PROFIL PENYAKIT MENULAR SEKSUAL PADA PENDERITA HIV/AIDS DI RSUP HAJI ADAM MALIK MEDAN TAHUN 2011-2013
OLEH :
IBRENA FLORENSIA SITEPU 110100329
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
PROFIL PENYAKIT MENULAR SEKSUAL PADA PENDERITA HIV/AIDS DI RSUP HAJI ADAM MALIK MEDAN TAHUN 2011-2013
KARYA TULIS ILMIAH
KaryaTulis Ilmiah Ini Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Kelulusan Sarjana Kedokteran
OLEH :
IBRENA FLORENSIA SITEPU 110100329
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
ABSTRAK
Sindroma Koroner Akut (SKA) adalah sebuah kondisi dimana adanya ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan permintaan oksigen di jaringan otot jantung. Sindroma Koroner Akut (SKA) mencakup penyakit jantung koroner (PJK), termasuk didalamnya Angina Pectoris Tidak Stabil (APTS), Infrak Miokard dengan ST-elevasi (STEMI) dan Infak Miokard tanpa ST-elevasi (NSTEMI). Ketiga gangguan ini disebut Sindroma Koroner Akut (SKA) karena gejala awal serta manajemen awal sering serupa. Menurut WHO, pada tahun 2004, penyakit Infrak Miokard Akut merupakan penyebab kematian utama dunia.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan penelitian case control, yaitu rancangan penelitian yang mempelajari hubungan antara paparan (faktor peneliti) dan penyakit dengan cara membandingkan kelompok kasus dan kelompok kontrol berdasarkan status paparannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang berkunjung ke RSUP Haji Adam Malik Medan pada bulan Januari sampai dengan Desember 2013, dengan sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih dengan “Teknik
Sampling” tertentu yang biasa memenuhi atau mewakili populasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara diabetes melitus dengan masa perawatan pada penderita sindroma koroner akut (p-value = 0,000, p<0,05). Rata-rata masa rawat pasien diabetes melitus dan non diabetes melitus pada pasien sindroma koroner akut adalah <7 hari.
ABSTRACT
Acute Coronary Syndrome (ACS) is a condition where there is an imbalance between oxygen supply and demand of oxygen in the heart muscle tissue. Acute Coronary Syndrome (ACS) includes coronary heart disease (CHD), including Unstable angina pectoris (APTS), Infrak with ST-elevation myocardial (STEMI) and Infak without ST-elevation myocardial (NSTEMI). All three of these disorders is called Acute Coronary Syndrome (ACS) because the early symptoms are often similar and initial management. According to WHO, in 2004, the disease acute myocardial Infrak a major cause of death world.
This type of research used in this research is analytic survey with case control study design, is the design of research that studies the relationship between exposure (factors researchers) and disease by comparing the case group and the control group based on the status of his presentation. The population in this study were all patients who visit the Adam Malik Hospital Medan in September to December 2014. The population in this study were all patients who visit Haji Adam Malik Hospital in January to December 2013, the sample is part of the population that is selected by the "Sampling Techniques" certain commonly meet or representative of the population.
The results of this study showed association between diabetes mellitus with treatment period in patients with acute coronary syndrome (p-value = 0.000, p <0.05.The average age for patients with diabetes mellitus and non-diabetic patients with acute coronary syndrome is <7days
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat dan karuniaNya, sehingga saya dapat menyelesaikan proposal
penelitian ini sebagai salah satu era kompetensi dasar yang harus memiliki oleh
seorang dokter umum. Proposal dengan judul “Hubungan Diabetes Mellitus
Pada Pasien Sindroma Koroner Akut Dengan Masa Perawatan Di RSUP Haji Adam Malik Medan Pada Periode Januari Sampai Dengan Desember
2013”
ini disusun sebagai rangkaian tugas akhir dalam menyelesaikan
pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
Saya mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing saya dr.
Cut Aryfa Andra, SpJP, untuk dukungan dan bimbingan yang telah diberikan, dan juga dengan sepenuh hati telah meluangkan waktu untuk saya dalam proses
penyusunan proposal penelitian ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada
seluruh civitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara,
keluarga dan teman-teman seperjuangan, dan pihak-pihak yang telah membantu
saya.
Saya menyadari bahwa penulisan proposal penelitian ini belum
sempurna, baik dari segi materi maupun tatacara penulisannya. Oleh karena itu,
dengan segala kerendahan hati, saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun demi penelitian ini. Semoga penelitian ini bermanfaat dan
memberikan sumbangsih bagi perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya di
bidang ilmu kedokteran.
Medan, 11 Desember 2014