• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rekayasa dan Pengkondisian Energi Terbarukan. oleh: Dr. Ramadoni S, ST., MT.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rekayasa dan Pengkondisian Energi Terbarukan. oleh: Dr. Ramadoni S, ST., MT."

Copied!
89
0
0

Teks penuh

(1)

oleh:

Dr. Ramadoni S, ST., MT.

Rekayasa dan

Pengkondisian Energi

Terbarukan

(2)

Cadangan Energi Dunia

Konsumsi per tahun energi dunia sebesar 451 EJ atau

451 x 10

18

joule.

Populasi penduduk dunia: 6,2 milyar jiwa.

Jadi, konsumsi energi per orang dalam setahun sekitar

74 GJ atau 74 x 10

9

joule, setara dengan BBM 6 liter per

hari.

(3)

Prosentase kontribusi berbagai sumber energi terhadap

konsumsi energi primer dunia pada tahun 2002

 Estimasi prosentase kontribusi

berbagai sumber energi terbarukan terhadap suplai energi dunia

(4)
(5)
(6)
(7)

Cadangan Bahan bakar Fosil?

Berdasarkan prediksi British Petroleum (BP) 2003,

Batubara akan habis dalam 200 tahu ke depan.

Minyak bumi akan habis 40 tahun ke depan.

(8)

Produksi energi dunia

(9)

Undang-Undang No. 30/2007

Tentang Energi

Setiap orang berhak memperoleh energi

Penyediaan dan pemanfaatan energi baru dan energi

terbarukan wajib ditingkatkan oleh Pemerintah dan

pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya (Pasal 20

ayat 4)

Penyediaan dan pemanfaatan energi dari sumber energi

baru dan sumber energi terbarukan dapat memperoleh

kemudahan dan/atau insentif dari Pemerintah dan/atau

pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya untuk

jangka waktu tertentu hingga tercapai nilai

keekonomiannya (Pasal 20 ayat 5).

(10)

10

Kebijakan Pengembangan Energi

(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)

PLT Mikro Hidro

Tenaga air (hydropower) adalah energi yang berasal

dari sumber daya air seperti laut, sungai, dan air

terjun.

“Mikrohidro” berarti energi yang berasal dari sumber

daya air dalam skala kecil, untuk melayani listrik satu

rumah hingga ratusan kilowatt yang dapat dijual ke

PLN.

Hydropower skala kecil marupakan salah satu

teknologi energi yang paling ekonomis dan andal yang

perlu dipertimbangkan guna penyediaan energi listrik

yang ramah lingkungan.

(26)

26

Apa saja yang dapat diberikan oleh

pembangkit listrik mikrohidro?

Photo Credit: Robin Hughes/ PNS

Energi listrik untuk

Pusat-pusat beban listrik

Beban listrik pada daerah terisolir

Beban listrik pada daerah yang sangat

jauh dari perkotaan

Selain itu juga….

Andal

Biaya operasi sangat rendah

(27)

Ukuran pembangkit biasanya tidak hanya

dinyatakan dalam kapasitas daya listrik saja tetapi

debit air dan tinggi terjun (head).

Kapasitas Pembangkit

Typical Power RETScreen® Flow RETScreen® Runner Diameter Micro < 100 kW < 0.4 m3/s < 0.3 m Mini 100 to 1,000 kW 0.4 to 12.8 m3/s 0.3 to 0.8 m Small 1 to 50 MW > 12.8 m3/s > 0.8 m

(28)

28

Beberapa negara mempunyai standar klasifikasi

berbeda untuk pembangit listrik tenaga hidro

(29)

29

Jenis-jenis PLTMH

Jenis grid

Grid pusat (Central-grid)

Grid terisolasi (Isolated-grid)

Jenis pekerjaan sipil

Aliran sungai (Run-of-river)

 Tanpa penyimpan air

 Daya bervariasi sesuai aliran sungai:

untuk kapasitas kecil 

Waduk (Reservoir)

 Untuk kapasitas besar

 Biasanya dibutuhkan bendungan

(dam) Photo Credit: Frontier Technology/ Low Impact Hydropower Institute

Photo Credit: PG&E National Energy Group/ Low Impact Hydropower Institute

© Minister of Natural Resources Canada 2001 – 2002.

17.6-MW Run-of-River Hydro Project, Massachusetts, USA

4.3-MW Run-of-River Hydro Project, Oregon, USA

(30)

30

Keuntungan PLTMH

Efisiensi tinggi (70 - 90%), merupakan teknologi energi dengan

efisiensi yang dapat diandalkan.

Faktor kapasitas tinggi (umumnya >50%)

Aras keterprediksian (predictability) tinggi, yang bervariasi sesuai

pola hujan tahunan

Pesat perubahan kecil; Variasi daya keluaran hanya terjadi dari hari

ke hari (tidak dari menit ke menit).

Di negara non-tropis, mempunyai korelasi yang baik dengan

permintaan, yaitu pada musim dingin dapat dihasilkan daya

maksimum.

Merupakan sumber energi terbarukan dan andal, dan dapat

digunakan hingga lebih dari 50 tahun.

(31)

Sumber Daya Air

Head dan Aliran (Flow)

Daya hidrolik dapat diperoleh dari aliran air terjun

dari suatu ketinggian tertentu.

Tinggi terjun air pada garis vertikal disebut “head”,

yang berperan penting dalam pembangkitan energi

air.

Dua parameter penting yang perlu diperhatikan,

yaitu:

Debit air (Q)

(32)

32

Head dan

(33)

33

Head dan Aliran (Flow)…

Tinggi terjun kotor (Gross Head) (H) adalah tinggi terjun

air vertikal maksimum, dari hulu sungai (atas) ke hilir

sungai (bawah).

Tinggi terjun aktual yang dirasakan oleh turbin umumnya

lebih rendah dari tinggi terjun kotor karena adanya

rugi-rugi pada saat pemindahan air ke dalam dan ke luar turbin.

Tinggi terjun aktual ini disebut Tinggi terjun bersih (Net

Head).

Debit air (Flow Rate) (Q) di sungai adalah volume air yang

lewat per detik, yang diukur dalam m

3

/sec.

Untuk skala kecil, debit air biasanya dinyatakan dalam liter

per detik atau 1 m

3

/sec.

(34)

34

Daya dan Energi

Daya adalah energi yang diubah per detik, yakni pesat

kerja yang dilakukan, yang diukur dalam watt.

(1watt = 1 Joule/detik, dan 1 kilowatt = 1000 watt).

Pada pembangkit listrik mikrohidro, pertama-tama

energi potensial air diubah menjadi energi kinetik.

Jadi, ketinggian air digunakan untuk menentukan

energi potensialnya dan energi ini diubah menjadi laju

air pada saluran masuk turbin dan diperhitungkan

dengan menyeimbangkan energi potensial dan kinetik

air.

(35)

Energi Potensial air Ep = m*g*H

Energi kinetik air Ek = ½ * m *c

2

Dengan,

m adalah massa air (kg),

g adalah percepatan gravitasi bumi (9.81 m/s

2

),

H adalah tinggi terjun air efektif yang mengenai turbin

(m).

c adalah kecepatan air pada saluran masuk sudu turbin

(36)

36

Jadi, kecepatan c = √(2gH)

Jika turbin air dianggap sebagai sebuah

sistem, persamaan gaya dan persamaan

energi Bernoulli dapat diterapkan untuk

luas permukaan turbin.

(37)

Rumus dasar untuk daya keluaran pembangkit

listrik tenaga air:

P = η ρ g Q H

Dengan:

P = daya mekanik yang dihasilkan turbin (Watt),

η = efisiensi hidrolik turbin,

ρ = kerapatan air (1000 kg/m

3

),

g = percepatan gravitasi bumi (9.81 m/s

2

),

Q = debit air yang melalui turbin (m

3

/s),

H = tinggi terjun air efektif yang mengenai turbin

(38)

38

Turbin dengan kualitas terbaik dapat

mencapai efsiensi dari 80 hingga lebih

90%, semakin kecil ukuran turbin maka

semakin kecil efisiensinya.

Sistem Mikro-hydro (<100kW)

(39)

Faktor Kapasitas

‘Faktor kapasitas (Capacity factor)’ adalah rasio

yang menunjukkan seberapa berat turbin bekerja,

yang dinyatakan sebagai berikut:

Faktor Kapasitas (%) =

Energi yang dibangkitkan per tahun (kWh/tahun) /

{Kapasitas Terpasang (kW) x 8760 jam/tahun}

(40)

40

Keluaran Energi

Energi adalah kerja yang dilakukan dalam suatu

waktu, yang diukur dalam Joule.

Listrik (Electricity) merupakan salah satu bentuk

energi, tetapi umumnya dinyatakan dalam satuan

kilowatt-hours (kWh), dengan 1 kWh = 3600 Joule,

yaitu listrik yang dicatu oleh kerja 1 kW selama 1 jam.

Keluaran energi tahunan diestimasi menggunakan

Faktor Kapasitas atau Capacity Factor (CF):

(41)

Deskripsi Pembangkit Listrik

Mikro Hidro

(42)

42

Komponen Utama Pembangkit Listrik

Mikrohidro

Sumber daya air dari sungai yang dialirkan melalui

saluran atau pipa.

Pada instalasi skala menengah atau besar, air terlebih

dahulu dialirkan secara horizontal ke suatu tangki

melalui kanal.

Sebelum turun ke turbin, air dialirkan melalui tangki

pengendapan atau ‘forebay’, dimana air dibuat tenang

untuk mengendapkan partikel-partikel kotoran.

(43)

Forebay (tangki pengendapan) biasanya diproteksi

oleh rak batangan logam.

Pipa tekan atau ‘penstock’ membawa air dari forebay

ke turbin yang terletak berdekatan dengan ruang

pembangkit (powerhouse) yang berisi generator dan

perlengkapan kontrol.

Setelah melalui turbin, air keluar melalui kanal

‘tailrace’ untuk dikembalikan ke sungai.

(44)

44

(45)

Komponen Utama Pembangkit Listrik Mikrohidro

Source: Adam Harvey, et.al.,(1993),”Micro Hydro Design Manual – A Guide to Small Scale Power Schemes”, London

(46)

46

Komponen: Pekerjaan Sipil

 Biasanya mencapai 60% biaya awal instalasi

 Pembuatan Dam

 Dam dengan konstruksi sederhana untuk aliran air

 Beton, Kayu, batu terlapis semen

 Merupakan kunci pokok instalasi mikrohidro

 Saluran Air

 Pipa masuk (Intake) dengan trashrack dan celah; tailrace pada keluarannnya

Kanal tergali (Excavated canal), terowongan bawah tanah dan/atau penstock.

 Katup/celah pada pintu masuk/keluar turbin untuk pemeliharaan.

 Gedung (Power house)

(47)

Komponen: Turbin

 Effisiensi hingga 90%

 Pada aliran sungai, debit air sangat bervariasi

 Turbin harus berfungsi dengan baik pada debit air yang bervariasi atau digunakan lebih dari satu turbin (multiple

turbines)

 Reaction: Francis, fixed pitch propeller, Kaplan

 Untuk aplikasi tinggi terjun rendah dan menengah

 Turbin di bawah permukaan air menggunakan tekanan air dan energi kinetik

 Impulse: Pelton, Turgo, Crossflow

 Untuk aplikasi tinggi terjun yang tinggi

 Menggunakan energi kinetik pancaran air kecepatan tinggi

Francis Turbine

(48)

48

(49)

Turbin Pelton

Turbin Crossflow

Turbin Turgo

(50)

50

Jenis Turbin Reaksi

Turbin Propeller

(51)

Pemilihan turbin berdasarkan Head dan

Pelepasan (Discharge)

(52)

52

Karakteristik Turbin

Turbin Pelton berukuran besar dan kuat,

tetapi putarannya rendah. Jenis turbin ini

cocok untuk tinggi terjun (head) yang tinggi

dan aliran air berkecepatan rendah.

Turbin Kaplan berukuran kecil dan

putarannya tinggi. Jenis turbin ini cocok

untuk tinggi terjun (head) yang rendah dan

aliran air berkecepatan tinggi.

(53)

Efisiensi Turbin

Turbin Pelton dan Kaplan akan mencapai efisiensi

yang sangat tinggi bilamana dioperasikan dengan

kecepatan di bawah kecepatan aliran air normal.

Efisiensi turbin Crossflow dan Francis akan turun

drastis jika dioperasikan di bawah setengah aliran

normal.

Turbin Propeller akan mencapai efisiensi yang tinggi

hanya jika dioperasikan dengan aliran air di atas 80%

dari aliran normal.

(54)

54

Efisiensi berbagai turbin berdasarkan pesat

pelepasan

(55)

Komponen: Perlengkapan Listrik

 Generator

 Induksi

 Harus terkait dengan generator lain

 Untuk mencatu energi listrik ke jaringan interkoneksi

 Synchronous

 Dapat berfungsi dalam isolasi dari generator lain  Untuk aplikasi sendiri maupun grid terisolasi

 Perlengkapan lain

 Penaik kecepatan guna meyesuaikan turbine ke generator

 Katup, kontrol elektronik, piranti proteksi

 Transformator

Photo Credit: Ottawa Engineering

(56)

56

Sumber Daya Hidro Dunia

 Benua yang mempunyai curah hujan tinggi mempunyai potensi besar

 Untuk kesetimbangan, butuh curah hujan yang cukup untuk mengairi sungai-sungai

Technical Potential (TWh/year)

% Developed

Africa 1,150 3

South Asia and Middle East 2,280 8

China 1,920 6

Former Soviet Union 3,830 6

North America 970 55

South America 3,190 11

Central America 350 9

Europe 1,070 45

Australasia 200 19

© Minister of Natural Resources Canada 2001 – 2002.

(57)

Beberapa pembangkit listrik tenaga

hidro terbesar di dunia

(58)

58

Lokasi Sumber Daya Air

Lokasi pokok: dibutuhkan sungai yang dapat dimanfaatkan!

 Mempunyai tinggi terjun yang cukup (head)  Mempunyai debit air yang cukup

Estimasi kurva durasi

aliran air berdasarkan

 Pengukuran aliran air  Ukuran drainase, laju

aliran air, dan bentuk kurva durasi aliran air

© Minister of Natural Resources Canada 2001 – 2002.

Flow-Duration Curve 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Percent Time Flow Equalled or Exceeded (% )

F lo w ( m ³/ s )

(59)

Biaya Pembangkit Mikro Hidro

75% dari biaya untuk lokasi dan infrastruktur

Biaya investasi tinggi

Tetapi infrastruktur dan perlengkapan dapat

digunakan hingga lebih dari 50 tahun

Biaya operasi dan pemeliharaan sangat rendah

Satu operator paruh waktu biasanya sudah cukup

Pemeliharaan periodik untuk perlengkapan pokok

biasanya diserahkan ke kontraktor

Biasanya berkisar $1,200 hingga $6,000 per kW terpasang

(60)

60

Pertimbangan PLTMH

 Biaya ditekan seminimal mungkin dengan rancangan pembangkit yang sederhana dan struktur bangunan yang mudah

 Waktu pembangunan butuh 2 hingga 5 tahun

 Perlu studi kelayakan dan AMDAL

 Empat fase tugas engineer:

Studi lapangan (survey)

 Studi Pra-kelayakan

 Studi Kelayakan

 Perencanaan Sistem dan pelaksanaan proyek Photo Credit: Ottawa Engineering

(61)

Pertimbangan AMDAL

Pembangunan PLTMH jangan sampai mengganggu

Habitat ikan

Keindahan lokasi pembangkit

Aktivitas wisata atau transportasi

Diperlukan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL)

Kecepatan arus sungai terhadap bendungan yang ada

Kecepatan arus sungai pada bagian yang tidak dibangun

PLTMH: konstruksi bendungan/pengalihan

(62)

62

Contoh PLTMH:

Slovakia, Canada, dan USA

PLTMH mencatu grid sistem

interkoneksi

Adanya kerjasama dengan perusahaan

listrik pemerintah maupun swasta

Photo Credit: Emil Bedi (Foundation for Alternative Energy)/ Inforse Photo Credit: CHI Energy

Photo Credit: CHI Energy

© Minister of Natural Resources Canada 2001 – 2002.

2.3-MW, 2 Turbine, Jasenie, Slovakia Small Hydro Development, Newfoundland, Canada Small Hydro Development,

(63)

Contoh PLTMH:

USA dan China

Mencatu daerah yang jauh dan terisolir

Mencatu perumahan dan industri

Photo Credit: Duane Hippe/ NREL Pix

Photo Credit: International Network on Small Hydro Power

Small Hydro Generators, China

King Cove 800 kW Small Hydro System, Town of 700 People

(64)

64

Pemeliharaan (Maintenance)

MHP REQUIRES PEOPLE NEED ELECTRICITY TO IMPROVE THEIR WELFARE PEOPLE CONSTRUCT MHP SCHEME TO GENERATE ELECTRICITY MAINTENANCE OF MHP SCHENE BAD MAINTENANCE RESULTS BROKEN MHP SCHEME GOOD MAINTENANCE RESULTS MHP SCHEME RUNS WELL EVERYBODY HAPPY THEN YOUR CHOICE YOUR CHOICE CERTAINLY "NOT" CERTAINLY "YES"

(65)

Saluran Pipa Masuk (Intake) dan Bendungan

 Periksa dinding struktur bendungan dan saluran pipa masuk, apakah terjadi pengikisan/erosi terutama pada musim hujan untuk mencegah kebocoran dan keretakan.

 Pastikan bahwa ketinggian air berada pada batas yang aman (tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit)

 Lakukan pelumasan pada roda gigi dan bagian-bagian yang berputar setidaknya sekali dalam sebulan

 Kunci pagar pintu air jika sedang tidak digunakan

 Kosongkan dan bersihkan bendungan sekali setiap 1 atau 2 bulan untuk menghindarkan endapan dan timbunan sampah

 Bersihkan sampah dan puing-puing kotoran untuk menghindarkan penyumbatan pipa

 Kosongkan dan bersihkan saluran pipa masuk untuk menghindarkan endapan dan timbunan sampah

(66)

66

Saluran Pipa Masuk (Intake) dan Bendungan…

BAIK

BURUK

(67)

Kolam Pengendapan (Settling Basin) dan

Kanal

Kolam Pengendapan

 Partikel-partikel kotoran kecil seringkali

mengendap dalam kolam pengendapan sehingga perlu dibersihkan untuk menghindarkan

ketidakmaksimalan fungsi. Pengurangan volume tangki akibat pengendapan akan mengakibatkan partikel tanah masuk ke penstock dan merusak turbin

Kanal

 Periksa apakah ada kebocoran di sepanjang kanal dan perbaiki jika benar ada kebocoran

 Periksa kondisi tanah tepi kanal guna mencegar terjadinya longsor terutama saat musim hujan

 Bersihkan kanal dari rerumputan atau tumbuhan lain yang dapat menghambat laju air dalam kanal

(68)

68

Kanal

(69)

Tangki Pengendapan (Forebay) dan

Penstock

Tangki Pengendapan

Periksa ketinggian air guna menjamin sistem beroperasi normal dan aman (tidak terjadi luapan/banjir)

Bersihkan tangki secara berkala dari sampah dan endapan

Periksa apakah ada kebocoran dan keretakan pada tangki, segera perbaiki jika terjadi kebocoran atau keretakan

Penstock

Periksa penstock apakah ada kebocoran pada sambungan atau pipa

Periksa baut dan mur pada sambungan balok

penyangga untuk menghindarkan pergeseran posisi Periksa kondisi tanah di sekitar penstock dan balok

penyangga dan pastikan tidak terjadi pergeseran dan pergerakan tanah

(70)

70

Tangki Pengendapan (Forebay) dan

Penstock…

BAIK

(71)

Turbin dan Perlengkapannya

Pencegahan: PASTIKAN BAHWA TURBIN TIDAK

BEROPERASI PADA SAAT PEMERIKSAAN KOMPONEN DALAM TURBIN

 Periksa baut dan mur pada badan turbin. Pastikan seluruhnya dalam keadaan kencang

 Lumasi bagian-bagian yang berputar sekali dalam 2-3 minggu Hindari pelumasan berlebihan dan buang sisanya!

 Periksa dan bersihkan bagian dalam turbin sedikitnya sekali dalam 6 bulan. Pastikan bahwa tidak ada material lain di dalamnya

 Bersihkan badan turbin dari debu dan lembab untuk menghindarkan karat

 Periksa temperatur abnormal pada turbin; khususnya pada sambungan!

 Periksa posisi abnormal turbin

 Periksa suara-suara abnormal pada turbin

BAIK

(72)

72

Generator

Pencegahan: JANGAN MENYENTUH

BAGIAN-BAGIAN BERTEGANGAN LISTRIK PADA GENERATOR BEROPERASI

Periksa kondisi baut dan mur pada generator Periksa temperatur abnormal generator setiap

hari. Temperatur Abnormal adalah suatu kondisi bilamana badan generator disentuh dengan telapak tangan akan terasa panas sekali

 Periksa suara-suara abnormal atau getaran dan juga bau yang mencurigakan pada generator

 Periksa ventilasi dan kipas generator dan

bersihkan debunya pada saat generator tidak beroperasi

 Periksa kekencangan sabuk transmisi. Atur kekencangannya jika perlu

BAIK

(73)

Piranti kontrol dan Pensaklaran

Pencegahan: PASTIKAN BAHWA PEMBANGKIT

DALAM KEADAAN OFF PADA SAAT PEMERIKSAAN PIRANTI KONTROL ELEKTRONIK

 Periksa sambungan kabel, rapikan sambungan dan ganti jika terdapat tanda-tanda mencurigakan

 Bersihkan panel dari debu dan kotoran lain misalnya sarang laba-laba, dan lain-lain.

 Pastikan bahwa panel berada dalam keadaan kering dan bebas dari air

 Bersihkan tangki ballast (jika menggunakan ballast berpendingin air) dan pastikan tangki ballast selalu penuh

 Periksa kabel grounding apakah terhubung dengan baik dengan cubicle kontrol, badan generator,

penstock dan komponen logam lainnya

BAIK

(74)

74

Jaringan Distribusi

Pencegahan: PASTIKAN BAHWA

PEMBANGKIT DALAM KEADAAN OFF PADA SAAT PENGECEKAN KABEL

DISTRIBUSI

 Periksa jaringan distribusi dari kerusakan akibat pohon tumbang, dan lain-lain.

 Pastikan (dengan pembersihan berkala) bahwa tidak ada dahan pohon yang dapat menimpa atau tumbuh di bawah kabel distribusi

 Periksa kutub-kutub kabel (cable poles) secara berkala untuk menghindarkan kerusakan.

 Periksa sambungan kabel dan patikan dalam keadaan kencang dan tidak longgar.

 Periksa ruang instalasi secara berkala. Pastikan bahwa kondisinya terjaga baik dan tidak ada instalasi listrik lain yang menumpang

BURUK

(75)

Keamanan Instalasi

• PASTIKAN bahwa

semua bagian/tempat telah berada dalam

kondisi aman:

– Depan pintu panel listrik

– Tutup sabuk transmisi

Pagar pelindung (sekitar trafo, tangki fore

bay, dan lain-lain)

– Piranti isolasi listrik

• PASTIKAN bahwa

bagi yang tidak bekepentingan dengan

instalasi PLTMH dilarang masuk, kecuali

dengan ijin petugas.

BAIK

(76)

76

Pada 1925 di perkebunan-perkebunan teh yang tersebar di Pulau Jawa terdapat kurang lebih 400 pembangkit listrik mini hidro dengan total kapasitas lebih dari 12,000 kW .

Akibat penggundulan hutan (1960 - 1980an), saat ini kurang dari 10% pembangkit-pembangkit mini hidro ini yang masih beroperasi.

Pembangkit Listrik Tenaga Hidro

di Indonesia

(77)
(78)

78

(79)

Industri Mikrohidro

di Indonesia…

 Telah mempunyai kapasitas

rekayasa, pabrikasi dan

pembangunan PLTMH termasuk turbin sampai dengan kapasitas 700 kW

 Teknologi mikrohidro telah

diekspor ke negaran ASEAN, Afrika dan bahkan ke Eropa

 Pada tahun 2006 dilakukan

ekspor perdana untuk PLTMH dengan teknologi terkini

berkapasitas 2 x 70 kW ke Buchholz, Switzerland

(merupakan sebuah negara yang secara tradisi telah

mengembangkan teknologi mikrohidro).

(80)

80

Plus Minus PLTMH

PLUS:

Paling ramah lingkungan

Efisiensi Pembangkit paling tinggi

Umur ekonomis yang panjang

Biaya O&M yang sangat rendah

Jaminan Investasi yang Menarik (bagi BANK)

Akses ke financing mudah

Payback period sangat baik

Long term contract (dengan PLN)

(81)

MINUS:

Capacity Factor tergantung pada debit air dan

pemeliharaan daerah aliran sungai.

Masa konstruksi yang agak lama

Kapasitas 1 MW s/d 10 MW

Biaya investasi sangat tinggi, khususnya untuk

pekerjaan sipil

Umumnya memerlukan transmisi yang sangat

panjang

Mesin / turbin tidak ready stock (harus dipesan

(82)

82

LAIN-LAIN:

Tidak tersedia data yang memadai tentang potensi

PLTMH di Indonesia

Susah mengakses data potensi PLTMH ke PLN

Proses pembebasan lahan memakan waktu yang lama.

Perijinan membutuhkan waktu yang lama dan biaya

yang besar.

Proses perijinan s/d memperoleh PPA sangat berbelit

dan membutuhkan waktu yang lama.

(83)

PLTD/MG Heavy PLTG PLTG Aero PLTU PLTP PLTA/MH

RF 92% 94% 94% 90% 90% 99%

AF 80% 90% 92% 80% 90% 70%

CF 73% 84,60% 86,50% 72% 81% 64,50%

Typical Keandalan Pembangkit

CF : Presentase kemampuan suatu pembangkit dibanding dengan daya terpasang.

RF: Presentase kemampuan pembangkit dibanding dengan kapasitas terpasang

(84)

84

(85)
(86)

DAFTAR PUSTAKA

 Ali Keyhani, Mohammad N. Marwali, dan Min Dai, 2010, “Integration of Green and Renewable Energy on Electric Power Systems”, John Wiley & Sons, New Jersey.

 Aldo Vieira da Rosa, 2005, “Fundamentals of Renewable Energy Processes”, Elsevier Academic Press, London.

 A. Tapia, G. Tapia, J. X. Ostolaza, and J. R. Saenz, “Modeling and control of a wind turbine driven doubly fed induction generator,” IEEE Transactions on Energy Conversion, Vol.18, pp. 194-204,

2003.Bent Sørensen, 2007, “Renewable Energy Conversion, Transmission, and Storage”, AP Press, New York.

 B.C. Babu and K.B. Mohanty, “Doubly-Fed Induction Generator for Variable Speed Wind Energy Conversion Systems - Modeling & Simulation”, International Journal of Computer and Electrical Engineering, Vol. 2, No. 1, pp. 1793-8163, February, 2010.

 David Pimentel, 2008, “Biofuels, Solar and Wind as Renewable Energy Systems: Benefits and Risks”, Springer, New York.

 H.Li and Z. Chen, “Overview of generator topologies for wind turbines,” IET Proc. Renewable Power Generation, vol. 2, no. 2, pp. 123–138, Jun.2008.

 J.G. Slootweg, S. W. H. Haan, H. Polinder, and W.L. Kling. “General Model for Representing Variable Speed Wind Turbines in Power System Dynamics Simulations”. IEEE Trans. on Power Systems, Vol. 18, No. 1, February, 2003

 J.J. Grainger dan W.D. Stevenson, 1994, “Power System Analysis”, McGraw-Hill, Singapore.

 John Twidell and Tony Weir, 2006, “Renewable Energy Resources, Second Edition”, Taylor & Francis, New York.

 L. Mihet-Popa and F. Blaabrierg, “Wind Turbine Generator Modeling and Simulation Where Rotational Speed is the Controlled Variable”, IEEE Transactions on Industry Applications, Vol. 40, No.1, Jan./Feb. 2004.

(87)

 Syahputra, R., Soesanti, I. (2016). DFIG Control Scheme of Wind Power Using ANFIS Method in Electrical Power Grid System. International Journal of Applied Engineering Research

(IJAER), 11(7), pp. 5256-5262.

 Soesanti, I., Syahputra, R. (2016). Batik Production Process Optimization Using Particle Swarm Optimization Method. Journal of Theoretical and Applied Information Technology (JATIT), 86(2), pp. 272-278.

 Syahputra, R., Soesanti, I. (2016). Design of Automatic Electric Batik Stove for Batik Industry. Journal of Theoretical and Applied Information Technology (JATIT), 87(1), pp. 167-175.

 Syahputra, R. (2016). Application of Neuro-Fuzzy Method for Prediction of Vehicle Fuel

Consumption. Journal of Theoretical and Applied Information Technology (JATIT), 86(1), pp. 138-149.

Jamal, A., Suripto, S., Syahputra, R. (2016). Performance Evaluation of Wind Turbine with

Doubly-Fed Induction Generator. International Journal of Applied Engineering Research (IJAER), 11(7), pp. 4999-5004.

 Syahputra, R., (2016), “Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik”, LP3M UMY, Yogyakarta, 2016.

 Syahputra, R., (2015), “Teknologi dan Aplikasi Elektromagnetik”, LP3M UMY, Yogyakarta, 2016.

 Syahputra, R., Robandi, I., Ashari, M. (2015). Performance Improvement of Radial Distribution Network with Distributed Generation Integration Using Extended Particle Swarm

Optimization Algorithm. International Review of Electrical Engineering (IREE), 10(2). pp. 293-304.

 Syahputra, R., Robandi, I., Ashari, M. (2015). Reconfiguration of Distribution Network with DER Integration Using PSO Algorithm. TELKOMNIKA, 13(3). pp. 759-766.

Syahputra, R., Robandi, I., Ashari, M. (2015). PSO Based Multi-objective Optimization for

Reconfiguration of Radial Distribution Network. International Journal of Applied Engineering Research (IJAER), 10(6), pp. 14573-14586. 87

(88)

 Syahputra, R. (2015). Simulasi Pengendalian Temperatur Pada Heat Exchanger Menggunakan Teknik Neuro-Fuzzy Adaptif. Jurnal Teknologi, 8(2), pp. 161-168.

Syahputra, R. (2015). Characteristic Test of Current Transformer Based EMTP Shoftware. Jurnal

Teknik Elektro, 1(1), pp. 11-15.

 Syahputra, R., (2012), “Distributed Generation: State of the Arts dalam Penyediaan Energi Listrik”, LP3M UMY, Yogyakarta, 2012.

 Syahputra, R., Robandi, I., Ashari, M. (2014). Optimization of Distribution Network

Configuration with Integration of Distributed Energy Resources Using Extended Fuzzy Multi-objective Method. International Review of Electrical Engineering (IREE), 9(3), pp. 629-639.

 Syahputra, R., Robandi, I., Ashari, M. (2014). Performance Analysis of Wind Turbine as a Distributed Generation Unit in Distribution System. International Journal of Computer Science & Information Technology (IJCSIT), Vol. 6, No. 3, pp. 39-56.

 Syahputra, R., Robandi, I., Ashari, M., (2014), “Distribution Network Efficiency Improvement Based on Fuzzy Multi-objective Method”. IPTEK Journal of Proceedings Series. 2014; 1(1): pp. 224-229.

 Syahputra, R., (2013), “A Neuro-Fuzzy Approach For the Fault Location Estimation of Unsynchronized Two-Terminal Transmission Lines”, International Journal of Computer Science & Information Technology (IJCSIT), Vol. 5, No. 1, pp. 23-37.

 Syahputra, R., (2012), “Fuzzy Multi-Objective Approach for the Improvement of Distribution Network Efficiency by Considering DG”, International Journal of Computer Science &

Information Technology (IJCSIT), Vol. 4, No. 2, pp. 57-68.

Syahputra, R., (2010), “Aplikasi Deteksi Tepi Citra Termografi untuk Pendeteksian Keretakan

Permukaan Material”, Forum Teknik, Vol. 33, 2010.

 Syahputra, R., Soesanti, I. (2015). “Control of Synchronous Generator in Wind Power Systems Using Neuro-Fuzzy Approach”, Proceeding of International Conference on Vocational

(89)

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mewujudkan AEC pada tahun 2015, seluruh Negara ASEAN harus melakukan liberalisasi perdagangan barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil secara bebas dan arus modal

In the area of strengthening of the health system it will the main objectives are to enhance national capacity to strengthen the health system, with emphasis on management

Dalam pandangan al-Qur’an, ada tiga tujuan pendidikan akhlak, yaitu untuk mewujudkan rasa kasih sayang antar manusia, untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat,

Pada halaman form history input data (Gambar 6) ini berfungsi untuk Admin 2 ITE, menginputkan mengenai inspeksi harian admin.. Gambar 6 Halaman Form History Input

Dengan praktek dan diskusi kelompok peserta didik dapat menerapkan layout dan komposisi pada lembar kerja desain grafis.( dikhususkan pada bidang..

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang karaksteristik fisik lahan (lereng, bentuk lahan, hidrologi) pada Rimbo Larangan di Nagari Paru Kecamatan Sijunjung

Therefore, the purpose of this study is to create an application that can process video data in order to produce a video that has a smaller size than the

bahwa pembentukan Kecamatan Barito Tuhup Raya, Kecamatan Tanah Siang Selatan, Kecamatan Sungai Babuat, Kecamatan Seribu Riam dan Kecamatan Uut Murung di Kabupaten