• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Lingkungan kerja dan Stres Kerja Terhadap Kinerja melalui komitmen kerja pada Pegawai Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengaruh Lingkungan kerja dan Stres Kerja Terhadap Kinerja melalui komitmen kerja pada Pegawai Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli"

Copied!
162
0
0

Teks penuh

(1)16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(2) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(3) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(4) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(5) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(6) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(7) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(8) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(9) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(10) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(11) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(12) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(13) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(14) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(15) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(16) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(17) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(18) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(19) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(20) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(21) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(22) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(23) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(24) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(25) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(26) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(27) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(28) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(29) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(30) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(31) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(32) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(33) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(34) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(35) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(36) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(37) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(38) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(39) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(40) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(41) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(42) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(43) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(44) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(45) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(46) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(47) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(48) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(49) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(50) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(51) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(52) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(53) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(54) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(55) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(56) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(57) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(58) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(59) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(60) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(61) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(62) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(63) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(64) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(65) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(66) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(67) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(68) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(69) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(70) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(71) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(72) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(73) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(74) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(75) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(76) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(77) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(78) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(79) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(80) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(81) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(82) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(83) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(84) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(85) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(86) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(87) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(88) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(89) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(90) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(91) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(92) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(93) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(94) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(95) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(96) 16/41798.pdf. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(97) 84. 16/41798.pdf. BABIV TEMUAN DAN PEMBAHASAN. A. Gambaran Umum Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli Kota Gunungitoli adalah sebuah kota yan6 merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Nias. Dahulunya, Kota Gunungsitoli adalah sebuah kota yang berstatus sebagai ibukota Kabupaten Nias. Proses berdirinya Kota Gunungsitoli diinisiasi oleh beberapa tokoh masyarakat dengan tujuan utama adalah untuk pemerataan ksejahteraan.. Sejak berdiri. menjadi. kota,. pemerintah Kota. Gunungsitoli juga sudah membenahi infrastruktur pemerintahan termasuk membentuk satuan kerja perangkat daerah yang diantaranya berupa lembaga kedinasan. Dinas. Pendidikan. Kota Gunungsitoli. menurut. Peraturan. Walikota. Gunungsitoli Nomor 3 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja DinasDinas Daerah Kota Gunungsitoli merupakan salah satu organisasi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki tugas pokok melaksanakan urusan pemerintah daerah Kota Gunungsitoli di bidang pendidikan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan. Kota Gunungsitoli yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 47 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Gunungsitoli di Provinsi Sumatera Utara merupakan daerah otonom baru di wilayah Provinsi Sumatera Utara. Sebagai sebuah daerah pemekaran baru memiliki tugas dan tanggung jawab dalam menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh warganya. Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(98) 85 16/41798.pdf. dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang status sosial, status ekonomi, suku, etnis, agama, dan gender. Pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan diarahkan agar warga negara memiliki kecakapan hidup (life skills) sehingga mendorong tegaknya pembangunan manusia seutuhnya serta masyarakat madani dan modem yang dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dinyatakan bahwa salah satu tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Sejalan dengan itu batang tubuh konstitusi negara tersebut, di antaranya pada Pasal 20, Pasal 21, Pasal 28C ayat (1), Pasal 31, dan Pasal 32, juga mengamanatkan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. Sistem pendidikan Nasional tersebut harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global. Untuk itu, perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan. Saat ini kantor Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli berlamat di Jalan Arah Nias Tengah Km. 7,5 Gunungsitoli Selatan, Gunungsitoli, 22851. Saat ini jurnlah keseluruhan staf pada Dinas Pendidikan Gunungsitoli jurnlahnya tidak lebih dari 50 orang termasuk kepala dinas. Terkait dengan penelitian ini, kesemua pegawai. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(99) 86. 16/41798.pdf. pada Dinas Pendidikan adalah sumberdata sebab semuanya adalah populasi yang juga marangkap sampel responden penelitian. Dari data yang ada, seluruh pegawai di kantor ini memiliki latar belakang pendidikan terendah adalah SLTN sederajat. Sampai dengan penelitian ini dilakukan terdapat 2 orang staf yang memiliki latar belakang pendidikan strata 2/ magister.. B. Karekteristik Responden. Dari tabulasi yang dilakukan diperoleh gambaran bahwa ke-49 responden memiliki latar belakang pendidikan yang cukup bervariasi. Kondisi pendidikan responden dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel. 4.1. Disribusi Responden Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan Frekuensi Tingkat Pendidikan Responden 16 SLTAJ Sederajat Diploma 4 27 Sarjana/ S1 Pascasarjana 2 49 Total Sumber: Data Pruner, dwlah 2015. Persentase ( 0/o). 32,7 8,2 55,1 4,1 100,0. Data pada tabel di atas memperlihatkan bahwa lebih dari 50% responden pada penelitian ini adalah sarja (sl). Selebihnya terdapat 16 orang yang hanya lulusan SLTN sederajat, 4 orang diploma dan ada 2 orang yang merupakan lulusan program pascasatjana. Sementara itu distribusi responden berdasarkan karakteristik agama diperoleh gambaran bahwa mayoritas, tepatnya sebanyak 46 orang atau 93,9% responden beragama Protestan dan hanya ada 3 orang (6,1 %) yang beragama Islam. Ini artinya pada karekter agama tidak terdapat variasi yang beragam pada kelompok responden dalam penelitian ini.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(100) 87. 16/41798.pdf. Hal lain yang kiranya juga penting dilihat dari responden adalah masa kerja responden di lembaga yang diteliti. Berdasarkan data yang ada diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki masa kerja pada Dinas Pendidikan berkisar antara 4 - 6 tahun. Lebih jelas lagi tentang kondisi masa kerja responden pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut:. Tabel. 4.2. Disribusi Responden Berdasarkan Masa Kerja di Dinas Pendidikan Masa Kerja Responden. Frekuensi. 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Tahun 6 Tahun 8 Tahun. I--. Total Sumber; Data Primer, diolah 2015. 2 5 3 13 13 10 1 49. Persentase (%) 8,2 10,2 6,1 26,5 26,5 20,4 2,0 100,0. Data pada tabel memperlihatkan bahwa terdapat variasi masa kerja diantara responden. Namun demikian, tedapat 36 orang responden yang memiliki masa kerja di atas 4 - 6 tahun. Hanya ada 1 orang yang memiliki masa kerja 8 tahun di dinas ini. Sedangkan selebihnya tersebar dari masa kerja 1 tahun hingga 3 tahun. Kondisi ini relatif memperlihatkan bahwa rotasi di lembaga ini secara ekternal relatif tidak banyak terjadi. Sekalipun demikian, masa kerja yang relatif lama yang dimiliki oleh sebagian besar responden tentu menjadi indikator yang sangat baik dalam memperoleh data terkait beberapa variabel yang diteliti. Hal ini dikarenakan mereka memiliki pengalaman dan sejarah yang relatif sama dalam merasakan perkembangan lembaga Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli ini.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(101) 88. 16/41798.pdf. C. Analisis Deskriptif Atas Tanggapan Responden Sebagaimana dijelaskan bahwa data penelitian ini dikumpulkan dengan kuesioner yang menggunakan skala Likert. Skala yang digunakan adalah interval 1 s.d 5. Pembobotan atas angka 1 diartikan untuk pendapat sangat tidak setuju, 2 artinya tidak setuju, 3 artinya cukup setuju, 4 artinya setuju dan 5 artinya sangat setuju. Upaya mebkukan analisis deskriptif pada penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran umum kondisi tanggapan responden atas variabel-variabel yang diteliti pada penelitian ini. Pada penelitian ini, terdapat empat variabel yaitu lingkungan ketja, stres ketja, komitmen kerja dan kinetja pegawai. Proses analisis deskriptif atas respon yang diberikan oleh responden dalam penelitian ini menggunakan analisis frekuensi tanggapan dengan penjelasan sebagai berikut: Pilihan jawaban 1 = banyaknya responden yang merespon sangat tidak setuju Pilihan jawaban 2 = banyaknya responden yang merespon tidak setuju Pilihan jawaban 3 = banyaknya responden yang merespon cukup setuju Pilihan jawaban 4 = banyaknya responden yang merespon setuju Pilihan jawaban 5 = banyaknya responden yang merespon sangat setuju Penghitungan skor tanggapan responden terhadap suatu item pernyataan dilakukan dengan. =. 1 x pilihan jawaban 1 + 2 x Pilihan jawaban 2 + 3 x Pilihan. jawasan 3 + 4 x Pilihan Jawaban 4 + 5 x Pilihanjawaban 5. Proses awal analisis dilakukan dengan membuat kelas kategori terlebih dahulu yang menggunakan potensi skor terendah dan tertinggi. Dalam penelitian ini banyaknya anggota sampel adalah 49 oleh karenanya skor minimum bila responden memilih angka 1 yang berarti skor tanggapan satu pernyataan = 49 x 1. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(102) 89. 16/41798.pdf. =. 49. Adapun skor maksimumnya hila responden memilih angka 5 yang berarti. skomya adalah 49 x 5. =. 245. Rentang interval didapat dari hasil skor maksimum. dikurangi skor minimum yang kemudian dibagi jumlah skala. Ini artinya diperoleh nilai range/rentang = (245 - 49)/ 5 = 39,2. Dengan demikian diperoleh kriteria tanggapan responden terhadap suatu pemyataan tentang variabel penelitian seperti pada tabel 4.3 berikut:. Tabel. 4.3. Kriteria Tanggapan Responden No. Kriteria. Arti Tanggapan Responden. 1. 49,0 - 88,2. Sangatrendah/sangatburuk. 2. 88,3 - 127,5. Rendah/ Buruk. 3. 127,6- 166,8. Sedang/cukup Baik. 4. 166,9 - 206,1. Tinggilbaik. 5. 206,2 - 245,0. Sangat tinggilsangat baik. 1. Gambaran Kondisi Variabel l .. ingkungan Kerja Menurut Responden Hasil pengolahan data tentang tanggapan responden pada penelitian ini terhadap lingkungan keJja mereka dapat dilihat pada tabel berikut:. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(103) 90. 16/41798.pdf. Tabel. 4.4. Frekuensi Tanggapan Responden Terhadap Lingkungan Kerja Frekwensi Jawaban Responden. NO Item. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11. 12 13 14 15 Jumlah. 1 0 0 0 0 0 0 0 4 0 2 0 0 0 0 2 8. 2 0 0 0 0 0 4 0 0 2 0 0 0 0 1 4 11. 3 0 6 2. N. Skor. Keterangan. 5 20 16 40 42. 216 206 234 238. Sangat Baik. 0 6 0 0 0 30 30 0 0 8 2. 4 29 27 7 7 10 21 24 4 15 15 6 8 35 22. 33 24 25 41 2. 223 212 221 225 164. Sangat Baik. 2 86. 38 268. 2 43 41 6 24 3 362. Rata-rata. 49. 162 239 237 194 216 183. Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Cukup Baik Cukup Baik Sangat Baik Sangat Baik Baik Sangat baik Baik. 3170. 211,33. Sangat Baik. Sumber: Data Primer, diolah 2015 Dari pada Tabel 4.4 dapat dipehami bahwa bahwa rata-rata responden :::enderung memiliki respon yang sangat baik atas kondisi lingkungan keija mereka. Lingkungan Keija dalam kriteria baik. Namun demikian kondisi pada masing-masing butir pertanyaan/ pemyataan memperlihatkan variasi yang relatif beragam. Dari 15 butir pertanyaan/ pemyataan yang dijadikan indikator untuk melihat kondisi variabel lingkungan keija, terdapat 10 butir yang kondisinya sangat baik. Sedangkan sisanya terdapat 3 butir pentanyaan/ penyataan yang kondisinya baik dan hanya ada 2 butir pertanyaan/ pemyataan yang direspon dengan kondisi cukup baik. Secara keseluruhan data ini mempelihatkan bahwa ada sebagain kecil elemen dari variabel Lingkungan Keija yang memerlukan perhatian agar kondisi keseluruhan elemen bisa bernilai maksimal. Sekalipun. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(104) 91. 16/41798.pdf. tabel di menunjukkan nilai rata-rata kondisi variabellingkungan kerja sangat baik, namun adanya elemen yang nilainya masih baik dan cukup baik memperlihatkan masih adanya hal yang hams diupayakan menyangkut perbaikan kondisi lingkungan kerja.. 2. Gambaran Kondisi Stres Kerja Menurut Responden Gambaran kondisi stres kerja pegawai pada dinas ini berdasarkan data yang diperoleh dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel. 4.5. Frekuensi Tanggapan Responden terhadap Variabel Stres Kerja No Item. 1 2 3 -·. 4 5 6 7. 8 9 10 11 12 Jumlah. Jawaban Responden. 1 2 2 2 2 2 8 0 20 16 18 1 0 73. 2 0 4 0 4 2 16 18 4 6 2 2 0 58. 3 4 1. 4. 14 38 19 21 16 3. 3. 0 29 22 20 24 22 23 2 2 152. 1. 1 5 2 15 46 181. Rata-rata. 5 29 4 25 22 0 0 4 0. 0 4 29 1 118. N. 49. Skor. Keterangan. 215 Sangat Baik 185 Baik 212 Sangat Baik 204 Baik 157 Cukup Baik 118 Buruk 120 Buruk 100 Buruk 114 Buruk 119 Buruk 216 Sangat Baik 195 Baik 1955 162,92 Cukup Baik. Sumber: Data Primer, diolah 2015 Dari data pada Tabel 4.5. tampak bahwa rata-rata responden memiliki tanggapan terhadap kondisi stres kerja dalam kriteria cukup baik. Dari 12 item indikator stres kerja, sebanyak 5 indikator kondisinya buruk. Sedangkan indikator stres kerja yang kondisinya sangat baik hanya ada 3 butir dan selebihnya kondisi indikatronya adalah baik. Dengan kondisi ini, terlihat bahwa para pegawai di dinas ini sangat rentan untuk meraskan stres atau tertekan. Tabel di atas juga. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(105) 92. 16/41798.pdf. memperlihatkan bahwa ada banyak hal yang hams dibenahi agar peluang pegawai di dinas ini untuk merasa tertekan bisa diperkecil. Upaya ini tentunya terkait dengan perbaikan kondisi di masing-masing butir indikator yang berdasarkan tabel di atas kondisinya buruk.. 3. Kondisi Variabel Komitmec Kerja Menurut Responden. Terhadap hasil pengolah data terkait variabel komitmen keija diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel. 4.6. Frekuensi Tanggapan Responden terhadap Variabel Komitmen K" erja NO Item. 1 2 3 4 5 6 7. e Jumlah. Jawaban Responden. 1 0 0 0 0 1 2 1 1 5. 2 0 0 0 0 0 4 0 4 8. 3 0 0 0 2. 4 0 3 22 31. 5 10 46 36 44 '28. 4. 39 3 13. 3 16 39 21 21 155. N. 49. 4. 24 1 193. Rata-rata. 49. Skor. Keterangan. 206 242 232 255 212 198 214 164 1723 215,375. Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Cukup Baik Sangat Baik. Sumber: Data Pnmer, d10lah 2015 Data pada Tabel 4.6 menunjukkan kondisi variabel Komitmen Keija relatif sangat baik. Ungkapan relatif dikarenakan pada bagian indikator tertentu kondisinya berdasarkan respon yang diperoleh masih perlu ditingkatkan. Dari 8 indikator terdapat 5 indikator yang kondisinya sangat baik dan ada dua indikator kondisinya baik serta terdapat satu indikator kondisinya cukup baik. Kenyataan ini ini menunjukkan bahwa secara umum adalah benar kondisi variabel komitmen keija pegawai pada dinas ini sudah terbilang baik hanya saja pada bagian tertentu. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(106) 93. 16/41798.pdf. ada potensi yang bisa menyebabkan kondisi sangat baik tersebut bisa menurun jika tidak bisa dibenahi.. 4. Kondisi Variabel Kinerja Pegawai Menurut Responden Kondisi yang sama juga relatif dijumpai pada variabel kineija pegawai. Pe11golahan data tentang variabel terekhir ini dapat dilihat pada tabel berikut ini:. Tabel. 4.7. Frekuensi Tanggapan Responden terhadap Variabel Kinerja p egawa1. No. Jawaban Responden. Item. 1. 2. 3. 1 2. 7. ~. 20 0 0 0 0 0 32. 17 19 4 0 0 0 0 0 40. 23 21 23 2. 5. 4 5 6 7 8 Jumlah. 1. 0 0 1 71. 4 2 1 1 47 38 4 6. 13 112. 5 0 3 1 0 10. 45 43 35 137. Rata-rata. N. Skor. 49. 49. Keterangan. 118 Buruk 125 Buruk 106 Buruk 194 Baik 205 Baik 241 Scmgat baik 239 Sangat baik 230 Sangat baik 1458 182,25 Bail<. Sumber: Data Primer, diolah 2015. Mencermati temuan pada Tabel4.7. tampak bahwa respon 49 pegawai yang diteliti pada penelitian ini kondisinya masuk dalam kategori baik. Sekalipun demikian, potensi yang mengancam kondisi variabel ini amat terbuka sebab dari 8 indikator yang dipergunakan untuk menilai variabel kineija pegawai terdapat 3 indikator dengan kondisi buruk. Sedangkan 2 indikator lainnya kondisinya adalah baik. Kenyataan ini menunjukkan bahwa sejauh ini kondisi umum kineija pegawai pada Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli adalah baik dan perlu upaya lebih untuk mengubah kondisinya menjadi sangat baik. Perhatian pada indikator yang kondisinya buruk begitu perlu dilakukan agar kondisinya tidak memburuk.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(107) 94. 16/41798.pdf. D.. Basil Uji Asumsi Klasik. Analisis regresi linear pada dasamya adalah studi hubungan antara variabel terikat (dependen) dan variabel bebas (variabel independen) dengan tujuan untuk mengestimasi atau menaksir rata-rata populasi atau nilai rata - rata variabel dependen berdasarkan nilai variabel independen yang diketahui (Gujarati, 1995). Dalam penelitian ini menggunakan model regresi linier berganda, yakni Kinelja Pegawai sebagai. variab~l. dependen sedangkan variabel independennya adalah. Lingkungan Kelja, Stres Kelja dan Kornitmen Keija. Model regresi linier berganda dapat disebut sebagai model yang baik apabila memenuhi kriteria BLUE (Best linier unbiased estimator). Untuk mendapatkan kondisi BLUE tersebut hams dipenuhi adanya kelayakan uji asumsi klasik. Pada penelitian ini uji asumsi klasik yang hams Jilakukan yaitu uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas data sampel. Pada penelitian ini, analisis data menggunakan analisis jalur. Dimana analisis jalur adalah pengembangan dari analisis regresi linear berganda. Sehingga harus dilakukan pengujian asumsi klasik. Dimana analisis jalur pada penelitian ini terdiri dari dua, struktur 1 dan struktur 2 . Oleh karena itu pengujian asumsi klasik dilakukan untuk masing-masing struktur. Hasil pengujian asumsi klasik sebagai berikut:. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(108) 95. 16/41798.pdf. 1.. Pengujian Struktur 1. a.. Uji Normalitas. Menurut Situmorang & Lufti (2011) uji normalitas dengan grafik senng m;:!nimbulkan perbedaan persepsi di antara beberapa pengamat dan menimbulkan keragu-raguan oleh karena itu untuk memastikan apakah data di sepanjang garis diagonal berdistribusi normal maka dilakukan !lji kolmogorov smimov (1 sample KS) dengan melihat data residualnya apakah berdistribusi normal atau tidak. Pedoman pengambilan keputusan: -. Nilai Asymp.Sig(2-tailed) atau signifikansi atau nilai probabilitas lebih kecil dari 0.05. Dengan kata lain variabel residual tidak berdistribusi normal.. -. Nilai Asymp.Sig (2-tailed) atau signifikansi atau nilai probabilitas lebih besar dari 0.05 Dengan kata lain vanabel residual berdistribusi normal. Selain hasil pengujian dengan metode statistik (Uji Kolmogorov Smimov). juga didukung hasil pengujian dengan metode grafik. Hasil pengujian dengan metode grafik yaitu grafik histogram model regresi dan grafik Normal Probability Plot ModeL Hasil Uji normalitas dengan Uji Kolmogorov Smimov dan pengujian. dengan metode grafik pada penelitian ini sebagai berikut: 1) Hasil Uji Kolmogorov. Hasil Uji Kolmogorov struktural 1 dapat dilihat pada tabel 4.6 di bawah ini:. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(109) 96. 16/41798.pdf. Tabel. 4.8. Hasil Uji Kolmogorov Smirnov Struktur 1 One-Sample Kolmogorov-Smimov Test Unstandardiz ed Residual N Normal Parameters a,b Most Extreme Differences. 49 Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative. Kolmogorov-Smimov Z Asymp. Sig. (2-tailed). ,0000000 ,22326672 ,189. '115 -,189 1,323 ,060. a. Test distribution is Nurmal. b. Calculated from data.. Berdasarkan basil Uji Kolmogorov Sminov Struktural 1 pada tabel 4.7. di atas, besarnya nilai Kolmogorof-Smirnov adalah 1.323 dan signiflkansinya pada 0.060 (lebih besar dari 0.05). hal ini berarti data residual model regresi struktur 1 terdistribusi secara normal.. 2) Hasil Pengujian Dengan Metode Grafik. Pengujian dengan metode graflk dilakukan dengan melihat graflk histogram dan graflk Normal Probability Plot . Hasil graflk histogram terlihat pada gambar 4.1 berikut ini:. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(110) 97. 16/41798.pdf. Histogram. Dependent Variable: Variabel Komitmen Kerja (X3). Mean= 7.61E-15 Std. Dev. = 0.979 N=49. Regression Standardized Residual. Sumber : Data Primer yang diolah. Gambar. 4. 1. Graftk Histogram Model Regresi Struktur 1 Dari grafik Histogram (Ga•nbar 4 .I.) struktural 1 di atas dapat terlihat bahwa residual pada model regresi bentuk kurva. telah terdistribusi secara normal dengan. yang berbentuk simetris tidak melenceng ke kanan ataupun. melenceng ke kiri. Sedangkan berdasarkan grafik Normal Probability Plot-nya terlihat pada gambar 4.2.berikut ini:. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(111) 98. 16/41798.pdf. Nonnal P-P Plot of Regression Standardized Residual. Dependent Variable: Variabel Komitmen Kerja (X3). 0.8. ... .a. 0 D... E. 0.6. :::s. 0. "0. su. 0.4. Q). c. )C. w. 0.2. 0.0. 0.2. 0.4. 0.6. 0.8. 1.0. Observed Cum Prob. Sumber : Data Primer yang diolah. Gambar. 4. 2. Gra:ftk Normal Probability Plot Model Regresi Struktur 1 Berdasarkan. grafik: Normal Probability Plot pada Gambar 4.2. dapat. terlihat bahwa titik-titik sebaran mendekati garis normal, hal ini menunjukk:an bahwa residual pada model regresi terdistribusi secara normal.. b. Uji Heteroskedastisitas Model regresi yang baik adalah yang teijadi homokedastisitas atau tidak heterokedastisitas.. Pengujian. gejala heteroskedastisitas. dilak:ukan. dengan. menggunakan uji metode grafik Scatter Plot dan metode statistic dengan. UJI. Glejser. Hasil pengujian heteroskedastistas dapat terlihat sebagai berikut: 1) Hasil Pengujian Heteroskedastisitas Struktur 1 dengan Uji Glejser Hasil pengujian dengan Uji Glejser untuk model regresi berikut:. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. terlihat pada tabel.

(112) 99. 16/41798.pdf. Tabel. 4. 9. Hasil Uji Heteroskedastisitas Model Regresi Strukturall Coefficients(a) Unstandardized Coefficients Model 1. B. Std. Error. (Constant). 1,013. ,255. Variabellingkungan Kerja (X1). -,070. ,064. Variabel Stres Kerja (X2). -,172. ,034. Standardized Coefficients. T. Sig.. Beta. B. Std. Error. 3,977. ,000. -,130. -1,097. ,278. -,606. -5,106. ,000. a Dependent Vanable: absut. Sumber : Data Primer yang diolah. Hasil penguJian pada Tabel 4.7.menunjukkan bahwa tidak ada satupun variabel independen (Lingkungan Kerja dan Stress Kerja) yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen absut,. sebagaimana ditunjukkan. dengan nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05. Hasil signifikansi terhadap variabel Lingkungan Kerja dan Stres Kerja masing-masing sebesar 0.278 dan 0.000. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kedua variabel independen tersebut tidak tetjadi gejala heteroskedastisitas.. 2) Hasil Pengujian Heteroskedastisitas Struktur l dengan Grafik Uji hetereskedastisitas pada struktur 1 dengan menggunakan grafik dapat dilihat pada gambar berikut:. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(113) 100. 16/41798.pdf. Scatterplot. Dependent Variable: Variabel Komibnen Kerja (X3). 0. 0 0 0. 0. 0. -2. Coo. 0 0. -1. 0. I. I. 1. 2. Regression Standardized Predicted Value. Gambar. 4. 3. Grafik Heteroskedastisitas Scatter Plot Model Regresi Struktur 1 Pada grafik di atas terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak dan tidak membentuk pola tertentu. Ini artinya tidak teijadi hetereskedasitas pada model regresi yang diuji.. c. Uji Multikolinearitas Model regresi yang baik seharusnya antar variabel independen tidak teijadi kolerasi. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinieritas di dalam model regresi dilakukan dengan cara :. 1). Menganalisis Matrik Korelasi Antar Variabel Independen.. Matrik korelasi antar variabel independen menunjukkan adanya korelasi antar variabel independen, jika antar variabel independen ada korelasi yang cukup. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(114) 101. 16/41798.pdf. tinggi (umumnya di atas 0,90), maka hal ini merupakan indikasi adanya multikolinieritas. Hasil Uji matrik korelasi antar variabel bebas Struktur 1 tampak pada tabel4.11 berikut ini: Tabel. 4. 11. Hasil Uji Matrik Korelasi Model Regresi Struktur 1 Coefficient Correlations(a) Variabel Stres Kerja (X2). Model 1. Correlations Covariances. Varia bel Lingkungan Kerja (X1). Variabel Stres Kerja (X2). 1,000. -,379. Variabel Lingkungan Kerja (X1). -,379. 1,000. ,004. -,003. -,003. ,013. Variabel Stres Kerja (X2) Variabel Lingkungan Kerja (X1). a Dependent Vanable: Vanabel Kom1tmen KerJa (X3). Sumber Data Primer yang Diolah Berdasarkan tabel 4.11. terlihat bahwa koefisien korelasi antar variabel independen di bawah 0.9 hal ini menunjukkan bahwa antar variabel independen tidak ada korelasi yang cukup tinggi, sehingga dapat disimpulkan bahwa antar variabel independen tidak ada indikasi adanya gejala multikolinieritas. 2). Menganalisis Nilai Tolerance dan Variance 11iflasion Factor (VIF).. Nilai Tolerance dan Variance 11iflasion Factor (VIF) menunjukkan setiap variable independen manakah yang dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Apapun Kriteria yang digunakan adalah, jika: Nilai tolerance < 0,1 atau VIF > 10 = terjadi multikolinearitas. Nilai tolerance> 0,1 atau VIF <10 = tidak terjadi multikolinearitas.. Hasil uji nilai tolerance dan VIF di dalam model regresi struktural 1 tampak pada Tabel. 4.9 berikut ini:. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(115) 102. 16/41798.pdf. Tabel. 4. 12.Nilai Tolerance dan Variance Inflation Faktor (VIF) Struktur 1 CoefficientS'. Model 1. (ccnstant) Variabel Lingkungan Ke~a (X1) Variabel Stres Ke~a (X2). Unstandardized Coefficients B Std. Error 2,316 ,462 ,1<10 ,368. a. Dependent Variable: Variabel Komitmen. Ke~a. Standardized Coefficients Beta. t 5,014. Sig.. Collinearil' Statistics Tolerance VIF. .000. ,115. ,177. 1,644. ,107. ,856. 1,168. ,061. ,649. 6,015. ,000. ,856. 1,168. (X3). Sumber: Data Primer Yang Diolah Berdasarkan tabel 4.12. terlihat bahwa nilai tolerance semua variabel bebas nilainya masing-masing 0.856 {lebih besar dari 0.1) dan nilai Variance lnjlanation Faktor (VIF) masing-masing 1.168 yang kondisinya < 10. Hal ini berarti bahwa pada model regresi tidak tetjadi gejala multikolinearitas Berdasarkan hasil pengujian asumsi klasik struktur 1 di atas menunjukkan bahwa semua persyaratan untuk uji asumsi klasik terpenuhi.. 2.. Pengujian Struktur 2. a.. Uji Normalitas. terdapat beberapa cara dalam melakukan uji normalitas persamaan regresi diantaranya adalah uji kolmogorov smirnov (1 sample KS) dengan melihat data residualnya apakah berdistribusi normal atau tidak dan pengujian dengan metode graflk. Hasil pengujian dengan metode graflk yaitu graflk histogram model regresi dan grafik Normal Probability Plot Model.. Hasil Uji normalitas struktural 2. dengan Uji Kolmogorov Smirnov dan pengujian dengan metode grafik pada penelitian ini sebagai berikut: 1) Hasil Uji Kolmogorov Hasil Uji Kolmogorov struktural 2 dapat dilihat pada tabel4.13 di bawah ini:. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(116) 103. 16/41798.pdf. Tabel. 4.13. Hasil Uji Kolmogorov Smimov Struktural 2 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test. N Normal Parametersa,b Most Extreme Differences. Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative. Kolmogorov-Smimov Z Asymp. Sig. (2-tailed). Unstandardiz ed Residual 49 ,0000000 ,29959816 ,172 ,172 -,132 1,201 ,112. a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.. Berdasarkan hao;;il Uji Kolmogorov Sminov Struktur 2 pada tabel 4.13. besarnya nilai Kolmogorof-Smimov adalah 1.201 dan signiflkansinya pada 0.112 (lebih besar dari 0.05). Hal ini berarti data residual model regresi struktur 2 terdistribusi secara normal. 2). Hasil Pengujian dengan metode graflk. Pengujian dengan metode graflk dilakukan dengan melihat graflk histogram dan graflk Normal Probability Plot . Hasil graflk histogram struktur 2 terlihat pada gambar 4.4 berikut ini:. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(117) 104. 16/41798.pdf. Histogram. Dependent Variable: Varlabel Klnerja Pegawal (Y). 25. 20. >u c:. ...e CD. 15. =>. u... 10. 5 Mean= 4.04E-15 Std. Dev. = 0.979. 0. N-===49 -4. 0. -2. 2. 4. 6. Regression Standardized Residual. Sumber : Data Primer yang diolah. Gambar. 4. 4. Grafik Histogram Model Regresi Struktur 2 Dari grafik Histogram (Gambar 4.4.) struktur 2 dapat terlihat bahwa residual pada model regresi telah terdistribusi secara normal dengan bent'..1k kurva yang berbentuk simetris tidak miring ke kanan ataupun ke kiri. Sedangkan berdasarkan grafik Normal Probability Plot-nya terlihat pada gambar 4.5 berikut ini:. Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual. Dependent Variable: Varlabel Kinerja Pegawai (Y) 10·,-------------------------~. 0 08. .c. e. 0... E. o6. =>. 0. -g 0. ~. 04. ~. 0.2. 00 0.0. ----.----02. OA. 06. 08. 1.0. Observed Cum Prob. Sumber : Data Primer yang diolah. Gambar. 4. S.Grafik Normal Probability Plot Model Regresi Struktur 2. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(118) 105. 16/41798.pdf. Berdasarkan. graflk Normal Probability Plot. pada Ga.mbar 4.5. dapat. terlihat bahwa titik-titik sebaran mendekati garis normal, hal ini menunjukkan bahwa residual pada model regresi terdistribusi secara normal.. b.. UH Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang terjadi homokedastisitas atau tidak heterokedastisitas.. Pengujian. gejala heteroskedastisitas. dilakukan dengan. menggunakan uji metode graflk Scatter Pl(lt dan metode statistic dengan. UJI. Glejser. Hasil pengujian heteroskedastistas dapat terlihat sebagai berikut: Hasil pengujian Heteroskedastisitas Struktur 2 Hasil uji dengan graflk. Scatter Plot structur 2 seperti terlihat pada. Ga.mbar 4.6 berikut ini:. Scatterplot. Dependent Variable: Variabel Kinerja Pegawai (Y) 0. iii :::1 "0. 4-. 'ij G>. a::. "0 G>. 2. :Sc. o:>o 0. G>. "0 :::1. li) c. o-. 0. 0. 0 0. 0. 0. 0 ·u; tl>. e 1:». OQ)Oo. 0. 0. 0. ~. 0. 0. 0. -2 0. Cl). a::. -4. -3. -2. -1. 0. Regression Standardized Predicted Value. Sumber : Data Primer yang diolah Gambar. 4. 6. Grafik Scatter Plot Model Regresi Struktur 2. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(119) 106. 16/41798.pdf. Dari graflk Scatter Plot pada Gambar 4.6., terlihat titik-titik menyebar secara acak dan tidak membentuk sebuah pola tertentu baik di atas maupun dibawah angka nol pada sumbu Y. Pengujian. dengan. Scatter. graflk. Berarti. Plot. tidak tetjadi heteroskedastisitas. diperkuat. dengan. penguJtan. heteroskedaJtisitas metode statistik yaitu dengan uji glejser. Hasil penguJtan dengan Uji Glejser untuk model regresi struktur 2 terlihat puda tabel 4.14 sebagai berikut:. Tabel. 4. 14. Hasil Uji Glejser Model Regresi Struktural2 Coefficients a. Model 1. (Constant) Variabel Ungkungan Kerja (X1) Variabel Sires Kerja (X2). Unstandardized Coefficients Std. Error B ,744 ,418. Standardized Coefficients 1,781. SiQ. ,082. I. Bela. Collinearit Statistics Tolerance VIF. -,040. ,104. -,058. -,385. ,702. ,856. 1,168. -,111. ,055. -,302. -2,006. ,051. ,856. 1,168. a. Dependent Vanable: Absut. Hasil pengujian pada Tabel 4. I l.menunjukkan ketiga variabel independen tersebut relative tidak tetjadi gejala heteroskedastisitas. c. Uji Multikolinearitas Model regresi yang baik seharusnya antar variabel independen tidak tetjadi kolerasi. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinieritas di dalam model regresi dilakukan dengan cara :. 1). Menganalisis Matrik Korelasi Antar V ariabel Independen.. Matrik korelasi antar variabel independen menunjukkan adanya korelasi antar variabel independen, jika antar variabel independen ada korelasi yang cukup tinggi (umumnya di atas 0,90), maka hal ini merupakan indikasi adanya. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(120) 107. 16/41798.pdf. multikolinieritas. Hasil Uji matrik korelasi antar variabel bebas Struktur 2 tampak pada Tabel. 4.12 berikut ini: Tabel. 4. 15. Hasil Uji Matrik Korelasi Model Regresi Struktur 2 Coefficient Conelatiomt. Model 1. Ke~a. Correlations. Variabel Stres. Covariances. Variabellingkungan Ke~a (X1) Variabel Stres Ke~a (X2). (X2). Variabellingkungan Kerja (X1). Variabel Stres Keria {X2) 1,000. Variabel Lingkungan Keria lX1) -,379. -,379. 1,000. ,003. -,002. -,002. ,011. a. Dependent Variable: Absut. Sumber Data Primer yang Diolah Berdasarkan Tabel 4.16. terlihat bahwa koefisien korelasi antar variabel independen dibawah 0.9 hal ini menunjukkan bahwa antar variabel independen tidak ada korelasi yang cukup tinggi, sehingga dapat disimpulkan bahwa antar variabel independen tidak ada indikasi adanya gejala multikolinieritas. 2). Menganalisis Nilai Tolerance dan Variance Inflasion Factor (VIF).. Nilai Tolerance dan Variance lnflasion Factor (VIF) menunjukkan setiap variable independen manakah yang dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Kriteria yang digunakan pada pengujian ini adalah, jika: Nilai tolerance < 0, l atau VIF > 10 = tetjadi multikolinearitas. Nilai tolerance> 0,1 atau VIF <1 0 = tidak terjadi multikolinearitas. Hasil uji nilai tolerance dan VIF di dalam model regresi struktur 2 tampak pada Tabel 4.17 berikut ini:. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(121) 108. 16/41798.pdf. Tabel. 4.16.Nilai Tolerance dan Variance Inflation Faktor (VIF) Struktur 2 Coefficients-. Model 1. (Constant) Variabel Lingkungan Kerja (X1) Variabel Stres Kerja (X2). Unstandardized Coefficients B Std. Error ,418 ,744. Standardized Coefficients Beta. t 1,78i. SiQ. ,082. Collinearil1 Statistics Tolerance VIF. -,040. ,104. -,058. -,385. ,702. ,856. 1,168. -,111. ,055. -,302. -2,006. ,051. ,856. 1,168. a. Dependent Vanable: Absut. Sumber Data Primer Yang Diolah Berdasarkan Tabel 4.14. terlihat bahwa nilai tolerance. s~mua. variabel bebas. Pilainya masing-masing 0.856 (lebih besar dari 0.1) dan nilai Variance Injlanation Faktor (VIF) masing-masing adalah 1.168 ( lebih kecil dari 10), hal ini berarti bahwa pada model regresi tidak terjadi gejala multikolinearitas. Jadi berdasarkan hasil Uji matrik korelasi antar variabel bebas dan hasil uji Nilai Tolerance dan Variance Inflasion Factor (VIF) maka dapat disimpulkan bahwa model regresi Struktur 1 dan model regresi Struktur 2 tidak terjadi adanya gejala multikolinearitas.. E. Hasil Pengujian Hipotesis dengan Analisis Jalur (Path Analysis) Analisis jalur adalah suatu teknik pengembangan dari regresi linier ganda. Teknik ini digunakan untuk menguji besarnya sumbangan (kontribusi) yang ditunjukkan oleh koefisien jalur pada setiap diagram jalur dari hubungan kausal antar variabel X I dan. x2. terhadap. x3. serta dampaknya terhadap Y. Pada penelitian ini model. penelitian dapat dijelaskan dengan Gambar 4.7. Model analisis jalur sebagai berikut:. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(122) 109. 16/41798.pdf. Gam bar. 4. 7. Model Analisis Jalur Berdasarkan Gambar 4.7.Model Analisis Jalur di atas dapat dijelaskan bahwa model Analisis Jalur terdiri dari struktur I, struktur 2 dan struktur 3. 1.. Analisis Jalur Pada Substruktur 1. Dengan XI adalah Lingkungan Keija,. x2 adalah. Stres keija dan. x3 adalah. Komitmen kerja. Gambaran tentang analisis jalur pada struktur I ini adalah se bagai berikut :. Gambar. 4.8 Analisis Jalur Struktur 1 a. Pengaruh XI terhadap X3 untuk menjawab Hipotesis I - Pengaruh langsung XI. ~. X3. =. (Px3xi) x( Px3xi). - Pengaruh tidak langsung Xl 0 X2. ~. X3 = (Px3xl) x (rxix2) x ( Px3x2). - Pengaruh total: pengaruh langsung + pengaruh tidak langsung. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(123) 110. 16/41798.pdf. b. Pengaruh X2 terhadap X3 untuk menjawab hipotesis 2 - Pengaruh langsung X2. ~. Y = (Px3x2) x( Px3x2). - Pengaruh tidak langsung X2 n Xl. ~. X3. =. (Px3x2) X (rxlx2) X ( Px3x2). - Pengaruh total: pengaruh langsung + pengaruh tidak langsung c. Pengaruh secara bersama-sama antara Xl dan X2 terhadap X3 menjawab Hipotesis 3 - Pengaruh langsung secara bersama-sama antara Xl dan X2 terhadap X3 Xl & X2. n y = (Px3xl X Px3xl) + (Px3x2 X Px3x2). - Pengaruh tidak langsung secara bersama-sama antara Xl dan X2 terhadap X3 X2 & Xl. ~. X3. =. (Px3xl) x (rxlx2) x ( Px3x2). - Pengaruh total: pengaruh langsung + pengaruh tidak langsung. 2.. Analisis Jalur Pada Substruktur 2. Dengan X I adalah Lingkungan Kerja,. x2. adalah Stres Kerja dan. x3. adalah. komitmen kerja serta variabel Y adalah Kinerja Pegawai. Gambaran tentang analisis jalur pada struktur 2 ini adalah sebagai berikut:. Gambar. 4.9 Analisis Jalur Struktur 2. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(124) 111. 16/41798.pdf. a. Pengaruh XI terhadap Y untuk menjawab Hipotesis 4 - Pengaruh langsung XI. ~. Y = (Px3xi) x( Px3xi). - Pengaruh tidak langsung XI. n X2 ~ y = (Px3xl) X (rxlx2) X ( Px3x2). - Pengaruh total: pengaruh langsung + pengaruh tidak langsung. b. Pengaruh X2 terhadap Y untuk menjawab hipotesis 5 - Pengaruh langsung X2. ~. Y= (Px3x2) x( Px3x2). - Pengaruh tidak langsung X2. n Xl. ~. y = (Px3x2) X (rxlx2) X ( Px3x2). - Pengaruh total: pengaruh langsung + pengaruh tidak langsung. c. Pengaruh secara bersarna-sarna antara XI dan x2 terhadap Y untuk menjawab hipotesis 6 - Pengaruh langsung secara bersama-sama antara XI dan X2 terhadap Y XI & X2 n. y = (Px3xl X Px3xl) + (Px3x2 X Px3x2). - Pengaruh tidak langsung secara bersarna-sarna antara XI dan X2 terhadap Y 2 & Xl. ~. Y = (Px3xl) x (rxix2) x ( Px3x2). - Pengaruh total: pengaruh langsung + pengaruh tidak langsung. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(125) 112. 16/41798.pdf. 3.. Analisis Jalur Pada Substruktur 3. Dengan X3 adalah Komitmen ketja dan Y adalah variabel Kinetja Pegawai. Pengujian pada struktur ini berguna untuk menguji hipotesis 7. Gambaran struktur 3 adalah sebagai berikut:. l x31 ----::py-:-:-x<rl-----+~~1 t-. Y. Gambar. 4.10 Analisis Jalur Struktur 3. 4. Analisis Jalur Pada Substruktur 4 Dengan X 1 adalah Lingkungan Ketja, X2 adalah Stres Ketja, X3 adalah komitmen ketja dengan Y adalah Kinetja Pegawai. Pengujian pada struktur ini menguji hipotesis 8, 9, 10 dan 11. gambar struktur 4 adalah sebagai berikut:. Gambar. 4.11. Analisis Jalur 4 a. Pengaruh X1 terhadap Y melalui X3 untuk menjawab hipotesis 8 Xl - . Y melalui X3 = Px3xl . rxlx3. Pyx3 (Pengaruh tidak langsung). b. Pengaruh X2 terhadap Y melalui X3 untuk menjawab hipotesi 9 X 2 - . Y melalui X3 = Px3xl . rxlx3. Pyx3 (Pengaruh tidak langsung). Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(126) 113. 16/41798.pdf. c. Pengaruh XI dan X2 secara bersama terhadap Y melalui x3 XI & X2--.. Y melalui X3 = (Px3xl.rxlx2.Px3x2) (Px3x2.rx2xl.Px3xl). (Pyx3). d. Pengaruh X 1, X2 dan X3 secara bersama terhadap Y XI, X2 & X3__. Y = (Px3xl.Px3xl) + (Px3x2.Px3x2}+(Pyx3.Pyx3). 4. Koefesien Determinasi a. Koefesien Determinasi Struktur 1 Analisis data terhadap kondisi variabel pada struktur 1 ini menghasilkan output sebagai berikut:. Tabel. 4.17. Model Summary Struktu;:- 1 Model SummarY>. Model 1. R ,7358. R ~uare ,541. Adjusted R ~uare ,521. Std. Error of the Estimate ,22807. a. Predictors: (Constant), Variabel Stres Kerja (X2), Variabel Lingkungan Ke~a (X 1) b. Dependent Variable: Variabel Komitmen Ke~a (X3). Berdasarkan tabel model summary di atas diketahui bahwa angka R Square sebesar 0,541. Angka ini secara jelas memperlihatkan bahwa persentase sumbangan pengaruh variabel Lingkungan Kerja (XI) dan Stres Kerja (X2) terhadap variabel Komitmen Kerja (Y) adalah sebagai berikut:. KD. =r2 x 100%. = 0.541. X. 100 o/o. = 54,1%. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(127) 114. 16/41798.pdf. Perhitungan di atas menunjukkan kondisi bahwa variabel Lingkungan Kerja (Xl) dan Stres Kerja (X2) secara bersama berpengaruh kepada variabel Komitmen Kerj a (Y) sebesar 54, I%. Ini artinya sumbangan variabel lain yang mempengaruhi Komitmen Kerja (Y) adalah sebanyak 100- 54.I. =. 46.9 %, dan. variabel-variabel tersebut tidak dimasukkan atau tidak diteliti dalam model penelitian ini.. b. Koefesien Determinasi Struktur II Proses analisis data pada strukur 2 ini memperlihatkan hasil sebagai berikut:. Tabel. 4.18. Model Summary Struktur 2 Model Summarf Model 1. R ,592a. R Square ,350. Adjusted R Square ,322. a. Predictors: (Constant), Variabel Stres Varia bel Ungkungan Ke~a (X 1). Ke~a. Std. Error of the Estimate ,30604 (X2),. b. Dependent Variable: Variabel Kine~a Pegawai. M. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa angka R Square dari struktur ini adalah 0,350. Angka ini menunjukkan bahwa persentase kontribusi pengaruh variabel independen yang dalam hal ini adalah Lingkungan Kerja (XI) dan Stres Kerja (X2) terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y) adalah sebagai berikut:. KD. =r2 x IOO% = 0,350 X I00% =35% Perhitungan di atas menunjukkan kondisi bahwa variabel Lingkungan. Kerja (XI) dan Stres Kerja (X2) secara bersama berpengaruh kepada variabel Kinerja Pegawai (Y) sebesar 35 %. Ini artinya terdapat 65 % konstribusi dari. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(128) 115. 16/41798.pdf. faktor atau variabel lainnya yang juga mempengaruhi Kinerja Pegawai. Hanya saj~. pada penelitian ini factor-faktor atau variabel tersebut tidak dijadikan objek. kajian.. c. Koefesien Determinasi Struktur 3 P~oses. pengaolah data yang ada dengan menggunakan perangkat lunak yang. dipilih memperlihatkan hasil sebagai berikut: Tabel. 4.19. Model Summary Struktur 3 Model Summarf Model 1. I. R Sauare R ,397al ,158. Adjusted R Sauare ,140. Std. Error of the Estimate ,34468. a. Predictors: (Constant), Variabel Komitmen Kerja (X3) b. Dependent Variable: Variabel Kinerja Pegawai. M. Berdasarkan tabel di atas d!ketahui bahwa angka R Square dari struktur 3 tm adalah 0,158. Angka ini menunjukkan bahwasanya persentase kontribusi. pengaruh variabel independen yang dalam hal ini adalah Komitmen Kerja (X3) terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y) adalah sebagai berikut: KD. =r2 x 100% =. 0,158. =. 15.8%. X. 100%. Perhitungan di atas menunjukkan kondisi bahwa variabel Komitmen Kerja (X3) berpengaruh kepada. variabel Kinerja Pegawai (Y) sebesar 15,8%. Ini. artinya terdapat 84,2 % konstribusi dari faktor atau variabel lainnya yang juga mempengaruhi Kinerja Pegawai (Y). Namun demikian pada penelitian ini faktorfaktor atau variabel tersebut tidak dikaji.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(129) 116. 16/41798.pdf. 5. Pengujian Analisis Jalur Pada Struktur a. Analisis Jalur Pada Substruktur 1. Analisis jalur struktur I untuk menjawab perumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini. Hasil pengujian statistik dengan perangkat lunak yang ada diperoleh hasil sebagaimana dimuat pada Tabel 4.20: Ta!Jel. 4.20. Nilai Koefesiec Variabel Xl dan X2 terhadap Variabel X3 CoefficientSS. Model 1. (Constant) Variabel Lingkungan Ke~a (X1) Variabel Stres Kerja (X2). Unstandardized Coefficients 8 Std. Error ,462 2,316. Standardized Coefficients Beta. t 5,014. Sig. ,000. ,190. '115. ,177. 1,644. ,107. ,368. ,061. ,649. 6,015. ,000. a. Dependent Variable: Variabel Komitmen Kerja (X3). Tabel 4.20 memperlihatkan hasil uji parsial menunjukkan bahwa nilai t hitung variabel lingkungan ketja (XI) sebesar I,644 dengan nilai signifikansi 0,107. Ini artinya variabel Lingkungan Ketja (XI) secara parsial memiliki pengaruh yang kurang signifikan. Hal yang agak berbeda terlihat pada hasil uji parsial dari variabel Stres Ketja (X2). Nilai t hitung variabel Stres Ketja yang dimuat pada tabel 4.20 atas adalah 6.015 dengan signifikansi 0,000. Nilai demikian menunjukkan bahwa secara parsial variabel Stres Ketja memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap variabel Komitmen Ketja. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(130) 117. 16/41798.pdf. Tabel 4.21. Korelasi Variabel Lingkungan Kerja (Xl) dan Stres Kerja (X2) Correlations. Variabel Lingkungan Kerja (X1). Pearson Correlation. Variabel Lingkungan Kerja(X1J 1. Sig. (2-tailed). Variabel Stres Kerja (X2). N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N. Variabel Stres Kerja (X2) ,379*• ,007. 49 ,379*•. 49. 1. ,007 49. 49. **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).. Berdasarkan hasil perhitungan yang dimuat pada Tabel 4.17 dan 4.18, dapatlah dibuat gambar skema perhitungan analisis jalur struktur I dengan hasil sebagai berikut:. Gambar. 4. 12. Analisis Jalur Struktur 1. a. Pengaruh X1 terhadap X3 untuk menjawab Hipotesis I - Pengaruh langsung X1. ~X3. =. (Px3xl) x( Px3xl). =. (0, 177) X (0,177). = 0,0313 atau 3,13% - Pengaruh tidak langsung. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(131) 118. 16/41798.pdf. X1. QX2~Y. =. (Px3x1) x (rxlx2) x ( Px3x2). =. (0, 177) X (0,3 79) X (0,649). = 0,0435 atau 4,35% - Pengaruh total. =. pengaruh langsung + pengaruh tidak langsung. =. 3,13% + 4,35%. = 7,48% Berdasarkan perhitungan ini maka dapat diketahui bahwa variabel XI melililiki pengaruh langsung ke variabel X3 sebesar 3, I3%. Sedangkan pengaruh tidak langsungnya adalah sebesar 4,35%. Dengan demikian, pengaruh total variabel Xl ke pada X3 adalah 7,48%. Kondisi ini menunjukkan bahwa kondisi Lingkungan Kerja yang baik akan mempengaruhi Komitmen Kerja Pegawi pada Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli.. b. Pengaruh X2 terhadap X3 untuk menjaweb hipotesis 2 - Pengaruh langsung X2. ~. X3. =. (Px3x2) x( Px3x2). =. (0,649) X (0,649). =. 0,42I2 atau 42,I2%. - Pengaruh tidak langsung X2. Q. XI 7 Y. =. (Px3x2) x (rxix2) x ( Px3xl). = (0,649) X (0,379) X (0, 177) = 0,0435 atau 4,35 % - Pengaruh total. =. pengaruh langsung + pengaruh tidak langsung. = 42,12% + 4,35% = 46,47%. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(132) 119. 16/41798.pdf. Berdasarkan perhitungan di atas, maka dapat diketahui hahwa pengaruh langsung variahel Stres Keija kepada Komitmen Keija sehesar 42,12 %. Sedangkan pengaruh tidak langsungnya adalah 4,35 %. Dengan demikian keheradaan variabel Stres Keija secara total memiliki pengaruh sehesar 46,47% kepada variahel Komitmen Keija. Pada kondisi demikian, hila maka kondisi variahel Stres Keija sem.akin haik, maka akan herpengaruh positifpada Komitmen Keija para Pegawai di Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli. Bcrdasarkan kedua perhitungan di atas, maka hila dilakukan rekapitulasi pengaruh atas variahel Lingkungan Keija dan Stres Keija terhadap Komitmen Keija, akan diperoleh hasil sehagai berikut:. TabeL 4. 19. Rekapitulasi Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung variabel. Xl dan X2 atas Variabel Y Variahel. Total Langsung. Sumher : Data olahan hasil penelitian. c. Pengaruh secara bersama-sama antara XI dan x2 terhadap Y menjawah Hipotesis 3 - Pengaruh langsung secara bersama-sama antara XI dan X2 terhadap Y XI & X2. n y = (Px3xi X Px3x1) + (Px3x2 X Px3x2) = (0,177 X 0,177) + (0,649 X 0,649) =. (0,031) + (0,42I2). =. 0,4522 atau 45,22 %. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(133) 120. 16/41798.pdf. - Pengaruh tidak langsung secara bersama-sama antara XI dan X2 terhadap Y X2 & Xl. ~. Y= (Px3xl) x (rxlx2) x ( Px3x2) =. (0, 177) X (0,3 79) X (0,649). =. 0,0435 atau 4,35 %. - Pengaruh total. =. pengaruh langsung + pengaruh tidak langsung. =. 45,22 % + 4,35 %. = 49,57%. b. Analisis Jalur Pada Struktur 2. Analisis jalur struktur 2 untuk menjawab perumusan masalah yang diaJukan dalam penelitian ini. Hasil pengujian statistik dengan perangkat lunak yang ada diperoleh hasil tabel berikut ini: Tabel. 4.23. Nilai Koefesien Variabel Xl dan X2 terhadap Variabel Y Coefficients a. Model 1. Unstandardized Coefficients B Std. Error 1,738 ,620. (Constant) Variabel Lingkungan Ke~a (X1) Variabel Stres Ke~a (X2). a. Dependent Variable: Variabel. Kine~ a. Standardized Coefficients Beta. t 2,804. Sig. .007. ,217. ,155. ,180. 1,402. ,168. ,319. ,082. ,499. 3,889. ,000. Pegawai (Y). Berdasarkan hasil perhitungan yang dimuat pada Tabel 4.23. dapatlah. dibuat gambar skema perhitungan analisis jalur struktur 2 dengan hasil sebagai berikut:. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(134) 121. 16/41798.pdf. Gambar. 4. 13. Analisis Jalur Struktur 2. a. Pengaruh XI terhadap Yuntuk menjawab Hipotesis 4 - Pengaruh langsung XI. ~. Y. = (Pyxi) x( Pyxl) =. (0,I80) X (0,I80). =. 0,0324 atau 3,24%. - Pengaruh tidak langsung XI. n X2 ~ y =(Pyx I) X (rxix2) X ( Pyx2) =. (0,I80) X (0,388) X (0,499). =. 0,0348 atau 3,48 %. - Pengaruh total. =. pengaruh langsung + pengaruh tidak langsung. =. 3,24 %+ 3,48%. = 6,72% Berdasarkan perhitungan ini maka dapat diketahui bahwa variabel Lingkungan Keija (XI) memeliki pengaruh langsung ke variabel Kineija Pegawai (Y) sebesar 3,24 %. Sedangkan pengaruh tidak langsungnya adalah sebesar 3,48%. Dengan demikian, pengaruh total variabel Lingkungan Keija terhadap Kineija Pegawai adalah 6,72.%. Kondisi ini menunjukkan bahwa kondisi Lingkungan Keija yang baik akan bisa memberi pengaruh pada perbaikan Kineija Pegawai pada Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli. b. Pengaruh X2 terhadap Y untuk menjawab hipotesis 5 - Pengaruh langsung. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(135) 122. 16/41798.pdf. X2. ~. Z = (Pyx2) x( Pyx2) =. (0,449) X (0,449). = 0,2240 atau 22,40% - Pengaruh tidak langsung X2. n Xl. ~. y = (Pyx2) X (rxlx2) X ( Pyxl) =. (0,449). X. (0,379). X. (0,180). = 0,0306 atau 3,06% - Pengaruh total. =. pengaruh langsu..1g + pengaruh tidak langsung. =. 22,40 % + 3,06 %. =. 25,46%. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan sebelumnya, maka dapatlah diketahui bahwa pengaruh langsung variabel Stres Kerja kepada Kinerja Pegawai adalah sebesar 22,40% SeJangkan pengaruh tidak langsungnya adalah 3,06%. Dengan demikian keberadaan variabel Stres Kerja secara total memiliki pengaruh sebesar 25,46% kepada variabel kinerja Pagawai. Dengan kondisi yang demikian tersebut, maka kondisi variabel Stres Kerja yang semakin baik akan bisa mendorong munculnya kinerja kerja pegawai yang baik pula di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan sebelumnya, maka hila dilakukan rekapitulasi pengaruh atas variabel Lingkungan Kerja dan Stres Keija terhadap kinerja kerja akan diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel. 4. 24. Rekapitulasi Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung variabel. Xl dan X2 atas Variabel Y Variabel. Total Langsung. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(136) 123. 16/41798.pdf. Sumber: Data olahan hasil penelitian. c. Pengaruh secara bersama-sama antara XI dan x2 terhadap Y menjawab Hipotesis 6 - Pengaruh langsung secara bersama-sama antara Xl dan X2 terhadap Y x1 & X2 n Y =(Pyx: I x Pyx I)+ (Pyx2 x Pyx2) =. (0,180x 0,180) + (0,449 x 0,449). =. (0,0324) + (0,2016). =. 0,234 atau 23,4 %. - Pengaruh tidak langsung secara bersama-sama antara X 1 dan X2 terhadap Y X2 & X1. ~. Y= (Pyxl) x (rxlx2) x ( Pyx2). = (0,180) =. - Pengaruh total. X. (0,379). X. (0,449). 0,0306 atau 3,06 %. = pengaruh langsung + pengaruh tidak langsung = 23,4% + 3,06% =. 26,46%. c. Analisis Jalur Pada Struktur 3. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(137) 124. 16/41798.pdf. Analisis jalur struktur 3 untuk menjawab perumusan masalah yang diajukan dalam penelitian terutama permasalah ketujuh. Hasil pengujian statistik dengan perangkat lunak yang ada diperoleh hasil tabel berikut ini:. Tabel. 4.25. Nilai Koefesien Variabel X3 Variabel y CoefficientS'. Model 1. (Constant) Variabel Komitmen Ke~a (X3). a. Dependent Variable: Variabel. Unstandardized Coefficients B Std. Error 1,776 ,657 ,448 Kine~a. Standardized Coefficients Beta ,397. ,151 Pegawai. t 2,703. Sig. ,010. 2,965. ,005. M. Berdasarkan hasil perhitungan yang dimuat pada tabel sebelumnya dapatlah dibuat gambar skema perhitungan analisis jalur struktur 3 dengan hasil sebagai berikut:. e =0,917. __ ~----~P~~~3r_-OA,~39~7----~~I. X3 .....__ _.. ~ y. Gambar. 4.13. Analisis Jalur Struktur 3 - Pengaruh langsung X3 terhadap Y guna menjawab hipotesis 8 X3~Y. =. Pyx3. X. Pyx3. = (0,397) X (0,397) = 0,1576 atau 15,76%. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(138) 125. 16/41798.pdf. Perhitungan di atas secara langsung memperlihatkan bahwa Komitmen Kerja (X3) memberikan pengaruh secara langsung terhadap Kinerja Pegawai (Y) di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli.. d. Analisis Jalur Pada Struktur 4. Analisis jalur struktur 3 untuk menjawab perumusan masalah yang diajukan dalam penelitian utamanya permasalahan no 8, 9, 10 dan 11. guna membantu perhitungan pada struktur 4 diperlukan nilai R Square dan nilai korelasi dari variabel Lingkungan Kerja, Stres Kerja dan Komitmen kerja. Nilai R Square persamaan ini dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel. 4.26. Model Summary Struktur 4. Model Summary. Model 1. R ,5948. R Square ,353. Adjusted R Square ,310. Std. Error of the Estimate ,30870. a. Predictors: (Constant), Variabel Stres Kerja (X2), Variabel Lingkungan Kerja (X1), Variabel Kcmitmen Kerja (X3). Adapun perhitungan korelasi variabelnya dapat dilihat pada tabel berikut:. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(139) 126. 16/41798.pdf. Tabel. 4.27. Nilai Korelasi Variabel Xl, X2 dan X3 Correlations. Variabel Lingkungan Ke~a (X1) Variabel Stres Kerja (X2). Variabel Komitmen Kerja (X3). Pearson Correlation. Varia bel Lingkungan Kerja (X1} 1. Variabel Stres Kerja (X2) ,379*. Sig. (2-tailed). N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N. ,007 49. 49. ,379**. 1. ,007 49. 49 ,424*. ,717** ,000. ,002 49. 49. Adapun gambaran struktur 4 ini adalah sebagai berikut:. Keterangan: = 0,180. Pyx2. = 0,499. Px3x1 =0,177. Px3x2 = 0,649. Pyx3. rx1x2 = 0,377. =. 0,397. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka. ,002 49 ,717** ,000. **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).. Pyxl. Variabel Komitmen Kerja (X3) ,424*. rx1x3 = 0,424 rx3x2. =. 0,717. 49. 1. 49.

(140) 127. 16/41798.pdf. - Pengaruh Xl terhadap Y melalui X3 untuk menjawab hipotesis 8. = Px3xl . rxlx3. Pyx3 (Pengaruh tidak langsung). XI --+ Y melalui X3. = 0,177 . 0,424 . 0,397. = 0,0297 atau 2,97 %. - Pengaruh X2 terhadap Y melalui X3 untuk menjawab hipotesis 9 X2 --+ Y melalui X3 = Px3x2. rx2x3. Pyx3 (Pengaruh tidak langsung) =. 0,649. 0,717. 0,397. =. 0,1847 atau 18,47%. - Pengaruh XI dan X2 secara bersama terhadap Y melalui x3 untuk menjawab hipotesis 10 Xl &. ~Y. melalui X3. =. (Px3xl.rxlx2.Px3x2) (Px3x2.rx2xl.Px3xl) (Pyx3). = (0,177. 0,379. 0,649) (0,649.0,379.0,177) (0,397) =. 0,0435. 0,0435. 0,397. =. 0,000751 atau 0,075%. - Pengaruh X1, X2 dan X3 secara bersama-sama terhadap Y untuk menjawab hipotesis 11. X1, X2 & X3--+ Y = (Px3xl.Px3xl) + (Px3x2.Px3x2)+(Pyx3.Pyx3). = (0, 177.0, 177) + (0,649.0,649) + (0,397 .0,397) =. 0,0313 + 0,4212 + 0,1576. =. 0,6101 atau 61,01 %. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(141) 128. 16/41798.pdf. E. Pembahasan Hasil Penelitian 1.. Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Komitmen Kerja. Dari analisis data yang ada dan telah disampaikan sebagai mana dimuat pada tabel 4.20, dapat diketahui bahwa koefisien jalur Lingkungan Keija (XI) ke Komitmen Keija (X3) sebesar 0,177 dengan nilai signifikansinya adalah 0.107. sedangkan perhitungan secara parsial pengaruh antara variabel Lingkungan Kerja (X I) dengan variabel komitmen (X3) menunjukkan bahwa t-hitung 1,664 dengan nilai Sig 0,107. Dengan kriteria keputusan jika sig penelitian < 0,05 maka HO di tolak dan Hl di terima artinya signifikan, tetapi jika sig penelitian > 0,05 maka Ho di terima dan Hl di tolak yang berarti tidak signifikan. Karena 0, l 07 > 0,05 maka dapat disimpulkan bawha sekalipun terdapat hubungan antara variabel Lingkungan Keija dengan Komitmen Keija, namun hubungan tersebut dapat dikatakan tidak signifikan. Ini artinyajika variabel Lingkungan Keija dinaikkan 1 satuan, maka Komitmen Keija tidak akan meningkat sebesar 0, 190 satuan. Apa yang menjadi temuan pada penelitian ini tentang adanya hubungan antara lingkungan keija (XI) dengan Komitmen Keija (X3) sejalan dengan temuan penelitian yang dilakukan oleh Subagyo (2014). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat lingkungan keija memberikan kenyamanan kepada pegawai, maka komitmen pegawai untuk bekeija juga semakin tinggi. Bila mana lingkungan kerja bemilai positif, maka akan teijadi peningkatan positif juga pada variabel komitmen keija. Sekalipun kondisi lingkungan keija pada penelitian ini tidak signifikan mempengaruhi Komitmen, namun penelitian ini tetap saja menunjukkan bahwa bahwa semua lingkungan keija yang baik akan bisa ikut mempengaruhi munculnya komitmen pegawai untuk mengabdikan dirinya pada tempat dimana. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(142) 129. 16/41798.pdf. dia bekerja jika variabellainnya juga ikut bekerja. Namun dari uraian sebelumnya dapat dikatakan bahwa variabellingkungan kerja adalah salah satu hal yang ikut mempengaruhi terbangunnya komitmen pegawai terhadap organisasi di mana dia bekerja.. 2.. Pengaruh Stres Kerja Terhadap Komitmen Kerja. Menyangkut hipotesis 2 yang menyatakan bahwa ada dugaan bahwa variabel Stress Kerja (X2) mempengaruhi Komitmen Kerja (X3) melalui penelitian ini temyata hasilnya adalah dapat diterima. Hal ini terlihat dari nilai koefisien jalur Stres Kerja (X2) ke Komitmen (X3) sebesar 0,649 dengan nilai signifikansinya adalah 0.000. Memperhatikan nilai signifikansi X2 adalah 0,000. <. 0.05 berarti. maka dugaan yang menyatakan variabel Stres Kerja secara parsial mempengaruhi Komitmen Ke:rja secara signifikan dapat diterima. Temuan ini tentu sejalan dengan penelitian lainnya, sebut saja penelitian Septianto (201 0). Sekalipun untuk kasus di lokasi dimana ia meneliti, Septianto memaparkan hasil bahwa kontribusi stres ke:rja pada komitmen bersama-sama dengan lingkungan kerja hanya 4,5 %. Namun hal itu memperlihatkan adanya hubungan antara kedua variabel tersebut. Adanya hubungan antara variabel stres kerja dengan komitmen pagawai juga terlihat dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Capricomia (2012). Berdasarkan hasil penelitiannya yang sekalipun tidak secara khusus membicarakan hubungan antara stres ketja dengan komitmen, namun ia memaparkan bahwa di lokasi dimana ia meneliti hubungan kedua variabel tersebut memiliki hubungan. Hasil penelitiannya memperlihatkan kondisi bahwa stres kerja berpengaruh secara signifikan terhadap komitmen organisasi. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(143) 130. 16/41798.pdf. dan stres kerja mempengaruhi kepuasan kerja karyawan secara langsung maupun tidak lngsung pada PT Perdana Jatiputra. Pada kasus di Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli kondisinya berdasarkan penelitian ini menunjukkan bahwa variabel stres kerja memiliki hubungan dengan komitmen kerja. Dengan kata lain, jika kondisi stres kerja yang dirasakan oleh pegawai tidak menghasilkan tekanr.n bagi individu, maka komitmen pegawai untuk bekerja dengan baik akan tumbuh. Dengan kata lain, semakin tidak stres pegawai saat bekerja, maka kondisi komitmen kerja pegawai semakin membaik.. 3.. Pengaruh Lingkungan Kerja dan Stres Kerja Secara Bersama-sama. terhadap Komitmen Kerja (Hasil Uji F dan R Square pada Substruktur 1) Hasil uji F menunjukkan bahwa nilai F hitung. =. 27,071 dengan probahilitas atau. nilai signifikansi 0.000 (lebih kecil dari 0.05) hal ini berarti H3 diterima Sementara ini, nilai R Square pada scbstruktur ini diperoleh nilai 0,541. Angka 0,541 menunjukkan arti bahwa kedua variabel ini (XI dan X2) secara bersamasama menyumbang sebanyak 54,1 % pada kondisi variabel Komitmen Kerja. Sedangkan sumbangan variabellain yang tidak diteliti pada penelitian ini terhadap variabel komitmen kerja adalah sebanyak 1- 0,541 = 0,459 atau 45,9 %. Dengan hasil perhitungan Uji F dan R Square yang telah disampaikan sebelumnya, maka dapatlah dipahami bahwa pemyataan yang menjelaskan bahwa Lingkungan Kerja dan Stres Kerja secara simultan berpengaruh terhadap Komitmen Kerja Pegawai Pada Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli nyata terbukti melalui penelitian ini. Ini artinya hila kondisi variabel Xl dan X2 adalah. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(144) 131. 16/41798.pdf. baik, maka keduanya akan bisa mempengaruhi kondisi X3 secara signifikan sebab kondribusi keduanya mencapai 54,1 %.. 4.. Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai. Dari analisis data yang terlah disampaikan sebagai mana yang dimuat pada mbel 4.20, dapat diketahui nilai koefisien lingkungan ketja (Xl) ke kinetja (Y) sebesar 0, I80 dengan nilai signifikansinya adalah 0, I68. Sedangkan perhitungan secara parsial pengaruh antara variabel lingkungan ketja (X1) dengan variabel kinetja pegawai (Y) menunjukkan bahwa t-hitung 1,402 dengan nilai signifikansi 0,168. Kriteria keputusan jika sig penditian < 0,05 maka Ho di tolak dan HI diterima artinya signifikan, tetapi jika sig > 0,05 maka Ho diterima dan H1 ditolak yang berarti tidak signifikan. Karena 0,168 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hubungan antara lingkungan ketja dengan kinetja pegawai tidak signifikan. Tidak signifikan hubungan antara lingkungan ketja. d~ngan. kinetja pegawai bukan. berarti tidak ada pengaruh diantara keduanya. Hubungan antara lingkungan kerja (XI) dengan kinerja pegawai (Y) dalam penelitian ini sejalan dengan apa yang ditemukan oleh Sipatu (2013) yang meneliti mengenai pengaruh motivasi, lingkungan ketja, dan stres ketja terhadap kinetja perawat diruang rawat inap RSUD Undata Palu, Ia menyimpulkan bahwa lingkungan ketja perawat diruang rawat inap RSUD Undata Palu menunjukan bahwa secara parsial lingkungan ketja berpengaruh tidak signifikan terhadap kinetja perawat. Dalam kasus di Dinas Pendidikan Gunungsitoli ini lingkungan ketja juga ikut mempengaruhi bagaimana kinetja pegawai namun tidak mempengaruhi. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(145) 132. 16/41798.pdf. secara signiftkan. Agar kinerja pegawai lebih meningkat tentu lingkungan kerja harusnya dibuat senyaman mungkin agar berdampak positif bagi kinerja pegawai.. S. Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada hipotesis 5 diduga ada pengaruh stres kerja (X2) secara langsung terhadap IGnerja pegawai (Y) pada Dinas. P~ndidikan. Gunungsitoli melalui penelitian ini. temyata hasilnya dapat diterima. Hal tersebut dibuktikan dari nilai koeftsien variabel stres ke!ja (X2) sebesar 0,499 dengan nilai signiftkansinya adalah 0,000. Melihat nilai signiftkansi stres kerja (X2) < 0,05 berarti dugaan yang menyatakan stres kerja mempengaruhi kinerja pegawai st:cara signiftkan dapat diterima. Hal tersebut didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Kumiati dan Prasetyo Widyo Iswara (20 15) yang meneliti mengenai pengaruh stres kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja dosen. Dalam penelitian tersebut menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat stres ke:rja, semakin rendah kinerja dosen. Dalam kasus pada Dinas Pendidikan di Gunungsitoli ini stres kerja secara signiftkan mempengaruhi kinerja pegawai.. 6. Pengaruh Lingkungan Kerja dan Stres Kerja Secara Bersama-sama terhadap Kinerja Pegawai (Hasil Uji F dan R Square pada Substruktur 2) Dalam tabel hasil uji F substruktur 2 model regresi diketahui signiftkansi sebesar 0,000 yang dapat disimpulkan bahwa 0,000 < 0,005. sedangkan nilai F hitungnya adalah 12, 386. Kondisi ini menu11jukkan bahwa lingkungan kerja dan stres kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja pegawai secara langsung.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(146) 133. 16/41798.pdf. Dengan basil hitungan ini pula maka hipotesis 6 yang menyatakan bahwa diduga ada pengaruh langsung lingkungan kerja (Xl) dan stres kerja (X2) secara bersama-sama terbadap kinerja pegawai (Y) pada Dinas Pendidikan Gunungsitoli kondisinya diterima Kontribusi kedua variabel ini (XI dan X2) pada variabel Kinerja Pegawai berdasarkan nilai R Square adalah 0,350. Ini artinya kedua variabd tersebut berkontribusi sebesar 35 % p:.1da variabel kinerja. Sedangkan kontribusi variabellainnya pada variabel kinerja pegawai besarannya adalah 56 %. Hasil ini paling tidak memperlihatkan kondisi yang sama dengan temuan yang. diperoleb Sipatu (20 13) melalui penelitiannya. Penelitian Sipatu mengenai pcngaruh motivasi, lingkungan kerja, dan stres kerja tt:rbadap kinerja pernwat diruang rawat inap RSUD Undata Palu menunjukkan basil bahwa secara bersamasama (simultan) motivasi, lingkungan kerja dan stres kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terbadap kinerja perawat.. 7. Pengaruh Komitmen Kerja terhadap Kinerja Pegawai Pada hipotesis 7 dinyatakan bahwa diduga ada pengaruh komitmen kerja (X3) terbadap kinerja pegawai (Y) pada Dinas Pendidikan Gunungsitoli. Berdasarkan pengolahan data pada penelitian ini yang terdapat pada tabel 4.22 didapatkan koefisien variabel komitmen kerja (X3) sebesar 0,397 dan signifikansinya sebesar 0,005. Berdasarkan standarisasi maka signifikansi komitmen kerja terhadap kinerja pegawai adalah 0,005=0,005 yang berarti bahwa hipotesis 7 dapat diterima.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(147) 134. 16/41798.pdf. 8. Pengaruh tidak langsung Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai melalui Komitmen Kerja Pegawai Menyangkut pernyataan hipotesis 8 yang menyatakan bahwa diduga ada pengaruh tidak langsung lingkungan kerja (XI) terhadap kinerja pegawai (Y)melalui komitmen kerja (X3) pegawai pada Dinas Pendidikan Gunungsitoli. Berdasarkan tabel 4.24 dan perltitungan persamaan yang dilakukan dapa! diketahui bahwa pengaruh variabel lingkungan kerja secara tidak langsung pada pada variabel Kinerja Pegawai melalui variabel Komitrnen pegawai adalah sebesar 2,97 %. Sekalipun nilai ini terlihat tidak signifikan, namun hubungan Variabel Xl apda variabel Y melalui X3 terbukti ada.. 9. Pengaruh tidak langsung Stres Kerja terhadap Kinerja Pegawai melalui Komitmen Kerja pegawai Sementara itu, pengujian hipotesis 9 yang menduga adanya pengaruh tidak lang~ung. antara variabel Stres Kerja (X2) pada variabel Kinerja Pegawai (Y). mellaui variabel Komitmen Kerja (X3) berdasarkan perhitungan yang ada menunjukkan nilai sebesar 18,47 %. Perhitungan ini didasrkan apda basil apda tabel4.24 dan perhitungan yang menggunakan persamaan yang ada. Kondisi ini jelas memperlihatkan bahwa seklaipun melalui variabel lain yaitu Komitmen Kerja (X3), kontribusi variabel Stres Kerja (Xl) pada kondisi variabel Kinerja (Y) terbilang cukup signifikan dengan besaran nilai kontribusi yang mencapai 18, 4 7 %.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

(148) 135. 16/41798.pdf. 10. Pengaruh tidak langsung Lingkungan Kerja dan Stres Kerja Secara Bersama-sama terhadap Kinerja Pegawai melalui Komitmen Kerja pegawai Menyangkut pembuktian hipotesis I 0 yang menduga bahwa secara bersama-sama variabel Lingkungan Kerja (XI) dan Stres Kerja (X2) melalui variabel Komitmen Kerja (X3) sebagaimma yang ditampilkan apda tabel 4.24 menunjukkan hasil yang nyat namun tidak signifikar•. Perhitungan pada persamaan yang digur..akan dengan berdasarkan nilai temuan pada tabel4.24 diketahui bahwa melalui variabel Komitmen Kerja (X3), k0ntribusi variabel Lingkungan Kerja (XI) dan Stres Kerja (X2) pada variabel Kinerj (Y) hanya sebesar 0,075 %. Nilai ini jelas terlihat sangat kecil namun kualitasnya adalah positif. Ini artinya sekalipun hipotesis 10 terbukti, namun signifikansinya sangat minim.. 11. Pengaruh Lingkungan Kerja, Stns Kerja dan Komitmen Kerja secara bersama terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Pendidikan Untuk menguji Hipotesis 11 yang menduga terdapat pengaruh Lingkungan Kerja (Xl), Stres Kerja (X2) dan Komitmen Kerja (X3) secara bersamaan pada Kinerja Pegawai (Y) sepenuhnya didasarkan Tabel4.23 dan Tabel4.24. Hasil pada kedua tabel menunjukkan bahwa nilai R Square apda persamaan ini adalah 0,353. Ini artinya kondisi variabel Kinerja Pegawai (Y) dapat dijelaskan sebesar 35,3 % dengan mengakumulasi kondisi variabel Lingkungan Kerja (X1), Stres Kerja (X2) dan Komitmen Kerja (X3). Sedangkan perhitungan pengaruh langsunganya dengan menggunakan persamaan yang diajukan diperoleh hasil sebesar 61,0 I%. Ini artinya ketiga variabel (X1, X2 dan X3) secara bersama dan sangat signifikan mempengaruhi variabel Kinerja (Y) dengan nilai kontribusi menacapai 61,01 %.. Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka.

Gambar

tabel di menunjukkan nilai rata-rata kondisi variabellingkungan kerja sangat baik,  namun adanya elemen yang nilainya masih baik dan  cukup baik memperlihatkan  masih  adanya  hal  yang  hams  diupayakan  menyangkut  perbaikan  kondisi  lingkungan kerja
Tabel  4.20  memperlihatkan  hasil  uji  parsial  menunjukkan  bahwa  nilai  t  hitung  variabel  lingkungan  ketja  (XI)  sebesar  I,644  dengan  nilai  signifikansi  0,107
Tabel 4.21. Korelasi Variabel Lingkungan Kerja  (Xl)  dan Stres Kerja (X2)
TabeL 4.  19. Rekapitulasi Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung variabel  Xl  dan X2  atas Variabel Y

Referensi

Dokumen terkait

Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa stres kerja secara signifikan memediasi pengaruh lingkungan kerja fisik terhadap kinerja.. Hasil lainnya

NIM 8136132020 Pengaruh Lingkungan Kerja, Iklim Organisasi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Kota Subulussalam.. Program Pascasarjana

Judul : Pengaruh Work Family Conflict Terhadap Stres Kerja Dan Komitmen Organisasional Pegawai Kontrak Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Nama : I Gusti Agung Gede

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh stres kerja, motivasi, dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Cipta Karya Kebersihan dan

Judul : PENGARUH DISIPLIN KERJA, STRES KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN PERTANAHAN NASIONAL (BPN) KABUPATEN KENUMEN.. telah

Hasil uji hipotesis ditemukan bahwa variabel Stres Kerja dalam penelitian ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Pegawai khususnya pada responden di

Pengujian hipotesis tentang pengaruh Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Varibael Mediasi (Studi Pada Pegawai

Analisis pengaruh stres kerja terhadap kinerja