SISTEM PROTEKSI JARINGAN DISTRIBUSI
SISTEM PROTEKSI JARINGAN DISTRIBUSI
1
1.. R
RE
EC
CL
LO
OS
SE
ER
R
1.1
1.1 PengerPengertian tian RecloseRecloserr
Recloser adalah pemutus balik otomatis (Automatis Circuits Reclosers) secara Recloser adalah pemutus balik otomatis (Automatis Circuits Reclosers) secara fis
fisik ik memmempunypunyai ai kemkemampampuan uan sebsebagaagai i pempemutuutus s bebabeban n yanyang g dapadapat t bekbekerjerja a secsecaraara oto
otomatmatis is untuntuk uk menmengamgamankaankan n sissistem tem dardari i aruarus s leblebih ih yanyang g diadiakibkibatkatkan an adaadanyanya gangguan hubung singkat.
gangguan hubung singkat.
Penutup balik otomatis (PBO,
Penutup balik otomatis (PBO, automatic circuit recloser automatic circuit recloser ) digunakan sebagai) digunakan sebagai pelengkap untuk pengaman terhadap gangguan temporer dan membatasi luas daerah pelengkap untuk pengaman terhadap gangguan temporer dan membatasi luas daerah yang padam akibat gangguan. PBO menurut media peredam busur apinya dibedakan yang padam akibat gangguan. PBO menurut media peredam busur apinya dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:
menjadi 3 jenis, yaitu: a)
a) MeMedidia a mmiinynyak ak b
b)) VVaaccuumm cc)) SSFF66
PBO menurut peralatan pengendalinya (control) dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu: PBO menurut peralatan pengendalinya (control) dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
a)
a) PBO Hidraulik (kontrol hidraulik PBO Hidraulik (kontrol hidraulik )) b)
b) PBO PBO TerTerkontkontrol rol EleElektrktrik ik
1.2
1.2 Urutan Urutan operasoperasi PBi PBO:O: a)
a) Pada saat terjadi gangguan, arus yang mengalir melalui PBO sangat besar Pada saat terjadi gangguan, arus yang mengalir melalui PBO sangat besar sehingga menyebabkan kontak PBO terbuka (
sehingga menyebabkan kontak PBO terbuka (triptrip) dalam operasi cepat () dalam operasi cepat ( fast fast trip
trip) Saklar dan Pengaman.) Saklar dan Pengaman. b)
b) Kontak PBO akan menutup kembali setelah melewati waktu reclose sesuaiKontak PBO akan menutup kembali setelah melewati waktu reclose sesuai setting. Tujuan memberi selang waktu ini adalah untuk memberikan waktu setting. Tujuan memberi selang waktu ini adalah untuk memberikan waktu
pad
pada a penpenyebyebab ab gangangguagguan n agar agar hilhilang, ang, terterutautama ma gangangguagguan n yanyang g berbersifsifatat temporer.
temporer. c)
c) Jika gangguan bersifat permanen, PBO akan membuka dan menutup balik Jika gangguan bersifat permanen, PBO akan membuka dan menutup balik sesuai dengan settingnya dan akan lock-out (terkunci).
sesuai dengan settingnya dan akan lock-out (terkunci). d)
d) Setelah gangguan dihilangkan oleh petugas, baru PBO dapat dimasukkan keSetelah gangguan dihilangkan oleh petugas, baru PBO dapat dimasukkan ke sistem.
sistem.
a) Koordinasi antara OCR/GFR dengan PBO a) Koordinasi antara OCR/GFR dengan PBO
Secara fisik PBO ini semacam PMB yang mempunyai kemampuan sebagai Secara fisik PBO ini semacam PMB yang mempunyai kemampuan sebagai pemutus arus hubung singkat yang dilengkapi dengan alat pengindera arus gangguan pemutus arus hubung singkat yang dilengkapi dengan alat pengindera arus gangguan
dan
dan perperalaalatan tan penpengatgatur ur kerkerja ja memmembuka buka dan dan menmenutuutup p serserta ta menmenguncgunci i bilbila a terterjadjadii ganggua
gangguan n permapermanen. Untuk nen. Untuk melakmelakukan koordinasi antara OCR/GFR di ukan koordinasi antara OCR/GFR di gardu induk gardu induk dengan PBO harus
dengan PBO harus dibuat sedemidibuat sedemikian rupa kian rupa sehinsehingga setiap terjadi gangguan gga setiap terjadi gangguan setelsetelahah PBO, relai OCR/GFR tidak boleh trip sebelum PBO terkunci (lock out). Oleh karena PBO, relai OCR/GFR tidak boleh trip sebelum PBO terkunci (lock out). Oleh karena itu, harus dihitung terlebih dahulu waktu reset dan putaran dari relai OCR/GFR, agar itu, harus dihitung terlebih dahulu waktu reset dan putaran dari relai OCR/GFR, agar su
supapaya ya PMPMT T titidadak k trtripip. . SeSebebelulum m PBPBO O teterkrkununci ci tototatal l puputatararan n rerelalai i OCROCR/G/GFR FR diusahakan kurang dari 100% pada saat PBO terkunci.
diusahakan kurang dari 100% pada saat PBO terkunci.
b) Koordinasi antara PBO dengan PBO b) Koordinasi antara PBO dengan PBO
Koordinasi antara PBO dengan PBO dapat dicapai dengan: Koordinasi antara PBO dengan PBO dapat dicapai dengan:
•• MemMemililih ih nilnilai ai aruarus s tritrip p minminimuimum m yanyang g berberbeda beda antantara ara kedukedua a PBO PBO (ya(yangng menggunakan kontrol elektronik)
menggunakan kontrol elektronik)
•• Mengatur pemakaian urutan operasi yang Mengatur pemakaian urutan operasi yang terbalik dari masingmasingterbalik dari masingmasing
PBO dengan cara mempelajari dan memilih karakteristik kerja dari kurva arus PBO dengan cara mempelajari dan memilih karakteristik kerja dari kurva arus waktu. Faktor yang penting dalam koordinasi antara kedua bentuk
waktu. Faktor yang penting dalam koordinasi antara kedua bentuk kurva arus kurva arus waktuwaktu dari kedua PBO adalah perbedaan waktu antara kedua kurva untuk satu nilai arus dari kedua PBO adalah perbedaan waktu antara kedua kurva untuk satu nilai arus tertentu (arus hubung singkat) Perbedaan waktu minimum antara kedua kurva adalah tertentu (arus hubung singkat) Perbedaan waktu minimum antara kedua kurva adalah untuk mengamankan agar kedua PBO tidak beroperasi secarav bersamaan.
c) Koordinasi antara PBO dengan SSO c) Koordinasi antara PBO dengan SSO
Bila terjadi gangguan di sisi hilir dari SSO maka PBO akan bekerja membuka Bila terjadi gangguan di sisi hilir dari SSO maka PBO akan bekerja membuka tut
tutup up dendengan gan cepcepat at perpertamtama a samsampai pai kedukedua a untuntuk uk menmenghighilanlangkan gkan gangangguagguan n yanyangg bersifat temporer. SSO mengindera arus gangguan dan menghitung banyaknya buka bersifat temporer. SSO mengindera arus gangguan dan menghitung banyaknya buka tutup dari PBO, bila gangguan bersifat permanen, maka sesuai dengan penyetelan tutup dari PBO, bila gangguan bersifat permanen, maka sesuai dengan penyetelan hitungan (
hitungan (count to opencount to open) SSO. SSO membuka pada saat PBO membuka sebelum) SSO. SSO membuka pada saat PBO membuka sebelum buka tutup terakhir dan mengunci dari PBO.
buka tutup terakhir dan mengunci dari PBO.
d) Koordinasi antara PBO dengan PL d) Koordinasi antara PBO dengan PL PBO harus
PBO harus dapdapat at menmendetdetekseksi i aruarus s gangangguagguan n di di daedaerah rah penpengamgaman an PL PL koorkoordindinasiasi maksimum antara PBO dan PL dapat dicapai dengan mengatur urutan kerja PBO dua, maksimum antara PBO dan PL dapat dicapai dengan mengatur urutan kerja PBO dua, cepat atau lambat. Operasi cepat pertama dan kedua untuk menghilangkan gangguan cepat atau lambat. Operasi cepat pertama dan kedua untuk menghilangkan gangguan temporer sebelum operasi ketiga, yaitu operasi lambat pertama yang memberikan temporer sebelum operasi ketiga, yaitu operasi lambat pertama yang memberikan kesempatan pada PL untuk melebur (putus) lebih dahulu sehingga gangguan dapat kesempatan pada PL untuk melebur (putus) lebih dahulu sehingga gangguan dapat diisolasi.
diisolasi.
2.
2. GR
GROU
OUND F
ND FAU
AULT R
LT REL
ELAY
AY
Rel
Relay ay ini bekerjini bekerja a bilbila a terterjadjadi i gangangguagguan n ke ke tantanga, ga, dimdimana ana tantanah ah tertersebsebutut b
bekekererja ja beberdrdasasararkan kan prprininsisip p hubhubunungan gan anantatara ra fafasa sa nol nol papada da trtrafafo o ararus us yayangng ditunjukkan pada gambar.
ditunjukkan pada gambar. Tra
Trafo fo aruarus s dihdihubuubungkangkan n parparalealel l sedsedemiemikiakian n ruprupa a sehsehingingga ga aruarus s fasfasa a nolnol dap
dapatdatdicaicapaipai.Al.Alirairan n fasfasa a nol nol akaakan n terterjadjadi i bilbila a ada ada keskesalaalahan han aruarus s ketketanah anah degdeganan tan
tanahnahnetretral, al, jenjenis is proprotekteksi si ini ini tidtidak ak akaakan n bekebekerja rja bilbila a ganggangguaguan n tidtidak ak melmelibaibatkatkann tanah.
2.1 Pemilihan Relai Gangguan Tanah (GFR) 2.1 Pemilihan Relai Gangguan Tanah (GFR)
Arus gangguan satu fasa sangat bergantung pada jenis pentanahannya. Pada Arus gangguan satu fasa sangat bergantung pada jenis pentanahannya. Pada umu
umumnymnya a ganggangguan guan satsatu u fasfasa a melmelampampaui aui tahtahanaanan n ganggangguaguan, n, sehsehingingga ga menmenjadjadii semakin kecil. Oleh karena itu dipasang relai gangguan tanah secara khusus dan semakin kecil. Oleh karena itu dipasang relai gangguan tanah secara khusus dan
disesuaikan dengan system pentanahannya. Pemilihan relai gangguan tanah untuk disesuaikan dengan system pentanahannya. Pemilihan relai gangguan tanah untuk pengamanan system 20 kV diatur sebagai berikut:
pengamanan system 20 kV diatur sebagai berikut: a)
a) UntUntuk uk sisistestem m pentpentanahanahan an dendengan gan tahtahanaanan n tintinggiggi, , digdigunakunakan an relrelai ai yanyangg mem
memiliiliki ki sensensitsitiviivitas tas titinggi nggi yaiyaitu tu relrelai ai ganggangguan guan tantanah ah berberaraarah h dendengangan karakteristik waktu tertentu.
karakteristik waktu tertentu. b)
b) UntUntuk uk sissistem tem penpentantanahaahan n dendengan gan tahtahanaanan n renrendah dah di di manmana a besbesarnarnya ya aruaruss gangguan vs letak gangguan landai maka relai akan sukar dikkordinasikan gangguan vs letak gangguan landai maka relai akan sukar dikkordinasikan dengan peningkatan arus, sehingga relai yang digunakan sebaiknya relai arus dengan peningkatan arus, sehingga relai yang digunakan sebaiknya relai arus leb
lebih ih karkaraktakterierististik k waktwaktu u tertertententu. tu. DemDemikiikian an jugjuga a untuntuk uk ganggangguaguan n tantanahah SKTM sistem Spindel (untuk panjang saluran 10 km).
SKTM sistem Spindel (untuk panjang saluran 10 km). c)
c) Untuk sistem pentanahan langsung, besarnya arus hubung singkat vs letak Untuk sistem pentanahan langsung, besarnya arus hubung singkat vs letak gangguan sangat curam, sehingga relai yang digunakan adalah relai arus lebih gangguan sangat curam, sehingga relai yang digunakan adalah relai arus lebih dengan karakteristik waktu terbalik.
dengan karakteristik waktu terbalik.
2.2 Mencari besar gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah 2.2 Mencari besar gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah
Sumbe Sumbe r KIT r KIT BUS BUS 150 kV 150 kV Trafo Trafo daya daya BUS BUS 20 kV 20 kV HITUNG HITUNG 25% Z 25% Z HITUNG HITUNG 50% Z 50% Z HITUNG HITUNG 75% Z 75% Z HITUNG HITUNG 100% Z 100% Z
Pada BUS 150 kV adalah bus yang dipasok dari pusat listrik yang bekerja secara Pada BUS 150 kV adalah bus yang dipasok dari pusat listrik yang bekerja secara interkoneksi:
interkoneksi:
•• Hubung singkat Rel daya 150 KVHubung singkat Rel daya 150 KV •• MVA hubung singkat 450 MVAMVA hubung singkat 450 MVA •• Trafo tenaga 20 MVA 150/20 KVTrafo tenaga 20 MVA 150/20 KV •• Impedansi Trafo 10 %Impedansi Trafo 10 %
•• Impedansi saluran:Z1=Z2= ( 0,12 + j 0,23 ) ohm/kMImpedansi saluran:Z1=Z2= ( 0,12 + j 0,23 ) ohm/kM Z0=0,53 + 0,18 ohm/kM
Z0=0,53 + 0,18 ohm/kM •• Panjang Penyulang: 25 KMPanjang Penyulang: 25 KM
•• Penghantar AAAC 150 mmPenghantar AAAC 150 mm •• RN=10 ohmRN=10 ohm
2.2.1
2.2.1 Peritungan Peritungan Impedansi Impedansi SumberSumber Data Hubung Singkat di Bus 150
Data Hubung Singkat di Bus 150 kV Gardu Induk (GI) adalahkV Gardu Induk (GI) adalah sebesar 971,421 MVA, maka
sebesar 971,421 MVA, maka didapat:didapat:
M MVVAA V V X Xss 4 45500 1 1550022 = = =50 Ohm =50 Ohm
Perlu diingat bahwa Impedansi Sumber ini adalah nilai Oh
Perlu diingat bahwa Impedansi Sumber ini adalah nilai Ohm padam pada sisi 150kV, karena arus gangguan hubung singkat yang akan dihitung sisi 150kV, karena arus gangguan hubung singkat yang akan dihitung adalah gangguan singkat di sisi 20 kV, maka
adalah gangguan singkat di sisi 20 kV, maka Impedansi Sumber tersebutImpedansi Sumber tersebut harus dikonversikan dulu ke sisi 20 kV, Maka di dapat :
harus dikonversikan dulu ke sisi 20 kV, Maka di dapat :
Xs(sisi 20 kV)= Xs(sisi 20 kV)= ×× 2 2 2 2 150 150 20 20 50 ohm 50 ohm
=0,88 Ohm =0,88 Ohm
Untuk mengkonversikan impedansi yang terletak disisi 150 kV ke sisi 20 Untuk mengkonversikan impedansi yang terletak disisi 150 kV ke sisi 20 kV, dilakukan dengan cara sebagai berikut:
kV, dilakukan dengan cara sebagai berikut:
2.2.2
2.2.2 Reaktansi Reaktansi TrafoTrafo
Reaktansi Trafo Tenaga 20 MVA adalah sebesar 10 %, untuk Reaktansi Trafo Tenaga 20 MVA adalah sebesar 10 %, untuk mencari nilainya dala
mencari nilainya dalam Ohm dihitung dm Ohm dihitung dengan engan reaktansi trafo sebesar :reaktansi trafo sebesar :
M MVVAA k kV V X Xt t 2 200 2 200 22 = =
=20 ohm =20 ohm
Nilai Reaktansi Trafo Tenaga : Nilai Reaktansi Trafo Tenaga : Xt = Xt = 10 10 % x % x 20 ohm20 ohm =2 ohm =2 ohm Trafo hubung Trafo hubung ∆∆ -Y-Y Xto=XT1 Xto=XT1 =2 ohm =2 ohm 2.2.3 Impedansi Feeder 2.2.3 Impedansi Feeder •• Urutan positif Urutan positif
Dari data Impedansi yang di dapat di jaringan
Dari data Impedansi yang di dapat di jaringan sebesar 0,12 + j 0,23sebesar 0,12 + j 0,23 _/KM untuk Z dan Z impedansi feeder untuk lokasi gangguan sejarak 25 _/KM untuk Z dan Z impedansi feeder untuk lokasi gangguan sejarak 25
%, 50%, 75%, 100% panjang feeder di masing-masing
%, 50%, 75%, 100% panjang feeder di masing-masing lokasi gangguan:lokasi gangguan: Lokasi 25% Panjang feeder :
Lokasi 25% Panjang feeder :
25% x 25 KM x (0,12 + j0,23) Ω/KM 25% x 25 KM x (0,12 + j0,23) Ω/KM = 0,75 + j 1,4375 Ω
= 0,75 + j 1,4375 Ω
Lokasi 50% Panjang feeder : Lokasi 50% Panjang feeder :
50% x 25 KM x (0,12 + j0,23) Ω /KM 50% x 25 KM x (0,12 + j0,23) Ω /KM = 1,50 + j 2,875 Ω
= 1,50 + j 2,875 Ω
Lokasi 75% Panjang feeder : Lokasi 75% Panjang feeder :
75% x 25 KM x (0,12 + j0,23) Ω /KM 75% x 25 KM x (0,12 + j0,23) Ω /KM
= 2,25 + j 4,3125 Ω = 2,25 + j 4,3125 Ω
Lokasi 100% Panjang feeder : Lokasi 100% Panjang feeder :
100% x 25 KM x (0,12 + j0,23) Ω /KM 100% x 25 KM x (0,12 + j0,23) Ω /KM
= 3 + j5,75 Ω = 3 + j5,75 Ω
•• Urutan NolUrutan Nol
Dari data Impedansi yang di dapat di jaringan
Dari data Impedansi yang di dapat di jaringan sebesar 0,53 + j 0,18sebesar 0,53 + j 0,18 /KM untuk Z dan Z impedansi feeder untuk lokasi gangguan sejarak 25 %, /KM untuk Z dan Z impedansi feeder untuk lokasi gangguan sejarak 25 %, 50%, 75%, 100% panjang feeder di masing-masing lokasi gangguan:
50%, 75%, 100% panjang feeder di masing-masing lokasi gangguan:
Lokasi 25% Panjang feeder : Lokasi 25% Panjang feeder :
25% x 25 KM x (0,53 + j0,18) Ω/KM= 3,3125 + j 1,125 Ω 25% x 25 KM x (0,53 + j0,18) Ω/KM= 3,3125 + j 1,125 Ω
Lokasi 50% Panjang feeder : Lokasi 50% Panjang feeder :
50% x 25 KM x (0,53 + j0,18) Ω /KM= 6,625 + j 2,25 Ω 50% x 25 KM x (0,53 + j0,18) Ω /KM= 6,625 + j 2,25 Ω
Lokasi 75% Panjang feeder : Lokasi 75% Panjang feeder :
75% x 25 KM x (0,53 + j0,18) Ω /KM= 9,9375 + j 3,375 Ω 75% x 25 KM x (0,53 + j0,18) Ω /KM= 9,9375 + j 3,375 Ω
Lokasi 100% Panjang feeder : Lokasi 100% Panjang feeder :
100% x 25 KM x (0,53 + j0,18) Ω /KM= 13,25 + j4,5Ω 100% x 25 KM x (0,53 + j0,18) Ω /KM= 13,25 + j4,5Ω
2.2
2.2.4.4 ImImpepedadansi nsi ekekivaivalelen n JarJaringinganan •• Urutan positif Urutan positif
Z1eq = Z2eq = j 0,88 Ω + j 2 Ω + Z1 feeder Z1eq = Z2eq = j 0,88 Ω + j 2 Ω + Z1 feeder
Karena lokasi gangguan diasumsikan terjadi pada 25%, 50%, 75%, Karena lokasi gangguan diasumsikan terjadi pada 25%, 50%, 75%, dandan 100% panjang Feeder, maka Z1eq (Z2eq) yang didapat adalah :
100% panjang Feeder, maka Z1eq (Z2eq) yang didapat adalah :
Lokasi panjang 25% ; Z1eq = Z2eq = j 0,88 Ω + j 2 Ω + 0,75 + j 1,4375 Lokasi panjang 25% ; Z1eq = Z2eq = j 0,88 Ω + j 2 Ω + 0,75 + j 1,4375 Ω=0,75+j4,375
Ω=0,75+j4,375
Lokasi panjang 50% ; Z1eq = Z2eq = j 0,88 Ω + j 2 Ω + 1,50 + j 2,875 Lokasi panjang 50% ; Z1eq = Z2eq = j 0,88 Ω + j 2 Ω + 1,50 + j 2,875 Ω=1,50+j5,755
Ω=1,50+j5,755
Lokasi panjang 75% Z1eq = Z2eq = j 0,88 Ω + j 2 Ω + 2,25 + j 4,3125 Lokasi panjang 75% Z1eq = Z2eq = j 0,88 Ω + j 2 Ω + 2,25 + j 4,3125 Ω=2,25+j7,1925
Ω=2,25+j7,1925
Lokasi panjang 100% ; Z1eq = Z2eq = j 0,88 Ω + j 2 Ω + 3 + j5,75 Lokasi panjang 100% ; Z1eq = Z2eq = j 0,88 Ω + j 2 Ω + 3 + j5,75 Ω=3+j8,63
Ω=3+j8,63
•• Urutan NolUrutan Nol
Zoeq=Xto+3.RN+Impeda
Zoeq=Xto+3.RN+Impedansi nsi feederfeeder
Karena lokasi gangguan diasumsikan terjadi pada 25%, 50%, 75%, Karena lokasi gangguan diasumsikan terjadi pada 25%, 50%, 75%, dandan 100% panjang Feeder, maka Zo eq yang
100% panjang Feeder, maka Zo eq yang didapat adalah :didapat adalah :
Lokasi panjang 25% ; Zoeq=j2+3.10+3,3125 + j 1,125 Lokasi panjang 25% ; Zoeq=j2+3.10+3,3125 + j 1,125 Ω=33,3125+j3,125
Ω=33,3125+j3,125
Lokasi panjang 50% ;
Lokasi panjang 50% ; Zoeq=j2+3.10+6,62Zoeq=j2+3.10+6,625 + j 5 + j 2,25 Ω=36,625+j4,252,25 Ω=36,625+j4,25
Lokasi panjang 75% ;
Lokasi panjang 75% ;Zoeq=j2+3.10+9,Zoeq=j2+3.10+9,9375 + j 9375 + j 3,375 Ω=39,9375+j5,3753,375 Ω=39,9375+j5,375
Lokasi panjang 100% ;
Lokasi panjang 100% ; Zoeq=j2+3.10+13Zoeq=j2+3.10+13,25 + j4,5Ω=43,25+j6,5,25 + j4,5Ω=43,25+j6,5
2.2
2.2.5.5 GaGanggngguan huan hububung sung siningkagkat satt satu fasu fasa ke taa ke tanahnah
Seperti halnya gangguan 3 fasa, Gangguan Hubung Singkat antar Seperti halnya gangguan 3 fasa, Gangguan Hubung Singkat antar Fasa juga dihitung untuk lokasi gangguan yang diasumsikan terjadi pada Fasa juga dihitung untuk lokasi gangguan yang diasumsikan terjadi pada 25%, 50%, 75%, dan 100% panjang feeder.:
% Panjang 25=
% Panjang 25= A A
j j j j x x 7 788 ,, 9 94411 } } 1 12255 ,, 3 3 3125 3125 ,, 3 333 )) )) 3 37755 ,, 4 4 7 755 ,, 0 0 (( 2 2 {( {( 20000 20000 3 3 3 3 = = + + + + + + × × % Panjang 50=
% Panjang 50= A A
j j j j x x 3 322 ,, 8 81122 } } 2 255 ,, 4 4 6 62255 ,, 3 366 )) )) 7 75555 ,, 5 5 5 5 ,, 1 1 (( 2 2 { {(( 20000 20000 3 3 3 3 = = + + + + + + × × % Panjang 75=
% Panjang 75= A A
j j j j x x 2 299 ,, 7 71122 } } 3 37755 ,, 5 5 9375 9375 ,, 3 399 )) )) 1925 1925 ,, 7 7 2 255 ,, 2 2 (( 2 2 {( {( 20000 20000 3 3 3 3 = = + + + + + + × × % Panjang 100= % Panjang 100= A A j j j j x x 5 500 ,, 6 63333 } } 5 5 ,, 6 6 2 255 ,, 4 433 )) )) 6 633 ,, 8 8 3 3 (( 2 2 { {(( 20000 20000 3 3 33 = = + + + + + + × ×
3
3
R
RE
EL
LA
AY
Y J
JA
AR
RA
AK
K
Jenis relay yang paling menarik dan banyak dibicarakan terdapat pada jenis Jenis relay yang paling menarik dan banyak dibicarakan terdapat pada jenis gr
grououp p rrelelay ay jjararakak, , ttererdadapapat t kekeseseiimbmbanangagan n anantatarra a ttegeganangagan n dadan n ararus us dadann perba
perbandingandingannya nnya dinyadinyatakan dalam takan dalam impedaimpedansi nsi yang yang merupamerupakan kan ukuran listriukuran listrik k untuk untuk jarak dari suatu saluran transmisi. Pada umumnya yang disebiut impedansi dapat jarak dari suatu saluran transmisi. Pada umumnya yang disebiut impedansi dapat berupa tahanan saja, reaktansi saja, atau kombinasi dari keduanya dalam terminologi berupa tahanan saja, reaktansi saja, atau kombinasi dari keduanya dalam terminologi relai pengaman, impedansi relai mempunyai karakteristik yang berhubungan dengan relai pengaman, impedansi relai mempunyai karakteristik yang berhubungan dengan komponen impedansi.
komponen impedansi.
Hal-hal yang mempengaruhi ketelitian relai jarak. Hal-hal yang mempengaruhi ketelitian relai jarak.
•• PenPengukugukuran ran dildilakuakukan kan padpada a sissisi i seksekundundere ere dardari i CT/CT/PT, PT, sehsehinginggaga sangat dipengaruhi oleh ketelitian dari CT/PTnya.
sangat dipengaruhi oleh ketelitian dari CT/PTnya. •• Ketelitian dari relainya sendiri.Ketelitian dari relainya sendiri.
Kesalahan/ketelitian dair sistem pengaman relay jarak karenna hal tersebut diatas Kesalahan/ketelitian dair sistem pengaman relay jarak karenna hal tersebut diatas pada umumnya diambil 10-15%.
pada umumnya diambil 10-15%.
Disamping hal-hal tersebut diatas, masih dapat hal-hal lainnya: Disamping hal-hal tersebut diatas, masih dapat hal-hal lainnya:
1.
1. AdAdananya tya tahahananan ban bsbsbar ar 2.
2. KaKararaktktererisistitik dark dari rei relalaii 3.
3. AdaAdanya kanya kapaspasitoitor pada sar pada salurluran tran transansmismisi.i. 4.
4. Adanya Adanya mutuamutual copll copling paing pada ganda gangguan sgguan satu fatu fasa ke asa ke tanahtanah
3.1 Karakteristik Relai Jarak 3.1 Karakteristik Relai Jarak
Karakteristik relai jarak merupakan penerapan langsung dari prinsip dasar relai jarak. Karakteristik relai jarak merupakan penerapan langsung dari prinsip dasar relai jarak. Ka
Kararaktktererisistitik k inini i bibiasasa a didigagambmbararkan kan dididadalalam m didiagragram am R-R-X. X. MaMacacam-m-mamacacamm karakteristik relai jarak adalah sebagai berikut:
karakteristik relai jarak adalah sebagai berikut:
1.
1. Karakteristik impedansiKarakteristik impedansi Ciri-ciri nya :
Ciri-ciri nya : a.
a. MerMerupakupakan an linlingkargkaran an dengdengan an tittitik ik puspusatnatnya ya ditditengaengah-th-tengaengah, h, sehsehinginggaga mem
mempunypunyai ai sifsifat at non non dirdirectectionional. al. UntUntuk uk diadiapliplikaskasikaikan n sebsebagai agai penpengamgamanan SUTT perlu ditambahkan relai directional atau relai a
SUTT perlu ditambahkan relai directional atau relai a rah.rah.
b. Mempunyai keterbatasan mengantisipasi gangguan tanah high resistance. b. Mempunyai keterbatasan mengantisipasi gangguan tanah high resistance.
c. Karakteristik impedansi sensitive oleh perubahan beban, terutama untuk c. Karakteristik impedansi sensitive oleh perubahan beban, terutama untuk SUTT yang panjang sehingga jangkauan lingkaran impedansi dekat dengan SUTT yang panjang sehingga jangkauan lingkaran impedansi dekat dengan daerah beban. daerah beban. 2. Karakteristik Mho 2. Karakteristik Mho Ciri-ciri: Ciri-ciri:
a. Titik pusatnya bergeser sehingga mempunyai sifat directional. a. Titik pusatnya bergeser sehingga mempunyai sifat directional.
b.
b. MemMempunpunyai yai ketketerberbataatasan san untuntuk uk menmengantgantisiisipaspasi i gangangguagguan n tantanah ah highighh resistance.
resistance.
c. Untuk SUTT yang panjang dipilih Zone-3 dengan karakteristik Mho lensa c. Untuk SUTT yang panjang dipilih Zone-3 dengan karakteristik Mho lensa geser. geser. 3. Karakteristik Reaktansi 3. Karakteristik Reaktansi Ciri-ciri: Ciri-ciri: a.
a. Karateristik reaktansi mempunyai sifat non directional. Untuk aplikasi diKarateristik reaktansi mempunyai sifat non directional. Untuk aplikasi di SUTT perlu ditambah relai directional atau relai arah.
SUTT perlu ditambah relai directional atau relai arah. b.
b. Dengan seting jangkauan resistif cukup besar maka relai reaktansi dapatDengan seting jangkauan resistif cukup besar maka relai reaktansi dapat mengantisipasi gangguan tanah dengan tahanan tinggi.
mengantisipasi gangguan tanah dengan tahanan tinggi. 4. Karakteristik Quadrilateral
4. Karakteristik Quadrilateral Ciri-ciri:
Ciri-ciri: a.
a. KaKararateteririststik ik quaquadrdrililatatereral al memerurupakpakan an kokombmbininasasi i dadari ri 3 3 mamacacamm komponen yaitu : reaktansi, berarah dan
komponen yaitu : reaktansi, berarah dan resistif.resistif.
b.Dengan seting jangkauan resistif cukup besar, maka karakteristik relai b.Dengan seting jangkauan resistif cukup besar, maka karakteristik relai quadrilateral dapat mengantisipasi gangguan tanah dengan tahanan tinggi. quadrilateral dapat mengantisipasi gangguan tanah dengan tahanan tinggi. c. Umumnya kecepatan relai lebih lambat dari jenis mho.
c. Umumnya kecepatan relai lebih lambat dari jenis mho.
4
4
OCR (
OCR (OVER CURRENT RELAY
OVER CURRENT RELAY
))
Relay arus lebih
Relay arus lebih adalah relay yang bekerja terhadap arus lebih, ia akan bekerjaadalah relay yang bekerja terhadap arus lebih, ia akan bekerja bila arus yang mengalir melebihi nilai settingnya (I set).
bila arus yang mengalir melebihi nilai settingnya (I set).
4.1 Prinsip Kerja 4.1 Prinsip Kerja
Pada dasarnya relay arus lebih adalah suatu alat yang mendeteksi besaran arus Pada dasarnya relay arus lebih adalah suatu alat yang mendeteksi besaran arus yang melalui suatu jaringan dengan bantuan trafo arus. Harga atau besaran yang yang melalui suatu jaringan dengan bantuan trafo arus. Harga atau besaran yang boleh melewatinya disebut dengan setting.
Macam-macam karakteristik relay arus lebih : Macam-macam karakteristik relay arus lebih : a. Relay waktu seketika (Instantaneous relay) a. Relay waktu seketika (Instantaneous relay)
b. Relay arus lebih waktu tertentu (Definite time relay) b. Relay arus lebih waktu tertentu (Definite time relay)
c. Relay arus lebih waktu terbalik (Inverse Relay) c. Relay arus lebih waktu terbalik (Inverse Relay)
4.2 Mencari besar gangguan hubung singkat 4.2 Mencari besar gangguan hubung singkat
Pada BUS 150 kV adalah bus yang dipasok dari pusat listrik yang bekerja secara Pada BUS 150 kV adalah bus yang dipasok dari pusat listrik yang bekerja secara interkoneksi:
interkoneksi:
•• Hubung singkat Rel daya 150 KVHubung singkat Rel daya 150 KV •• MVA hubung singkat 450 MVAMVA hubung singkat 450 MVA •• Trafo tenaga 20 MVA 150/20 KVTrafo tenaga 20 MVA 150/20 KV •• Impedansi Trafo 10 %Impedansi Trafo 10 %
•• Impedansi saluran:Z1=Z2= ( 0,12 + j 0,23 ) ohm/kMImpedansi saluran:Z1=Z2= ( 0,12 + j 0,23 ) ohm/kM Z0=0,53 + 0,18 ohm/kM Z0=0,53 + 0,18 ohm/kM Sumbe Sumbe r KIT r KIT BUS BUS 150 kV 150 kV Trafo Trafo daya daya BUS BUS 20 kV 20 kV HITUNG HITUNG 25% Z 25% Z HITUNG HITUNG 50% Z 50% Z HITUNG HITUNG 75% Z 75% Z HITUNG HITUNG 100% Z 100% Z
•• Panjang Penyulang: 25 KMPanjang Penyulang: 25 KM •• Penghantar AAAC 150 mmPenghantar AAAC 150 mm •• RN=10 ohmRN=10 ohm
4.2.1
4.2.1 Peritungan Peritungan Impedansi Impedansi SumberSumber
Data Hubung Singkat di Bus 150
Data Hubung Singkat di Bus 150 kV Gardu Induk (GI) adalahkV Gardu Induk (GI) adalah sebesar 971,421 MVA, maka
sebesar 971,421 MVA, maka didapat:didapat:
M MVVAA V V X Xss 4 45500 1 1550022 = = =50 Ohm =50 Ohm
Perlu diingat bahwa Impedansi Sumber ini adalah nilai Oh
Perlu diingat bahwa Impedansi Sumber ini adalah nilai Ohm padam pada sisi 150kV, karena arus gangguan hubung singkat yang akan dihitung sisi 150kV, karena arus gangguan hubung singkat yang akan dihitung adalah gangguan singkat di sisi 20 kV, maka
adalah gangguan singkat di sisi 20 kV, maka Impedansi Sumber tersebutImpedansi Sumber tersebut harus dikonversikan dulu ke sisi 20 kV, Maka di dapat :
harus dikonversikan dulu ke sisi 20 kV, Maka di dapat :
Xs(sisi 20 kV)= Xs(sisi 20 kV)= ×× 2 2 2 2 150 150 20 20 50 ohm 50 ohm =0,88 Ohm =0,88 Ohm
Untuk mengkonversikan impedansi yang terletak disisi 150 kV ke sisi 20 Untuk mengkonversikan impedansi yang terletak disisi 150 kV ke sisi 20 kV, dilakukan dengan cara sebagai berikut:
4.2.2
4.2.2 Reaktansi Reaktansi TrafoTrafo
Reaktansi Trafo Tenaga 20 MVA adalah sebesar 10 %, untuk Reaktansi Trafo Tenaga 20 MVA adalah sebesar 10 %, untuk mencari nilainya dala
mencari nilainya dalam Ohm dihitung dm Ohm dihitung dengan engan reaktansi trafo sebesar :reaktansi trafo sebesar :
M MVVAA k kV V X Xt t 2 200 2 200 22 = = =20 ohm =20 ohm
Nilai Reaktansi Trafo Tenaga : Nilai Reaktansi Trafo Tenaga : Xt =
Xt = 10 10 % x % x 20 ohm20 ohm =2 ohm
Trafo hubung Trafo hubung ∆∆ -Y-Y Xto=XT1 Xto=XT1 =2 ohm =2 ohm 4.2.3 Impedansi Feeder 4.2.3 Impedansi Feeder •• Urutan positif Urutan positif
Dari data Impedansi yang di dapat di jaringan
Dari data Impedansi yang di dapat di jaringan sebesar 0,12 + j 0,23sebesar 0,12 + j 0,23 _/KM untuk Z dan Z impedansi feeder untuk lokasi gangguan sejarak 25 _/KM untuk Z dan Z impedansi feeder untuk lokasi gangguan sejarak 25
%, 50%, 75%, 100% panjang feeder di masing-masing
%, 50%, 75%, 100% panjang feeder di masing-masing lokasi gangguan:lokasi gangguan: Lokasi 25% Panjang feeder :
Lokasi 25% Panjang feeder :
25% x 25 KM x (0,12 + j0,23) Ω/KM 25% x 25 KM x (0,12 + j0,23) Ω/KM = 0,75 + j 1,4375 Ω
= 0,75 + j 1,4375 Ω
Lokasi 50% Panjang feeder : Lokasi 50% Panjang feeder :
50% x 25 KM x (0,12 + j0,23) Ω /KM 50% x 25 KM x (0,12 + j0,23) Ω /KM = 1,50 + j 2,875 Ω
= 1,50 + j 2,875 Ω
Lokasi 75% Panjang feeder : Lokasi 75% Panjang feeder :
75% x 25 KM x (0,12 + j0,23) Ω /KM 75% x 25 KM x (0,12 + j0,23) Ω /KM = 2,25 + j 4,3125 Ω
= 2,25 + j 4,3125 Ω
Lokasi 100% Panjang feeder : Lokasi 100% Panjang feeder :
100% x 25 KM x (0,12 + j0,23) Ω /KM 100% x 25 KM x (0,12 + j0,23) Ω /KM = 3 + j5,75 Ω
•• Urutan NolUrutan Nol
Dari data Impedansi yang di dapat di jaringan
Dari data Impedansi yang di dapat di jaringan sebesar 0,53 + j 0,18sebesar 0,53 + j 0,18 /KM untuk Z dan Z impedansi feeder untuk lokasi gangguan sejarak 25 %, /KM untuk Z dan Z impedansi feeder untuk lokasi gangguan sejarak 25 %, 50%, 75%, 100% panjang feeder di masing-masing lokasi gangguan:
50%, 75%, 100% panjang feeder di masing-masing lokasi gangguan: Lokasi 25% Panjang feeder :
Lokasi 25% Panjang feeder :
25% x 25 KM x (0,53 + j0,18) Ω/KM= 3,3125 + j 1,125 Ω 25% x 25 KM x (0,53 + j0,18) Ω/KM= 3,3125 + j 1,125 Ω Lokasi 50% Panjang feeder :
Lokasi 50% Panjang feeder :
50% x 25 KM x (0,53 + j0,18) Ω /KM= 6,625 + j 2,25 Ω 50% x 25 KM x (0,53 + j0,18) Ω /KM= 6,625 + j 2,25 Ω Lokasi 75% Panjang feeder :
Lokasi 75% Panjang feeder :
75% x 25 KM x (0,53 + j0,18) Ω /KM= 9,9375 + j 3,375 Ω 75% x 25 KM x (0,53 + j0,18) Ω /KM= 9,9375 + j 3,375 Ω Lokasi 100% Panjang feeder :
Lokasi 100% Panjang feeder :
100% x 25 KM x (0,53 + j0,18) Ω /KM= 13,25 + j4,5Ω 100% x 25 KM x (0,53 + j0,18) Ω /KM= 13,25 + j4,5Ω
4.2
4.2.4.4 ImImpepedadansi nsi ekekivaivalelen n JarJaringinganan •• Urutan positif Urutan positif
Z1eq = Z2eq = j 0,88 Ω + j 2 Ω + Z1 feeder Z1eq = Z2eq = j 0,88 Ω + j 2 Ω + Z1 feeder
Karena lokasi gangguan diasumsikan terjadi pada 25%, 50%, 75%, Karena lokasi gangguan diasumsikan terjadi pada 25%, 50%, 75%, dandan 100% panjang Feeder, maka Z1eq (Z2eq) yang didapat adalah :
100% panjang Feeder, maka Z1eq (Z2eq) yang didapat adalah :
Lokasi panjang 25% ; Z1eq = Z2eq = j 0,88 Ω + j 2 Ω + 0,75 + j 1,4375 Lokasi panjang 25% ; Z1eq = Z2eq = j 0,88 Ω + j 2 Ω + 0,75 + j 1,4375 Ω=0,75+j4,375
Ω=0,75+j4,375
Lokasi panjang 50% ; Z1eq = Z2eq = j 0,88 Ω + j 2 Ω + 1,50 + j 2,875 Lokasi panjang 50% ; Z1eq = Z2eq = j 0,88 Ω + j 2 Ω + 1,50 + j 2,875 Ω=1,50+j5,755
Lokasi panjang 75% Z1eq = Z2eq = j 0,88 Ω + j 2 Ω + 2,25 + j 4,3125 Lokasi panjang 75% Z1eq = Z2eq = j 0,88 Ω + j 2 Ω + 2,25 + j 4,3125 Ω=2,25+j7,1925
Ω=2,25+j7,1925
Lokasi panjang 100% ; Z1eq = Z2eq = j 0,88 Ω + j 2 Ω + 3 + j5,75 Lokasi panjang 100% ; Z1eq = Z2eq = j 0,88 Ω + j 2 Ω + 3 + j5,75 Ω=3+j8,63
Ω=3+j8,63
•• Urutan NolUrutan Nol
Zoeq=Xto+3.RN+Impeda
Zoeq=Xto+3.RN+Impedansi nsi feederfeeder
Karena lokasi gangguan diasumsikan terjadi pada 25%, 50%, 75%, Karena lokasi gangguan diasumsikan terjadi pada 25%, 50%, 75%, dandan 100% panjang Feeder, maka Zo eq yang
100% panjang Feeder, maka Zo eq yang didapat adalah :didapat adalah : Lokasi panjang 25% ; Zoeq=j2+3.10+3,3125 + j 1,125 Lokasi panjang 25% ; Zoeq=j2+3.10+3,3125 + j 1,125 Ω=33,3125+j3,125
Ω=33,3125+j3,125 Lokasi panjang 50% ;
Lokasi panjang 50% ; Zoeq=j2+3.10+6,62Zoeq=j2+3.10+6,625 + j 5 + j 2,25 Ω=36,625+j4,252,25 Ω=36,625+j4,25 Lokasi panjang 75% ;
Lokasi panjang 75% ;Zoeq=j2+3.10+9,Zoeq=j2+3.10+9,9375 + j 9375 + j 3,375 Ω=39,9375+j5,3753,375 Ω=39,9375+j5,375 Lokasi panjang 100% ;
Lokasi panjang 100% ; Zoeq=j2+3.10+13Zoeq=j2+3.10+13,25 + j4,5Ω=43,25+j6,5,25 + j4,5Ω=43,25+j6,5
4.2.5
4.2.5 MenMenghitghitung ung AruArus Gas Ganggungguan Han Hubunubung Sig Singkangkat 3 t 3 FasaFasa Se
Setetelalah h memendndapapatatkakan n ImImpepedadansnsi i dedengngan an lolokakasi si gagangngguguanan,, selanjutnya perhitungan arus gangguan hubung singkat dapat dihitung selanjutnya perhitungan arus gangguan hubung singkat dapat dihitung dengan menggunakan rumus dasar, hanya saja Impedansi ekivalen mana dengan menggunakan rumus dasar, hanya saja Impedansi ekivalen mana yan
yang g dimdimasuasukkakkan n ke ke daldalam am rumrumus us dasdasar ar tertersebsebut ut adaadalah lah tertergangantungtung ga
gangngguguan an huhububung ng sisingngkakatntnyaya, , didimamana na gagangngguguan an huhubbunung g sisingngkakatt gangguan hubung singkat 3 Fasa.
% Panjang 25=
% Panjang 25= A A
j j44,,337755 )) 20612061 ,,3366 7 755 ,, 0 0 (( 3 3 // 20000 20000 = = + + % Panjang 50= % Panjang 50= AA j j55,,775555 )) 19411941 ,,5566 5 500 ,, 1 1 (( 3 3 // 20000 20000 = = + + % Panjang 75= % Panjang 75= AA j j77,,19251925 )) 15321532 ,,2200 2 255 ,, 2 2 (( 3 3 // 20000 20000 = = + + % Panjang 100= % Panjang 100= AA j j88,,6633)) 12631263 ,,8822 3 3 (( 3 3 // 20000 20000 = = + + 4.2
4.2.6.6 GaGanggngguan uan HuHububung Sng Singingkakat ant antar tar FaFasasa
Seperti halnya gangguan 3 fasa, Gangguan Hubung Singkat antar Seperti halnya gangguan 3 fasa, Gangguan Hubung Singkat antar Fasa juga dihitung untuk lokasi gangguan yang diasumsikan terjadi pada Fasa juga dihitung untuk lokasi gangguan yang diasumsikan terjadi pada 25%, 50%, 75%, dan 100% panjang feeder. Dalam hal ini dianggap nilai 25%, 50%, 75%, dan 100% panjang feeder. Dalam hal ini dianggap nilai Z1
Z1 = = Z2 Z2 eqeq, , sesehinhingggga a dididadapapat t ninilalai i ararus us huhububung ng sisingngkakat t 2 2 fafasa sa dadariri persamaan ( II.7 ) :
persamaan ( II.7 ) :
% Panjang 25=
% Panjang 25= A A
j j44,,337755)) 22522252 ,,8855 7 755 ,, 0 0 (( 2 2 20000 20000 = = + + × × % Panjang 50=
% Panjang 50= A A
j j55,,775555)) 16811681 ,,4444 5 5 ,, 1 1 (( 2 2 20000 20000 = = + + × × % Panjang 75=
% Panjang 75= A A
j j77,,19251925 )) 13261326 ,,9922 2 255 ,, 2 2 (( 2 2 20000 20000 = = + + × × % Panjang 100=
% Panjang 100= A A
j j88,,6633)) 10941094 ,,5500 3 3 (( 2 2 20000 20000 = = + + × ×
4.2 Relay Waktu Seketika (Instantaneous relay) 4.2 Relay Waktu Seketika (Instantaneous relay)
Rel
Relay ay yanyang g bekebekerja rja sekseketietika ka (ta(tanpa npa wakwaktu tu tuntunda) da) ketketika ika aruarus s yanyang g menmengalgalir ir meleb
melebihi nilai settingnyihi nilai settingnya, a, relay akan bekerja dalam relay akan bekerja dalam waktu beberapa mili detik (10 waktu beberapa mili detik (10 – – 20 ms). Dapat kita liha. pada gambar dibawah ini.
20 ms). Dapat kita liha. pada gambar dibawah ini.
Gambar 1. Karakteristik Relay Waktu Seketika (Instantaneous Relay). Gambar 1. Karakteristik Relay Waktu Seketika (Instantaneous Relay).
Relay ini jarang berdiri sendiri tetapi umumnya dikombinasikan dengan
Relay ini jarang berdiri sendiri tetapi umumnya dikombinasikan dengan relay arusrelay arus lebih dengan karakteristik yang lain.
lebih dengan karakteristik yang lain.
4.3 Relay arus lebih waktu tertentu (definite time relay) 4.3 Relay arus lebih waktu tertentu (definite time relay) Rel
Relay ay ini ini akan memberakan memberikaikan n perperintintah ah padpada a PMPMT T pada pada saasaat t terterjadjadi i ganggangguaguann hubung singkat dan besarnya arus gangguan melampaui settingnya (Is), dan jangka hubung singkat dan besarnya arus gangguan melampaui settingnya (Is), dan jangka wak
waktu tu kerkerja ja relrelay ay mulmulai ai picpick k up up samsampai pai kerkerja ja relrelay ay dipdiperperpanjanjang ang dengdengan an waktwaktuu ter
tertententu tu tidtidak ak tertergangantuntung g besbesarnarnya ya aruarus s yanyang g menmengergerjakjakan an relrelay, ay, lihlihat at gamgambar bar dibawah ini
dibawah ini
Gambar 2. Karakteristik Relay Arus Lebih Waktu Tertentu (Definite Time Gambar 2. Karakteristik Relay Arus Lebih Waktu Tertentu (Definite Time Relay).
4.4 Relay arus lebih waktu terbalik 4.4 Relay arus lebih waktu terbalik
Relay ini akan bekerja dengan waktu tunda yang tergantung dari besarnya arus Relay ini akan bekerja dengan waktu tunda yang tergantung dari besarnya arus sec
secara ara terterbalbalik ik (in(inververse se titime)me), , makmakin in besbesar ar aruarus s makmakin in keckecil il wakwaktu tu tuntundanydanya.a. Karakteristik ini bermacam-macam dan setiap pabrik dapat membuat karakteristik Karakteristik ini bermacam-macam dan setiap pabrik dapat membuat karakteristik yang berbeda-beda, karakteristik waktunya dibedakan dalam tiga kelompok :
yang berbeda-beda, karakteristik waktunya dibedakan dalam tiga kelompok : • Standar invers • Standar invers • Very inverse • Very inverse • Extreemely inverse • Extreemely inverse
Gambar 3. Karakteistik Relay Arus Lebih Waktu Terbalik (Inverse Relay). Gambar 3. Karakteistik Relay Arus Lebih Waktu Terbalik (Inverse Relay).
4.5 Pengaman Pada Relay Arus Lebih 4.5 Pengaman Pada Relay Arus Lebih
Pada relay arus lebih memiliki 2 jenis pengamanan
Pada relay arus lebih memiliki 2 jenis pengamanan yang berbeda antara lain:yang berbeda antara lain: Pengamanan hubung singkat fasa. Relay mendeteksi arus fasa. Oleh karena Pengamanan hubung singkat fasa. Relay mendeteksi arus fasa. Oleh karena itu, disebut pula “Relay fasa”. Karena pada relay tersebut dialiri oleh arus fasa, maka itu, disebut pula “Relay fasa”. Karena pada relay tersebut dialiri oleh arus fasa, maka settingnya (Is) harus lebih besar dari arus beban maksimum. Ditetapkan Is = 1,2 x In settingnya (Is) harus lebih besar dari arus beban maksimum. Ditetapkan Is = 1,2 x In (In = arus nominal peralatan terlemah).
(In = arus nominal peralatan terlemah). Pengam
Pengamanan hubung tanah. anan hubung tanah. Arus gangguan satu fasa tanah Arus gangguan satu fasa tanah ada kemungkinanada kemungkinan lebih kecil dari arus beban, ini disebabkan karena salah satu atau dari kedua hal lebih kecil dari arus beban, ini disebabkan karena salah satu atau dari kedua hal berikut:
berikut: Gang
Penta
Pentanahan nahan netranetral l sistsistemnya melalui emnya melalui impedimpedansi/ansi/tahanatahanan n yang tinggi, yang tinggi, atau atau bahkanbahkan tidak ditanahkan Dalam hal demikian, relay pengaman hubung singkat (relay fasa) tidak ditanahkan Dalam hal demikian, relay pengaman hubung singkat (relay fasa) tidak dapat
tidak dapat mendetmendeteksi gangguan eksi gangguan tanah tersebuttanah tersebut. . SupaySupaya a relay sensitrelay sensitive terhadapive terhadap gangguan tersebut dan tidak salah kerja oleh arus beban, maka relay dipasang tidak gangguan tersebut dan tidak salah kerja oleh arus beban, maka relay dipasang tidak pa
pada da kawkawat at fasfasa a melmelainainkan kan kawkawat at netnetral ral pada pada seksekundeunder r tratrafo fo aruarusnysnya. a. DengDenganan demikian relay ini dialiri oleh arus netralnya, berdasarkan komponen simetrisnya arus demikian relay ini dialiri oleh arus netralnya, berdasarkan komponen simetrisnya arus netral adalah jumlah dari arus ketiga fasanya. Arus urutan nol dirangkaian primernya netral adalah jumlah dari arus ketiga fasanya. Arus urutan nol dirangkaian primernya baru dapat mengalir jika terdapat jalan
baru dapat mengalir jika terdapat jalan kembali melalui tanah (melalui kawat netral).kembali melalui tanah (melalui kawat netral).
Gambar 4. Sambungan Relay GFR dan 2 OCR. Gambar 4. Sambungan Relay GFR dan 2 OCR.
4.6 Pemilihan Pengaman Arus Lebih 4.6 Pemilihan Pengaman Arus Lebih
Pemilihan pengaman arus lebih untuk pengamanan sistem 20 kV disesuaikan Pemilihan pengaman arus lebih untuk pengamanan sistem 20 kV disesuaikan dengan pola pengaman sistem SPLN 52-3:1983 berdasarkan sistem pentanahan netral dengan pola pengaman sistem SPLN 52-3:1983 berdasarkan sistem pentanahan netral
a)
a) Sistem distribusi 20 kV tiga fasa, tiga kawat dengan pentanahan netral melaluiSistem distribusi 20 kV tiga fasa, tiga kawat dengan pentanahan netral melalui tahanan tinggi (Pola I)
tahanan tinggi (Pola I) b)
b) Sistem distribusi 20 kV tiga fasa, empat kawat dengan pentanahan langsungSistem distribusi 20 kV tiga fasa, empat kawat dengan pentanahan langsung (Pola II)
(Pola II) c)
c) Sistem distribusi 20 kV tiga fasa, tiga kawat dengan pentanahan netral melaluiSistem distribusi 20 kV tiga fasa, tiga kawat dengan pentanahan netral melalui tahanan rendah (Pola III)
tahanan rendah (Pola III)
a
Pad
Pada a gargardu du indinduk uk dipdipasaasang ng penpengamgaman an jarjaringingan an (pe(pengangaman man utautama) ma) yaiyaitutu pemutus beban dengan alat pengaman
pemutus beban dengan alat pengaman a.
a. RelRelai aruai arus lebis lebih untuk meh untuk membembebasbaskan gankan ganggugguan antan antar fasar fasaa b.
b. Relai gangguan tanah terarah untuk membebaskan gangguan tanahRelai gangguan tanah terarah untuk membebaskan gangguan tanah c.
c. Relai penutup balik untuk memulihkan sistem dari gangguan temporer danRelai penutup balik untuk memulihkan sistem dari gangguan temporer dan untuk koordinasi kerja dengan
untuk koordinasi kerja dengan peralatan di sisi hilir (SSO) atau AVSperalatan di sisi hilir (SSO) atau AVS d.
d. SaSaklklar ar seseksksi oi ototomamatitiss e.
e. Untuk mengisolasi daerah yang terkena sekecil mungkin gangguan. Alat iniUntuk mengisolasi daerah yang terkena sekecil mungkin gangguan. Alat ini mem
mempunypunyai ai pengpengatuatur r dan dan tratransfnsformormatoator r tegtegangaangan n sebsebagai agai penpenggerggerak ak dandan pengindera.
pengindera. ff.. PPeelleebbuur (r (PPLL)) g.
g. DipasaDipasang pada ng pada titititik percak percabangan anbangan antara stara saluraaluran utamn utama dan caa dan cabang.bang.
b
b)) PPoolla a IIII
Pen
Pengamgaman an leblebur ur dipdipakaakai i sebsebagaagai i pengpengamaaman n salsalurauran n cabcabang ang terterhadahadap p gangangguagguann permanen
permanen
c)
c) Pola Pola IIIIII
a) Pengaman utama dalam PMB yang dipasang di gardu induk yang dilengkapi a) Pengaman utama dalam PMB yang dipasang di gardu induk yang dilengkapi dengan:
dengan:
•• Relai arus lebih untuk membebaskan gangguan antar fasaRelai arus lebih untuk membebaskan gangguan antar fasa
•• Relai gangguan tanah terarah untuk membebaskan gangguan tanahRelai gangguan tanah terarah untuk membebaskan gangguan tanah
•• Relai penutup balik untuk memulihkan sistem dari gangguan temporer danRelai penutup balik untuk memulihkan sistem dari gangguan temporer dan untuk koordinasi kerja dengan
untuk koordinasi kerja dengan peralatan di sisi hilir SSO atau AVSperalatan di sisi hilir SSO atau AVS b) Saklar seksi otomatis (SSO)
b) Saklar seksi otomatis (SSO)
Untuk membatasi pemadaman sekecil mungkin maka jaringan utama dapat dibagi Untuk membatasi pemadaman sekecil mungkin maka jaringan utama dapat dibagi dalam beberapa seksi dengan menggunakan SSO sebagai pemisah.
dalam beberapa seksi dengan menggunakan SSO sebagai pemisah. c) Pelebur (PL)
Sebagai pengaman terhadap gangguan permanen yang dipasang pada seluruh cabang. Sebagai pengaman terhadap gangguan permanen yang dipasang pada seluruh cabang.
4.7 Pemilihan Relai Arus Lebih 4.7 Pemilihan Relai Arus Lebih Pemilihan relai arus lebih untuk pengamanan
Pemilihan relai arus lebih untuk pengamanan sistem 20 kV diatur sebagai berikut.sistem 20 kV diatur sebagai berikut. a)
a) Sistem distribusi di mana variasi arus gangguannya cukup besar, yaituSistem distribusi di mana variasi arus gangguannya cukup besar, yaitu sist
sistem em distrdistribusi yang ibusi yang disupldisuplai ai dari sistem terpisah (PLTD), makadari sistem terpisah (PLTD), maka pemilihan relai arus lebih waktu tertentu akan lebih baik dari arus pemilihan relai arus lebih waktu tertentu akan lebih baik dari arus
lebih waktu terbalik. lebih waktu terbalik. b)
b) Sistem distribusi di mana variasi arus gangguannya kecil yang disuplaiSistem distribusi di mana variasi arus gangguannya kecil yang disuplai dari sistem yang
dari sistem yang sudah interkoneksudah interkoneksisi,, maka pemilihan relai arus lebihmaka pemilihan relai arus lebih waktu terbalik akan lebih baik d
waktu terbalik akan lebih baik dari arus lebih waktu tertentu.ari arus lebih waktu tertentu. c)
c) SistSistem em distrdistribusi yang ibusi yang disupldisuplai ai lebih dari lebih dari satu sistem pembangkitsatu sistem pembangkit,, un
unttuk uk memendndapapatatkakan n sselelekekttivivititas as dadan n ununtutuk k pepenynyululanang g yyanangg menginterkoneksikan relai arus lebih harus dilengkapi dengan relai menginterkoneksikan relai arus lebih harus dilengkapi dengan relai tanah.
tanah.
5
5
L
Lo
oa
ad B
d Brreea
ak S
k Sw
wiittcch (
h (L
LB
BS
S))
Swi
Swich ch pempemutuutus s bebabeban n (( Loa Load d BreBreak ak SwiSwitchtch, , LBSLBS) ) mermerupaupakan kan saksaklar ataular atau pemutus arus tiga fase untuk penempatan di luar ruas pada tiang pancang, yang pemutus arus tiga fase untuk penempatan di luar ruas pada tiang pancang, yang dikendalikan secara elektronis. Switch dengan penempatan di atas tiang pancang ini dikendalikan secara elektronis. Switch dengan penempatan di atas tiang pancang ini dioptimalkan melalui control jarak jauh dan skema otomatisasi. Swich pemutus beban dioptimalkan melalui control jarak jauh dan skema otomatisasi. Swich pemutus beban juga merupakan sebuah system penginterupsi hampa yang terisolasi oleh gas SF6 juga merupakan sebuah system penginterupsi hampa yang terisolasi oleh gas SF6
dalam sebuah tangki baja anti karat dan disegel. dalam sebuah tangki baja anti karat dan disegel.
Sis
Sistem tem kabekabelnylnya a yanyang g fulfull-il-insunsulatlated ed dan dan sysystestem m pempemasaasangan ngan padpada a tiatiangng pancang yang sederhana yang membuat proses instalasi lebih cepat dengan biaya pancang yang sederhana yang membuat proses instalasi lebih cepat dengan biaya
yang rendah.
pengendali yang terbuat dari baja anti karat sehingga dapat digunakan dalam berbagai pengendali yang terbuat dari baja anti karat sehingga dapat digunakan dalam berbagai
kondisi lingkungan. kondisi lingkungan.
Pan
Panel el penpengendgendali ali ((user-friendlyuser-friendly) ) dan dan tahtahan an segsegala kondisala kondisi i cuaccuaca. a. SisSistemtem mo
moninitotoriring ng dadan n penpengegendandalilian an jajararak k jajauh uh jujuga ga dadapat pat diditatambmbahahkan kan tatanpa npa peperlrluu menambahkan Remote Terminal Unit (RTU).
menambahkan Remote Terminal Unit (RTU). Pada umumnya versi-versi peralatan terdiri dari: Pada umumnya versi-versi peralatan terdiri dari:
•• Pole Top Load Break SwitchPole Top Load Break Switch •• Pole Top Control CubiclePole Top Control Cubicle •• Control & Protection ModuleControl & Protection Module
Dokumen-dokumen yang terkait antara lain: Dokumen-dokumen yang terkait antara lain:
•• Window Switchgear Operating Sistem (WSOS)Window Switchgear Operating Sistem (WSOS) •• Tes and Training Set (TTS)Tes and Training Set (TTS)
•• Database Access Protocol (DAP)Database Access Protocol (DAP)
•• Specific Telemetry Protocol ImplementationsSpecific Telemetry Protocol Implementations •• Panel Kontrol Jarak JauhPanel Kontrol Jarak Jauh
•• Workshop Field dan Test ProceduresWorkshop Field dan Test Procedures •• Prosedur Penggantian CAPMProsedur Penggantian CAPM
Versi-Versi Peralatan mencakup Contact Close dari p
Versi-Versi Peralatan mencakup Contact Close dari p enerimaan perintah tutupenerimaan perintah tutup <1.2 sec dan Contact Open sejak diterimanya perintah buka <1.2 sec. Tegangan Line <1.2 sec dan Contact Open sejak diterimanya perintah buka <1.2 sec. Tegangan Line Maksimum pada Swicthgear Ratings antara 12 atau 24kV dengan arus kontinyu 630 Maksimum pada Swicthgear Ratings antara 12 atau 24kV dengan arus kontinyu 630 A RMS. Media Isolasi Gas SF6 dengan tekanan operasional gas SF
A RMS. Media Isolasi Gas SF6 dengan tekanan operasional gas SF66 pada suhu 20 C pada suhu 20 C adalah 200kPa Gauge.
adalah 200kPa Gauge. Pen
Pengopegoperasrasian ian secsecara ara manmanual ual dapadapat t dildilakukakukan an secsecara ara indindepenependendent t oleolehh operator. Tekanan untuk mengoperasikan tuas Max 20 kg. Switch pemutus beban operator. Tekanan untuk mengoperasikan tuas Max 20 kg. Switch pemutus beban dilengkapi dengan bushing boots elastomeric untuk ruang terbuka. Boots tersebut dilengkapi dengan bushing boots elastomeric untuk ruang terbuka. Boots tersebut dapat menampung kabel berisolasi dengan ukuran diameter antara 16 – 32 mm dan dapat menampung kabel berisolasi dengan ukuran diameter antara 16 – 32 mm dan akan menghasilkan sistem yang terisolir penuh.
Kabel pre-cut yang telah diberi terminal dapat digunakan langsung untuk Kabel pre-cut yang telah diberi terminal dapat digunakan langsung untuk bushing switch Pemutus Beban dan telah memenuhi persyaratan yang sesuai dengan bushing switch Pemutus Beban dan telah memenuhi persyaratan yang sesuai dengan peralatan tersebut. Namun demikian, untuk kabel, dapat menggunakan yang telah peralatan tersebut. Namun demikian, untuk kabel, dapat menggunakan yang telah
dis
disediediakaakan n oleoleh h perperalaalatan tan tertersebsebut ut sepsepanjanjang ang masmasih ih memmemenuhenuhi i spespesifsifikaikasi si yanyangg ditentukan.
ditentukan.
Kons
Konstrutruksi ksi dan dan OperOperasi asi LoaLoad d BreBreak ak SwiSwitch tch dan dan SecSectiotionalnaliseiser r diudiurairaikankan sebagai berikut. Load Break Swicth menggunakan puffer interrupter di dalam sebuah sebagai berikut. Load Break Swicth menggunakan puffer interrupter di dalam sebuah tangki baja anti karat yang dilas penuh yang diisi dengan gas SF6. Interrupter tersebut tangki baja anti karat yang dilas penuh yang diisi dengan gas SF6. Interrupter tersebut di
dileletatakkakkan n sesecacara ra beberkrkelelomompopok k dadan n didigergerakakkan kan ololeh eh memekakaninismsme e pepegagas. s. InInii di
diopeoperarasisikan kan babaik ik sesecarcara a mamanunual al mamaupupun un dendengagan n sesebuabuah h momototor r DC DC dadalalamm kompartemen motor di bawah tangki. Listrik motor berasal dari batere-batere 24V kompartemen motor di bawah tangki. Listrik motor berasal dari batere-batere 24V dalam ruang kontrol.
dalam ruang kontrol. Trans
Transformeformer-trar-transfornsformer arus mer arus dipasdipasang ang di di dalam tangki dalam tangki dan dan dihubundihubungkan gkan keke el
elememenen-e-elelememen n elelekektrtrononik ik ununtutuk k memembmbererikikan an inindidikakasi si gagangngguguan an dadan n lilinene mea
measursuremeement. nt. TerTerdapdapat at bushbushinging-bu-bushishing ng epokepoksi si dengdengan an tratransfnsformormer er tegtegangaangann kapasitif, ini terhubung ke elemen-elemen elektronik untuk memberikan line sensing kapasitif, ini terhubung ke elemen-elemen elektronik untuk memberikan line sensing dan pengukuran.
dan pengukuran. Eleme
Elemen-elemn-elemen en elektelektronik control ronik control terlterletak etak dalam ruang dalam ruang kontrkontrol ol memimemilikiliki standar yang sama yang digunakan untuk mengoperasikan swicthgear intelijen, yang standar yang sama yang digunakan untuk mengoperasikan swicthgear intelijen, yang dihubungkan ke switchgear dengan kabel kontrol yang dimasukkan ke Swicth Cable dihubungkan ke switchgear dengan kabel kontrol yang dimasukkan ke Swicth Cable Entry Module (SCEM) yang terletak di dalam kompartemen motor.
Entry Module (SCEM) yang terletak di dalam kompartemen motor.
5.1 Fitur-fitur Swicthgear 5.1 Fitur-fitur Swicthgear
Instalasi penting dan fitur-fitur operator dari load break swicth (Gambar 6-19), yang Instalasi penting dan fitur-fitur operator dari load break swicth (Gambar 6-19), yang meliputi:
meliputi:
•• Mounting bracket yang cocok untuk pemasangan semua jenis kutup daya.Mounting bracket yang cocok untuk pemasangan semua jenis kutup daya. Mounting bracket ini dipasang ke kutup sebelum hoisting load break switch. Mounting bracket ini dipasang ke kutup sebelum hoisting load break switch.
•• Poin-poin pengangkatan to hoist Load Breaket Switch ke dalam posisi untuk Poin-poin pengangkatan to hoist Load Breaket Switch ke dalam posisi untuk dikancing dengan baut ke bracket.
dikancing dengan baut ke bracket.
•• Hubungan tegangan tinggi dibuat dengan kabel berisolasi yang diterminasiHubungan tegangan tinggi dibuat dengan kabel berisolasi yang diterminasi pada bushing-bushing epoksi. Kabel dan bushing-bushing ditutup dengan boot pada bushing-bushing epoksi. Kabel dan bushing-bushing ditutup dengan boot
ela
elastostomermerik ik yanyang g terterisi isi dengdengan an lemlemak ak silsilicoicon n utnutnuk uk menmencipciptaktakan an sisistestemm isolasi.
isolasi.
•• PenangPenangkal kal arus kejutan bisa arus kejutan bisa dipasdipasang ang pada lubang-lubapada lubang-lubang ng yang yang terstersedia atauedia atau pada kutub. Jika
pada kutub. Jika dipasdipasang ang ditemditempat lain pat lain maka penangkal arus dipasang padamaka penangkal arus dipasang pada tangki Load Break Switch.
tangki Load Break Switch.
•• Sebuah earth bolt MSebuah earth bolt M1212 disediakan untuk meletakkan load break switch.disediakan untuk meletakkan load break switch.
•• Jika terjadJika terjadi internal arc fault, sebuah vent i internal arc fault, sebuah vent sisi kutup tangki load break pecahsisi kutup tangki load break pecah untuk memberikan ventilasi bagi tekanan yang berlebihan. Ini menghilangkan untuk memberikan ventilasi bagi tekanan yang berlebihan. Ini menghilangkan resiko ledakan atau lepas dari kutub daya dank arena unit tersebut tidak berisi resiko ledakan atau lepas dari kutub daya dank arena unit tersebut tidak berisi minyak, maka bahaya kebakaran bias dihindari.
minyak, maka bahaya kebakaran bias dihindari.
•• SeSebubuah ah lelengangan n opeoperarasi si mamanunual al papada da sisisi si yayang ng papaliling ng lalauh uh dardari i kukututubb membiarkan operasi hoolstick dari tanah. Dengan menarik sisi lengan yang membiarkan operasi hoolstick dari tanah. Dengan menarik sisi lengan yang te
tepapat t mamaka ka loload ad brbreaeak k swswititch ch bibisasadiditrtrip ip atatau au diditutututup. p. MeMekakaninismsme e ininii “tergantung pada operator: sehingga tidak ada masalah seberapa cepat atau “tergantung pada operator: sehingga tidak ada masalah seberapa cepat atau lambat lengan tersebut digerakkan oleh operator.
lambat lengan tersebut digerakkan oleh operator.
•• Indikator-indikator posisiload break switch disediakan di bagian bawah danIndikator-indikator posisiload break switch disediakan di bagian bawah dan pada lengan operasi.
pada lengan operasi.
•• Sebuah counter operasi-opeSebuah counter operasi-operasi mekanis bisa rasi mekanis bisa dilihdilihat at melalmelalui ui jendeljendela a padapada bagian bawah kompartemen motor.
•• Kunci untuk mekaniKunci untuk mekanisme load sme load break switch disediakbreak switch disediakan an dengan menarik turundengan menarik turun gagang manual loack
gagang manual loack dengan sebuah hookstick. Saat terkunci mekanismedengan sebuah hookstick. Saat terkunci mekanisme tidak bisa trip atau close baik secara
tidak bisa trip atau close baik secara mekanisme atau secara elektrik.mekanisme atau secara elektrik.
•• Status interloack mekanis low gas ditunjukkan pada sisi bawah load break Status interloack mekanis low gas ditunjukkan pada sisi bawah load break swi
switchtch. . JikJika a gas low gas low makmaka a sebsebuah uah penupenutup mengaytup mengayun un ke ke samsampinping g untuntuk uk mengekspos tanda merah low gas warning. Mekanisme juga dikunci secara mengekspos tanda merah low gas warning. Mekanisme juga dikunci secara mekanis sehingga tidak bisa trip atau close.
mekanis sehingga tidak bisa trip atau close.
Gambar 6-19. Detail Load Break Switch Gambar 6-19. Detail Load Break Switch
5.2 Sensor Tekanan SF6. 5.2 Sensor Tekanan SF6.
Loa
Load d brebreak ak swiswitch tch menmenggaggabungbungkan kan dua dua sensensor sor tektekanan anan yanyang g memmemonionitor tor tekanan gas SF6. Satu sensor dimonitor oleh elemen-elemen elektronik control dan tekanan gas SF6. Satu sensor dimonitor oleh elemen-elemen elektronik control dan diguna
digunakan untuk kan untuk menampmenampilkan tekanan gas ilkan tekanan gas panel control operatorpanel control operator. . Jika tekanan gasJika tekanan gas j
jatatuh uh di di babawah wah amambanbang g yayang ng tetelalah h didiseset t mamaka ka inindidikakasi si rerendndah ah tetekakanan nan SFSF66 ditun
ditunjukkan pada jukkan pada panel control operator (SF6 panel control operator (SF6 PresPressure Lowsure Low)) dan semua operasidan semua operasi elekt
elektrik rik dikuncdikunci i elektelektronikronik. . Ambang untuk Ambang untuk deteksdeteksi i tekantekanan an rendah dikompensrendah dikompensasiasi dengan suhu.
dengan suhu.
Sensor kedua bersifat mekanis dan mengunci semua operasi jika tekanan gas Sensor kedua bersifat mekanis dan mengunci semua operasi jika tekanan gas hilan
berwarna merah pada sisi bawah kompartemen motor. Jika sudah dipicu interlock berwarna merah pada sisi bawah kompartemen motor. Jika sudah dipicu interlock hanya bisa direset dengan prosedur untuk pengisian ulang gas pada swicth. Interlock hanya bisa direset dengan prosedur untuk pengisian ulang gas pada swicth. Interlock gas ini
gas ini hanya merupakan alat-alahanya merupakan alat-alat t pendukupendukung. ng. OperatOperator or harus selalu memeriksharus selalu memeriksaa tampilan tekanan gas dalam ruang kontrol dan indicator tekanan gas rendah sebelum tampilan tekanan gas dalam ruang kontrol dan indicator tekanan gas rendah sebelum operasi load break switch.
operasi load break switch.
5.3 Memori Switchgear 5.3 Memori Switchgear SCEM di
SCEM di dalam kompartedalam kompartemen men motor memilimotor memiliki ki sebuah memori elektronisebuah memori elektronik k untuk menyimpan informasi tentang unit tersebut. Informasi ini meliputi nomor seri, untuk menyimpan informasi tentang unit tersebut. Informasi ini meliputi nomor seri, breaking rating, continuous current rating, jumlah operasi mekanis, jumlah operasi breaking rating, continuous current rating, jumlah operasi mekanis, jumlah operasi
mek
mekanianis s , , tegtegangangan an terterukurukur, , dan dan sisisa sa umuumur r kontkontak ak (pe(per r fasfasa) a) yanyang g keskesemuemuanyanyaa tersedia pada tampilan operator
tersedia pada tampilan operator ..
Yang perlu mendapat perhatian bahwa counter operasioperasi mekanis pada Yang perlu mendapat perhatian bahwa counter operasioperasi mekanis pada bagian bawah load break switch bisa berada di luar jalur ketika hitungan operasi bagian bawah load break switch bisa berada di luar jalur ketika hitungan operasi disimpan dalam memori jika switch dioperasikan secara manual tanpa koneksi dan disimpan dalam memori jika switch dioperasikan secara manual tanpa koneksi dan power up
power up ruang kontrolruang kontrol. . DemikDemikian pula, ian pula, umur kontak pada umur kontak pada memormemori i switswitchgear bisachgear bisa tidak benar jika operasi switching manual dilakukan tanpa ruang kontrol terhubung tidak benar jika operasi switching manual dilakukan tanpa ruang kontrol terhubung dan di power up.
dan di power up.
5.4 Umur Kontak 5.4 Umur Kontak Puf
Puffer fer intinterrerruptupter er daldalam am loaload d brebreak ak swiswitch tch memmemiliiliki ki ratrating ing tugtugas as yanyangg di
dibeberrikikan an papada da BaBagigian an 3. 3. elelememenen-e-elelemmen en elelekektrtrononik ik kokontntrorol l memengngukukur ur makin
making/breag/breaking current king current setisetiap ap saat load saat load break switch beroperasibreak switch beroperasi. . Arus terukur iniArus terukur ini diguna
digunakan kan untuk menghitununtuk menghitung g jumljumlah ah pemakapemakaian ian kontak yangtelkontak yangtelah ah dialadialami mi setisetiapap interrupter dan sisa umur kontakpun diupdate. Sisa umur kontak disimpan dalam interrupter dan sisa umur kontakpun diupdate. Sisa umur kontak disimpan dalam memori switchgear dan dapat ditampilkan dalam ruang kontrol. Jika sisa umur kontak memori switchgear dan dapat ditampilkan dalam ruang kontrol. Jika sisa umur kontak mencapai nol pada fasa manapun maka load break switch harus diperbaharui.
mencapai nol pada fasa manapun maka load break switch harus diperbaharui.
Karena breaking current aktual diukur dan sebagian besar beban benar-benar Karena breaking current aktual diukur dan sebagian besar beban benar-benar lebih rendah dari line current maksimum, maka metode pemantauan ini diharapkan lebih rendah dari line current maksimum, maka metode pemantauan ini diharapkan
akan memberikan umur operasi yang lebih panjang dari metode penghitung operasi akan memberikan umur operasi yang lebih panjang dari metode penghitung operasi sederhana.
sederhana.
5.5
5.5 Penyambung ke Penyambung ke Kontak Kontak KontrolKontrol
Loa
Load d brebreak ak swiswitch tch dihdihubuubungkangkan n ke ke ruaruang ng konkontrotrol l dendengan gan sebsebuah uah kabekabell ko
kontntrorol. l. KaKabel bel inini i didimamasusukkakkan n ke ke komkomparpartetememen n momototor r papada da babagigian an babawahwah switchgear. Kabel kontrol membawa hubungan-hubungan berikut ini :
switchgear. Kabel kontrol membawa hubungan-hubungan berikut ini :
•• Signal-signal operasi motor Signal-signal operasi motor
•• TraTravel vel swiswitchtches es yanyang g memmemantantau au posposisi isi kontkontak-ak-konkontak tak (sa(satu tu swiswitch tch yanyangg me
menanandndakakan an clclosose e dadan n llaiainnnnyya a mmenenanandadakakan n opopenen) ) dadan n popossisisigigasas interlock/interlock mekanis.
interlock/interlock mekanis.
•• TransTransformeformer-trar-transfornsformer mer arus arus dan dan layarlayar-lay-layar ar tegangategangan n yang yang dimasdimasukkanukkan dal
dalam am busbushihing-ng-bubushshining g yayang ng memengingiririmkmkan an sisigngnal al ke ke elelememenen-e-elelememenn elektronik untuk memonitor line current arus bumi dan tegangan fasa/bumi. elektronik untuk memonitor line current arus bumi dan tegangan fasa/bumi. Jika kabel kontrol dilepas (pada salah satu ujungnya) maka sigmal-sigmal ini Jika kabel kontrol dilepas (pada salah satu ujungnya) maka sigmal-sigmal ini secara otomatis dipersingkat oleh elemen arus di dalam
secara otomatis dipersingkat oleh elemen arus di dalam load break switch.load break switch.
•• Signal-signal untuk membaca dan menulis memori switch.Signal-signal untuk membaca dan menulis memori switch.
5.6 Kontak Kontrol dan Panel Peralatan 5.6 Kontak Kontrol dan Panel Peralatan
Kontak control diranc
Kontak control dirancang ang untuk tujuan pengoperasuntuk tujuan pengoperasian untuk ian untuk tiang pancang di tiang pancang di ruangruang terbuka. Kontak kontrol tersebut mempunyai jendela ber-engsel yang dapat diakses terbuka. Kontak kontrol tersebut mempunyai jendela ber-engsel yang dapat diakses ol
oleh eh petpetugugas as opeoperarasisionaonal l dadalalam m sesegagala la cucuacaca a sesebubuah ah pipintntu u mamasusuk k untuntuk uk ststaf af pe
pemelmelihaiharaaraan. n. BaiBaik k pinpintu tu maumaupun pun jenjendeldela a tertersebsebut ut dapdapat at digdigembembok ok untuntuk uk demdemii keamanan dan pintu bisa dipindahkan jika perlu. Gambar 6-20 menunjukkan dimensi keamanan dan pintu bisa dipindahkan jika perlu. Gambar 6-20 menunjukkan dimensi ruang control. Di dalam cover terdapat sebuah panel peralatan dengan ciri-ciri utama ruang control. Di dalam cover terdapat sebuah panel peralatan dengan ciri-ciri utama berikut.:
•• Ruang kabel-kabel menampung transformer-transformer kabel LV dan sakelar Ruang kabel-kabel menampung transformer-transformer kabel LV dan sakelar pemutus untuk batere dan suplai Bantu.
pemutus untuk batere dan suplai Bantu.
•• Ruang elemen-elemen elektronik menampung Modul Kontrol dan ProteksiRuang elemen-elemen elektronik menampung Modul Kontrol dan Proteksi (CA
(CAPMPM) ) dan dan SubSub-Si-Sistestem m PanPanel el OpeOperatrator or (OP(OPS). S). RuaRuang ng ini ini disdisegeegel l untuntuk uk melindungi elemen-elemen elektronik dari polusi udara.
melindungi elemen-elemen elektronik dari polusi udara. •• Ruang batereRuang bateremenampung 2 batere 12 Volt.menampung 2 batere 12 Volt.
•• Slot untuk radio Slot untuk radiodigunakan untuk menaikkan radio komunikasi, modem ataudigunakan untuk menaikkan radio komunikasi, modem atau kartu IOEX. Nampan ini tergantung ke bawah untuk mengekpos radio/modem kartu IOEX. Nampan ini tergantung ke bawah untuk mengekpos radio/modem dan dapat dilepaskan untuk pemasangan radio.modem.
dan dapat dilepaskan untuk pemasangan radio.modem.
•• Modul Entri Kabel Kontrol Modul Entri Kabel Kontrol menyediakan terminasi dan penyaringan untuk menyediakan terminasi dan penyaringan untuk kabel control, modul ini ditempatkan di belakang sebuah panel yang dapat kabel control, modul ini ditempatkan di belakang sebuah panel yang dapat dipindahkan.
dipindahkan.
•• Kabel control yang masuk dihubungkan ke P1 dari CCEM, alat pemasangKabel control yang masuk dihubungkan ke P1 dari CCEM, alat pemasang kabel N03-505 dihubungkan ke P2 dari CCEM.
kabel N03-505 dihubungkan ke P2 dari CCEM.
•• Kompa Kompartemertemen n pemanaspemanas untuntuk uk pempemanaanas s ruaruang ng contcontrolrol. . Di Di tentengah gah panepanell peralatan terdapat sebuah pipa karet untuk saluran kabel yang menampung peralatan terdapat sebuah pipa karet untuk saluran kabel yang menampung
sist
sistem em kabel internal. Panel kabel internal. Panel peralperalatan dapat atan dapat dipinddipindahkan dengan ahkan dengan melepmelepaskanaskan hubungan-hubungan eksternal dan baut-baut ini bisa dilakukan di lapangan hubungan-hubungan eksternal dan baut-baut ini bisa dilakukan di lapangan jika dianggap
jika dianggap perlu untuk perlu untuk menggamengganti keseluruhan panel nti keseluruhan panel peralperalatan. Demikianatan. Demikian pula mungkin lebih mudah untuk
pula mungkin lebih mudah untuk menggamengganti seluruh ruang control. Panelnti seluruh ruang control. Panel peral
peralatan atan diatudiatur r sedemsedemikian ikian sehingsehingga ga komponekomponen-kompn-komponen onen yang yang sensisensitif tif terdapat panas, batere ditempatkan di bagian bawah dekat tempat masuknya terdapat panas, batere ditempatkan di bagian bawah dekat tempat masuknya udara. Pada keadaan-keadaan tropis, pengaturan ini menjamin batere dapat udara. Pada keadaan-keadaan tropis, pengaturan ini menjamin batere dapat bertahan dalam beberapa derajat suhu sekitar setiap saat dan dengan demikian bertahan dalam beberapa derajat suhu sekitar setiap saat dan dengan demikian memaksimalkan umur batere. Di samping bagian yang paling menimbulkan memaksimalkan umur batere. Di samping bagian yang paling menimbulkan p
panaanas, s, susuplplai ai liliststririk k diditetempmpatatkan kan di di babagigian an atatas as ruruang ang sesehihinggngga a dadapatpat meminimalkan dampak pemanasan pada bagian-bagian lain.