Kewenangan Notaris Dalam Mensertifikasi Transaksi Elektronik dalam rangka Cyber Notary
Teks penuh
Dokumen terkait
Pemalsuan merupakan kejahatan yang diatur dalam Pasal 263 ayat 1 dirumuskan sebagai membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menerbitkan suatu hak
Bertumpu pada rumusan Pasal 264 KUHP di atas, maka perbuatan yang dapat dipidana menurut Pasal 264 KUHP adalah selain memenuhi semua unsur dalam Pasal 263 KUHP ditambah dengan
bahwa untuk melaksanakan Pasal 5 ayat (2) Undang- Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Pasal 263 ayat (4) dan Pasal 264 ayat (2)
bahwa untuk melaksanakan Pasal 5 ayat (2) Undang- Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Pasal 263 ayat (4) dan Pasal 264 ayat (2)
Dalam putusan 347/Pid.B/2019/PN.Bgl tindak pidana yang terbukti dilakukan oleh terpidana adalah menggunakan surat palsu sesuai Pasal 263 ayat (2) “diancam pidana penjara
Berdasarkan Hukum Pidana kasus mengenai pemalsuan dokumen diatur pada Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP, mengatakan bahwa: “Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat
Pada Pasal 263 ayat yang berbunyi: 1 Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat, yang dapat menerbitkan suatu hak, sesuatu perjanjian kewajiban atau pembebasan utang, atau
Perlu kita cermati juga didalam pasal 263 ayat 1 KUHP juga mengatakan bahwa barangsiapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau