• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Kasus Peritonitis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Kasus Peritonitis"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

Status : kawin Status : kawin Tanggal masuk

Tanggal masuk : 22 : 22 maret 2011maret 2011 Tanggal periksa

Tanggal periksa : 22 : 22 maret 2011maret 2011 Diagnosis masuk

Diagnosis masuk : Observasi : Observasi abdominal pain susp abdominal pain susp peritonitisperitonitis Anamnesis

Anamnesis

Riwayat penyakit sekarang Riwayat penyakit sekarang

Keluhan utama : nyeri seluruh bagian perut Keluhan utama : nyeri seluruh bagian perut

Os datang ke UGD RSU. Prof. dr boloni dengan keluhan nyeri seluruh bagian perut sejak 7 hri Os datang ke UGD RSU. Prof. dr boloni dengan keluhan nyeri seluruh bagian perut sejak 7 hri SMRS.

SMRS.

 Nyeri seperti

ditusuk- Nyeri seperti ditusuk-tusuk, terus-metusuk, terus-menerus, dan nerus, dan semakisemakin n sakit apabila bergerak, perut terasa kakusakit apabila bergerak, perut terasa kaku  pada

 pada saat saat sakitsakit. . Pada Pada awalnya awalnya nyeri nyeri dirasakdirasakan an pada pada uluhati uluhati kemudiakemudian n menjalmenjalar ar kesemkesemua ua bagianbagian  perut

 perut. Demam . Demam tinggi stinggi sejak 3 harejak 3 hari yang lai yang lalu, demam lu, demam dirasadirasakan terukan terus meners menerus.us. Os juga mengeluh

Os juga mengeluh perut kembung dan terasa perut kembung dan terasa penuh. Mual dan Mpenuh. Mual dan Muntah untah apabila diisi makanan.tidak apabila diisi makanan.tidak  BAB sejak 2 hari yang lalu, begitu juga dengan buang angin. BAK sedikit.

BAB sejak 2 hari yang lalu, begitu juga dengan buang angin. BAK sedikit. Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat Penyakit Dahulu

-memiliki riwayat penyakit hipertensi -memiliki riwayat penyakit hipertensi -Os memiliki riwayat penyakit asam urat -Os memiliki riwayat penyakit asam urat

(2)

The world's largest digital library

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

Cancel Anytime.

The world's largest digital library

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

Cancel Anytime.

The world's largest digital library

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

(3)

Riwayat pengobatan Riwayat pengobatan

Riwayat mengonsumsi obat-obatan bebas dan jamu dibenarkan, pasien mengaku sering membeli Riwayat mengonsumsi obat-obatan bebas dan jamu dibenarkan, pasien mengaku sering membeli obat warung bila asam uratnya kambuh.

obat warung bila asam uratnya kambuh. Riwayat Keluarga

Riwayat Keluarga

Os menyangkal keluarganya mempunyai penyakit dengan keluhan yang sama. Os menyangkal keluarganya mempunyai penyakit dengan keluhan yang sama. Riwayat alergi

Riwayat alergi

menyangkal ada alergi obat. menyangkal ada alergi obat. PEMERIKSAAN FISIK 

PEMERIKSAAN FISIK  Status Generalis (22-03-2011) Status Generalis (22-03-2011)

Keadaan Umum : tampak sakit berat Keadaan Umum : tampak sakit berat Kesadaran

Kesadaran : : somnolensomnolen Vital sign Vital sign : TD : TD : 150/90 : 150/90 mmHgmmHg  N : 96 x  N : 96 x/menit/menit R : 40 x/menit R : 40 x/menit t : 38 C t : 38 C°° KEPALA KEPALA • Bentuk

• Bentuk : M: Mesocephal, simetrisesocephal, simetris • Mata

• Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), pupil : Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), pupil isokor diameter 4 mm, reflek cahayaisokor diameter 4 mm, reflek cahaya (+/+)

(+/+) • Hidung

• Hidung : Discharge (-/-), : Discharge (-/-), deviasi septum deviasi septum (-/-)(-/-) •

• Mulut Mulut : : Bibir Bibir kering, tidak kering, tidak pucatpucat • Telinga

• Telinga : Tidak ada : Tidak ada kelainan bentuk, tidak ada dischargekelainan bentuk, tidak ada discharge • Leher

• Leher : Kelenjar thyroid tidak mem: Kelenjar thyroid tidak membesar, kelenjar limfe tidak membesar, besar, kelenjar limfe tidak membesar, JVP tidak meningkatJVP tidak meningkat THORAX

THORAX Jantung Jantung

(4)

The world's largest digital library

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

Cancel Anytime.

The world's largest digital library

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

(5)

A

A : : BBuunnyyi i jjaannttuunng g 1 1 ddaan n 2 2 NNoorrmmaall, , ggaalllloop p ((--) ) mmuurrmmuur r ((--)) • Pulmo

• Pulmo

Inspeksi : Simetris kanan dan kiri, retraksi (-), ketinggalan gerak (-) Inspeksi : Simetris kanan dan kiri, retraksi (-), ketinggalan gerak (-) Palpasi

Palpasi : Taktil fre: Taktil fremitus kanan sama mitus kanan sama dengan kiridengan kiri Perkusi

Perkusi : Sonor : Sonor seluruh lapangan seluruh lapangan paruparu

Auskultasi : Suara dasar vesikuler kanan dan kiri, suara tambahan (-) Auskultasi : Suara dasar vesikuler kanan dan kiri, suara tambahan (-) ABDOMEN

ABDOMEN : : Lihat Status Lihat Status lokalislokalis EKSTREMITAS

EKSTREMITAS • Superior

• Superior : Edema : Edema (-/-), akral (-/-), akral hangathangat • Inferior : Edema (-/-), akral hangat • Inferior : Edema (-/-), akral hangat Status Lokalis

Status Lokalis

REGIO ABDOMEN REGIO ABDOMEN • Inspeksi :

• Inspeksi : Perut distensi, gerakan pernafasan abdomen (-), Perut distensi, gerakan pernafasan abdomen (-), darm countour (-), darm darm countour (-), darm steifung (-),steifung (-), sikatriks bekas operasi (-)

sikatriks bekas operasi (-)

• Auskultasi : Bising usus (-)/ menurun, metalic sound (-), borborigmi (-) • Auskultasi : Bising usus (-)/ menurun, metalic sound (-), borborigmi (-) • Perkusi : hiperTim

• Perkusi : hiperTimpani pani di seluruh lapang abdomen, pekak hati di seluruh lapang abdomen, pekak hati menghilang, pekak beralih (-)menghilang, pekak beralih (-) • Palpasi

• Palpasi : Defans muskular (+), nyeri tekan di seluruh lapang abdomen (+), nyeri : Defans muskular (+), nyeri tekan di seluruh lapang abdomen (+), nyeri tekan lepas (+)tekan lepas (+) (reboun tenderness)

(reboun tenderness) REGIO UROLOGI REGIO UROLOGI • CVA

• CVA : balotment (-), nyeri : balotment (-), nyeri ketok (-/-), nyeri tekan (-/-)ketok (-/-), nyeri tekan (-/-) • Suprapubik : bulging (-), nyeri tekan (-)

• Suprapubik : bulging (-), nyeri tekan (-) • OUE

• OUE : terpasang DC : terpasang DC no 16, urin wno 16, urin warna kuning jernih, volume minimalarna kuning jernih, volume minimal Pemeriksaan rectal toucher 

Pemeriksaan rectal toucher 

Perenium : hemoroid grade II/III arah jam 5 Perenium : hemoroid grade II/III arah jam 5 • Tonus m. spincter ani lemah

• Tonus m. spincter ani lemah • Mukosa licin

• Mukosa licin

• Ampula recti kolaps • Ampula recti kolaps

• Pole atas prostat teraba, taksiran berat prostat 20 gram • Pole atas prostat teraba, taksiran berat prostat 20 gram • Nyeri tekan di seluruh jam

(6)

The world's largest digital library

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

Cancel Anytime.

The world's largest digital library

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

(7)

Penjajakan : Penjajakan :

1.

1. RoRontntgegen tn thohorarax x APAP 2.

2. rorontgntgen en abdabdomomen en 3 p3 pososisisii 3.

3. PemerPemeriksaan laiksaan laboratorboratorium darium darah rutiah rutin, kimin, kimia darah, a darah, elektrelektrolite dan olite dan urine lurine lengkapengkap 4

4.. EEKKGG

HASIL PEMERIKSAAN PENUNJANG HASIL PEMERIKSAAN PENUNJANG Foto Rontgen Thorax AP:

Foto Rontgen Thorax AP: • Pulmo normal • Pulmo normal • Cor : cardiomegali ctr >50% • Cor : cardiomegali ctr >50% Foto abdomen : Foto abdomen :

LLD : didapatkan free air intra peritonial pada daerah perut yang paling tinggi. LLD : didapatkan free air intra peritonial pada daerah perut yang paling tinggi. EKG : AV blok derajat IIb

EKG : AV blok derajat IIb

Laboratorium Darah Rutin (23-3-2011 pagi hari) Laboratorium Darah Rutin (23-3-2011 pagi hari) WBC

WBC : 21,5 (3.5 : 21,5 (3.5 – 10.0.10³/mm³ – 10.0.10³/mm³ ))

Difcount : e = 2, s=90, b=0, bat=0, lim=3, mon 5 Difcount : e = 2, s=90, b=0, bat=0, lim=3, mon 5 RBC RBC : : 3.85 3.85 (3.80 (3.80 – 5.80.10– 5.80.106/mm³ 6/mm³ )) HGB HGB : : 13,1 13,1 (11.0 (11.0 – – 16.5 g/dl 16.5 g/dl )) HCT HCT : : 38,9 38,9 (35.0 – (35.0 – 50.0 50.0 % % )) PLT PLT : : 269 269 (150 (150 – – 390.10³/mm³ 390.10³/mm³ )) MCV MCV : : 78 78 (80-97 (80-97 H H µm³ µm³ )) MCH MCH : : 25,2 25,2 (26.5-33.5 (26.5-33.5 %)%) MCHC MCHC : : 32,3 32,3 (31.5-35.0 (31.5-35.0 gr/dl)gr/dl) GOL. DARAH : B GOL. DARAH : B BT BT : : 2’50”2’50” CT CT : : 4’05”4’05” Urine lengkap : Urine lengkap :

(8)

The world's largest digital library

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

Cancel Anytime.

The world's largest digital library

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

(9)

Bilirubin : Bilirubin : -Ph : 5,0 Ph : 5,0 Berat jenis : 1,020 Berat jenis : 1,020 Sedimen Sedimen Eritrosit : penuh/lp Eritrosit : penuh/lp Lekosit : 20-30/lp Lekosit : 20-30/lp Epitel : 0-10 /lp Epitel : 0-10 /lp

Laboratorium Kimia Darah (14-8-2008, pagi hari) Laboratorium Kimia Darah (14-8-2008, pagi hari) GDS GDS : : 146 146 mg% (mg% (<140)<140) Ureum Ureum : : 130 130 (10-50)(10-50) Kreatinin : Kreatinin : 3,1 3,1 (L: (L: 0,9-1,2)0,9-1,2) SGOT SGOT : : 29 29 (L: (L: 5-42)5-42) SGPT SGPT : : 31 31 (L: (L: 5-32)5-32) HBsAg

HBsAg : : negatif negatif  Faal ginjal : Faal ginjal : Ureum Ureum : : 120 120 mg/dlmg/dl Uria acid : 13,2 mg/dl Uria acid : 13,2 mg/dl Creatinin : 2,88 Creatinin : 2,88  Natri  Natrium : 143 mum : 143 meqeq Kalium : 4,0 meq Kalium : 4,0 meq Clorida : 105 meq Clorida : 105 meq Diagnosis kerja : Diagnosis kerja : 1.

1. didiffffuseused ped periritotoneuneum dum due toe to gastritis perforasi

gastritis perforasi

PRO Laparatomi eksplorasi cito PRO Laparatomi eksplorasi cito

•  puasa puasa •

• infus RL guyur 2 liter (nmonitoring out put sampai .1cc/kgBBinfus RL guyur 2 liter (nmonitoring out put sampai .1cc/kgBB •

•  NGT decompre NGT decompresi (cairsi (cairan lamban lambung volumung volume minime minimal <30al <30cccc Catheter (monitoring output)

(10)

The world's largest digital library

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

Cancel Anytime.

The world's largest digital library

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

(11)

LAPORAN OPERASI LAPORAN OPERASI

• Diagnosa pra bedah : peritonitis e.c

• Diagnosa pra bedah : peritonitis e.c perforasiperforasiviskus.viskus. • Diagnosa pasca bedah : peritonitis e.c

• Diagnosa pasca bedah : peritonitis e.cperforasiperforasigaster.gaster. •

• Tindakan Tindakan : : laparotomi laparotomi eksplorasi eksplorasi dengan wdengan wide ide exciseexcise • Golongan operasi : CITO, mayor 

• Golongan operasi : CITO, mayor  • A

• Anestesi nestesi : : general anestesigeneral anestesi • Laporan jalannya operasi: • Laporan jalannya operasi:

o Pasien posisi supine, dalam stadium anestesi dilakukan prosedur aseptik-antiseptik. o Pasien posisi supine, dalam stadium anestesi dilakukan prosedur aseptik-antiseptik. o Dilakukan insisi meridian dan diperdalan hingga tampak peritoneum.

o Dilakukan insisi meridian dan diperdalan hingga tampak peritoneum. o Peritoneum dibuka, keluar cairan keruh (nanah).

o Peritoneum dibuka, keluar cairan keruh (nanah). o Dilakukan eksplorasi, tampak 

o Dilakukan eksplorasi, tampak perforasiperforasipada corpus gaster, diameter lebih kurang 2 cm.pada corpus gaster, diameter lebih kurang 2 cm. o Dilakukan wide excise, hecting dan dilakukan omental reseksi.

o Dilakukan wide excise, hecting dan dilakukan omental reseksi. o Kontrol perdarahan, pasang drain.

o Kontrol perdarahan, pasang drain. o Luka operasi dijahit lapis demi lapis. o Luka operasi dijahit lapis demi lapis. o Operasi selesai.

o Operasi selesai.

INSTRUKSI POST OPERASI (rawat di ICU) INSTRUKSI POST OPERASI (rawat di ICU) • Awasi KU/ balance cairan

• Awasi KU/ balance cairan

• Puasa 3 hari, selanjutnya diet bertahap • Puasa 3 hari, selanjutnya diet bertahap • IVFD RL 40 tpm • IVFD RL 40 tpm • Pasang DC • Pasang DC • pasang jvp • pasang jvp • Inj merocef  • Inj merocef  • Inj trichonazole • Inj trichonazole • Cek Hb post operasi • Cek Hb post operasi

(12)

The world's largest digital library

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

Cancel Anytime.

The world's largest digital library

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

(13)

Start Free Trial Cancel Anytime.

LAMPIRAN TEORI LAMPIRAN TEORI

Terminologi abdomen akut telah banyak diketahui namun sulit untuk didefinisikan secara tepat. Terminologi abdomen akut telah banyak diketahui namun sulit untuk didefinisikan secara tepat. Tetapi sebagai acuan adalah kelainan nontraumatik mendadak dengan gejala utama di daerah Tetapi sebagai acuan adalah kelainan nontraumatik mendadak dengan gejala utama di daerah abdomen dengan nyeri sebagai keluhan utama dan memerlukan tindakan bedah segera, misalnya abdomen dengan nyeri sebagai keluhan utama dan memerlukan tindakan bedah segera, misalnya  pada

 pada perforasiperforasi, perdarahan intraabdomen, infeksi, obstruksi dan strangulasi jalan cerna dapat, perdarahan intraabdomen, infeksi, obstruksi dan strangulasi jalan cerna dapat menyebabkan

menyebabkan perforasiperforasi yang mengakibatkan kontaminasi rongga perut oleh isi saluran cernayang mengakibatkan kontaminasi rongga perut oleh isi saluran cerna sehingga terjadilah peritonitis.

sehingga terjadilah peritonitis.

Banyak kondisi yang dapat menimbulkan abdomen akut. Secara garis besar, keadaan tersebut Banyak kondisi yang dapat menimbulkan abdomen akut. Secara garis besar, keadaan tersebut dapat dikelompokkan dalam lima hal, yaitu:

dapat dikelompokkan dalam lima hal, yaitu: 1. Proses peradangan bakterial-kimiawi; 1. Proses peradangan bakterial-kimiawi;

2. Obstruksi mekanis: seperti pada volvulus, hernia atau perlengketan; 2. Obstruksi mekanis: seperti pada volvulus, hernia atau perlengketan; 3. Neoplasma atau tumor: karsinoma, polypus, atau kehamilan ektopik; 3. Neoplasma atau tumor: karsinoma, polypus, atau kehamilan ektopik; 4. Kelainan vaskuler: emboli, tromboemboli,

4. Kelainan vaskuler: emboli, tromboemboli,perforasiperforasi, dan fibrosis;, dan fibrosis; 5. Kelainan kongenital

5. Kelainan kongenital

Peradangan peritoneum merupakan komplikasi berbahaya yang sering terjadi akibat penyebaran Peradangan peritoneum merupakan komplikasi berbahaya yang sering terjadi akibat penyebaran inf

infekeksi si dardari i orgorgan-an-orgorgan an abdabdomomen en (m(misisalalnya nya apapenendisdisititisis, , sasalplpingingititisis,, perforasiperforasi ulkusulkus gastroduodenal), ruptura saluran cerna, komplikasi post operasi, iritasi kimiawi, atau dari luka gastroduodenal), ruptura saluran cerna, komplikasi post operasi, iritasi kimiawi, atau dari luka tem

tembus bus abdoabdomen. men. Pada Pada keakeadaan daan nornormalmal, , perperitoitoneum neum resresististen en terterhadahadap p infeinfeksi ksi bakbakterteri. i. NamNamunun adan

adanya ya kontkontamiaminasi bakternasi bakteri i yang yang terterus us menmeneruerus, s, baktbakteri eri yang yang virviruleulen, n, resresististensi ensi tubtubuh uh yangyang menurun, dan adanya benda asing atau enzim pencerna aktif, kesemua hal ini merupakan menurun, dan adanya benda asing atau enzim pencerna aktif, kesemua hal ini merupakan faktor-faktor yang dapat memudahkan terjadinya peritonitis (radang peritoneum).

faktor yang dapat memudahkan terjadinya peritonitis (radang peritoneum). Pe

Periritotonitnitis is seselalain in didisesebababkabkan n ololeh eh kelkelaiainan nan di di daldalam am abdabdomomen en yayang ng beberurupa pa infinflalamamasi si dadann  penyuli

 penyulitnya, jugtnya, juga oleh ilea oleh ileus obstrus obstruktif, isuktif, iskemia dakemia dan perdarn perdarahan. Sebagahan. Sebagian kelainaian kelainan disebabn disebabkan olehkan oleh cidera langsung atau tidak langsung yang mengakibatkan

(14)

The world's largest digital library

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

(15)

Start Free Trial Cancel Anytime.

Peritonitis adalah peradangan pada peritoneum yang merupakan pembungkus visera dalam rongga Peritonitis adalah peradangan pada peritoneum yang merupakan pembungkus visera dalam rongga  perut

 perut.Peritonit.Peritonitis is dapat dapat terjadterjadi i akibat akibat suatu suatu resporespon n inflamainflamasi si atau atau supurasupuratif tif dari dari peritperitoneum oneum yangyang disebabkan oleh iritasi kimiawi atau invasi bakteri.

disebabkan oleh iritasi kimiawi atau invasi bakteri.

ANATOMI ANATOMI Per

Peritoitoneum neum adaladalah ah mesmesoderoderm m lamlamina ina latlateraleralis is yang yang tettetap ap berbersifasifat t epiepiteltelial. ial. Pada Pada perpermulmulaan,aan, mesoderm merupakan dinding dari sepasang rongga yaitu coelom. Di antara kedua rongga terdapat mesoderm merupakan dinding dari sepasang rongga yaitu coelom. Di antara kedua rongga terdapat entoderm yang merupakan dinding enteron. Enteron didaerah abdomen menjadi usus. Sedangkan entoderm yang merupakan dinding enteron. Enteron didaerah abdomen menjadi usus. Sedangkan kedua rongga mesoderm, bagian dorsal dan ventral usus saling mendekat, sehingga mesoderm kedua rongga mesoderm, bagian dorsal dan ventral usus saling mendekat, sehingga mesoderm tersebut kemudian akan menjadi peritoneum.

tersebut kemudian akan menjadi peritoneum. Lapisan peritonium dibagi menjadi 3, yaitu: Lapisan peritonium dibagi menjadi 3, yaitu:

1. Lembaran yang menutupi dinding usus, disebut lamina visceralis (tunika serosa). 1. Lembaran yang menutupi dinding usus, disebut lamina visceralis (tunika serosa). 2. Lembaran yang melapisi dinding dalam abdomen disebut lamina parietalis. 2. Lembaran yang melapisi dinding dalam abdomen disebut lamina parietalis. 3. Lembaran yang menghubungkan lamina visceralis dan lamina parietalis. 3. Lembaran yang menghubungkan lamina visceralis dan lamina parietalis.

Area permukaan total peritoneum sekitar dua meter persegi, dan aktivitasnya konsisten dengan Area permukaan total peritoneum sekitar dua meter persegi, dan aktivitasnya konsisten dengan sua

suatu tu memmembrabran n semsemi i perpermeameabel. bel. CairCairan an dan dan eleelektrktrolit olit kecikecil l dapadapat t berbergeragerak k menumenuju ju dua dua araarah.h. Molekul-molekul yang lebih besar kemudian akan dibersihkan ke dalam mesotelium diafragma Molekul-molekul yang lebih besar kemudian akan dibersihkan ke dalam mesotelium diafragma dan sistem limfatik melalui stomata-stomata kecil.

dan sistem limfatik melalui stomata-stomata kecil. Organ-organ yang terdapat di cavum peritoneum yaitu: Organ-organ yang terdapat di cavum peritoneum yaitu:

• Gaster, hepar, vesica fellea, lien, ileum, jejenum, kolon transversum, kolon sigmoid, sekum, dan • Gaster, hepar, vesica fellea, lien, ileum, jejenum, kolon transversum, kolon sigmoid, sekum, dan appendix (intraperitoneum);

appendix (intraperitoneum);

• Pankreas, duodenum, kolon ascenden & descenden, ginjal dan ureter (retroperitoneum). • Pankreas, duodenum, kolon ascenden & descenden, ginjal dan ureter (retroperitoneum). ETIOLOGI

(16)

The world's largest digital library

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

(17)

Start Free Trial Cancel Anytime.

 pasie

 pasien dengan kon dengan kondisi kondisi komorbid smorbid sebelumebelumnya, dan panya, dan pada pasieda pasien yang imun yang imunokompnokompromais romais (riwaya(riwayatt sirosis hepatis, TB).

sirosis hepatis, TB).

Bila dilihat dari organ yang menyebabkan peritonitis, maka penyebabnya dapat diklasifikasikan Bila dilihat dari organ yang menyebabkan peritonitis, maka penyebabnya dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

sebagai berikut:

• Esofagus: keganasan, trauma, iatrogenik dan sindrom Boerhaave; • Esofagus: keganasan, trauma, iatrogenik dan sindrom Boerhaave; • Lambung:

• Lambung:perforasiperforasiulkus peptikum, adenokarsinoma, limfoma, tumor stroma GIT, trauma danulkus peptikum, adenokarsinoma, limfoma, tumor stroma GIT, trauma dan iatrogenik;

iatrogenik; • Duodenum:

• Duodenum:perforasiperforasiulkus peptikum, trauma (tumpul dan penetrasi), dan iatrogenik;ulkus peptikum, trauma (tumpul dan penetrasi), dan iatrogenik; • Traktus bilier: kolesistitis,

• Traktus bilier: kolesistitis, perforasiperforasikolelithiasis, keganasan,ta duktus koledokus, trauma dankolelithiasis, keganasan,ta duktus koledokus, trauma dan iatrogenik;

iatrogenik;

• Pankreas: pankreatitis (alkohol, obat-obatan batu empedu), trauma dan iatrogenik; • Pankreas: pankreatitis (alkohol, obat-obatan batu empedu), trauma dan iatrogenik;

• Kolon asendens: iskemia kolon, hernia inkarserata, obstruksi loop, penyakit crohn, keganasan, • Kolon asendens: iskemia kolon, hernia inkarserata, obstruksi loop, penyakit crohn, keganasan, divertikulum meckel, dan trauma;

divertikulum meckel, dan trauma;

• Kolon desendens dan appendiks: iskemia kolon, divertikulitis, keganasan, kolitis ulseratif, • Kolon desendens dan appendiks: iskemia kolon, divertikulitis, keganasan, kolitis ulseratif,  penyaki

 penyakit crohn, at crohn, appendippendisitis, sitis, volvulus volvulus kolon, trkolon, trauma dan auma dan iatrogeiatrogenik;nik; • Salping, uterus dan ovarium: radang panggul, keganasan dan trauma. • Salping, uterus dan ovarium: radang panggul, keganasan dan trauma.

Sedangkan menurut agen-nya, peritonitis dapat dibedakan menjadi dua kelompok sebagai berikut: Sedangkan menurut agen-nya, peritonitis dapat dibedakan menjadi dua kelompok sebagai berikut: • Peritonitis steril atau kimiawi: disebabkan karena iritasi bahan-bahan kimia, misalnya getah • Peritonitis steril atau kimiawi: disebabkan karena iritasi bahan-bahan kimia, misalnya getah lambung,dan pankreas, empedu, darah, urin, benda asing (talk, tepung, barium) dan substansi lambung,dan pankreas, empedu, darah, urin, benda asing (talk, tepung, barium) dan substansi kimia lain atau proses inflamasi transmural dari organ-organ dalam (misalnya penyakit crohn) kimia lain atau proses inflamasi transmural dari organ-organ dalam (misalnya penyakit crohn) tanpa adanya inokulasi bakteri di rongga abdomen

tanpa adanya inokulasi bakteri di rongga abdomen • Peritonitis bakterial:

• Peritonitis bakterial:

o Peritonitis bakterial spontan, 90% disebabkan monomikroba, tersering adalah bakteri gram o Peritonitis bakterial spontan, 90% disebabkan monomikroba, tersering adalah bakteri gram negatif, yakni 40% Eschericia coli, 7% Klebsiella-pneumoniae, spesies Pseudomonas, Proteus dan negatif, yakni 40% Eschericia coli, 7% Klebsiella-pneumoniae, spesies Pseudomonas, Proteus dan lain-lain. Sementara bakteri gram positif, yakni Streptococcus pneumoniae 15%, Streptococcus lain-lain. Sementara bakteri gram positif, yakni Streptococcus pneumoniae 15%, Streptococcus yang lain 15%, golongan Staphylococcus 3%, dan kurang dari 5% kasus mengandung bakteri yang lain 15%, golongan Staphylococcus 3%, dan kurang dari 5% kasus mengandung bakteri anaerob.

(18)

The world's largest digital library

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

(19)

Start Free Trial Cancel Anytime.

Pe

Pembembentuntukakan n ababseses s papada da peperitritonionititis s papada da prprinsinsipipnya nya memeruprupakakan an memekankanismisme e tutububuh h yanyangg melibatkan substansi pembentuk kuman itu sendiri untuk menciptakan kondisi abdomen yang melibatkan substansi pembentuk kuman itu sendiri untuk menciptakan kondisi abdomen yang st

stererilil. . PaPada da kekeadadaan aan jujumlmlah ah kukumaman n yayang ng sasangangat t banbanyakyak, , tutubuh buh susudadah h titidak dak mamampmpu u lalagigi men

mengelgelimiiminasi nasi kumkuman an dan dan berberusausaha ha menmengendgendalialikan kan penpenyebayebaran ran kumkuman an dengdengan an memmembentbentuk uk  kompar

kompartemen-kotemen-kompartmpartemen yang emen yang kita kenal kita kenal sebagai abses. Masuknya sebagai abses. Masuknya bakteri dalam jumlah bakteri dalam jumlah besar besar  ini dapat berasal dari berbagai sumber. Yang paling sering adalah kontaminasi bakteri transien ini dapat berasal dari berbagai sumber. Yang paling sering adalah kontaminasi bakteri transien akibat penyakit viseral atau intervensi bedah yang merusak keadaan abdomen.

akibat penyakit viseral atau intervensi bedah yang merusak keadaan abdomen.

Selain itu, peritonitis juga terjadi akibat virulensi kuman yang tinggi hingga mengganggu proses Selain itu, peritonitis juga terjadi akibat virulensi kuman yang tinggi hingga mengganggu proses fag

fagositositosiosis s dan dan pempembunubunuhan han baktbakteri eri dengdengan an netnetrofirofil. l. KeaKeadaan daan makmakin in burburuk uk jikjika a infeinfeksiksinyanya dibarengi dengan pertumbuhan bakteri lain atau jamur. Saat ini peritonitis juga diteliti lebih lanjut dibarengi dengan pertumbuhan bakteri lain atau jamur. Saat ini peritonitis juga diteliti lebih lanjut kar

karena ena melmelibatibatkan kan resrespon pon imuimun n tubutubuh h hinghingga ga mengmengaktaktifkaifkan n syssystemtemic ic inflinflammammatoatory ry resresponsponsee syndrome (SIRS) dan multiple organ failure (MOF).

syndrome (SIRS) dan multiple organ failure (MOF). MANIFESTASI KLINIS

MANIFESTASI KLINIS

Adanya darah atau cairan dalam rongga peritonium akan memberikan tanda – tanda rangsangan Adanya darah atau cairan dalam rongga peritonium akan memberikan tanda – tanda rangsangan  perit

 peritonium. Bonium. Biasanya diasanya diagnosis iagnosis peritperitonitis donitis ditegakkaitegakkan secara kln secara klinis denginis dengan adanya an adanya nyeri abdnyeri abdomenomen (akut abdomen) dengan nyeri yang tumpul dan tidak terlalu jelas lokasinya (peritoneum viseral) (akut abdomen) dengan nyeri yang tumpul dan tidak terlalu jelas lokasinya (peritoneum viseral) kemudian lama kelamaan menjadi jelas lokasinya (peritoneum parietal).

kemudian lama kelamaan menjadi jelas lokasinya (peritoneum parietal). Tanda-tanda peritonitis relatif sama dengan infeksi berat lainnya, yakni: Tanda-tanda peritonitis relatif sama dengan infeksi berat lainnya, yakni: • Demam tinggi, atau pasien yang sepsis bisa menjadi hipotermia

• Demam tinggi, atau pasien yang sepsis bisa menjadi hipotermia • Takikardia, dehidrasi hingga menjadi hipotensi

• Takikardia, dehidrasi hingga menjadi hipotensi

• Nyeri abdomen yang hebat biasanya memiliki punctum maximum di tempat tertentu sebagai • Nyeri abdomen yang hebat biasanya memiliki punctum maximum di tempat tertentu sebagai sumber infeksi

sumber infeksi

• Bising usus menurun sampai menghilang. Dinding perut akan terasa tegang (defans muskular), • Bising usus menurun sampai menghilang. Dinding perut akan terasa tegang (defans muskular),  biasanya

 biasanya karena mkarena mekanismekanisme antisie antisipasi pepasi penderita snderita secara tecara tidak sadar idak sadar untuk meuntuk menghindarnghindari palpai palpasi yangsi yang menyakitkan, atau bisa pula tegang karena iritasi peritoneum.

(20)

The world's largest digital library

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

(21)

Start Free Trial Cancel Anytime.

• INSPEKSI: kemungkinan adanya peritonitis akibat

• INSPEKSI: kemungkinan adanya peritonitis akibatperforasiperforasi perlu dicurigai bila tampak perlu dicurigai bila tampak   pernap

 pernapasan torasan torakal paakal pada penderda penderita yang aita yang abdomennybdomennya terlia terlihat teganghat tegang. Distens. Distensi perut i perut bagian atbagian atasas disertai peristaltik lambung menunjukkan adanya obstruksi pilorus. Tonjolan di epigastrium yang disertai peristaltik lambung menunjukkan adanya obstruksi pilorus. Tonjolan di epigastrium yang tampak jelas sering disebabkan oleh tumor ganas lambung yang sudah lanjut yang tidak layak  tampak jelas sering disebabkan oleh tumor ganas lambung yang sudah lanjut yang tidak layak  dioperasi.

dioperasi.

• AUSKULTASI: pada peritonitis akibat

• AUSKULTASI: pada peritonitis akibatperforasiperforasi, peristaltik sering lemah atau hilang sama, peristaltik sering lemah atau hilang sama sekali karena terjadi ileus paralitik. Pada obstruksi pilorus didengar adanya kecipak air akibat sekali karena terjadi ileus paralitik. Pada obstruksi pilorus didengar adanya kecipak air akibat geseran gas dalam lambung yang distensi. Suara ini biasanya terdengar juga tanpa stetoskop. geseran gas dalam lambung yang distensi. Suara ini biasanya terdengar juga tanpa stetoskop. • PERKUSI: pekak hati yang hilang pada perkusi menunjukkan adanya udara bebas di bawah • PERKUSI: pekak hati yang hilang pada perkusi menunjukkan adanya udara bebas di bawah diafragma dan ini menandakan terjadinya

diafragma dan ini menandakan terjadinyaperforasiperforasisaluran cerna. Perkusi meteoristik yangsaluran cerna. Perkusi meteoristik yang terbatas di bagian atas perut biasanya disebabkan oleh obstruksi tinggi.

terbatas di bagian atas perut biasanya disebabkan oleh obstruksi tinggi.

• PALPASI: untuk menentukan kelainan lambung dan duodenum hendaknya dipandu oleh • PALPASI: untuk menentukan kelainan lambung dan duodenum hendaknya dipandu oleh anamnesis tentang nyeri. Defans muskular menunjukkan adanya iritasi peritoneum, misalnya anamnesis tentang nyeri. Defans muskular menunjukkan adanya iritasi peritoneum, misalnya karena

karenaperforasiperforasi. Bila perut tidak tegang, dengan palpasi yang cermat mungkin teraba adanya. Bila perut tidak tegang, dengan palpasi yang cermat mungkin teraba adanya massa tumor.

massa tumor.

DIAGNOSIS BANDING DIAGNOSIS BANDING

Diagnosis banding dari peritonitis adalah apendisitis, pankreatitis, gastroenteritis, kolesistitis, Diagnosis banding dari peritonitis adalah apendisitis, pankreatitis, gastroenteritis, kolesistitis, salpingitis, kehamilan ektopik terganggu, dan lain-lain.

salpingitis, kehamilan ektopik terganggu, dan lain-lain.

Pemer

Pemeriksaan penunjang iksaan penunjang kadang perlu kadang perlu untuk mempermuuntuk mempermudah dah pengampengambilan keputusan. bilan keputusan. BeberBeberapa apa ujiuji lab

(22)

The world's largest digital library

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

(23)

Start Free Trial Cancel Anytime.

The world's largest digital library

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

Cancel Anytime.

Gambaran radiologis peritonitis karena

Gambaran radiologis peritonitis karenaperforasiperforasidapat dilihat pada pemeriksaan foto polosdapat dilihat pada pemeriksaan foto polos abdomen 3 posisi. Pada dugaan

abdomen 3 posisi. Pada dugaanperforasiperforasi apakah karena ulkus peptikum, pecahnya usus buntuapakah karena ulkus peptikum, pecahnya usus buntu atau karena sebab lain, tanda utama radiologi adalah:

atau karena sebab lain, tanda utama radiologi adalah:

1. Pada posisi supine, didapatkan pre-peritonial fat menghilang, psoas line menghilang, dan adanya 1. Pada posisi supine, didapatkan pre-peritonial fat menghilang, psoas line menghilang, dan adanya kekaburan pada cavum abdomen.

kekaburan pada cavum abdomen. 2. Pada posisi se

2. Pada posisi semi erect, didapatkan free air pmi erect, didapatkan free air pada ada subdiafragma berbentuk bulan sabit (semilunair subdiafragma berbentuk bulan sabit (semilunair  shadow).

shadow).

3. Pada posisi LLD, didapatkan free air intra peritonial pada daerah perut yang paling tinggi. 3. Pada posisi LLD, didapatkan free air intra peritonial pada daerah perut yang paling tinggi. Letaknya antara hati dengan dinding abdomen atau antara pelvis dengan dinding abdomen. Letaknya antara hati dengan dinding abdomen atau antara pelvis dengan dinding abdomen. Foto kontras barium tetap merupakan pemeriksaan yang penting dalam membantu menegakkan Foto kontras barium tetap merupakan pemeriksaan yang penting dalam membantu menegakkan diagnosis kelainan lambung. Ketepatan diagnosis akan meningkat bila digunakan kontras ganda, diagnosis kelainan lambung. Ketepatan diagnosis akan meningkat bila digunakan kontras ganda, yaitu kontras positif (barium) dan negatif (udara).

yaitu kontras positif (barium) dan negatif (udara).

Pemeriksaan Gastroduodenoskopi dilakukan bila ada keluhan dan tanda yang mencurigakan ke Pemeriksaan Gastroduodenoskopi dilakukan bila ada keluhan dan tanda yang mencurigakan ke arah penyakit lambung dan atau duodenum serta untuk tindak lanjutnya. Dengan endoskopi, arah penyakit lambung dan atau duodenum serta untuk tindak lanjutnya. Dengan endoskopi, kelainan yang langsung dilihat dapat difoto untuk dokumentasi. Selain itu, jaringan atau cairan kelainan yang langsung dilihat dapat difoto untuk dokumentasi. Selain itu, jaringan atau cairan  patolog

(24)

The world's largest digital library

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

Cancel Anytime.

The world's largest digital library

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

Cancel Anytime.

The world's largest digital library

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

Cancel Anytime.

Keluar

Keluaran urine an urine tekanan vena sentral, dan tekanan vena sentral, dan tekanan darah harus dipantau untuk menilai keadekuatantekanan darah harus dipantau untuk menilai keadekuatan resusitasi.

resusitasi.

Ter

Terapi api antantibioibiotiktika a harharus us dibediberikrikan an sessesegeegera ra diadiagnosgnosis is perperitoitonitinitis s baktbakteri eri dibdibuat. uat. AntAntibioibiotik tik   berspe

 berspektrum ktrum luas luas diberidiberikan kan secara secara empirempirik, ik, dan dan kemudikemudian an dirubadirubah h jenisnya jenisnya setelsetelah ah hasil hasil kultur kultur  keluar. Pilihan antibiotika didasarkan pada organisme mana yang dicurigai menjadi penyebab. keluar. Pilihan antibiotika didasarkan pada organisme mana yang dicurigai menjadi penyebab. Antibiotika berspektrum luas juga merupakan tambahan drainase bedah. Harus tersedia dosis yang Antibiotika berspektrum luas juga merupakan tambahan drainase bedah. Harus tersedia dosis yang cukup pada saat pembedahan, karena bakteremia akan berkembang selama operasi.

cukup pada saat pembedahan, karena bakteremia akan berkembang selama operasi.

Pembuangan fokus septik atau penyebab radang lain dilakukan dengan operasi laparotomi. Operasi Pembuangan fokus septik atau penyebab radang lain dilakukan dengan operasi laparotomi. Operasi ini untuk

ini untuk mengontmengontrol sumber primer kontaminasi bakteri. Insisi yang rol sumber primer kontaminasi bakteri. Insisi yang dipildipilih adalah ih adalah insisinsisi i vertikavertikall dig

digaris tengah aris tengah yang menghayang menghasilsilkan kan jaljalan an masmasuk uk ke ke selseluruh abdomeuruh abdomen n dan dan mudmudah ah dibdibuka uka sersertata ditutup. Jika peritonitis terlokalisasi, insisi ditujukan diatas tempat inflamasi. Teknik operasi yang ditutup. Jika peritonitis terlokalisasi, insisi ditujukan diatas tempat inflamasi. Teknik operasi yang dig

digunakunakan an untuuntuk k menmengendgendalialikan kan kontkontamiaminasi nasi tertergantgantung ung padpada a loklokasi asi dan dan sifsifat at patpatologologis is dardarii sal

salurauran n gasgastrotrointeintestistinal. nal. Pada Pada umuumumnyamnya, , kontkontamiaminasnasi i perperitoitoneum neum yang yang terterus us memenerunerus s dapdapatat dicegah dengan menutup, mengeksklusi, atau mereseksi viskus yang

dicegah dengan menutup, mengeksklusi, atau mereseksi viskus yangperforasiperforasi..

Lav

Lavase ase perperitonitoneum eum dildilakukakukan an padpada a perperitoitonitinitis s yang yang difdifus, us, yaityaitu u dengdengan an menmengguggunakanakan n larlarutautann kristaloid (saline). Agar tidak terjadi penyebaran infeksi ketempat yang tidak terkontaminasi maka kristaloid (saline). Agar tidak terjadi penyebaran infeksi ketempat yang tidak terkontaminasi maka dapat diberikan antibiotika (misal sefalosporin) atau antiseptik (misal povidon iodine) pada cairan dapat diberikan antibiotika (misal sefalosporin) atau antiseptik (misal povidon iodine) pada cairan iri

(25)

Start Free Trial Cancel Anytime.

The world's largest digital library

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

Cancel Anytime.

Sedangkan komplikasi pembedahan dengan laparotomi eksplorasi memang tidak sedikit. Secara Sedangkan komplikasi pembedahan dengan laparotomi eksplorasi memang tidak sedikit. Secara  bedah

 bedah dapat dapat terjadi terjadi trauma trauma di di peritoperitoneum, neum, fistulfistula a enteroenterokutan, kutan, kematkematian ian di di meja meja operasoperasi, i, atauatau  perit

 peritonitis beonitis berulang jrulang jika pemika pembersihabersihan kuman tn kuman tidak adeidak adekuat.kuat.  Namun s

 Namun secara meecara medis, penddis, penderita yerita yang mengang mengalami pealami pembedahambedahan laparn laparotomi eotomi eksplorksplorasi memasi membutuhkanbutuhkan narkose dan perawatan intensif yang lebih lama. Perawatan inilah yang sering menimbulkan

narkose dan perawatan intensif yang lebih lama. Perawatan inilah yang sering menimbulkan komplikasi, dengan manifestasi sebagai berikut:

komplikasi, dengan manifestasi sebagai berikut: • Pneumonia akibat pemasangan ventilator; • Pneumonia akibat pemasangan ventilator; • Sepsis;

• Sepsis;

• Kegagalan reanimasi dari status narkose penderita pasca operasi. • Kegagalan reanimasi dari status narkose penderita pasca operasi. PROGNOSIS

PROGNOSIS

Prognosis untuk peritonitis lokal dan ringan adalah baik, sedangkan pada peritonitis umum Prognosis untuk peritonitis lokal dan ringan adalah baik, sedangkan pada peritonitis umum  progno

 prognosisnya msisnya mematikematikan akibat an akibat organisorganisme virume virulen. Proglen. Prognosis innosis ini bergi bergantung kepantung kepada:ada: • Lamanya peritonitis;

• Lamanya peritonitis;

o < 24 jam = 90% penderita selamat; o < 24 jam = 90% penderita selamat; o 24-48 jam = 60% penderita selamat; o 24-48 jam = 60% penderita selamat; o > 48 jam = 20% penderita selamat. o > 48 jam = 20% penderita selamat. • Adanya penyakit penyerta;

• Adanya penyakit penyerta; • Daya tahan tubuh;

(26)

The world's largest digital library

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

Cancel Anytime.

The world's largest digital library

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

Cancel Anytime.

The world's largest digital library

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

(27)

Start Free Trial Cancel Anytime.

The world's largest digital library

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

Cancel Anytime.

Disusun Oleh :

Disusun Oleh :

N

Na

am

ma

a

:

: A

AN

NG

GG

GR

RI

I S

SE

EP

PT

TIIA

AN

NT

TO

O

N

NP

PM

M

:

: 0

06

63

31

10

00

01

11

1

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilakukan dengan membagi subjek menjadi dua kelompok (kelas) yang dibedakan menjadi 2 katagori, yaitu katagori kelas eksperimen dan kelas kelompok. Pada kelas

Jumlah kasus peritonitis pada laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan.Distribusi umur terbanyak adalah kisaran 10-19 tahun.Tipe peritonitis berdasarkan

Berdasarkan temuan patologi anatomi dan histopatologi pada anak kucing ini, dapat disimpulkan bahwa anak kucing mengalami infeksi virus Feline Infectious Peritonitis tipe

Aktor-aktor dalam proses pembuatan kebijakan publik terdiri dari dua kelompok yaitu, aktor resmi seperti agen-agen pemerintah (birokrat), Presiden (eksekutif), DPR

Dalam pembuatan sebuah kapal meliputi beberapa pekerjaan yang secara garis besar dibedakan menjadi dua kelompok pengerjaan yakni kelompok pertama adalah perancangan

Menurut Kemenkes RI (2014), klasifikasi hipertensi dibedakan menjadi sebagai berikut. Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibedakan menjadi hipertensi primer dan sekunder.

Alat penanaman dengan sumber bahan tanam yang digunakan dapat dibedakan menjadi..

Peritonitis sekunder akibat perforasi apendisitis merupakan kegawatdaruratan bedah yang fatal dan sering terjadi, dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Penanganan cepat dan efektif oleh dokter ahli bedah sangat penting untuk prognosis