1
*) correspond authorANALISIS KUALITAS Pb DALAM RUANG PADA PERPARKIRAN BASEMENT DAN UPPER GROUND
(Studi Kasus : Mall X, Semarang)
Ajeng Ayu Sami Annisa*), Haryono Setiyo Huboyo, Titik Istirokhatun Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Jl. Prof. H. Sudarto, SH Tembalang Semarang
ABSTRACT
Basement parking area is a covered parking area using mechanical ventilation while the upper ground parking area is parking lots that use natural ventilation. Emissions from motor vehicles in the form of lead (Pb) and if doesn’t handled properly can pollute the environment and health of workers affected as a parking ticket guards, parking attendants, and security X Mall Semarang. Research on quality analysis of Pb in the basement parking area and the upper ground monitoring effort required as indoor air quality and health of workers at the Mall. There are two study sites were divided into 4 sampling points used for sampling locations. The difference in concentration of Pb in the basement and the upper ground are influenced by the number of vehicles, temperature, humidity, and wind speed. All calculated Pb concentration is far below the quality standards according Regulation Governor of Jakarta Capital Special Region No. 58, 2008 about Standard Indoor Air Quality for Pb = 2 μg/m3. There is connection between worker illness frequention, body workout rutinity and there is also effect to vertigo that is caused by how long the workers stay in parking area. Refer on the condition, we can know that Pb in basement or upper ground parking are still save and didn’t give bad effect to the workers healthiness in Mall X Semarang.
Keywords : Indoor Air Pollution, Lead, Parking Area, Basement and Upper Ground Parking
PENDAHULUAN
Sumber utama pencemaran Pb berasal dari emisi gas buang kendaraan bermotor yang menempati 90% dari total emisi Pb di atmosfer. Berdasarkan hasil penelitian di jalan raya di Yogyakarta, diketahui bahwa kandungan Pb di udara berkisar 0,0904 - 0,1195 µg/m3 [1].
Timbal (Pb) adalah logam yang bersifat toksik terhadap manusia yang dapat berasal dari debu yang tercemar Pb. Di dalam tubuh manusia, Pb dapat menghambat aktivitas enzim yang terlibat dalam pembentukan hemoglobin (Hb). Pb dapat merusak jaringan saraf, fungsi ginjal, menurunnya kemampuan belajar dan membuat anak-anak bersifat hiperaktif.
Kandungan Pb di atas 120 µg/dL bersifat sangat toksik dan dapat menyebabkan kematian pada anak [1].
Nilai konsentrasi Pb tertinggi di ruang parkir tertutup masih dalam batas normal yang ditetapkan oleh WHO yaitu sebesar 0.03376 g/m3 dan resiko rata-rata petugas parkir masih dibawah nilai resiko maksimumnya [2]. Sedangkan dalam Analisis Pembebanan Pencemaran Udara Akibat Emisi Kendaraan Bermotor pada Parkir Basement, menunjukkan bahwa kualitas udara pada parkir basement sudah melebihi baku mutu untuk kualitas udara dalam ruang kerja dan parameter biologi dalam parkir basement lebih rendah daripada di luar parkir basement [3].
Pene konsentra ground. pencema terhadap konsentra dihasilka masukan udara da secara be METOD Pene di area penyebar yang di kesehatan mengana korespon konsentra uji Spear Berd atas, kon jika diba ground. D paramete elitian ini m asi Pb di pe Penelitian aran yang diha
petugas M asi Pb di da an kepada pe n kepada piha alam ruang ya erkelanjutan. DOLOGI PEN
elitian ini meli parkir ba ran kuesioner ihasilkan ole n pekerja alisis hubun nden terhadap asi timbal te rman Rank Co Gambar 1. dasarkan graf nsentrasi Pb d andingkan den Dapat disimp er Pb sudah merupakan pe erparkiran bas ini meng asilkan oleh k Mall untuk alam ruang d ekerja sehingg ak Mall X te ang dihasilkan NELITIAN iputi penguku asement dan r ke pekerja eh konsentra Mall X ngan antara p konsentrasi erhadap penya orrelations. . Grafik Perb fik konsentra di basement ngan konsentr pulkan bahwa sesuai baku erbandingan k sement dan u ganalisis dam endaraan berm melihat besa dan dampak ga dapat mem entang pencem n agar berma uran konsentra upper gro mengenai dam asi Pb terh Semarang a hidup Pb dan peng akit menggun bandingan Ko M si timbal (Pb selalu lebih t rasi debu di u konsentrasi u mutu [5] de kadar upper mpak motor arnya yang mberi maran anfaat asi Pb ound, mpak hadap serta sehat garuh nakan wakt 2013 dilak pada samp (tick mall park mana kons meng labor Ling deng Spec HAS Hasi Park Sem onsentrasi Pb Mall X Semara b) di tinggi upper untuk engan Perat Jakar Kual µg/m base Penelitian dil tu 2 minggu 3 – 21 Sep kukan pada sa a saat weeken pling dilakuk keting) parkir pada parkir b ir uppergroun ajemen di are sentrasi Pb ggunakan Dus ratorium dil gkungan U gan menggun ctometer) [4] SIL DAN PEM
il Perbandin kir Basemen marang b di Area Par ang turan Gubern rta Nomor 5 litas Udara D m3, sehingga ement dan up lakukan selam dimulai pada ptember 2013 aat weekdays d (Jum’at dan kan di 4 titik basement, d basement, di l nd dan di seki ea parkir uppe dilakukan st Sampler. Se akukan di Universitas D nakan AAS MBAHASAN ngan Konse nt dan Upp rkir Basemen nur Provinsi D 8 Tahun 200 Dalam Ruanga hasil konsent pper ground ma 8 hari dala a tanggal 9 S 3. Waktu pe (Senin dan Se n Sabtu). Pen k yaitu di lok di sekitar pin loket masuk ( itar pintu mas er ground. Pe selama edangkan untu Laboratorium Diponegoro, (Atomic A N entrasi Pb per Ground nt dan Upper G Daerah Khusu 08 tentang Ba an yaitu untu trasi Pb di ar masih dibaw am jangka September engukuran elasa) dan ngambilan ket keluar ntu masuk (ticketing) suk kantor engukuran 24 jam uk analisa m Teknik Semarang Absorption di Area Mall X Ground us Ibukota aku Mutu uk Pb = 2 rea parkir wah baku
mutu dan tidak berbahaya bagi kesehatan pekerja maupun pengunjung Mall X Semarang.
Pengaruh Jumlah Kendaraan, Suhu, Kelembaban, Kecepatan Angin terhadap Konsentrasi Pb di Area Parkir Basement dan Upper Ground Mall X Semarang
Hasil analisis statistik melalui uji normalitas dengan menggunakan One Sample
Kolmogorov-Smirnov Test menunjukkan data-data terdistribusi normal dan uji korelasi Pearson hubungan konsentrasi timbal (Pb) dengan jumlah kendaraan, suhu, kelembaban dan kecepatan angin di area parkir basement dan upper ground Mall X Semarang dapat dilihat pada tabel 1 berikut :
Lokasi Variabel Terukur
Uji Normalitas
Kolmogorov-Smirnov
Uji Korelasi Pearson
Sig. (2-tailed) Pearson
Correlations Sig. 2-tailed
Basement Weekdays Konsentrasi Pb 0.967 Konsentrasi Pb - Jumlah Kendaraan 0.992 -0.245 0.755 Suhu 0.867 -0.99 0.01 Kelembaban 0.948 0.971 0.029 Kecepatan Angin 0 0 0 Weekend Konsentrasi Pb 0.839 Konsentrasi Pb - Jumlah Kendaraan 0.855 0.356 0.644 Suhu 0.701 -0.64 0.936 Kelembaban 0.996 -0.804 0.196 Kecepatan Angin 0 0 0 Upper Ground Weekdays Konsentrasi Pb 0.941 Konsentrasi Pb - Jumlah Kendaraan 1 -0.252 0.748 Suhu 0.885 -0.219 0.781 Kelembaban 0.945 0.976 0.024 Kecepatan Angin 0.772 0.864 0.136 Weekend Konsentrasi Pb 0.756 Konsentrasi Pb - Jumlah Kendaraan 0.99 -0.432 0.568 Suhu 0.998 -0.687 0.313 Kelembaban 0.978 -0.867 0.133 Kecepatan Angin 0.949 0.588 0.412
Tabel 1. Hasil Uji Normalitas dan Uji Korelasi Variabel Terukur Pada Area Parkir Basement dan Upper Ground Mall X Semarang
Dari Tabel 1 dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara jumlah kendaraan dengan konsentrasi Pb di area parkir basement maupun upper ground. Ada hubungan yang berbanding terbalik antara suhu dengan konsentrasi Pb pada area parkir basement saat weekdays dimana seharusnya
konsentrasi berbanding lurus dengan suhu. Hal ini dikarenakan pada saat sampling, hanya dilakukan pencatatan suhu awal dan akhir sehingga data suhu yang didapat tidak fluktuatif atau mewakili secara keseluruhan. Sedangkan tidak ada hubungan antara suhu dengan konsentrasi Pb pada area parkir
basement saat weekend dan pada area upper ground saat weekdays maupun weekend. Ada hubungan yang berbanding lurus antara kelembaban dengan konsentrasi Pb pada area parkir basement dan upper ground pada saat weekdays dimana seharusnya konsentrasi berbanding terbalik dengan kelembaban. Hal ini dikarenakan hubungan suhu pada saat sampling berbanding terbalik dengan konsentrasi. Hubungan antara suhu dan kelembaban adalah berbanding terbalik. Semakin tinggi suhu udara, maka kelembaban udaranya kecil, maka kelembaban udara kecil, begitu pula sebaliknya. Hal ini dikarenakan dengan tingginya suhu udara akan terjadi presipitasi (pengembunan) molekul air yang dikandung udara sehingga muatan air dalam udara menurun [6]. Sedangkan tidak ada hubungan antara kelembaban dengan konsentrasi Pb pada area parkir basement dan upper ground pada saat weekend. Tidak ada hubungan antara kecepatan angin dengan konsentrasi Pb di area parkir basement dan upper ground pada saat weekdays maupun weekend.
Kuesioner
Untuk analisa dampak cemaran Pb pada penjaga tiket parkir, petugas parkir, dan security yang terpapar pada basement dan upper ground Mall X Semarang disebar sebanyak 62 kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Dari pengujian validitas yang telah dilakukan pada setiap soal dalam kuesioner ternyata hasilnya signifikan atau valid, karena setiap indikator
pertanyaan mempunyai nilai r hitung lebih besar dibandingkan dengan r tabel, sehingga semua pertanyaan tersebut layak untuk disebarkan ke responden. Pertanyaan dalam kuesioner dibagi menjadi lima jenis pertanyaan, yaitu tentang data diri, gaya hidup, kesehatan, hidup sehat dan persepsi. Hubungan Antara Hidup Sehat Koresponden Terhadap Konsentrasi Pb
Uji Spearman Rank Correlations digunakan untuk mencari hubungan antara penyakit yang diakibatkan oleh timbal (Pb) seperti frekuensi sakit, lemah, letih, lesu, dan vertigo terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu hidup sehat koresponden seperti jam tidur, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga dan pemakaian masker.
Dari uji Spearman Rank Correlations dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara frekuensi sakit dengan kebiasaan olahraga dan tidak ada hubungan antara frekuensi sakit dengan lama tidur, kebiasaan merokok, dan pemakaian masker. Tidak ada hubungan antara lemah, lelah dan lesu yang dirasakan oleh pekerja dengan jam tidur, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga dan pemakaian masker.
Tidak ada hubungan antara penyakit vertigo yang dirasakan oleh pekerja dengan jam tidur, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga dan pemakaian masker.
Pengaruh Konsentrasi Timbal (Pb) Terhadap Penyakit
Pengaruh konsentrasi timbal (Pb) terhadap penyakit yang diakibatkan seperti
frekuensi penyakit, lelah dan vertigo terhadap lama tinggal pekerja di area parkir basement maupun upper ground dalam sehari dapat dilihat dengan menggunakan uji Spearman Rank Correlations. Setelah dilakukan uji masing-masing variabel, maka dapat disimpulkan bahwa untuk pengaruh lama tinggal dengan frekuensi penyakit dan lelah yang dirasakan pekerja menghasilkan nilai Sig (0.255, 0.158 > 0.05) dimana tidak ada hubungan antara frekuensi penyakit dan lelah yang dirasakan pekerja dengan lama tinggal pekerja. Sedangkan untuk pengaruh lama tinggal pekerja dengan penyakit vertigo dilihat ada pengaruhnya karena nilai Sig ( 0.00 < 0.05).
Kesimpulan
Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Konsentrasi Pb pada area parkir basement maupun upper ground masih berada di bawah baku mutu yaitu untuk Pb = 2 µg/m3. Pengaruh jumlah kendaraan, suhu, kelembaban, dan kecepatan angin terhadap konsentrasi Pb di area parkir basement dan upper ground Mall X Semarang dapat disimpulkan :
a. Terdapat hubungan yang tidak linier antara jumlah kendaraan dengan konsentrasi Pb di area parkir basement dan upper ground pada saat weekdays maupun weekend. Hal ini karena pada saat sampling, tidak memperhatikan jenis kendaraan, umur
kendaraan dan bahan bakar yang digunakan.
b. Terdapat hubungan yang tidak linier antara kecepatan angin dengan konsentrasi Pb di area parkir basement dan upper ground pada saat weekdays maupun weekend. Hal ini dikarenakan pada saat sampling, kecepatan angin di basement dan upper ground tidak begitu besar sehingga tidak bepengaruh.
2. Terdapat hubungan antara frekuensi sakit dengan kebiasaan olahraga dan tidak ada hubungan antara frekuensi sakit dengan lama tidur, kebiasaan merokok, dan pemakaian masker. Sedangkan tidak ada hubungan antara lemah, lelah, lesu dan vertigo yang dirasakan oleh pekerja dengan jam tidur, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga dan pemakaian masker. Tidak ada hubungan antara frekuensi penyakit dan lelah yang dirasakan pekerja dengan lama tinggal pekerja. Sedangkan ada pengaruh antara lama tinggal pekerja dengan penyakit vertigo.
Saran
1. Perlunya penelitian lebih lanjut terhadap kebutuhan exhaust fan dan supply fan di area parkir basement.
2. Bagi management Mall X, meskipun konsentrasi Pb di area parkir basement dan upper ground masih di bawah nilai ambang batas yang ditetapkan, namun perlu diterapkan standar keselamatan kerja bagi pegawainya seperti
penggunaan masker dan mengurangi waktu standar shift jam kerja di basement agar bahaya dari pemaparan Pb terhadap kesehatan penjaga loket parkir, petugas parkir dan security dapat dicegah. Selain itu, melakukan pengecekan konsentrasi Pb dalam ruang secara berkala dan memberikan fasilitas pengecekan kesehatan rutin misalnya setiap 6 bulan sekali untuk memantau kondisi kesehatan pekerja.
3. Bagi pekerja Mall X Semarang, diharapkan lebih memperhatikan kesehatan diri akibat dampak Pb yang dihasilkan dari kendaraan bermotor dan bagi masyarakat pemilik kendaraan diharapkan lebih selektif dalam menggunakan bahan bakar
4. Bagi pemerintah, diperlukan kebijakan mengenai baku mutu pencemaran udara dalam ruang khusus Kota Semarang agar baku mutu yang ditetapkan jelas. DAFTAR PUSTAKA
[1] Widowati, W. 2008.
Efek Toksik Logam Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran. Yogyakarta : Andi
[2] Purwanita, Nadya. 2009.
Analisa Resiko Cemaran Pb Terhadap Petugas Parkir di Ruang Parkir Tertutup (Studi Kasus: Plaza Simpang Lima, Semarang). Skripsi. Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro Semarang.
[3] Astuti, Siti Kurnia. 2010.
Analisis Pembebanan Pencemaran Udara Akibat Emisi Kendaraan Bermotor Pada Parkir Basement Studi Kasus Mall X. Skripsi. Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Indonesia Jakarta.
[4] SNI 19-7119.4-2005. 2005.
Udara Ambien-Bagian 4 : Cara Uji Timbal (Pb) dengan Mtode Destruksi Basah Menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom.
[5] Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 54 Tahun 2008 tentang Baku Mutu Kualitas Udara Dalam Ruang.
[6] Lakitan, B. 1994.
Dasar Klimatologi. Jakarta : Raga Grafindo Persada