• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tinjauan Terhadap Pelanggaran Ham Dan Prinsip Kedaulatan Impunity Dilihat Dalam Hukum Internasional Di Negara Ukraina

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Tinjauan Terhadap Pelanggaran Ham Dan Prinsip Kedaulatan Impunity Dilihat Dalam Hukum Internasional Di Negara Ukraina"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

LAMPIRAN

Pemberontak Pro-Rusia Langgar Gencatan Senjata di Ukraina

Konflik di Ukraina Timur terjadi sejak April ketika pemerintah Kiev meluncurkan operasi menguasai kembali daerah yang direnggut pemberontak.

Liputan6.com, Kiev - Konflik di Ukraina saat ini tengah dalam proses gencatan senjata. Namun demikian, ada sejumlah hal yang dilanggar pihak pemberontak pro-Rusia, yakni melarang akses bagi para pemantau asing yang bertugas untuk menyelesaikan sengketa.

Juru bicara Anti-Terrosist Operation (ATO) Ukraina Kolonel Andriy Lysenko menegaskan pelarangan tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional yang menyatakan bahwa pemantau OSCE wajib diizinkan masuk dan tak terbatas ke seluruh wilayah yang berada di zona konflik.

"Para pemantau mendapati adanya sekelompok tank tempur sebanyak 15-20 buah yang turut berpartisipasi dalam latihan perang di wilayah yang dikuasai oleh (pemberontak) LPR, tepatnya di Oleksandrivsk yang berjarak sekitar 15 km dari garis kontak. Perlengkapan militer seperti itu harus meninggalkan wilayah ini menurut perjanjian Minsk," ujar Lysenko dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Rabu (25/3/2015).

(2)

kali dengan menggunakan senjata artileri pada Selasa 24 Maret kemarin.

"Tentara bayaran Rusia kembali melakukan serangan provokasi bersenjata sebanyak dua kali setelah tengah malam. Kota-kota yang berlokasi dekat bandara Donetsk masih menjadi titik utama terjadinya konflik," ujar dia.

Menurut Kolonel Lysenko, lebih dari 50% pelanggaran gencatan bersenjata terjadi di wilayah ini. Pasukan Ukraina juga mendapati adanya 10 pesawat tanpa awak milih 'musuh' di wilayah Mariupol, Sartana, dan Krasna Talakivka. Satu orang pasukan Ukraina terbunuh dalam aksi ini dan 8 lainnya mendapat perawatan dalam 24 jam terakhir. (Riz)

Sumber:

(3)

PBB: 3.543 TEWAS DALAM KONFLIK DI UKRAINA

Diposting Oleh:

Foto : Anadolu

Jenewa, 29 Dzulqa’dah 1435/24 September 2014 (MINA) – Asisten Sekretaris Jenderal untuk Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, Ivan Simonovic, mengatakan, korban tewas dalam konflik Ukraina timur mencapai 3.543 jiwa, termasuk 298 korban pada kecelakaan pesawat Malaysia Airlines.

“Selama enam bulan terakhir, kami melihat kasus di Ukraina, korban tewas sampai 21 September mencapai 3543 orang termasuk 298 korban kecelakaan pesawat Malaysia,” kata Ivan Simonovic dilaporkan world bulletin dan dikutip Mi’raj islamic News Agency, Rabu.

Berbicara di Dewan HAM PBB di Jenewa, Simonovic menunjukan sebuah laporan tentang pelanggaran HAM DI Ukraina periode 21 November 2013 hingga 5 September 2014. Simonovic juga mengatakan, situasi pengungsi di Ukraina sangat mengkhawatirkan.

“Pada awal Agustus dan awal September, jumlah pengungsi mencapai 275.498,” tambahnya.

Mayoritas pengungsi internal (IDP) yang tidak terdaftar sebenarnya bisa lebih tinggi. Kebanyakan pengungsi masih menggantungkan diri pada bantuan dari keluarga dan kerabat terdekat. (T/P003/R11)

Sumber:

(4)

Korban Tewas Capai 6.500, NATO: Pertempuran

Ukraina Bisa Berlanjut

Kepala NATO Jens Stoltenberg (Foto: news.usni.org)

BRUSSEL, SATUHARAPAN.COM – Kepala NATO Jens Stoltenberg pada Kamis (25/06) memperingatkan masih terdapat risiko meletusnya pertempuran sengit di Ukraina dan mendesak Rusia untuk menghentikan dukungannya kepada pemberontak pro-Moskow.

Gencatan senjata pada Februari yang diperantarai di Minsk oleh Prancis dan Jerman sebagian besar dilaksanakan namun dalam beberapa pekan terakhir terjadi lonjakan pertempuran, berisiko menggagalkan perjanjian tersebut saat jumlah korban tewas mencapai 6.500 orang.

“Pelanggaran gencatan senjata terus terjadi. Masih terdapat risiko terjadinya pertempuran sengit,” ujar Stoltenberg.

“Rusia terus mendukung pemberontak dengan pelatihan, persenjataan dan tentara; pihaknya menempatkan sejumlah besar pasukannya di wilayah perbatasannya dengan Ukraina,” tambahnya.

(5)

Rusia membantah pihaknya terlibat langsung dalam konflik selama 15 bulan di Ukraina.

Stoltenberg menyampaikan pernyataan tersebut dalam pembukaan Dewan NATO-Ukraina yang dibentuk aliansi itu untuk mengoordinasikan hubungan dengan negara nonanggota Kiev pascaberakhirnya Perang Dingin.(AFP/Ant)

(6)

Konflik Ukraina sudah tewaskan 2.593 orang

Jumat, 29 Agustus 2014 19:55 WIB | 4.746 Views

Gerbong kereta berada di jembatan rel yang roboh akibat pertempuran antara tentara Ukraina dengan separatis pro Rusia, melewati jalan utama menuju kota Donetsk, Ukraina, dekat desa Novobakhmutivka, wilayah utara Donetsk, Rabu (27/8). (REUTERS/Gleb Garanich)

Kiev (ANTARA News) - Sejumlah 2.593 orang termasuk warga sipil serta pasukan Ukraina dan kelompok separatis tewas dalam petempuran di Ukraina Timur sejak kontak senjata meletus pertengahan April, kata seorang pejabat hak asasi manusia PBB, Jumat.

"Kecenderungan itu jelas berbahaya. Ada peningkatan penting dalam jumlah korban tewas di wilayah Ukraina Timur," kata Ivan Simonovic, Asisten Sekjen PBB untuk Hak Asasi Manusia kepada wartawan.

"Jumlah korban tewas sekarang 2.593 orang, mendekati 3.000 orang jika

digabungkan dengan 298 korban dari pesawat (maskapai penerbangan Malaysia MH17) yang jatuh di daerah Ukraina Timur," katanya.

(7)

korban di pihak sipil akan terus meningkat "karena masing-masing pihak meningkatkan kekuatannya, melalui mobilisasi, organisasi yang lebih baik dan senjata-senjata yang lebih canggih dan dukungan dari luar".

Jumlah korban tewas hampir 400 lebih banyak ketimbang yang disampaikan dalam dalam laporan itu, yang mencakup periode sampai 17 Agustus.

Simonovic mengatakan partisipasi yang meningkat dari para petempur asing dalam konflk itu, mengacu pada pasukan Rusia dan para petempur relawan.

Laporan itu menuduh separatis pro-Rusia melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang luas termasuk pembunuhan, penculikan dan penyiksaan, dan mengatakan mereka menerima satu "pasokan tetap" senjata-senjata canggih dan amunisi.

Laporan itu, yang disiapkan oleh kantor hak-hak asasi manusia PBB di Jenewa juga mengutip laporan-laporan pelanggara hak asasi manusia oleh pasukan militer Ukraina dan batalyon-batalyon khusus yang dipimpin Kementerian Dalam Negeri.

"Kelompok-kelompok bersenjata terus melakukan pembunuhan, penculikan, penyiksaan fisik dan psikologi, perlakuan yang buruk, pengeksekusian dan pelanggaran serius hak asasi manusia lainnya," kata laporan itu, dan

menambahkan pelanggaran-pelanggaran itu adalah sasaran sipil yang tidak pada tempatnya.

"Militer Ukraina dilaporkan menembak dari wilayah (Rusia) dan menggunakan ranjau darat yang ilegal di wilayah Ukraina," kata para pemantau.

(8)

Jumlah Korban Pertempuran di Ukraina Melonjak

intelijen - Pertempuran sengit di Ukraina timur selama bulan lalu telah

mengakibatkan jumlah korban tewas melonjak, dengan setidaknya 36 orang tewas setiap hari, menurut laporan hak asasi manusia PBB.

Dalam empat pekan saja, dari pertengahan Juli sampai pertengahan Agustus, sedikitnya 1.200 orang tewas – lebih dari dua kali lipat jumlah korban dalam konflik yang dimulai pada April, kata laporan pemantau HAM PBB yang akan disiarkan Jumat.

Pasukan Ukraina telah selama bulan lalu membuat kemajuan dalam pertempuran mereka untuk mengusir separatis pro-Moskow, dan merebut kembali kontrol kota di timur dan pengetatan blokade mereka di sekitar benteng pemberontak.

“Sebagai akibat permusuhan intensif, telah terjadi eskalasi jumlah korban yang telah lebih dari dua kali lipat sejak laporan terakhir” pada Juli, menurut dokumen 39-halaman yang diperoleh AFP.

Satu bulan korban tewas mencapai 1.200, tidak termasuk 298 kematian akibat jatuhnya Penerbangan MH17 Malaysia Airlines.

Sejak April, total dari 2.220 orang telah tewas, termasuk 23 anak-anak.

(9)

Tetapi laporan menambahkan bahwa “tanggung jawab untuk setidaknya beberapa dari yang dihasilkan korban dan kerusakan terletak pada angkatan bersenjata Ukraina” yang telah melakukan penembakan posisi pemberontak di kota-kota.

Artileri, tank, roket dan rudal telah digunakan dalam putaran terbaru pertempuran, dengan garis depan bergerak lebih dekat ke pinggiran kota utama Donetsk dan Lugansk.

Laporan ini tampaknya untuk mengatasi klaim Ukraina bahwa Rusia mempersenjatai pemberontak.

Kelompok separatis “yang sekarang secara profesional dilengkapi dan muncul untuk mendapatkan keuntungan dari, pasokan senjata canggih dan amunisi, memungkinkan mereka untuk menembak jatuh pesawat militer Ukraina seperti helikopter, tempur jet dan pesawat transportasi. ”

Ukraina menuduh Rusia memberikan persenjataan yang memungkinkan

pemberontak menembak jatuh Penerbangan MH17, namun Moskow membantah tuduhan itu. Satu penyelidikan yang dipimpin oleh pemerintah Belanda sedang berlangsung.

Laporan itu juga menuduh pejuang pemberontak melakukan pembunuhan, penculikan, penyiksaan dan pelanggaran HAM lainnya.

Setidaknya 468 orang tetap di penangkaran, menurut laporan tersebut, kelima yang dikeluarkan oleh misi pemantau hak asasi manusia PBB.

Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Hak Asasi Manusia Ivan Simonovic adalah karena menyajikan laporan saat berkunjung ke Ukraina pada Jumat.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil akhir dari analisis multivariat menunjuk- kan bahwa komponen motivasi yang paling berhubungan dengan kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan adalah

[r]

Dapat kita lihat dalam peraturan perundang-undangan seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1997 Tentang Penyandang

At the same time, Bank Indonesia shared that it may maintain the benchmark rate at 7.5%, this would trigger more selling activity as market will start to

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti pada siklus II, maka dapat dilihat rekapitulasi hasil observasi guru dan siswa pada tabel berikut

[r]

[r]

In vitro studies with nicotine and preliminary positive expe- rience with mecamylamine (Inversine), a nicotinic recep- tor antagonist, in the clinical treatment of Tourette’s