PEMODELAN KELAS DIGITAL SEBAGAI INOVASI PENDIDIKAN KIMIA PADA
ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
A MODEL OF DIGITAL CLASS AS AN INNOVATION IN CHEMISTRY EDUCATION
IN ASEAN ECONOMY COMMUNITY (AEC)
Sussi Widiastuti, S. Si., M.Pd Guru SMKN 1 Kediri Email : [email protected]
Abstrak.
Kualitas sumber daya manusia merupakan faktor penentu keberhasilan pembangunan dan
kemajuan suatu bangsa. Peningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) harus diarahkan pada
penguasaan iptek untuk menopang kegiatan ekonomi agar lebih kompetitif. Guru harus mempersiapkan
dirinya sendiri dan peserta didik dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Dunia
informasi dan teknologi yang berkembang cepat dapat dimanfaatkan sebagai media dan terintegrasikan
dalam pembelajaran. Teknologi informasi dapat dimanfaatkan sebagai media berbagi (sharing) informasi
kepada pihak lain. Bagi guru, berbagi informasi kepada siswa merupakan tugas pokok, di samping tugas
menunjukkan cara memperoleh informasi. Bagi siswa, berbagi informasi merupakan media
mengkomunikasikan gagasan atau konsep kepada pihak lain. Pemodelan kelas digital dalam pelajaran
Kimia merupakan sinergi antara teknologi informasi dan pelajaran Kimia, dimana komunikasi melalui
media digital merupakan salah satu kemampuan yang dituntut pada kehidupan abad ke-21. Pemodelan
kelas digital adalah penggunaan teknologi informasi di dalam kelas yang terdiri atas
flipped classroom,
buku digital, dan kelas maya.
Kata kunci:
Pemodelan kelas digital, flipped classroom, buku digital, kelas maya
Abstract.
The quality of human resources is a critical success factor of development and progress of a
nation. Enhancing the quality of Human Resources (HR) should be directed to the mastery of science and
technology to support economic activity in order to be more competitive. Teachers must prepare
him/herself and learners in Asean Economy Communitiy (AEC). Information and technology which is
developing rapidly can be used and integrated in learning. Information technology can be used as a media
for sharing information to other parties. For teachers, sharing information to students is the primary duty,
in addition to the task of showing how to obtain information. For students, sharing information is a media
to communicate ideas or concepts to other parties. A model of digital class in the chemistry field is a
synergy between information technology and chemistry lesson, where communication through digital
media is one of the capabilities that are required on the life of the 21st century. A model of digital class is
the use of information technology in the classroom consist of flipped classroom, digital book, and virtual
classroom.
Keywords:
A model of digital class, clipped classroom, digital book, virtual classroom.
PENDAHULUAN
Saat ini masyarakat Indonesia berada
pada lingkungan global yang sedang bergerak
dengan dinamis dan kompleks, dengan
kondisi-kondisinya yang baru, yang langsung maupun
tidak langsung berpengaruh terhadap diri
masyarakat, yang harus dihadapai dengan sikap
terbuka. Salah satu aspek penting yang perlu
disiapkan dengan cepat oleh bangsa ini adalah
sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.
Kualitas sumber daya manusia merupakan faktor
penentu
keberhasilan
pembangunan
dan
kemajuan suatu bangsa. Para tenaga kerja dari
negara-negara Masyarakat Ekonomi Asean
(MEA) yang memiliki kompetensi kerja yang
lebih tinggi, tentunya akan memiliki kesempatan
lebih luas untuk mendapatkan keuntungan
ekonomi di dalam MEA. Kita harus berusaha
dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan
kualitas sumber daya manusia dan mengejar
ketertinggalan
dari
negara-negara
lain,
khususnya di kawasan ASEAN. Peningkatkan
kualitas SDM harus diarahkan pada penguasaan
iptek untuk menopang kegiatan ekonomi agar
lebih kompetitif. Guru harus mempersiapkan
dirinya sendiri dan peserta didik dalam
menghadapi MEA. Tenaga-tenaga kerja asing
dari negara tetangga sekitar Indonesia akan
masuk
dengan
bebas.
Siapkah
lulusan
pendidikan Indonesia menghadapi Pasar Bebas
ASEAN?
Perlu adanya percepatan diseminasi
ilmu pengetahuan terhadap hal-hal terbaru yang
bermanfaat, dalam menghadapi Pasar Bebas
ASEAN. Lulusan pendidikan Indonesia harus
mampu mengkomunikasikan gagasan atau
konsep hampir sama pentingnya dengan gagasan
atau konsep yang didapat sebagai solusi untuk
menghadapi masalah. Dunia Informasi dan
Teknologi (IT) yang berkembang cepat dapat
dimanfaatkan sebagai media dan terintegrasikan
dalam pembelajaran. Teknologi informasi dapat
dimanfaatkan sebagai media berbagi (sharing)
informasi kepada pihak lain. Bagi guru, berbagi
informasi kepada siswa merupakan tugas pokok,
di samping tugas menunjukkan cara memperoleh
informasi. Bagi siswa, berbagi informasi
merupakan media mengkomunikasikan gagasan
atau konsep kepada pihak lain. Di luar kendali
pendidikan, media sosial juga berkembang cepat
dan justru lebih merebak sangat luas.
Teknologi informasi dapat dimanfaatkan
dalam pelajaran Kimia untuk mempermudah
proses
belajar,
mengingat
ilmu
Kimia
mempunyai ciri khas yaitu: a) karakter
pengetahuannya
yang
“abstrak”
(karena
membicarakan entitas yang mikroskopis, seperti:
atom, molekul, ikatan, dan struktur), b)
berbicara dengan simbol-simbol (persamaan
reaksi, notasi, dan formula), dan c) senantiasa
meminta peserta didik
untuk melakukan
perpindahan domain berpikir dari pengamatan
terhadap fenomena makroskopis tersebut dengan
teori-teori yang abstrak (hubungan mikroskopis)
dan merepresentasikan fenomena itu secara
simbolik (Firman dkk, 2007).
Pemodelan
kelas
digital
adalah
penggunaan teknologi informasi di dalam kelas
yang terdiri atas flipped classroom, buku digital,
dan kelas maya. Pemodelan kelas digital dalam
pelajaran Kimia merupakan sinergi antara
teknologi informasi dan pelajaran Kimia,
dimana komunikasi melalui media digital
merupakan salah satu kemampuan yang dituntut
pada kehidupan abad ke-21.
Flipped classroom
adalah strategi yang dapat diberikan oleh
pendidik dengan cara meminimalkan jumlah
instruksi langsung dalam praktek mengajar
sambil memaksimalkan interaksi satu sama lain
(Johnson, 2013). Buku digital adalah sebuah
publikasi yang terdiri atas teks, gambar, maupun
suara dan dipublikasikan dalam bentuk digital
yang dapat dibaca di komputer maupun
perangkat elektronik lainnya. Kelas maya adalah
sebuah lingkungan belajar yang ada hanya
dalam konten digital yang dapat disimpan,
diakses dan dipertukarkan melalui jaringan
komputer dan sistem informasi, sehingga dapat
diakses dimana saja dan kapan saja.
Beberapa
penelitian
menunjukkan
bahwa
penggunaan
flipped
classroom
meningkatkan interaksi akademik antara siswa
dan peranan guru di dalam kelas tidak terlalu
dominan dibandingkan dengan traditional class
(Johnson dan
Renner,
2013), sedangkan
penelitian Mayer (2013) menunjukkan bahwa
terjadi peningkatan hasil belajar yang signifikan.
Penelitian Perdana (2013) telah membuktikan
bahwa Buku Digital Interaktif (BUDIN) berbasis
adobe creative suite dapat diterapkan sebagai
media pembelajaran. Mulyadi (2015) dalam
penelitiannya
mengungkapkan
bahwa
pemanfaatan
E-learning dengan menggunakan
“Portal
Rumah
Belajar
Kemendikbud”
berpengaruh dalam meningkatkan hasil belajar
peserta didik ranah kognitif aspek memahami
(C2), menerapkan (C3), dan menganalisis (C4)
pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
(IPA) materi Sistem gerak pada manusia.
Berdasarkan latar belakang di atas maka
penelitian ini mencoba menggunakan pemodelan
kelas digital yang terdiri atas flipped classroom,
buku digital, dan kelas maya sebagai inovasi
pembelajaran Kimia pada era MEA.
KERANGKA BERPIKIR
PEMBAHASAN
Pemodelan
kelas
digital
adalah
penggunaan teknologi informasi di dalam kelas
yang terdiri atas flipped classroom, buku digital,
dan
kelas
maya.
Ketiganya
menuntut
penggunaan
teknologi
informasi
sehingga
diperlukan akses internet yang cukup memadai.
Hal pertama yang harus dipersiapkan dalam
pelaksanan kelas digital adalah menyediakan
buku digital (epub). Buku digital yang
digunakan dapat dibuat sendiri oleh guru
ataupun mengunduh dari internet. Jika guru
ingin membuat buku digital maka yang harus
dilakukan adalah mempersiapkan dokumen awal
(MS
word) dalam bentuk HTML atau PDF,
kemudian mengkonversi HTML/PDF ke dalam
epub. Apabila guru mempunyai file multimedia,
dapat dimasukkan ke dalam
epub. Sigil
merupakan
sofware editor untuk epub yang
bersifat
open source, sehingga
epub dapat
diakses dengan mudah, untuk itu maka
epub
harus diolah dalam Sigil. Hal berikutnya yang
harus dilakukan adalah mempersiapkan kelas
maya (Edmodo), guru masuk Edmodo sebagai
guru sedangkan siswa masuk Edmodo sebagai
siswa. Guru kemudian membuat serta mengatur
kelas dalam Edmodo. Model pembelajaran yang
digunakan adalah
flipped classroom, yaitu
pelajaran yang “membalik” metode tradisional,
dimana guru memberikan materi melalui video
pembelajaran yang harus ditonton oleh siswa di
rumah masing-masing. Sesi belajar di kelas
Edmodo digunakan untuk berdiskusi dan
mengerjakan tugas. Tabel 1 menunjukkan
langkah-langkah dalam pemodelan kelas digital.
Flipped classroom
Buku digital
Kelas maya
Penguasaan teknologi informasi
sebagai modal dalam memasuki
komunikasi digital pada era MEA
Pemodelan kelas digital
Diseminasi ilmu pengetahuan
terhadap hal-hal terbaru yang
bermanfaat belum optimal
kenyataan di lapangan
diatasi dengan
yaitu
Tabel 1. Langkah-Langkah dalam Pemodelan Kelas Digital
No Langkah-Langkah Keterangan
1 Mempersiapkan buku digital (epub) Dokumen awal yang dibutuhkan adalah HTML atau PDF Mengkonversi word ke HTML atau PDF ke epub
Memasukkan file multimedia ke dalam epub Mengolah epub di Sigil (software editor) 2 Mempersiapkan kelas maya (Edmodo) Menggunakan Edmodo (sebagai guru)
Membuat dan mengatur kelas dalam Edmodo
3 Flipped classsroom Memberikan materi melalui video pembelajaran yang harus ditonton siswa di rumah masing-masing.
Sesi belajar di kelas digunakan untuk diskusi kelompok dan mengerjakan tugas.
Buku Digital
Buku digital atau buku elektronik,
disingkat
e-book, atau ebook, adalah bentuk
digital dari buku cetak. Buku cetak pada
umumnya terdiri atas setumpuk kertas dijilid
yang berisi teks dan atau gambar, maka
buku elektronik berisikan informasi digital
yang dapat berisi teks, gambar, audio, video
seperti ditunjukkan pada gambar 1.
Gambar 1. Buku Digital
Pertimbangan pemilihan format buku digital
mengacu pada beberapa hal, yaitu:
1.
Memanfaatkan ketersedian perangkat.
Jumlah
pengguna
telepon
seluler
diperkirakan sekitar 180 juta pelanggan.
Jumlah
tersebut
belum
merepresentasikan
berapa
banyak
pengguna tablet,
smartphone,
atau
featurephone.
2.
Ukuran tampilan aplikasi pembaca buku
digital.
Ukuran PDF tidak akan menjadi
masalah apabila dibaca menggunakan
komputer maupun laptop namun karena
ditujukan
untuk
perangkat
bergerak/telepon seluler yang memiliki
ukuran layar yang bervariasi, maka
diperlukan
format
yang
dapat
menyesuaikan dengan tampilan layar.
3.
Format yang didukung secara luas.
Penggunaan
format
yang
hanya
mendukung satu perangkat tertentu akan
membuat ketergantungan kepada satu
teknologi pendukung saja. Dalam hal
pemilihan
format
yang
perlu
dipertimbangkan adalah menggunakan
format yang mendapat dukungan secara
luas, baik untuk pembuatannya maupun
aplikasinya.
Salah satu format digital book yang
merupakan
format
standarisasi
bentuk
adalah
epub
(electronic
publication).
Berbagai kelebihan
epub antara lain: 1).
format terbuka dan gratis, 2). berbagai
pembaca
epub yang telah tersedia di
berbagai perangkat, 3). berbagai
software
pembuat
epub telah tersedia, dan 4). support
untuk video dan audio.
Flipped classroom
Flipped
classroom
adalah
model
pembelajaran
yang
“membalik”
metode
tradisional, di mana biasanya materi diberikan di
kelas dan siswa mengerjakan tugas di rumah,
namun di dalam
flipped classroom, materi
terlebih
dahulu
diberikan
melalui
video
pembelajaran yang harus ditonton siswa di
rumah masing-masing. Sesi belajar di kelas
digunakan
untuk
diskusi
kelompok
dan
mengerjakan tugas, di sini, guru berperan
sebagai pembina atau pemberi saran.
Gambar 2. Perbedaan kelas tradisional dan flipped classroom
Dalam pembelajaran tradisional, siswa
diajar materi pelajaran oleh guru di kelas
(melalui ceramah atau penjelasan langsung dari
guru, diskusi kelompok atau membaca dan
mengamati), kemudian mengerjakan tugas-tugas
untuk penguatan di rumah (berupa PR). Dalam
flipped classroom, siswa mempelajari materi
pelajaran di rumah (melalui menonton video
pembelajaran, membuat rangkuman, mencatat
poin-poin penting, membuat pertanyaan, diskusi
dengan teman secara online, atau membaca
sumber-sumber yang dibutuhkan, kemudian
mengerjakan tugas-tugas untuk penguatan di
kelas, seperti pada ilustrasi gambar 2. Pada
dasarnya konsep
flipped classroom adalah:
bahwa yang secara tradisional dilakukan di kelas
sekarang dilakukan di rumah dan yang secara
tradisional dikerjakan sebagai PR (pekerjaan
rumah) kini diselesaikan di kelas (Bergmann and
Sams, 2012).
Kelas Maya
Kelas maya adalah sebuah lingkungan
belajar yang ada hanya dalam konten digital
yang dapat disimpan, diakses, dan dipertukarkan
melalui jaringan komputer dan sistem informasi,
sehingga dapat diakses dimana saja dan kapan
saja. Beberapa hal yang harus diperhatikan
dalam penerapan kelas maya adalah: 1).
ketersediaan
hardware dan
software pendukung
yang dibutuhkan, 2). tersedianya infrastruktur
jaringan
pendukung
yang
memadai,
3).
kebijakan yang mendukung pelaksanaan kelas
maya. Salah satu jenis penyampaian di kelas
maya adalah edmodo.
Gambar 3. Tampilan Edmodo
Edmodo adalah platform media sosial
yang sering digambarkan sebagai Facebook
untuk sekolah dan dapat berfungsi lebih banyak
lagi
sesuai
dengan
kebutuhan.
Edmodo
merupakan aplikasi yang menarik bagi guru dan
siswa dengan elemen sosial yang menyerupai
Facebook, tapi sesungguhnya ada nilai besar
dalam aplikasi edukasi berbasis jejaring sosial.
Edmodo memfasilitasi bagi guru dan siswa
untuk diskusi,
peer-teaching,
collaborative
learning,
problem-based learning,
project-based learning
, studi kasus, debat,
polling
group,
note-taking pairs seperti yang terlihat
pada gambar 3.
Tanpa
menafikan
peran
kelas
tradisional,
penggunaan
flipped classroom
sangat bermanfaat dalam menunjang kelas
berbasis
teknologi.
Flipped
classroom
memungkinkan siswa melihat materi secara
berulang-ulang dengan bantuan koneksi internet,
sehingga waktu belajar dapat dimaksimalkan
yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil
belajar siswa. Di dalam kelas, siswa dapat
mencoba menerapkan pengetahuan dengan
memecahkan masalah dan melakukan kerja
praktik. Peran guru di kelas bukan untuk
memberikan pelajaran awal, sehingga guru dapat
menghabiskan lebih banyak waktu berinteraksi
dengan siswa. Video yang dimasukkan pada
epub sangat membantu siswa dalam membuat
konsep-konsep Kimia menjadi lebih nyata,
mengingat Kimia merupakan pelajaran yang
mempunyai karakter pengetahuan “abstrak”.
Edmodo seperti media pembelajaran
lainnya, menjadi sebuah platform online untuk
mendorong pembelajaran guru, atau dapat
menjadi cara lebih kreatif untuk melibatkan para
siswa dalam pembelajaran kolaboratif dan
kognisi terdistribusi. Platform ini memberikan
siswa jalur untuk berinteraksi dengan
rekan-rekan mereka dan guru mereka dalam suasana
akademis,
mengajarkan
siswa
bagaimana
berperilaku secara online dan bertanggung jawab
dalam mengatur kegiatan belajar mereka dengan
sistem yang keamanannya terjamin.
Kelas digital adalah aktivitas di dalam kelas
yang menggunakan seoptimal mungkin peranan
internet dan teknologi digital dalam persiapan,
pelaksanaan, penilaian pembelajaran; baik oleh
siswa, guru, dan orang tua murid; serta untuk
aktivitas
pengembangan
profesi
guru
berkelanjutan. Adapun kelebihan dan kelemahan
pemodelan kelas digital disajikan pada Tabel 2.
Tabel 2. Kelebihan dan Kelemahan Pemodelan Kelas Digital
Pemodelan Kelas Digital Kelebihan Kelemahan
Buku Digital Meningkatkan produktivitas belajar Membutuhkan persiapan matang agar dapat berjalan dengan optimal Mengefektifkan dan mengefisienkan
waktu pembelajaran
Guru harus membuat video pembelajaran yang menarik, berkualitas, serta dapat dipahami siswa tanpa tatap muka secara langsung
Memungkinkan pembelajaran bersifat individual
Harus memiliki akses terhadap koneksi internet
Flipped classroom Tersedianya materi dalam bentuk video memberikan kebebasan pada siswa untuk menghentikan atau mengulang materi kapan saja di bagian-bagian yang kurang mereka pahami.
Membutuhkan persiapan matang agar dapat berjalan dengan optimal
Pemanfaatan sesi belajar di kelas untuk proyek atau tugas kelompok mempermudah siswa untuk saling berinteraksi dan belajar satu sama lain.
Harus memiliki akses terhadap koneksi internet
Kelas Maya Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif
Harus memiliki akses terhadap koneksi internet
Menyediakan berbagai fasilitas kelas yang terintegrasi
Siswa dapat berbagi (share) hasil karya dan bertukar pengalaman Meningkatkan motivasi siswa