• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tgs Kelompok(1) - Amdal Pertambangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tgs Kelompok(1) - Amdal Pertambangan"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 3.1 Pabrik PT. Semen Gresik di  Kabupaten Pati
Gambar 3.2 Hasil Uji Rata-rata Konsentrasi di  Cerobong Pabrik Tahun 2010
Gambar 3.3 Kolam Penampungan Air Hujan  Sumber: http://csrsemengresik.com, 2011
Gambar 3.4 Jumlah Air Tanah dan Jumlah Air  Permukaan yang Digunakan oleh PT. Semen
+3

Referensi

Dokumen terkait

Konflik terbuka yang terjadi dikawasan pertambangan nikel di Kecamatan Talaga Raya adalah akibat ganti rugi lahan dan tanaman warga yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal,

Kegiatan awal dari penelitian ini yakni mempersiapkan bahan dan peralatan yang digunakan dalam penelitian, antara lain penyediaan bibit tanaman padi, penyediaan lahan

Pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam rangka penelitian, pengelolaan, dan pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta kegiatan pascatambang. Operasi tambang terbuka akan selalu merubah bentang alam dan aliran air permukaan, sebagai contohnya. Perlu sebuah perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pertambangan yang baik untuk menghindari/meminimalkan dampak lingkungan yang besar, seperti lansekap yang tidak beraturan, lubang tambang yang ditinggalkan, erosi dan sedimentasi yang tinggi, kesuburan tanah yang rendah yang tidak layak untuk pertumbuhan tanaman, produksi air asam tambang yang dapat berlangsung hingga ratusan tahun sehingga dapat mematikan biota di perairan umum, dan lain sebagainya. Secara umum terdapat 4 lingkup kegiatan penting dalam pengelolaan lingkungan pertambangan, yaitu: 1. pengelolaan dan pemantauan kualitas air, 2. pengelolaan dan pemantauan kualitas udara, 3. pengelolaan tanah, reklamasi, dan keanekaragaman hayati, 4. pengelolaan sampah, bahan berbahaya dan beracun (B3), dan limbah B3. Pelaksanaan kegiatan penting tersebut perlu diatur dalam sebuah sistem manajemen pengelolaan dan pemantauan, termasuk aspek kepatuhan terhadap izin/peraturan/ standar yang diperlukan untuk kegiatan

Pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam rangka penelitian, pengelolaan, dan pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta kegiatan pascatambang. Operasi tambang terbuka akan selalu merubah bentang alam dan aliran air permukaan, sebagai contohnya. Perlu sebuah perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pertambangan yang baik untuk menghindari/meminimalkan dampak lingkungan yang besar, seperti lansekap yang tidak beraturan, lubang tambang yang ditinggalkan, erosi dan sedimentasi yang tinggi, kesuburan tanah yang rendah yang tidak layak untuk pertumbuhan tanaman, produksi air asam tambang yang dapat berlangsung hingga ratusan tahun sehingga dapat mematikan biota di perairan umum, dan lain sebagainya. Secara umum terdapat 4 lingkup kegiatan penting dalam pengelolaan lingkungan pertambangan, yaitu: 1. pengelolaan dan pemantauan kualitas air, 2. pengelolaan dan pemantauan kualitas udara, 3. pengelolaan tanah, reklamasi, dan keanekaragaman hayati, 4. pengelolaan sampah, bahan berbahaya dan beracun (B3), dan limbah B3. Pelaksanaan kegiatan penting tersebut perlu diatur dalam sebuah sistem manajemen pengelolaan dan pemantauan, termasuk aspek kepatuhan terhadap izin/peraturan/ standar yang diperlukan untuk kegiatan