• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengujian Alat Pengering Hibrida Pompa Kalor dan Surya Untuk Mengeringkan Biji Kakao

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengujian Alat Pengering Hibrida Pompa Kalor dan Surya Untuk Mengeringkan Biji Kakao"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Mesin pengering saat ini sedang berkembang pesat. Banyak sektor industry yang

menggunakan mesin pengering dalam berbagai proses pengeringan. Mulai dari skala

rumah tangga hingga skala industri produksi. Berbagai Perusahaan di bidang pertanian,

kesehatan, produksi makanan memerlukan mesin pengering bahan dalam pekerjaannya.

Untuk mendapatkan hasil produk dengan kualitas yang baik diperlukan bahan

pendukung yang berkualitas pula. Sebagian bahan yang berkualitas baik di peroleh

dengan perlakuan berupa pengeringan terlebih dahulu. Perusahaan yang berhubungan

dengan bahan herbal dapat menyerahkan pengeringan bahannya kepada perusahaan jasa

pengolahan bahan herbal atau membeli langsung bahan herbal pada perusahaan

pengering tanaman herbal yang ada telah di keringkan dan diolah terlebih dahulu. Bagi

perusahaan besar, memiliki alat pengering sendiri dan langsung mengolahnya sesuai

kebutuhan bukan suatu permasalahan. Tetapi untuk perusahaan

pengolahan bahan herbal skala kecil-menengah, khususnya yang langsung memperoleh

tanaman herbal dengan sangat mudah, letaknya sangat dekat dengan sumber dan

menanam langsung tanaman herbal tersebut, tentulah merugikan jika harus

mengeluarkan biaya transportasi untuk mengirimkan tanaman herbal ke perusahaan

pengering terlebih dahulu atau jika membeli bahan dari perusahaan pengolahan herbal

yang lain yang harganya lebih tinggi. Ini disebabkan karena pengeringan terbuka atau

secara konvensional, langsung ke sinar matahari dan di letakkan terbuka dan disusun

langsung di area terbuka ternyata merusak bahan-bahan yang akan diolah. Kurang tepat

jika perusahaan tersebut memaksakan untuk membeli alat pengering yang ada dipasaran

yang relatif mahal, dan tidak semudah yang dibayangkan untuk biaya dan efisiensi.

Solusi yang tepat adalah memiliki dan menggunakan alat pengering sendiri yang murah,

sederhana dan tepat guna serta ramah lingkungan.

Oleh karena itu, melihat dan mempelajari penelitian-penelitian sebelumnya

tentang prinsip heat pump sederhana dan solar collector yang memenuhi konsep alat pengering. Maka dalam penelitian ini digunakanlah prinsip heat pump sederhana namun juga modifikasinya dengan prinsip solar collector. Dewasa ini dinamakan solar assisted

(2)

heat pump drier. Mengingat energi surya menjadi energi yang menjanjikan untuk masa ke depan. Sehingga pemanfaatan energi surya menjadi maksimal dalam dunia

keteknikan, khususnya teknik pengeringan. Konsep alat pengering ini murah (dengan

menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat di pasaran), mudah dirakit (di

assembling) dan ukurannya bisa di sesuaikan untuk usaha berskala kecil ataupun besar. Peralatan pengering yang berkapasitas besar memerlukan lahan atau tempat yang

begitu luas. Dimana lahan tersebut harus mendapat cahaya matahari sepenuhnya seluas

lahan tersebut untuk di manfaatkan oleh solar collector ,serta heat pump yang berkapasitas besar. Selain itu ruang pengering yang besar setidaknya membutuhkan alat

angkat dalam memindahkannya. Dalam penelitian ini, digunakan kaki roda pada alat

pengeringnya agar dapat memindahkannya, serta ruangan pengering yang berukuran

2x2x1 meter. Tentunya alat pengering dalam penelitian ini tidak kapasitas besar namun

sangat mudah di modifikasinya bila rancangan selanjutnya untuk kapasitas besar.

Sehingga tidak mematokkan ukuran alat pengeringnya.

Sistem ini juga tidak menggunakan temperatur yang tinggi bagi seperti

perusahaan pengering yang sebagaimana sistem yang lain (misalnya sistem boiler). Telah diketahui bahwa temperatur pengeringan bahan untuk olahan herbal tidak memerlukan temperatur yang tinggi namun temperatur sedang (40⁰C-70⁰C) dengan kelembapan udara yang rendah (udara kering). Konsep utama pengeringannya adalah

mendapat suhu dan kelembapan yang diinginkan serta COP heat pump yang baik. Berawal dari konsep-konsep sederhana ini, sangat menjanjikan untuk kedepannya

dapat juga dikembangkan sistem yang lebih efektif dan efisien dalam pengeringan semua

bahan untuk pengolahan berbagai produk serta menjawab isu global dengan

menghasilkan produk yang ramah lingkungan.

1.2. Tujuan Penelitian

Tujuan pengeringan dari sistem pengering ini yaitu:

1. Mengetahui waktu pengeringan, SMER, SEC dan Kadar air pengeringan bahan.

2. Penelitian ini di tujukan untuk meningkatkan kualitas dan harga tanaman pangan

yang nilai ekonomisnya tinggi seperti herbal, sayuran, buah-buahan dan obat-obatan.

3. Mengeringkan bahan dengan temperatur rendah sehingga bahan yang dikeringkan

tidak beresiko rusak. (permukaan menjadi hitam dan keriput).

(3)

4. Mengetahui kelembapan udara di ruang pengering selama proses pengeringan

1.3. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas terlihat bahwa pemanfaatan pompa kalor (heat pump) dan kolektor surya (solar collector) untuk proses pengeringan bahan makanan dan herbal perlu terus dikembangkan, dikarenakan kemampuannya mengeringkan pada

temperatur rendah, biaya rendah, operasi bisa dilakukan dibawah kondisi ruangan

lembab dan terutama ramah lingkungan. Pengeringan terhadap bahan makanan dan

herbal perlu agar bisa tahan lama, efektif dan efisien dalam pengiriman kemana saja.

Untuk itu, perlu pembahasan dan pengembangan desain awal untuk membuat sistem

pengering menggunakan pompa kalor (heat pump) dan kolektor surya (solar collector).

(4)

1.4. Batasan Masalah

Dalam penelitian ini,memiliki beberapa batasan masalah,yaitu :

1. Pada pengujian ini hanya dibatasi untuk mencari SMER, SEC dan Kadar air saja.

2. Fisiologis bahan pada saat pengeringan dengan alat pengering tidak dibahas detail.

1.5. Manfaat Penelitian

Penelitian ini merupakan suatu upaya yang dilakukan agar dapat

diaplikasikan ke perusahaan berskala kecil, menengah hingga besar dalam

pengeringan bahan herbal, sayuran, buah-buahan dan lainnya.

1.6. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan ini disajikan dalam tulisan yang terdiri dari 5 bab.

BAB I merupakan pendahuluan. Bab ini memberikan gambaran menyeluruh

mengenai tugas akhir yang meliputi pembahasan latar belakang, tujuan

penulisan, perumusan masalah, manfaat penulisan dan sistematika penulisan.

BAB II adalah tinjauan pustaka, dimana pada bab ini berisikan landasan teori dan

studi literatur yang berkaitan dengan pokok permasalahan serta metode

pendekatan yang digunakan untuk menganalisa persoalan. BAB III merupakan

metode penelitian yang berisikan metode dari pengerjaan meliputi

langkah-langkah pengolahan dan analisa data. BAB IV adalah hasil dan pembahasan yang

berisi tentang hasil pengujian eksperimental. BAB V merupakan kesimpulan dan

saran yang berisikan jawaban dari tujuan penelitian.

Referensi

Dokumen terkait

Subjek dalam penelitian ini adalah salah satu orang guru bahasa Arab. Objek penelitian ini adalah penggunaan metode mimicry-memorization dalam penguasaan mufradat pada

Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh metode pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia (t=0.684 ;p=0.496), sehingga dapat

apabila dl kerrudian hari ternyata !erdapat kekeliruan dalaln keputusan

[r]

Panitia Seleksi Nasional Masuk perguruan Tinggi Negeri (SNMpTN). Universitas Negeri yogyakarta memb"rikai"peogiargaan

Pada hari ini Senin Tanggal Dua puluh sembilan Bulan Oktober Tahun Dua Ribu Dua Belas, Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Pembangunan Data Center Haji Tahun 2012

[r]

Berdasarkan hasil evaluasi prakualifikasi dan pembuktian terhadap dokumen kualifikasi calon penyedia pekerjaan Konsultansi Perencana Pembangunan Gedung Laboratorium