• Tidak ada hasil yang ditemukan

TOR KIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TOR KIA"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

BULAN BAKTI IKATAN SENAT MAHASISWA KEDOKTERAN INDONESIA 2014 KESEHATAN IBU DAN ANAK

I. Latar belakang

Sebagai Mahasiswa Kedokteran, isu mengenai Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) tentu tidak asing lagi. Isu ini diangkat dalam MDGs tahun 2000 sebagai tujuan (Goal) 4, Reduce Child Mortality, dan 5, Improve Maternal Health, serta 6, Combat HIV/AIDS, Malaria, and other diseases, ketiga tujuan yang ditetapkan dalam MDGs ini menjadi pilar dalam penyusunan manual Bulan Bakti Kesehatan Ibu dan Anak ini. Namun tujuan ini tampak sangat sulit dicapai, mengingat beberapa tahun terakhir ini, baik di Indonesia maupun di dunia, angka KIA cenderung menurun.

Fakta-fakta yang tercantum dalam laporan MDGs 2013, menyatakan bahwa sejak 1990, kematian pada anak telah menurun sebanyak 41%, yaitu terjadi penurunan kurang lebih sebanyak 14.000 anak/hari, namun masih ada 6.900.000 anak dibawah lima tahun yang meninggal pada tahun 2011 (terutama karena penyakit yang bisa dicegah). Data dapat dilihat pada grafik di bawah ini:

Data di atas menunjukkan bahwa untuk mencapai target MDGs pada tahun 2015, diperlukan fokus dan komitmen yang kuat untuk mencapai anak-anak yang membutuhkan.

(2)

Selain itu, UNICEF Indonesia juga menyatakan beberapa isu penting dalam kajian yang dilakukan pada Oktober 2012 yaitu,

1. Setiap tiga menit, di manapun di Indonesia, satu anak balita meninggal dunia. Selain itu, setiap jam, satu perempuan meninggal dunia ketika melahirkan atau karena sebab-sebab yang berhubungan dengan kehamilan.

2. Peningkatan kesehatan ibu di Indonesia, yang merupakan tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) kelima, berjalan lambat dalam beberapa tahun terakhir. Rasio kematian ibu, yang diperkirakan sekitar 228 per 100.000 kelahiran hidup, tetap tinggi di atas 200 selama dekade terakhir, meskipun telah dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu. Hal ini bertentangan dengan negara-negara miskin di sekitar Indonesia yang menunjukkan peningkatan lebih besar pada MDGs kelima.

3. Indonesia telah melakukan upaya yang jauh lebih baik dalam menurunkan angka kematian pada bayi dan balita, yang merupakan MDGs keempat. Pada tahun 1990, Indonesia menunjukkan perkembangan tetap dalam menurunkan angka kematian balita, bersama-sama dengan komponen-komponennya, angka kematian bayi dan angka kematian bayi baru lahir. Akan tetapi, dalam beberapa tahun terakhir, penurunan angka kematian bayi baru lahir (neonatal) tampaknya terhenti. Jika tren ini berlanjut, Indonesia mungkin tidak dapat mencapai target MDGs keempat (penurunan angka kematian anak) pada tahun 2015, meskipun nampaknya Indonesia berada dalam arah yang tepat pada tahun-tahun sebelumnya.

Beranjak dari data –data diataslah, kami Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia mengajak seluruh Fakultas Kedokteran seluruh Indonesia untuk bergabung dan bergerak bersama-sama untuk mengadakan Bulan Bakti ISMKI dalam memajukan Kesehatan Ibu dan Anak Indonesia. Dari Mahasiswa Kedokteran untuk Indonesia.

(3)

II. TUJUAN

Tujuan umum

Menggiatkan kembali kinerja dalam pencapaian target MDGs dalam mengurangi angka kematian ibu dan anak terutama dengan edukasi individual dan keluarga dalam komunitas tertentu sesuai dengan derajat keparahannya.

Tujuan khusus

1. Meningkatkan peran serta mahasiswa kedokteran indonesia untuk membangun kesadaran dalam bidang kesehatan ibu dan anak.

2. Meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan pemahaman masyarakat, terutama orangtua, akan pentingnya kesehatan ibu dan anak, terutama dalam masa kehamilan dan pertumbuhan janin & anak.

3. Meningkatkan pengetahuan mahasiswa kedokteran tentang kesehatan ibu dan anak sebagai salah satu fokus tujuan MDGs 2015.

4. Pendataan angka kesehatan ibu dan anak di daerah-daerah Indonesia. III. MANFAAT

1. Peningkatan kesadaran, pengetahuan, dan pemahaman masyarakat, terutama orangtua, akan pentingnya kesehatan ibu dan anak, terutama dalam masa kehamilan dan pertumbuhan janin & anak.

2. Peningkatan peran serta mahasiswa kedokteran indonesia untuk membangun kesadaran dalam bidang kesehatan ibu dan anak.

3. Peningkatan pengetahuan mahasiswa kedokteran tentang kesehatan ibu dan anak sebagai salah satu fokus tujuan MDGs 2015.

4. Pembaharuan data untuk angka kesehatan Ibu dan Anak di daerah-daerah di Indonesia.

IV. WAKTU PELAKSANAAN

Bulan April 2014 (Tentative) V. TEMPAT

1. Kriteria tempat :

a. Desa binaan masing-masing institusi.

b. Tempat dengan prevalensi masalah kesehatan ibu dan anak tinggi.

2. Pelaksana : Fakultas Kedokteran seluruh Indonesia yang termasuk dalam anggota ISMKI.

(4)

VI. USULAN PROGRAM

1. Edukasi ibu hamil mengenai Antenatal Care dan persalinan

Edukasi ibu hamil ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai antenatal care dan persalinan diharapkan dengan pemahaman ini pencegahan terhadap kelainan maupun kematian anak dan Ibu dapat terjadi. Bentuk kegiatan terbagi dua yaitu, Antenatal Care; berupa penyuluhan mengenai masa kehamilan, pemahaman mengenai pertumbuhan dan perkembangan janin, pemahaman mengenai antenatal care, serta kesadaran ibu yang hamil akan pentingnya antenatalcare; dan persalinan, yang berupa, penyuluhan mengenai persalinan, pemahaman mengenai cara persalinan normal oleh tenaga medis profesional, serta kesadaran mengenai meminta bantuan dari tempat dan petugas medis untuk melakukan persalinan. Sasaran edukasi adalah Ibu hamil dan calon Ibu (perempuan) serta umum di desa binaan atau tempat edukasi ini berlangsung, sedangkan follow up yang dilakukan dapat berupa pemberian pengetahuan per keluarga (keluarga binaan) setiap bulannya.

2. Edukasi mengenai gizi dan kesehatan pada ibu dan anak

Edukasi mengenai gizi dan kesehatan pada ibu dan anak bertujuan memberikan pemahaman mengenai kebutuhan gizi ibu dan anak, dibagi berdasarkan balita dan neonates; berupa penyuluhan mengenai masa neonatus dan balita, pemahaman mengenai Kebutuhan dan gizi neonatus dan balita, perlombaan bayi sehat, dan kesadaran ibu untuk memantau tumbuh kembang anak, serta penyuluhan mengenai Pola hidup Sehat dan penyakit pada anak, Pemahaman orang tua anak mengenai pencegahan penyakit tersering pada anak, pemeriksaan antropometri pada anak, dan pelatihan dokter kecil. Sasaran edukasi adalah keluarga pada desa binaan terutama yang memiliki bayi atau balita, maupun anak, sedangkan follow up yang dapat dilakukan berupa pemeriksaan (skrining) kesehatan bayi atau balita setiap bulannya. Untuk kesehatan Ibu, sasarannya adalah semua perempuan terutama yang berusia 18 tahun ke atas, dengan tujuan mengenai pemahaman kanker serviks dan/atau kanker payudara, sehingga dapat melakukan pencegahan atau kegiatan yang mengurangi risiko kanker tersebut. Follow up yang dilakukan dapat berupa pemberian pengetahuan per keluarga (keluarga binaan) setiap bulannya.

(5)

3. Edukasi mengenai pentinga Keluarga Berencana (KB)

Kegiatan KB merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang Keluarga Berencana (KB) yang merupakan bagian penting yang mendukung peningkatan angka KIA dan juga dapat menekan pertumbuhan masyarakat yang di luar kendali sehingga meminimalisir kenaikan angka kematian ibu dan anak, dengan bentuk kegiatan berupa penyuluhan Keluarga Berencana, menanamkan pemahaman tentang pengertian KB, pemahaman jenis-jenis KB, kelebihan dan kekurangan, serta keterangan biaya pemakaian masing-masing alat KB, dan diakhiri dengan penyuluhan mengenai pentingnya KB. Sasaran edukasi ini adalah keluarga-keluarga di desa binaan atau tempat edukasi ini berlangsung, sedangkan follow up yang dilakukan dapat berupa pemberian pengetahuan per keluarga (keluarga binaan) setiap bulannya. 4. Penyuluhan/Workshop Suami Siaga dan Breast-feeding father

Penyuluhan atau workshop Suami Siaga dan breast-feeding father bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan suami dalam membina kesehatan ibu dan anak. Sasaran program ini adalah suami dan ayah, serta calon ayah, dan pasangan masing-masing, sedangkan follow up yang dapat dilakukan adalah edukasi per keluarga (keluarga binaan) setiap bulannya.

(6)

VII. LUARAN YANG DIHARAPKAN

1. Kesadaran, pengetahuan, dan pemahaman masyarakat, terutama orangtua, akan pentingnya kesehatan ibu dan anak, terutama dalam masa kehamilan dan pertumbuhan janin & anak meningkat.

2. Peran serta mahasiswa kedokteran indonesia untuk membangun kesadaran dalam bidang kesehatan ibu dan anak meningkat.

3. Pengetahuan mahasiswa kedokteran tentang kesehatan ibu dan anak sebagai salah satu fokus tujuan MDGs 2015 meningkat.

4. Data untuk angka kesehatan Ibu dan Anak di daerah-daerah di Indonesia lebih lengkap sehingga tindakan follow up yang diambil lebih jelas.

5. Berkurangnya faktor risiko turunnya angka kesehatan anak dan ibu.

VIIl. INDIKATOR KEBERHASILAN (Lampiran)

Institusi mengumpulkan hasil kegiatan dalam form (terlampir) dengan rincian : 1. Dilaksanakan oleh 30 institusi : kurang

2. Dilaksanakan oleh 30 - 45 institusi : cukup 3. Dilaksanakan lebih dari 45 institusi: baik XI. RINCIAN DANA (Lampiran)

Dana yang dibutuhkan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, dapat juga merujuk ke dalam rincian dana Bakti Sosial Wilayah masing-masing daerah.

(7)

Lampiran :

1. INDIKATOR KEBERHASILAN

KELUARGA BERENCANA

NO JENIS INTERVENSI INDIKATOR

KEBERHASILAN

SKOR (0-100) 1. Penyuluhan Keluarga Berencana Penyuluhan dihadiri oleh

sekurang-kurangnya 75% warga keseluruhan (sasaran utama : pasangan suami istri usia produktif)

2. Pengertian KB 70% peserta penyuluhan dapat memahami dan/atau menjawab pertanyaan dengan baik seputar pengertian KB 3. Pemahaman tentang jenis-jenis

KB, kelebihan dan kekurangan, serta keterangan biaya pemakaian masing-masing alat keluarga berencana a. 70% peserta penyuluhan dapat menyebutkan jenis-jenis KB b. 70% peserta penyuluhan dapat menyebutkan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis alat KB c. 70% peserta

(8)

penyuluhan dapat membedakan cara pakai alat KB d. 70% peserta penyuluhan dapat menentukan sendiri alat KB yang sesuai 4. Pentingnya ber-KB Terjadi peningkatan

angka partisipasi KB warga

(75% pasangan suami istri usia produktif yang mengikuti penyuluhan mengikuti Penyuluhan KB mengikuti program KB yang sesuai)

(9)

INDIKATOR KEBERHASILAN

KEHAMILAN/ANTENATAL CARE

NO JENIS INTERVENSI INDIKATOR

KEBERHASILAN

SKOR (0-100) 1. Penyuluhan mengenai masa

kehamilan

Penyuluhan di hadiri oleh 80% ibu yang sedang hamil dan atau atau 80% ibu berusia produktif

2. Pemahaman mengenai

pertumbuhan dan perkembangan janin

50% peserta penyuluhan dapat menjawab dan menjelaskan

pertumbuhan dan perkembangan janin secara umum pada trimester 1, 2 dan 3. 3. Pemahaman mengenai antenatal

care

70 % peserta penyuluhan dapat menjawab dan

menjelaskan nutrisi yang diberikan kepada ibu hamil

70% peserta penyuluhan dapat menjawab

pertanyaan dan menjelaskan makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil

(10)

50% peserta penyuluhan dapat menjelaskan apa yang dimaksud dengan teratogenik.

70% peserta penyuluhan dapat menjawab

pertanyaan dan menjelaskan aktivitas yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan selama kehamilan

4. Kesadaran ibu yang hamil akan pentingnya antenatalcare

80 % ibu yang hamil melakukan pemeriksaan antenatalcare secara berkala pada posyandu ataupun tempat

pelayanan kesehatan terdekat

PERSALINAN

NO JENIS INTERVENSI INDIKATOR

KEBERHASILAN

SKOR (0-100) 1. Penyuluhan mengenai Persalinan Penyuluhan di hadiri

oleh 80% ibu yang sedang hamil dan atau atau 80% ibu berusia produktif

(11)

2. Pemahaman mengenai cara persalinan normal oleh tenaga medis profesional

50 % peserta penyuluhan dapat menjawab pertanyaan seputar cara persalinan yang dilakukan oleh tenaga medis profesional

70% peserta penyuluhan dapat menjawab

pertanyaan seputar resiko persalinan yang tidak dilakukan dengan benar oleh petugas non medis

50 % peserta penyuluhan dapat menjawab pertanyaan mengenai kondisi persalinan yang tidak normal.

3. Kesadaran mengenai meminta bantuan dari tempat dan petugas medis untuk melakukan persalinan

70% ibu yang melahirkan telah menggunakan jasa tenaga medis profesional (dokter atau bidan)

(12)

INDIKATOR KEBERHASILAN

GIZI DAN KESEHATAN NEONATUS DAN BALITA

NO JENIS INTERVENSI INDIKATOR

KEBERHASILAN

SKOR (0-100) 1. Penyuluhan mengenai masa

neonatus dan balita

Penyuluhan di hadiri oleh 80% ibu yang sedang hamil dan atau atau 80% ibu yang mempunyai anak balita

2. Pemahaman mengenai Kebutuhan dan gizi neonatus dan balita

70 % peserta penyuluhan dapat menjawab dan

menjelaskan mengenai pentingnya ASI

eksklusif dan masa pemberian ASI eksklusif

70 % peserta penyuluhan dapat menjawab dan menjelaskan mengenai waktu pemberian MP (Makanan Pendamping) -ASI dan jenis MP-ASI yang diberikan serta gizi lainnya

(13)

dapat menjawab dan menjelaskan mengenai pengertian imunisasi, pentingnya imunisasi dan jenis-jenis imunisasi serta jadwal pemberiannya 50 % peserta penyuluhan dapat menjawab dan menjelaskan mengenai pentingnya pemeriksaan tumbuh kembang serta jadwal pemeriksaan tumbuh kembang dilakukan.

3. Perlombaan bayi sehat 70 % Keaktifan dan keikutsertaan ibu dalam mengikutkan anaknya dalam perlombaan

4. Kesadaran ibu untuk memantau tumbuh kembang anak

70 % ibu yang

mempunyai anak balita melakukan skrining tumbuh kembang secara rutin dan berkala di pusat pelayanan kesehatan terdekat. GIZI DAN KESEHATAN ANAK

(14)

KEBERHASILAN (0-100) 1. Penyuluhan mengenai Pola hidup

Sehat dan penyakit pada anak

Penyuluhan di hadiri oleh 80% anak / siswa dari suatu sekolah di lokasi beserta dengan orang tua anak / siswa tersebut

2. Pemahaman anak mengenai pola hidup sehat

100% anak peserta penyuluhan dapat melakukan simulasi pola hidup sehat dengan baik

50 % anak peserta penyuluhan telah menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan kesehariannya

(melakukan follow up) 3. Pemahaman orang tua anak

mengenai pencegahan penyakit tersering pada anak

75% Orang tua siswa yang menjadi peserta penyuluhan dapat menjawab pertanyaan secara umum mengenai penyakit yang telah disampaikan

50 % Orang tua siswa yang menjadi peserta penyuluhan dapat menjawab pertanyaan mengenai penyebab

(15)

penyakit, patogenesis dan pencegahan penyakit yang telah disampaikan

Terjadinya penurunan angka penyakit yang menjadi endemik pada anak saat musim tertentu sebanyak 25%

(perlu dilakukan follow up)

4. Pemeriksaan antropometri pada anak

Seluruh anak / siswa mengikuti pemeriksaan antropometri dan di dapat data nya yang kemudian disimpulkan jika terjadi

penyimpangan. 5. Pelatihan dokter kecil Terpilihnya 3 orang

dokter kecil terbaik yang dapat mengingatkan teman-temannya untuk menerapkan pola hidup sehat

(16)

INDIKATOR KEBERHASILAN

KESEHATAN IBU / PEREMPUAN

NO JENIS INTERVENSI INDIKATOR

KEBERHASILAN

SKOR (0-100) 1. Penyuluhan mengenai Kanker

serviks dan / atau kanker payudara

Penyuluhan di hadiri oleh 80% ibu dan anak gadis berusia 18 tahun keatas

2. Pemahaman mengenai kanker serviks dan kanker payudara

50% peserta penyuluhan dapat menjawab dan menjelaskan pertanyaan mengenai kanker serviks dan kanker payudara 3. Pemahaman mengenai cara

pemeriksaan IVA dan Sadari

Semua (100%) peserta penyuluhan mengikuti workshop dengan baik dan tenang

Semua (100%) peserta penyuluhan telah dapat melakukan SADARI untuk mendeteksi kanker payudara

Semua (100%) peserta penyuluhan (ibu atau gadis yang telah melakukan hubungan seksual) dapat mengerti

(17)

dan melakukan

pemeriksaan IVA untuk mendeteksi adanya kanker serviks* *Ketentuan dan syarat pemeriksaan berlaku

(18)

INDIKATOR KEBERHASILAN

SUAMI SIAGA DAN BREASTFEEDING FATHER

NO JENIS INTERVENSI INDIKATOR

KEBERHASILAN

SKOR (0-100) 1. Penyuluhan mengenai Suami Siaga Suami yang menghadiri

penyuluhan sebanyak 50% dari pasangan suami-istri.

2. Pemahaman mengenai pentingnya dan tugas Suami Siaga

50% peserta penyuluhan khususnya suami, dapat menjawab dan

menjelaskan pertanyaan mengenai suami siaga 3. Pemahaman mengenai

breastfeeding father

Semua (100%) peserta penyuluhan mengikuti workshop dengan baik dan tenang

75% peserta penyuluhan memahami penitngnya peran ayah/suami dalam memberikan ASI

terhadap anaknya, serta gizi terhadap anaknya.

50% peserta penyuluhan khususnya suami, dapat menjawab dan

menjelaskan pertanyaan mengenai breast-feeding father.

(19)

2. RINCIAN DANA (Per satu institusi)

1. Edukasi ibu hamil mengenai Antenatal Care dan persalinan

1. Acara (Pembicara 3 orang @ Rp 500.000,00) = Rp 1.500.000,00 2. Kesekretariatan dan Administrasi = Rp 500.000,00

a. Perlengkapan alat tulis b. Sertifikat peserta dan panitia c. Seminar kita

d. Plakat/Sertifikat pemateri e. Fotokopi, dan lain-lain

3. Publikasi dan Pembuatan Poster = Rp 500.000,00 4. Pembuatan Spanduk (2 buah x @ Rp 100.000,00) = Rp 200.000,00 5. Perlengkapan Komunikasi (pulsa, Internet) = Rp 250.000,00

6. Perlengkapan = Rp 1.000.000,00

a. Perlengkapan Acara (games, penyuluhan, alat) b. Pemeriksaan fisik gratis

7. Modal Penjualan Dana dan Usaha = Rp 150.000,00 8. Perlengkapan P3K = Rp 200.000,00

9. Uang Keamanan = Rp 200.000,00

10. Transportasi = Rp 1.000.000,00 11. Konsumsi (350 orang x @Rp 10.000) = Rp 3.500.000,00

Total Dana = Rp 9.000.000,00

2. Edukasi mengenai gizi dan kesehatan pada ibu dan anak

1. Pembicara 4 orang @ Rp 500.000,00 = Rp 2.000.000,00 2. Kesekretariatan dan Administrasi = Rp 500.000,00 3. Publikasi dan Pembuatan Poster = Rp 500.000,00 4. Pembuatan Spanduk (2 buah x @ Rp 100.000,00) = Rp 200.000,00 5. Perlengkapan Komunikasi (pulsa, Internet) = Rp 250.000,00 6. Perlengkapan Acara = Rp 1.000.000,00 7. Modal Penjualan Dana dan Usaha = Rp 150.000,00 8. Perlengkapan P3K = Rp 200.000,00

9. Uang Keamanan = Rp 200.000,00

10. Transportasi = Rp 1.000.000,00 11. Konsumsi (400 orang x @Rp 10.000,00) = Rp 4.000.000,00

Total Dana = Rp 10.000.000,00

3. Edukasi mengenai pentingnya Keluarga Berencana (KB)

1. Pembicara 2 orang @ Rp 500.000,00 = Rp 1.000.000,00 2. Kesekretariatan dan Administrasi = Rp 500.000,00 3. Publikasi dan Pembuatan Poster = Rp 500.000,00 4. Pembuatan Spanduk (2 buah x @ Rp 100.000,00) = Rp 200.000,00 5. Perlengkapan Komunikasi (pulsa, Internet) = Rp 250.000,00 6. Perlengkapan Acara = Rp 1.000.000,00 7. Modal Penjualan Dana dan Usaha = Rp 150.000,00

(20)

8. Perlengkapan P3K = Rp 200.000,00

9. Transportasi = Rp 1.000.000,00

10. Konsumsi (300 orang x @Rp 10.000,00) = Rp 3.000.000,00

Total Dana = Rp 8.800.000,00

4. Penyuluhan/Workshop Suami Siaga dan Breast-feeding father

1. Pembicara 2 orang @ Rp 500.000,00 = Rp 1.000.000,00 2. Kesekretariatan dan Administrasi = Rp 500.000,00 3. Publikasi dan Pembuatan Poster = Rp 500.000,00 4. Pembuatan Spanduk (2 buah x @ Rp 100.000,00) = Rp 200.000,00 5. Perlengkapan Komunikasi (pulsa, Internet) = Rp 250.000,00 6. Perlengkapan Acara = Rp 1.000.000,00 7. Peralatan Workshop = Rp 1.000.000,00 8. Modal Penjualan Dana dan Usaha = Rp 150.000,00 9. Perlengkapan P3K = Rp 200.000,00 10. Transportasi = Rp 1.000.000,00 11. Konsumsi (300 orang x @Rp 10.000,00) = Rp 3.000.000,00

Referensi

Dokumen terkait

Gagal jantung kongestif atau congestive heart failure (CHF) merupakan kondisi dimana fungsi jantung sebagai pompa untuk mengantarkan darah yang kaya oksigen ke tubuh tidak cukup

Data yang telah diunduh dari total station dapat ditampilkan pada layar komputer dengan langkah File ► Open File, selanjutnya dilakukan pemilihan file yang akan

20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 51 ayat (1) mengamanatkan, “Pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan

Bragg menunjukkan bahwa bidang yang berisi atom di dalam kristal yang disebut bidang Bragg, akan memantulkan radiasi dengan cara yang sama persis dengan

5. Faktor atau keadaan pencetus.. Penyebab ke lima adalah ACS yang merupakan akibat sekunder dari kondisi pencetus diluar arteri koroner. Pada pasien ini ada penyebab dapat

Belum secara spontan menunjukan ekspresi kekaguman terhadap fenomena alam dari hasil penafsiran defenisi geografi menurut para ahli atau ungkapan verbal yang

Pendekatan penelitian yuridis sosiologis juga digunakan dalam penyusunan skripsi ini yaitu dengan meneliti bagaimana penegakan hukum yang dilakukan Kepolisian terhadap tindak

Dapat diberikan untuk sementara pada fase remisi Campuran insulin kerja cepat/pendek dan kerja menengah Diberikan sebelum makan pagi dan sebelum makan malam Biasanya diberikan