• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyuluhan Kehamilan Risiko Tinggi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penyuluhan Kehamilan Risiko Tinggi"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

Kehamilan

Resiko Tinggi

Oleh

Dokter Muda Ilmu Kesehatan

Masyarakat

Fakultas Kedokteran

Universitas Andalas

(2)

Kehamilan

adalah masa di mana

seorang wanita membawa

(3)

Tanda-Tanda Kehamilan

1. Payudara terasa sakit atau nyeri

 Menggunakan bra setelah bangun pagi akan menjadikan derita tersendiri. Payudara juga akan terasa sakit dan nyeri saat dipegang. Payudara akan membesar, hal ini disebabkan oleh meningkatnya produksi hormon esterogen dan progesteron. Dalam hal ini, disarankan wanita hamil menggunakan bra yang nyaman atau berukuran lebih besar pada saat tidur yang dimaksudkan untuk memberi kenyamanan

bergerak.

2. Rasa lelah yang berlebih

Rasa lelah yang berlebih akan membuat Anda cepat tertidur. Hal ini disebabkan dari perubahan hormon dan juga akibat dari kinerja organ-organ vital untuk membantu perkembangan dan pertumbuhan janin. Biasanya rasa lelah ini hanya pada trimester pertama dan akan hilang saat memasuki trimester kedua.

3. Mual

Pemicu mual adalah adanya peningkatan hormon secara tiba-tiba pada aliran darah. Gejala mual ini biasanya terjadi selama enam minggu saat anda dinyatakan hamil. Biasanya mual akan datang pada pagi, siang dan malam hari. Rasa mual ini

biasanya akan menghilang memasuki kehamilan trimester kedua. Jika, rasa mual dan muntah masih terjadi pada usia kehamilan trimester kedua, sebaiknya

periksakan dan konsultasi mengenai hal ini ke dokter Anda, karena akan mengganggu kehamilan.

(4)

4. Ngidam

Sudah tidak asing lagi mendengar kata ini saat ada seseorang yang sedang hamil. Mau ini, mau itu lalu tiba-tiba Anda ingin makan

buah-buahan yang rasanya asam, padahal sebelumnya sangat benci terhadap buah yang rasanya asam. Jika Anda menjadi pemerhati masalah makanan, mungkin ini adalah tanda-tanda sedang hamil.

5. Sembelit

Sembelit ini terjadi akibat peningkatan hormon progesterone. Hormon ini selain mengendurkan otot-otot rahim, juga berdampak pada mengendurnya otot dinding usus sehingga menyebabkan sembelit atau susah buang air besar. Namun keuntungan dari keadaan ini adalah memungkinkan

peyerapan nutrisi yang lebih baik saat hamil.

6. Moody

Sering marah-marah pada suami, cepat mengalami perubahan pada tingkah laku. Hal ini disebabkan dari banyak munculnya hormon-hormon baru di tubuh Anda. Yakinkan pada suami Anda bahwa ini hanya terjadi selama masa kehamilan.

7. Peningkatan temperatur tubuh

Jika terjadi kehamilan atau ovulasi, maka suhu tubuh ibu akan meningkat. Kondisi ini akan bertahan selama terjadinya kehamilan. Kondisi ini tidak akan turun ke kondisi sebelum terjadinya ovulasi.

(5)

8. Bau Badan

Mungkin tanda ini jarang ditemui pada wanita hamil. Namun jika memang muncul bau badan, maka adanya peningkatan hormon yang berlebih

sehingga menyebabkan kelenjar keringat meningkat.

9. Pusing atau pingsan

Pusing dan pingsan dapat terjadi karena kadar jumlah gula di tubuh yang rendah. Oleh karena itu, pastikan anda cukup makan dan tentunya banyak minum supaya tidak kekurangan cairan tubuh.

10. Munculnya bercak darah

Bercak darah muncul sebelum menstruasi yang akan datang, biasanya terjadi antara 8-10 hari setelah terjadinya ovulasi. Bercak darah ini

disebabkan oleh implantasi atau menempelnya embrio.

11. Hasil positif pada tes kehamilan

Anda tidak akan tahu pasti apakah anda menjadi seorang ibu sampai anda melakukan tes kehamilan. Jika Anda mendapatkan hasil negatif dan masih belum mendapatkan haid, mungkin saja anda terlalu dini melakukan tes kehamilan. Tunggu beberapa hari dan coba lagi dan jika itu positif “ selamat anda akan menjadi seorang ibu!

(6)

Tips menjaga kesehatan ibu

 Periksa kandungan ke dokter secara teratur untuk mengetahui kondisi pertumbuhan janin dan keluhan selama masa kehamilan.

 konsumsi makanan yang seimbang dan bergizi tinggi. makanan yang bergizi bagus untuk pertumbuhan janin didalam kandungan, seperti karbohidrat, daging,

protein, sayuran, buah dan susu. Untuk pola makan sebaiknya diatur dengan porsi kecil tapi sering, sekitar 5 – 6 kali perhari, hal ini bertujuan untuk mengurangi mual dan muntah serta nyeri lambung.

 Jaga pola tidur dan hindari asap rokok. Asap Rokok bisa mengganggu pertumbuhan janin seperti berat badan yang kurang, mudah sakit, lambat

pertumbuhannya, bahkan dapat menyebabkan keguguran dan kematian dalam kandungan.

(7)

 Untuk mencegah cacat tabung saraf dan

menjaga pertumbuhan bayi, sebaiknya banyak konsumsi asam folat. Asam folat bisa didapatkan dari sereal, beras merah, jeruk, sayuran hijau, kacang-kacangan, brokoli, dan lainnya.

 Untuk mencegah anemia atau kekurangan darah pada masa kehamilan, konsumsi makanan yang juga mengandung zat besi.

 Hindari memakan obat-obatan kimia, kecuali dengan anjuran dokter. Sembarangan minum obat bisa membahayakan janin.

 Minum air putih yang cukup untuk membantu

meningkatkan volume darah yang terjadi selama kehamilan.

(8)

PEMERIKSAAN

KEHAMILAN

(9)

I. PENGERTIAN

SUATU USAHA IBU HAMIL UNTUK

MENDAPATKAN PELAYANAN PEMERIKSAAN

MENGENAI KEHAMILAN MAUPUN KESEHATAN

(10)

II. TUJUAN

1. MENGETAHUI KESEHATAN IBU & TUMBUH KEMBANG JANIN

2. MEMBANTU MENINGKATKAN & MEMPERTAHANKAN

KESEHATAN FISIK, MENTAL SERTA SOSIAL IBU & JANIN

3. MENGENALI SECARA DINI ADANYA KETIDAK NORMALAN/

KOMPLIKASI YG MUNGKIN TERJADI SELAMA KEHAMILAN

4. MEMPERSIAPKAN PERSALINAN YG AMAN DI TENAGA

KESEHATAN

5. MEMPERSIAPKAN MASA NIFAS NORMAL & ASI EKSKLUSIF

6. MEMPERSIAPKAN PERAN IBU DAN KELUARGA DLM

MENERIMA KELAHIRAN BAYI AGAR DAPAT TUMBUH KEMBANG NORMAL

(11)

III. MANFAAT

1.

UTAMA

a.

T

IMBANG BERAT BADAN & UKUR TINGGI BADAN

b. UKUR

T

EKANAN DARAH

c. UKUR

T

INGGI PUNCAK

RAHIM & LINGKAR LENGAN ATAS (LILA)

d. IMUNISASI

T

ETANUS TOXOID

(TT), 2 KALI

e. PEMBERIAN

T

ABLET TAMBAH

DARAH (TTD), MIN. 90

(12)

III. MANFAAT

2.

TAMBAHAN

a. MENGETAHUI HASIL PEMERIKSAAN & USIA KEHAMILAN

b. MEMPEROLEH PENGETAHUAN & MENGENALI TENTANG:

1) Gizi Ibu Hamil

2) Tanda – tanda bahaya persalinan 3) Kebersihan diri Ibu

4) Tanda – tanda persalinan & perencanaan persalinan yg

aman

c. DAPAT BERDISKUSI MENGENAI PERSIAPAN KELAHIRAN

BAYI & KESIAPAN MENGHADAPI KEGAWAT DARURATAN

d. MENGETAHUI ADANYA KEHAMILAN GANDA/ KELAINAN

(13)

KAPAN SEBAIKNYA IBU HAMIL

MULAI MEMERIKSAKAN

KEHAMILANNYA?

SEORANG IBU HAMIL SEBAIKNYA

MELAKUKAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN SEAWAL MUNGKIN  SEGERA SETELAH

(14)

BERAPA KALI SEBAIKNYA IBU

HAMIL MEMERIKSAKAN

(15)

PEMERIKSAAN KEHAMILAN SECARA RUTIN : 1 BULAN SEKALI UMUR KEHAMILAN 1 – 7 BLN 2 MINGGU SEKALI UMUR KEHAMILAN 8 BLN 1 MINGGU SEKALI UMUR KEHAMILAN 9 BLN PEMERIKSAAN KEHAMILAN SECARA MINIMAL : 1 x (UMUR 1 – 3 BLN) 1 x (UMUR 4 – 6 BLN) 2 x (UMUR 7 – 9 BLN)

(16)

ADA APA DENGAN

KEHAMILANMU ?

(17)

JAWABLAH PERTANYAAN BERIKUT !

1. USIA IBU

2. HAMIL KE BERAPA? PUNYA ANAK BERAPA? JARAK

KEHAMILAN INI DG ANAK SEBELUMNYA?

3. PERNAH KEGUGURAN/ TIDAK?

4. PERSALINAN SEBELUMNYA DILAKUKAN DIMANA?

5. SAKIT YG PERNAH DIDERITA IBU? 6. BAYI KEMBAR/ KEMBAR AIR?

7. LETAK SUNGSANG/ LINTANG?

(18)

KEHAMILAN

RESIKO

(19)

I. PENGERTIAN

POTENSI RESIKO

:

SUATU KONDISI DIMANA KEHAMILAN/ PERSALINAN DPT MENYEBABKAN KEMUNGKINAN ADANYA RESIKO AKAN TERJADINYA KEMATIAN

FAKTOR RESIKO :

KONDISI PD SEORANG / SEKELOMPOK IBU HAMIL

YG DPT MENYEBABKAN KEMUNGKINAN

TERJADINYA KESAKITAN PD IBU/ BAYINYA

(20)

II. FUNGSI

1. MENEMUKAN FAKTOR RESIKO IBU

2. MENENTUKAN KELOMPOK RESIKO IBU HAMIL

3. MEMANTAU KONDISI IBU & JANIN SELAMA KEHAMILAN 4. MENCATAT & MELAPOR KEADAAN KEHAMILAN,

PERSALINAN & NIFAS

5. MEMBERI PEDOMAN BAGI TENAGA KESEHATAN MAUPUN

KADER UNTUK PERSALINAN AMAN BERENCANA

SETIAP IBU HAMIL SEHARUSNYA MEMILIKI 1 SKOR (BIASANYA TERDAPAT DALAM BUKU KIA)

(21)

TANDA – TANDA

KEHAMILAN

(22)

1. 4 TERLALU, MELIPUTI :

TERLALU MUDA, HAMIL PERTAMA UMUR < 16 TH TERLALU TUA, HAMIL PERTAMA UMUR > 35 TH

TERLALU BANYAK ANAK (LEBIH DARI 4 ANAK)

TERLALU DEKAT JARAK KEHAMILAN (< 2 TH)

2. PERNAH KEGUGURAN

3. PERNAH MELAHIRKAN OPERASI

4. PERNAH MELAHIRKAN DG TARIKAN (VAKUM), DIBERI

INFUS/ TRANSFUSI & ARI – ARI DIROGOH

5. IBU PERNAH/ SEDANG MENDERITA SAKIT ANEMIA/

KURANG DARAH, TBC, MALARIA, KENCING MANIS (DIABETES) & PENYAKIT MENULAR SEKSUAL

(23)

7. TEKANAN DARAH IBU TINGGI 8. HAMIL BAYI KEMBAR

9. HAMIL KEMBAR AIR

10.BAYI MATI DLM KANDUNGAN

11.LETAK BAYI SUNGSANG/ LINTANG

12.IBU MENGALAMI PERDARAHAN SAAT KEHAMILAN

13.PREEKLAMPSIA (KERACUNAN KEHAMILAN) BERAT / KEJANG

(24)
(25)

I. SASARAN

1. IBU HAMIL 2. IBU BERSALIN 3. IBU NIFAS

 SAMPAI 42 HARI PESCA MELAHIRKAN

4. BAYI BARU LAHIR

(26)

II. MANFAAT

1. BIAYA PELAYANAN DIJAMIN PEMERINTAH

2. IBU HAMIL  PELAYANAN KEHAMILAN SELAMA 4 KALI

3. IBU BERSALIN  PELAYANAN PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH

TENAGA KESEHATAN DI FASILITAS KESEHATAN

4. IBU NIFAS  PELAYANAN NIFAS 3 KALI, TERMASUK PELAYANAN

BAYI BARU LAHIR DAN KB PASCA PERSALINAN

5. IBU HAMIL, BERSALIN, DAN NIFAS SERTA BAYI BARU LAHIR YANG

MEMPUNYAI MASALAH KESEHATAN AKAN DITANGGUNG OLEH TENAGA KESEHATAN DI FASILITAS KESEHATAN YANG LEBIH

MAMPU (PUSKESMAS, PUSKESMAS MAMPU PONED, RS)

(27)

Referensi

Dokumen terkait

5) Kehamilan: kehamilan dapat meningkatkan resiko anemia akibat kekurangan zat besi. Hal ini disebabkan tubuh harus memiliki nutrisi yang cukup untuk tubuh ibu dan fetus, serta

Faktor lain yang dapat berpengaruh terhadap kejadian anemia adalah keteraturan dalam konsumsi tablet zat besi selama kehamilan dan pendapatan keluarga yang

Anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam tubuh, sehingga kebutuhan zat besi (Fe) untuk eritropoesis tidak.. cukup yang ditandai

Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Jarak kehamilan pendek atau kurang dari 2 tahun akan beresiko mengalami Anemia karena kurangnya zat besi ibu saat hamil, ibu

Kekurangan zat besi (Fe) dalam makanan sehari-hari dapat menimbulkan kekurangan darah yang dikenal sebagai anemia gizi besi (AGB).Remaja putri lebih rawan terhadap anemia

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dibuat oleh Sari Mutiara pada tahun 2012 mengenai Hubungan Konsumsi Tablet Zat Besi (Fe) dengan Kejadian Anemia pada

Berkembangnya volume darah selama kehamilan dan tuntutan dari janin yang sedang berkembang sehingga menempatkan ibu hamil pada resiko lebih tinggi untuk kekurangan zat besi

Terdapat korelasi yang erat antara anemia pada saat kehamilan dengan kematian janin, abortus, cacat bawaan, berat bayi lahir rendah, cadangan zat besi yang