• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tinjauan hukum acara pidana Islam terhadap pengesampingan keterangan saksi ahli : studi direktori putusan nomor 94-K/PM.II-09/AD/V/2016.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Tinjauan hukum acara pidana Islam terhadap pengesampingan keterangan saksi ahli : studi direktori putusan nomor 94-K/PM.II-09/AD/V/2016."

Copied!
100
0
0

Teks penuh

Loading

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini memperolah hasil bahwa dari upaya pembuktian terhadap tindak pidana menyimpan Rupiah palsu, penggunaan keterangan ahli sebagai alat bukti telah sesuai

“Keterangan saksi adalah salah satu alat bukti dalam perkara pidana yang berupa keterangan dari saksi mengenai suatu peristiwa pidana yang ia dengar sendiri dan ia alami sendiri

KEKUATAN PEMBUKTIAN KETERANGAN SAKSI TESTIMONIUM DE AUDITU DALAM PERKARA PIDANA KORUPSI1. Diajukan Oleh : DIANA

Penyusunan skripsi ini dengan judul ”KEKUATAN KETERANGAN SAKSI DALAM PERKARA PIDANA DI PERSIDANGAN PENGADILAN NEGERI SEMARANG (STUDI KASUS TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN

8 Tahun 1981, keterangan saksi anak tidak dapat dijadikan bukti keterangan saksi karena tidak memenuhi syarat formil sebagai alat bukti keterangan saksi, karena anak tersebut

Bahwa karena nilai dan kekuatan keterangan saksi sebagai salah satu alat bukti utama mempunyai peranan dalam mengungkap terjadinya suatu tindak pidana, maka

1) Pengaturan alat bukti dalam hukum positif diatur pada Pasal 184 Undang- Undang Nomor 8 tahun 1981 Tentang Kitab Hukum Acara Pidana yaitu keterangan saksi, keterangan

Penerapan alat bukti keterangan ahli terhadap kekuatan pembuktian daiam tindak pidana penganiayaan di persidangan pengadi- lan harus dipergunakan hakim dalam memu- tuskan