101470723 Pedoman Peninjauan Kembali RTRW Prop

57 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

La

La

m

m

piran

piran

II

II

:

:

K

K

ep

ep

utus

utus

an

an

M

M

en

en

teri

teri

K

K

im

im

pra

pra

sw

sw

il

il

N

N

om

om

or

or

:

:

327

327

/

/

KP

KP

TS

TS

/M/2002

/M/2002

Ta

Ta

ng

ng

gal:

gal:

12 A

12 A

gus

gus

tus

tus

20

20

02

02

PE

PEDO

DOMAN PE

MAN PENI

NINJA

NJAUAN K

UAN KEM

EMB

BA

AL

LII

PE

PEDO

DO

MAN PE

MAN PENI

NINJA

NJA

UAN K

UAN K

EM

EMB

B

A

A

L

L

I

I

RE

RENC

NCA

ANA TA

NA TATA RUANG

TA RUANG

RE

RENC

NCA

A

NA TA

NA TA

TA RUANG

TA RUANG

WILAYAH PROPINSI

WILAYAH PROPINSI

WILAYAH PROPINSI

WILAYAH PROPINSI

(2)

DAFTAR ISI DAFTAR ISI BAB

BAB I I PENPENDAHULUANDAHULUAN 1.1

1.1 LLatar atar Belakang Belakang I I - - 11 1.2

1.2 TTujuujuan an I I - - 33 1.3

1.3 SSasaran asaran I - I - 44

BAB

BAB II II RUANG RUANG LINGKUP LINGKUP KEGIATANKEGIATAN 2.1

2.1 PPengengertertian ian II II - - 11 2.2

2.2 RRuanuang g LingkuLingkup p II II - - 22 2.3

2.3 KKedudedudukan ukan PPeninjauan eninjauan KKemembali bali dalamdalam S

Sistem istem PPenatenataan aan RRuang uang II II - - 22

BAB

BAB III III KRITERKRITERIA IA TIPOLOGTIPOLOGI I PENPENINJAUAN INJAUAN KK EMBALIEMBALI RTRWP

RTRWP 3.1

3.1 KritKritereria ia KesahihKesahihan an RRTRTRWP WP III III - - 11 3.2

3.2 KKritriteria eria Adanya Adanya PPeruberubahan ahan FFaktaktor or EEksternksternal al IIIII -10I -10 3.3

3.3 KKritriteria eria Adanya Adanya SSimimpangpangan an IIIII I -12-12

BAB

BAB IV IV KONSEKONSEP P DASAR DASAR PENPENINJAUAN INJAUAN KEMBALKEMBAL II 4.1

4.1 FFaktaktor or PPenyebenyebab ab PPerlunyerlunya a PPeninjauaneninjauan Kemb

Kembali ali IV IV - - 11

4.2

4.2 PProses roses PPenineninjauan jauan KembKembali ali IV IV - - 55 4.3

(3)

BAB

BAB V V TATA TATA CARA CARA PENPENINJAUAN INJAUAN KEMBALKEMBAL II 5.1

5.1 TTahap ahap EEvaluvaluasi Datasi Data, Pa, Pelapoelaporan, ran, dandan P

Pememantantauan auan V V - - 11 5.2

5.2 TTahap ahap PPenentenentuan uan PPerlu erlu TTidaknyidaknyaa P

Peneninjinjauaauan n KemKembabali li RRTRTRWP WP V V - - 22 5.3

5.3 TTahap ahap PPenentenentuan uan TTipologi ipologi PPeninjauaneninjauan Kemb

Kembali ali V V - - 33

5.4

5.4 TTahap ahap KKegiategiatan an PPeninjauan eninjauan KKemembali bali V V - - 77 5.5

(4)

KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR

Sebag

Sebagaimana aimana teltelah kita pahamah kita pahami bersama, i bersama, pelaksanaan otonompelaksanaan otonomi daerah teli daerah telah mah menjadienjadi komitmen nasional. Dalam kaitan tersebut, pemerintah pusat berkewajiban mendorong komitmen nasional. Dalam kaitan tersebut, pemerintah pusat berkewajiban mendorong pelaksanaan otonomi daerah tersebut.

pelaksanaan otonomi daerah tersebut.

Penerbitan buku pedoman ini merupakan respon positif terhadap berbagai pertanyaan Penerbitan buku pedoman ini merupakan respon positif terhadap berbagai pertanyaan dan permintaan sehubungan dengan pelaksanaan otonomi daerah. Buku pedoman ini dan permintaan sehubungan dengan pelaksanaan otonomi daerah. Buku pedoman ini diharapkan dapat dijadikan salah satu pegangan bagi Pemerintah Propinsi dan seluruh diharapkan dapat dijadikan salah satu pegangan bagi Pemerintah Propinsi dan seluruh masyarakat terutama para praktisi dan para akademisi di berbagai kegiatan yang dalam masyarakat terutama para praktisi dan para akademisi di berbagai kegiatan yang dalam tugas dan kegiatannya berkaitan dengan penataan ruang di wilayah propinsi. Dalam tugas dan kegiatannya berkaitan dengan penataan ruang di wilayah propinsi. Dalam proses penyusunannya telah dilibatkan berbagai kalangan masyarakat dan para proses penyusunannya telah dilibatkan berbagai kalangan masyarakat dan para akademisi dari Perguruan Tinggi terkemuka. Di samping itu kami juga telah akademisi dari Perguruan Tinggi terkemuka. Di samping itu kami juga telah melaksanakan sosialisasi dan temu wicara dengan Pemerintah Daerah, Perguruan melaksanakan sosialisasi dan temu wicara dengan Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi serta Tokoh Masyarakat.

Tinggi serta Tokoh Masyarakat.

Pedoman yang telah ditetapkan dengan Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Pedoman yang telah ditetapkan dengan Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah no. 327/KPTS/M/2002 tanggal 12 Agustus 2002

Wilayah no. 327/KPTS/M/2002 tanggal 12 Agustus 2002 ini berisi kriteria, konsep dasar,ini berisi kriteria, konsep dasar, dan proses standar peninjauan kembali RTRW Propinsi, yang semuanya ini merupakan dan proses standar peninjauan kembali RTRW Propinsi, yang semuanya ini merupakan pedoman umum yang berlaku secara nasional. Dalam pelaksanaan ada kemungkinan pedoman umum yang berlaku secara nasional. Dalam pelaksanaan ada kemungkinan ditemukan hal-hal yang perlu dipertajam dan kurang sesuai dengan kondisi setempat. ditemukan hal-hal yang perlu dipertajam dan kurang sesuai dengan kondisi setempat. Oleh karena itu pelaksanaannya tentu dapat disesuaikan dengan karakteristik setempat. Oleh karena itu pelaksanaannya tentu dapat disesuaikan dengan karakteristik setempat. Kami harapkan upaya fasilitasi pemerintah ini tidak selesai dengan adanya pedoman ini, Kami harapkan upaya fasilitasi pemerintah ini tidak selesai dengan adanya pedoman ini, namun dapat dilanjutkan dengan upaya penyebarluasan dan penyempurnaannya. Untuk namun dapat dilanjutkan dengan upaya penyebarluasan dan penyempurnaannya. Untuk itu segala masukan, saran maupun kritik untuk perbaikan pedoman ini sangat kami itu segala masukan, saran maupun kritik untuk perbaikan pedoman ini sangat kami hargai. Akhirnya bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan pedoman ini, kami hargai. Akhirnya bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan pedoman ini, kami mengucapkan terima kasih.

mengucapkan terima kasih.

Departeme

Departemen n PePermukrmukiman iman dan Prasarana Wilayahdan Prasarana Wilayah Direktur

Direktur Jenderal PenataJenderal Penataan Ruangan Ruang

Ir. Sjarifuddin Akil Ir. Sjarifuddin Akil

(5)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1.

1.1. LATAR BELAKANGLATAR BELAKANG P

Peninjauan eninjauan KKemembali dan bali dan PPenyuenyusunan Rsunan Rencana Tataencana Tata Ruang adalah suatu kegiatan dalam sistem Ruang adalah suatu kegiatan dalam sistem penataan ruang. Seperti digariskan dalam UU No.24 penataan ruang. Seperti digariskan dalam UU No.24 tahun

tahun 1992 1992 tenttentang Pang Penataan Renataan Ruang, penataanuang, penataan ruang terdiri dari 3 tahapan yaitu perencanaan, ruang terdiri dari 3 tahapan yaitu perencanaan, pemanfaatan ruang berdasarkan rencana dan pemanfaatan ruang berdasarkan rencana dan pengendalian pemanfaatan ruang.

pengendalian pemanfaatan ruang. P

Peninjauan eninjauan kemkembali bali mmerupakan upaya erupakan upaya mmememperbaikiperbaiki rencana agar rencana selalu dapat digunakan rencana agar rencana selalu dapat digunakan sebagai dasar untuk pemanfaatan ruang sehingga sebagai dasar untuk pemanfaatan ruang sehingga tujuan pemanfaatan ruang dapat diwujudkan.

tujuan pemanfaatan ruang dapat diwujudkan.

Rencana Tata Ruang Wilayah adalah Struktur dan Rencana Tata Ruang Wilayah adalah Struktur dan P

Pola Pola P ememanfaatanfaatan Ran Ruang yanuang yang diingg diinginkan diminkan dimasaasa yang akan datang yang paling tepat untuk yang akan datang yang paling tepat untuk mewujudkan tujuan pembangunan disuatu wilayah. mewujudkan tujuan pembangunan disuatu wilayah. Dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang dikaji Dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang dikaji aspek-aspek sumberdaya alam, manusia dan aspek-aspek sumberdaya alam, manusia dan buatan, dirumuskan konsepsi, strategi yang buatan, dirumuskan konsepsi, strategi yang didasarkan pada asumsi tertentu dan faktor sosial didasarkan pada asumsi tertentu dan faktor sosial ekonomi yang bersifat internal maupun eksternal ekonomi yang bersifat internal maupun eksternal terhadap wilayah. Dalam perjalanan penyusunan terhadap wilayah. Dalam perjalanan penyusunan rencana sebagai dasar pemanfaatan ruang dapat rencana sebagai dasar pemanfaatan ruang dapat terjadi berbagai kemungkinan yaitu antara lain:

terjadi berbagai kemungkinan yaitu antara lain: i.

i. PPerubahan erubahan faktor faktor eksternal eksternal terhadap terhadap wilayahwilayah seperti perkembangan ekonomi nasional dan seperti perkembangan ekonomi nasional dan global, perubahan wilayah sektor dan tata global, perubahan wilayah sektor dan tata ruang wilayah nasional.

(6)

ii.

ii. PPeruberubahan ahan kondisi-kondisi kondisi-kondisi ententernal ernal sepertsepertii keinginan daerah, perkembangan yang keinginan daerah, perkembangan yang sangat pesat dari satu sektor atau kawasan sangat pesat dari satu sektor atau kawasan dalam satu wilayah.

dalam satu wilayah. iii.

iii. KKekurangantekurangantepatan epatan mmenggunakan enggunakan rencanarencana dan pengendalian sehingga terjadi dan pengendalian sehingga terjadi simpangan.

simpangan.

Keseluruhan ini dapat menyebabkan kemungkinan: Keseluruhan ini dapat menyebabkan kemungkinan: i.

i. RRencana encana tattata a ruang ruang mmasasih ih dapatdapat mengakomodasikan dinamika perkembangan mengakomodasikan dinamika perkembangan yang bersifat eksternal dan internal namun yang bersifat eksternal dan internal namun terjadi simpangan-simpangan dalam terjadi simpangan-simpangan dalam pemanfaatan karena kelemahan dalam pemanfaatan karena kelemahan dalam pengendalian.

pengendalian. ii.

ii. RRencana encana tattata a ruang ruang tidak tidak dapat dapat lagilagi mengakomodasikan dinamika perkembangan mengakomodasikan dinamika perkembangan yang bersifat eksternal dan atau internal.

yang bersifat eksternal dan atau internal.

Untuk kondisi yang pertama maka tidak perlu Untuk kondisi yang pertama maka tidak perlu dilakukan peninjauan kembali tetapi yang dibutuhkan dilakukan peninjauan kembali tetapi yang dibutuhkan adalah penertiban.

adalah penertiban. P

Penertiban dalam enertiban dalam hal ini dapahal ini dapat mt mencakup:encakup: i.

i. PPerubahan erubahan pempemanfaatan anfaatan agar agar mmenjagaenjaga konsistensi rencana

konsistensi rencana ii.

ii. PPenyemenyempurnaan purnaan mmekanisekanismme e pengendalian.pengendalian. Untuk kondisi yang kedua, Rencana Tata Ruang Untuk kondisi yang kedua, Rencana Tata Ruang yang ada perlu ditinjau kembali atau disempurnakan yang ada perlu ditinjau kembali atau disempurnakan agar diperoleh rencana yang dapat agar diperoleh rencana yang dapat mengakomodasikan dinamika perkembangan faktor mengakomodasikan dinamika perkembangan faktor eksternal dan atau internal.

(7)

Adanya perubahan faktor eksternal dan internal Adanya perubahan faktor eksternal dan internal dapat mempengaruhi Rencana Tata Ruang yang dapat mempengaruhi Rencana Tata Ruang yang ada sehingga rencana menjadi tidak relevan lagi ada sehingga rencana menjadi tidak relevan lagi seba

sebagai acuan pemgai acuan pemanfaatan ruang. Panfaatan ruang. Perubahan danerubahan dan pengaruhnya terhadap Rencana Tata Ruang tidak pengaruhnya terhadap Rencana Tata Ruang tidak selalu sama akan tetapi kadarnya dapat bervariasi. selalu sama akan tetapi kadarnya dapat bervariasi. Oleh karena itu dibutuhkan kriteria mengenai Oleh karena itu dibutuhkan kriteria mengenai ketent

ketentuan-ketentuuan-ketentuan dan tatan dan tata cara Pa cara P eninjauaneninjauan Kembali RTRW.

Kembali RTRW.

Ketentuan mengenai kriteria dan tata cara ini Ketentuan mengenai kriteria dan tata cara ini menjadi dasar untuk menentukan kapan suatu menjadi dasar untuk menentukan kapan suatu rencana perlu ditinjau kembali, sejauh mana ditinjau rencana perlu ditinjau kembali, sejauh mana ditinjau dan bagaimana proses penyempurnaannya baik dan bagaimana proses penyempurnaannya baik untuk penyempurnaan materi rencana maupun untuk penyempurnaan materi rencana maupun pengesahan rencana.

pengesahan rencana.

Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas dibutuhkan suatu pedoman yang dapat digunakan dibutuhkan suatu pedoman yang dapat digunakan sebagai dasar untuk peninjauan kembali dan sebagai dasar untuk peninjauan kembali dan Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi dalam satu kesatuan.

dalam satu kesatuan.

Materi ini menjadi pedoman kepada pemerintah Materi ini menjadi pedoman kepada pemerintah propin

propinsi untusi untuk mk menentenentukan apakah RTukan apakah RTRRWP WP daerahdaerah yang bersangkutan perlu disempurnakan, yang bersangkutan perlu disempurnakan, bagaimana cara penyempurnaan rencana dan bagaimana cara penyempurnaan rencana dan pengendaliannya.

pengendaliannya. 1.2. TUJUAN

1.2. TUJUAN  Tu

 Tujjuuaan n ddaarri i ppenenyyuususunnan an ppeeddomoman an inini i aaddalalahah::

1

1..

Menyamakan persepsi atau pengertian dariMenyamakan persepsi atau pengertian dari arahan-arahan mengenai peninjauan kembali arahan-arahan mengenai peninjauan kembali

(8)

RTRWP yang ada dalam UU No.24 tahun RTRWP yang ada dalam UU No.24 tahun 1992.

1992.

2

2..

Menyamakan Menyamakan persepsi persepsi atau atau pengertianpengertian m

mengenengenai isi dari Rai isi dari RTTRRWP WP yang yang ada dalam ada dalam UUUU No.24/1992.

No.24/1992.

3

3..

Merumuskan Merumuskan proses proses penyusunan penyusunan dandan pengesahan RTRWP yang sesuai dengan pengesahan RTRWP yang sesuai dengan arahan UU No.24/1992.

arahan UU No.24/1992.

4

4..

Menstandarisasikan produk-produk dan caraMenstandarisasikan produk-produk dan cara penggambaran atau pemetaan dari RTRWP. penggambaran atau pemetaan dari RTRWP. 1.3. SASARAN

1.3. SASARAN

Sasaran dari penyusunan petunjuk ini adalah: Sasaran dari penyusunan petunjuk ini adalah:

1

1..

 Ter Teruummuuskskaan pn peennggeerrttiaian dn darari isi isi RTRi RTRWP WP yyanangg disepakati oleh instansi pusat dan daerah. disepakati oleh instansi pusat dan daerah.

2

2..

 Ter Teruummuuskskanannnyya a kkeetteennttuuanan-k-keetteennttuuan an sesesusuaaii dengan arahan UU No.24/1992 mengenai dengan arahan UU No.24/1992 mengenai kriteria dan tata cara peninjauan kembali yang kriteria dan tata cara peninjauan kembali yang disepakati instan

disepakati instansi-si-instansi pusat dan daerah.instansi pusat dan daerah.

3

3..

 Ter Teruummuuskskaannnnyya a pprrososees s ppeennyyuususunnan an ddaann pengesahan RTRWP yang disepakati oleh pengesahan RTRWP yang disepakati oleh instansi pusat dan daerah serta dapat instansi pusat dan daerah serta dapat diaplikasikan oleh

diaplikasikan oleh PPememerinterintah Daerah.ah Daerah.

4

4..

 Ter Teruummuuskskaannnnyya a ststaannddaar r pprroodduuk k ddaann pem

pemetaan etaan dari RTdari RTRRWP WP yang yang disepakatidisepakati instansi pusat dan daerah.

(9)

BAB II BAB II RUANG LING

RUANG LINGKUP KKUP KEGIEGIATAATA NN 2.1. PENGERTIAN

2.1. PENGERTIAN

P

Peninjauan kembali dan atau penyemeninjauan kembali dan atau penyempurnaanpurnaan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi merupakan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi merupakan suatu proses yang dilakukan secara berkala agar suatu proses yang dilakukan secara berkala agar daerah

daerah selselalu malu mememiliki suatu iliki suatu rencana trencana tata ata ruangruang yang dapat berfungsi sebagaimana ditetapkan yang dapat berfungsi sebagaimana ditetapkan dalam UU No.24/1992, yaitu sebagai pedoman dalam UU No.24/1992, yaitu sebagai pedoman untuk :

untuk : a.

a. PPerumerumusan usan kebijaksanaan kebijaksanaan pokokpokok pemanfaatan ruang di wilayah propinsi.

pemanfaatan ruang di wilayah propinsi. b.

b. MeMewujudwujudkan kan keterpaduan, keterpaduan, keterkaitan keterkaitan dandan keseimbangan perkembangan antar keseimbangan perkembangan antar wilayah propinsi serta keserasian antar wilayah propinsi serta keserasian antar sektor.

sektor. c.

c. PPengarahengarahan an lokasi lokasi investinvestasi asi yang yang dilakukdilakukanan pemerintah dan/atau masyarakat.

pemerintah dan/atau masyarakat. d.

d. PPenatenataan aan ruang ruang wilayahwilayah kabupaten/kotamadya.

kabupaten/kotamadya. e.

e. PPelaksanaan elaksanaan pempembangubangunan nan daladalamm memanfaatkan ruang bagi kegiatan memanfaatkan ruang bagi kegiatan pembangunan.

pembangunan. P

Peninjauan kemeninjauan kembali yang dilakukan secara bali yang dilakukan secara berkberkalaala didasa

didasarkan rkan informinformasasi i yang yang diperoleh diperoleh dari dari prosesproses pengawasan pemanfaatan ruang (pelaporan, pengawasan pemanfaatan ruang (pelaporan, pemantauan dan evaluasi) yang dilakukan secara pemantauan dan evaluasi) yang dilakukan secara rutin oleh pemerintah propinsi.

(10)

2.2.

2.2. RUANG RUANG LINGKUPLINGKUP

Materi yang diatur dalam pedoman peninjauan Materi yang diatur dalam pedoman peninjauan kem

kembali Rbali RTTRRWP WP mmelipueliputti :i : a.

a. KKritriteria eria untuntuk uk mmenentenentukan ukan bahwbahwa a RRTTRRWPWP perlu ditinjau kembali.

perlu ditinjau kembali. b.

b. KKriteria riteria untuntuk uk mmenentuenentukan kan jenis jenis (tipologi)(tipologi) dan kedalaman peninjauan yang perlu dan kedalaman peninjauan yang perlu dilakukan.

dilakukan. c.

c. Kajian Kajian kinkinererja ja RRTRTRWPWP.. d.

d. EEvaluvaluasi asi kemamkemampupuan an RRTTRRWP WP dalamdalam mengakomodasi perubahan kebijaksanaan, mengakomodasi perubahan kebijaksanaan, tujuan/sasaran pembangunan, tujuan/sasaran pembangunan, mengakomodasi dinamika perkembangan mengakomodasi dinamika perkembangan dan kemampuan sebagai alat perencanaan. dan kemampuan sebagai alat perencanaan. e.

e. AAnalisnalisis is hubunghubungan an faktor-faktor faktor-faktor eksternaleksternal dengan kebijaksanaan pembangunan serta dengan kebijaksanaan pembangunan serta dengan struktur dan pola pemanfaatan dengan struktur dan pola pemanfaatan ruang.

ruang. f.

f. TTata ata cara cara untuntuk uk peninjauan peninjauan kemkembalibali RTRWP untuk masing-masing tipologi.

RTRWP untuk masing-masing tipologi. g.

g. TTata ata cara cara pengpengesahan esahan rencana rencana yang yang ttelahelah diperbaiki.

diperbaiki. h.

h. KKelemelembagaan bagaan peninpeninjauan jauan kemkembali bali RRTTRRWPWP.. 2.3

2.3. . KEDUDKEDUDUKAN UKAN PENPENINJAUAN INJAUAN KEMBALKEMBAL I I DALADALA MM SISTE

SISTEM PENATAAN M PENATAAN RUANGRUANG P

Peninjauan kemeninjauan kembali dalam kontbali dalam konteks penataaneks penataan ruang secara keseluruhan merupakan bagian dari ruang secara keseluruhan merupakan bagian dari proses “perencanaan tata ruang” yang dalam hal proses “perencanaan tata ruang” yang dalam hal ini diartikan sebagai proses untuk memperbaiki ini diartikan sebagai proses untuk memperbaiki rencana tata ruang yang telah ada. Oleh karena rencana tata ruang yang telah ada. Oleh karena itu, peninjauan kembali sebagaimana tersebut di itu, peninjauan kembali sebagaimana tersebut di atas bukan berarti penyusunan rencana baru atas bukan berarti penyusunan rencana baru

(11)

secara totalitas sebagaimana digariskan pada secara totalitas sebagaimana digariskan pada pasal 13 ayat (2) UU No.24/1992.

pasal 13 ayat (2) UU No.24/1992.

Harus diingat bahwa kegiatan peninjauan kembali Harus diingat bahwa kegiatan peninjauan kembali rencana tata ruang tersebut merupakan bagian rencana tata ruang tersebut merupakan bagian dari kegiatan perencanaan yang prosesnya terjadi dari kegiatan perencanaan yang prosesnya terjadi setelah suatu siklus kegiatan penataan ruang yang setelah suatu siklus kegiatan penataan ruang yang terdiri dari perencanaan tata ruang, pemanfaatan terdiri dari perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Oleh karena itu, peninjauan kembali rencana tata Oleh karena itu, peninjauan kembali rencana tata ruang ini merupakan kegiatan peninjauan kembali ruang ini merupakan kegiatan peninjauan kembali secara total terhadap keseluruhan kinerja secara total terhadap keseluruhan kinerja penataan ruang, termasuk mengakomodasikan penataan ruang, termasuk mengakomodasikan dan pemutakhiran yang dirasakan perlu akibat dan pemutakhiran yang dirasakan perlu akibat kemungkinan adanya paradigma serta kemungkinan adanya paradigma serta peraturan/rujukan baru pembangunan dan peraturan/rujukan baru pembangunan dan perencanaan tata ruang.

perencanaan tata ruang.

Mengingat kinerja penataan ruang dipengaruhi Mengingat kinerja penataan ruang dipengaruhi bukan hanya faktor internal wilayah dan kualitas bukan hanya faktor internal wilayah dan kualitas rencana dan ketepatan tata cara pemanfaatan, rencana dan ketepatan tata cara pemanfaatan, tapi juga faktor eksternal seperti adanya tapi juga faktor eksternal seperti adanya paradigma baru dalam pembangunan atau paradigma baru dalam pembangunan atau penataan ruang nasional, perubahan peraturan penataan ruang nasional, perubahan peraturan atau rujukan baru, perencanaan tata ruang, maka atau rujukan baru, perencanaan tata ruang, maka penyempurnaan RTR dilakukan setelah juga penyempurnaan RTR dilakukan setelah juga m

mememperhatikan faktor eksperhatikan faktor eksternal wilaternal wilayah.yah.

Secara diagramatis keterkaitan ketentuan-Secara diagramatis keterkaitan ketentuan-ketentuan penyusunan rencana, pemanfaatan dan ketentuan penyusunan rencana, pemanfaatan dan pengendalian serta peninjauan kembali sesuai pengendalian serta peninjauan kembali sesuai dengan yang digariskan dalam UU No.24/1992 dengan yang digariskan dalam UU No.24/1992 diberikan pada Gambar 2.1.

(12)

P

PP P KawKawasaasann P

PP P lain yang lain yang terkterkaitait

Gambar 2.1

Gambar 2.1Kedudukan peninjauan kembali RTRW menurut sistem penataan ruang UU No. 24 Tahun 1992Kedudukan peninjauan kembali RTRW menurut sistem penataan ruang UU No. 24 Tahun 1992

Proses dan prosedur penyusunan Proses dan prosedur penyusunan dan penetapan RTR sesuai dengan dan penetapan RTR sesuai dengan UUPR Pasal 13(1)

UUPR Pasal 13(1)

P

PP P menmengenai kriteria dan tgenai kriteria dan tata cara Pata cara P eninjauan kemeninjauan kembali dan ataubali dan atau Penyempurnaan RTR

Penyempurnaan RTR P

Pasal asal 13(413(4)(1))(1)

P

Pedoman edoman peninjauanpeninjauan Kembali dan penyusunan Kembali dan penyusunan RTRW

RTRW

P

PERERENCANAAN TENCANAAN TATA RUANG ATA RUANG (Psl 13 (Psl 13 dadan 1n 14)4) S

Strtruktuktur dan Pur dan Pola Pola Pemanemanfaatfaatan Ran Ruanguang  Tat  Tataa Guna Guna  Tan  Tanahah  Tat  Tataa Guna Guna Ai Airr  Tat  Tataa Guna Guna Udara Udara  Tat  Tataa Guna Guna SD Lain SD Lain P

PP P mmenengengenai poai pola TGT, Tla TGT, TGA, TGA, TGU, TGU, T Pelak-sanaan sanaan Program Program Peman-faatan faatan Program Program P Pemembia-

bia-yaan yaan Penta-hapan hapan Pasal Pasal 15(2) 15(2) P Pasal 15(1asal 15(1)) Pola Pola  Tat  Tataa Guna Guna  Tan  Tanahah  Tat  Tataa Guna Guna Air Air  Tat  Tataa Guna Guna Udara Udara  Tat  Tataa Guna Guna SD Lain SD Lain Pela-poran poran P Pememan-

an-tauan tauan

Evaluasi

Evaluasi Adminis- Adminis-trasi

trasi Perdata Perdata PidanaPidana

P Paassaal l 1188((11)) PPeennjjeellaassaan n PPaassaal l 1188((11)) Mekanisme Mekanisme P Peennggaawwaassaann PPeennggaawwaassaann P

PENGEENGENDALIAN PENDALIAN PEMANFAATAN RUANG MANFAATAN RUANG Pasal 1Pasal 17 d7 dan 1an 188 PEMANFAATAN RUANG (Pasal 15 dan 16)

PEMANFAATAN RUANG (Pasal 15 dan 16)

P

Peratueraturan Pran Perunderundanganangan  Tat

 Tata a CarCara a PenyPenyususununanan  Tat

 Tata a RuanRuang g FunFungsgsii Hankam Pasal 14(3) Hankam Pasal 14(3) Ha Hann Kam Kam

(13)

BAB III

BAB III

KRITERIA TIPOLOGI PENINJAUAN

KRITERIA TIPOLOGI PENINJAUAN

KEMBA

KEMBALI RTRW

LI RTRWP

P

3.1.

3.1. KRITERIA KRITERIA KESAHIHAN KESAHIHAN RTRWPRTRWP R

RTTRRWP WP dinydinyatakan atakan sah jika msah jika mememenuhenuhi kondisi-i kondisi-kondisi sebagai berikut:

kondisi sebagai berikut: a.

a. Data Data dan dan informinformasasi i lengkap lengkap dan dan absaabsah.h. b.

b. Metoda Metoda dan dan AnaAnalislisis is yang yang digunakan digunakan relevan.relevan. c.

c. RRumumusan usan konskonsep ep dan dan strategi strategi pempemanfaatananfaatan ruang

ruang wilayah wilayah PPropinsi sesuai Propinsi sesuai Petetunjuunjukk P

Penyuenyusunannysunannya.a.

d. Muatan RTRWP sesuai dengan UUPR d. Muatan RTRWP sesuai dengan UUPR

No.24/1992. No.24/1992. e.

e. PPenyenyusunan tusunan telah melah melalui prosedur danelalui prosedur dan konsesus

konsesus yang lengyang lengkap.kap. 3.1

3.1.1. .1. Keleng kapan Kelengkapan dan dan KeabsahKeabsahan an DataData

Data RTRWP dinyatakan lengkap Data RTRWP dinyatakan lengkap bilamana:

bilamana: a.

a. Data Kebijaksaaan PembangunanData Kebijaksaaan Pembangunan Daerah

Daerah 1)

1) Data Data KKesiesimmpulan pulan mmengenaiengenai P

Progrrogram Pam Pemembangbangunan Daerahunan Daerah (Propeda).

(Propeda). 2)

2) Data Data atau atau Informasi Informasi arahanarahan Rencana Tata Ruang Wilayah Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional.

Nasional. 3)

3) Data Data atau atau Informasi Informasi arahanarahan Rencana Tata Ruang Pulau dan Rencana Tata Ruang Pulau dan P

(14)

4)

4) DatData a EEkonomkonomi i (P(PDRDRB) B) per per--propinsi secara nasional.

propinsi secara nasional. b

b.. Data Data Karakteristik Karakteristik EkonomiEkonomi Wilayah

Wilayah 1)

1) DatData a PPDRDRB B PPropropinsi insi dandan Kabupaten (5 tahun terakhir). Kabupaten (5 tahun terakhir). 2)

2) Data Data produksi produksi per-sper-sektorektor pembangunan propinsi dan pembangunan propinsi dan kabupaten.

kabupaten. 3)

3) DatData APa APBD PBD Propropinsi (5 insi (5 ttahuahunn terakhir).

terakhir).

4) Data invenstasi pembangunan 4) Data invenstasi pembangunan per-sektor dalam Propinsi dan per-sektor dalam Propinsi dan Kabupaten.

Kabupaten. c.

c. DaData ta KependudKependud ukan/Demografiukan/Demografi 1)

1) Data jumData jumlah penduduk lah penduduk propinsi,propinsi, kabupaten dan kota (5 tahun kabupaten dan kota (5 tahun terakhir).

terakhir). 2)

2) Data Data KKepadatan epadatan pendudupendudukk propinsi, kabupaten dan kota. propinsi, kabupaten dan kota. 3)

3) Data Data tingkat tingkat pertumpertumbuhanbuhan penduduk propinsi, kabupaten penduduk propinsi, kabupaten dan kota.

dan kota. 4)

4) Data Data lapangan lapangan pekerjaanpekerjaan penduduk propinsi, kabupaten penduduk propinsi, kabupaten dan kota.

dan kota. d.

d. Data Data SumbSumb er er Daya Daya BuBuatanatan 1)

1) Data Data sasarana rana ekonomi ekonomi tiaptiap kabupaten.

kabupaten. 2)

2) Data Data sarana sarana sossosial ial tiaptiap kabupaten.

kabupaten. 3)

3) Data Data sarana sarana dan dan prasaranaprasarana transportasi tiap kabupaten.

(15)

4)

4) Data Data prasaprasarana rana pengairan.pengairan. 5)

5) Data Data sisistem stem jaringan jaringan lislistrik.trik. 6)

6) Data Data sissistem tem TTelekomelekomunikasi.unikasi. e

e.. Data Sumber Daya AlamData Sumber Daya Alam

1)

1) PPeta eta dan dan data data penggunpenggunaanaan tanah.

tanah. 2)

2) PPeta eta dan ddan data ata hidrologi/shidrologi/sumumberber daya air.

daya air. 3)

3) PPeta eta dan dan data data topografi.topografi. 4)

4) PPeta dan deta dan data geologi/ata geologi/sumbersumber daya mineral.

daya mineral. 5)

5) PPeteta da dan an datdata kesesuaian a kesesuaian lahanlahan unt

untuk kegiatan uk kegiatan budidaya.budidaya. 6)

6) PPeta eta dan dan data data tattataguna aguna huthutan.an. 7)

7) PPeteta da dan an datdata jena jenis tis tanah.anah. 8)

8) PPeta eta dan dan data data iklim.iklim.

3.

3.1.1.2. 2. MetodMetod a a dan dan HaHasil sil AnalisAnalis isis

Metoda dan analisis lengkap dalam Metoda dan analisis lengkap dalam RTRWP jika sekurang-kurangnya RTRWP jika sekurang-kurangnya meliputi:

meliputi:

a.

a. Analisis Analisis Kedudukan Kedudukan PropinsiPropinsi

dalam Perwilayahan Nasional,

dalam Perwilayahan Nasional,

Pulau dan keterkaitannya dengan Pulau dan keterkaitannya dengan Propinsi lain :

Propinsi lain :

1)

1) AnalisAnalisis is sissistem tem jaringanjaringan tr

transportansportasi asi nasional.nasional. 2)

2) AnalisAnalisis is mmengenengenai ai arahanarahan kebijaksanaan RTRWN, kebijaksanaan RTRWN, Rencana Tata Ruang Pulau, Rencana Tata Ruang Pulau,

Rencana Strategi

Rencana Strategi

P

Pengemengembangan bangan WilayahWilayah Propinsi, dll.

(16)

3)

3) AnalisAnalisis is sissistem tem perkperkotaanotaan nasional dan regional.

nasional dan regional.

4) Analisis fungsi dan peranan 4) Analisis fungsi dan peranan

P

Propinsi dalam linropinsi dalam lingkugkup nasional,p nasional, dilihat dari aspek ekonomi, dilihat dari aspek ekonomi, transportasi dan pencapaian transportasi dan pencapaian pembangunan nasional secara pembangunan nasional secara umum.

umum. 5)

5) AnalisAnalisis sektor-sektor is sektor-sektor ungunggulangulan di propinsi terhadap nasional. di propinsi terhadap nasional.

b.

b. Analisis Analisis DeDemogrmogr afiafi

Analisis ini untuk melihat profil dan Analisis ini untuk melihat profil dan perkembangan penduduk:

perkembangan penduduk:

1) Analisis tingkat perkembangan 1) Analisis tingkat perkembangan

penduduk. penduduk. 2)

2) AnalisAnalisis mengis mengenai pergenai pergerakan/erakan/ mobilitas penduduk antar mobilitas penduduk antar propinsi dan dalam propinsi.

propinsi dan dalam propinsi. 3)

3) AnalisAnalisis is distribdistribusi/kepadatusi/kepadatanan penduduk Propinsi, Perkotaan, penduduk Propinsi, Perkotaan, Pedesaan.

Pedesaan. 4)

4) AnalisAnalisis is strustruktktur ur pekerpekerjaanjaan penduduk per-Kabupaten.

penduduk per-Kabupaten. 5)

5) AnalisAnalisis is tintingkat gkat partisipaspartisipasii angkatan kerja.

angkatan kerja.

c.

c. Analisis Analisis Ekonomi Ekonomi WilaWilayahyah

Analisis ini untuk melihat profil dan Analisis ini untuk melihat profil dan perkembangan ekonomi propinsi: perkembangan ekonomi propinsi:

1)

1) AAnalisnalisis is mmengeni engeni struktstrukturur ekonomi wilayah propinsi ekonomi wilayah propinsi terutama keterkaitan antar sektor terutama keterkaitan antar sektor dan sektor unggulan.

(17)

2)

2) AAnalisnalisis mengis mengenai pertenai pertumumbuhanbuhan ekonomi.

ekonomi.

3) Analisis pergerakan barang & 3) Analisis pergerakan barang &

 ja  jasasa.. 4)

4) AAnalisnalisis is untuntuk uk mmememperlihatkanperlihatkan pola persebaran ekonomi dalam pola persebaran ekonomi dalam wilayah propinsi dan wilayah propinsi dan keterkaitannya.

keterkaitannya. 5)

5) AnalisAnalisis is mmengenengenai ai potpotensiensi investasi.

investasi. d.

d. Analisis FAnalisis Fisik dan isik dan DaDaya ya DukungDukung Lingkungan

Lingkungan

Analisis ini untuk melihat fisik dan Analisis ini untuk melihat fisik dan daya dukung lingkungan propinsi: daya dukung lingkungan propinsi: 1)

1) AnalisAnalisis is kendkendala ala fisikfisik pengembangan kawasan pengembangan kawasan budidaya (rawan gempa, banjir, budidaya (rawan gempa, banjir, longsor).

longsor).

2) Analisis mengenai lokasi dan 2) Analisis mengenai lokasi dan kapasitas sumberdaya alam (air, kapasitas sumberdaya alam (air, tanah, hutan dan mineral).

tanah, hutan dan mineral).

3) Analisis mengenai kesesuaian 3) Analisis mengenai kesesuaian lahan untuk pertanian pangan, lahan untuk pertanian pangan, perkebunan, kehutanan.

perkebunan, kehutanan. e.

e. AnalisAnalis is is SaSarana rana & & PrasaranaPrasarana

Analisis ditunjukan untuk melihat Analisis ditunjukan untuk melihat kondisi sumberdaya buatan:

kondisi sumberdaya buatan: 1)

1) AnalisAnalisis is mmengenengenai ai kondisi, kondisi, jenisjenis dan jumlah sarana sosial dan dan jumlah sarana sosial dan ekonomi.

(18)

2)

2) AnalisAnalisis is sarana sarana prasaranaprasarana

transportasi darat dan

transportasi darat dan

transportasi lainnya. transportasi lainnya. 3)

3) AnalisAnalisis is sarana sarana prasaranaprasarana

pengairan, listrik dan

pengairan, listrik dan

telekomunikasi. telekomunikasi.

f.

f. Analisis Analisis Struktur Struktur dan dan Pola Pola RuaRuangng

Analisis ini untuk melihat

Analisis ini untuk melihat

kecenderungan perkembangan

kecenderungan perkembangan

struktur dan pola ruang, yang struktur dan pola ruang, yang meliputi pola sebaran penduduk, meliputi pola sebaran penduduk, kawasan budidaya dan jaringan kawasan budidaya dan jaringan insfrastruktur.

insfrastruktur.

g.

g. Analisis Analisis Potensi Potensi dan dan KondiKondi si si SDSDA,A, SDB dan SDM

SDB dan SDM

Analisis ini dinyatakan lengkap Analisis ini dinyatakan lengkap apabila dapat disimpulkan potensi apabila dapat disimpulkan potensi

sumberdaya alam yang ada,

sumberdaya alam yang ada,

kemungkinan perkembangannya dan kemungkinan perkembangannya dan keterb

keterbatasaatasan n pengempengembangannya.bangannya.

h.

h. Analisis Analisis KeuaKeuangan ngan dandan

Kemampuan Pembangunan

Kemampuan Pembangunan

Daerah Daerah

1)

1) AAnalisnalisis mis menegenai enegenai jumjumlah lah dandan proporsi biaya pembangunan proporsi biaya pembangunan P

Pememerinterintah Pah Propinsi.ropinsi. 2)

2) AnalisAnalisis is pendpendapatapatan an asli dasli daerahaerah (P

(PAD), AD), subsidi pemsubsidi pemerinterintah pusat,ah pusat, subsidi P

subsidi Pememerinterintah Pah Propinsi.ropinsi. 3)

3) AnalisAnalisis is sumsumber-sumber-sumberber pembiayaan lainnya (swasta, pembiayaan lainnya (swasta, BL

(19)

3.1.3. Perumusan Konsep dan Strategi 3.1.3. Perumusan Konsep dan Strategi

Pe

Pemanfaatan Ruamanfaatan Ruang Wilayah Propng Wilayah Prop insins ii

a.

a. PPerumerumusausan n mmasasalah alah pempembangunanbangunan propinsi dan keterkaitannya dengan propinsi dan keterkaitannya dengan masalah pemanfaatan ruang.

masalah pemanfaatan ruang. b. P

b. Perumerumusan konsusan konsep dan stratep dan strategiegi pengembangan tata ruang wilayah pengembangan tata ruang wilayah propinsi.

propinsi.

c. Penjabaran konsep dan strategi c. Penjabaran konsep dan strategi pengembangan tata ruang wilayah pengembangan tata ruang wilayah propinsi :

propinsi :

1) Strategi pengelolaan kawasan 1) Strategi pengelolaan kawasan

lindung dan budidaya. lindung dan budidaya.

2) Strategi pengelolaan kawasan 2) Strategi pengelolaan kawasan perdesaan, kawasan perkotaan perdesaan, kawasan perkotaan dan kawasan tertentu.

dan kawasan tertentu. 3)

3) SStrtrategi ategi pengempengembanganbangan kawasan produksi dan kawasan produksi dan permukiman serta sistem pusat permukiman serta sistem pusat permukiman perkotaan dan permukiman perkotaan dan perdesaan.

perdesaan. 4)

4) SStrtrategi ategi pengempengembangan bangan sasaranarana dan prasarana wilayah.

dan prasarana wilayah. 5)

5) SStrtrategi ategi pengempengembanganbangan kawasan prioritas.

kawasan prioritas. 6).

6). SStrattrategi egi penatagunaan penatagunaan tanah,tanah, air, udara dan sumberdaya alam air, udara dan sumberdaya alam lainnya.

lainnya.

3.1

3.1.4. .4. ProdProd uk uk Rencana Rencana Tata Tata Ruang Ruang WilayahWilayah a.

a. Arahan Arahan PePengelolngelol aaaan n KawasanKawasan Lindu

Lindu ng dan Kang dan Kawasan Budidayawasan Budidaya

1)

1) Arahan pArahan pengelolaan engelolaan kawasankawasan lindung.

(20)

2). Arahan pengelolaan kawasan 2). Arahan pengelolaan kawasan

bubidaya. bubidaya.

b.

b. Arahan Arahan PePengelongelo laan laan KawasanKawasan Perdesaan, Kawasan Perkotaan Perdesaan, Kawasan Perkotaan dan Kawasan Tertentu

dan Kawasan Tertentu c.

c. Arahan Arahan PePengembngemb angan angan KawasanKawasan Budidaya

Budidaya

1)

1) AraArahan han pengempengembanganbangan kawasan permukiman.

kawasan permukiman. 2)

2) AraArahan han pengempengembanganbangan kawasan kehutanan.

kawasan kehutanan. 3)

3) AraArahan han pengempengembanganbangan kawasan pertanian.

kawasan pertanian. 4)

4) AraArahan han pengempengembanganbangan kawasa

kawasan pertamn pertambangan.bangan. 5)

5) AraArahan han pengempengembanganbangan kawasan industri.

kawasan industri. 6)

6) AraArahan han pengempengembanganbangan kawasan pariwisata.

kawasan pariwisata. 7)

7) AraArahan han pengempengembanganbangan kawasan la

kawasan lainnyinnya.a.

d.

d. Arahan Arahan StrukStruk tur tur TaTata ta RuangRuang

1)

1) AraArahan han pengempengembangan bangan sissistemtem pusat permukiman (perkotaan & pusat permukiman (perkotaan & perdesaan).

perdesaan). 2)

2) AraArahan han pengempengembangan bangan sissistemtem  ja

 jarriinnggan an jajalalann.. 3)

3) AraArahan han pengempengembangan bangan sissistemtem transportasi lainnya.

transportasi lainnya. 4)

4) AraArahan han pengempengembangan bangan sissistemtem  ja

 jarriinnggan an eenneerrggi/i/lliiststrriikk.. 5)

5) AraArahan han pengempengembangan bangan sissistemtem  ja

(21)

6)

6) AraArahan han pengempengembangan bangan sissistemtem  ja

 jarriinnggan an tteelelekkomomuunnikikaasisi..

7) Arahan pengembangan sitem 7) Arahan pengembangan sitem

 ja

 jarriinnggan an aiair r bbakakuu.. e.

e. Arahan Arahan PePengembngemb angan angan KawasanKawasan Prioritas

Prioritas f.

f. PePedomdom an an PePengendngend alianalian Pe

Pemanfaatan Ruang manfaatan Ruang WilayahWilayah 1)

1) AraArahan han kebijakskebijaksanaan anaan tattata a gunaguna tanah.

tanah. 2)

2) AraArahan han kebijakskebijaksanaan anaan tattata a gunaguna air.

air. 3)

3) AraArahan han kebijakskebijaksanaan anaan tattata a gunaguna lahan.

lahan. 4)

4) AraArahan han kebijakskebijaksanaan anaan tattata a gunaguna udara.

udara. 5)

5) AraArahan han kebijakskebijaksanaan anaan tattata a gunaguna sumberdaya alam lainnya.

sumberdaya alam lainnya. 3.1

3.1.5. .5. Pros edur Prosedur PenyusPenyus ununan an RTRWRTRWPP a.

a. PPenenyyusuusunan nan RRTRTRWP WP didisusunsusun berdasarkan pedoman teknis berdasarkan pedoman teknis penyusunan yang berlaku.

penyusunan yang berlaku.

b. Penyusunan RTRWP melibatkan b. Penyusunan RTRWP melibatkan seluruh tim teknis tata ruang propinsi seluruh tim teknis tata ruang propinsi serta pihak lain yang terkait serta pihak lain yang terkait (masyarakat dan pakar).

(masyarakat dan pakar). c.

c. PPenyenyusunusunan an RRTTRRWP tWP telah elah mmelaluielalui suatu proses konsensus dan suatu proses konsensus dan musyawarah dalam mengalokasikan musyawarah dalam mengalokasikan ruang sesuai dengan arahan dari ruang sesuai dengan arahan dari rencana tata ruang yang lebih tinggi. rencana tata ruang yang lebih tinggi. d.

(22)

3.2.

3.2. KRITERIA ADANYA KRITERIA ADANYA PERUBAHAN PERUBAHAN FAKFAKTORTOR EKSTERNAL

EKSTERNAL 3.

3.2.2.1. 1. TerdapatnTerdapatn ya ya peraturan peraturan dan dan rujruj ukanukan baru

baru P

Perlu diperhatikan bahwerlu diperhatikan bahwa peraturan-a peraturan-peraturan baru atau rijukan baru untuk peraturan baru atau rijukan baru untuk dinilai sampai berapa jauh pengaruhnya dinilai sampai berapa jauh pengaruhnya terhadap RTRWP. Sebagai contoh terhadap RTRWP. Sebagai contoh deng

dengan diterban diterbitkitkannyannya a UUU U PPenatenataanaan Ruang yang secara signifikan Ruang yang secara signifikan mempengaruhi perlunya penyesuaian mempengaruhi perlunya penyesuaian Rrancana Tata Ruang Wilayah.

Rrancana Tata Ruang Wilayah. 3.

3.2.2.2. 2. TerdapatnTerdapatn ya ya kebijkebij ksanaan ksanaan baru, baru, baikbaik yang dilakukan oleh Pusat, Daerah yang dilakukan oleh Pusat, Daerah maupun Sektor 

maupun Sektor 

Dalam hal ini melihat sejauh mana Dalam hal ini melihat sejauh mana kebijaksanaan-kebijaksanaan tersebut kebijaksanaan-kebijaksanaan tersebut mempengaruhi strategi, rencana struktur mempengaruhi strategi, rencana struktur dan pola pemanfaatan ruang propinsi dan pola pemanfaatan ruang propinsi yang ada dalam RTRWP. Kebijaksanaan yang ada dalam RTRWP. Kebijaksanaan ini misalnya dapat berupa perubahan ini misalnya dapat berupa perubahan strategi perwilayahan nasional, strategi perwilayahan nasional, perubahan pola dasar pembangunan, perubahan pola dasar pembangunan, kebijaksanaan pemanfaatan lahan kebijaksanaan pemanfaatan lahan berskala

berskala besabesar r atau atau mmemempertpertahankanahankan lahan-lahan beririgasi

lahan-lahan beririgasi tekteknis.nis. 3.

3.2.2.3. 3. TerdTerdapatnya apatnya perubperub ahan-peahan-perurubahanbahan dinamis akibat kebijaksanaan maupun dinamis akibat kebijaksanaan maupun pertumbuhan ekonomi

pertumbuhan ekonomi a.

a. TTerjadinya erjadinya perubahan perubahan fungsi fungsi kota.kota. b.

b. Munculnya Munculnya berbagai berbagai investasiinvestasi properti berskala besar yang properti berskala besar yang

(23)

berpengaruh terhadap pola dan berpengaruh terhadap pola dan struktur pengembangan daerah.

struktur pengembangan daerah. c.

c. TTerjadinyerjadinya a peruperubahan-perubahan-perubahanbahan pembangunan infrastruktur yang pembangunan infrastruktur yang berpengaruh terhadap pola dan berpengaruh terhadap pola dan strukt

struktur ruang ur ruang wilayah.wilayah. d.

d. Dibangunnya Dibangunnya pusat-pusapusat-pusat t pelayananpelayanan atau outlet baru yang berpengaruh atau outlet baru yang berpengaruh terhadap pola dan struktur ruang terhadap pola dan struktur ruang wilayah.

wilayah. 3.2

3.2.4. .4. Terdapatn ya Terdapatnya paradiparadi gmgma a barubaru pembangunan dan atau penataan pembangunan dan atau penataan ruang

ruang

Penilaian ini dilakukan dengan Penilaian ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa pendekatan-pertimbangan bahwa pendekatan-pendekatan yang dilakukan dalam RTRW pendekatan yang dilakukan dalam RTRW kemungkinan tidak lagi sah untuk kemungkinan tidak lagi sah untuk mengakomodasikan faktor-faktor mengakomodasikan faktor-faktor eksternal seperti pengaruh globalisasi eksternal seperti pengaruh globalisasi atau penemuan teknologi baru, sehingga atau penemuan teknologi baru, sehingga dirasakan perlu merumuskan orientasi dirasakan perlu merumuskan orientasi baru dalam strategi pemanfaatan ruang baru dalam strategi pemanfaatan ruang propinsi dan wujud struktur dan pola propinsi dan wujud struktur dan pola pemanfaatan ruang propinsi.

pemanfaatan ruang propinsi.

Dari kajian-kajian ini perlu disimpulkan Dari kajian-kajian ini perlu disimpulkan apakah cukup signifikan faktor eksternal. apakah cukup signifikan faktor eksternal. Hal ini dapat dilakukan secara kuantitatif  Hal ini dapat dilakukan secara kuantitatif  atau kualitatif, akan tetapi pertimbangan atau kualitatif, akan tetapi pertimbangan utama adalah apakah perubahan yang utama adalah apakah perubahan yang masih ada masih dapat diakomodasikan masih ada masih dapat diakomodasikan atau sejalan dengan perubahan-atau sejalan dengan perubahan-perubahan ekonomi, asumsi-asumsi, perubahan ekonomi, asumsi-asumsi, strategi atau arahan pengelolaan ruang strategi atau arahan pengelolaan ruang propinsi dan apakah arahan pola dan propinsi dan apakah arahan pola dan

(24)

struktur masih dapat diwujudkan. Hal ini struktur masih dapat diwujudkan. Hal ini perlu dibahas secara lintas sektor dan perlu dibahas secara lintas sektor dan dkoordinir oleh Tim Koordinasi Tata dkoordinir oleh Tim Koordinasi Tata Ruang Propinsi.

Ruang Propinsi. 3.3.

3.3. KRITERIA KRITERIA ADANYA ADANYA SIMPANGANSIMPANGAN

Perbedaan antara Rencana Tata Ruang yang Perbedaan antara Rencana Tata Ruang yang disusun dengan kenyataan wujud struktural disusun dengan kenyataan wujud struktural pemanfaatan ruang di lapangan (tata ruang) pemanfaatan ruang di lapangan (tata ruang) dinyatakan sebagai simpangan. Berdasarkan pada dinyatakan sebagai simpangan. Berdasarkan pada lingkup penataan ruang, ada sisi yang lingkup penataan ruang, ada sisi yang mengakibatkan terjadinya penyimpangan yaitu mengakibatkan terjadinya penyimpangan yaitu pada sisi pemanfaatan dan pengendalian.

pada sisi pemanfaatan dan pengendalian. Dalam

Dalam PPememanfaatanfaatan an RRTTRRW W simpsimpangan- angan-simpangan yang terjadi adalah apabila ada simpangan yang terjadi adalah apabila ada perbedaan antara program-program perbedaan antara program-program pembangunan yang dilakukan tidak sesuai dengan pembangunan yang dilakukan tidak sesuai dengan arahan, tujuan dan sasaran penataan ruang, atau arahan, tujuan dan sasaran penataan ruang, atau ada perbedaan antara pola dan struktur RTRW ada perbedaan antara pola dan struktur RTRW dengan wujud pola dan realisasi struktur tata dengan wujud pola dan realisasi struktur tata ruang wilayah.

ruang wilayah. P

Pengendalian yang kengendalian yang kurang burang baik maik menghasilenghasilkankan simpangan pemanfaatan ruang. Dalam peninjauan simpangan pemanfaatan ruang. Dalam peninjauan kembali RTRW yang perlu diperhatikan adalah kembali RTRW yang perlu diperhatikan adalah simpangan pemanfaatan ruang, termasuk simpangan pemanfaatan ruang, termasuk pengendalian pemanfaatan ruang. Hasil pengendalian pemanfaatan ruang. Hasil peninjauan kembali adalah rencana yang peninjauan kembali adalah rencana yang diperbaharui dan rumusan-rumusan terhadap diperbaharui dan rumusan-rumusan terhadap pem

pemanfaatan anfaatan pengendalian.pengendalian. a.

a. KriKri teria Steria Simpimp angan angan dalam dalam PePemanfaatanmanfaatan RTRWP

(25)

Pemanfaatan RTRWP dikatakan sesuai dan Pemanfaatan RTRWP dikatakan sesuai dan tidak terjadi simpangan bila terpenuhinya tidak terjadi simpangan bila terpenuhinya ketentuan-ketentuan pemanfaatan RTRW ketentuan-ketentuan pemanfaatan RTRW sebagai berikut:

sebagai berikut:

1. RTRW benar-benar dijadikan acuan 1. RTRW benar-benar dijadikan acuan pelaksanaan pembangunan. RTRW pelaksanaan pembangunan. RTRW merupakan dokumen resmi dalam Rapat merupakan dokumen resmi dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Daerah dan Koordinasi Pembangunan Daerah dan didudukkan sejajar dengan dokumen didudukkan sejajar dengan dokumen P

Pemembangunan bangunan Daerah lainnya, sDaerah lainnya, sepertieperti pola dasar.

pola dasar. 2.

2. SStrutruktuktur r dan pdan pola pemola pemanfaatan ranfaatan ruanguang benar-benar sesuai dengan arahan benar-benar sesuai dengan arahan dalam RTRW.

dalam RTRW. 3.

3. RRTTRRW W telah telah ditditetetapkan apkan dan dan disahkandisahkan m

menjadi Penjadi Peraturan eraturan Daerah.Daerah. 4.

4. RRTTRRWP tWP telah elah tterdisemerdiseminasikan inasikan ke ke setiapsetiap sektor.

sektor. 5.

5. RRTTRRW W mmeruperupakan akan acuan acuan sektor sektor dalamdalam menyusun rencana, pembiayan dan menyusun rencana, pembiayan dan penatahapan program pembangunan di penatahapan program pembangunan di daerah.

daerah. 6.

6. RRTTRRW W mmenjadenjadi i acuan acuan dalamdalam pelaksanaan penyusunan rencana tata pelaksanaan penyusunan rencana tata ruang hirarki dibawahnya.

ruang hirarki dibawahnya. 7.

7. RRTTRRW W tidtidak ak mmenimenimbulkan bulkan konflikkonflik kepentingan antar sektor atau tumpang kepentingan antar sektor atau tumpang tindih alokasi kegiatan sektor.

tindih alokasi kegiatan sektor. 8.

8. PPememanfaatanfaatan an ruanruang g atas atas dasar dasar RRTTRRWW tidak menimbulkan dampak yang tidak menimbulkan dampak yang bermasalah di masyarakat.

bermasalah di masyarakat. 9.

9. TTidak idak adanya adanya pengaduan pengaduan mmasasyarakatyarakat yang menginformasikan ketidaksesuaian yang menginformasikan ketidaksesuaian RTRW dengan kenyataan di lapangan. RTRW dengan kenyataan di lapangan.

(26)

b.

b. KriKri teria teria Simpangan daSimpangan dalam lam PePengendngend alianalian Pemanfaatan

Pemanfaatan RTRRTRWPWP P

Penyelenenyelenggaraan ggaraan PPengenengendalian Pdalian Pememanfaatananfaatan Ruang atas dasar RTRW berdasarkan Ruang atas dasar RTRW berdasarkan penjelasan Pasal 17, UU No. 24 tahun 1992 penjelasan Pasal 17, UU No. 24 tahun 1992 selain terdiri dari kegiatan pengawasan selain terdiri dari kegiatan pengawasan (kegiatan pelaporan, pemantauan, dan (kegiatan pelaporan, pemantauan, dan evaluasi) juga penertiban yang antara lain evaluasi) juga penertiban yang antara lain untuk wilayah propinsi meliputi mekanisme untuk wilayah propinsi meliputi mekanisme perizinan. Hal ini dikaitkan dengan salah satu perizinan. Hal ini dikaitkan dengan salah satu pedoman RTRW yaitu sebagai dasar pedoman RTRW yaitu sebagai dasar penertiban perizinan lokasi pembangunan. penertiban perizinan lokasi pembangunan. Kehandalan suatu pengendalian adalah Kehandalan suatu pengendalian adalah didasarkan kemampuan dari sistem didasarkan kemampuan dari sistem pengendalian tersebut dalam menyediakan pengendalian tersebut dalam menyediakan informasi adanya perbedaan kenyataan informasi adanya perbedaan kenyataan struktur dan pola pemanfaatan ruang di struktur dan pola pemanfaatan ruang di lapangan dan memberikan reaksi terhadap lapangan dan memberikan reaksi terhadap penyelesaian simpangan-simpangan di penyelesaian simpangan-simpangan di lapangan.

lapangan.

Indikator yang dapat dijadikan kriteria Indikator yang dapat dijadikan kriteria pelaksanaan RTRW sudah atau belum pelaksanaan RTRW sudah atau belum melakukan pengendalian secara baik, dapat melakukan pengendalian secara baik, dapat dilihat dengan memperhatikan dilihat dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

ketentuan sebagai berikut: 1.

1. TTelah elah dibuat dibuat sisistem stem informinformasasii pemantauan dan pelaporan yang handal pemantauan dan pelaporan yang handal yang secara cepat dapat yang secara cepat dapat menginformasikan pelaksanaan menginformasikan pelaksanaan program-program pembangunan di daerah.

program pembangunan di daerah. 2.

2. TTekah ekah dilakukan dilakukan mmekanisekanismme e periziperizinannan yang sesuai berdasarkan RTRWP dalam yang sesuai berdasarkan RTRWP dalam menentukan lokasi kegiatan.

(27)

3.

3. TTelah elah dilakukdilakukan an evaluasi evaluasi terterhadaphadap pelaksanaan program-program pelaksanaan program-program pembangunan, implementasi ruangnya pembangunan, implementasi ruangnya serta perijinan pemanfaatan ruang.

serta perijinan pemanfaatan ruang. 4.

4. TTelah elah dilakukdilakukan an evaluasi evaluasi terterhadaphadap kenyataan di lapangan akibat terjadinya kenyataan di lapangan akibat terjadinya dinamika perubahan faktor eksternal dinamika perubahan faktor eksternal seperti perubahan paradigma seperti perubahan paradigma pembangunan dan kebijaksanaan pembangunan dan kebijaksanaan pembangunan serta ketentuan atau pembangunan serta ketentuan atau rujukan baru.

rujukan baru. 5.

5. Diterapkannya Diterapkannya instruminstrumen en sepertiseperti perangkat insentif-insentif terhadap suatu perangkat insentif-insentif terhadap suatu arahan kegiatan agar senantiasa sesuai arahan kegiatan agar senantiasa sesuai de

dengngan aran arahaahan Rn RTRTRWPWP.. 6.

6. Diterapkannya Diterapkannya denda denda atau atau sanksisanksi terhadap pihak-pihak yang melanggar terhadap pihak-pihak yang melanggar pemanfaatan ruang yang tidak sesuai pemanfaatan ruang yang tidak sesuai de

dengngan RTan RTRRWPWP..

Dalam penilaian simpangan dapat dilakukan Dalam penilaian simpangan dapat dilakukan analisis kualitatif dan atau kuantitatif, tetapi analisis kualitatif dan atau kuantitatif, tetapi dasar utama penentuan kriteria adalah dasar utama penentuan kriteria adalah perbedaan wujud pemanfaatan dengan perbedaan wujud pemanfaatan dengan strategi dan rencana struktur dan pola strategi dan rencana struktur dan pola pemanfaatan ruang.

(28)

BAB IV BAB IV

KONSEP DASAR PENINJAUAN KONSEP DASAR PENINJAUAN

KEMBA

KEMBALI LI RTRTRWRWPP

4.1.

4.1. FAKFAKTOR TOR PENYEPENYEBABAB B PERLUNYA PERLUNYA PENINPENINJAJAUANUAN KEMBALI

KEMBALI

Pemanfaatan RTRWP tidak selalu sesuai dengan Pemanfaatan RTRWP tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan, seringkali hambatan , batasan yang diharapkan, seringkali hambatan , batasan dan/atau kendala yang diakibatkan oleh adanya dan/atau kendala yang diakibatkan oleh adanya faktor baik eksternal maupun internal, sehingga faktor baik eksternal maupun internal, sehingga mengakibatkan adanya ketidaksesuaian dan atau mengakibatkan adanya ketidaksesuaian dan atau simpangan antara rencana dengan kenyataan simpangan antara rencana dengan kenyataan yang terjadi dilapangan. Faktor-faktor inilah yang yang terjadi dilapangan. Faktor-faktor inilah yang menjadikan kegiatan peninjauan kembali menjadi menjadikan kegiatan peninjauan kembali menjadi suatu aktifitas yang sangat penting dilakukan suatu aktifitas yang sangat penting dilakukan dalam proses penataan ruang.

dalam proses penataan ruang.

Faktor-faktor tersebut dapat diidentifikasikan Faktor-faktor tersebut dapat diidentifikasikan antara lain sebagai berikut:

antara lain sebagai berikut: a.

a. FFaktaktor or ekstereksternal nal atau atau yang yang berasal berasal dari dari luarluar sistem yang ada di kabupaten:

sistem yang ada di kabupaten: i.

i. Adanya Adanya perubahan/penyemperubahan/penyempurnaanpurnaan peraturan atau rujukan sistem peraturan atau rujukan sistem penataan ruang yang berlaku mengikat penataan ruang yang berlaku mengikat bagi kabupaten/propinsi atau nasional bagi kabupaten/propinsi atau nasional dan belum pernah digunakan dalam dan belum pernah digunakan dalam penyusunan rencana tata ruang penyusunan rencana tata ruang sebelumnya.

sebelumnya. ii.

ii. Adanya Adanya peruperubahan bahan kebijaksanaankebijaksanaan pemanfaatan ruang/sektoral dari tingkat pemanfaatan ruang/sektoral dari tingkat

(29)

atau pusat/propinsi yang berdampak atau pusat/propinsi yang berdampak pada pengalokasian kegiatan yang pada pengalokasian kegiatan yang memerlukan ruang berskala besar, memerlukan ruang berskala besar, yang harus diakomodasikan sehingga yang harus diakomodasikan sehingga akan terjadi pelaksanaan pemanfaatan akan terjadi pelaksanaan pemanfaatan ruang yang tidak mengacu lagi pada ruang yang tidak mengacu lagi pada rencana struktur dan pola pemanfaatan rencana struktur dan pola pemanfaatan ruang

ruang yang yang sudah adsudah ada dalam a dalam RRTTRRWPWP.. iii.

iii. Adanya Adanya retretifikasi ifikasi kebijaksanaan kebijaksanaan globalglobal yang mengubah paradigma-paradigma yang mengubah paradigma-paradigma sistem pembangunan dan sistem pembangunan dan pemerintahan yang sedang berlaku pemerintahan yang sedang berlaku pada umumnya dan para digma pada umumnya dan para digma perencanaan tata ruang yang perencanaan tata ruang yang digunakan tersebut pada khususnya. digunakan tersebut pada khususnya. iv.

iv. Adanya Adanya perkemperkembangan bangan ilmuilmu pengetahuan dan teknologi yang pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat dan seringkali radikal sangat cepat dan seringkali radikal dalam hal memaksimalkan dalam hal memaksimalkan pemanfaatan sumberdaya alam dan pemanfaatan sumberdaya alam dan meminimalkan kerusakan lingkungan, meminimalkan kerusakan lingkungan, sehingga kapasitas daya dukung sehingga kapasitas daya dukung lingkungan dapat ditingkatkan oleh lingkungan dapat ditingkatkan oleh karena hal ini harus selalu diantisipasi karena hal ini harus selalu diantisipasi untuk keperluan optimasi pola dan untuk keperluan optimasi pola dan struktur tata ruang yang ada.

struktur tata ruang yang ada. v.

v. AAdanya danya bencana alam bencana alam yang yang cukupcukup besar sedemikian sehingga mengubah besar sedemikian sehingga mengubah struktur dan pola pemanfaatan ruang struktur dan pola pemanfaatan ruang yang ada, dan memerlukan relokasi yang ada, dan memerlukan relokasi kegiatan budaya maupun lindung yang kegiatan budaya maupun lindung yang ada untuk kepentingan pembangunan ada untuk kepentingan pembangunan pasca bencana tersebut.

(30)

b.

b. FFaktor aktor internal internal yang yang mmemempengaruhipengaruhi perlunya tindakan peninjauan kembali ini perlunya tindakan peninjauan kembali ini diantaranya adalah:

diantaranya adalah: i.

i. KualitaKualitas s RRTTRRWP renWP rendah dah sehinsehinggggaa kurang dapat digunakan untuk kurang dapat digunakan untuk mengakomodasikan perkembangan mengakomodasikan perkembangan dan pertumbuhan aktivitas sosial dan pertumbuhan aktivitas sosial ekonomi yang berlangsung cepat dan ekonomi yang berlangsung cepat dan dinamis dan terus menerus menuntut; dinamis dan terus menerus menuntut; serta kurang dapat digunakan sebagai serta kurang dapat digunakan sebagai dasar/acuan untuk penerbitan perizinan dasar/acuan untuk penerbitan perizinan lokasi pembangunan. Rendahnya lokasi pembangunan. Rendahnya kualitas rencana ini antara lain dapat kualitas rencana ini antara lain dapat disebabkan karena :

disebabkan karena : -

- TTidak idak diikutdiikutinya inya proses proses tekteknis, nis, tattataa cara baku perencanaan tata ruang cara baku perencanaan tata ruang yang benar.

yang benar.

--

Tidak Tidak diikutinya diikutinya prosedurprosedur

kelembagaan perencanaan tata kelembagaan perencanaan tata ruang yang benar.

ruang yang benar.

--

Tidak Tidak lengkapnya lengkapnya komponen-

komponen-komponen rencana yang komponen rencana yang seharusnya disusun, karena seharusnya disusun, karena berbagai keterbatasan sistem berbagai keterbatasan sistem pendukungnya maupun pendukungnya maupun penyusunannya.

penyusunannya. ii.

ii. MasMasih ih kurang kurang atau atau terbatasnyaterbatasnya pengertian dan komitmen aparat, yang pengertian dan komitmen aparat, yang terkait dengan tugas penataan ruang terkait dengan tugas penataan ruang mengenai fungsi dan kegunaan RTRW mengenai fungsi dan kegunaan RTRW dalam pelaksanaan pembangunan, dalam pelaksanaan pembangunan, sehingga tingkat partisipasinya dalam sehingga tingkat partisipasinya dalam penyusunan RTRW-nya sendiri penyusunan RTRW-nya sendiri

(31)

maupun pendayagunaannya bagi maupun pendayagunaannya bagi seluruh kepentingan pembangunan seluruh kepentingan pembangunan daerah sangat rendah, bahkan daerah sangat rendah, bahkan seringkali menerbitkan perizinan lokasi seringkali menerbitkan perizinan lokasi pembangunan yang berlawasan pembangunan yang berlawasan dengan rencana struktur dan pola dengan rencana struktur dan pola pemanfaatan ruang yang telah pemanfaatan ruang yang telah dit

ditetetapkapkan dalam an dalam RRTTRRWPWP..

iii. Adanya perubahan/pergeseran iii. Adanya perubahan/pergeseran nilai-nilai yang berlaku dimasyarakat nilai yang berlaku dimasyarakat setempat tentang kualitas tata ruang setempat tentang kualitas tata ruang terhadap tuntutan pada kehidupan dan terhadap tuntutan pada kehidupan dan lingkungan yang baik sehingga lingkungan yang baik sehingga meningkatkan ketidakpedulian meningkatkan ketidakpedulian kerusakan lingkungan dan kerusakan lingkungan dan penyerobotan terhadap ruang dengan penyerobotan terhadap ruang dengan pesat yang secara ilegal melanggar pesat yang secara ilegal melanggar struktur dan pola pemanfaatan ruang struktur dan pola pemanfaatan ruang yang ditetapkan.

yang ditetapkan. iv.

iv. Adanya Adanya kekurangtkekurangtegasegasan an para para aparataparat yang berwenang dalam pengendalian yang berwenang dalam pengendalian pemanfaatan ruang, khususnya dalam pemanfaatan ruang, khususnya dalam tindakan penerbitan sehingga tindakan penerbitan sehingga seringkali simpangan yang terjadi seringkali simpangan yang terjadi sudah sedemikian jauhnya dan sudah sedemikian jauhnya dan akhirnya justru mengakibatkan rencana akhirnya justru mengakibatkan rencana tata ruangnya yang harus diubah.

tata ruangnya yang harus diubah.

Faktor di atas dapat menyebabkan Faktor di atas dapat menyebabkan ketidaklengkapan data dalam penyusunan RTRW, ketidaklengkapan data dalam penyusunan RTRW, adanya rencana yang kurang sesuai dan atau adanya rencana yang kurang sesuai dan atau simpangan pemanfaatan ruang yang diharapkan. simpangan pemanfaatan ruang yang diharapkan. Sejauhmana pemerintah daerah beraksi tentunya Sejauhmana pemerintah daerah beraksi tentunya sangat bergantung pada perbedaan-perbedaan sangat bergantung pada perbedaan-perbedaan

(32)

yang ada dengan kondisi dan pertimbangan yang ada dengan kondisi dan pertimbangan pembiayaan yang dibutuhkan dalam meninjau pembiayaan yang dibutuhkan dalam meninjau kembali serta kerugian-kerugian yang akan kembali serta kerugian-kerugian yang akan dihadapi apabila suatu rencana tersebut dihadapi apabila suatu rencana tersebut diperbaiki.

diperbaiki.

Dalam kondisi demikian dapat dipahami bahwa Dalam kondisi demikian dapat dipahami bahwa tidak selalu semua kondisi perbedaan antara yang tidak selalu semua kondisi perbedaan antara yang ideal dengan yang ada selalu ditanggapi dengan ideal dengan yang ada selalu ditanggapi dengan langkah peninjauan kembali, sehingga dibutuhkan langkah peninjauan kembali, sehingga dibutuhkan batasan-batasan bilamana RTRW harus ditinjau batasan-batasan bilamana RTRW harus ditinjau kembali. Hal ini membutuhkan suatu mengamatan, kembali. Hal ini membutuhkan suatu mengamatan, evaluasi dalam suat

evaluasi dalam suatu kesatuan pu kesatuan proses roses PPenatenataanaan Ruang Wilayah.

Ruang Wilayah.

4.2.

4.2. PROSEPROSES S PENINPENINJAJA UAN UAN KEMBKEMB ALALII

Hasil kegiatan peninjauan kembali tentunya Hasil kegiatan peninjauan kembali tentunya berupa beberapa kemungkinan rekomendasi berupa beberapa kemungkinan rekomendasi perlakuan rencana tata ruang yang ada maupun perlakuan rencana tata ruang yang ada maupun proses penataan ruang secara umum.

proses penataan ruang secara umum.

P

Proseroses peninjauan kems peninjauan kembali mbali merupakan suatuerupakan suatu bagian keseluruhan mekanisme dari rangkaian bagian keseluruhan mekanisme dari rangkaian penat

penataan ruang. Paan ruang. Peninjauan secara berkala hanyaeninjauan secara berkala hanya dapat dilakukan apabila kegiatan pengendalian dapat dilakukan apabila kegiatan pengendalian pemanfaatan ruang yang meliputi pelaporan, pemanfaatan ruang yang meliputi pelaporan, pemantauan dan evaluasi dilakukan secara pemantauan dan evaluasi dilakukan secara konsisten terhadap proses pemanfaatan ruang konsisten terhadap proses pemanfaatan ruang dan faktor eksternal.

dan faktor eksternal.

Proses peninjauan kembali RTRWP dalam Proses peninjauan kembali RTRWP dalam rangkaian penataan ruang digambarkan secara rangkaian penataan ruang digambarkan secara skematis pada Gambar 4.1.

(33)

Dalam konteks tersebut, kegiatan pengendalian Dalam konteks tersebut, kegiatan pengendalian dalam rangka penyelenggaraan pemanfaatan dalam rangka penyelenggaraan pemanfaatan ruang menjadi kegiatan yang sangat penting agar ruang menjadi kegiatan yang sangat penting agar pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana tata pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana tata ruang. Kegiatan pengendalian yang dilakukan ruang. Kegiatan pengendalian yang dilakukan meliputi pengawasan dan penertiban pemanfaatan meliputi pengawasan dan penertiban pemanfaatan ruang. Sedangkan diwilayah kabupaten juga ruang. Sedangkan diwilayah kabupaten juga neliputi mekanisme perizinan yang berfungsi untuk neliputi mekanisme perizinan yang berfungsi untuk menselaraskan antara lokasi pembangunan yang menselaraskan antara lokasi pembangunan yang berjalan dengan rencana pada RTRWP sehingga berjalan dengan rencana pada RTRWP sehingga dapat dihindari adanya permasalahan dan dapat dihindari adanya permasalahan dan simpangan pemanfaatan ruang.

simpangan pemanfaatan ruang. 4.3

4.3. . TAHAPAN TAHAPAN PENPENINJAUAN INJAUAN KEMBALKEMBAL II

P

Peninjauan kemeninjauan kembali dilakukan tahapan sebagaibali dilakukan tahapan sebagai berikut:

berikut: i.

i. EEvaluasi valuasi datdata a dan dan informinformasi asi dari dari hasilhasil kegiatan, pengendalian pemanfaatan ruang. kegiatan, pengendalian pemanfaatan ruang. ii.

ii. PPenentuenentuan an perlu perlu tidaknytidaknya a peninjauanpeninjauan kembali.

kembali. iii.

iii. PPenentuenentuan an tipologi tipologi peninjauan peninjauan kemkembalibali berdasarkan kriteria tipologi peninjauan berdasarkan kriteria tipologi peninjauan kembali.

kembali. iv.

iv. KKegiatan egiatan peninjauan peninjauan berupa berupa kegiatan- kegiatan-kegiatan analisis, kajian dan kegiatan analisis, kajian dan evaluasi/penilaian.

evaluasi/penilaian. v.

v. KKegiategiatan an penypenyemempurpurnaan naan RRTTRRWP WP antantaraara lain berupa pembakuan RTRWP dan atau lain berupa pembakuan RTRWP dan atau penyesuaian terhadap materi RTRWP.

penyesuaian terhadap materi RTRWP. vi.

vi. PPememantapan antapan pempemanfaatan anfaatan dandan pengendalian pemanfaatan RTRWP.

pengendalian pemanfaatan RTRWP. vii.

vii. Menyiapkan hal-Menyiapkan hal-hal hal yang yang berkaitan berkaitan dengandengan pemberian legitimasi hukum pada materi pemberian legitimasi hukum pada materi RTRWP hasil peninjauan kembali.

(34)

Gambar 4.1

Gambar 4.1Proses Peninjauan Kembali RTRWPProses Peninjauan Kembali RTRWP

PENGENDALIAN PENGENDALIAN KRITERIA KRITERIA PERLU PERLU REVIEW REVIEW MEKANISME MEKANISME PERIZINAN PERIZINAN RTR RTR PENATAAN PENATAAN RUANG RUANG PENGAWASAN PENGAWASAN Paradigma Baru Paradigma Baru P

Pemembangunbangunanan dan/atau dan/atau P

Penatenataan Raan Ruanguang

PEMAN-FAATAN FAATAN PE

PENINJNINJ AUAN AUAN KEMBALIKEMBALI

PEMANTAUAN PEMANTAUAN

EVALUASI EVALUASI  Tat

 Tata Caa Cara ra PenyPenyememppururnnaaaann untuk Masing-Masing untuk Masing-Masing

 Tip  Tipolologogii

Kriteria Penanganan Kriteria Penanganan Masing-Masing T Masing-Masing Tipologipologii

 TATA  TATA RUANG RUANG

Analisis untuk Penentuan Analisis untuk Penentuan

 Tip

 Tipolologogi i PeniPeninjnjauauanan Kembali Kembali

--Profil dan Kualitas RTRWProfil dan Kualitas RTRW

-- Tin Tingkgkat at PemPemananfafaatatan an && P

Permermasalahanasalahan

P

Perateraturan atauuran atau Rujukan Baru Rujukan Baru Kebijaksanaan Kebijaksanaan Sektor Sektor PELAPORAN PELAPORAN RTR? Masalah? RTR? Masalah? P

Peruberubahanahan Kebijaksanaan? Kebijaksanaan? PENERTIBAN PENERTIBAN ADM Perd. ADM Perd. Pid. Pid. PERLU PERLU REVIEW REVIEW  Ya  Ya  Tid  Tidakak

KRITERIA TIDAK TERPENUHI KRITERIA TIDAK TERPENUHI KRITERIA

KRITERIA  TERP  TERP ENUHIENUHI

FAKTOR-FAKTOR FAKTOR-FAKTOR

EKSTERNAL EKSTERNAL

(35)

BAB V

BAB V

TATA CARA

TATA CARA PE

PENI

NINJAUAN K

NJAUAN KEM

EMBA

BALI

LI

5.1

5.1. . TAHAP TAHAP EVALUASI EVALUASI DATA, DATA, PELAPORAN PELAPORAN DANDAN PEMANTAUAN

PEMANTAUAN a.

a. DalaDalam m tahapan tahapan ini ini dikumdikumpulkan pulkan mmengenaiengenai data pemanfaatan ruang yang sudah data pemanfaatan ruang yang sudah berlangsung dan dibandingkan dengan berlangsung dan dibandingkan dengan strategi dan rencana pola dan struktur strategi dan rencana pola dan struktur pemanfaatan ruang.

pemanfaatan ruang. b.

b. DilaDilakukan kukan juga juga pengumpengumpulan pulan data data mmengenaiengenai kebijaksanaan-kebijaksanaan eksternal, dan kebijaksanaan-kebijaksanaan eksternal, dan evaluasi adanya perubahan-erubahan evaluasi adanya perubahan-erubahan terhadap asumsi faktor-faktor eksternal yang terhadap asumsi faktor-faktor eksternal yang ada, serta kajian mengenai pengaruhnya ada, serta kajian mengenai pengaruhnya terhadap strategi, struktur dan pola terhadap strategi, struktur dan pola pemanfaatan ruang propinsi.

pemanfaatan ruang propinsi. c.

c. Melakukan Melakukan kajian kajian terterhadap hadap keabsahankeabsahan RTRWP dengan memperhatikan perubahan RTRWP dengan memperhatikan perubahan pemanfaatan dan adanya perubahan pemanfaatan dan adanya perubahan faktor-faktor eksternal. Dalam hal ini dikaji apakah faktor eksternal. Dalam hal ini dikaji apakah data, metoda/analisis, konsep dan strategi data, metoda/analisis, konsep dan strategi masih tepat dan absah serta produk masih tepat dan absah serta produk rencananya sesuai dengan UUPR dan rencananya sesuai dengan UUPR dan apakah rencananya masih sesuai dengan apakah rencananya masih sesuai dengan perkembangan.

perkembangan.

Kegiatan pada tahap ini akan menghasilkan produk: Kegiatan pada tahap ini akan menghasilkan produk: a.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :