BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1
1 La
Lata
tar
r B
Bel
elak
akan
ang
g
InsidInsiden en dari dari osteoosteomyelimyelitis tis kronkronis is adalaadalah h meninmeningkatkgkatkan an karenkarena a prevaprevalensilensi kon
kondisdisi i dardari i prepredisdisposposisi isi sepseperterti i didiabeabetes tes melmellitlitus us dan dan penpenyakyakit it vasvaskulkuler er perifer.
perifer.Peningkatan Peningkatan ketersediaan ketersediaan tes tes pencitraan pencitraan sensitif, sensitif, seperti seperti pencitraanpencitraan reso
resonannansi si magmagnetnetik ik dan dan tultulang ang sciscintintigragraphyphy, , teltelah ah menmeningingkatkatkan kan akuakurasrasii diagnostik dan kemampuan untuk mengkarakterisasi infeksi. Radiografi
diagnostik dan kemampuan untuk mengkarakterisasi infeksi. Radiografi yg jelasyg jelas adalah sebuah sifat penyelidikan sementara untuk mengidentifikasi alternatif adalah sebuah sifat penyelidikan sementara untuk mengidentifikasi alternatif potensi
potensi diagnosis diagnosis dan dan komplikasi.Sampel komplikasi.Sampel langsung langsung dari dari luka luka dan dan antimicrobaantimicroba se
sensnsititivivititas as sasangngat at pepentntining g ununtutuk k tatargrget et trtreaeatmtmenent. t. PePeniningngkakatatan n ininsisidedenn methicillin-resistant staphylococcus aureus osteomyelitis mempersulit seleksi methicillin-resistant staphylococcus aureus osteomyelitis mempersulit seleksi antibiotik.Bedah debridement biasanya diperlukan dalam kasus kronis.ngka antibiotik.Bedah debridement biasanya diperlukan dalam kasus kronis.ngka kekambuhan tetap tinggi meskipun intervensi bedah dan jangka panjang terapi kekambuhan tetap tinggi meskipun intervensi bedah dan jangka panjang terapi antib
antibiotiiotik.!emk.!ematogeatogenous nous akut akut osteosteomyelomyelitis itis pada pada anakanak-anak -anak biasbiasanya anya dapadapatt di
dipeperlrlakakukukan an dedengngan an sesebubuah ah fofourur-"-"eeeek k sasaja ja dadari ri anantitibibiototikik. . PaPada da ororanangg de"asa ,jangka dari antibiotk untuk osteomyelitis kronis yang bersifat bebrapa de"asa ,jangka dari antibiotk untuk osteomyelitis kronis yang bersifat bebrapa mnggu lebuh lama. #alam $ situasi yang baik , akan tetapi , empiris antibiotik mnggu lebuh lama. #alam $ situasi yang baik , akan tetapi , empiris antibiotik secara menyeluruh bagi s
secara menyeluruh bagi s . ureus. ureus
%steomyelitis secara umum dapat dikatagorikan dalam kategori akut atau %steomyelitis secara umum dapat dikatagorikan dalam kategori akut atau kro
kronis nis yanyang g dididasdasarkarkan an padpada a temtemuan uan hishistoptopathatholoologic gic , , dardaripaipada da durdurasi asi dadariri infeksi .%steomyelitis adalah peradangan akut yang terkait dengan perubahan infeksi .%steomyelitis adalah peradangan akut yang terkait dengan perubahan tulang yang disebabkan oleh bakteri patogen , dan gejala ini biasanya dalam tulang yang disebabkan oleh bakteri patogen , dan gejala ini biasanya dalam "a
"aktktu u dudua a mimingnggu gu sesetetelalah h ininfefeksksi i .&.&ececrorotitic c adada a dadalalam m tutulalang ng krkrononisis osteomyelitis , dan gejala mungkin tidak akan berlangsung hingga ' minggu osteomyelitis , dan gejala mungkin tidak akan berlangsung hingga ' minggu setelah terjadinya infection. klasifikasi lebih lanjut dari osteomyelitis adalah setelah terjadinya infection. klasifikasi lebih lanjut dari osteomyelitis adalah berdasarkan
berdasarkan mekanisme mekanisme yang yang diduga diduga terinfeksi terinfeksi ( ( misalnya misalnya , , inokulasi inokulasi atauatau lan
langsugsung ng hemhematoatogengenous ous bakbakterteri i ke ke daldalam am tultulang ang ataatau u jarjaringingan an lunlunak ak yanyangg berdekatan
berdekatan dari dari infeksi infeksi yang yang kronis kronis atasnya atasnya ) ) . . luka luka terbuka terbuka yang yang lebihlebih ko
mem
membanbantu tu menmengaragarahkahkan n penpengelgelolaolaan an , , **apapi i secsecara ara umuumum m tidtidak ak digdigunaunakankan dalam pelayanan dasar
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.I Anatomi Dan Fisiologi Kerangka Anggota Gerak Baa! "Ektremitas In#erior$
*ulang ini dikaitkan pada batang tubuh dengan perantaraan gelang panggul, terdiri dari + pasang tulang koksa (tulang pangkal paha), femur (tulang paha), tibia (tulang kering), fibula (tulang betis), patela (tempurung lutut), tarsalia (tulang pangkal kaki), metatarsalia (tulang telapak kaki), dan falang (ruas jari kaki).
a. %s koksa (tulang pangkal paha)
*ulang koksa membentuk gelang panggul. etaknya di setiap sis dan di depan bersatu dengan simpisis pubis dan membentuk sebagian besar tulang pelvis. %s
koksa terdiri dari os ilium (tulang usus), os pubis (tulang kemaluan) dan os iski (tulang duduk).
b. %s femur (tulang paha)
erupakan tulang pipa terpanjang dan terbesar. /epala sendinya disebut kaput femoris, pada kolumna femoris terdapat taju yang disebut trokanter mayor dan
minor. #ibagian ujung membentuk persendian lutut, terdapat dua buah tonjolan yang disebut kondilus medialis dan kondilus lateralis.
%s tibia dan fibularis merupakan tulang yang bentuk persendian lutut dengan os femur. Pada ujungnya tedapat tonjolan yang disebut os maleolus atau mata kaki luar. %s tibia bentuknya lebih kecil, pada bagian pangkal meletak os fibula, pada bagian ujung mementuk persendian dengan tulang pangkal kaki dan terdapat taju
yang disebut os maleolus medialis. c. %s tarsalia (tulang pangkal kaki)
%s tarsalia dihubungkan dengan tulang ba"ah oleh sendi pergelangan kaki. *erdiri dari tulang-tulang kecil yang banyaknya 0 buah yaitu 1
) *alus (tulang loncat) $) /alkaneus (tulang tumit)
+) &avikular (tulang bentuk kapal) 2) %s kuboideum (tulang bentuk dadu)
0) /unaiformi (+ buah)1 kunaiformi lateralis, kunaiformi intermedialis dan kunaiformi medialis,
%. &etatarsalia "t'lang tela(ak kaki$
*erdiri dari tulang-tulang pendek yang banyaknya 0 buah, yang masing-masing berhubungan dengan tarsus dan falangus dengan perantaraan persendian.
). Falang's "r'as *ari tangan$
Ruas jari kaki
merupakan tulang-tulang pendek yang masing-masing terdiri atas + ruas kecuali ibu *ari kaki banyaknya $ ruas.. engkung melingkang dibentuk oleh tulang tarsal, dan lengkung tranversal anterior dibentuk oleh kepala tulang metatarsal pertama dan kelima.II.II +steom,elitis
II.II.I De#inisi
%steomielitis merupakan infeksi tulang ataupun sum-sum tulang, biasanya disebabkan oleh bakteri piogenik atau mikobakteri. %steomielitis bisa mengenai semua usia tetapi umumnya mengenai anak-anak dan orang tua. %steomielitis juga mengenai orang dengan gangguan kondisi kesehatan yang serius. /etika tulang terinfeksi maka sumsum tulang akan membengkak dan menimbulkan tekanan pada dinding tulang, namun karena dinding tulang bersifat rigid maka pembuluh darah yang ada di di dalam sumsum tulang tersebut akan terkompresi sehingga menurunkan suplai darah ke tulang. *anpa suplai darah yang cukup, bagian-bagian tulang dapat mengalami nekrosis. Bagian tulang yang mati tersebut sulit untuk diobati karena sel-sel leukosit dan antibiotik sulit untuk mencapainya. Infeksi pada tulang dapat juga menyebar dengan terbentuknya pus dan menginfeksi jaringan lunak disekitarnya seperti otot.
$.$. 3PI#3I%%4I
%steomielitis sering ditemukan pada usia dekade I-II, tetapi dapat pula ditemukanpada bayi. Insiden di amerika dari 0555 anak. Pada keseluruhan ins iden terbanyak pada negara berkembang. %steomielitis pada anakanak sering be rsifat akut dan menyebar secarahematogen, sedangkan osteomielitis pada orang de"asa merupakan infeksi kronik yang berkembang secara sekunder dan fr aktur terbuka dan meliputi jaringan lunak.
/ejadian pada anak laki-laki lebih sering dibandingkan dengan anak perempuan dengan perbandingan 21. okasi yang sering ialah
tulang-tulang panjang, misalnya femur,tibia,humerus, radius, ulna dan fibula. &amun
tibia menjadi lokasi tersering untuk
osteomielitis post trauma karena pada tibia hanya terdapat sedikit pembuluh dar ah. 6aktor-faktor pasien seperti perubahan pertahanan netrofil, imunitas humoral, dan imunitas selural dapat meningkatkan resiko osteomielitis.
$.+ 3*I%%4I
Biasanya mikroorganisme dapat menginfeksi tulang melalui tiga cara yaitu melalui pembuluh darah, langsung melalui area lokal infeksi (seperti selulitis) atau melalui trauma, termasuk iatrogenik seperti dislokasi sendi atau fiksasi internal.
Pada balita, infeksi dapat menyebar ke sendi dan menyebabkan arthritis. Pada anak-anak yang biasanya terinfeksi adalah tulang panjang. bses subperiosteal dapat terbentuk karena periosteum melekat longgar di permukaan tulang, sedangkan pada orang de"asa tulang yang paling sering terinfeksi adalah tulang belakang dan tulang panggul.
*ibia bagian distal, femur bagian distal, humerus, radius dan ulna bagian proksimal dan distal, vertebra, maksila, dan mandibula merupakan tulang yang paling beresiko untuk terkena osteomielitis karena merupakan tulang yang banyak
daerah infeksi. Infeksi dapat disebabkan oleh Staphylococcus aureus, yang merupakan flora normal yang dapat ditemukan di kulit dan mukosa membran.
7mur %rganisme
&eonatus (lebih kecil dari 2 bulan)
S. aureus, 3nterobacter species, and group and B Streptococcus species
nak-anak (2 bulan 8 2 tahun) S. aureus, group Streptococcus species,!aemophilus influen9ae, and 3nterobacter species
nak-anak, remaja ( 2 tahun-de"asa)
S. aureus (:5;), group Streptococcus species, !. influen9ae, and 3nterobacter species
%rang de"asa S. aureus and
occasionally 3nterobacter or Streptococcus species Selain bakteri, jamur dan virus juga dapat menginfeksi langsung melalui fraktur terbuka, operasi tulang atau terkena benda yang terkontaminasi. %steomielitis kadang dapat merupakan komplikasi sekunder dari tuberkulosis paru. Pada keadaan ini, bakteri biasa menyebar ke tulang melalui sistem sirkulasi, pertama yang terinfeksi adalah sinovium (karena kadar oksigen yang tinggi) sebelum menginfeksi tulang. Pada osteomielitis tuberkulosis, tulang panjang dan tulang belakang merupakan satu-satunya tulang yang terinfeksi.
%steomielitis dapat juga disebabkan potongan besi yang mengenai tulang pada saat pembedahan untuk memperbaiki fraktur. Spora bakteri dan jamur dapat juga mengenai sendi tulang yang terlibat. %steomielitis juga dapat terjadi akibat penyebaran infeksi jaringan lunak. Infeksi tersebut meyebar ke tulang dalam beberapa hari sampai beberapa minggu. *ipe penyebaran ini biasa terjadi pada
orang yang lebih tua. Infeksi dapat dimulai dari kerusakan akibat trauma, terapi radiasi, kanker, atau pada kulit yang luka yang disebabkan sedikitnya sedikit sirkulasi darah pada tulang atau pada penyakit diabetes. Infeksi sinus, gusi atau gigi dapat meyebar ke tulang-tulang kepala.
$.2. /SI6I/SI
Berdasarkan lama infeksi, osteomielitis terbagi menjadi +, yaitu1
. %steomielitis akut, yaitu osteomielitis yang terjadi dalam $ minggu sejak infeksi pertama atau sejak penyakit pendahulu timbul. %steomielitis akut ini biasanya
terjadi pada anak-anak daripada orang de"asa dan biasanya terjadi sebagai komplikasi dari infeksi di dalam darah (osteomielitis hematogen)
%steomielitis akut terbagi lagi menjadi $, yaitu1
. %steomielitis hematogen, merupakan infeksi yang penyebarannya berasal dari darah. %steomielitis hematogen akut biasanya disebabkan oleh penyebaran bakteri darah dari daerah yang jauh. /ondisi ini biasanya terjadi pada anak-anak. okasi yang sering terinfeksi biasa merupakan daerah yang tumbuh dengan cepat dan metafisis yang bervaskular banyak. liran darah yang lambat pada daerah distal metafisis
menyebabkan thrombosis dan nekrosis local serta pertumbuhan bakteri pada tulang itu sendiri. %steomielitis hematogen akut mempunyai perkembangan klinis dan onset yang lambat.
$. %steomielitis direk, disebabkan oleh kontak langsung dengan jaringan atau bakteri akibat trauma atau pembedahan. %steomielitis direk adalah infeksi tulang sekunder akibat inokulasi bakteri yang disebabkan oleh trauma, yang menyebar dari fokus infeksi atau sepsis setelah prosedur pembedahan. anifestasi klinis dari osteomielitis direk lebih terlokalisasi
dan melibatkan banyak jenis organisme.
$. %steomielitis sub-akut, yaitu osteomielitis yang terjadi dalam -$ bulan sejak infeksi pertama atau sejak penyakit pendahulu timbul.
+. %steomielitis kronis, yaitu osteomielitis yang terjadi dalam $ bulan atau lebih sejak infeksi pertama atau sejak penyakit pendahulu timbul.
%steomielitis sub-akut dan kronis biasanya terjadi pada orang de"asa dan biasanya terjadi karena ada luka atau trauma (osteomielitis kontangiosa), misalnya osteomielitis yang terjadi pada tulang yang fraktur.
Berikut merupakan beberapa pembagian osteomielitis yang lain 1 . %steomielitis pada vertebra
/elainan ini lebih sulit untuk didiagnosis. Biasanya ada demam, rasa sakit pada tulang dan spasme otot. Proses ini lebih sering mengenai korpus vertebra
dan dapat timbul sebagai komplikasi infeksi saluran kencing dan operasi panggul.
Pada stadium a"al tanda tanda destruksi tulang yang menonjol, selanjutnya terjadi pembentukan tulang baru yang terlihat sebagai skelerosis. esi dapat bermula dibagian sentral atau tepi korpus vertebra .
Pada lesi yang bermula ditepi korpus vertebra, diskus cepat mengalami destruksi dan sela diskus akan menyempit. #apat timbul abses para vertebral yang terlihat sebagai bayangan berdensitas jaringan lunak sekitar lesi. #i daerah torakal, abses ini lebih mudah dilihat karena terdapat kontras paru. #aerah umbal lebih sukar untuk dilihat, tanda yang penting adalah bayangan psoas menjadi kabur.
7ntuk membedakan penyakit ini dengan spondilitis tuberkulosa sukar, biasanya pada osteomielitis akan terlihat sklerosis, destruksi diskus kurang dan sering timbul penulangan antara vertebra yang terkena proses dengan vertebra di dekatnya (bony bridging).
$. %steomielitis pada tulang lain < *engkorak
Biasanya osteomielitis pada tulang tengkorak terjadi sebagai akibat perluasan infeksi di kulit kepala atau sinusitis frontalis. Proses detruksi bias setempat atau difuse. Reaksi periosteal biasanya tidak ada atau sedikit sekali.
< andibula
Biasanya terjadi akibat komplikasi fraktur atau abses gigi. < Pelvis
%steomielitis pada tulang pelvis paling sering terjadi pada bagian sayap tulang ilium dan dapat meluas ke sendi sakroiliaka. Pada foto terlihat gambaran destruksi tulang yang luas, bentuk tidak teratur, biasanya dengan sk"ester yang multiple. Sering terlihat sklerosis pada tepi lesi. Secara klinis sering disertai abses dan fistula.
Bedanya dengan tuberculosis, ialah destruksi berlangsung lebih cepat dan pada tuberculosis abses sering mengalami kalsifikasi. #alam diagnosis differential perlu dipikirkan kemungkinan keganasan.
+. *ipe khusus osteomielitis < bses Brodie
bses ini bersifat kronis, biasanya ditemukan dalam spondilosa tulang dekat ujung tulang. Bentuk abses biasanya bulat atau lonjong dengan pinggiran sklerotik, kadang-kadang terlihat sk"ester. bses tetap terlokalisasi dan kavitas dapat secara bertahap terisi jaringan granulasi.
< %steomielitis sklerosing 4arre
Pada kelainan ini yang menonjol adalah sklerosis tulang dengan tanda-tanda destruksi yang tidak nyata. Bersifat kronis, dan biasanya hany satu tulang yang terkena dengan pelebaran tulang yang bersifat fusiform. #iagnosis differential yang penting adalah osteoid osteoma.
2. %steomielitis pada neonatus dan bayi
%steomielitis pada neonatus dan bayi sering kali hanya dengan gejala klinis yang ringan, dapat mengenai satu atau banyak tulang dan mudah meluas ke sendi di dekatnya. Biasanya lebih sering terjadi pada bayi dengan resiko tinggi seperti prematur, berat badan kurang. *indakan-tindakan seperti resusitasi, vena seksi, kateterisasi dan infuse secara potensial dapat merupakan penyebab Infeksi. /uman penyebab tersering adalah Streptococcus.
%steomielitis pada bayi biasanya disertai destruksi yang luas dari tulang, tulang ra"an dan jaringan lunak sekitarnya. Pada neonatus ada hubungan antara pembuluh darah epifisis dengan pembuluh darah metafisis, yang disebut pembuluh darah transfiseal, !ubungan ini menyebabkan mudahnya infeksi meluas dari metafisis ke epifisis dan sendi. /adang-kadang osteomielitis pada bayi juga dapat mengenai tulang lain seperti maksila, vertebra, tengkorak, iga dan pelvis. *anda paling dini yang dapat ditemukan pada foto rontgen ialah pembengkakan jaringan lunak dekat tulang yang terlihat kira-kira + hari setelah infeksi. #emineralisasi tulang terlihat kira-kira = hari setelah infeksi dan disebabkan hyperemia dan destruksi trabekula. #estruksi korteks dan sebagai akibatnya pembentukan tulang sub-periosteal terlihat pada kira-kira $ minggu setelah infeksi.
6aktor predisposisi osteomielitis antara lain 1 . #iabetes mellitus
$. Penyakit sickle cell disease
+. c>uired immune deficiency syndrome (I#S) 2. I? drug abuse
0. lcoholism
'. Penggunaan steroid jangka panjang =. Immunosupresi
@. Penggunaan alat-alat bantu ortopedik.
$. 2. #I4&%S
%steomielitis dapat didiagnosa dari gambaran klinis, gambaran radiologi dan pemeriksaan laboratorium.
$. 2. . 4BR& /I&IS
Pada anak-anak, infeksi tulang yang didapat melalui aliran darah, dapat menyebabkan demam dan kadang-kadang di kemudian hari, menyebabkan nyeri pada tulang yang terinfeksi. #aerah diatas tulang bisa mengalami luka dan
membengkak, dan pergerakan akan menimbulkan nyeri.
Infeksi tulang belakang biasanya timbul secara bertahap, menyebabkan nyeri punggung dan nyeri tumpul jika disentuh. &yeri akan memburuk bila penderita bergerak dan tidak berkurang dengan istirahat, pemanasan atau minum obat pereda
nyeri. #emam, yang merupakan tanda suatu infeksi, sering tidak terjadi.
Infeksi tulang yang disebabkan oleh infeksi jaringan lunak di dekatnya atau yang berasal dari penyebaran langsung, menyebabkan nyeri dan pembengkakan di daerah diatas tulang, dan abses bias terbentuk di jaringan sekitarnya. Infeksi ini tidak menyebabkan demam dan pemeriksaan darah menunjukkan hasil yang normal. Penderita yang mengalami infeksi pada sendi buatan atau anggota gerak, biasanya memiliki nyeri yang menetap di daerah tersebut.
Aika suatu infeksi tulang tidak berhasil diobati, bisa terjadi osteomielitis menahun (osteomielitis kronis). /adang-kadang infeksi ini tidak terdeteksi selama bertahun-tahun dan tidak menimbulkan gejala selama beberapa bulan atau beberapa tahun.
%steomielitis menahun sering menyebabkan nyeri tulang, infeksi jaringan lunak diatas tulang yang berulang dan pengeluaran nanah yang menetap atau
Pengeluaran nanah terjadi jika nanah dari tulang yang terinfeksi menembus permukaan kulit dan suatu saluran (saluran sinus) terbentuk dari tulang menuju
kulit.
.2.$. 4BR& R#I%%4I
/elainan tulang yang terjadi pada foto roentgen biasanya baru dapat dilihat kira-kira 5-2 hari setelah infeksi. Sebelumnya mungkin hanya dapat dilihat pembengkakan jaringan lunak saja. Perubahan-perubahan pada tulang lebih cepat terlihat pada anak-anak. Bila pada foto pertama belum terlihat kelainan tulang sedangkan klinis dicurigai osteomielitis, sebaiknya foto diulang kira-kira minggu kemudian. Sering kali reaksi periosteum yang terlihat lebih dahulu, baru kemudian terlihat daerah-daerah berdensitas lebih rendah pada tulang yang menunjukkan adanya destruksi tulang, dan disebut rarefaksi. 4ambaran tulang selanjutnya bergantung pada terapi yang diberikan. Bila terapi adekuat, proses akan menyembuh dan yang terlihat pada foto mungkin hanya berupa reaksi periostel dan skelerosis. Bila terapi terlambat atau tidak adekuat, maka gambaran radiologik akan memperlihatkan proses patologik.
4ambaran radiologi osteomielitis sangat bervariasi. Radiografi yang dilakukan pada a"al perjalanan penyakit akan memperlihatkan pembengakakan jaringan lunak atau edem jaringan lunak subkutan, akan tetapi radiografi akan terlihat normal pada =-5 hari pertama infeksi. Pada hari ke 5-2, suatu area fokal yang opak akan terlihat di metafisis. !al ini diakibatkan oleh proses perusakan litik yang berhubungan dengan reaksi fokal periosteal. 4ambaran radiologi yang tipikal akan menunjukkan suatu gambaran lusen berbentuk oval dan terletak longitudinal dengan dikelilingi oleh batas-batas sklerotik dengan sedikit atau tidak ada pembentukan tulang baru periosteal.
4ambaran radiologi dapat terlihat normal, terutama dia"al perjalanan penyakit. Pada beberapa keadaan, gambaran akan menunjukkan pembengakakan
sk"estrum. Perluasan infeksi melalui korteks metafisis akan menyebabkan pembentukan tulang baru periosteal. Bila terjadi pembentukan tulang baru, baik di
trabekula maupun korteks, maka tulang akan terlihat lebih opak yang dikenal dengan sklerosis. *ulang baru periosteal ini jika membungkus tulang lama akan menjadi involukrum. Bila terjadi perluasan infeksi ke tulang lain yang menyebabkan nekrosis maka disebut dengan sk"estrum.
%P7*3# *%%4R6I
* scan merupakan alat pencitraan pilihan untuk memperlihatkan sk"estrum dan erosi kortikal pada kasus osteomielitis kronis.
$.0. #I4&%S B&#I&4
4ambaran radiologik osteomielitis dapat menyerupai gambaran penyakit- penyakit lain pada tulang diantaranya yang terpenting adalah tumor ganas primer
tulang.
.%steosarkoma
Biasanya mengenai metafisis tulang panjang seperti osteomielitis sehingga stadium dini sangat sukar dibedakan dengan osteomielitis.Pada stadium yang lebih lanjut, kemungkinan untuk membadakan lebih besar karena pada osteosarkoma pembentukan tulang yang lebih banyak serta adanya infiltrasi tumor yang disertai penulangan patologik ke dalam jaringan lunak. Auga pada osteosarkoma ditemukan segitiga odman.
$.3"ing sarkoma
3"ing sarcoma biasanya mengenai diafisis,tampak destruksi tulang yang bersifat infiltratif, reaksi periosteal yang kadang-kadang menyerupai kulit ba"ang yang berlapis-lapis dan massa jaringan lunak yang besar.
$.'. P3&4%B*&
Setelah mendiagnosa osteomielitis, mengklasifikasikannya dan mengetahui penyebabnya, pengobatan yang dilakukan terdiri dari antibakteri, debridement dan
jika perlu dilakukan penstabilan tulang. /ebanyakan pasien dengan osteomielitis berhasil diobati dengan terapi antibiotik. ntibakteri harus diberikan selama minimum 2 minggu (sebenarnya, ' minggu) untuk mencapai penyembuhan. 7ntuk mengurangi biaya pengobatan, antibiotik parenteral untuk pasien ra"at jalan dapat diganti dengan antibiotik oral.
Beberapa penelitian telah membuktikan pengobatan untuk osteomielitis. da yang menemukan bah"a hanya 0 penelitian yang mencakup 02 pasien dengan infeksi tulang. Perencanaan pengobatan sulit dilakukan karena beberapa alasan1 debridement tidak secara jelas mempengaruhi kerja antibiotik, keadaan klinis dan mikroorganisme patogen yang heterogen dan evaluasi bertahun-tahun diperlukan untuk menentukan ada atau tidak adanya remisi. Banyak penelitian yang tidak secara acak, tidak mempunyai grup sebagai kontrol dan hanya mencatat sejumlah kecil pasien.
. *erapi ntibiotik
%steomielitis hematogen akut paling bagus diobati dengan evaluasi tepat terhadap mikroorganisme penyebab dan kelemahan mikroorganisme tersebut dan 2-' minggu terapi antbiotik yang tepat.
#ebridement tidak perlu dilakukan jika diagnosis osteomielitis hematogen telah cepat diketahui. njuran pengobatan sekarang jarang memerlukan debridement. Bagaimanapun, jika terapi antibiotik gagal, debridement dan pengobatan 2-' minggu dengan antibiotik parenteral sangat diperlukan. Setelah kutur mikroorganisme dilakukan, regimen antibiotik parenteral (nafcillin C7nipenD E cefotaFime lain ClaforanD atau ceftriaFone CRocephinD) dia"ali untuk menutupi gejala klinis organisme tersangka. Aika hasil kultur telah
akut harus menjalani $ minggu pengobatan dengan antibiotik parenteral sebelum anak-anak diberikan antibiotik oral.
%steomielitis kronis pada orang de"asa lebih sulit disembuhkan dan umumya diobati dengan antibiotik dan tindakan debridement. *erapi antibiotik oral tidak dianjurkan untuk digunakan. *ergantung dari jenis osteomielitis kronis, pasien mungkin diobati dengan antibiotik parenteral selam $-' minggu. Bagaimanapun, tanpa debridement yang bagus, osteomielitis kronis tidak akan merespon terhadap kebanyakan regimen antibiotik, berapa lama pun terapi dilakukan. *erapi intravena untuk pasien ra"at jalan menggunakan kateter intravena yang dapat dipakai dalam jangka "aktu lama (contohnya 1 kateter !ickman) akan menurunkan masa ra"at pasien di rumah sakit.
*erapi secara oral menggunakan antibiotik fluoro>uinolone untuk organisme gram negatif sekarang ini digunakan pada orang de"asa dengan osteomielitis. *idak ada fluoro>uinolone yang tersedia digunakan sebagai antistaphylococcus yang optimal, keuntungan yang penting dari insidensi kebalnya infeksi nosokomial yang didapat dengan bakteri staphylococcus. 7ntuk lebih lanjutnya, sekarang ini >uinolone tidak menyediakan pengobatan terhadap patogen yang anaerob.
B. #ebridement
#ebridement pada pasien dengan osteomielitis kronis dapat dilakukan. /ualitas debridement merupakan faktor penting dalam suksesnya pengobatan. Setelah debridement dengan eksisi tulang, adalah hal yang perlu untuk menghapuskanG menghilangkan dead space yang dilakukan dengan memindahkan jaringan di atasnya. Pengobatan dead space termasuk myoplasty lokal, pemindahan jaringan dan penggunaan antibiotik. Pelaksanaan pada jaringan lunak telah dikembangkan untuk meningkatkan aliran darah lokal dan pendistribusian antibiotik.
Setelah mendapatkan terapi, umumnya osteomielitis akut menunjukkan hasil yang memuaskan. Prognosis osteomielitis kronik umumnya buruk "alaupun dengan pembedahan, abses dapat terjadi sampai beberapa minggu, bulan atau tahun setelahnya. mputasi mungkin dibutuhkan, khususnya pada pasien dengan diabetes atau berkurangnya sirkulasi darah. Pada penderita yang mendapatkan infeksi dengan penggunaan alat bantu prostetik perlu dilakukan monitoring lebih lanjut. ereka perlu mendapatkan terapi antibiotik profilaksis sebelum dilakukan operasi karena memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mendapatkan osteomielitis.
/omplikasi yang mungkin muncul dari osteomielitis antara lain1 • %steomielitis kronis
• Penyebaran infeksi yang lokal
• Penurunan fungsi ekstremitas dan sendi
BAB III
KESIMPULAN
%steomielitis merupakan infeksi tulang ataupun sum-sum tulang, biasanya disebabkan oleh bakteri piogenik atau mikobakteri. %steomielitis bisa mengenai semua usia tetapi umumnya mengenai anak-anak dan orang tua. %teomielitis umumnya disebabkan oleh bakteri, diantaranya dari species staphylococcus dan stertococcus. Selain bakteri, jamur dan virus juga dapat menginfeksi langsung melalui fraktur terbuka. *ibia bagian distal, femur bagian distal, humerus , radius dan ulna bagian proksimal dan distal, vertebra, maksila, dan mandibula merupakan tulang yang paling beresiko untuk terkena osteomielitis karena merupakan tulang yang banyak vaskularisasinya.
Berdasarkan lama infeksi, osteomielitis terbagi menjadi +, yaitu 1 osteomielitis akut, sub akut dan kronis. 4ambaran klinis terlihat daerah diatas tulang bisa mengalami luka dan membengkak, dan pergerakan akan menimbulkan nyeri. %steomielitis menahun sering menyebabkan nyeri tulang, infeksi jaringan lunak diatas tulang yang berulang dan pengeluaran nanah yang menetap atau hilang timbul dari kulit. Pengeluaran nanah terjadi jika nanah dari tulang yang terinfeksi menembus permukaan kulit dan suatu saluran (saluran sinus) terbentuk dari tulang menuju kulit.
%teomielitis didiagnosis banding dengan osteosarkoma dan 3"ing sarkoma sebab memiliki gambaran radiologik yang mirip. 4ambaran radiologik osteomielitis baru terlihat setelah 5-2 hari setelah infeksi, yang akan memperlihatkan reaksi periosteal, sklerosis, sek"estrum dan involikrum.
%steomielitis dapat diobati dengan terapi antibiotik selama $-2 minggu atau dengan debridement. Prognosis osteomielitis bergantung pada lama perjalanan penyakitnya, untuk yang akut prognosisnya umumnya baik, tetapi yang kronis
DAFTA- PUSTAKA
. #iagnosis and management of %steomyelitis $5H:2(@)15$=-5++.
$. Sjamsuhidajat.RH #e Aong., 3ditor. Buku jar Ilmu Bedah. 3disi Revisi, etakan Pertama, Penerbit 34H Aakarta.@@=. 50:-5'2.
+. Sabiston. #H alih bahasa1 ndrianto.PH 3ditor Ronardy #!. Buku jar Bedah Bagian $. Penerbit 34H Aakarta.
2. Sch"art9.SIH Shires.4*H Spencer.6H alih bahasa1 aniyatiH /artini.H ijaya.H /omala.SH Ronardy.#!H 3ditor handranata.H /umala.P. Intisari Prinsip Prinsip Ilmu Bedah. Penerbit 34H Aakarta.$555.
0. Reksoprojo.S1 3ditorH Pusponegoro.#H /artono.#H !utagalung.37H Sumardi.RH uthfia.H Ramli.H Rachmat. /BH #achlan.. /umpulan /uliah Ilmu Bedah. Penerbit Bagian Ilmu Bedah 6/7IGRSH Aakarta.@@0.