• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mesin Diesel(Siap)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Mesin Diesel(Siap)"

Copied!
94
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1

BAB 1

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

1.1

1.1 Latar Belakang

Latar Belakang

Saat perkembangan zaman ini kita melihat persaingan produk baru

Saat perkembangan zaman ini kita melihat persaingan produk baru

berupa mobil, kini semakin banyak kita temui, namun kita belum begitu

berupa mobil, kini semakin banyak kita temui, namun kita belum begitu

tahu dan paham dalam persaingan produk tersebut, padahal mesin yang

tahu dan paham dalam persaingan produk tersebut, padahal mesin yang

digunakan mobil tersebut menggunakan mesin bensin dan diesel, munkin

digunakan mobil tersebut menggunakan mesin bensin dan diesel, munkin

banyak orang yang bertanya perbedaan antara mesin bensin dan diesel,

banyak orang yang bertanya perbedaan antara mesin bensin dan diesel,

dan lebih mudah mana perawatan mesin antara mesin bensin dan diesel.

dan lebih mudah mana perawatan mesin antara mesin bensin dan diesel.

Perbedaan motor bensin dan motor diesel motor bensin dan motor 

Perbedaan motor bensin dan motor diesel motor bensin dan motor 

diesel bekerja dengan torak bolak balik (naik turun pada motor gerak).

diesel bekerja dengan torak bolak balik (naik turun pada motor gerak).

Untuk motor dengan penyalaan busi disebut motor bensin, bahan bakar 

Untuk motor dengan penyalaan busi disebut motor bensin, bahan bakar 

bensin (premium), sedangkan untuk motor diesel, bahan bakar solar atau

bensin (premium), sedangkan untuk motor diesel, bahan bakar solar atau

minyak diesel. Dalam proses pembakaran terjadi perubahan tenaga panas

minyak diesel. Dalam proses pembakaran terjadi perubahan tenaga panas

bahan bakar menjadi tenaga mekanik melalui pembakaran bahan bakar 

bahan bakar menjadi tenaga mekanik melalui pembakaran bahan bakar 

didalam motor. Pembakaran adalah proses kimia dimana Karbondioksida

didalam motor. Pembakaran adalah proses kimia dimana Karbondioksida

dan zat cair bergabung dengan oksigen dalam udara. Jika pembakaran

dan zat cair bergabung dengan oksigen dalam udara. Jika pembakaran

berlangsung maka diperlukan

berlangsung maka diperlukan

Bahan bakar dan udara dimasukkan kedalam motor, Bahan bakar 

Bahan bakar dan udara dimasukkan kedalam motor, Bahan bakar 

dipanaskan hingga suhu tinggi sehingga menghasilkan Pembakaran yang

dipanaskan hingga suhu tinggi sehingga menghasilkan Pembakaran yang

menimbulkan panas dan menghasilkan tekanan, kemudian menghasilkan

menimbulkan panas dan menghasilkan tekanan, kemudian menghasilkan

tenaga mekanik. Campuran masuk kedalam motor mengandung udara dan

tenaga mekanik. Campuran masuk kedalam motor mengandung udara dan

bahan bakar. Perbandingan campuran kira kira 12-15 berbanding 1 setara

bahan bakar. Perbandingan campuran kira kira 12-15 berbanding 1 setara

12-15 kg udara dalam 1 kg bahan bakar. Yaitu karbon dioksida 85% dan

12-15 kg udara dalam 1 kg bahan bakar. Yaitu karbon dioksida 85% dan

zat asam (Oksigen) 15 % atau 1/5 bagian dengan karbon dioksida dan zat

zat asam (Oksigen) 15 % atau 1/5 bagian dengan karbon dioksida dan zat

air. Zat lemas (N) tidak mengambil bagian dalam pembakaran. Jika

air. Zat lemas (N) tidak mengambil bagian dalam pembakaran. Jika

diperhatikan lebih jauh terdapat banyak perbedaan antara motor bensin

diperhatikan lebih jauh terdapat banyak perbedaan antara motor bensin

dan motor diesel:

(2)

a.

a. Perbedaan motor diesel dan bensinPerbedaan motor diesel dan bensin

 Gas yang dihisap pada langkah motor bensin adalah campuranGas yang dihisap pada langkah motor bensin adalah campuran antara bahan bakar dan udara sedangkan pada motor diesel adalah

antara bahan bakar dan udara sedangkan pada motor diesel adalah

udara murni.

udara murni.

 Bahan bakar pada motor bensin terbakar oleh loncatan bunga apiBahan bakar pada motor bensin terbakar oleh loncatan bunga api pada busi, sedangkan pada motor diesel oleh suhu kompresi tinggi.

pada busi, sedangkan pada motor diesel oleh suhu kompresi tinggi.

 Motor bensin menggunakan busi sedangkan motor dieselMotor bensin menggunakan busi sedangkan motor diesel menggunakan injector (

menggunakan injector (nozzel nozzel ))

b.

b. Kelebihan dan kekurangan antara motor bensin dan Kelebihan dan kekurangan antara motor bensin dan motor dieselmotor diesel

Kelebihan

Kelebihan

 Getaran motor bensin lebih halus dan pada ukuran dan kapasitasGetaran motor bensin lebih halus dan pada ukuran dan kapasitas yang sama mesin motor bensin lebih ringan sedangkan mesin diesel

yang sama mesin motor bensin lebih ringan sedangkan mesin diesel

memiliki getaran yang sangat kasar dan konstruksi mesin lebih berat

memiliki getaran yang sangat kasar dan konstruksi mesin lebih berat

dikarenakan membutuhkan kompresi yang tinggi

dikarenakan membutuhkan kompresi yang tinggi

kekurangan

kekurangan

 Motor bensin tidak tahan bekerja terus-menerus dalam waktu yangMotor bensin tidak tahan bekerja terus-menerus dalam waktu yang lama sedangkan diesel sebaliknya. Dengan medan yang berat

lama sedangkan diesel sebaliknya. Dengan medan yang berat

 Motor bensin peka pada suhu Motor bensin peka pada suhu yang tinggi terutama komponen sistemyang tinggi terutama komponen sistem pengapiannya, sedangkan motor diesel tahan bekerja pada suhu

pengapiannya, sedangkan motor diesel tahan bekerja pada suhu

yang tinggi

yang tinggi

 Bahan bakar motor bensin harus bermutu baik karena peka terhadapBahan bakar motor bensin harus bermutu baik karena peka terhadap bahan bakar, beda dengan dengan motor diesel hampir dapat

bahan bakar, beda dengan dengan motor diesel hampir dapat

menggunakan bahan bakar dari berbagai jenis dan mutu.Keduanya

menggunakan bahan bakar dari berbagai jenis dan mutu.Keduanya

baik motor bensin dan diesel keduanya bekerja dengan proses 4

baik motor bensin dan diesel keduanya bekerja dengan proses 4

tidak dan 2 tidak.

(3)

a.

a. Perbedaan motor diesel dan bensinPerbedaan motor diesel dan bensin

 Gas yang dihisap pada langkah motor bensin adalah campuranGas yang dihisap pada langkah motor bensin adalah campuran antara bahan bakar dan udara sedangkan pada motor diesel adalah

antara bahan bakar dan udara sedangkan pada motor diesel adalah

udara murni.

udara murni.

 Bahan bakar pada motor bensin terbakar oleh loncatan bunga apiBahan bakar pada motor bensin terbakar oleh loncatan bunga api pada busi, sedangkan pada motor diesel oleh suhu kompresi tinggi.

pada busi, sedangkan pada motor diesel oleh suhu kompresi tinggi.

 Motor bensin menggunakan busi sedangkan motor dieselMotor bensin menggunakan busi sedangkan motor diesel menggunakan injector (

menggunakan injector (nozzel nozzel ))

b.

b. Kelebihan dan kekurangan antara motor bensin dan Kelebihan dan kekurangan antara motor bensin dan motor dieselmotor diesel

Kelebihan

Kelebihan

 Getaran motor bensin lebih halus dan pada ukuran dan kapasitasGetaran motor bensin lebih halus dan pada ukuran dan kapasitas yang sama mesin motor bensin lebih ringan sedangkan mesin diesel

yang sama mesin motor bensin lebih ringan sedangkan mesin diesel

memiliki getaran yang sangat kasar dan konstruksi mesin lebih berat

memiliki getaran yang sangat kasar dan konstruksi mesin lebih berat

dikarenakan membutuhkan kompresi yang tinggi

dikarenakan membutuhkan kompresi yang tinggi

kekurangan

kekurangan

 Motor bensin tidak tahan bekerja terus-menerus dalam waktu yangMotor bensin tidak tahan bekerja terus-menerus dalam waktu yang lama sedangkan diesel sebaliknya. Dengan medan yang berat

lama sedangkan diesel sebaliknya. Dengan medan yang berat

 Motor bensin peka pada suhu Motor bensin peka pada suhu yang tinggi terutama komponen sistemyang tinggi terutama komponen sistem pengapiannya, sedangkan motor diesel tahan bekerja pada suhu

pengapiannya, sedangkan motor diesel tahan bekerja pada suhu

yang tinggi

yang tinggi

 Bahan bakar motor bensin harus bermutu baik karena peka terhadapBahan bakar motor bensin harus bermutu baik karena peka terhadap bahan bakar, beda dengan dengan motor diesel hampir dapat

bahan bakar, beda dengan dengan motor diesel hampir dapat

menggunakan bahan bakar dari berbagai jenis dan mutu.Keduanya

menggunakan bahan bakar dari berbagai jenis dan mutu.Keduanya

baik motor bensin dan diesel keduanya bekerja dengan proses 4

baik motor bensin dan diesel keduanya bekerja dengan proses 4

tidak dan 2 tidak.

(4)

Tabel 1.1: Perbedaan Utama Antara Motor Diesel Dan Motor Bensin

Tabel 1.1: Perbedaan Utama Antara Motor Diesel Dan Motor Bensin

Item

Item Motor DieselMotor Diesel Motor BensinMotor Bensin

Siklus

Siklus pembakaran pembakaran Sabathe Sabathe OttoOtto

Perbanding

Perbandingan an kompresi kompresi 1616 – – 23 : 123 : 1 88 – – 12 : 112 : 1

Bentuk ruang bakar 

Bentuk ruang bakar  RumitRumit SederhanaSederhana

Pencampuran bahan bakar 

Pencampuran bahan bakar  Dalam silinder Dalam silinder  Dalam karburator Dalam karburator 

Metoda

Metoda penyalaan penyalaan Terbakar Terbakar sendirisendiri Percikan api busiPercikan api busi

Metoda

Metoda bahan bahan bakar bakar Pompa Pompa injeksi injeksi KarburatKarburator or 

Bahan bakar 

Bahan bakar  Solar Solar  BensinBensin

Getaran dan suara

Getaran dan suara Besar Besar  KecilKecil

Efisiensi panas

Efisiensi panas 3030 – – 40 %40 % 2222 – – 30 %30 %

Pemakaian bahan bakar  Pemakaian bahan bakar 

160 160 – – 225 225 gr/PK.h gr/PK.h 200200 – – 250 gr/PK.h250 gr/PK.h Spesifik Spesifik Tekanan kompresi Tekanan kompresi 3030 – – 45 kg/cm45 kg/cm22 12 kg/cm12 kg/cm22

Putaran motor maksimum

Putaran motor maksimum 5.000 rpm5.000 rpm 9.000 rpm9.000 rpm

Pengontrolan out put motor 

Pengontrolan out put motor  BanyaknyaBanyaknya BanyaknyaBanyaknya

campuran campuran Penginjeksian

Penginjeksian Langkah

(5)

1.2 Rumusan Masalah

Bedasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dapat disimpulkan. “Bagaimana cara perawatan, pebaikan, dan overhaul  mesin diesel yang sesuain prosedur?”

1.3 Batasan Masalah

Dalam perawatan dasar mesin diesel diperlukan batasan masalah, diantaranya:

 Tidak membahas motor bensin

 Tidak membahas konstruksi mesin diesel

1.4 Tujuan

 Mengetahui bagaimana prosedur perawatan, perbaikan, dan

overhaul pada mesin diesel

1.5 Manfaat

Hasil yang diharapkan dari pembuatan makalah perawatan dasar  mesin diesel yaitu:

 Dengan dilaksanakannya perawatan dasar mesin dan pembuatan

makalah, mahasiswa diharapkan dapat memberi gagasan pada perusahaan

 Mahasiswadapat mengembangkan kemajuan perusahaan dan

(6)

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Definisi Mesin Diesel

Mesin diesel adalah sejenis mesin pembakaran dalam; lebih spesifik lagi, sebuah mesin pemicu kompresi, dimana bahan bakar dinyalakan oleh suhu tinggi gas yang dikompresikan, dan bukan oleh alat berenergi lain (seperti busi). Mesin ini ditemukan pada tahun 1892 oleh Rudolf Diesel, yang menerima paten pada 23 Februari 1893.

Diesel menginginkan sebuah mesin untuk dapat digunakan dengan berbagai macam bahan bakar termasuk debu batu bara. Dia mempertunjukkannya pada Exposition Universelle (Pameran Dunia) tahun 1900 dengan menggunakan minyak kacang (lihat biodiesel). Kemudian diperbaiki dan disempurnakan oleh Charles F. Kettering.

Bagaimana mesin diesel bekerja Ketika gas dikompresi, suhunya meningkat (seperti dinyatidakan oleh Hukum Charles; mesin diesel menggunakan sifat ini untuk menyalakan bahan bakar. Udara disedot ke dalam silinder mesin diesel dan dikompresi oleh piston yang merapat,  jauh lebih tinggi dari rasio kompresi dari mesin menggunakan busi. Pada

saat piston memukul bagian paling atas, bahan bakar diesel dipompa ke ruang pembakaran dalam tekanan tinggi, melalui nozzle atomising, dicampur dengan udara panas yang bertekanan tinggi. Hasil pencampuran inienyala dan membakar dengan cepat.

(7)

2.2

Prinsip Kerja Mesin Diesel

Gambar 2.1. Langkah Kerja Motor Diesel Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

a) Langkah Hisap

- Piston bergerak dari TMA ke TMB.

- Katup hisap terbuka.

- Katup buang tertutup.

- Terjadi kevakuman dalam silinder, yang menyebabkan udara

murni masuk ke dalam silinder.

b) Langkah Kompresi

- Piston bergerak dari TMB ke TMA.

- Katup hisap tertutup.

- Katup buang tertutup.

- Udara dikompresikan sampai tekanan dan suhunya menjadi 30

kg/cm2 dan 500°C.

c) Langkah Usaha

- Katup hisap tertutup.

- Katup buang tertutup.

- Injektor menyemprotkan bahan bakar sehingga terjadi

pembakaran yang menyebabkan  piston bergerak dari TMA ke TMB.

(8)

d) Langkah buang

- Piston bergerak dari TMB ke TMA.

- Katup hisap tertutup.

- Katup buang terbuka.

- Piston mendorong gas sisa pembakaran keluar.

2.3

Siklus Pembakaran

a) Perbandingan Kompresi dan Temperatur 

Udara dalam silinder dikompresikan oleh adanya gerakan naik  piston yang menyebabkan temperatur meningkat. Grafik di samping memperlihatkan hubungan secara teori antara perbandingan kompresi, tekanan kompresi dan suhu. Apabila perbandingan kompresi 16, maka tekanan kompresi dan temperatur dalah 30

kg/cm2 dan 500°C.

Gambar 2.2 Grafik Hubungan Perbandingan Kompresi Sumber : wowo sunaryo kuwana, 2008

(9)

b) Proses Pembakaran Motor Diesel

Proses pembakaran pada motor diesel dibagi menjadi 4 tahap: 1. Saat pembakaran tertunda (Ignition Delay )=A –B

Tahap di mana bahan bakar yang diinjeksikan baru bercampur  dengan udara agar terbentuk campuran yang homogen.

2. Saat perambatan api (Flame propagation) = B – C

Terjadi pembakaran di beberapa tempat yang menyebabkan terjadinya letupan api yang mengakibatkan kenaikan tekanan dan temperatur secara drastis.

3. Saat pembakaran langsung (Direct Combustion) = C – D

Pada phase ini, bahan bakar yang diinjeksikan langsung terbakar.

4. Saat Pembakaran Lanjut ( After Burning ) = D – E

Fhase ini membakar sisa campuran bahan bakar dan udara yang belum terbakar.

`

Gambar 2.3 Grafik Pembakaran Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

(10)

c) Detonasi (Knocking )

Detonasi adalah getaran atau suara ledakan yang ditimbulkan oleh pembakaran yang tidak sempurna.Metoda dibawah ini adalah cara mengatasinya:

1. Gunakan solar yang angka cetanenya tinggi. 2. Menaikkan tekanan dan temperatur udara. 3. Mengurangi volume injeksi saat mulai injeksi. 4. Menaikkan temperatur ruang bakar.

Gambar 2.4 Grafik Detonasi (Knocking )

Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

2.4

Macam-Macam Ruang Bakar Motor Diesel

Motor diesel dibagi berdasarkan bentuk ruang bakarnya:

Tipe Injeksi Langsung (Direct Injection) Ruang Bakar  Ruang Bakar  Tipe Injeksi Langsung Ruang Bakar  Tambahan

Tipe Kamar Depan

(Pre-combustion Chamber)

Tipe Kamar Pusar  (Swirl Chamber)

(11)

a) Tipe Injeksi Langsung (Direct Injection)

Injection nozzle menyemprotkan bahan bakar langsung ke ruang bakar utama (main combustion) yang terdapat pada piston dan cylinder head.

Gambar 2.5. Tipe Injeksi Langsung Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

 Macam-macam Ruang Injeksi Langsung

1.

Multi spherical. 2. Hemispherical. 3. Spherical .

Gambar 2.6. Macam Ruang Injeksi Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

 Keuntungan :

1. Effisiensi panas tinggi (tidak memerlukan glow plug ). 2. Konstruksi cylinder head sederhana.

3. Karena kerugian panas kecil, perbandingan kompresi dapat diturunkan.

 Kerugian :

1. Pompa injeksi harus menghasilkan tekanan yang tinggi. 2. Kecepatan maksimum lebih rendah.

3. Suara lebih besar (berisik).

(12)

b) Tipe Ruang Bakar (Indirect Injection)

Bahan bakar disemprotkan oleh injection nozzle ke  precombustion chamber . Sebagian akan terbakar di tempat dan sisanya yang tidak terbakar akan dibakar habis di ruang bakar utama ( main chamber ).

Gambar 2.7. Tipe injeksi tidak langsung Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

 Keuntungan:

1. Pemakaian bahan bakar lebih luas.

2. Detonasi dapat dikurangi karena menggunakan injektor tipe throttle.

3. Motor tidak terlalu peka terhadap perubahan timing injeksi.

 Kerugian:

1. Cylinder head rumit dan biaya pembuatan mahal.

2. Memerlukan glow plug .

3. Pemakaian bahan bakar lebih boros.

c) Tipe Kamar Pusar (Swirl Chamber Type)

Yang dikompresikan piston memasuki kamar pusar dan membentuk aliran turbulensi. Kamar pusar mempunyai bentuk spherical . Udara Sebagian akan terbakar di tempat dan sisanya yang tidak terbakar  akan dibakar habis di main combustion chamber .

(13)

Gambar 2.8. Tipe Kamar Pusar  Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

 Keuntungan:

1. Kecepatan motor tinggi.

2. Gangguan pada nozzle (tipe pin) lebih kecil. 3. Operasi motor lebih halus.

 Kerugian:

1. Konstruksi cylinder head rumit. 2. Effisiensi panas rendah.

3. Menggunakan glow plug . 4. Detonasi lebih mudah terjadi.

2.5

Konstruksi Motor Diesel

Gambar 2.9. Konstruksi Motor  Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

(14)

 A. Cylinder Block dan Cylinder Liner 

Cylinder block  terbuat dari besi tuang dan berfungsi untuk dudukan komponen-komponen motor dan terdapat water jacket  untuk tempat aliran air pendingin. Cylinder liner  adalah silinder yang dapat dilepas Cylinder liner dibagi menjadi 2 tipe: dry type dan wet type.

Gambar 2.10.Cylinder Block Motor  Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

B. Cylinder Head 

Karena perbandingan kompresinya lebih tinggi, ruang bakar motor  diesel lebih kecil dari ruang bakar motor bensin dan konstruksi lebih rumit. Cylinder head  terbuat dari besi tuang dan berfungsi sebagai dudukan mekanisme katup, injektor dan glow plug  juga sebagai ruang bakar.

Gambar 2.11. Kepala Silinder  Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

(15)

C. Komponen Katup

Katup terbuat dari baja khusus (special steel ). Karena katup berhubungan dengan tekanan dan temperatur tinggi.

Pada umumnya katup masuk lebih besar dari katup buang.  Agar katup menutup rapat pada

dudukannya, maka permukaan sudut katup (valve face angle) dibuat pada 44,5° atau 45,5°.

Gambar 2.12. Katup

Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

a) Pegas Katup

Pegas katup (valve spring ) digunakan untuk menutup katup. Pada umumnya motor menggunakan 1 pegas untuk tiap katupnya, tetapi ada juga yang menggunakan 2 pegas.

Penggunaan pegas yang jarak  pitchnya berbeda (uneven pitch spring )/pegas ganda (double spring  adalah untuk mencegah katup melayang. Katup melayang adalah gerakan katup yang tidak seirama dengan gerakan camshaft  putaran tinggi. Pegas dengan jarak  pitch berbeda tipe asymetrical dipasang dengan bagian yang lebih renggang pada posisi atas

Gambar 2.13. Pegas Katup

(16)

b) Dudukan Katup

Dudukan katup (valve seat ) dipasang dengan jalan dipres pada kepala silinder. Valve seat  berfungsi untuk dudukan katup sekaligus memindahkan panas dari katup ke kepala silinder.Dudukan katup terbuat dari baja khusus tahan panas dan aus.Lebar persinggungan katup adalah 1.2  – 1,8 mm.

Gambar 2.14. Dudukan Katup

Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008, 2008

c) Bushing Pengantar Katup dan Oil Seal

Bushing  penghantar katup terbuat dari besi tuang dan berfungsi untuk mengarahkan katup agar duduk tepat pada valve seat . Gerakan katup yang tidak lembut atau batang katup yang macet pada bushing  penghantar katup disebut katup macet (valve stinking ).

Oil seal berfungsi untuk mencegah oli motor masuk ke ruang

bakar melalui bushing katup, bila oil seal  rusakakan

menyebabkan oli masuk ke dalam ruang bakar, akibatnya oli menjadi boros. Biasanya lebih mudah masuk ke ruang bakar  melalui katup masuk.

(17)

D. Mekanisme Katup

a) Metoda Menggerakkan Katup

Camshaft digerakkan oleh crank-shaft dengan 3 cara: 1. Timing gear.

2. Timing chain. 3. Timing belt.

Gambar 2.15. Katup dan Kelengkapannya Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

b) Pengangkat Katup ( Tappet valve )

Pengangkat katup (valve lifter ) berfungsi untuk meneruskan gerakan camshaft  ke  push rod .Pada motor yang menggunakan lifter konvensional celah katupnya harus distel, tetapi ada mesin yang menggunakan hydraulic lifter  tidak perlu melakukan penyetelan celah katup karena celahnya selalu 0 mm.

(18)

E. Valve Timing Diagram

Valve timing diagram adalah diagram waktu kerja katup. Valve

timing diagram dipengaruhi oleh bentuk cam dan celah katup.

Gambar: 2.17.valve timing diagram engine diesel  Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

Gambar: 2.18.valve timing diagram engine gasoline

(19)

F. Gasket Kepala Silinder 

Gasket  kepala silinder (cylinder head gasket ) letidaknya antara blok silinder dan kepala silinder, fungsinya untuk mencegah kebocoran gas pembakaran (kompresi), air pendingin dan oli.

Umumnya gasket terbuat dari gabungan karbon dan lempengan baja (carbon clad sheet steel ) atau steel laminated .

Gambar 2.19. Gasket Kepala Silinder  Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

G. Konstruksi Piston

Piston bergerak turun naik di dalam silinder untuk melaku-kan langkah hisap, kompresi, usaha, dan buang. Fungsi utama dari  piston adalah untuk menerima tekanan pembakaran dan meneruskannya ke poros engkol melalui connecting rod .

Piston terbuat dari alumunium alloy  (paduan alumunium), karena ringan dan radiasi panas baik. Pada piston motor diesel tipe injeksi langsung terdapat lubang yang berfungsi sebagai ruang bakar.

Pada sebagian piston, pada kepalanya diberi heatdam dan ada juga yang pada ring slot pertama dibuat dari FRM ( Fiber Reinforced  Metal ) yang merupakan perpaduan antara alumunium dan ceramic  fiber.

Kedua cara ini bertujuan untuk mencegah perubahan bentuk piston pada groove no. 1 karena panas. Pada beberapa  piston terdapat offset  dan cooling channel . Offset  berfungsi untuk mencegah keausan ke satu sisi yang berlebihan. Cooling channel  berfungsi untuk mendinginkan  piston. Piston slap adalah benturan ke samping akibat tenaga dorong pembakaran.

(20)

Gambar 2.20. Piston/Torak Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

Gambar 2.21. Kelengkapan Piston Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

a) Celah Piston (Celah Antara Piston dengan Silinder)

Saat  piston menjadi panas akan terjadi sedikit pemuaian dan mengakibatkan diameternya bertambah, maka antara silinder  dan piston dibuat celah yang disebut piston clearance.

Pada umumnya celah  piston antara 0,02  – 0,12 mm. Bentuk  piston saat dingin, diameter atas lebih kecil dari diameter bawah.

(21)

Gambar 2.22. Celah Piston Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

b) Pegas Piston

Pegas  piston ( piston ring ) dipasang dalam ring groove. Ring  piston terbuat dari baja special . Pada piston terdapat 3 Buah ring  piston. Ring piston berfungsi untuk:

- Mencegah kebocoran selama langkah kompresi dan usaha. - Mencegah oli yang melumasi  piston dan silinder masuk ke

ruang bakar.

- Memindahkan panas dari piston ke dinding silinder.

Gambar 2.23. Pegas Piston Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

(22)

c) Pegas Kompresi

Pada setiap  piston terdapat 2 pegas kompresi. Pegas kompresi ini disebut top compression ring dan second compression ring .

Gambar 2.24. Posisi Pegas Kompresi Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

d) Pegas Pengontrol Oli

Pegas pengontrol oli (oil control ring ) diperlukan untuk

membentuk lapisan oli tipis (oil film) antara  piston dan dinding silinder. Pegas oli ini disebut third ring. Ada dua tipe pegas, integral dan segment .

Gambar 2.25. Tipe Pegas

Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

e) Celah Ujung Pegas

Pegas  piston akan mengembang bila dipanaskan. Dengan alasan ini pada ujung ring  piston harus terdapat celah yang disebut ring end gap.

(23)

Besarnya celah pada umum-nya adalah 0,2  – 0,5 mm pada temperatur ruangan, dan diukur pada 10 mm dan 120 mm dari atas silinder.

Gambar 2.26. Celah Pegas Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

H. Pena Piston

Pena piston ( piston pin) menghubungkan piston dengan bagian ujung

yang kecil dari connecting rod . Dan meneruskan tekanan

pembakaran yang berlaku pada torak ke connecting rod .

Pena  piston berlubang di dalamnya untuk mengurangi berat yang berlebihan dan kedua ujung ditahan oleh bushing  pena torak ( piston  pin boss).

Gambar 2.27. Pena Piston

(24)

Gambar 2.28. Tipe Pena Piston Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

I. Batang Piston (connecting rod )

Batang  piston berfungsi untuk meneruskan tenaga yang dihasilkan oleh piston ke crankshaft .

Bagian ujung connecting rod  yang berhubungan dengan  piston pin disebut small end , dan yang berhubungan dengan poros engkol adalah big end . Pada connecting rod  terdapat lubang oil yang berfungsi untuk memercikkan oli untuk melumasi piston.

Gambar 2.29. Batang Piston Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

(25)

J. Poros Nok (camshaft )

Poros nok berfungsi untuk menggerakkan mekanisme katup dan pompa oli. Untuk motor bensin ditambah menggerakkan pompa bahan bakar dan distributor.

Gambar 2.30. Poros Nok/camshaft  Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

K. Poros Engkol dan Bantalan Poros Engkol (crankshaft )

Poros engkol terbuat dari baja carbon dan berfungsi untuk merubah gerak naik turun piston menjadi gerak putar. Bantalan poros engkol terbuat dari logam putih (baja + timah, timah hitam dan seng), logam kelmet (baja + tembaga dan timah hitam), logam alumunium (baja + alumunium dan timah). Pada bantalan terdapat locking  lip yang berfungsi untuk mencegah bantalan ikut berputar. Thrust washer  berfungsi untuk mencegah gerak aksial (maju mundur) yang berlebihan.

(26)

L. Roda Penerus

Roda penerus (flywheel ) terbuat dari

baja tuang dan berfungsi untuk

menyimpan tenaga putar motor.

Flywheel  dilengkapi dengan ring gear  yang berfungsi untuk perkaitan dengan gigi pinion motor starter.

Gambar 2.32. Roda Penerus

Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

M. Bak Oli (Oil Pan)

Oil pan terbuat dari baja dan dilengkapi separator  untuk menjaga agar permukaan oli tetap rata ketika ketika kendaraan dalam posisi miring. Penyumbat oli (drain plug ) letidaknya di bagian bawah oil pan yang berfungsi untuk mengeluarkan oli motor bekas.

Gambar 2.33. Panci Pelumas Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

2.6

Sistem Pelumasan

Sistem pelumasan berfungsi untuk:

 Membentuk oil film untuk mengurangi gesekan, aus dan panas.

 Mendinginkan bagian-bagian yang dilewati.

 Sebagai seal antara piston dengan dinding silinder.

 Mengeluarkan kotoran dari bagian-bagian motor.

(27)

Sistem pelumasan terbagi menjadi 3 macam, yaitu: tekanan penuh (

fully- pressurized method ), sistem percikan dan sistem kombinasi

.

Gambar 2.34. Sistem Pelumasan Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008  A. Pompa Oli

Pompa oli berfungsi untuk menghisap oli dari oil pan kemudian menekannya ke bagian-bagian motor.

Macam-macam pompa oli: 1. Internal gear .

2. Trochoid. 3. External gear.

(28)

B. Sistem Pengatur Tekanan Oli

Ketika pompa oli digerakkan oleh motor maka tekanan oli akan naik, pada kecepatan tinggi tekanan oli akan berlebihan dan hal ini dapat menyebabkan kebocoran pada seal-seal oli.

Untuk mencegah hal ini diperlukan semacam pengatur yang menjaga tekanan oli agar tetap konstan tanpa terpengaruh putaran motor. Komponen yang melakukan hal ini adalah relief valve.

Gambar 2.36. Relief Valve

Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

Oli motor berangsur-angsur menjadi kotor bercampur dengan logam-logam, carbon, endapan lumpur dan lain-lain. Bila bagian-bagian yang bergerak dilumasi oleh oli yang kotor akibatnya terjadi keausan. Untuk mencegah hal ini, maka dipasang oil filter  pada sistem pelumasan yang berfungsi untuk memisahkan kotoran-kotoran dari oli . Pada oil filter dipasangkan by pass valve yang berfungsi sebagai saluran alternatif saat oil filter tersumbat.

C. Lampu Tanda Tekanan Oli

Lampu tanda tekanan oli (oil pressure warning lamp) berfungsi untuk memberi peringatan ke pengemudi bahwa sistem pelumasan tidak normal dan dipasang pada blok silinder untuk mendeteksi tekanan pada oil gallery .

(29)

a)

Tekanan Oli Rendah

Saat motor mati atau tekanan oli rendah titik kontidak di

dalam switch tekanan oli

menutup sehingga lampu

peringatan hidup (menyala).

Gambar 2.37. Tekanan Oli Rendah Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

b) Tekanan Oli Tinggi

Saat motor hidup dan tekanan oli naik, maka tekanan oli ini

mendorong diapragma

sehingga titik kontak membuka dan lampu peringatan mati.

Gambar 2.38. Tekanan Oli Tinggi Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

D. Oil Nozzel 

Nosel oli (oil nozzle) berfungsi untuk mendinginkan bagian dalam  piston. Pada oil nozzle terdapat check valve yang berfungsi untuk mencegah tekanan oli dalam sirkuit pelumasan turun terlalu rendah (1,4 kg/cm2).

(30)

E. Pendingin Oli

Pendingin oli (oil cooler ) yang digunakan pada motor diesel adalah tipe pendingin air.Oil cooler  berfungsi untuk mendinginkan oli agar  kekentalannya tetap.

Gambar 2.40. Pendingin Oli Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

2.7

Sistem Pendinginan

Sistem pendinginan berfungsi untuk mendinginkan motor dan mencegah panas yang berlebihan. Umumnya motor didinginkan oleh sistem pendinginan air dan udara. Motor mobil banyak menggunakan sistem

(31)

pendinginan air.

Sistem pendingin air mempunyai kerugian konstruksi rumit dan biaya mahal dan mempunyai keuntungan lebih aman dan berfungsi sebagai peredam bunyi juga dapat digunakan sebagai sumber panas untuk heater  (pemanas ruangan) Sistem pendinginan air dilengkapi oleh water jacket , pompa air (water pump), radiator, thermostat, kipas (fan), slang karet (hose), fan clutch dan lain-lain.

 A. Motor Dingin

Motor dalam keadaan dingin, air pendingin juga masih dingin dan termostat masih tertutup, sehingga aliran air pendingin adalah water   pump ke water jacket ke by pass hose kembali ke water pump.

Gambar 2.41. Motor Dingin

Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

B. Motor Panas

Setelah motor menjadi panas,

thermostat terbuka sehingga aliran air pendingin adalah radiator ke lower hose ke water pump ke water jacket ke upper hose kembali ke radiator.

(32)

Gambar 2.42. Motor Panas Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

C. Radiator 

Radiator  berfungsi untuk mendinginkan cairan pendingin yang telah menjadi panas.

Gambar 2.43.Radiator 

Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

a) Inti Radiator 

Inti radiator  (radiator core) terdiri dari pipa-pipa (tube) dimana cairan pendingin melaluinya dari upper  ke lower tank, dan juga

(33)

dilengkapi dengan sirip-sirip pendingin ( fin). Panas cairan pendingin pertama di serap oleh fin, yang didinginkan oleh fan dan udara akibat gerakan kendaraan.

 Ada 3 tipe radiator core: plate fin, corrugated fin, single row.

Gambar 2.44. Tipe Radiator core Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

b) Tutup Radiator 

Tutup radiator  berfungsi untuk menjaga kuantitas dalam radiator yang sesuai.Pada tutup radiator  terdapat relief valve dan vacuum valve.

 Cara kerja relief valve

Bila suhu air pendingin naik akan menyebabkan tekanan

akan bertambah, bila tekanannya mencapai 0,3  – 1,0 kg/cm2

pada 110  – 120°C. Relief valve akan terbuka dan

membebaskan kelebihan tekanan melalui overflow pipe.

(34)

 Cara kerja vacuum valve

Saat suhu air pendingin turun setelah motor berhenti dan membentuk kevakuman dalam radiator  yang akan membuka vacuum valve menghisap air pendingin dari reservoir .

Gambar 2.46. Pendingin Oli Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

c) Tangki Cadangan (Reservoir Tank )

Reservoir  dihubungkan ke radiator  melalui overflow pipe. Reservoir  berfungsi untuk mencegah terbuangnya air pendingin dan menjamin agar tetap dapat mengirimkan cairan pendingin.

Gambar 2.47. Reservoir Tank  Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

d) Pompa Air 

Pompa air berfungsi untuk memompakan cairan pendingin dari radiator  ke water jacket . Umumnya yang banyak digunakan adalah tipe sentrifugal . Pompa air digerakkan oleh tali kipas atau timing belt.

(35)

Gambar 2.48. Pompa air 

Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

e) Thermostat

Thermostat berfungsi untuk mempercepat tercapainya suhu kerja motor. Tipe thermostat yang umum digunakan adalah tipe wax  (lilin). Pada thermostat terdapat  jiggle valve yang berfungsi untuk mempermudah masuknya air saat pengisian.

Gambar 2.49. Thermostat

Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

f) Kipas Pendingin dan Kopling Fluida

Radiator  didinginkan oleh udara luar, tetapi pendinginannya tidak cukup apabila kendaraan berhenti. Untuk itulah diperlukan kipas

(36)

(fan) yang akan menambah pendinginan. Kipas pendingin digerakkan oleh tali kipas atau motor listrik Kopling fluida berfungsi untuk mendinginkan radiator dengan lebih efisien. Saat temperatur  udara rendah, kecepatan kipas rendah sehingga motor menjadi panas dan saat temperatur tinggi, otomatis putaran kipas menjadi cepat.

Gambar 2.50. Kipas Pendingin dan Kopling Fluida Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

(37)

2.8

Sistem Bahan Bakar 

Pada sistem bahan bakar motor diesel, feed pump menghisap solar dari tangki bahan bakar. Bahan bakar disaring oleh fuel filter dan kandungan air dalam bahan bakar dipisahkan oleh water sedimenter sebelum

dialirkan ke pompa injeksi. Ada 2 tipe pompa injeksi: in line dan distributor.

Gambar 2.51. Tipe Pompa Injeksi: In Line Dan Distributor  Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

(38)

 A. Tangki Bahan Bakar 

Tangki bahan bakar (fuel tank ) terbuat dari plat baja tipis yang bagian dalamnya dilapisi anti karat. Dalam fuel tank  terdapat fuel sender  gauge yang berfungsi untuk menunjukkan jumlah bensin yang ada dalam tangki dan juga separator yang berfungsi sebagai damper bila kendaraan berjalan atau berhenti secara tiba-tiba atau bila berjalan dijalan yang tidak rata. Fuel inlet  ditempatkan 2  – 3 mm dari bagian dasar tangki, ini dimaksudkan untuk mencegah ikut terhisapnya kotoran dan air.

Gambar 2.52. Tangki Bahan Bakar  Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

B. Saringan Bahan Bakar dan Water Sedimenter 

 Untuk Pompa Injeksi Tipe Distributor 

Water sedimenter  berfungsi untuk memisahkan solar dari kandungan air.

Bila air mencapai tinggi tertentu maka magnet yang ada pada pelampung akan menutup reed switch dan menyalakan lampu indikator.

(39)

Gambar 2.53. Injeksi Tipe Distributor  Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

 Untuk Pompa Injeksi Tipe In-Line

Fuel filter  terbuat dari kertas dan pada bagian atas terdapat air  vent plug  yang digunakan untuk mengeluarkan udara ( bleeding). Priming pump pada pompa injeksi terletidak pada feed pump dan dipasangkan pada bodi pompa injeksi.

Gambar 2.54. Feed Pump

(40)

C. Pompa Priming (Priming Pump)

Priming pump berfungsi untuk menghisap bahan bakar dari tangki pada saat mengeluarkan udara palsu dari sistem bahan bakar.

Gambar 2.55. Pompa Priming Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008 Cara Kerja

1. Saat pump handle ditekan

Diapragma bergerak ke bawah menyebabkan outlet check valve terbuka dan bahan bakar mengalir ke fuel filter . Saat yang sama inlet check valve tertutup mencegah bahan bakar mengalir  kembali.

Gambar 2.56. Pompa Priming Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

(41)

2. Saat pump handle dilepas

Tegangan pegas mengembalikan diapragma ke posisi semula dan menimbulkan kevakuman, inlet  valve terbuka dan bahan bakar  masuk ke ruang pompa. Saat ini outlet valve tertutup.

Gambar 2.57. Saat Pump Handle Dilepas Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

D. Feed Pump (Untuk Pompa Injeksi In-Line)

Feed pump berfungsi untuk menghisap bahan bakar dari tangki dan menekannya ke pompa injeksi . Feed pump adalah single acting   pump yang dipasang pada sisi pompa injeksi dan digerakkan oleh

camshaft pompa injeksi.

Gambar 2.58. Feed Pump

(42)

Cara Kerja

1. Saat Penghisapan

Saat camshaft (1) tidak mendorong tappet roller (2), piston (4) mendorong push rod (5) ke bawah karena tegangan piston spring  (6). Saat itu volume pressure chamber (7) membesar dan

membuka inlet valve (8) untuk menghisap bahan bakar. Saat ini outlet valve (9) tertutup.

Gambar 2.59. Saat Penghisapan Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

2. Saat Pengeluaran

Camshaft terus berputar dan mendorong piston melalui tappet  roller dan push rod . Piston menekan bahan bakar di dalam  pressure chamber , membuka outlet valve dan bahan bakar 

dikeluarkan dengan tekanan.

Gambar 2.60. Saat Pengeluaran Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

3. Saat Tekanan Tinggi

Sebagian bahan bakar yang dikeluarkan memasuki memasuki  pressure chamber  yang terletidak di bawah  piston. Bila tekanan

bahan bakar di bawah  piston naik menjadi 1,8  – 2,2 kg/cm2 maka

(43)

 Akibatnya, piston tidak dapat lagi bergerak bolak-balik dan pompa berhenti bekerja.

Gambar 2.61. Saat Tekanan Tinggi Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

E. Pompa Injeksi

 Pompa Injeksi Tipe Distributor 

Bahan bakar dibersihkan oleh water sedimenter  dan filter  dan ditekan oleh vane type feed pump yang mempunyai 4 vane Bahan bakar melumasi komponen-komponen pompa injeksi .

Pump plunger  bergerak lurus bolak-balik sambil berputar karena bergeraknya drive shaft , cam plate, plunger spring , dan lain-lain. Gerakan plunger menyebabkan naiknya tekanan bahan bakar dan menekan bahan bakar melalui delivery valve ke injection nozzle. Mechanical governor  berfungsi untuk mengatur banyaknya bahan bakar yang diinjeksikan oleh nozzle dengan menggerakkan spill  ring  sehingga merubah saat akhir langkah efektif plunger. Pressure timer berfungsi untuk memajukan saat

Penginjeksian bahan bakar dengan cara merubah posisi tappet  roller . Fuel cut-off solenoid  untuk menutup saluran bahan bakar 

(44)

Gambar 2.62. Injeksion Pump Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

Gambar 2.63. Injeksion Pump Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

(45)

 Pompa Injeksi Tipe In-Line

Feed pump menghisap bahan bakar dari tangki dan menekan bahan bakar yang telah disaring oleh filter . Pompa injeksi tipe in-line mempunyai cam dan  plunger  yang jumlahnya sama dengan  jumlah silinder. Gerakan plunger lurus bolak-balik.

Delivery valve berfungsi untuk menjaga tekanan pada pipa in-jeksi dan menghentikan injeksi dengan cepat. Plunger  dilumasi oleh solar dan camshaft  oleh oli motor. Governor  berkerjanya mechanical governor  dan combined governor  (mechanical  dan  pneumatic governor). Menggerakkan control rack . Governor terdiri

dari 2 tipe: Automatic timer menggerakkan camshaft pompa.

Gambar 2.64. Injectiion Pump Tipe In-Line Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

F. Injection Nozzle

Injection nozzle terdiri nozzle body  dan needle dan berfungsi untuk mengabutkan bahan bakar.

 Antara nozzle body  dan needle dikerjakan dengan presisi dengan toleransi 1/1000 mm karena itu kedua komponen itu apabila perlu diganti harus diganti secara bersama.

(46)

Gambar 2.65. Injeksion Nozzle Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

 Tipe Injection Nozzle

Nozzle dapat diklasifikasikan:

Holetype: Pin type:

1. Single hole 1. Throttle

2. Multiple hole 2. Pintle

Pada direct injection digunakan injektor tipe multiple hole. Pada  precombustion chamber dan swirl chamber digunakan tipe pintle.

(47)

Gambar 2.66. Tipe Injeksion Pump Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

 Kebutuhan untuk Menyetel Tekanan Injeksi

Tekanan injektor yang tidak tepat akan mengganggu saat injeksi dan volume injeksi.

Tabel 2.1 Tekanan Injeksi

Tekanan Pembukaan Sangat Rendah Sangat Tinggi

Saat Injeksi Maju Mundur 

Volume Injeksi Besar  Kecil

Cara kerja injector 

1. Sebelum Penginjeksian

Bahan bakar yang bertekanan tinggi mengalir dari pompa injeksi melalui oil passage menuju oil pool  pada bagian bawah nozzle body.

(48)

Gambar 2.67. Sebelum Penginjeksian Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

2. Penginjeksian Bahan Bakar 

Bila tekanan pada oil pool  naik, ini akan menekan permukaan nozzle needle. Bila tekanan ini melebihi tegangan pegas, maka nozzle needle terdorong ke atas dan menyebabkan nozzle menyemprotkan bahan bakar.

Gambar 2.68. Peginjeksian Bahan Bakar  Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

(49)

3. Akhir Penginjeksian

Bila pompa injeksi berhenti mengalirkan bahan bakar, tekanan bahan bakar turun, dan  pressure spring  mengembalikan nozzle needle ke posisi semula (menutup saluran bahan bakar).

Sebagian bahan bakar yang tersisa antara nozzle needle dan nozzle body , melumasi semua komponen dan kembali ke overflow   pipe.

Gambar 2.69. Akhir Penginjeksian Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008

G. Busi Pijar 

Busi pijar (glow plug) berfungsi untuk pemanasan awal pada ruang bakar agar motor lebih mudah hidup (saat motor dingin).

Gambar 2.70. Busi Pijar 

(50)

H. Untuk meningkatkan kemampuan mesin diesel, umumnya ditambahkan komponen :

 Turbo charger atau super charger untuk memperbanyak volume

udara yang masuk ruang bakar karena udara yang masuk ruang bakar didorong oleh turbin pada turbo/super charger .

 Intercooler untuk mendinginkan udara yang akan masuk ruang

bakar. Udara yang panas volumenya akan mengembang begitu  juga sebaliknya, maka dengan didinginkan bertujuan supaya udara

yang menempati ruang bakar bisa lebih banyak

Gambar 2.72. Intercooler  Sumber. ptkubota.co.id 2013

Gambar 2.71. Turbo Charger  Sumber. ptkubota.co.id 2013

(51)

2.9

Tipe Mesin Diesel

 Ada dua kelas mesin diesel:

Dua tidak dan empat tidak. Biasanya jumlah silinder dalam kelipatan dua, meskipun berapapun jumlah silinder dapat digunakan selama poros

engkol dapat diseimbangkan untuk mencegah getaran yang

berlebihan. Mesin 6 segaris paling banyak diproduksi dalam mesin tugas

medium ketugas berat, meskipun V8 dan 4 sejajar juga banyak

diproduksi.

Mesin diesel bekerja dengan kompresi udara yang cukup tinggi, sehingga pada mesin disel besar perlu ditambahkan sejumlah udara yang lebih banyak. Maka digunakan Super charger atau turbo charger pada intidake manifold , dengan tujuan memenuhi kebutuhan udara k ompresi.

2.10 Teknologi Diesel

C o m m o n R ai l  

(Diesel Modern)

Teknologi “Common Rail ” bak bagi mesin diesel modern. Dengan commonrail , mesin diesel masuk ke mobil-mobil kelas eksklusif atau mobil-mobil premium seperti Jaguar dan BMW Seri 7. Citycar  juga tidak luput dari godaan mesin diesel dengan teknologi terbaru tersebut.

Sebagai contoh, Fiat sudah berhasil membuat mesin diesel 1.300 cc bertenaga 70 hp dengan konsumsi bahan bakar 3-4 liter/100 km atau rata 25 km/liter. Jadi mesin diesel bukan lagi hanya milik komunitas truk dan bus berukuran besar atau alat-alat berat dan kapal. Di Indonesia juga sudah ada beberapa ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merk) menjajakan kendaraannya dengan mesin diesel commonrail .

Mulai dari doublecab sampai minivan menengah, seperti Kijang Innova. Sayangnya, konsumen kendaraan bermesin diesel commonrail kesulitan mendapatkan bahan bakar sesuai dengan standar yang telah ditentukan produsennya. Pasalnya, Pertadex yang saat ini cuma dipasarkan oleh Pertamina, makin sulit diperoleh.

Disamping itu, harganya paling mahal dibandingkan dengan bahan bakar  minyak lain. Padahal di Jerman, bahan bakar diesel modern di bawah

(52)

banyak untuk mendapat kendaraan bermesin diesel. Sebab, setelah dua

tahun, mereka akan kembali mendapatkan nilai ekonomisnya

dibandingkan mobil bermesin bensin.

2.11 Pengertian Siklus Otto

Pada siklus otto atau siklus volume konstan proses pembakaran terjadi pada volume konstan, sedangkan siklus otto tersebut ada yang berlangsung dengan 4 (empat) langkah atau 2 (dua) langkah. Sering digunakan pada mesin bensin. Untuk mesin 4 (empat) langkah siklus kerja terjadi dengan 4 (empat) langkah  piston atau 2 (dua) poros engkol.  Adapun langkah dalam siklus otto yaitu gerakan  piston darititik puncak (TMA= titik mati atas) keposisi bawah (TMB= titik mati bawah) dalam silinder. Gambar diagram P-V dan T-S siklus otto dapat dilihat pada dibawah sebagai berikut:

Gambar 2.74. Diagram P-V dan T-S siklusotto Sumber: (Cengel& Boles, 1994)

Gambar 2.73. teknologi diesel common rall Sumber. ptkubota.co.id 2013

(53)

Proses siklus otto sebagai berikut:

Proses 1-2: proses kompresi isentropic (adiabatic reversible) dimana piston bergerak menuju (TMA= titik mati atas) mengkompresikan udara sampai volume clearance sehingga tekanan dan temperatur udara naik. Proses 2-3: pemasukan kalor constan,  piston sesaat pada (TMA= titik mati atas) bersamaan kalor suplay  dari sekelilingnya serta tekanan dan temperature meningkat hingga nilai maksimum dalam siklus.

Proses 3-4: proses isentropic  udara panas dengan tekanan tinggi mendorong  piston turun menuju (TMB = titik mati bawah), energy  dilepaskan disekeliling berupa internal energi.

Proses 4-1 : proses pelepasan kalor  pada volume konstan  piston sesaat pada (TMB = titik mati bawah) dengan transfer  kalor  kesekeliling dan kembali melangkah pada titik awal.

2.12 Pengertian Sabathe

Siklus ini jga disebut juga siklus gabungan, siklus dasar dari suatu pembakaran internal mesin reciprocating . Pengoperasian gas mesin diesel kecepatan tinggi dan mesin hot bulb bekerja mengggunakan siklus ini. Sering digunakan pada mesin diesel Perbandingan kompresi mesin diesel 16-23:1.

Gambar 2.75. Diagram Sabathe Sumber: (Cengel & Boles, 1994)

(54)

2.13 Standar Emisi Euro 1 sampai dengan euro 6

Standar Euro 1, Euro 2, Euro 3, Euro 4, Euro 5 malah mau mencapai Euro 6, selama ini kita hanya mengukur suatu kendaraan berpolusi atau

tidak dengan mengandalkan indra kita, yaitu melihat dan

merasakan, misal kendaraan memiliki polusi tinggi itu motor 2 tidak karena berasap, bus atau truk dengan asap mengebul hitam itu sudah bisa kita tebak melebihi standar emisi, memang ada benarnya jika dilihat secara visual , bagaimana dengan cara penghitungan pengukuran? Berapa kah emisi CO (Carbon monoxide) berapa Emisi HC (Hydrocarbon) berapa Emisi CO2 (Carbon dioxide), masuk kategori standar euro yang mana? ini memerlukan suatu tools khusus.

Euro atau European Emission Standards merupakan batas ideal emisi gas buang versi Eropa. Level terakhirnya kini Euro 5. Ketentuan yang lebih ketat. Indonesia masih memberlakukan ketentuan standar Euro2 berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 141/2003 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru yang efektif berlaku sejak 2007. Selama ini kita dipaksa memakai Catalytic Converter untuk menekan emisi, tapi Kualitas Bahan Bakar tidak

memadai, bagaimana mungkin mobil sudah memenuhi Euro 4,

sementara kualitas bahan bakar minyak di Indonesia masih memenuhi spesifikasi Euro 2. Disamping itu pendukung utamanya selain bahan bakar juga ada fasilitas uji emisi yang memadai. Karena seringnya lihat mobil diesel atau truk tertulis Euro 1 dan Euro 2, ingin share dengan  juragan yang pakar dan ahli masalah emisi.

(55)
(56)

BAB 3

STANDART OPERATION PROSEDURE

PERWATAN DAN PERBAIKAN DASAR MESIN DIESEL

A. SOP Penggunaan Alat Peraga ( Mesin Diesel )

Pelaksana Flowchart Catatan menu

Teknisi Teknisi Teknisi dan Kepala Laboratorium Kepala Laboratorium Teknisi MULAI Ijin Peminjaman Kepala Laboratorium Mengisi Form Peminjaman Alat

Serah Terima Alat

Pengecekan Alat  Ada Kerusakan ? Laporan Kepada Kepala Laboran  Analisa Masalah dan Rekomendasi Melakukan Perbaikan  A YA TIDAK Form Peminjaman  Alat Form Peminjaman  Alat Form Peminjaman  Alat SOP Perawatan Form Laporan Kerusakan Form Analisa Masalah dan Kerusakan SOP Perbaikan

(57)

Pelaksana Flowchart Catatan Menu Teknisi Teknisi Teknisi Teknisi Teknisi dan Kepala Laboratorium SOP Pengoperasian Form Peminjaman  Alat Checklist  Perawatan Form Daftar  Riwayat Hidup Mesin Form Peminjaman  Alat Mengoperasikan  Alat  A Selesai Mengoperasikan  Alat Memebersihkan  Alat Peraga Mengisi Daftar  Riwayat Mesin

Serah Terima Alat Peraga

(58)

Keterangan Peminjaman Alat:

1. Sebelum Memakai alat peraga, terlebih dahulu meminta ijin dari Kepala Laboratorium untuk meminjam Alat Peraga tersebut.

2. Mengisi Data Peminjaman Alat sesuai Job Sheet Praktikum yang akan dilaksanakan.

3. Setelah selesai mengisi Data tersebut, melapor kepada Kepala

Laboratorium untuk menyediakan alat yang akan di pinjam. Dan serah terima Alat Peraga yang di pinjam.

4. Cek Kondisi Alat Peraga yang dipinjam. 5. Apakah ada yang rusak?

a. Jika Ada, maka laporkan kepada Kepala Laboratorium untuk di  Anallisa lebih lanjut, apakah bias dipakai atau tidak.

b. Jika Tidak, gunakan sesuai dengan prosedur Job Sheet. 6. Mengoperasikan Alat sesuai Job Sheet .

7. Setelah selesai mengoperasikan, isi Form Data Checklist mendata kelengkapan data yang dipinjam.

8. Bersihkan Alat tersebut sesuai dengan prosedur pembersihan serta mengecek kondisi alat tersebut sekali lagi.

9. Kepala Laboratorium menulis riwayat data kelengkapan alat peraga dan mendata kelengkapannya.

10. Setelah selesai, Kepala Laboratorium menerima Alat Peraga dan peralatan kelengkapannya.

(59)

B. SOP Perawatan Alat Peraga ( Mesin Diesel )

Pelaksana Flowchart Catatan menu

Teknisi Teknisi Teknisi Teknisi Teknisi Teknisi Teknisi Kartu Inventaris Tool Kit  Manual Book  SOP Perbaikan Checklist  Perawatan Manual Book  SOP Perbaikan Checklist  Perawatan MULAI Mempersiapkan Peralatan dan Perlengkapan

1. Memeriksa Kebersihan dan Kondisi Sistem Bahan Bakar Mesin D iesel

Melakukan Perbaikan Perlu Perbaikan Isi Checklist Perawatan Sistem Bahan Bakar 2. Memeriksa Sistem Pendingan Mesin Diesel

Isi Checklist Perawatan Sistem Pendinginan Perlu Perbaikan Melakukan Perbaikan A YA TIDAK YA TIDAK

(60)

Pelaksana Flowchart Catatan Menu Teknisi Teknisi Teknisi Teknisi Teknisi Teknisi Teknisi Manual Book  SOP Perbaikan Checklist  Perawatan Manual Book  SOP Perbaikan Checklist  Perawatan Form Berita Acara Hasil Perawatan dan Perbaikan

A

3. Memeriksa Kondisi Sistem Pelumasan Mesin Diesel

Melakukan Perbaikan Perlu Perbaikan ?

Isi Checklist Perawatan Sis tem

Pelumasan 4. Memeriksa Kondisi Sistem Pengisian Listrik Perlu Perbaikan ? Melakuakn Perbaikan

Isi Checklist Perawatan sistem Pengisian Listrik

YA

TIDAK

Mengisi Berita Acara Hasil Perawatan dan Perbaikan

Mesin Diesel

(61)

Keterangan Perawatan:

Sistem Bahan Bakar 

1. BleedSistem Bahan Bakar 

Ketika bahan bakar meluap dari air vent Plug , segera bersihkan dengan kain. Bahan bakar yang

tumpah adalah penyebab

bahaya kebakaran. Setelah

kebocoran, kunci tutup pompa priming dengan aman. Jika

tutup tidak terkunci rapat,

pompa priming bisa rusak, Dapat terjadi kebocoran bahan bakar yang dapat menyebabkan

kebakaran. Untuk mengunci

tutup pompa Priming ikuti

prosedur. Menutup semua air 

vent plugs sebelum semua

saluran terkunci Dilarang

menutup pompa priming

kembali ke posisi semula

karena tekanan internal.

Bleed  udara dari lokasi terdekat dengan tangki bahan bakar yang merupakan filter  bahan bakar.

Gambar 3.1 Pompa Primig

Sumber: http://sistem-mesin-diesel.com 2004

2. Metode Pengencangan

Penutup Pompa Priming

1. Putar penutup pompa priming degan tangan sampai gaya

yang dibutuhkan untuk

mengubah penutup

meningkatkan suddenly .

2. Dengan tutup pada posisi

(62)

menempatkan tanda pada tutup.

3. Kemudian, gunakan kunci

inggris atau alat lain yang sesuai untuk mengencangkan

penutup pompa priming

90±10°.

. Periksa penutup untuk

memastikan bahwa kepala

paking tidak menonjol.

Catatan: Jika kemasan kepala yang menonjol, kendurkan tutup

pompa priming periksa

kemasan untuk memastikan itu tidak rusak, maka kencangkan

kembali penutup pompa

priming. Jika kemasan kepala rusak, pompa priming atau pompa feed harus diganti.

Peringatan: Jika penutup

pompa priming tidak

dikencangkan dengan kuat,

benang internal  dapat dipakai dengan cepat akibat gesekan yang disebabkan oleh getaran mesin, sehingg aejeksi tajam pada tutup pompa priming untuk menyebabkan tumpahan bahan bakar. Disisi lain, jika pompa priming dikencangkan dengan

tenaga berlebihan (berbalik

120°atau lebih), kepala pompa priming dapat terjadi damaged .

Untuk mencegah masalah

Gambar 3.2 Pompa Primig

Sumber: http://sistem-mesin-diesel.com 2004

Gambar 3.3 Head Packing 

(63)

tersebut, pastikan untuk

menentukan sudut tutup

tertentu (90 ±10°).

3. Filter Bahan Bakar 

1. Bersihkan area di sekitar  filter bahan bakar.

2. Tempatkan penerima antra bahan bakar di bawah filter  bahan bakar.

3. Dengan menggunakan

kunci pas, pisahkan tiap filter bahan bakar.

4. Bersihkan filter  bahan

bakar dari kotoran pada permukaan dudukan braket  filter dengan kain.

5. Periksa filter  bahan bakar  yang baru pada tempat dudukan yang tepat dari gasket .

6. Oleskan bahan bakar 

bersih pada gasket  pada filter bahan bakar baru. 7. Pasang filter  bahan bakar.

Ketika kontidak  paking 

permukaan dudukan pada

braket filter , selanjutnya

putar 3/4 keputaran penuh.

Peringatan:

Jangan gunakan kunci

inggris pada filter  untuk

pemasangan filter  bahan

bakar. Jangan

memenyokkan atau

Gambar 3.4 Filter Bahan Bakar 

Sumber: http://sistem-mesin-diesel.com 2004

Gambar 3.5 Filter Bahan Bakar 

(64)

filter 

filter bahan bakar.bahan bakar. 8.

8. Setelah Setelah memasangmemasang filter filter  bahan bakar baru, pastikan bahan bakar baru, pastikan tidak ada kebocoran dalam tidak ada kebocoran dalam sistem bahan bakar.

sistem bahan bakar. 9.

9. Hidupkan Hidupkan mesin mesin dandan biarkan

biarkan nidlenidle selamaselama beberapa menit.

beberapa menit. 10.

10. Periksa Periksa pemasanganpemasangan bagian

bagian filter filter  bahan bakar bahan bakar 

dari kebocoran bahan

dari kebocoran bahan

bakar. Jika kebocoran

bakar. Jika kebocoran

bahan bakar ditemukan, bahan bakar ditemukan, kendurkan

kendurkan filter filter  bahanbahan bakar dan periksa

bakar dan periksa gasket gasket  dari kerusakan. Jika tidak dari kerusakan. Jika tidak

ada kerusakan

ada kerusakan gasket gasket ,, kencangkan kembali

kencangkan kembali filter filter  bahan bakar.

bahan bakar.

Gambar 3.6 Filter Bahan Bakar  Gambar 3.6 Filter Bahan Bakar  Sumber:

Sumber: http://sistem-mesin-diesel.comhttp://sistem-mesin-diesel.com20042004

4.

4. PompaInjeksi Bahan Bakar PompaInjeksi Bahan Bakar  1. Kendurkan

1. Kendurkan air vent cock air vent cock  pada pompa injeksi bahan pada pompa injeksi bahan

bakar dengan memutar 

bakar dengan memutar 

sekitar 1,5

sekitar 1,5 bergantianbergantian.. 2.

2. Pompa Pompa penutup penutup pompapompa priming ke atas dan bawah priming ke atas dan bawah berulang kali. Bila tidak ada berulang kali. Bila tidak ada gelembung udara dalam gelembung udara dalam bahan bakar yang mengalir  bahan bakar yang mengalir  dari lubang ventilasi udara, dari lubang ventilasi udara, tekan kebawah penutup tekan kebawah penutup pompa priming dan putar  pompa priming dan putar  tutup searah jarum jam. tutup searah jarum jam. 3.

3. KencangkaKencangkan n lubanglubang ventilasi udara pada pompa ventilasi udara pada pompa injeksi bahan bakar.

injeksi bahan bakar.

Gambar 3.7

Gambar 3.7 Air Vent Cock  Air Vent Cock  Sumber:

(65)

SistemPelumas

SistemPelumas

1.

1. Pengisian dan Pengisian dan PengecekaPengecekanOlinOli Mesin

Mesin 1.

1. Lepaskan Lepaskan tutup tutup pengisi pengisi minyakminyak yang terletidak di sisi kiri

yang terletidak di sisi kiri mesin.mesin. 2. Tuang oli mesin dari jenis 2. Tuang oli mesin dari jenis

tertentu. tertentu.

Ditentukan oli mesin: Kelas CD Ditentukan oli mesin: Kelas CD atau CF (

atau CF ( API  API ServiceService), Kapasitas), Kapasitas oli mesin, Minyak pan: 200L oli mesin, Minyak pan: 200L [52.84 US gal.] (Seluruh mesin: [. [52.84 US gal.] (Seluruh mesin: [. 66.05USgal] 250L)

66.05USgal] 250L) 3.

3. Periksa Periksa pan pan minyak minyak dan dan bagianbagian lain dari kebocoran minyak. lain dari kebocoran minyak. Perbaiki kebocoran minyak yang Perbaiki kebocoran minyak yang ditemukan.

ditemukan.

4. Mengoperasikan mesin pompa 4. Mengoperasikan mesin pompa

priming minyak untuk

priming minyak untuk

mengalirkan minyak dalam

mengalirkan minyak dalam

mesin. mesin. 5.

5. Lepaskan Lepaskan penutuppenutup rocker rocker , dan, dan pastikan bahwa minyak dipasok pastikan bahwa minyak dipasok kemekanisme katup.

kemekanisme katup. 6.

6. Hentikan Hentikan pompa pompa priming. priming. SetelahSetelah sekitar 30 menit, tambahkan oli sekitar 30 menit, tambahkan oli mesin sampai tingkat minyak mesin sampai tingkat minyak mencapai garis maksimum pada mencapai garis maksimum pada pengukurtin

pengukurtingkat gkat minyak.minyak.

7. Pasang kembali tutup pada 7. Pasang kembali tutup pada

pengisi minyak. pengisi minyak.

8. Tingkat minyak harus antara 8. Tingkat minyak harus antara

tanda

tanda maksimummaksimum dandan minimumminimum pada pengukur tingkat minyak. pada pengukur tingkat minyak. Jika tingkat minyak rendah, Jika tingkat minyak rendah, tambahkan oli mesindari jenis tambahkan oli mesindari jenis

Gambar 3.8

Gambar 3.8 Oil Filter Oil Filter DanDan Level GaugeLevel Gauge Sumber:

Sumber: http://sistem-mesin-diesel.comhttp://sistem-mesin-diesel.com20042004

Gambar 3.9

Gambar 3.9 Camshaft Oil BathCamshaft Oil Bath Sumber:

(66)

9.

9. Periksa Periksa pan pan minyak minyak dan dan bagianbagian lain untuk

lain untuk leaksleaks.. Repair Repair  minyakminyak dari kebocoran minyak yang dari kebocoran minyak yang ditemukan

ditemukan 10.

10. Crank Crank  mesin selama sekitar 10 detik atau kurang, dan tunggu sekitar 1 menit.mesin selama sekitar 10 detik atau kurang, dan tunggu sekitar 1 menit. Ulangi operasi

Ulangi operasi cranking cranking  atas beberapa kali untuk mendistribusikan minyak keatas beberapa kali untuk mendistribusikan minyak ke seluruh mesin. Untuk engkol mesin, mematikan pasokan bahan bakar ke mesin seluruh mesin. Untuk engkol mesin, mematikan pasokan bahan bakar ke mesin (menjaga rak kontrol pompa injeksi bahan bakar dalam posisi OFF) dan (menjaga rak kontrol pompa injeksi bahan bakar dalam posisi OFF) dan mengoperasikan pemula. Ketika melakukan operasi

mengoperasikan pemula. Ketika melakukan operasi cranking cranking  di atas, jugadi atas, juga memeriksa barang yang akan diperiksa untuk sistem pendinginan dengan engkol. memeriksa barang yang akan diperiksa untuk sistem pendinginan dengan engkol. 11.

11. Periksa level oli dengan pPeriksa level oli dengan pengukur tingkat minyengukur tingkat minyak lagi, dan tambahkan minyak lagi, dan tambahkan minyak jikaak jika diperlukan

diperlukan

2.

2. Perawatan Filter OliPerawatan Filter Oli 1.

1. Tempatkan Tempatkan bak bak minyakminyak

menerima di bawah

menerima di bawah filter filter 

governor  governor .. 2. Kendurkan

2. Kendurkan ventilasi ventilasi  udaraudara konektor 

konektor  dan lepaskan penutupdan lepaskan penutup saluran. Untuk menguras minyak saluran. Untuk menguras minyak pada saringan.

pada saringan. 3.

3. Lepaskan pipa Lepaskan pipa minyak dari minyak dari bautbaut tengah.

tengah. 4.

4. Lepaskan Lepaskan baut baut tengah tengah dandan lepaskan

lepaskan casecase daridari braket braket ..

Lepaskan elemen yang

Lepaskan elemen yang

digunakan dari

digunakan dari koper koper ..

5. Letidakkan elemen baru dalam 5. Letidakkan elemen baru dalam

case

case dengan menggunakan bautdengan menggunakan baut tengah.

tengah. 6. Pasang

6. Pasang casecase tersebut kepadatersebut kepada braket filter 

braket filter . Kencangkan baut. Kencangkan baut tengah.

tengah. 7.

7. Pasang Pasang pipa pipa minyak minyak kebautkebaut tengah.

tengah. 8.

8. Pasang Pasang penutup penutup saluran.saluran. 9. Lepaskan

9. Lepaskan air vent plug  danair vent plug  dan

Gambar 3.10 Filter Oli Gambar 3.10 Filter Oli Sumber:

Sumber: http://sistem-mesin-diesel.comhttp://sistem-mesin-diesel.com20042004

Gambar 3.11 Filter Oli Gambar 3.11 Filter Oli Sumber:

(67)

mengisi saringan dengan oli mesin. Pasang air vent plug . 10. Setelah mengisi minyak sampai

penuh, pasang kembali air vent   plug.

Sistem Pendingin

1. Pengecekan sistempendingin

1. Pastikan kran penguras mesin pompa air dan ditutup dengan kuat.

2. Lepaskan tutup radiator, dan

tuangkan murni LLC.

Catatan:

(a) Tentukan jumlah LLC dan air 

untuk dituangkan dengan

menggunakan LLC

konsentrasi pada grafik.

(b) Mengenai pendingin, lihat

"Coolant " (4-5).

(c) Kapasitas pendingin (hanya

mesin) Sekitar.170L[44.91

U.S.gal.]

3. Tuangkan air (air  soft  dengan kotoran yang minimal, seperti air  keran) perlahan-lahan ke level penuh.

Catatan: Untuk menghilangkan

secara menyeluruh udara,

kendurkan cock sair vent  pada

bagian atas dari pipa air 

pendingin udara (kanan dan kiri). 4. Periksa radiator dan bagian lain

untuk kebocoran pendingin. Jika kebocoran pendingin ditemukan, lakukan perbaikan.

Gambar 3.12 Drain Cocks

Sumber: http://sistem-mesin-diesel.com 2004

Gambar 3.13 Water Drain Cock 

(68)

penuh, menutup tutup radiator  dengan aman.

6. Nyalakan mesin selama sekitar 

10 detik atau kurang

menggunakan starter.

7. Tunggu sekitar 1 menit, lalu ulangi operasi cranking atas

beberapa kali untuk

menghilangkan udara dari pompa air.

Peringatan: Untuk menyalakan mesin, menghentikan pasokan bahan bakar ke mesin (menjaga rak kontrol pompa injeksi bahan bakar dalam posisi OFF) dan mengoperasikan starter. Ketika melakukan operasi cranking di

atas, juga memeriksabarang

yang akan diperiksa untuk sistem pelumasan.

8. Periksa tingkat pendingin dalam radiator.

9. Ketika tangki cadangan

terpasang, tuangkan pendingin

ke tingkat [FULL].

Catatan: Selalu menambahkan pendingin memiliki sama LLC konsentrasi.

Gambar 3.14 reservoir tank 

Sumber: http://sistem-mesin-diesel.com 2004

Gambar 3.15 indikator tangki cadangan Sumber: http://sistem-mesin-diesel.com 2004

2. Membersihkan Sirip Radiator 

Periksa sirip radiator dari lubang dan

retidak.Untuk membersihkan sirip

radiator, meniup udara dari

kompresor kearah berlawanan

(69)

Gambar 3.16 Pembersihan Sirip Raditor  Sumber: http://sistem-mesin-diesel.com 2004

MemeriksaBaterai Dan Altenator 

1. Tingkat Elektrolit

Elektrolit menguap selama

penggunaan dan tingkat cairan

secara bertahap menurun.

Permukaan fluida harus antara lower  level  dan garis upper . Jika tidak ada garis level  pada baterai, pastikan

bahwa permukaan fluida adalah

sekitar 10 sampai 15mm [0,394-0,591 masuk] di atas tepi atas. Jika kadar  cairan lebih rendah, Lepas penutup dan tambahkan air accu untuk tingkat yang tepat.

Catatan: Ketika menuangkan elektrolit segar, tuangkan cairan hati-hati.

Memeriksa Berat Jenis Elektrolit Periksa berat jenis elektrolit. Jika berat jenis diukur pada 20°C[68 °F] lebih rendah dari1,22, maka lakukan pengisian baterai.

Gambar 3.17 Tingat Elektrolit ACCU Sumber: http://sistem-mesin-diesel.com 2004

Gambar 3.18 Pengecekan Elektrolit Sumber: http://sistem-mesin-diesel.com 2004

2. Perawatan Altenator 

1. Periksa bagian luar alternator  dari kerusakan.

2. Jika alternator berdebu,

bersihkan dengan menggunakan compressor.

3. Lepaskan V-belt , dan putar puli untuk memastikan berputar  lancar.

(70)

4. Kemudian ceck arus alternator  menggunakan avometer, untuk mengetahui arus yang dikeluarka masih stabil atau sudah tidak sesuai standar 

Gambar 3.19 Altenator 

Sumber: http://sistem-mesin-diesel.com 2004

Pemeriksaan celah katup

Periksa celah katup dari kemungkinan terlalu renggang/sempit, bila celah katup terlalu renggang mesin panas dan tenaga kurang. Sebaliknya bila terlalu sempit bahan bakar (solar) boros dan mengeluarkan asap hitam. Untuk itu, bila celah katup tidak benar  harus disetel lagi, dengan cara:

1. Topkan silinder nomor satu pada TMA.

2. Lakukan penyetelan dengan

urutan dari depan: buang-hisap-hisap-buang.

3. Untuk ukuran celah katup Ex 0,25mm In 0,20 mm

4. Kemudian putar puly 1kali/putaran 360 . Posisikan silinder no 4 pada TMA.

5. Ukur/lakukan penyetelan celah

katup dengan urutan: buang-hisap-hisap-buang.

Gambar 3.20 Pemeriksaan Celah Katup Sumber: http://sistem-mesin-diesel.com 2004

Gambar

Gambar 2.8. Tipe Kamar Pusar  Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008
Gambar 2.14. Dudukan Katup
Gambar 2.20. Piston/Torak Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008
Gambar 2.26. Celah Pegas Sumber: wowo sunaryo kuwana, 2008 H. Pena Piston
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dari uraian di atas dapat diambil suatu pengertian bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang amat luas ( komprehensif ) yang berusaha untuk memahami persoalan-persoalan yang timbul

Kombinasi vitamin A dengan metotreksat untuk pengobatan Tumor Trofoblastik Gestasional (TTG) risiko rendah dapat mempercepat respon terhadap terapi yang dibuktikan

Dari hasil penelitian di BPRS Mitra Harmoni Semarang pembiayaan murabahah harus menyerahkan jaminan kepada pihak bank yang telah disesuaikan dengan pinjamannya

(2) Pimpinan unit kerja yang menangani keprotokolan pada Sekretariat Presiden dan/atau Sekretariat Wakil Presiden wajib melaporkan kerusakan TPP kunjungan ke luar

Auditee telah memiliki Laporan Mutasi Hasil Hutan Olahan Kayu (LMHHOK) periode Februari 2015 sampai Januari 2016, dan data yang terdapat di dalamnya telah sesuai dengan

Perubahan profesi tersebut disebabkan karena adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pemukiman dan lahan untuk industri (Pewista & Harini, 2013; Pribadi &

Penelitian TROPICS di Indonesia telah dilakukan di perairan sekitar estuarin Mamberamo, Irian Jaya pada bulan Agustus 2003 dengan menggunakan wahana Kapal Angkatan Laut milik

Neno Utami mengatakan “meskipun fasilitas pendidikannya leng- kap dan canggih, namun tidak ditunjang oleh keberadaan guru yang berkualitas maka mustahil akan menimbulkan proses