STUDI KASUS JUAL BELI
ONLINE
Nama kelompok
Pada era globalisasi seperti sekarang ini, internet tidak lagi dipandang sebagai produk untuk segmen yang khusus (niche) dari teknologi. Melainkan, sebagai media massa dan
merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari (AC
Nielsen,2007). Dengan adanya internet dan teknologi tersebut memungkinkan kita untuk melakukan berbagai aktivitas
• Dengan pertumbuhan tersebut, tentunya menjadi peluang bisnis yang menjanjikan bagi organisasi atau perusahaan untuk memasarkan dan menjual produknya melalui internet di Indonesia. Penggunaan internet (akses jaringan, sistem berbasis komputer, dan web) dalam aktivitas bisnis dikenal dengan istilah Electronic Commerce (e-commerce) (McLeod dan Schell, 2008:60). E-commerce merupakan konsep baru dari pemasaran yang bisa
• Karakteristik E-commerce terdiri atas terjadinya transaksi antara dua belah
pihak, adanya pertukaran barang, jasa, atau informasi, dan internet sebagai media utama dalam proses transaksi. Dalam praktiknya, transaksi
E-commerce dapat terjadi antara organisasi bisnis dengan sesama organisasi bisnis (B2B) dan antara organisasi bisnis dengan konsumen (B2C) (McLeod dan Schell, 2008:60). Melakukan pembelian barang atau jasa melalui internet atau lebih dikenal dengan istilah online shopping, merupakan salah satu
bentuk dari aktivitas e-commerce. Online shopping merupakan salah satu bentuk komunikasi baru yang tidak memerlukan komunikasi tatap muka secara langsung, melainkan dapat dilakukan secara terpisah dari dan ke
Berikut ini adalah 5 tips belanja online via internet untuk mencegah dan mengurangi resiko terjadinya penipuan dalam belanja online via internet.
• Ketahuilah informasi produk dan penjualnya. Amati lebih detail deskripsi produk seta reputasi web atau pedagang online
• Jangan mudah memberikan informasi pribadi anda dan keuangan secara online maupun offline
• Waspada phising, Yang biasanya meminta informasi rekening lewat email dan telepon. Lebih berhati-hati dalam menanggapi semua email yang masuk dan telepon yang meminta informasi keuangan melalui email atau telepon.
• Waspadai metode pembayaran tak lazim, Misalnya pembayaran sebagian dilakukan dari beberapa rekening, dan hanya mencantumkan metode pembayaran tunai via pos.
Kesimpulan
• Berdasarkan pengamatan kami dapat menyimpulkan bahwa kasus kejahatan
cybercrime semakin marak, hal ini ditandai dengan banyaknya pemberitaan seputar kejahatan tersebut di berbagai media. Kejahatan ini terjadi baik di dalam negeri
maupun di luar negeri. Dengan adanya kemudahan akses transaksi yang ditawarkan, membuat masyarakat lebih sering bertransaksi via online. Hal ini berbanding lurus dengan potensi terjadinya kejahatan ini.
• Penanggulangan masalah kejahatan ini di luar negeri khususnya di Amerika lebih baik dibandingkan dengan dalam negeri. Hal ini dikarenakan landasan hukum yang
mengtur masalah ini lebih jelas sehingga jika seseorang melakukan sebuah tindakan cybercrime dapat dikenakan pasal berlapis. Sementara di dalam negeri cyberlaw
mengenal kejahatan ini belum detail dan masih membutuhkan penyempurnaan kembali.