• Tidak ada hasil yang ditemukan

RKPD DI Yogyakarta 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "RKPD DI Yogyakarta 2016"

Copied!
1255
0
0

Teks penuh

(1)

Rencana Kerja Pembangunan Daerah

Daerah Istimewa Yogyakarta

RKPD

2016

Pemerintah Daerah

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

RKPD DIY Tahun 2016

~ i ~

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ... i

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR GAMBAR ... xvii

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ...1

1.2 Dasar Hukum Penyusunan ...7

1.3 Hubungan Antar Dokumen... 10

1.3.1 Hubungan Antar Dokumen Perencanaan ... 10

1.3.2 Kerangka Pikir Penyusunan RKPD Tahun 2016 ... 11

1.4 Sistematika Dokumen RKPD... 12

1.5 Maksud dan Tujuan ... 13

BAB 2 EVALUASI PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN ... 15

2.1 Aspek Geografi dan Demografi ... 15

2.1.1 Karakteristik Lokasi dan Wilayah ... 15

2.1.1.1 Luas dan Batas Wilayah Administrasi ... 15

2.1.1.2 Letak dan Kondisi Geografis ... 17

2.1.1.3 Topografi ... 19

2.1.1.4 Geologi ... 21

2.1.1.5 Hidrologi ... 25

2.1.1.6 Klimatologi ... 29

2.1.1.7 Penggunaan Lahan ... 30

2.1.1.8 Peruntukan Lahan ... 33

2.1.2 Potensi Pengembangan Wilayah ... 34

2.1.3 Wilayah Rawan Bencana ... 39

2.1.4 Demografi ... 40

2.1.5 Aspek Kesejahteraan Masyarakat ... 47

2.1.5.1 Fokus Kesejahteraan Dan Pemerataan Ekonomi . 47 2.1.5.2 Fokus Kesejahteraan Sosial ... 59

2.1.5.3 Fokus Seni Budaya dan Olah Raga ... 75

2.2 Aspek Pelayanan Umum ... 97

2.2.1 Fokus Layanan Urusan Wajib ... 97

(7)

RKPD DIY Tahun 2016

~ ii ~

2.2.1.2 Urusan Kesehatan ... 108

2.2.1.3 Urusan Pekerjaan Umum ... 112

2.2.1.4 Urusan Perumahan ... 119

2.2.1.5 Urusan Penataan Ruang ... 123

2.2.1.6 Urusan Perencanaan Pembangunan ... 128

2.2.1.7 Urusan Perhubungan ... 130

2.2.1.8 Urusan Lingkungan Hidup ... 133

2.2.1.9 Urusan Pertanahan ... 141

2.2.1.10 Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil ... 143

2.2.1.11 Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ... 145

2.2.1.12 Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera 153 2.2.1.13 Urusan Sosial ... 159

2.2.1.14 Urusan Ketenagakerjaan ... 162

2.2.1.15 Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah .. 177

2.2.1.16 Urusan Penanaman Modal ... 179

2.2.1.17 Urusan Kebudayaan ... 181

2.2.1.18 Urusan Kepemudaan dan Olahraga ... 188

2.2.1.19 Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Negeri ... 190

2.2.1.20 Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian, dan Persandian ... 191

2.2.1.21 Urusan Ketahanan Pangan ... 197

2.2.1.22 Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa .. 206

2.2.1.23 Urusan Statistik ... 209

2.2.1.24 Urusan Kearsipan ... 211

2.2.1.25 Urusan Komunikasi dan Informatika ... 214

2.2.1.26 Urusan Perpustakaan ... 216

2.2.2 Fokus Layanan Urusan Pilihan ... 223

2.2.2.1 Urusan Pertanian ... 223

2.2.2.2 Urusan Kehutanan ... 227

2.2.2.3 Urusan Energi dan Sumberdaya Mineral ... 230

2.2.2.4 Urusan Pariwisata ... 232

2.2.2.5 Urusan Kelautan dan Perikanan ... 235

2.2.2.6 Urusan Perdagangan ... 237

2.2.2.7 Urusan Industri ... 238

2.2.2.8 Urusan Ketransmigrasian ... 239

2.3 Aspek Daya Saing Daerah ... 242

2.3.1 Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah ... 242

2.3.2 Fokus Fasilitas Wilayah/Infrastruktur ... 246

2.3.2.1 Layanan Trans Jogja ... 246

(8)

RKPD DIY Tahun 2016

~ iii ~

2.3.2.3 Layanan Air Limbah Terpusat ... 249

2.3.2.4 Layanan Air Minum ... 252

2.3.3 Fokus Iklim Berinvestasi ... 253

2.3.3.1 Angka kriminalitas ... 253

2.3.3.2 Jumlah Demonstrasi ... 255

2.3.3.3 Lama Perizinan ... 255

2.3.3.4 Pengenaan Pajak Daerah ... 256

2.3.3.5 Peraturan Daerah (Perda) yang mendukung iklim usaha ... 257

2.3.4 Fokus Sumberdaya Manusia ... 257

2.4 Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan RKPD sampai Tahun Berjalan dan Realisasi RPJMD ... 259

2.5 Permasalahan Pembangunan ... 322

2.5.1 Permasalahan Daerah yang Berhubungan Dengan Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah ... 322

2.5.2 Identifikasi Permasalahan Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah ... 330

BAB 3 RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH ... 345

3.1 Arah Kebijakan Ekonomi Daerah ... 345

3.1.1 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Pertumbuhan Ekonomi ... 345

3.1.2 Struktur Sektor Ekonomi ... 348

3.1.3 Struktur Pengeluaran dalam PDRB ... 350

3.1.3.1 PDRB Atas Dasar Harga Berlaku ... 350

3.1.3.2 PDRB atas dasar Harga Konstan ... 351

3.1.4 Inflasi ... 352

3.1.5 ICOR ... 354

3.1.5.1 Nilai ICOR Total ... 354

3.1.5.2 Nilai ICOR Sektoral... 357

3.1.5.3 Keterbandingan Nilai ICOR DIY dengan Wilayah Lain ... 358

3.1.5.4 Proyeksi Nilai ICOR DIY ... 360

3.1.6 Ketenagakerjaan ... 362

3.1.7 Kemiskinan ... 365

3.1.8 Ketimpangan Regional ... 369

3.1.9 Ketimpangan Pendapatan ... 370

3.2 Arah Kebijakan Keuangan Daerah ... 372

3.2.1 Proyeksi Keuangan Daerah dan Kerangka Pendanaan ... 373

3.2.2 Arah Kebijakan Pendapatan Daerah ... 375

3.2.3 Arah Kebijakan Belanja Daerah ... 380

(9)

RKPD DIY Tahun 2016

~ iv ~

BAB 4 TEMA, PRIORITAS, DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH .. 385

4.1 Tema Pembangunan Daerah ... 385

4.1.1 Dasar Perumusan Tema Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2016 ... 385

4.1.2 RKPD Tahun 2016 Sebagai Bagian Integral dari RPJMN Tahun 2015-2019 ... 391

4.1.3 RKPD Tahun 2016 Sebagai Bagian Integral dari RKP Tahun 2016 ... 393

4.2 Prioritas dan Sasaran Pembangunan ... 394

4.2.1 Interkoneksi Prioritas Pembangunan Nasional dan DIY .. 394

4.2.2 Interkoneksi Sasaran Pembangunan Nasional dan DIY ... 399

4.3 Prioritas Pembangunan Kabupaten/Kota ... 431

BAB 5 RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH ... 433

5.1 Pertimbangan Terhadap Pokok-pokok Pikiran DPRD DIY ... 433

5.1.1 Rumusan Pokok-Pokok Pikiran DPRD DIY ... 433

5.1.2 Telaah Rumusan Pokok-Pokok Pikiran DPRD DIY... 462

5.1.2.1 Aspek Perencanaan Pembangunan ... 462

5.1.2.2 Aspek Lingkungan Hidup ... 463

5.1.2.3 Aspek Perhubungan Tata Ruang, Permukiman dan ESDM ... 464

5.1.2.4 Aspek Pengelolaan Sumberdaya Air ... 466

5.1.2.5 Aspek Pariwisata ... 467

5.1.2.6 Aspek Koperasi dan UKM ... 468

5.1.2.7 Aspek Perdagangan ... 468

5.1.2.8 Aspek Penanaman Modal ... 468

5.1.2.9 Aspek Perikanan dan Kelautan... 469

5.1.2.10 Aspek Pertanian dan Ketahanan Pangan ... 472

5.1.2.11 Aspek Kehutanan dan Perkebunan ... 475

5.1.2.12 Aspek Agama ... 478

5.1.2.13 Aspek Sosial ... 480

5.1.2.14 Aspek Kesehatan, Perempuan, dan Anak ... 482

5.1.2.15 Aspek Pendidikan ... 485

5.1.2.16 Aspek Kebudayaan ... 486

5.1.2.17 Aspek Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian 487 5.1.2.18 Aspek Aparatur, Hukum, dan Politik ... 490

5.1.2.19 Aspek Administrasi Publik dan Keuangan ... 491

5.2 Pertimbangan Fokus Pembangunan Keistimewaan ... 493

5.3 Pertimbangan Fokus Perencanaan Pembangunan di DIY Tahun 2016 ... 499

5.3.1 Fokus Tematik Pembangunan di DIY ... 499

5.3.1.1 Tematik Bidang Pemerintahan ... 499

5.3.1.2 Tematik Bidang Kesejahteraan Rakyat ... 502

(10)

RKPD DIY Tahun 2016

~ v ~

5.3.1.4 Tematik Bidang Sarana dan Prasarana ... 526

5.3.2 Fokus Pembangunan Kewilayahan ... 536

5.3.2.1 Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Dalam Dimensi Kewilayahan Sebagai Tindaklanjut Sasaran Nasional ... 536

5.3.2.2 Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) ... 543

5.3.2.3 Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) ... 569

5.3.2.4 Penanggulangan Kemiskinan ... 574

5.3.2.5 Penurunan Angka Pengangguran ... 577

5.3.2.6 Perubahan Iklim ... 578

5.3.3 Fokus Perencanaan Trilateral di DIY ... 579

5.4 Pertimbangan Usulan Masyarakat ... 603

5.5 Program Prioritas Pembangunan DIY Tahun 2016 (APBD Non Keistimewaan dan Non DAK) ... 605

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga ... 655

Dinas Kesehatan ... 677

Rumah Sakit Grhasia ... 699

Rumah Sakit Respira ... 700

Dinas PUP-ESDM ... 702

Dinas Pertanahan dan Tata Ruang ... 722

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ... 728

Dinas Perhubungan ... 742

Badan Lingkungan Hidup ... 759

Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat ... 774

Dinas Sosial ... 783

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ... 808

Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah ... 821

Badan Koordinasi dan Penanaman Modal ... 830

Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu ... 837

Dinas Kebudayaan ... 845

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik ... 851

Satuan Polisi Pamong Praja ... 862

Sekretariat Daerah ... 873

Biro Tata Pemerintahan ... 879

Biro Hukum ... 891

Biro Administrasi Kesejahteraan Rakyat ... 902

Biro Administrasi Perekonomian ... 909

Biro Administrasi Pembangunan ... 917

Biro Organisasi ... 924

Biro Umum dan Protokol ... 932

Sekretariat DPRD ... 941

Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah ... 951

(11)

RKPD DIY Tahun 2016

~ vi ~

Inspektorat ... 977

Badan Kepegawaian Daerah ... 988

Badan Penanggulangan Bencana Daerah ... 1000

Kantor Perwakilan Daerah ... 1011

Sekretariat Para Parampraja ... 1018

Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan ... 1024

Dinas Komunikasi dan Informatika ... 1039

Badan Perpusatakaan dan Arsip Daerah ... 1052

Dinas Pertanian ... 1063

Dinas Kehutanan dan Perkebunan ... 1082

Dinas Pariwisata... 1096

Dinas Kelautan dan Perikanan ... 1107

Dinas Perindustrian dan Perdagangan ... 1124

5.6 Program Prioritas Pembangunan DIY Tahun 2016 (APBD Keistimewaan) ... 1137

5.7 Program Prioritas Pembangunan Tahun 2016 (Dana Alokasi Khusus) ... 1167

5.8 Alur Perencanaan Pembangunan ... 1171

(12)

RKPD DIY Tahun 2016

~ vii ~

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Pembagian Wilayah DIY Menurut Kabupaten/Kota Tahun

2012 ... 17

Tabel 2.2 Jumlah Desa Menurut Kabupaten/Kota dan Letak

Geografis ... 18

Tabel 2.3 Pulau-Pulau di Wilayah Kabupaten Gunungkidul DIY... 18

Tabel 2.4 Potensi Ketersediaan Air Sampai Tahun 2011 (dalam juta

m3) ... 27

Tabel 2.5 Tabel Rerata Sungai di DIY... 28

Tabel 2.6 Luasan Penetapan Kawasan Lindung Berdasarkan RTRW

dan Realisasinya ... 31

Tabel 2.7 Luasan Penetapan Kawasan Budidaya Berdasarkan RTRW

dan Realisasinya ... 32

Tabel 2.8 Persentase Penduduk Menurut Kelompok Umur di DIY

Tahun 1971-2013 ... 42

Tabel 2.9 Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di DIY Tahun

2008-2013 ... 43

Tabel 2.10 Estimasi Jumlah Penduduk, Sex Ratio, dan Laju

Pertumbuhan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di DIY Tahun 2013 ... 43

Tabel 2.11 Kabupaten Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di DIY

Tahun 2008-2013 ... 45

Tabel 2.12 Angka Harapan Hidup DIY Tahun 2009-2013 ... 46

Tabel 2.13 IPM Antar Kabupaten/Kota di DIY Tahun 2008-2013 ... 46

Tabel 2.14 Jumlah Penduduk Miskin dan Garis Kemiskinan Tahun

2009-2013 ... 48

Tabel 2.15 Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Tipe

Daerah, September 2012-2014 ... 49

Tabel 2.16 Lima Kontribusi Terbesar Garis Kemiskinan Menurut Tipe

(13)

RKPD DIY Tahun 2016

~ viii ~

Tabel 2.17 Perkembangan PDRB DIY Atas Dasar Harga Berlaku (Juta

Rp) ... 51

Tabel 2.18 Pertumbuhan PDRB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku

(%) ... 53

Tabel 2.19 Pertumbuhan PDRB Per Kapita Atas Dasar Harga Konstan

(%) ... 53

Tabel 2.20 Perkembangan PDRB Kabupaten/Kota Tahun 2010-2014 . 56

Tabel 2.21 Perkembangan PDRB Per Kapita Kabupaten/Kota Tahun

2010-2014 ... 56

Tabel 2.22 Perkembangan Inflasi Bulanan Kota Yogyakarta Tahun

2011-2014 ... 57

Tabel 2.23 Perkembangan Inflasi Bulanan Kota Yogyakarta Menurut

Kelompok Pengeluaran Tahun 2008-2014 ... 58

Tabel 2.24 Perkembangan Angka Melek Huruf DIY Menurut

Kabupaten/Kota Tahun 2010-2013 ... 60

Tabel 2.25 Perkembangan Rata-rata Lama Sekolah DIY Menurut

Kabupaten/Kota, Tahun 2010-2013 ... 62

Tabel 2.26 Perkembangan Angka Partisipasi Kasar (APK) DIY

Menurut Kabupaten/Kota Periode Tahun 2009/2010-2012/2013 dalam (%) ... 63

Tabel 2.27 Perkembangan Angka Partisipasi Murni (APM) DIY

Menurut Kabupaten/Kota Periode Tahun 2009/2010-2012/2013 dalam (%) ... 66

Tabel 2.28 Angka Kelulusan Menurut Jenjang di DIY Tahun

2009-2013 dalam (%) ... 68

Tabel 2.29 Jumlah Kematian Bayi dan Jumlah Kelahiran Hidup di DIY

Tahun 2009-2013 ... 70

Tabel 2.30 Jumlah Kematian Ibu dan Jumlah Kelahiran Hidup di DIY

Tahun 2009-2013 ... 71

Tabel 2.31 Perkembangan Rasio Penduduk Bekerja di DIY Tahun

2008-2013 ... 75

Tabel 2.32 Perkembangan Seni, Budaya, dan Olahraga di DIY, Tahun

2008-2014 ... 76

Tabel 2.33 Perkembangan Aset-Aset Kebudayaan di DIY Tahun

2010-2014 ... 77

(14)

RKPD DIY Tahun 2016

~ ix ~

Tabel 2.35 Perkembangan Pelaku Budaya di DIY Tahun 2009-2014 ... 81

Tabel 2.36 Perkembangan Seni dan Budaya Menurut Kabupaten/Kota

di DIY Tahun 2014 ... 82

Tabel 2.37 Kawasan Cagar Budaya yang Mendapat SK Terbaru ... 85

Tabel 2.38 Jumlah Peninggalan Sejarah Kepurbakalaan Tahun

2009-2014 ... 86

Tabel 2.39 Penanganan Cagar Budaya Tahun 2009-2014 ... 87

Tabel 2.40 Daftar Museum di DIY ... 89

Tabel 2.41 Perkembangan Pemuda dan Olah Raga di DIY Tahun

2009-2014 ... 92

Tabel 2.42 Rincian Perolehan Medali Kontingen DIY dalam PON

Remaja ... 94

Tabel 2.43 Jumlah Lembaga dan Murid PAUD di DIY Tahun Ajaran

2014/2013 ... 98

Tabel 2.44 Perkembangan Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD di

DIY Tahun 2010-2014 ... 99

Tabel 2.45 Perkembangan Angka Partisipasi Sekolah (APS) di DIY

Tahun 2010-2014 ... 100

Tabel 2.46 Perkembangan Rasio Penduduk Bekerja Kabupaten/Kota

Tahun Ajaran 2014/2015 ... 100

Tabel 2.47 Ketersediaan Sekolah Terjadap Penduduk Usia Sekolah

Menurut Kabupaten/Kota di DIY Tahun 2010-2014 ... 101

Tabel 2.48 Ketersediaan Sekolah Terhadap Penduduk Usia Sekolah

Menurut Kabupaten/Kota di DIY Tahun Ajaran

2014/2015 ... 102

Tabel 2.49 Rasio Guru Terhadap Murid di DIY Tahun 2010-2014 .... 103

Tabel 2.50 Rasio Guru Terhadap Murid Per Kelas Rata-rata di DIY

Tahun 2010-2014 ... 104

Tabel 2.51 Angka Putus Sekolah Pendidikan Dasar Tahun

2010/2011-2014/2015 ... 105

Tabel 2.52 Angka Lulusan Pendidikan Dasar Tahun

2009/2010-2013/2014 ... 106

Tabel 2.53 Angka Melanjutkan Per Jenjang Pendidikan di Daerah

(15)

RKPD DIY Tahun 2016

~ x ~

Tabel 2.54 Persentase Guru yang Memenuhi Kualifikasi Pendidikan

S1-D IV Per Jenjang Pendidikan di Daerah Istimewa

Yogyakarta Tahun 2010-2014 ... 107

Tabel 2.55 Jumlah Posyandu, Jumlah Balita, dan Rasio Posyandu Per

Satuan Balita DIY Tahun 2009-2013 ... 108

Tabel 2.56 Rasio Puskesmas dan Puskesmas Pembantu Per Satuan

Penduduk Tahun 2009-2012 ... 109

Tabel 2.57 Rasio Rumah Sakit per Satuan Penduduk DIY Tahun

2011-2013 ... 109

Tabel 2.58 Jumlah Rumah Sakit, Tempat Tidur, dan BOR Berdasarkan

Kabupaten/Kota di DIY Tahun 2013 ... 110

Tabel 2.59 Jumlah dan Rasio Dokter Umum, Dokter Spesialis, dan

Dokter Gigi per 100.000 Penduduk DIY Tahun

2011-2013 ... 111

Tabel 2.60 Cakupan Puskesmas dan Puskesmas Pembantu DIY Tahun

2011-2013 ... 111

Tabel 2.61 Cakupan Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan

Yang Memiliki Kompetensi Kebidanan Menurut

Kabupaten/Kota di DIY Tahun 2009-2013 ... 112

Tabel 2.62 Data Kondisi Eksisting Urusan Pekerjaan Umum DIY

Tahun 2010-2014 ... 113

Tabel 2.63 Filitasi dan Stimulasi Pembangunan Perumahan

Masyarakat Kurang Mampu Per Kabupaten/Kota di

Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2010-2014 ... 121

Tabel 2.64 Sebaran Rusunawa di DIY Tahun 2013 ... 122

Tabel 2.65 Data Luasan Wilayah Kumuh di Daerah Istimewa

Yogyakarta Tahun 2014 ... 123

Tabel 2.66 Capaian Indikator Kinerja Bidang Urusan Tata Ruang ... 125

Tabel 2.67 Prioritas Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD)

Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2015... 130

Tabel 2.68 Jumlah Load Factor dan Besaran Penerimaan Pendapatan

Operasional TransJogja Tahun 2009-2014 ... 132

Tabel 2.69 Status Mutu Air Sungai di DIY dengan Metode Storet

Tahun 2013 ... 134

Tabel 2.70 Kualitas Udara Ambien di Sekitar Ruas-ruas Jalan Protokol

(16)

RKPD DIY Tahun 2016

~ xi ~

Tabel 2.71 Kesenjangan IPG Terhadap IPM di DIY Tahun 2010-2012148

Tabel 2.72 Capaian IPG Menurut Komponen, Jenis Kelamin, dan

Kabupaten/Kota di DIY Tahun 2010-2012 ... 148

Tabel 2.73 Capaian IPG DIY, Tahun 2011-2012 ... 149

Tabel 2.74 Anggota DPRD DIY dan Kabupaten/Kota di DIY

Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2012 dan Tahun 2014 150

Tabel 2.75 Rasio Perempuan di Lembaga Pemerintah Tahun

2011-2012 ... 151

Tabel 2.76 Rasio Perempuan Pada Jabatan Struktural Pemerintah

Menurut Kabupaten/Kota/DIY, Tahun 2012 ... 151

Tabel 2.77 Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan di DIY, Tahun

2009-2012 ... 152

Tabel 2.78 Persentase Pengaduan Tindak Kekerasan Terhadap

Perempuan dan Anak yang Ditangani Oleh Unit-Unit

Pengaduan di DIY, Tahun 2010-2012 ... 152

Tabel 2.79 Jumlah Pernikahan di Bawah Umur di DIY Sampai dengan

Tahun 2012 ... 153 Tabel 2.80 Rasio Akseptor KB ... 155

Tabel 2.81 Sarana Pelayanan Keluarga Berencana di DIY Tahun

2010-2013 ... 157

Tabel 2.82 Petugas Pelayanan Keluarga Berencana di DIY Tahun

2010-2013 ... 157

Tabel 2.83 Tahapan Keluarga Sejahtera di DIY Tahun 2010-2014 .... 158

Tabel 2.84 Lembaga Bina Keluarga Menurut Kabupaten/Kota di DIY

Tahun 2013-104 ... 159

Tabel 2.85 Perkembangan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial

(PMKS) di DIY Tahun 2012-2014 ... 159

Tabel 2.86 Jenis dan Jumlah PSKS di DIY, Tahun 2010-2014 ... 161

Tabel 2.87 Perkembangan Penduduk Usia Kerja di DIY Tahun

2010-2014 ... 164

Tabel 2.88 Penduduk Usia Kerja Menurut Desa/Kota di DIY Tahun

2014 ... 166

Tabel 2.89 Penduduk Usia Kerja Menurut Kabupaten/Kota di DIY

(17)

RKPD DIY Tahun 2016

~ xii ~

Tabel 2.90 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPKA) Menurut

Kelompok Umur di DIY, Tahun 2010-2014 ... 170

Tabel 2.91 Tingkat Penganggur Terbuka Menurut Kabupaten/Kota di DIY Tahun 2010-2014 ... 173

Tabel 2.92 Tingkat Penganggur Terbuka Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di DIY Tahun 2013-2014 ... 175

Tabel 2.93 Tingkat Penganggur Terbuka Menurut Pendidikan dan Jenis Kelamin di DIY Tahun 2013-2014 ... 175

Tabel 2.94 Pencari Kerja Yang Ditempatkan di DIY Tahun 2010-2014 ... 176

Tabel 2.95 Perkembangan Jumlah Koperasi Tahun 2010-2014 ... 177

Tabel 2.96 Perkembangan Jumlah UKM Tahun 2010-2014 ... 178

Tabel 2.97 Perkembangan Wirausaha Baru Kabupaten/Kota Tahun 2009-2013 ... 179

Tabel 2.98 Perkembangan Investasi di DIY ... 180

Tabel 2.99 Jumlah Organisasi Kesenian di DIY Tahun 2010-2014 .... 182

Tabel 2.100 Perkembangan Seni dan Budaya Menurut Kabupaten/Kota di DIY Tahun 2014 ... 182

Tabel 2.101 Jumlah Sarana dan Prasarana Budaya di DIY, Tahun 2010-2014 ... 183

Tabel 2.102 Perkembangan Pembangunan Kebudayaan di DIY, Tahun 2010-2014 ... 184

Tabel 2.103 Kawasan Cagar Budaya ... 186

Tabel 2.104 Jumlah Peninggalan Sejarah Kepurbakalan Tahun 2010-2014 ... 186

Tabel 2.105 Penanganan cagar Budaya Tahun 2010-2014 ... 187

Tabel 2.106 Rekap Data Museum Anggota Barahmus di DIY ... 187

Tabel 2.107 Data Kearsipan DIY Hingga Tahun 2014 ... 212

Tabel 2.108 Data Pengolahan Arsip Statis Hingga Tahun 2014 ... 213

Tabel 2.109 Data Alih Media Hingga Tahun 2014 ... 213

Tabel 2.110 Data Alih Media Hingga Tahun 2014 ... 214

Tabel 2.111 Jumlah Sambungan Telepon di DIY Tahun 2007-2012 .... 215

(18)

RKPD DIY Tahun 2016

~ xiii ~

Tabel 2.113 Jumlah Media/Sarana Komunikasi di DIY Tahun

2008-2012 ... 216

Tabel 2.114 Jumlah Perpustakaan Menurut Jenisnya ... 217

Tabel 2.115 Persentase Perpustakaan Desa Tiap-tiap Kabupaten/Kota

Hingga Tahun 2014 ... 218

Tabel 2.116 Jumlah Pengunjung ke Perpustakaan Tahun 2010-2014 . 218

Tabel 2.117 Koleksi Buku Yang Tersedia di Perpustakaan Daerah DIY 218

Tabel 2.118 Luas Hutan di DIY Berdasarkan Kewilayahan Tahun 2014228

Tabel 2.119 Produksi Daun dan Minyak Kayu Putih di DIY Tahun

2009-2013 ... 228

Tabel 2.120 Perkembangan Luas Komoditas Perkebunan Strategis di

DIY Tahun 2010-2014 ... 229

Tabel 2.121 Perkembangan Lama Tinggal Wisatawan dan Jumlah

Wisatawan di DIY ... 233

Tabel 2.122 Perkembangan Ekspor DIY Tahun 2010-2014 ... 237

Tabel 2.123 Perkembangan Jumlah Kumulatif SIUP Yang Terdaftar di

DIY Tahun 2010-2014 ... 237

Tabel 2.124 Perkembangan Toko Modern dan Pasar Tradisional Tahun

2009-2014 ... 238

Tabel 2.125 Perkembangan IKM di DIY Tahun 2010-2014 ... 238

Tabel 2.126 Realisasi Pelaksanaan Transmigrasi Menurut Daerah Asal

di Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2009-2013 ... 241

Tabel 2.127 Angka Konsumsi Rumah Tangga Perkapita, Tahun

2010-2014 ... 242

Tabel 2.128 Jumlah Rumah Tangga Menurut Golongan Pengeluaran di

DIY, Tahun 2009-2013 ... 243

Tabel 2.129 Rata-rata Pengeluaran Perkapita Sebulan Menurut

Kelompok Komoditas di DIY Tahun 2010-2014 ... 243

Tabel 2.130 Pengeluaran Rata-rata Perkapita Sebulan Menurut

Kelompok Bukan Makanan di DIY Tahun 2010-2014 ... 244

Tabel 2.131 Nilai Tukar Petani Menurut Sub Sektor di DIY Tahun

2010-2014 ... 245

Tabel 2.132 Jumlah Load Factor dan Besaran Penerimaan Pendapatan

(19)

RKPD DIY Tahun 2016

~ xiv ~

Tabel 2.133 Jumlah Tindak Kejahatan Menurut Jenis Kasus di DIY

Tahun 2009-2013 ... 254

Tabel 2.134 Jumlah Demo di DIY Tahun 2008-2013 ... 255

Tabel 2.135 Rata-rata Lama Pengurusan Izin Tahun 2013 ... 256

Tabel 2.136 Jumlah Perda Yang Mendukung Iklim Usaha di DIY

Tahun 2013 ... 257

Tabel 2.137 Perkembangan Angkatan Kerja di DIY Berdasarkan

Tingkat Pendidikan, Tahun 2012-2014 ... 258

Tabel 2.138 Persentase Penduduk Menurut Kabupaten/Kota,

Kelompok Umur, dan Angka Ketergantungan di DIY,

Tahun 2013 ... 258

Tabel 2.139 Target dan Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU)

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2014 dan Tahun 2015 ... 260

Tabel 2.140 Evaluasi Hasil Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan

Daerah Tahun 2014 ... 264

Tabel 3.1 PDRB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 dan

Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2013-2016 ... 346

Tabel 3.2 Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota se DIY Tahun

2013-2016 (dalam %) ... 347

Tabel 3.3 Proyeksi Nilai PDRB ADHK 2000 DIY Tahun 2015-2017

(Juta Rupiah) ... 347

Tabel 3.4 Kontribusi PDRB Sektoral DIY Berdasarkan Lapangan

Usaha (Harga Konstan 2000), Tahun 2013-2017 (%) ... 348

Tabel 3.5 Laju Pertumbuhan PDRB Sektoral DIY Berdasarkan

Lapangan Usaha (Harga Konstan 2000) Tahun

2013-2017 (%) ... 350

Tabel 3.6 Tabel PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Tahun2013-2016

Menurut Penggunaan (dalam juta rupiah) ... 351

Tabel 3.7 PDRB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2013-2016

Menurut Penggunaan (dalam juta rupiah) ... 352

Tabel 3.8 Inflasi DIY Tahun 2013 dan Tahun 2014 ... 352

Tabel 3.9 Proyeksi Inflasi DIY, Tahun 2015-2016 (%) ... 354

Tabel 3.10 ICOR Kabupaten/Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta

dengan Pendekatan Investasi = PMTB + Perubahan

(20)

RKPD DIY Tahun 2016

~ xv ~

Tabel 3.11 ICOR Kabupaten/Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta

dengan Pendekatan Investasi = PMTB, Tahun 2010-2014356

Tabel 3.12 ICOR Sektoral Metode Standar Lag=0, Lag=1, Lag=2,

dengan Pendekatan Investasi = PMTB + Perubahan

Inventori, Tahun 2010-2014 ... 358

Tabel 3.13 ICOR di Provinsi Jabalnusra (Investasi = PMTB + ∆ Inventori), Tahun 2010-2014 ... 359

Tabel 3.14 ICOR di Provinsi Jabalnusra (Investasi = PMTB), Tahun 2010-2014 ... 359

Tabel 3.15 Proyeksi ICOR DIY Tahun 2015-2017 ... 361

Tabel 3.16 Angkatan Kerja DIY Tahun 2013 dan 2014 ... 362

Tabel 3.17 Proyeksi Ketenagakerjaan DIY Tahun 2015-2017 ... 365

Tabel 3.18 Proyeksi Persentase Penduduk Miskin Terhadap Penduduk di DIY Tahun 2015-2017 ... 368

Tabel 3.19 Indeks Williamson DIY Tahun 2013 dan 2014 ... 369

Tabel 3.20 Proyeksi Indeks Williamson DIY Tahun 2015-2017 ... 370

Tabel 3.21 Indeks Gini DIY Tahun 2013 dan 2014 ... 371

Tabel 3.22 Proyeksi Indeks Gini DIY Tahun 2015-2017 ... 372

Tabel 3.23 Proyeksi Pendapatan, Belanja, dan Pembiayaan Tahun 2014-2017 ... 373

Tabel 4.1 Interkoneksi Pendekatan Prioritas dan Sasaran Pembangunan DIY ... 397

Tabel 4.2 Interkoneksi Sasaran Nasional dan Pemda DIY Tahun 2016 ... 401

Tabel 4.3 Pendekatan Prioritas, Sasaran Pembangunan DIY dan Sasaran SKPD DIY ... 406

Tabel 4.4 Indikator Sasaran Pembangunan di Tiap SKPD DIY Tahun 2016 ... 420

Tabel 5.1 Arah Kegiatan Terkait Substansi Pokok Pikiran DPRD DIY Aspek Perikanan dan Kelautan ... 470

Tabel 5.2 Arah Kegiatan Terkait Substansi Pokok Pikiran DPRD DIY Aspek Pertanian dan Ketahanan Pangan ... 472

Tabel 5.3 Arah Kegiatan Terkait Substansi Pokok Pikiran DPRD DIY Aspek Kehutanan dan Perkebunan ... 476

(21)

RKPD DIY Tahun 2016

~ xvi ~

Tabel 5.5 Indeks Resiko Bencana DIY ... 502

Tabel 5.6 Pertimbangan Misi, Tujuan, Sasaran RPJMD Tahun

2012-2017 Terhadap Tematik Bidang Sarana dan Prasarana ... 526

Tabel 5.7 Target Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2016 ... 537

Tabel 5.8 Sasaran Nawa Cita Dalam Dimensi Pembangunan

Kewilayahan di DIY Tahun 2016 ... 538

Tabel 5.9 Indikasi Program Utama Lima Tahunan RTRW DIY Tahun

2009-2029 ... 555

Tabel 5.10 Tahapan Sasaran Pengembangan Pariwisata Daerah di

Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2012-2025 ... 569

Tabel 5.11 Jumlah Rumah Tangga Sasaran Tiap Kabupaten/Kota di

DIY Tahun 2014 ... 574

Tabel 5.12 Jumlah Rumah Tangga Sasaran Tiap Kecamatan di DIY

Tahun 2014 ... 574

Tabel 5.13 Target Penanganan Kemiskinan Berdasarkan RPJMN

Tahun 2015-2019 ... 576

Tabel 5.14 Kesepakatan Trilateral Desk Tingkat Provinsi Dalam

Bentuk BKK dan Belanja Langsung SKPD Tahun 2016 ... 582

Tabel 5.15 Sasaran, Program, dan SKPD Pengampu di Daerah

Istimewa Yogyakarta Tahun 2016 ... 588

Tabel 5.16 Usulan Masyarakat dalam Perencanaan Pembangunan

Tahun 2016 ... 603

Tabel 5.17 Rumusan Program Pembangunan dan Pagu Anggaran

Tahun 2016 (Non Keistimewaan dan Non DAK) ... 605

Tabel 5.18 Rumusan Program Pembangunan dan Pagu Anggaran

Tahun 2016 (Keistimewaan) ... 1137

Tabel 5.19 Rumusan Program Pembangunan dan Pagu Anggaran

Tahun 2016 (Dana Alokasi Khusus) ... 1167

(22)

RKPD DIY Tahun 2016

~ xvii ~

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Bagan Alir Perumusan Awal Prioritas dan Program

Pembangunan Daerah Pada Tahap Penyusunan RKPD ...6

Gambar 1.2 Bagan Alir Tahapan dan Tata Cara Penyusunan RKPD DIY

Sampai dengan Penyusunan APBD ...7

Gambar 1.3 Hubungan Perencanaan Pembangunan Nasional, Daerah,

dan SKPD ... 10

Gambar 1.4 Kerangka Pikir Penyusunan RKPD Tahun 2016 ... 11

Gambar 2.1 Komposisi Luas Wilayah DIY ... 17 Gambar 2.2 Peta Satuan Fisiografis DIY ... 21 Gambar 2.3 Peta Geologi DIY ... 24 Gambar 2.4 Klasifikasi Kondisi Tanah di DIY ... 25 Gambar 2.5 Peta Aliran Sungai DIY ... 26 Gambar 2.6 Peta Iklim di DIY ... 30 Gambar 2.7 Peta Pola Ruang DIY ... 33 Gambar 2.8 Peta Peruntukan Lahan DIY ... 34 Gambar 2.9 Peta Rawan Bencana DIY ... 40

Gambar 2.10 Perkembangan Jumlah Penduduk DIY Menurut Sensus

Penduduk Antar Sensus Tahun 1971-2010 ... 42

Gambar 2.11 Grafik Pertumbuhan Penduduk Kabupaten/Kota di DIY

Tahun 2012 ... 44

Gambar 2.12 Peta Kepadatan Penduduk di DIY ... 45

Gambar 2.13 Peta IPM di DIY ... 47

Gambar 2.14 Persentase Jumlah Penduduk Miskin DIY, 2009-2014... 49

Gambar 2.15 Indeks Keparahan Kemiskinan DIY, 2009-2014 ... 51

Gambar 2.16 Pertumbuhan PDRB DIY, Tahun 2009-2014 ... 52

(23)

RKPD DIY Tahun 2016

~ xviii ~

Gambar 2.18 Indeks Williamson DIY Tahun 2006-2014 ... 55

Gambar 2.19 Perkembangan Inflasi Tahunan Kota Yogyakarta dan

Nasional ... 58

Gambar 2.20 Representasi Masyarakat Belajar Baca di DIY ... 59

Gambar 2.21 Perkembangan Angka Melek Huruf DIY Tahun

2010-2013 ... 60

Gambar 2.22 Perkembangan Rata-rata Lama Sekolah (Tahun)

2010-2013 ... 61 Gambar 2.23 Anak Sekolah di DIY ... 62

Gambar 2.24 Perkembangan Angka Kematian Bayi di DIY Tahun

2011-2013 per 1.000 Kelahiran H ... 70

Gambar 2.25 Penyebab Kematian Ibu Tahun 2013 ... 71

Gambar 2.26 Perkembangan Angka Usia Harapan Hidup DIY Tahun

2008-2013 (dalam tahun) ... 73

Gambar 2.27 Perkembangan Prevalensi Balita Gizi Buruk DIY Tahun

2008-2013 (dalam %) ... 74 Gambar 2.28 Pagelaran Seni dan Budaya ... 75

Gambar 2.29 Tipikal Upacara Adat Merti Dusun ... 79

Gambar 2.30 Tipikal Festival Seni dan Budaya ... 84

Gambar 2.31 Tipikal Benda Cagar Budaya di DIY ... 87

Gambar 2.32 Museum Kayu Wanagama dan Museum Bahari ... 91

Gambar 2.33 Lokasi Youth Center Sebagai Percontohan Nasional ... 93

Gambar 2.34 Gelanggang Olah Raga Amongraga ... 93

Gambar 2.35 Pendidikan Anak Usia Dini di DIY ... 97

Gambar 2.36 Permukiman Padat di Kawasan Sungai Code ... 122

Gambar 2.37 Lalu Lintas di Yogyakarta ... 131 Gambar 2.38 Hutan Wonosadi DIY ... 138

Gambar 2.39 Grafik IPG Tahun 2010-2012 ... 146

Gambar 2.40 Grafik Perbandingan IPM dan IPG Tahun 2010-2012 ... 147

Gambar 2.41 Perkembangan TFR DIY ... 154

Gambar 2.42 Perkembangan Unmet Need DIY, Tahun 2010-2014 ... 156

(24)

RKPD DIY Tahun 2016

~ xix ~

Gambar 2.44 Grafik Penduduk Usia Kerja di DIY Menurut Jenis Kelamin

dan Kegiatan Tahun 2014 ... 165

Gambar 2.45 Grafik Tingkat Paritispasi Angkatan Kerja (TPAK) di DIY

Tahun 2010-2014 ... 168

Gambar 2.46 Perkembangan TPAK di DIY Menurut Jenis Kelamin Tahun

2012-2014 ... 169

Gambar 2.47 Grafik TPAK Menurut Kabupaten/Kota di DIY Tahun

2010-2013 ... 171

Gambar 2.48 Grafik Tingkat Pengangguran Terbuka di DIY dan

Nasional Tahun 2010-2014 (%) ... 172

Gambar 2.49 Grafik Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut

Kabupaten/Kota di DIY Tahun 2012-2014 ... 174

Gambar 2.50 Pengembangan UKM di DIY ... 178

Gambar 2.51 Persentase Realisasi Investasi Hingga Tahun 2012 Per

Kabupaten/Kota ... 180 Gambar 2.52 Festival Budaya di DIY ... 183

Gambar 2.53 Kejuaraan Taekwondo Dunia di DIY ... 188

Gambar 2.54 Pangan Lokal di DIY... 197

Gambar 2.55 Grafik Produksi Padi, Jagung, dan Ubi Kayu (Dalam Ton)

Tahun 2009-2014 ... 198

Gambar 2.56 Grafik Produksi Daging Sapi, Kambing, dan Domba

(Dalam Kilogram) Tahun 2009-2013 ... 199

Gambar 2.57 Grafik Produksi Telur Unggas Tahun 2010-2014 ... 200

Gambar 2.58 Grafik Produksi Daging Ayam Tahun 2010-2014 ... 200

Gambar 2.59 Grafik Jumlah Energi di DIY Tahun 2010-2014 ... 201

Gambar 2.60 Grafik Ketersediaan Protein di DIY Tahun 2010-2014 ... 202

Gambar 2.61 Grafik Jumlah Desa Rawan Pangan Tahun 2010-2014 .... 203

Gambar 2.62 Grafik Perkembangan Konsumsi Energi Penduduk di DIY

(Kkal/Kapita/Hari) Tahun 2010-2014 ... 204

Gambar 2.63 Perkembangan Konsumsi Protein Penduduk DIY

(Gram/Kapita/Hari) Tahun 2010-2014 ... 205

Gambar 2.64 Grafik Skor Pola Pangan Harapan di DIY Tahun

(25)

RKPD DIY Tahun 2016

~ xx ~

Gambar 2.66 GIS Perpustakaan DIY ... 219 Gambar 2.67 Aplikasi Jogja Library For All ... 220

Gambar 2.68 Jogja Library Center di Ruas Jalan Malioboro Nomor 175 221

Gambar 2.69 Perpustakaan Jogja Expo Center ... 222

Gambar 2.70 Grafik Luas Sawah di DIY Tahun 2010-2014 ... 224

Gambar 2.71 Grafik Produktivitas Padi, Jagung, Kedelai, dan Ubi Kayu

di DIY Tahun 2010-2014 ... 225

Gambar 2.72 Grafik Popolasi Sapi Potong, Kambing, Domba di DIY

(Dalam Satuan Ekor) Tahun 2010-2014 ... 226

Gambar 2.73 Grafik Populasi Unggas di DIY (Dalam Satuan Ekor)

Tahun 2010-2014 ... 227

Gambar 2.74 Perkembangan Jumlah Wisatawan di DIY ... 232

Gambar 2.75 Perkembangan Jumlah Wisatawan di DIY ... 233

Gambar 2.76 Sebaran Pengunjung ODTW di Kabupaten/Kota ... 234

Gambar 2.77 Tingkat Ketersediaan Ikan di DIY (Kg/Kapita/Tahun),

Tahun 2010-2014 ... 235

Gambar 2.78 Produksi Perikanan Tangkap dan Budidaya DIY (Ton),

Tahun 2010-2014 ... 236

Gambar 2.79 Grafik Nilai Tukar Petani di DIY, Tahun 2010-214 ... 245

Gambar 2.80 Konsep Buy The Service ... 246 Gambar 2.81 Layanan TransJogja di DIY ... 247

Gambar 2.82 Skema Jaringan Fiber Optik Mandiri Pemerintah DIY ... 249

Gambar 2.83 Jumlah Layanan Pengolahan Air Limbah Terpusat Per

Kecamatan ... 250 Gambar 2.84 IPAL Sewon Bantul ... 250

Gambar 2.85 Peta Layanan Limbah Lateral Per Kecamatan di KPY ... 251

Gambar 2.86 Skematik SPAM Regional Sistem Bantar dan Kebonagung

DIY ... 252

Gambar 3.1 Grafik Perkembangan Inflasi DIY dan Nasional Tahun

2008-2017 ... 353

Gambar 3.2 Grafik Laju Pertumbuhan Ekonomi dan ICOR DIY, Tahun

2001-2014 ... 355

(26)

RKPD DIY Tahun 2016

~ xxi ~

Gambar 3.4 Grafik Jumlah Penduduk dan Proyeksi Penduduk yang

Bekerja di DIY tahun 2008-2017 ... 363

Gambar 3.5 Grafik Pengangguran Terbuka di DIY tahun 2008-2017 . 364

Gambar 3.6 Grafik Jumlah Angkatan Kerja di DIY tahun 2008-2017 . 364

Gambar 3.7 Grafik Jumlah Penduduk Miskin dan Tingkat Kemiskinan

di DIY Tahun 2011-2014 ... 366

Gambar 3.8 Grafik Perbandingan Tingkat Kemiskinan di DIY dan

Nasional Tahun 2009-2014 ... 367

Gambar 3.9 Grafik Persentase Penduduk Miskin Terhadap Penduduk

DIY Tahun 2008-2017 ... 368

Gambar 3.10 Grafik Hasil Perhitungan Angka Proyeksi Indeks

Willamson di DIY Tahun 2008-2017... 370

Gambar 3.11 Grafik Indeks Gini di DIY Tahun 2008-2017 ... 372

Gambar 4.1 Posisi Dokumen RKPD Tahun 2016 Terhadap RPJPD

Tahun 2005-2025 dan RPJMD Tahun 2012-2017 ... 386

Gambar 4.2 Posisi Dokumen RKPD Tahun 2016 Terhadap Indikasi

Tema RPJMD Tahun 2012-2017 ... 387

Gambar 4.3 Posisi Tema Pembangunan di Daerah Istimewa Yogyakarta

Terhadap Nasional dan Renaissance DIY ... 393

Gambar 4.4 Skema Perencanaan Kewilayahan dan Fokus Trilateral ... 432

Gambar 5.1 Alur Pikir Perencanaan Pembangunan Keistimewaan

Tahun 2016 ... 494

Gambar 5.2 Alur Pikir Perencanaan Pembangunan Keistimewaan

Tahun 2016 ... 495 Gambar 5.3 Sangkan Paraning Dumadi... 496

Gambar 5.4 Hamemayu Hayuning Bawana ... 497

Gambar 5.5 Manunggaling Kawulo Gusti ... 498

Gambar 5.6 Tematik Reformasi Birokrasi ... 501

Gambar 5.7 Sistem Penanggulangan Bencana ... 502

Gambar 5.8 Sistem Penanggulangan Bencana ... 505

Gambar 5.9 Skema Peningkatan Daya Saing Pendidikan ... 506

Gambar 5.10 Konsep Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2016 ... 508

Gambar 5.11 Konsep Penterpaduan Data Kemiskinan ... 508

(27)

RKPD DIY Tahun 2016

~ xxii ~

Gambar 5.13 Model Pendampingan Kluster ... 510 Gambar 5.14 Model Pendampingan Kluster ... 511

Gambar 5.15 Arah Program Penanggulangan Kemiskinan ... 512

Gambar 5.16 Pertumbuhan Ekonomi DIY dan Rata-rata Nasional ... 513

Gambar 5.17 Distribusi PDRB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2014 .. 514

Gambar 5.18 Distribusi PDRB Menurut Penggunaan Tahun 2014 ... 515

Gambar 5.19 Perkembangan PDRB Sektor Dominan di DIY ... 516

Gambar 5.20 Perkembangan PDRB Sektor Dominan di DIY ... 517

Gambar 5.21 Kondisi Investasi di Daerah Istimewa Yogyakarta ... 518

Gambar 5.22 Nilai Tukar Petani di Daerah Istimewa Yogyakarta ... 519

Gambar 5.23 Perkembangan MEA dalam Mendukung Perencanaan

Tahun 2016 ... 520

Gambar 5.24 Skema Optimalisasi Diversifikasi Produk Lokal Berkualitas521

Gambar 5.25 Skema Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Lokal ... 522

Gambar 5.26 Skema Peningkatan Produk Pangan Strategis ... 523

Gambar 5.27 Skema Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

Berkelanjutan ... 524 Gambar 5.28 Skema Pemerataan Investasi ... 525

Gambar 5.29 Skema Investasi dengan Tetap Memperhatikan Kawasan

Lindung Dalam Mendukung Keberlanjutan Ekologi ... 526

Gambar 5.30 Tracking Pengembangan Jalur Jalan Lintas Selatan di DIY 528

Gambar 5.31 Implementasi JJLS Tahun 2015 dan Pengembangan JJLS

Tahun 2016 ... 529

Gambar 5.32 Tracking Pengembangan Jalur Jalan Lintas Selatan di DIY 529

Gambar 5.33 Tracking Pengembangan Ruas Jalan Inspeksi Pada Selokan

Mataram ... 530

Gambar 5.34 Layanan TransJogja di Bandar Udara Adi Sucipto ... 532

Gambar 5.35 Tipikal Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Melalui

Perambuan dan Pemarkaan di Kawasan Malioboro ... 532

Gambar 5.36 Lokasi Park and Ride di Bandar Udara Adi Sucipto ... 533

Gambar 5.37 Ekosistem Sungai dan DAS dari Hulu Ke Hilir ... 535

(28)

RKPD DIY Tahun 2016

~ xxiii ~

Gambar 5.39 Peta Infrastruktur Prioritas Daerah Istimewa Yogyakarta

Tahun 2016 ... 542

Gambar 5.40 Kecamatan Prioritas Penanganan Kemiskinan di DIY

Tahun 2016 ... 575

Gambar 5.41 Grafik Target Penanganan Kemiskinan Pada RPJMN Tahun

2015-2019 ... 576

Gambar 5.42 Pemanasan Global Akibat Pengaruh Emisi Gas Rumah

Kaca ... 579

Gambar 5.43 Interkoneksi Alur Perencanaan Pembangunan Tahun

(29)
(30)

RKPD DIY Tahun 2016

~ 1 ~

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat Pemerintah Daerah selalu berupaya mencapai tujuan tersebut dengan tidak meninggalkan tujuan yang akan dicapai dimasa datang. Upaya tersebut semata-mata ditujukan untuk mewujudkan kondisi daerah dan rakyatnya dalam kondisi lebih baik dibandingkan masa lalu dan sekarang. Upaya tersebut dilaksanakan dalam proses yang disebut pembangunan. Secara umum, Pembangunan daerah adalah pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang nyata, baik dalam aspek pendapatan, kesempatan kerja, lapangan berusaha, akses terhadap

pengambilan kebijakan, berdaya saing, maupun peningkatan

pembangunan manusia. Secara khusus dalam konteks Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pembangunan yang dilaksanakan setiap tahunnya ditujukan untuk mencapai visi DIY yang telah dituangkan dalam dokumen resmi perencanaan pembangunan yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta pada Tahun 2025 sebagai Pusat Pendidikan, Budaya dan Daerah Tujuan Wisata Terkemuka di Asia Tenggara dalam lingkungan Masyarakat yang Maju, Mandiri dan Sejahtera”.

(31)

RKPD DIY Tahun 2016

~ 2 ~

dan prospek-prospek perkembangan terkait keadaan daerah dan masyarakat baik di lingkungan internal dan eksternal; 3) Merumuskan tujuan dan kebijakan pembangunan daerah sesuai dengan arahan perencanaan pada tahap di atasnya dan 4) Menyusun konsep strategi bagi pemecahan masalah melalui penentuan program dan kegiatan pembangunan.

Perencanaan yang dilaksanakan untuk dasar pembangunan tahunan dituangkan dalam dokumen yang telah diamanatkan oleh tata aturan yang berlaku secara nasional yaitu Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). RKPD merupakan penjabaran RPJMD untuk jangka waktu 1 (satu) tahun, memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan daerah, rencana kerja dan pendanaannya dengan mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah (RKP).

Secara umum dalam proses pembangunan, RKPD merupakan acuan bagi daerah dalam menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD), dengan demikian Kepala daerah dan DPRD dalam menentukan Kebijakan Umum APBD (KUA), serta penentuan Prioritas dan Pagu Anggaran. KUA dan PPAS yang telah disepakati selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam proses penyusunan APBD.

Lebih lanjut, RKPD mempunyai kedudukan yang strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah mengingat beberapa hal sebagai berikut:

1. RKPD merupakan dokumen yang secara substansial merupakan

penerjemahan dan penjabaran dari visi, misi dan program kepala daerah yang ditetapkan dalam RPJMD kedalam program dan kegiatan pembangunan tahunan daerah.

2. RKPD memuat arahan operasional pelaksanaan program dan kegiatan

pembangunan tahunan bagi seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dalam menyusun Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja-SKPD).

3. RKPD merupakan acuan Kepala Daerah dan DPRD dalam menentukan

Kebijakan Umum APBD dan penentuan prioritas serta pagu anggaran sementara yang selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

4. RKPD merupakan salah satu instrumen evaluasi kinerja

penyelenggaraan pemerintahan daerah. Melalui evaluasi terhadap pelaksanaan RKPD ini dapat diketahui sampai sejauh mana capaian kinerja RPJMD sebagai wujud dari kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah hingga tahun berkenaan.

(32)

RKPD DIY Tahun 2016

~ 3 ~

memberikan perhatian dan daya upaya optimal sejak awal tahapan penyusunan hingga penetapan dokumen RKPD agar dapat menghasilkan dokumen RKPD yang berkualitas. Berkualitas dalam hal ini berarti dapat memberikan acuan yang efektif bagi pembangunan serta memenuhi kriteria sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Karakter RKPD yang berkualitas dimaknai dengan RKPD yang memenuhi kriteria antara lain:

1. Disusun berdasarkan evaluasi pelaksanaan RKPD tahun sebelumnya.

2. Program prioritas dalam RKPD harus sesuai dengan program prioritas

sebagaimana tercantum dalam dokumen RPJMD pada tahun berkenaan.

3. Program dan kegiatan prioritas dalam RKPD harus konsisten dengan

program dan kegiatan yang disepakati oleh seluruh pemangku kepentingan dalam forum Musrenbang.

4. Program dan kegiatan prioritas dalam RKPD harus dilengkapi dengan

indikator kinerja hasil (outcome) untuk program dan indikator kinerja keluaran (output) untuk kegiatan, yang bersifat realistis dan terukur.

5. Program dan kegiatan dalam RKPD harus dilengkapi dengan

pendanaan yang menunjukkan prakiraan maju.

Sementara itu RKPD disusun melalui proses panjang selama kurang lebih 4 (empat) bulan dengan tahapan sebagai berikut:

1. Persiapan penyusunan RKPD.

Pada tahap persiapan ini serangkaian aktivitas yang dilakukan meliputi:

a. Penyusunan rancangan keputusan kepala daerah tentang

pembentukan tim penyusun RKPD;

b. Orientasi mengenai RKPD oleh tim penyusun RKPD;

c. Penyusunan agenda kerja tim penyusun RKPD;

d. Penyiapan data dan informasi perencanaan pembangunan daerah.

2. Penyusunan rancangan awal RKPD.

Pada tahap penyusunan rancangan awal RKPD aktivitas yang dilakukan terdiri atas perumusan dan penyajian rancangan awal RKPD.

(33)

RKPD DIY Tahun 2016

~ 4 ~

Dilakukan melalui serangkaian kegiatan berikut:

1) Pengolahan data dan informasi.

2) Analisis gambaran umum kondisi daerah.

3) Analisis ekonomi dan keuangan daerah.

4) Evaluasi kinerja tahun lalu.

5) Penelaahan terhadap kabijakan pemerintah nasional.

6) Penelaahan pokok-pokok pikiran DPRD DIY.

7) Perumusan permasalahan pembangunan DIY.

8) Perumusan rancangan kerangka ekonomi dan kebijakan

keuangan daerah.

9) Perumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah beserta

pagu indikatif.

10) Perumusan program prioritas beserta pagu indikatif.

11) Pelaksanaan forum konsultasi publik.

12) Penyelarasan rencana program prioritas daerah beserta pagu

indikatif.

b. Penyajian rancangan awal RKPD.

Rancangan awal RKPD disajikan dengan sistematika paling sedikit sebagai berikut:

1) Pendahuluan.

2) Evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu.

3) Rancangan kerangka ekonomi daerah beserta kerangka

pendanaan.

4) Prioritas dan sasaran pembangunan.

5) Rencana program prioritas daerah.

3. Penyusunan rancangan RKPD.

(34)

RKPD DIY Tahun 2016

~ 5 ~

4. Pelaksanaan musrenbang RKPD.

Musrenbang RKPD dalam pelaksanaannya dilakukan penggabungan antara pelaksanaan musrenbang dengan pelaksanaan Forum SKPD. Selain itu juga diadakan kesepakatan bersama antara SKPD, Bappeda

DIY dan Bappeda Kabupaten-kota mengenai kegiatan sharing dengan

mekanisme kesepakatan Trilateral Desk. Proses dan tahapan pelaksanaan yang cukup banyak serta panjang dilaksanakan untuk penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepakatan terhadap

rancangan RKPD. Penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan

kesepakatan sebagaimana dimaksud, mencakup:

a. Program dan kegiatan prioritas pembangunan daerah DIY dengan

arah kebijakan, prioritas dan sasaran pembangunan nasional serta usulan program dan kegiatan hasil musrenbang kabupaten/kota.

b. Usulan program dan kegiatan yang telah disampaikan masyarakat

kepada pemerintah daerah DIY pada musrenbang RKPD kabupaten/kota dan/atau sebelum musrenbang RKPD DIY dilaksanakan.

c. Indikator dan target kinerja program dan kegiatan pembangunan

DIY.

d. Prioritas pembangunan daerah serta rencana kerja dan pendanaan.

e. Sinergi dengan RKP.

5. Perumusan rancangan akhir RKPD.

Berita acara hasil kesepakatan musrenbang RKPD dijadikan sebagai bahan penyusunan rancangan akhir RKPD.

6. Penetapan RKPD.

RKPD ditetapkan dengan Peraturan Gubernur setelah RKP ditetapkan, hal ini diharapkan agar terjadi keselarasan antara perencanaan ditingkat pusat dengan daerah.

(35)

RKPD DIY Tahun 2016

~ 6 ~

Indikasi Program Prioritas th..(n) Arah Kebijakan Pembangunan Lima Tahunan Periode ..(N)

Penyusunan Renja-SKPD RKP

PENYELENGGARAAN MUSRENBANG RKPD

Prioritas (Program) Pembangunan Nasional th..(n)

Rancangan Prioritas Program & Kegiatan

Prioritas Pemb., Program, &

Kegiatan th …(n) RPJMD

RPJPD

Renstra SKPD

Program & Kegiatan th..(n)

Prioritas Program & Kegiatan th …(n)

Rancangan Prioritas Program & Kegiatan Review prioritas

dan target program RPJMD

Telaahan kebijakan nasional

Perumusan prioritas dan sasaran pembangunan

Pelaksanaan Forum Konsultasi

Publik Penyusunan Ranc.

Awal RKPD

Review hasil evaluasi RKPD

tahun lalu

Sumber : Permendagri 54 Tahun 2010

Gambar 1.1 Bagan Alir Perumusan Awal Prioritas dan Program Pembangunan Daerah Pada Tahap Penyusunan RKPD

RKPD disusun berpedoman pada RPJMD dan mengacu pada RPJMN. Berpedoman pada RPJMD dilakukan melalui penyelarasan:

1. Prioritas dan sasaran pembangunan tahunan daerah DIY dengan

program pembangunan daerah yang ditetapkan dalam RPJMD DIY.

2. Rencana program serta kegiatan prioritas tahunan daerah DIY dengan

(36)

RKPD DIY Tahun 2016

~ 7 ~

Sumber : Permendagri 54 Tahun 2010

Gambar 1.2 Bagan Alir Tahapan dan Tata Cara Penyusunan RKPD DIY Sampai dengan Penyusunan APBD

1.2 Dasar Hukum Penyusunan

Penyusunan RKPD DIY Tahun 2016 didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu:

1. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah

Istimewa Yogyakarta (Berita Negara Republik Indonesia 1950 Nomor 3) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1955 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 3 jo. Nomor 19 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta;

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan

Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana

(37)

RKPD DIY Tahun 2016

~ 8 ~

Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);

5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah

Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan (Lembaran Negara Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5679);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1950 tentang Berlakunya

Undang-undang Nomor 2, 3, 10 dan 11 Tahun 1950 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 58);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja

Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara

Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara

Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 97, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata

Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);

11. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 3);

12. Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2015 tentang Rencana Kerja

Pemerintah Tahun 2016 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 137);

13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang

(38)

RKPD DIY Tahun 2016

~ 9 ~

14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 72 Tahun

2013 tentang Pedoman Pembangunan Wilayah Terpadu (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 1563);

15. Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 5

Tahun 2005 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah dan Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah, (Lembaran Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogykarta Tahun 2005 Nomor 3 Seri E) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 3 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Nomor 5 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah dan Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2009 Nomor 3),

16. Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 7

Tahun 2007 tentang Urusan Pemerintahan yang menjadi Kewenangan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Lembaran Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2007 Nomor 7);

17. Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 2

Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2009 Nomor 2);

18. Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 6 Tahun 2013

tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2012-2017 sebagaimana diubah dengan Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 8 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 6 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2012-2017 (Lembaran Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2014 Nomor 8);

19. Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 10 Tahun 2014

tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun Anggaran 2015 (Lembaran Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2013 Nomor 11);

20. Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 30 Tahun

2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Program/Kegiatan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Berita Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2006 Nomor 30);

21. Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 69 Tahun

(39)

RKPD DIY Tahun 2016

~ 10 ~

Pembangunan dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Berita Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2013 Nomor 69);

22. Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 104 Tahun

2014 tentang Perubahan Atas Target Pencapaian Sasaran Tahunan Kebijakan Umum dan Program Pembangunan Serta Indikator Kinerja Utama Gubernur Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2012-2017 (Berita Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2014 Nomor 104);

23. Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 106 Tahun

2014 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2015 (Berita Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2014 Nomor 106).

1.3 Hubungan Antar Dokumen

1.3.1 Hubungan Antar Dokumen Perencanaan

Perencanaan pembangunan daerah merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional. Ruang lingkup perencanaan pembangunan daerah meliputi tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah, yang terdiri atas RPJPD, RPJMD, Renstra SKPD, RKPD, dan Renja SKPD. Perencanaan pembangunan daerah juga mengintegrasikan rencana tata ruang dengan rencana pembangunan daerah. Skema hubungan antara dokumen di tiap tingkat pemerintahan disajikan pada Gambar berikut ini.

Sumber : Permendagri 54 Tahun 2010

(40)

RKPD DIY Tahun 2016

~ 11 ~

Perencanaan pembangunan daerah dilakukan pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan berdasarkan peran dan kewenangan masing-masing, selain itu juga dilaksanakan berdasarkan kondisi dan potensi yang dimiliki daerah, sesuai dinamika perkembangan daerah dan nasional.

1.3.2 Kerangka Pikir Penyusunan RKPD Tahun 2016

Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2016 dilaksanakan dengan beberapa agenda kegiatan yang disusun, sebagai berikut :

Gambar 1.4 Kerangka Pikir Penyusunan RKPD Tahun 2016

Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) di Daerah Istimewa Yogyakarta disusun dengan 4 (empat) agenda pembahasan substansi, yaitu :

1. Penyusunan Rancangan Awal RKPD

(41)

RKPD DIY Tahun 2016

~ 12 ~

(rancangan teknokratis) RKPD yang dikonsultasikan kemudian dengan public melalui Forum Konsultasi Publik.

2. Penyusunan Rancangan RKPD

Pada proses penyusunan Rancangan RKPD disusun berdasarkan masukan dari hasil pelaksanaan Konsultasi Publik dan masukan pokok-pokok pikiran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta, serta rancangan program/kegiatan SKPD DIY. Produk Rancangan RKPD tersebut selanjutnya akan menjadi masukan didalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) di Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2015.

3. Penyusunan Rancangan Akhir RKPD

Rancangan akhir RKPD merupakan bagian dari rumusan finalisasi Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2016. Produk rancangan akhir RKPD disusun mengacu dari hasil pelaksanaan forum-forum yang diselenggarakan sebagai bagian dari rangkauian proses Musrenbang DIY dan sudah memuat hasil kesepakatan

pembahasan substansi termasuk didalamnya rumusan

program/kegiatan pembangunan di DIY;

4. Penetapan RKPD

Penetapan RKPD ditetapkan dengan Peraturan Gubernur DIY dan sudah mengacu dokumen Rencana Kerja Pemerintah (Pusat) Tahun 2016.

1.4 Sistematika Dokumen RKPD

RKPD disajikan dengan sistematika sebagai berikut:

1. Bab I Pendahuluan.

Berisi gambaran umum penyusunan RKPD yang meliputi latar belakang, dasar hukum penyusunan, hubungan antar dokumen, sistematika dokumen RKPD, serta maksud dan tujuan penyusunan RKPD agar substansi pada bab-bab berikutnya dapat dipahami dengan baik.

2. Bab II Evaluasi Pelaksanaan RKPD Tahun Lalu dan Capaian Kinerja

Penyelenggaraan Pemerintahan.

Bab ini menguraikan tentang gambaran umum kondisi daerah, evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan RKPD sampai tahun berjalan dan realisasi RPJMD, serta permasalahan pembangunan daerah.

3. Bab III Rancangan Kerangka Ekonomi Daerah dan Kebijakan

(42)

RKPD DIY Tahun 2016

~ 13 ~

Memuat penjelasan tentang kondisi ekonomi tahun lalu dan perkiraan tahun berjalan, yang antara lain mencakup indikator pertumbuhan ekonomi daerah, sumber-sumber pendapatan dan kebijakan pemerintah daerah yang diperlukan dalam pembangunan perekonomian daerah meliputi pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah.

4. Bab IV Tema, Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah.

Mengemukakan secara eksplisit perumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah berdasarkan hasil analisis terhadap hasil evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu dan capaian kinerja yang direncanakan dalam RPJMD, identifikasi isu strategis dan masalah mendesak ditingkat daerah dan nasional, rancangan kerangka ekonomi daerah beserta kerangka pendanaan.

5. Bab V Rencana Program dan Kegiatan Prioritas Daerah.

Mengemukakan secara eksplisit rencana program dan kegiatan prioritas daerah yang disusun berdasarkan evaluasi pembangunan tahunan, kedudukan tahun rencana (RKPD) dan capaian kinerja yang direncanakan dalam RPJMD.

6. Bab VI Penutup

Memuat kesimpulan dari dokumen Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2016 di Daerah Istimewa Yogyakarta.

1.5 Maksud dan Tujuan

RKPD yang memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, program prioritas pembangunan daerah, rencana kerja, pendanaan dan prakiraan maju, adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun yang disusun dimaksudkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki guna peningkatan kesejahteraan masyarakat yang nyata, baik dalam aspek pendapatan, kesempatan kerja, lapangan berusaha, akses terhadap pengambilan kebijakan, berdaya saing, maupun peningkatan indeks pembangunan manusia dalam kurun waktu 1 (satu) tahun ke depan.

(43)
(44)

RKPD DIY Tahun 2016

~ 15 ~

BAB 2

EVALUASI PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN

CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN

PEMERINTAHAN

2.1 Aspek Geografi dan Demografi

2.1.1 Karakteristik Lokasi dan Wilayah

Daerah Istimewa Yogyakarta, selanjutnya disebut DIY adalah daerah provinsi yang mempunyai keistimewaan dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu provinsi dari 33 provinsi di wilayah Indonesia dan terletak di pulau Jawa bagian tengah.

2.1.1.1 Luas dan Batas Wilayah Administrasi

DIY secara astronomis terletak antara 7º33’-8º12’ Lintang Selatan dan

110º00’-110º50’ Bujur Timur. Sementara itu dilihat dari posisi

geostrategis, DIY terletak dibagian tengah Pulau Jawa Bagian Selatan.Luas wilayah DIY adalah 3.185,80 km² atau 0,17% dari luas Indonesia (1.860.359,67 km²) dan merupakan wilayah dengan luas terkecil setelah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. DIY memiliki batas-batas :

a. Sebelah utara dengan Kabupaten Magelang dan Kabupaten Boyolali

Provinsi Jawa Tengah;

b. Sebelah timur dengan Kabupaten Klaten dan Kabupaten Wonogiri

Provinsi Jawa Tengah;

c. Sebelah selatan dengan Samudera Hindia;dan

(45)

RKPD DIY Tahun 2016

(46)

RKPD DIY Tahun 2016

~ 17 ~

Wilayah di DIY yang terluas adalah Kabupaten Gunungkidul, yaitu meliputi 46,63% dari luas DIY sedangkan wilayah terkecil adalah Kota Yogyakarta, yaitu sebesar 1,02% dengan rincian pembagian proporsi luas wilayah seperti ditunjukkan pada gambar sebagai berikut:

Sumber : DIY Dalam Angka, Tahun 2014

Gambar 2.1 Komposisi Luas Wilayah DIY

Secara administratif, DIY terdiri atas empat kabupaten dan satu kota dengan 78 kecamatan dan 438 desa/kelurahan, dengan perincian:

Tabel 2.1 Pembagian Wilayah DIY Menurut Kabupaten/Kota Tahun

2012

Kabupaten/Kota Ibukota Kecamatan Kelurahan/Desa

Kulonprogo Wates 12 88

Bantul Bantul 17 75

Gunungkidul Wonosari 18 144

Sleman Sleman 17 86

Kota Yogyakarta Yogyakarta 14 45

DIY Yogyakarta 78 438

Sumber : DIY Dalam Angka, Tahun 2014

2.1.1.2 Letak dan Kondisi Geografis

(47)

RKPD DIY Tahun 2016

~ 18 ~

Tabel 2.2 Jumlah Desa Menurut Kabupaten/Kota dan Letak Geografis

Kabupaten/Kota Pesisir Bukan Pesisir Jumlah

Lembah/ Daerah

Aliran Sungai

Lereng/ Punggung

Bukit

Dataran

Kulon Progo 10 - 22 56 88

Bantul 5 - 11 59 75

Gunungkidul 18 - 56 70 144

Sleman - - 11 75 86

Yogyakarta - - - 45 45

DIY 33 0 100 305 438

Sumber : DIY Dalam Angka, Tahun 2014

Ditinjau dari posisi geostrategis, DIY terletak dibagian tengah Pulau Jawa bagian Selatan, hal ini menjadikan DIY berbatasan langsung dengan Samudra Indonesia yang kaya akan sumberdaya laut dan menjadikan DIY memiliki wilayah berupa kepulauan. DIY memiliki 28 pulau yang masuk dalam wilayah Kabupaten Gunungkidul yang tersebar pada lima kecamatan, yaitu Purwosari, Panggang, Tanjungsari, Tepus, dan Girisubo. Daftar pulau di wilayah DIY tersebut disajikan seperti dalam Tabel berikut ini.

Tabel 2.3 Pulau-Pulau di Wilayah Kabupaten Gunungkidul DIY

No Kecamatan Desa Nama Pulau

1 Purwosari Giricahyo Gunungsemar

2 Panggang Giriwungu Payung

3 Tanjungsari Kemadang Ngrawe

Jumpina Lawang

Banjarejo Drini

Ngestirejo Watupayungsiratan

4 Tepus Sidoharjo Watulawang

Tepus Timang

Purwodadi Ngondo

Watupayungsiyung Watupanjang Watunglambor Watuganten Lor Watuganten Kidul Watubebek

5 Girisubo Jepitu Watutogog

(48)

RKPD DIY Tahun 2016

~ 19 ~

No Kecamatan Desa Nama Pulau

Ngusalan

Tileng Kalong

Amben

Pucung Watugrek

Songbanyu Gungunggandul

Godeg Baron Layar Krokoh

2.1.1.3 Topografi

Topografi umumnya menampilkan relief permukaan, model tiga dimensi, dan identitas jenis lahan. Relief adalah bentuk permukaan suatu lahan yang dikelompokkan atau ditentukan berdasarkan perbedaan ketinggian (amplitude) dari permukaan bumi (bidang datar) suatu bentuk bentang lahan (landform). Sedang topografi secara kualitatif adalah bentang lahan (landform) dan secara kuantitatif dinyatakan dalam satuan kelas lereng (% atau derajat), arah lereng, panjang lereng dan bentuk lereng.

Topografi DIY dibagi menjadi kemiringan lahan dan ketinggian lahan. Penjabarannya adalah sebagai berikut :

a. Kemiringan lahan

Menurut data dari Badan Pertanahan Nasional DIY, kemiringan lahan di DIY dikelompokkan menjadi empat bagian, yaitu lahan dengan

kemiringan 0-2% seluas 1.223,47 km2, lahan dengan kemiringan

3-15% seluas 767,46 km2, lahan dengan kemiringan 16-40% seluas

806,17 km2, dan lahan dengan kemiringan lebih dari 40% seluas

388,21 km2.

b. Ketinggian lahan

Luas wilayah sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, secara umum terbagi kedalam beberapa karakter topografis. Sebagian besar dari luas wilayah DIY, yaitu sebesar 65,65% wilayah terletak pada ketinggian

antara 100—499 m dpl, 28,84% wilayah dengan ketinggian kurang

dari 100 m dpl, 5,04% wilayah dengan ketinggian antara 500—999 m

dpl, dan 0,47% wilayah dengan ketinggian di atas 1000 m dpl.

(49)

RKPD DIY Tahun 2016

~ 20 ~

 Satuan Pegunungan Selatan, seluas ± 1.656,25 km², ketinggian

150–700 m, terletak di Kabupaten Gunungkidul, yang merupakan

wilayah perbukitan batu gamping (limestone) yang kritis, tandus, dan selalu kekurangan air. Pada bagian tengah berupa dataran Wonosari basin. Wilayah ini merupakan bentang alam solusional dengan bahan batuan induk batu gamping, yang mempunyai karakteristik lapisan tanah dangkal dan vegetasi penutup yang relatif jarang;

 Satuan Gunung Berapi Merapi, seluas ± 582,81 km², ketinggian

80–2.911m, terbentang mulai dari kerucut gunung api hingga

dataran fluvial Gunung Merapi, meliputi daerah Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan sebagian Kabupaten Bantul, serta termasuk bentang alam vulkanik. Daerah kerucut dan lereng Gunung Merapi merupakan hutan lindung dan sebagai kawasan resapan air;

 Dataran rendah antara Pegunungan Selatan dan Pegunungan Kulon

Progo seluas ± 215,62 km², ketinggian 0–80 m, merupakan bentang

alam fluvial yang didominasi oleh dataran Alluvial. Membentang di bagian selatan DIY mulai Kabupaten Kulon Progo sampai Kabupaten Bantul yang berbatasan dengan Pegunungan Seribu. Daerah ini merupakan wilayah yang subur. Bentang alam lain yang belum digunakan adalah bentang alam marine dan aeolin yang merupakan satuan wilayah pantai yang terbentang dari Kabupaten Kulon Progo sampai Bantul. Khusus Pantai Parangtritis, terkenal dengan laboratorium alamnya berupa gumuk pasir;

 Pegunungan Kulon Progo dan Dataran Rendah Selatan seluas ±

706,25 km², ketinggian 0–572 m, terletak di Kabupaten Kulon

(50)

RKPD DIY Tahun 2016

~ 21 ~

Sumber :Bappeda DIY, Tahun 2014

Gambar 2.2 Peta Satuan Fisiografis DIY

2.1.1.4 Geologi

Informasi geologi DIY diperoleh dari Peta Geologi DIY skala 1:100.000 tahun 1977. Formasi DIY terdiri dari Aluvium (Qa), Formasi Gunungapi Merapi (Qvm), Endapan Vulkanik Merapi Muda (Qmi), Endapan Vulkanik Merapi Tua (Qmo), Formasi Kepek (Tmpk), Formasi Wonosari - Punung (Tmwl), Formasi Sentolo (Tmps), Formasi Oyo (Tmo), Formasi Wuni (Tmw), Formasi Sambipitu (Tmss), Formasi Semilir (Tms), Formasi Nglanggran (Tmng), Formasi Kebo-Butak (Tomk), dan Formasi Mandalika (Towm). Daerah ini mempunyai struktur geologi lipatan dan patahan. Lipatan terdiri dari antiklin dan sinklin terdapat pada Formasi Semilir (Tms), Formasi Oya (Tmo), Formasi Wonosari-Punung (Tmwl) dan Formasi Kepek (Tmpk).

Patahan berupa sesar turun dengan pola antithetic fault block, terdapat

antara lain pada terban Bantul.

a. Aluvium (Qa)

(51)

RKPD DIY Tahun 2016

~ 22 ~

bahan endapan lempung, lumpur, lanau, pasir, kerikil, kerakal, dan berangkal.

Wilayah ini mempunyai topografi datar-hampir datar, sehingga merupakan lahan yang baik untuk permukiman dan pertanian.

b. Formasi Gunungapi Merapi (Qvm)

Formasi ini tersusun dari breksi vulkan, lava, dan tuf sebagai hasil endapan lahar Gunung Merapi yang masih aktif sampai kini. Aktivitas Gunungapi diperkirakan mulai Plestosen Akhir, terdapat di sekitar daerah Kaliurang.

c. Formasi Endapan Vulkanik Tua (Qmo)

Keadaan formasi ini berpenyebaran relatif sempit yaitu di sebelah selatan G. Merapi yakni G. Plawangan dan G. Dengkeng. Endapan Vulkanik Tua (Qmo) tersusun dari breksi aglomerat dan leleran lava serta andesit dan basal mengandung olivin yang tidak dijumpai pada endapan lebih muda.

d. Formasi Kepek (Tmpk)

Formasi Kepek berumur Miosen Akhir sampai Pliosen dan terendapkan dalam lingkungan neritik, tersusun dari napal dan batu gamping berlapis baik. Formasi ini dijumpai di sekitar cekungan Karangmojo dan Sawahan.

e. Formasi Wonosari-Punung (Tmwl)

Formasi Wonosari-Punung berumur Miosen Tengah sampai Pliosen, berpenyebaran sangat luas dari Wonosari ke arah selatan.

Formasi ini tersusun dari batu gamping konglomeratan, batu pasir, tufa, dan batu lanau. Di bagian selatan dijumpai batugamping terumbu koral dengan inti terumbu yang masih membentuk ratusan bukit-bukit kecil membentuk fisiografi "Kerucut Karst" yang terkenal dengan nama Pegunungan Seribu.

Karakteristik yang tersusun dari batugamping menyebabkan cadangan air tersimpan dalam tanah yang cukup dalam. Sesuatu hal yang sangat sulit untuk menemukan air permukaan di daerah karst karena memang kondisi batuan yang berupa karbonat yang memilki karakteristik mudah meloloskan air.

f. Formasi Sentolo (Tmps)

Gambar

Gambar 1.1 Bagan Alir Perumusan Awal Prioritas dan Program Pembangunan Daerah Pada Tahap Penyusunan RKPD
Gambar 1.2 Bagan Alir Tahapan dan Tata Cara Penyusunan RKPD DIY
Gambar 1.4 Kerangka Pikir Penyusunan RKPD Tahun 2016
Gambar 2.2 Peta Satuan Fisiografis DIY
+7

Referensi

Dokumen terkait

Seperti yang disampaikan sebelumnya, aktivitas auditory merupakan bentuk potensial yang dapat digunakan untuk memberikan peringatan bagi pengemudi, yang notabene

ostali viri kisika so še pľenosne lahke kisikove jeklenke z varčevalci kisika in posode s tekočinl kisikom... Zdľavstvena vzgoja pacienta na Zdľavljenju s kisikom doma ĺn

Kepala Seksi Permodalan, Kemitrausahaan dan Pemasaran Produk Bertugas membantu Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dalam melaksanakan

keuangan yang diserahkan oleh para kontestan lewat akuntan publik. Wewenang untuk meminta informasi tambahan berdasarkan laporan keuangan yang diberikan oleh para kontestan akan

Adapun hasil dari penelitian ini adalah Teologi Hindu yang terkandung dalam teks Kena Upanisad yang di mulai dengan menguraikan ajaran apa saja yang terkandung

Faktor lain selain peningkatan HbA1c yang dapat berpengaruh terhadap kapasitas latihan adalah umur pasien, jenis kelamin, hipertensi, dislipidemia, dilakukannya

gagal bayar selanjutnya dapat diatur secara berkala dalam Pedoman Perilaku. Dalam POJK No.77 /POJK.01/ 2016 tentang penyelenggara jasa layanan pinjam meminjam berbasis

Dapat mengetahui gambaran serta pengetahuan yang lebih mendalam mengenai peranan pengendalian internal terhadap pencegahan manipulasi persediaan barang jadi suatu