub-sub-dimensi tokoh antagonis dan protagonist, pada sub-dimensi persepsi terhadap objek terbagi menjadi tiga sub dimensi yaitu sub dimensi isi cerita, waktu penayangan dan soundtrack, Operasionalisasi Konsep dalam penelitian ini adalah:
Tabel 3.2 Operasionalisasi Konsep
Variabel Dimensi Subdimensi Indikator
Persepsi khalayak terhadap sinetron “Emak Ijah Pengen Ke Mekah di SCTV Persepsi terhadap manusia Peran antagonis 1. Peran Hj. Ida sebagai pemeran antagonis membuat cerita menarik 2. Akting Sinta Mu’in sebagai Hj. Ida sudah sangat baik dalam memerankan peran yang galak/ antagonis 3. Tokoh Hj. Ida dalam sinetron “Emak Ijah Pengen Ke Mekah” sangat berperan penting dalam kelangsungan cerita 4. Peran Babeh Frengky sebagai pemeran antagonis membuat cerita semakin menarik 5. Pemilihan aktor
Urip Arphan sudah tepat untuk
memerankan Babeh Frengky sebagai Bapak tiri
Variabel Dimensi Subdimensi Indikator
Peran protagonis
dari Bang Ocid 6. Akting Urip
Arphan sangat baik dalam memerankan Babeh Frengky sebagai peran yang galak/ antagonis 7. Kelucuan tokoh Bang Ocid membuat cerita sinetron “Emak Ijah Pengen Ke Mekah” menarik 8. Akting Ucup Nirin
sebagai Bang ocid sudah sangat baik 9. Tokoh Bang ocid
menjadi trademark atau pioneer utama dalam sinetron “Emak Ijah Pengen Ke Mekah” 10. Kecantikan dan kebaikan Munaroh membuat cerita menjadi menarik 11. Pemilihan aktris Asha Shara sebagai Munaroh sudah sangat tepat 12. Tokoh Munaroh
Variabel Dimensi Subdimensi Indikator
Persepsi terhadap obyek
Isi Cerita
menjadi salah satu trademark atau pioner utama dalam jalan cerita sinetron “Emak Ijah Pengen Ke Mekah” 13. Kepolosan dan kelucuan peran Mancung membuat cerita semakin menarik 14. Pemilihan aktris cilik Misca Fortuna dalam memerankan tokoh Mancung sudah sangat tepat 15. Akting Misca Fortuna sebagai Mancung sudah sangat baik 16. Tokoh Mancung
menjadi salah satu trademark atau pioneer utama juga dalam sinetron “Emak Ijah Pengen Ke Mekah”
17. Jalan cerita lebih menarik setelah berangkatnya
Variabel Dimensi Subdimensi Indikator Emak Ijah ke Mekah untuk ibadah Umroh 18. Bercerainya Munaroh dengan Zacky membuat jalan cerita selanjutnya menjadi sangat menarik 19. Kisah percintaan Munaroh dan Bang Ocid yang selalu mendapatkan halangan membuat penasaran penonton 20. Hadirnya Babeh Frengky sebagai ayah tiri Bang Ocid, yang kemudian menikah dengan Munaroh merupakan bagian yang paling menarik dari sinetron ini 21. Setelah meninggalnya Babeh Frengky dan membuat Munaroh menjadi janda lagi
Variabel Dimensi Subdimensi Indikator Waktu Penayangan Soundtrack merupakan akhir yang menarik 22. Sebagai sinetron yang bertemakan religi, kandungan nilai islami tidak terlalu mencolok 23. Unsur menghibur
dan komedi sangat melekat dalam isi cerita sinetron “Emak Ijah Pengen Ke Mekah”
24. Jalan cerita yang semakin lama semakin menarik 25. Penempatan jam tayang sinetron “Emak Ijah Pengen Ke Mekah” sudah sangat tepat 26. Durasi atau lamanya penayangan selama 2 jam membuat sangat puas menontonnya 27. Beragamnya lagu-lagu atau backsound dalam setiap adegan
Variabel Dimensi Subdimensi Indikator membuat daya tarik lebih dalam sinetron “Emak Ijah Pengen Ke Mekah”
28. Lagu-lagu ciptaan sendiri dari sinetron ini sangat beragam dan unik 29. Soundtrack/lagu
ciptaan sendiri seperti “Munaroh”, “Goyang Ubur-ubur” dan “Cinta Ditolak” sangat memikat perhatian penonton
30. Soundtrack
“Munaroh” sangat unik dan melekat di pikiran para penonton