oleh:
Dr. Ramadoni S, ST., MT.
Rekayasa dan
Pengkondisian Energi
Terbarukan
Cadangan Energi Dunia
Konsumsi per tahun energi dunia sebesar 451 EJ atau
451 x 10
18joule.
Populasi penduduk dunia: 6,2 milyar jiwa.
Jadi, konsumsi energi per orang dalam setahun sekitar
74 GJ atau 74 x 10
9joule, setara dengan BBM 6 liter per
hari.
Prosentase kontribusi berbagai sumber energi terhadap
konsumsi energi primer dunia pada tahun 2002
Estimasi prosentase kontribusi
berbagai sumber energi terbarukan terhadap suplai energi dunia
Cadangan Bahan bakar Fosil?
Berdasarkan prediksi British Petroleum (BP) 2003,
Batubara akan habis dalam 200 tahu ke depan.
Minyak bumi akan habis 40 tahun ke depan.
Produksi energi dunia
Undang-Undang No. 30/2007
Tentang Energi
Setiap orang berhak memperoleh energi
Penyediaan dan pemanfaatan energi baru dan energi
terbarukan wajib ditingkatkan oleh Pemerintah dan
pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya (Pasal 20
ayat 4)
Penyediaan dan pemanfaatan energi dari sumber energi
baru dan sumber energi terbarukan dapat memperoleh
kemudahan dan/atau insentif dari Pemerintah dan/atau
pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya untuk
jangka waktu tertentu hingga tercapai nilai
keekonomiannya (Pasal 20 ayat 5).
10
Kebijakan Pengembangan Energi
PLT Mikro Hidro
Tenaga air (hydropower) adalah energi yang berasal
dari sumber daya air seperti laut, sungai, dan air
terjun.
“Mikrohidro” berarti energi yang berasal dari sumber
daya air dalam skala kecil, untuk melayani listrik satu
rumah hingga ratusan kilowatt yang dapat dijual ke
PLN.
Hydropower skala kecil marupakan salah satu
teknologi energi yang paling ekonomis dan andal yang
perlu dipertimbangkan guna penyediaan energi listrik
yang ramah lingkungan.
26
Apa saja yang dapat diberikan oleh
pembangkit listrik mikrohidro?
Photo Credit: Robin Hughes/ PNS
Energi listrik untuk
Pusat-pusat beban listrik
Beban listrik pada daerah terisolir
Beban listrik pada daerah yang sangat
jauh dari perkotaan
Selain itu juga….
Andal
Biaya operasi sangat rendah
Ukuran pembangkit biasanya tidak hanya
dinyatakan dalam kapasitas daya listrik saja tetapi
debit air dan tinggi terjun (head).
Kapasitas Pembangkit
Typical Power RETScreen® Flow RETScreen® Runner Diameter Micro < 100 kW < 0.4 m3/s < 0.3 m Mini 100 to 1,000 kW 0.4 to 12.8 m3/s 0.3 to 0.8 m Small 1 to 50 MW > 12.8 m3/s > 0.8 m28
Beberapa negara mempunyai standar klasifikasi
berbeda untuk pembangit listrik tenaga hidro
29
Jenis-jenis PLTMH
Jenis grid
Grid pusat (Central-grid)
Grid terisolasi (Isolated-grid)
Jenis pekerjaan sipil
Aliran sungai (Run-of-river)
Tanpa penyimpan air
Daya bervariasi sesuai aliran sungai:
untuk kapasitas kecil
Waduk (Reservoir)
Untuk kapasitas besar
Biasanya dibutuhkan bendungan
(dam) Photo Credit: Frontier Technology/ Low Impact Hydropower Institute
Photo Credit: PG&E National Energy Group/ Low Impact Hydropower Institute
© Minister of Natural Resources Canada 2001 – 2002.
17.6-MW Run-of-River Hydro Project, Massachusetts, USA
4.3-MW Run-of-River Hydro Project, Oregon, USA
30
Keuntungan PLTMH
Efisiensi tinggi (70 - 90%), merupakan teknologi energi dengan
efisiensi yang dapat diandalkan.
Faktor kapasitas tinggi (umumnya >50%)
Aras keterprediksian (predictability) tinggi, yang bervariasi sesuai
pola hujan tahunan
Pesat perubahan kecil; Variasi daya keluaran hanya terjadi dari hari
ke hari (tidak dari menit ke menit).
Di negara non-tropis, mempunyai korelasi yang baik dengan
permintaan, yaitu pada musim dingin dapat dihasilkan daya
maksimum.
Merupakan sumber energi terbarukan dan andal, dan dapat
digunakan hingga lebih dari 50 tahun.
Sumber Daya Air
Head dan Aliran (Flow)
Daya hidrolik dapat diperoleh dari aliran air terjun
dari suatu ketinggian tertentu.
Tinggi terjun air pada garis vertikal disebut “head”,
yang berperan penting dalam pembangkitan energi
air.
Dua parameter penting yang perlu diperhatikan,
yaitu:
Debit air (Q)
32
Head dan
33
Head dan Aliran (Flow)…
Tinggi terjun kotor (Gross Head) (H) adalah tinggi terjun
air vertikal maksimum, dari hulu sungai (atas) ke hilir
sungai (bawah).
Tinggi terjun aktual yang dirasakan oleh turbin umumnya
lebih rendah dari tinggi terjun kotor karena adanya
rugi-rugi pada saat pemindahan air ke dalam dan ke luar turbin.
Tinggi terjun aktual ini disebut Tinggi terjun bersih (Net
Head).
Debit air (Flow Rate) (Q) di sungai adalah volume air yang
lewat per detik, yang diukur dalam m
3/sec.
Untuk skala kecil, debit air biasanya dinyatakan dalam liter
per detik atau 1 m
3/sec.
34
Daya dan Energi
Daya adalah energi yang diubah per detik, yakni pesat
kerja yang dilakukan, yang diukur dalam watt.
(1watt = 1 Joule/detik, dan 1 kilowatt = 1000 watt).
Pada pembangkit listrik mikrohidro, pertama-tama
energi potensial air diubah menjadi energi kinetik.
Jadi, ketinggian air digunakan untuk menentukan
energi potensialnya dan energi ini diubah menjadi laju
air pada saluran masuk turbin dan diperhitungkan
dengan menyeimbangkan energi potensial dan kinetik
air.
Energi Potensial air Ep = m*g*H
Energi kinetik air Ek = ½ * m *c
2Dengan,
m adalah massa air (kg),
g adalah percepatan gravitasi bumi (9.81 m/s
2),
H adalah tinggi terjun air efektif yang mengenai turbin
(m).
c adalah kecepatan air pada saluran masuk sudu turbin
36
Jadi, kecepatan c = √(2gH)
Jika turbin air dianggap sebagai sebuah
sistem, persamaan gaya dan persamaan
energi Bernoulli dapat diterapkan untuk
luas permukaan turbin.
Rumus dasar untuk daya keluaran pembangkit
listrik tenaga air:
P = η ρ g Q H
Dengan:
P = daya mekanik yang dihasilkan turbin (Watt),
η = efisiensi hidrolik turbin,
ρ = kerapatan air (1000 kg/m
3),
g = percepatan gravitasi bumi (9.81 m/s
2),
Q = debit air yang melalui turbin (m
3/s),
H = tinggi terjun air efektif yang mengenai turbin
38
Turbin dengan kualitas terbaik dapat
mencapai efsiensi dari 80 hingga lebih
90%, semakin kecil ukuran turbin maka
semakin kecil efisiensinya.
Sistem Mikro-hydro (<100kW)
Faktor Kapasitas
‘Faktor kapasitas (Capacity factor)’ adalah rasio
yang menunjukkan seberapa berat turbin bekerja,
yang dinyatakan sebagai berikut:
Faktor Kapasitas (%) =
Energi yang dibangkitkan per tahun (kWh/tahun) /
{Kapasitas Terpasang (kW) x 8760 jam/tahun}
40
Keluaran Energi
Energi adalah kerja yang dilakukan dalam suatu
waktu, yang diukur dalam Joule.
Listrik (Electricity) merupakan salah satu bentuk
energi, tetapi umumnya dinyatakan dalam satuan
kilowatt-hours (kWh), dengan 1 kWh = 3600 Joule,
yaitu listrik yang dicatu oleh kerja 1 kW selama 1 jam.
Keluaran energi tahunan diestimasi menggunakan
Faktor Kapasitas atau Capacity Factor (CF):
Deskripsi Pembangkit Listrik
Mikro Hidro
42
Komponen Utama Pembangkit Listrik
Mikrohidro
Sumber daya air dari sungai yang dialirkan melalui
saluran atau pipa.
Pada instalasi skala menengah atau besar, air terlebih
dahulu dialirkan secara horizontal ke suatu tangki
melalui kanal.
Sebelum turun ke turbin, air dialirkan melalui tangki
pengendapan atau ‘forebay’, dimana air dibuat tenang
untuk mengendapkan partikel-partikel kotoran.
Forebay (tangki pengendapan) biasanya diproteksi
oleh rak batangan logam.
Pipa tekan atau ‘penstock’ membawa air dari forebay
ke turbin yang terletak berdekatan dengan ruang
pembangkit (powerhouse) yang berisi generator dan
perlengkapan kontrol.
Setelah melalui turbin, air keluar melalui kanal
‘tailrace’ untuk dikembalikan ke sungai.
44
Komponen Utama Pembangkit Listrik Mikrohidro
Source: Adam Harvey, et.al.,(1993),”Micro Hydro Design Manual – A Guide to Small Scale Power Schemes”, London
46
Komponen: Pekerjaan Sipil
Biasanya mencapai 60% biaya awal instalasi
Pembuatan Dam
Dam dengan konstruksi sederhana untuk aliran air
Beton, Kayu, batu terlapis semen
Merupakan kunci pokok instalasi mikrohidro
Saluran Air
Pipa masuk (Intake) dengan trashrack dan celah; tailrace pada keluarannnya
Kanal tergali (Excavated canal), terowongan bawah tanah dan/atau penstock.
Katup/celah pada pintu masuk/keluar turbin untuk pemeliharaan.
Gedung (Power house)
Komponen: Turbin
Effisiensi hingga 90%
Pada aliran sungai, debit air sangat bervariasi
Turbin harus berfungsi dengan baik pada debit air yang bervariasi atau digunakan lebih dari satu turbin (multiple
turbines)
Reaction: Francis, fixed pitch propeller, Kaplan
Untuk aplikasi tinggi terjun rendah dan menengah
Turbin di bawah permukaan air menggunakan tekanan air dan energi kinetik
Impulse: Pelton, Turgo, Crossflow
Untuk aplikasi tinggi terjun yang tinggi
Menggunakan energi kinetik pancaran air kecepatan tinggi
Francis Turbine
48
Turbin Pelton
Turbin Crossflow
Turbin Turgo
50
Jenis Turbin Reaksi
Turbin Propeller
Pemilihan turbin berdasarkan Head dan
Pelepasan (Discharge)
52
Karakteristik Turbin
Turbin Pelton berukuran besar dan kuat,
tetapi putarannya rendah. Jenis turbin ini
cocok untuk tinggi terjun (head) yang tinggi
dan aliran air berkecepatan rendah.
Turbin Kaplan berukuran kecil dan
putarannya tinggi. Jenis turbin ini cocok
untuk tinggi terjun (head) yang rendah dan
aliran air berkecepatan tinggi.
Efisiensi Turbin
Turbin Pelton dan Kaplan akan mencapai efisiensi
yang sangat tinggi bilamana dioperasikan dengan
kecepatan di bawah kecepatan aliran air normal.
Efisiensi turbin Crossflow dan Francis akan turun
drastis jika dioperasikan di bawah setengah aliran
normal.
Turbin Propeller akan mencapai efisiensi yang tinggi
hanya jika dioperasikan dengan aliran air di atas 80%
dari aliran normal.
54
Efisiensi berbagai turbin berdasarkan pesat
pelepasan
Komponen: Perlengkapan Listrik
Generator
Induksi
Harus terkait dengan generator lain
Untuk mencatu energi listrik ke jaringan interkoneksi
Synchronous
Dapat berfungsi dalam isolasi dari generator lain Untuk aplikasi sendiri maupun grid terisolasi
Perlengkapan lain
Penaik kecepatan guna meyesuaikan turbine ke generator
Katup, kontrol elektronik, piranti proteksi
Transformator
Photo Credit: Ottawa Engineering
56
Sumber Daya Hidro Dunia
Benua yang mempunyai curah hujan tinggi mempunyai potensi besar
Untuk kesetimbangan, butuh curah hujan yang cukup untuk mengairi sungai-sungai
Technical Potential (TWh/year)
% Developed
Africa 1,150 3
South Asia and Middle East 2,280 8
China 1,920 6
Former Soviet Union 3,830 6
North America 970 55
South America 3,190 11
Central America 350 9
Europe 1,070 45
Australasia 200 19
© Minister of Natural Resources Canada 2001 – 2002.
Beberapa pembangkit listrik tenaga
hidro terbesar di dunia
58
Lokasi Sumber Daya Air
•
Lokasi pokok: dibutuhkan sungai yang dapat dimanfaatkan!
Mempunyai tinggi terjun yang cukup (head) Mempunyai debit air yang cukup
•
Estimasi kurva durasi
aliran air berdasarkan
Pengukuran aliran air Ukuran drainase, laju
aliran air, dan bentuk kurva durasi aliran air
© Minister of Natural Resources Canada 2001 – 2002.
Flow-Duration Curve 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Percent Time Flow Equalled or Exceeded (% )
F lo w ( m ³/ s )
Biaya Pembangkit Mikro Hidro
75% dari biaya untuk lokasi dan infrastruktur
Biaya investasi tinggi
Tetapi infrastruktur dan perlengkapan dapat
digunakan hingga lebih dari 50 tahun
Biaya operasi dan pemeliharaan sangat rendah
Satu operator paruh waktu biasanya sudah cukup
Pemeliharaan periodik untuk perlengkapan pokok
biasanya diserahkan ke kontraktor
Biasanya berkisar $1,200 hingga $6,000 per kW terpasang
60
Pertimbangan PLTMH
Biaya ditekan seminimal mungkin dengan rancangan pembangkit yang sederhana dan struktur bangunan yang mudah
Waktu pembangunan butuh 2 hingga 5 tahun
Perlu studi kelayakan dan AMDAL
Empat fase tugas engineer:
Studi lapangan (survey)
Studi Pra-kelayakan
Studi Kelayakan
Perencanaan Sistem dan pelaksanaan proyek Photo Credit: Ottawa Engineering
Pertimbangan AMDAL
Pembangunan PLTMH jangan sampai mengganggu
Habitat ikan
Keindahan lokasi pembangkit
Aktivitas wisata atau transportasi
Diperlukan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL)
Kecepatan arus sungai terhadap bendungan yang ada
Kecepatan arus sungai pada bagian yang tidak dibangun
PLTMH: konstruksi bendungan/pengalihan
62
Contoh PLTMH:
Slovakia, Canada, dan USA
PLTMH mencatu grid sistem
interkoneksi
Adanya kerjasama dengan perusahaan
listrik pemerintah maupun swasta
Photo Credit: Emil Bedi (Foundation for Alternative Energy)/ Inforse Photo Credit: CHI Energy
Photo Credit: CHI Energy
© Minister of Natural Resources Canada 2001 – 2002.
2.3-MW, 2 Turbine, Jasenie, Slovakia Small Hydro Development, Newfoundland, Canada Small Hydro Development,
Contoh PLTMH:
USA dan China
Mencatu daerah yang jauh dan terisolir
Mencatu perumahan dan industri
Photo Credit: Duane Hippe/ NREL Pix
Photo Credit: International Network on Small Hydro Power
Small Hydro Generators, China
King Cove 800 kW Small Hydro System, Town of 700 People
64
Pemeliharaan (Maintenance)
MHP REQUIRES PEOPLE NEED ELECTRICITY TO IMPROVE THEIR WELFARE PEOPLE CONSTRUCT MHP SCHEME TO GENERATE ELECTRICITY MAINTENANCE OF MHP SCHENE BAD MAINTENANCE RESULTS BROKEN MHP SCHEME GOOD MAINTENANCE RESULTS MHP SCHEME RUNS WELL EVERYBODY HAPPY THEN YOUR CHOICE YOUR CHOICE CERTAINLY "NOT" CERTAINLY "YES"Saluran Pipa Masuk (Intake) dan Bendungan
Periksa dinding struktur bendungan dan saluran pipa masuk, apakah terjadi pengikisan/erosi terutama pada musim hujan untuk mencegah kebocoran dan keretakan.
Pastikan bahwa ketinggian air berada pada batas yang aman (tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit)
Lakukan pelumasan pada roda gigi dan bagian-bagian yang berputar setidaknya sekali dalam sebulan
Kunci pagar pintu air jika sedang tidak digunakan
Kosongkan dan bersihkan bendungan sekali setiap 1 atau 2 bulan untuk menghindarkan endapan dan timbunan sampah
Bersihkan sampah dan puing-puing kotoran untuk menghindarkan penyumbatan pipa
Kosongkan dan bersihkan saluran pipa masuk untuk menghindarkan endapan dan timbunan sampah
66
Saluran Pipa Masuk (Intake) dan Bendungan…
BAIK
BURUK
Kolam Pengendapan (Settling Basin) dan
Kanal
Kolam Pengendapan
Partikel-partikel kotoran kecil seringkali
mengendap dalam kolam pengendapan sehingga perlu dibersihkan untuk menghindarkan
ketidakmaksimalan fungsi. Pengurangan volume tangki akibat pengendapan akan mengakibatkan partikel tanah masuk ke penstock dan merusak turbin
Kanal
Periksa apakah ada kebocoran di sepanjang kanal dan perbaiki jika benar ada kebocoran
Periksa kondisi tanah tepi kanal guna mencegar terjadinya longsor terutama saat musim hujan
Bersihkan kanal dari rerumputan atau tumbuhan lain yang dapat menghambat laju air dalam kanal
68
Kanal
Tangki Pengendapan (Forebay) dan
Penstock
Tangki Pengendapan
Periksa ketinggian air guna menjamin sistem beroperasi normal dan aman (tidak terjadi luapan/banjir)
Bersihkan tangki secara berkala dari sampah dan endapan
Periksa apakah ada kebocoran dan keretakan pada tangki, segera perbaiki jika terjadi kebocoran atau keretakan
Penstock
Periksa penstock apakah ada kebocoran pada sambungan atau pipa
Periksa baut dan mur pada sambungan balok
penyangga untuk menghindarkan pergeseran posisi Periksa kondisi tanah di sekitar penstock dan balok
penyangga dan pastikan tidak terjadi pergeseran dan pergerakan tanah
70
Tangki Pengendapan (Forebay) dan
Penstock…
BAIK
Turbin dan Perlengkapannya
Pencegahan: PASTIKAN BAHWA TURBIN TIDAK
BEROPERASI PADA SAAT PEMERIKSAAN KOMPONEN DALAM TURBIN
Periksa baut dan mur pada badan turbin. Pastikan seluruhnya dalam keadaan kencang
Lumasi bagian-bagian yang berputar sekali dalam 2-3 minggu Hindari pelumasan berlebihan dan buang sisanya!
Periksa dan bersihkan bagian dalam turbin sedikitnya sekali dalam 6 bulan. Pastikan bahwa tidak ada material lain di dalamnya
Bersihkan badan turbin dari debu dan lembab untuk menghindarkan karat
Periksa temperatur abnormal pada turbin; khususnya pada sambungan!
Periksa posisi abnormal turbin
Periksa suara-suara abnormal pada turbin
BAIK
72
Generator
Pencegahan: JANGAN MENYENTUH
BAGIAN-BAGIAN BERTEGANGAN LISTRIK PADA GENERATOR BEROPERASI
Periksa kondisi baut dan mur pada generator Periksa temperatur abnormal generator setiap
hari. Temperatur Abnormal adalah suatu kondisi bilamana badan generator disentuh dengan telapak tangan akan terasa panas sekali
Periksa suara-suara abnormal atau getaran dan juga bau yang mencurigakan pada generator
Periksa ventilasi dan kipas generator dan
bersihkan debunya pada saat generator tidak beroperasi
Periksa kekencangan sabuk transmisi. Atur kekencangannya jika perlu
BAIK
Piranti kontrol dan Pensaklaran
Pencegahan: PASTIKAN BAHWA PEMBANGKIT
DALAM KEADAAN OFF PADA SAAT PEMERIKSAAN PIRANTI KONTROL ELEKTRONIK
Periksa sambungan kabel, rapikan sambungan dan ganti jika terdapat tanda-tanda mencurigakan
Bersihkan panel dari debu dan kotoran lain misalnya sarang laba-laba, dan lain-lain.
Pastikan bahwa panel berada dalam keadaan kering dan bebas dari air
Bersihkan tangki ballast (jika menggunakan ballast berpendingin air) dan pastikan tangki ballast selalu penuh
Periksa kabel grounding apakah terhubung dengan baik dengan cubicle kontrol, badan generator,
penstock dan komponen logam lainnya
BAIK
74
Jaringan Distribusi
Pencegahan: PASTIKAN BAHWA
PEMBANGKIT DALAM KEADAAN OFF PADA SAAT PENGECEKAN KABEL
DISTRIBUSI
Periksa jaringan distribusi dari kerusakan akibat pohon tumbang, dan lain-lain.
Pastikan (dengan pembersihan berkala) bahwa tidak ada dahan pohon yang dapat menimpa atau tumbuh di bawah kabel distribusi
Periksa kutub-kutub kabel (cable poles) secara berkala untuk menghindarkan kerusakan.
Periksa sambungan kabel dan patikan dalam keadaan kencang dan tidak longgar.
Periksa ruang instalasi secara berkala. Pastikan bahwa kondisinya terjaga baik dan tidak ada instalasi listrik lain yang menumpang
BURUK
Keamanan Instalasi
• PASTIKAN bahwa
semua bagian/tempat telah berada dalam
kondisi aman:
– Depan pintu panel listrik
– Tutup sabuk transmisi
– Pagar pelindung (sekitar trafo, tangki fore
bay, dan lain-lain)
– Piranti isolasi listrik
• PASTIKAN bahwa
bagi yang tidak bekepentingan dengan
instalasi PLTMH dilarang masuk, kecuali
dengan ijin petugas.
BAIK
76
Pada 1925 di perkebunan-perkebunan teh yang tersebar di Pulau Jawa terdapat kurang lebih 400 pembangkit listrik mini hidro dengan total kapasitas lebih dari 12,000 kW .
Akibat penggundulan hutan (1960 - 1980an), saat ini kurang dari 10% pembangkit-pembangkit mini hidro ini yang masih beroperasi.
Pembangkit Listrik Tenaga Hidro
di Indonesia
78
Industri Mikrohidro
di Indonesia…
Telah mempunyai kapasitas
rekayasa, pabrikasi dan
pembangunan PLTMH termasuk turbin sampai dengan kapasitas 700 kW
Teknologi mikrohidro telah
diekspor ke negaran ASEAN, Afrika dan bahkan ke Eropa
Pada tahun 2006 dilakukan
ekspor perdana untuk PLTMH dengan teknologi terkini
berkapasitas 2 x 70 kW ke Buchholz, Switzerland
(merupakan sebuah negara yang secara tradisi telah
mengembangkan teknologi mikrohidro).
80
Plus Minus PLTMH
PLUS:
Paling ramah lingkungan
Efisiensi Pembangkit paling tinggi
Umur ekonomis yang panjang
Biaya O&M yang sangat rendah
Jaminan Investasi yang Menarik (bagi BANK)
Akses ke financing mudah
Payback period sangat baik
Long term contract (dengan PLN)
MINUS:
Capacity Factor tergantung pada debit air dan
pemeliharaan daerah aliran sungai.
Masa konstruksi yang agak lama
Kapasitas 1 MW s/d 10 MW
Biaya investasi sangat tinggi, khususnya untuk
pekerjaan sipil
Umumnya memerlukan transmisi yang sangat
panjang
Mesin / turbin tidak ready stock (harus dipesan
82
LAIN-LAIN:
Tidak tersedia data yang memadai tentang potensi
PLTMH di Indonesia
Susah mengakses data potensi PLTMH ke PLN
Proses pembebasan lahan memakan waktu yang lama.
Perijinan membutuhkan waktu yang lama dan biaya
yang besar.
Proses perijinan s/d memperoleh PPA sangat berbelit
dan membutuhkan waktu yang lama.
PLTD/MG Heavy PLTG PLTG Aero PLTU PLTP PLTA/MH
RF 92% 94% 94% 90% 90% 99%
AF 80% 90% 92% 80% 90% 70%
CF 73% 84,60% 86,50% 72% 81% 64,50%
Typical Keandalan Pembangkit
CF : Presentase kemampuan suatu pembangkit dibanding dengan daya terpasang.
RF: Presentase kemampuan pembangkit dibanding dengan kapasitas terpasang
84
DAFTAR PUSTAKA
Ali Keyhani, Mohammad N. Marwali, dan Min Dai, 2010, “Integration of Green and Renewable Energy on Electric Power Systems”, John Wiley & Sons, New Jersey.
Aldo Vieira da Rosa, 2005, “Fundamentals of Renewable Energy Processes”, Elsevier Academic Press, London.
A. Tapia, G. Tapia, J. X. Ostolaza, and J. R. Saenz, “Modeling and control of a wind turbine driven doubly fed induction generator,” IEEE Transactions on Energy Conversion, Vol.18, pp. 194-204,
2003.Bent Sørensen, 2007, “Renewable Energy Conversion, Transmission, and Storage”, AP Press, New York.
B.C. Babu and K.B. Mohanty, “Doubly-Fed Induction Generator for Variable Speed Wind Energy Conversion Systems - Modeling & Simulation”, International Journal of Computer and Electrical Engineering, Vol. 2, No. 1, pp. 1793-8163, February, 2010.
David Pimentel, 2008, “Biofuels, Solar and Wind as Renewable Energy Systems: Benefits and Risks”, Springer, New York.
H.Li and Z. Chen, “Overview of generator topologies for wind turbines,” IET Proc. Renewable Power Generation, vol. 2, no. 2, pp. 123–138, Jun.2008.
J.G. Slootweg, S. W. H. Haan, H. Polinder, and W.L. Kling. “General Model for Representing Variable Speed Wind Turbines in Power System Dynamics Simulations”. IEEE Trans. on Power Systems, Vol. 18, No. 1, February, 2003
J.J. Grainger dan W.D. Stevenson, 1994, “Power System Analysis”, McGraw-Hill, Singapore.
John Twidell and Tony Weir, 2006, “Renewable Energy Resources, Second Edition”, Taylor & Francis, New York.
L. Mihet-Popa and F. Blaabrierg, “Wind Turbine Generator Modeling and Simulation Where Rotational Speed is the Controlled Variable”, IEEE Transactions on Industry Applications, Vol. 40, No.1, Jan./Feb. 2004.
Syahputra, R., Soesanti, I. (2016). DFIG Control Scheme of Wind Power Using ANFIS Method in Electrical Power Grid System. International Journal of Applied Engineering Research
(IJAER), 11(7), pp. 5256-5262.
Soesanti, I., Syahputra, R. (2016). Batik Production Process Optimization Using Particle Swarm Optimization Method. Journal of Theoretical and Applied Information Technology (JATIT), 86(2), pp. 272-278.
Syahputra, R., Soesanti, I. (2016). Design of Automatic Electric Batik Stove for Batik Industry. Journal of Theoretical and Applied Information Technology (JATIT), 87(1), pp. 167-175.
Syahputra, R. (2016). Application of Neuro-Fuzzy Method for Prediction of Vehicle Fuel
Consumption. Journal of Theoretical and Applied Information Technology (JATIT), 86(1), pp. 138-149.
Jamal, A., Suripto, S., Syahputra, R. (2016). Performance Evaluation of Wind Turbine with
Doubly-Fed Induction Generator. International Journal of Applied Engineering Research (IJAER), 11(7), pp. 4999-5004.
Syahputra, R., (2016), “Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik”, LP3M UMY, Yogyakarta, 2016.
Syahputra, R., (2015), “Teknologi dan Aplikasi Elektromagnetik”, LP3M UMY, Yogyakarta, 2016.
Syahputra, R., Robandi, I., Ashari, M. (2015). Performance Improvement of Radial Distribution Network with Distributed Generation Integration Using Extended Particle Swarm
Optimization Algorithm. International Review of Electrical Engineering (IREE), 10(2). pp. 293-304.
Syahputra, R., Robandi, I., Ashari, M. (2015). Reconfiguration of Distribution Network with DER Integration Using PSO Algorithm. TELKOMNIKA, 13(3). pp. 759-766.
Syahputra, R., Robandi, I., Ashari, M. (2015). PSO Based Multi-objective Optimization for
Reconfiguration of Radial Distribution Network. International Journal of Applied Engineering Research (IJAER), 10(6), pp. 14573-14586. 87
Syahputra, R. (2015). Simulasi Pengendalian Temperatur Pada Heat Exchanger Menggunakan Teknik Neuro-Fuzzy Adaptif. Jurnal Teknologi, 8(2), pp. 161-168.
Syahputra, R. (2015). Characteristic Test of Current Transformer Based EMTP Shoftware. Jurnal
Teknik Elektro, 1(1), pp. 11-15.
Syahputra, R., (2012), “Distributed Generation: State of the Arts dalam Penyediaan Energi Listrik”, LP3M UMY, Yogyakarta, 2012.
Syahputra, R., Robandi, I., Ashari, M. (2014). Optimization of Distribution Network
Configuration with Integration of Distributed Energy Resources Using Extended Fuzzy Multi-objective Method. International Review of Electrical Engineering (IREE), 9(3), pp. 629-639.
Syahputra, R., Robandi, I., Ashari, M. (2014). Performance Analysis of Wind Turbine as a Distributed Generation Unit in Distribution System. International Journal of Computer Science & Information Technology (IJCSIT), Vol. 6, No. 3, pp. 39-56.
Syahputra, R., Robandi, I., Ashari, M., (2014), “Distribution Network Efficiency Improvement Based on Fuzzy Multi-objective Method”. IPTEK Journal of Proceedings Series. 2014; 1(1): pp. 224-229.
Syahputra, R., (2013), “A Neuro-Fuzzy Approach For the Fault Location Estimation of Unsynchronized Two-Terminal Transmission Lines”, International Journal of Computer Science & Information Technology (IJCSIT), Vol. 5, No. 1, pp. 23-37.
Syahputra, R., (2012), “Fuzzy Multi-Objective Approach for the Improvement of Distribution Network Efficiency by Considering DG”, International Journal of Computer Science &
Information Technology (IJCSIT), Vol. 4, No. 2, pp. 57-68.
Syahputra, R., (2010), “Aplikasi Deteksi Tepi Citra Termografi untuk Pendeteksian Keretakan
Permukaan Material”, Forum Teknik, Vol. 33, 2010.
Syahputra, R., Soesanti, I. (2015). “Control of Synchronous Generator in Wind Power Systems Using Neuro-Fuzzy Approach”, Proceeding of International Conference on Vocational