• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dampak Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan Terhadap Kinerja dan Pendapatan Usahatani Anggota Kelompok Tani

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Dampak Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan Terhadap Kinerja dan Pendapatan Usahatani Anggota Kelompok Tani"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Anonimus. 2011a. Pembangunan Pertanian di Indonesia. http://www.deptan.go.id/renbangtan/konsep_pembangunan_pertanian.pd f. Diakses tanggal 28 September 2011

Anonimus. 2011b. Prioritas Masalah Pertanian di Indonesia.

/agriculture.pdf. Diakses tanggal 28 September 2011

Anonimus. 2011c.Teori-Teori Motivasi.

wordpress.com / 2008/ 02 /06/teori-teori-motivasi/. Diakses tanggal 17 April 2011.

Departemen Pertanian. 2008. Pedoman Penumbuhan Dan Pengembangan Kelompok Tani Dan Gabungan Kelompok Tani. Jakarta: Departemen Pertanian RI

Departemen Pertanian. Kebijakan Teknis Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan. Jakarta: Departemen Pertanian RI.

Departemen Pertaniana. 2009. Pedoman Umum Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP). Jakarta: Departemen Pertanian RI.

Departemen Pertanianb. 2009. Petunjuk Teknis Verifikasi dan Penyaluran dana PUAP 2011. Jakarta: Departemen Pertanian RI

Ginting, H. Meneth. 2005. Pembangunan Masyarakat Desa. Medan : USU Press.

Pardosi, Riris P. 1998. Efektivitas Penyaluran Kredit Pembinaan Peningkatan Pendapatan Petani dan Nelayan Kecil (P4K) dan Analisis Pendapatan Petani Pengguna Kredit (Studi Kasus di Wilayah Kerja BRI Cabang Sukabumi). [Skripsi]. Bogor: Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Institut Pertanian Bogor

Prihartono, M. Koko. 2009. Dampak Program PUAP terhadap Kinerja Gapoktan dan pendapatan Anggota Gapoktan. [Skripsi]. Bogor: Departemen Agribisnis. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor.

Sudarmono. 2011. Manusia dan Arti Tanggung Jawab

http://sosialdasar.blogspot.com /2011/ 03/ manusia-dan-arti-tanggung jawab. html. Diakses tanggal 23 April 2012.

(2)

Soekartawi. 1995. Analisis Usahatani. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Sugiyono, 2008. Metode Penelitian Kuantitatif dan R & D. Alfabeta : Bandung.

Suratiyah, Ken. 2009. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya: Jakarta

Syahyuti. 2007. Kebijakan Pengembangan Gabungan Kelompok Tani

(GAPOKTAN) Sebagai Kelembagaan Ekonomi Di Perdesaan. Jurnal

Analisis Kebijakan Pertanian

Usmam dan Akbar. 2008. Pengantar Statistik. Jakarta: Bumi Aksara.

Walpole, R.E. 1995. Pengantar Statistika Edisi ke-3. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Referensi

Dokumen terkait

Penghitungan pendapatan usahatani padi di Desa Kopo Cisarua Jawa Barat ini terbagi menjadi tiga, yakni petani pemilik lahan (anggota dan non anggota kelompok tani),

PUAP merupakan program kementrian pertanian bagi para petani perdesaan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup, kemandirian, dan kesejahteraan dengan memberikan fasilitas

Sedangkan dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh Program PUAP terhadap petani di daerah penelitian adalah sebagai berikut: (1) petani dapat memperoleh bantuan

Program PUAP yang telah diberikan oleh pemerintah tersebut dikelola oleh masyarakat petani desa purworejo melalui proses binaan dan pengawasan langsung dari pemerintah

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat dilihat bahwa product (hasil) pelaksanaan kinerja kelompok tani penerima bantuan PUAP di daerah penelitian

Mengenai siapa yang menjadi anggota Gapoktan tidak begitu ditegaskan di dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 273/Kpts/OT.160/4/2007, namun tersirat dalam suatu

Latar belakang didirikannya Gapoktan Rizki Usaha Berdua di awali atas inisiatif dari petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) Desa Tungkal UV Desa, yaitu Bapak Wasimin

Dengan bantuan dana yang diberikan oleh Pengembangan usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP ), petani menjadi lebih mandiri dalam usaha taninya karena lebih mudah dalam