• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kep-017AJ.A012004 tentang Majelis Kehormatan Jaksa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kep-017AJ.A012004 tentang Majelis Kehormatan Jaksa"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

LAMPIRAN KEPUTUSAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP-017/A/J.A/01/2004

TANGGAL : 27 JANUARI 2004

MEKANISME TATA KERJA MAJELIS KEHORMATAN JAKSA

1. LHP dilaporkan kepada JAM WAS

2. Usul Pemberhentian Jaksa disampaikan oleh JAM WAS kpd JA. RI untuk mendapat persetujuan JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA 3. Usul pemberhentian diberitahukan kepada MKJ dan Jaksa yang bersangkutan

4. Penyusunan keanggotaan MKJ unugk mengadakan sidang 5. Jaksa mengajukan pembelaan diri secara tertulis kepada MKJ

6. Sidang MKJ memeriksa LHP JAM WAS & dokumen pendukung/Jaksa hadir/pihak terkait/pembelaan diri

7. Keputusan MKJ H. M. A. RACHMAN, SH

8. Keputusan MKJ disampaikan kepada JA.RI 9. JA mengambil keputusan dan ke JAM WAS

JAKSA AGUNG

REPUBLIK

INDONESIA

KEPJA R.I ttg

Pemberhentian

MOHON

Persetujuan

Pasal 13

UU No. 5 Th. 1991

PP No. 30 Th. 1980

SE BKN No. 23

Th. 1980

KEPJA

503/A/JA/12/2000

504/A/JA/12/2000

Pejabat

Pengawasan

Fungsional

JAM WAS

Usul Pemberhentian

JAKSA

Pembelaan

Diri/Tertulis

Hadir

Jaksa/Pihak-pihak

LKP JAM WAS

& dokumen

pendukung

MKJ

MKJ

Referensi

Dokumen terkait

kepemimpinan dalam tata laksana kepegawaian Kejaksaan Republik Indonesia dianggap perlu mendelegasikan sebagian wewenang Jaksa Agung Republik Indonesia kepada

Jabatan Struktural adalah jabatan seperti yang ditentukan oleh Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor : KEP- 035/J.A/3/1992 tentang Susunan Organisasi dan

Dalam rangka pengharmonisan, pembulatan dan pemantapan konsepsi yang akan dituangkan dalam Rancangan Keputusan Jaksa Agung RI oleh masing-masing bidang dikonsultasikan

bahwa dengan berlakunya keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor : KEP-035/J.A/3/1992 tentang Susunan Organisasi dan TATA KERJA KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA,

Membantu Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan dalam menetapkan angka kredit bagi Jaksa yang memangku jabatan Ajun Jaksa Madya, Ajun Jaksa, Jaksa Pratama dan Jaksa Muda

Dalam hal terhadap orang yang bersangkutan dilakukan penahanan, maka orang tersebut dibebaskan oleh Jaksa Agung Republik Indonesia atau Kepala Kepolisian Republik Indonesia jika

Kepala Pusat Diklat bertanggung jawab kepada Jaksa Agung Republik Indonesia atas penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan HAKI Tahun

MEMUTUSKAN: MENETAPKAN : Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia tentang Perubahan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor KEP-132/J.A/11/1994 tanggal 7 Nopember 1994 tentang