• Tidak ada hasil yang ditemukan

bab 3 BANK SENTRAL INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "bab 3 BANK SENTRAL INDONESIA"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BANK SENTRAL INDONESIA

A. Kajian Teoritis

1. Pengertian Bank dan Bank Sentral a. Pengertian Bank

Bank termasuk perusahaan industri jasa karena produknya hanya memberikan pelayanan jasa kepada masyarakat. Agar pengertian Bank menjadi jelas, penulis mengutip beberapa definisi atau rumusan yang dikemukakan para penulis sebagai berikut :

Drs. H.Malayu S.P. Hasibuan ( 2001 : 1 ) mengemukakan “Secara bahasa bank artinya bangku yang berasal dari kata Italia yaitu banco. Istilah bangku secara resmi dan populer menjadi Bank” .

Berbeda halnya menurut Verryn Stuart (Thomas Suyatno, 2003: 1) mengatakan “ Bank adalah suatu badan yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan kredit, baik dengan alat-alat pembayarannya sendiri atau dengan uang yang diperolehnya dari orang lain. “ Pendapat yang bertentangan dengan Pierson ( Malayu S.P Hasibuan, 2001:1) beliau memberikan definisi “ Bank is a company which accept credit, but didn’t give credit ( Bank adalah badan usaha yang menerima kredit tetapi tidak memberikan kredit” .

Pengertian Bank dijelaskan secara umum didalam UU No 7 tahun 1992 ( Malayu S.P Hasibuan, 2001 : 1) yaitu bank adalah usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Dari beberapa pandangan mengenai pengertian bank Dapat disimpulkan, bahwa Bank adalah suatu Badan usaha yang dikelola dan dijalankan yang dana nya berasal dari masyarakat, yang tugasnya memberikan pelayanan-pelayanan Bank berupa simpanan atau tabungan, deposito berjangka, simpanan dalam rekening koran/giro atau pelayanan kredit dan lain sebagainya.

b. Pengertian Bank

Sentral

(2)

Pengertian lebih lanjut mengenai bank sentral menurut wikipedia (2015) mengartikan Bank sentral adalah “ sebuah instansi yang bertanggung jawab atas kebijakan moneter di wilayah negara tersebut.” Berbeda hal nya dengan pengertian Bank sentral menurut Vera smith (1936 : 32) menyatakan “suatu bank dikatakan sebagai bank sentral apabila Bank tersebut berperan sebagai pencetak dan pengedar uang kertas dengan hak monopoli dari pemerintah ( the bank of issue).” Sedangkan pengertian Bank sentral menurut Kisch ( 2006 : 20 ) berpendapat bahwa bank Sentral adalah “suatu bank yang memiliki ciri yang paling hakiki, yaitu sebagai pemelihara stabilitas moneter yang baku yang mendukung kontrol terhadap peredaran moneter.” Pengertian menurut kisch sejalan dengan pengertian menurut Undang-undang yaitu Bank indonesia selaku bank sentral berdasarkan Undang-undang No.23 tahun 1999 (Drs. H. Malayu S.P Hasibuan, 2001 : 8) adalah “lembaga Negara yang independen. Dalam kapasitasnya sebagai bank sentral, Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal,yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah” .

Dari beberapa pendapat mengenai pengertian Bank Sentral dapat diketahui bahwa pendapat yang satu dengan pendapat yang lain pengertian nya ada yang melihat bank sentral diartikan dari peran, tanggungg jawab, tugas dan fungsi dari bank sentral itu sendiri. Dapat penulis simpulkan bahwa Bank Sentral adalah suatu lembaga keuangan milik pemerintah dimana di indonesia bank sentral nya adalah bank indonesia yang memiliki peran,fungsi, tugas dan memiliki tanggung jawab penuh terhadap kestabilan nilai rupiah dalam memajukan perekonomian di indonesia .

2. Hubungan Bank Indonesia dengan pemerintah dan lembaga keuangan lainnya a. Hubungan Bank Indonesia dengan pemerintah

Hubungan Bank Indonesia dengan pemerintah seperti yang dituangkan dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 1999 ( Thomas suyatno :6) adalah sebagai berikut :

- Bertindak sebagai pemegang kas pemerintah

- Untuk dan atas nama pemerintah Bank Indonesia dapat menerima pinjaman luar Negeri, menatausahakan serta menyelesaikan tagihan dan kewajiban keuangan pemerintah terhadap pihak luar negeri

- Pemerintah wajib meminta pendapat Bank Indonesia atau mengundang Bank indonesia dalam sidang kabinet

- Memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemerintah - Dalam hal pemerintah menerbitkan surat-surat hutang Negara

- Bank Indonesia dapat membantu penerbitan surat-surat hutang Negara yang diterbitkan pemerintah

- Bank Indonesia dilarang memberikan kredit kepada pemerintah

b. Hubungan dengan lembaga keuangan lainnya

(3)

keuangan lain (bank komersial/bank umum) agar dana tersebut dapat digunakan pada masyarakat untuk tujuan usaha pembangunan yang produktif dan berencana.”

Pernyataan tersebut berbeda menurut Undang-undang no.23 tahun 1999 ( Thomas suyatno :10) menyatakan bahwa salah satu tugas bank indonesia yaitu melakukan pengawasan bank ,sehingga bank indonesia mentetapkan peraturan, memberikan dan mencabut izin atas kelembagaan dan kegiatan usaha tertentu bank serta mengenakan sanksi terhadap bank (pasal 24).

Dapat penulis simpulkan bahwa Bank indonesia jelas memiliki hubungan dengan bank-bank umum dan lembaga keuangan bukan bank , bank indonesia memiliki tanggung jawab terhadap bank-bank yang berdiri di Indonesia selain melakukan pengawasan terhadap bank-bank umum, bank Indonesia juga memberikan bantuan berupa kredit kepada bank-bank umum maupun lembaga keuangan lain.

3. Tujuan, tugas dan fungsi Bank Sentral Indonesia a. Tujuan Bank sentral indonesia

Tujuan adalah sasaran yang harus dicapai dalam perencanaan yang telah disusun. Tujuan bank sentral diantaranya :

1. Menurut Undang–Undang no 23 tahun 1999 ( Thomas suyatno :15) dinyatakan secara tegas bahwa tugas Bank Indonesia adalah “mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah pasal 7”. Tugas ini merupakan single objective atau tujuan tunggal .

2. Berbeda halnya Menurut Undang-undang no 13 tahun 1968 ( Thomas suyatno :17) yaitu tujuannya “ meningkatkan taraf hidup rakyat “

Dapat penulis simpulkan bahwa tujuan bank sentral berdasarkan undang-undang no 23 dan no 13 mempunyaai konsep yang berbeda yaitu bahwa tujuan bank sentral adalah mencapai kestabilan nilai rupiah yang merupakan tujuan tunggal sedangkan uu no 13 mencapai kesejahteraan rakyat dapat meningkat.

b. Tugas Bank Sentral Indonesia

Menurut Undang – undang No. 13/1968 (Thomas suyatno :17) menyatakan tugas Bank Indonesia terdiri dari :

a. Tugas pokok : bahwa tugas pokok bank indonesia yaitu membantu pemerintah dalam mengatur, menjaga, memelihara kestabilan nilai rupiah , mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja guna meningkatkan taraf hidup rakyat.

b. Tugas di bidang Pengedaran uang

c. Tugas di bidang perbankan dan perkereditan

(4)

f. Tugas dibidang hubungan Internasional

Ekonomi Holic (2015) menyatakan bahwa tugas Bank Sentral antara lain sebagai berikut : 1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter

2. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran 3. Mengatur dan mengawasi Bank

4. Sebagai penyedia dana terakhir ( last lending resort ) bagi Bank umum dalam bentuk bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Pengertian tersebut sepadan dan sejalan dengan tugas bank indonesia menurut undang-undang no 23 tahun 1999 pasal 8 ( Thomas Suyatno : 28) yaiutu tugas tersebut terbagi menjadi 3 pilar yang merupakan 3 bidang utama tugas bank indonesia, yaitu :” menetapkan dan melaksanakan kebijakan monter , mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, mengatur dan mengawasi bank”.

c. Fungsi Bank Sentral yaitu Bank Indonesia

Fungsi adalah kegunaan terhadap suatu hal . Salah satu fungsi Bank Indonesia yang diatur dalam peraturan perundang-undangan adalah mengatur dan mengawasi bank umum di Indonesia .

Rifky Andriyanto (2013) mengemukakan fungsi bank sentral adalah sebagai berikut : 1. Memperlancar lalu lintas pembayaran

2. Sebagai bankir, agen dan penasehat pemerintah 3. Memelihara cadangan / cashreserve bank umum 4. Memelihara cadangan devisa negara

a. Internal reserve dan eksternal reserve

b. Sebagai bankers bank dan lender of the last resort c. Mengawasi bank

 Prudential Supervision  Monetary Supervision

Pernyataan ini tidak sepadan dengan ardra , Ardra ( 2011) menyatakan Fungsi utama bank sentral secara umum adalah “mengawasi penambahan atau ekspansi dan pengurangan atau kontraksi jumlah uang yang beredar di masayarakat baik uang

kartal maupun uang giral”.

Jadi pada intinya bahwa fungsi bank sentral yaitu untuk menjalankan fungsi pemerintah dalam bidang ekonomi dan moneter dimana fungsi tersebut tidak bisa dilakukan pemerintah sehingga menjadi tanggung jawab Bank Sentral yaitu Bank Indonesia.

(5)

Independen dapat diartikan bebas, merdeka, atau berdiri sendiri jadi lembaga Negara yang bebas dan berdiri sendiri.

Dalam Undang-undang no.23 tahun 1999( Thomas suyatno :30) tentang Bank Indonesia dinyatakan bahwa Bank Sentral Republik Indonesia adalah Bank Indonesia, suatu lembaga Negara yang independen, bebas dari campur tangan pemerintah dan pihak-pihak lainnya kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur Dalam undang-undang ini ( pasal 4).

b. Bank Indonesia sebagai Badan Hukum

Pasal 4 Undang-undang No.23 tahun 1999 ( Thomas suyatno :35) merupakan dasar hukum Bank Indoneia sebagai badan hukum.

c. Bank Indonesia dalam struktur Ketatanegaraan RI

Sebagai lembaga Negara, kedudukan Bank Indonesia tidak sejajar dengan DPR, MA, BPK, atau Presiden yang merupakan lembaga tinggi Negara. Kedudukan Bank Indonesia juga tidak sama dengan departemen karena kedudukan Bank Indonesia berada diluar pemerintah. Dalam pelaksanaan tugasnya, Bank Indonesia mempunyai hubungan kerja dengan DPR, BPK, serta Pemerintah.

Jadi bahwa status dan kedudukan bank sentral Indonesia mempunya kedudukan yang tidak sama dengan lembaga tinggi negara karena kedudukan bank Indonesia berada diluar pemerintah , yaitu sebagai badan hukum, dan sebagai lembaga keuangan yang independen. 5. Hubungan kerja sama internasional yang dilakukan Bank Indonesia

(6)

1. Investasi bersama untuk kestabilan pasar valuta asing 2. Penyelesaian transaksi lintas Negara

3. Hubungan koresponden

4. Tukar-menukar informasi mengenai hal-hal yang terkait dengan tugas-tugas selaku bank sentral

5. Pelatihan/penelitian di bidang moneter dan sistem pembayaran.

Keanggotaan Bank Indonesia di beberapa lembaga dan forum Internasional atas nama bank Indonesia sendiri antara lain:

a. The South East Asian Central Banks Research and tranings Centre ( SEACEAN Centre) . b. The South East Asian, New Zealand and Australia Forum of Banking Supervision (SEANZA) c. The Executive Meeting of East Asian and Pasific Central Banks (EMEAP)

d. ASEAN Central Bank Forum (ACBF) e. Bank for Internasional Settlement (BIS)

Keanggotaan Bank Indonesia mewakili pemerintah Republik Indonesia antara lain :

1. ASEAN

2. ASEAN +3 ( ASEAN + Cina, Jepang dan Korea) 3. Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) 4. Dll.

B. PEMBAHASAN

(7)

masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat, serta melayani jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang. Lembaga keuangan ini kemudian disebut bank. Kemudian pengertian bank ini di kembangkan lagi menurut Verryn Stuart ( Dr. Thomas Suyatno, 2003: 1) mengemukakan bahwa bank diartikan sebagai suatu badan yang tujuannya untuk memuaskan kebutuhan kredit kepada masyarakat yang mana dana tersebut bisa berasal dari simpanan masyarakat itu sendiri, artinya bank melayani simpanan dan pinjaman uang atau dana yang berasal dari pihak lain contoh nya pinjaman bank dari bank indonesia. Sedangkan Pierson ( Malayu S.P Hasibuan, 2001:1) Teori Pierson yang dikemukakannya dapat penulis jelaskan bahwa bank dalam operasionalnya hanya bersifat pasif saja, yaitu hanya menerima titipan uang saja. Sehingga dalam pelayanannya tidak memberikan kredit tapi hanya menerima simpananan dari masyarakat. Di Indonesia bank diartikan menurut Undang-undang No 7 tahun 1992 ( Malayu S.P Hasibuan, 2001 : 1) didalamnya menjelaskan bahwa bank diartikan sebagai suatu lembaga yang melakukan usaha di bidang jasa yang mana tugas nya melakukan penghimpunan dana yang berasal dari masyarakat dalam bentuk simpanan bagi mereka yang kelebihan dana dan memberikan pelayanan sebagai penyalur atau perantara kredit yaitu memberikan pinjaman uang bagi mereka yang kekurangan atau memerlukan uang tersebut untuk mendirikan sebuah usaha atau bisnis yang mereka akan jalankan sehingga pemberian kredit tersebut dapat meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Jadi dari beberapa pendapat mengenai definisi Bank pada dasarnya tidak berbeda satu dengan yang lainnya. Kalaupun ada perbedaan hanya nampak pada tugas atau usaha bank.

(8)
(9)

sentral memiliki ciri yaitu sebagai pemelihara stabilitas moneter dalam peredaran moneter, yang mana ini merupakan tujuan tunggal bank sentral. Kestabilan nilai rupiah yang dimaksud adalah kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa yang diukur berdasarkan perkembangan laju inflasi, serta terhadap perkembangan mata uang asing yang diukur berdasarkan pada perkembangan nilai tukar rupiah (kurs) terhadap mata uang negara lain.

Sebagaimana dinegara lain, pengendalian inflasi sebagai sasaran akhir kebijakan moneter dilakukan oleh Bank Indonesia dengan beberapa pertimbangan. Pertama, bukti empiris bahwa dalam jangka panjang kebijakan moneter hanya dapat mempengaruhi tingkat inflasi dan tidak dapat mempengaruhi variabel riil seperti pertumbuhan ekonomi atau tingkat pengangguran. Kebijkan moneter hanya dapat mempengaruhi variabel riil dalam jangka pendek. Kedua, pencapaian inflasi yang rendah merupakan persyaratan bagi tercapainya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan karena perekonomian tidak dipacu untuk tumbuh melebihi kapasitasnya. Ketiga,dengan ditetapkan inflasi sebagai sasaran tunggal, sasaran tersebut akan menjadi acuan dalam perumusan kebijakan moneter.

Dengan demikian, tercapai atau tidaknya tujuan Bank Indonesia lebih transparan dan mudah diukur. Penetapan tujuan tunggal di atas menjadikan sasaran dan batas tanggung jawab Bank Indonesia semakin jelas dan terfokus.

Dari beberapa pendapat mengenai pengertian bank sentral yang telah penulis jelaskan diatas dapat disimpulkan bahwa bank sentral adalah suatu lembaga keuangan milik pemerintah dimana dalam pendirian nya tidak untuk mencari keuntungan atau memaksimumkan profit tetapi untuk melayani kepentingan umum yang mempunyai tanggung jawab terhadap bank-bank umum yang berdiri agar tidak terjadi kegagalan yang dialami perbankan dan mempunyai tanggung jawab dalam memelihara kestabilan nilai rupiah dengan melaksanakan kebijakan moneter yang tidak bisa dilakukan oleh pemerintah.

(10)
(11)

menurut undang-undang no 23 tahun 1999 tujuan bank indonesia yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah, kestabilan nilai rupiah yang di maksud telah di jelaskan penulis dalam pengertian bank sentral. Tujuan menurut konsep Undang-undang no 23 tahun 1999 dalam bentuk single objective ini dimaksud kan untuk memperjelas sasaran yang akan di capai dan batasan tanggung jawab yang harus di pikul oleh bank Indonesia. Konsep ini berbeda dengan tujuan Bank Indonesia menurut Undang-undang no 13 tahun 1968 di dalam nya tertuang tujuan bank indonesia yang di rumuskan secara umum yaitu “ meningkatkan taraf hidup rakyat “ ketidak tegasan tersebut menimbulkan implikais antara lain peran bank indonesia sebagai otoritas tidak jelas dan tidak terfokus bahkan timbul konflik karena antara tugas menjaga kestabilan nilai rupiah dengan tugas mendorong pertumbuhan sering kali tidak dapat berjalan bersamaan, di samping itu ketidakjelasan tujuan juga menjadikan tanggung jawab terhadap kebijakan yang di ambil tidak jelas. Untuk mencapai tujuan tersebut yang telah di tetapkan oleh undang-undang bank Indonesia dukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang tugas nya. Ke tiga bidang tugas ini adalah pertama menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, Bank Indonesia diberi kewenangan untuk melakukan kebijakan moneter melalui penetapan sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi serta melakukan pengendalian jumlah uang beredar dengan menggunakan berbagai instrumen kebijakan moneter. Kebijakan moneter yang ditempuh oleh otoritas moneter merupakan salah satu bagian integral dari kebijakan ekonomi makro. Kebijakan moneter mempunyai peranan yang sangat strategis, seperti stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi, dan perluasan kesempatan kerja, serta pengendalian devisa.

(12)
(13)
(14)

STATUS DAN KEDUDUKAN BANK INDONESIA

Lembaga Negara yang Independen

Babak baru dalam sejaraBank Indonesia sebagai Bank Sentral yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya dimulai ketika sebuah undang-undang baru, yaitu UU No. 23/1999 tentang Bank Indonesia, dinyatakan berlaku pada tanggal 17 Mei 1999 dan sebagaimana telah diubah dengan Undang Republik Indonesia No. 6/ 2009. Undang-undang ini memberikan status dan kedudukan sebagai suatu lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan Pemerintah dan/atau pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang ini.

Bank Indonesia mempunyai otonomi penuh dalam merumuskan dan melaksanakan setiap tugas dan wewenangnya sebagaimana ditentukan dalam undang-undang tersebut. Pihak luar tidak dibenarkan mencampuri pelaksanaan tugas Bank Indonesia, dan Bank Indonesia juga berkewajiban untuk menolak atau mengabaikan intervensi dalam bentuk apapun dari pihak manapun juga.

Status dan kedudukan yang khusus tersebut diperlukan agar Bank Indonesia dapat melaksanakan peran dan fungsinya sebagai otoritas moneter secara lebih efektif dan efisien.

:: Sebagai Badan Hukum

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan deskripsi data di atas, bentuk ekoleksikon dalam teks berita konservasi di laman www.unnes.ac.id memuat ekspresi bahasa yang bersumber pada pesan atau

Hasil analisis data menunjukkan bahwa pembimbingan Program Pengalaman Lapangan yang dilakukan oleh guru pamong sudah sangat baik dan terlaksana sesuai

Dari hasil penelitian yang dilakukan tentang pengaruh iklan layanan iklan layanan KB versi dua anak lebi baik terhadap perilaku, terdapat indikator variabel iklan layanan

Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Mukhlisoh(2016) yang menyatakan bahwa hasil penelitian pada 250 responden yang dibagi ke

Moving Picture Expert Group (MPEG) Surround, an international standard developed based on spatial audio coding, specifies Reverse Two-To-Three (R-TTT) module to extend stereo

[r]

Semoga Inyiek ada baik- baik saja dalam lindungan Yang Maha Kuasa." (Inyiek = Orang sangat tua yang sudah sepuh dan dihormati) Belum lenyap suara gema ucapan Datuk Marajo Sati,

Hasil uji “chi square” dengan menggunakan tingkat kepercayaan 95 % menunjukkan hitung lebih kecil dari tabel (5,26 < 5,991) yang berarti secara statistik