PUTUSAN Nomor 88/PUU-XIII/2015 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA
Teks penuh
Dokumen terkait
adanya kemungkinan bahwa dengan dikabulkannya permohonan maka kerugian konstitusional seperti yang didalilkan tidak akan atau tidak lagi terjadi; [3.7] Menimbang bahwa Pemohon
Bahwa dalam kedudukannya sebagaimana diterangkan terdahulu, maka telah terbukti para Pemohon memiliki hubungan sebab akibat (causal verband) antara kerugian konstitusional
Bahwa kerugian konstitusional Pemohon atas Pasal 225 ayat (3) Undang- Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang sepanjang frasa
Bahwa dalil Pemohon poin (20) hanya merupakan dalil yang dibuat seakan-akan adanya kelalaian Termohon untuk menghilangkan hak konstitusional pemilih dalam menyalurkan hak
Bahwa dengan berlakunya Pasal 46 ayat (1) dan (2) UU Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD, sangat merugikan hak konstitusional para Pemohon sesuai dengan Pasal 51 ayat (1)
Bahwa dengan adanya Pasal 30 ayat (2), ayat (3), ayat (4) dan ayat (5) Undang-undang Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susduk jelas melanggar/merugikan hak konstitusional para Pemohon dan
Bahwa Pasal 36 ayat (1) UUPA dan Pasal 35 ayat (1) UU Perkawinan telah jelas dan terang melarang Pemohon untuk memiliki Hak Guna Bangunan, hal ini dikuatkan dengan
Bahwa Pemohon I sampai dengan Pemohon VIII adalah perorangan warga negara yang mempunyai kepentingan sama dalam hal ini Pemohon adalah Pegawai Honorer yang terdiri dari Guru