• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hukum Adat Masyarakat Petapahan Dalam Pengelolaan Lingkungan Sebagai Upaya Pemenuhan Hak Masyarakat Adat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Hukum Adat Masyarakat Petapahan Dalam Pengelolaan Lingkungan Sebagai Upaya Pemenuhan Hak Masyarakat Adat"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar  diatas  merupakan  aktifitas  persiapan  manubo,  mereka  mengumpulkan  akar  pohon  karet  dan  memukulnya  hingga  getah  tersebut  keluar
Gambar  diatas  memperlihatkan  bahwa,  masyarakat  sedang menunggu tuba hanyut, yang nantinya akan membuat  ikan  pusing  dan  tergenang  di  atas  sungai

Referensi

Dokumen terkait

Salah satunya adalah sengketa yang terjadi antara masyarakat hukum adat Kasepuhan Ciptagelar terkait pengelolaan hutan adat mereka yang dijadikan Taman Nasional

hutan adat adalah hutan yang berada dalam wilayah masyarakat hukum adat. Masyarakat hukum adat berhak untuk melakukan pemungutan hasil

Berikut ini adalah simpulan dari Inkuiri Nasional Komnas HAM tentang Hak Masyarakat Hukum Adat Atas Wilayahnya di Kawasan Hutan.. (1) Kelompok masyarakat yang

Kawasan zona inti hutan tutupan, menurut aturan adat Kasepuhan Cisitu tidak dibolehkan untuk dibuka, dalam kondisi dan kepentingan apapun demi menjaga kelangsungan hidup ekosistem

mengurus kehidupan masyarakat hukum adat dan pengurusan wilayah masyarakat hukum adatnya (hak ulayat). UU Desa mengakomodir desa dan hak asal – usul tersebut melalui pengaturan

kawasan hutan negara; 2) lembaga adat dapat menentukan siapa atau pihak manapun yang ditunjuk untuk menjadi mitra dalam penge- lolaan hutan adatnya; 3) lembaga

Pasca keluarnya putusan MK tersebut berpengaruh pada kawasan-kawasan hutan masyarakat adat yang ternyata berada pada kawasan-kawasan yang telah mendapat penetapan

Hutan Adat Imbo Putui memiliki organisasi kelembagaan, Organisasi kelembagaan dipimpin oleh pemimpin suku, hak pengelola hutan adat diajukan oleh satu atau beberapa lembaga desa