• Tidak ada hasil yang ditemukan

Materi ( Album )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Materi ( Album )"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

I.

I. Album Petrografi Batuan Beku & Gunung Api.Album Petrografi Batuan Beku & Gunung Api.

 GABBROGABBRO

Jenis

Jenis Batuan Batuan : : Batuan Batuan Beku Beku Plutonik Plutonik Klan Klan GabbroGabbro Sayatan Tipis

Sayatan Tipis

Kenampakan

Kenampakan Mikroskopis Mikroskopis ::

Dalam sayatan tipis menunjukkan warna abu-abu kehitaman memiliki Dalam sayatan tipis menunjukkan warna abu-abu kehitaman memiliki tektur holokristalin phaneric, tektur khusus interlocking. Dalam sayatan ini terdiri tektur holokristalin phaneric, tektur khusus interlocking. Dalam sayatan ini terdiri dari mineral olivine, pyroxene, plagioclase, hornblane.

dari mineral olivine, pyroxene, plagioclase, hornblane. Pemerian

Pemerian Mineralogi Mineralogi ::

-- Olivine Olivine : : Warna Warna hijau hijau kekuningan, kekuningan, hijau hijau pucat, pucat, ungu, ungu, bentukbentuk anhedral,

anhedral, relief relief tinggi, tinggi, tidak tidak memiliki memiliki belahan,belahan, terdapat banyak pecahan tidak teratur, stuktur mesh, terdapat banyak pecahan tidak teratur, stuktur mesh, sudut pemadaman parallel.

sudut pemadaman parallel.

-- Hornblande Hornblande : : hijau hijau pucat, pucat, subheral, subheral, belahan belahan 2 2 arah arah membentukmembentuk sudut miring, penggelapan sejajar, relief sedang. sudut miring, penggelapan sejajar, relief sedang. -- Pyroxene Pyroxene : : Berwarna Berwarna kuning kuning kecoklatan, kecoklatan, putih putih keruh, keruh, bentukbentuk

anhedral - subhedral, belahan 2 arah saling tegak anhedral - subhedral, belahan 2 arah saling tegak lurus, terbagi jadi ortho dan clino pyroxe tergantung lurus, terbagi jadi ortho dan clino pyroxe tergantung sudut pemadamannya.

sudut pemadamannya.

-- Plagioclase Plagioclase : : Tidak Tidak berwarna, berwarna, berbentuk berbentuk euhedral, euhedral, punyapunya kembaran, sudut penggelapan miring.

kembaran, sudut penggelapan miring.

Petrogenesis :

Petrogenesis :

Dilihat dari teksturnya phaneric dan interlocking, batuan tersebut terbentuk dari Dilihat dari teksturnya phaneric dan interlocking, batuan tersebut terbentuk dari  proses

 proses pendinginan pendinginan magma magma yang layang lama ma dan dan berada berada pada pada kedalaman kedalaman yang yang relativerelative dalam sehingga terbentuk Kristal-kristal yang ukurannya relative besar dan dalam sehingga terbentuk Kristal-kristal yang ukurannya relative besar dan holokristalin. Dari komposisinya tersebut, dapat disimpulkan bahwa magma yang holokristalin. Dari komposisinya tersebut, dapat disimpulkan bahwa magma yang membentuk adalah magma basa.

(2)

 BASALTBASALT

Jenis

Jenis Batuan Batuan : : Batuan Batuan Beku Beku Vulkanik Vulkanik Klan Klan GabbroGabbro Sayatan

Sayatan Tipis Tipis ::

Kenampakan Mikroskopis: Kenampakan Mikroskopis:

Dalam

Dalam sayatan sayatan tipis tipis menunjukkan menunjukkan warna warna abu-abu abu-abu kehitaman kehitaman tekturtektur hipokristalin afanitik - porfiritik ,

hipokristalin afanitik - porfiritik , tektur khusus Traktektur khusus Trakhitic. hitic. Terdiri dari mineralTerdiri dari mineral olivine, pyroxene, plagioclase, hornblane.

olivine, pyroxene, plagioclase, hornblane. Pemerian

Pemerian Mineralogi Mineralogi ::

-- Olivine Olivine : : Warna Warna hijau hijau kekuningan, kekuningan, hijau hijau pucat, pucat, ungu, ungu, bentukbentuk anhedral,

anhedral, relief relief tinggi, tinggi, tidak tidak memiliki memiliki belahan,belahan, terdapat banyak pecahan tidak teratur, stuktur mesh, terdapat banyak pecahan tidak teratur, stuktur mesh, sudut pemadaman parallel.

sudut pemadaman parallel.

-- Hornblande Hornblande : : hijau hijau pucat, pucat, subheral, subheral, belahan belahan 2 2 arah arah membentukmembentuk sudut miring, penggelapan sejajar, relief sedang. sudut miring, penggelapan sejajar, relief sedang. -- Pyroxene Pyroxene : : Berwarna Berwarna kuning kuning kecoklatan, kecoklatan, putih putih keruh, keruh, bentukbentuk

anhedral - subhedral, belahan 2 arah saling tegak anhedral - subhedral, belahan 2 arah saling tegak lurus, terbagi jadi ortho pyroxene dan clino pyroxe lurus, terbagi jadi ortho pyroxene dan clino pyroxe tergantung dari sudut pemadamannya.

tergantung dari sudut pemadamannya.

-- Plagioclase Plagioclase : : Tidak Tidak berwarna, berwarna, berbentuk berbentuk euhedral, euhedral, mempunyaimempunyai kembaran, sudut pemadaman miring.

kembaran, sudut pemadaman miring.

-- Kuarsa Kuarsa : : colourless, colourless, relief relief rendah, rendah, bentuk bentuk anhedral, anhedral, tidak tidak adaada  belahan, sudut pemadaman bergelomb

 belahan, sudut pemadaman bergelombang.ang.

Petrogenesis :

Petrogenesis :

Dari teksturnya yang afanitik, batuan tersebut terbentuk dari proses Dari teksturnya yang afanitik, batuan tersebut terbentuk dari proses  pendinginan

(3)

 BASALTBASALT

Jenis

Jenis Batuan Batuan : : Batuan Batuan Beku Beku Vulkanik Vulkanik Klan Klan GabbroGabbro Sayatan

Sayatan Tipis Tipis ::

Kenampakan Mikroskopis: Kenampakan Mikroskopis:

Dalam

Dalam sayatan sayatan tipis tipis menunjukkan menunjukkan warna warna abu-abu abu-abu kehitaman kehitaman tekturtektur hipokristalin afanitik - porfiritik ,

hipokristalin afanitik - porfiritik , tektur khusus Traktektur khusus Trakhitic. hitic. Terdiri dari mineralTerdiri dari mineral olivine, pyroxene, plagioclase, hornblane.

olivine, pyroxene, plagioclase, hornblane. Pemerian

Pemerian Mineralogi Mineralogi ::

-- Olivine Olivine : : Warna Warna hijau hijau kekuningan, kekuningan, hijau hijau pucat, pucat, ungu, ungu, bentukbentuk anhedral,

anhedral, relief relief tinggi, tinggi, tidak tidak memiliki memiliki belahan,belahan, terdapat banyak pecahan tidak teratur, stuktur mesh, terdapat banyak pecahan tidak teratur, stuktur mesh, sudut pemadaman parallel.

sudut pemadaman parallel.

-- Hornblande Hornblande : : hijau hijau pucat, pucat, subheral, subheral, belahan belahan 2 2 arah arah membentukmembentuk sudut miring, penggelapan sejajar, relief sedang. sudut miring, penggelapan sejajar, relief sedang. -- Pyroxene Pyroxene : : Berwarna Berwarna kuning kuning kecoklatan, kecoklatan, putih putih keruh, keruh, bentukbentuk

anhedral - subhedral, belahan 2 arah saling tegak anhedral - subhedral, belahan 2 arah saling tegak lurus, terbagi jadi ortho pyroxene dan clino pyroxe lurus, terbagi jadi ortho pyroxene dan clino pyroxe tergantung dari sudut pemadamannya.

tergantung dari sudut pemadamannya.

-- Plagioclase Plagioclase : : Tidak Tidak berwarna, berwarna, berbentuk berbentuk euhedral, euhedral, mempunyaimempunyai kembaran, sudut pemadaman miring.

kembaran, sudut pemadaman miring.

-- Kuarsa Kuarsa : : colourless, colourless, relief relief rendah, rendah, bentuk bentuk anhedral, anhedral, tidak tidak adaada  belahan, sudut pemadaman bergelomb

 belahan, sudut pemadaman bergelombang.ang.

Petrogenesis :

Petrogenesis :

Dari teksturnya yang afanitik, batuan tersebut terbentuk dari proses Dari teksturnya yang afanitik, batuan tersebut terbentuk dari proses  pendinginan

(4)

terbentuk kristal-kristal yang ukurannya relative kecil dan hipokristalin. Dari terbentuk kristal-kristal yang ukurannya relative kecil dan hipokristalin. Dari komposisinya, dapat disimpulkan bahwa magma yang membentuk adalah komposisinya, dapat disimpulkan bahwa magma yang membentuk adalah magma basa.

magma basa.

 DIORITEDIORITE

Jenis

Jenis Batuan Batuan : : Batuan Batuan Beku Beku Plutonik Plutonik Klan Klan Diorit Diorit Monzonit Monzonit SyenitSyenit Sayatan

Sayatan Tipis Tipis ::

Kenampakan Mikroskopis : Kenampakan Mikroskopis :

Dalam

Dalam sayatan sayatan tipis tipis menunjukkan menunjukkan warna warna abu-abu abu-abu kecoklatan kecoklatan tekturtektur holokristalin

holokristalin phaneric, phaneric, tektur tektur khusus khusus Interlocking. Interlocking. Terdiri Terdiri dari dari mineralmineral Plagioklas dan ho

Plagioklas dan hornblende dengan mrnblende dengan mineral ineral lain yang lebih lain yang lebih sedikit seperti biotit,sedikit seperti biotit, ortoklas dan kuarsa.

ortoklas dan kuarsa. Pemerian

Pemerian Mineralogi Mineralogi ::

-- Hornblande Hornblande : : hijau hijau pucat, pucat, subheral, subheral, belahan belahan 2 2 arah arah membentukmembentuk sudut miring, pemadaman sejajar, relief sedang. sudut miring, pemadaman sejajar, relief sedang. -- Plagioclase Plagioclase : : Tidak Tidak berwarna, berwarna, berbentuk berbentuk euhedral, euhedral, punyapunya

kembaran, sudu

kembaran, sudut pemadaman t pemadaman miring jenis miring jenis oligoklasoligoklas dan andesine.

dan andesine.

-- Biotite Biotite : : coklat coklat kehitaman, kehitaman, bentuk bentuk euhedral-subhedral,euhedral-subhedral,  belahan

 belahan 1 1 arah arah tegas, tegas, relief relief tinggi, tinggi, pemadamanpemadaman sejajar.

sejajar.

-- Ortoklas Ortoklas : : colourless, colourless, relief relief rendah, rendah, bentuk bentuk anhedral, anhedral, tidak tidak adaada  belahan, tidak ada sudut pemadaman.

 belahan, tidak ada sudut pemadaman.

-- Kuarsa Kuarsa : : colourless, colourless, relief relief rendah, rendah, bentuk bentuk anhedral, anhedral, tidak tidak adaada  belahan, sudut pemadaman bergelomb

(5)

Petrogenesis :

Petrogenesis :

Dari teksturnya yang phaneric dan interlocking, batuan tersebut terbentuk dari Dari teksturnya yang phaneric dan interlocking, batuan tersebut terbentuk dari  proses pendinginan magma

 proses pendinginan magma yang lama dan yang lama dan berada pada berada pada kedalaman yang relakedalaman yang relativetive dalam sehingga terbentuk Kristal-kristal yang ukurannya relative besar dan dalam sehingga terbentuk Kristal-kristal yang ukurannya relative besar dan holokristalin. Dari komposisinya, dapat disimpulkan bahwa magma yang holokristalin. Dari komposisinya, dapat disimpulkan bahwa magma yang membentukkan adalah magma intermediate.

membentukkan adalah magma intermediate.

 ANDESITEANDESITE

Jenis

Jenis Batuan Batuan : : Batuan Batuan Beku Beku Plutonik Plutonik Klan Klan Diorit Diorit MonzonitMonzonit Syenit

Syenit Sayatan

Sayatan Tipis Tipis ::

Kenampakan

Kenampakan Mikroskopis Mikroskopis :: Dalam

Dalam sayatan sayatan tipis tipis menunjukkan menunjukkan warna warna abu-abu abu-abu kecoklatan kecoklatan tekturtektur Hipokristalin dan

Hipokristalin dan tekstur khusus vtekstur khusus vitrofirik. itrofirik. Terdiri dari mineral Terdiri dari mineral PlagioklasPlagioklas dan hornblende

dan hornblende dengan mineral dengan mineral lain yang lebih sedikit seperti blain yang lebih sedikit seperti biotit,iotit, ortoklas dan kuarsa.

ortoklas dan kuarsa. Pemerian

Pemerian Mineralogi Mineralogi ::

-- Hornblande Hornblande : : hijau hijau pucat, pucat, subheral, subheral, belahan belahan 2 2 araharah membentuk sudut miring, pemadaman membentuk sudut miring, pemadaman sejajar, relief sedang.

sejajar, relief sedang.

-- Plagioclase Plagioclase : : Tidak Tidak berwarna, berwarna, berbentuk berbentuk euhedral,euhedral,

mempunyai kembaran, sudut pemadaman mempunyai kembaran, sudut pemadaman miring jenis oligoklas dan andesine.

miring jenis oligoklas dan andesine. -- Biotite Biotite : : coklat coklat kehitaman, kehitaman, bentuk bentuk euhedral euhedral

(6)

--subhedral, belahan 1 arah tegas, relief tinggi,  pemadaman sejajar.

- Kuarsa : colourless, relief rendah, bentuk anhedral,

tidak ada belahan, sudut pemadaman  bergelombang.

- Masa dasar Gelas : Warna abu-abu, isotropis, ketika

dimasukkan dengan keeping gips berwarna violet.

Petrogenesis :

Dari teksturnya yang afanitik, batuan tersebut terbentuk dari proses  pendinginan magma yang cepat dan berada di permukaan bumi, sehingga terbentuk kristal-kristal yang ukurannya relative kecil dan hipokristalin. Dari komposisinya, dapat disimpulkan bahwa magma yang membentukkan adalah magma intermediate.

 GRANITE

Jenis Batuan : Batuan Beku Plutonik Klan Granodiorit Adamelit Granit

Sayatan Tipis :

Kenampakan Mikroskopis :

Dalam sayatan tipis menunjukkan warna kemerahan. tektur holokristalin  phaneric, tektur khusus Interlocking. Terdiri dari mineral Kuarsa dan Ortoklas yang banyak dengan mineral lain yang lebih sedikit seperti Plagioklas, hornblende, muscovite dan biotite.

Pemerian Mineralogi :

- Ortoklas : Colourless, relief rendah, bentuk anhedral, tidak ada

(7)

- Kuarsa : Colourless, relief rendah, bentuk anhedral, tidak ada  belahan, sudut pemadaman bergelombang.

- Hornblande : hijau pucat, subheral, belahan 2 arah membentuk

sudut miring, pemadaman sejajar, relief sedang.

- Plagioclase : Tidak berwarna, berbentuk euhedral, punya

kembaran, sudut pemadaman miring jenis oligoklas dan andesine.

- Biotite : Coklat kehitaman, bentuk euhedral-subhedral,

 belahan 1 arah tegas, relief tinggi, sudut pemadaman sejajar.

- Muscovite : coklat kehijauan, bentuk euhedral-subhedral,

 belahan 1 arah putus-putus, relief rendah, sudut  pemadaman sejajar.

Petrogenesis :

Dari teksturnya yang phaneric dan interlocking, batuan tersebut terbentuk dari proses pendinginan magma yang lama dan berada pada kedalaman yang relative dalam sehingga terbentuk Kristal-kristal yang ukurannya relative besar dan holokristalin. Dari komposisinya, dapat disimpulkan bahwa magma yang membentukkan adalah magma Asam.

 GRANODIORIT

Jenis Batuan : Batuan Beku Plutonik Klan Granodiorit

Adamelit Granit

Sayatan Tipis :

Kenampakan Mikroskopis :

(8)

dan Plagioklas yang banyak dengan mineral lain yang lebih sedikit seperti orthoklas, hornblende, muscovite dan biotite.

Pemerian Mineralogi :

- Plagioclase : Tidak berwarna, berbentuk euhedral, punya

kembaran, sudut pemadaman miring jenis oligoklas dan andesine.

- Kuarsa : Colourless, relief rendah, bentuk anhedral, tidak ada

 belahan, sudut pemadaman bergelombang.

- Ortoklas : Colourless, relief rendah, bentuk anhedral, tidak ada

 belahan, tidak ada sudut pemadaman.

- Hornblande : Hijau pucat, subheral, belahan 2 arah membentuk

sudut miring, sudut pemadaman sejajar, relief sedang.

- Biotite : Coklat kehitaman, bentuk euhedral-subhedral,

 belahan 1 arah tegas, relief tinggi, sudut pemadaman sejajar.

- Muscovite : Coklat kehijauan, bentuk euhedral-subhedral,

 belahan 1 arah putus-putus, relief rendah, sudut  pemadaman sejajar.

Petrogenesis :

Dari teksturnya yang phaneric dan interlocking, batuan tersebut terbentuk dari proses pendinginan magma yang lama dan berada pada kedalaman yang relative dalam sehingga terbentuk Kristal-kristal yang ukurannya relative besar dan holokristalin. Dari komposisinya, dapat disimpulkan bahwa magma yang membentukkan adalah magma Asam.

 Peridotite

Jenis Batuan : Batuan Beku Plutonik Klan Ultramafic

 – 

Lamprofir

(9)

Kenampakan Mikroskopis :

Dalam sayatan tipis menunjukkan warna kuning kecoklatan, kuning kehijauan, hijau kekuningan, dengan tekstur holokristalin , phaneric, tekstur khusus Interlocking, didominasi oleh kehadiran mineral Olivine dan Pyroxene. tetapi olivine tetap lebih dominan. Jumlah kehadiran keduanyalah yang menentukan penamaan lebih detailnya. Sisanya pengotor seperti mineral opak.

Pemerian Mineralogi :

- Olivine : Warna hijau kekuningan, hijau pucat, ungu, bentuk

anhedral, relief tinggi, tidak memiliki belahan, terdapat banyak pecahan tidak teratur, stuktur mesh, sudut pemadaman parallel.

- Pyroxene : Berwarna kuning kecoklatan, putih keruh, bentuk

anhedral - subhedral, belahan 2 arah saling tegak lurus, terbagi jadi ortho dan clino pyroxe tergantung sudut pemadamannya.

- Mineral Opak : Warna hitam pekat, bersifat kedap cahaya, bentuk anhedral, relief tinggi.

Petrogenesis :

Dari teksturnya yang phaneric dan interlocking, batuan tersebut terbentuk dari proses pendinginan magma yang lama dan berada pada kedalaman yang relative dalam sehingga terbentuk Kristal-kristal yang ukurannya relative besar dan holokristalin. Karena komposisinya dominan olivine dan pyroxene, serta warna yang kehijauan, dapat dipastikan magma yang membentuknya adalah magma yang bersifat Ultrabasa.

(10)

 Rhyolite

Jenis Batuan : Batuan Beku Vulkanik Klan Granodiorit Adamelit

Granit

Sayatan Tipis :

Kenampakan Mikroskopis :

Dalam sayatan tipis menunjukkan warna kemerahan. tektur tektur afanitik

 – 

 porfiritik tekstur khusus vitrofirik . Terdiri dari mineral Kuarsa dan Ortoklas

yang banyak mengandung mineral lain yang lebih sedikit seperti Plagioklas, hornblende, muscovite dan biotite.

Pemerian Mineralogi :

- Ortoklas : colourless, relief rendah, bentuk anhedral, tidak ada  belahan, tidak ada sudut pemadaman.

- Kuarsa : colourless, relief rendah, bentuk anhedral, tidak ada

 belahan, sudut pemadaman bergelombang.

- Hornblande : hijau pucat, subheral, belahan 2 arah membentuk

sudut miring, pemadaman sejajar, relief sedang.

- Plagioclase : Tidak berwarna, berbentuk euhedral, punya

kembaran, sudut pemadaman miring jenis oligoklas dan andesine.

- Biotite : coklat kehitaman, bentuk euhedral-subhedral,

 belahan 1 arah tegas, relief tinggi, sudut pemadaman sejajar.

(11)

- Masa dasar Gelas : warna abu-abu, isotropis, dengan keping gips  berwarna violet.

Petrogenesis :

Dari teksturnya yang afanitik, batuan tersebut terbentuk dari proses pendinginan magma yang cepat di permukaan bumi, sehingga terbentuk kristal-kristal yang ukurannya relative kecil dan hipokristalin. Dari komposisinya, dapat disimpulkan  bahwa magma yang membentukkan adalah magma asam.

 Dunite

Jenis Batuan : Batuan Beku Plutonik Klan Ultramafic

 – 

Lamprofir

Sayatan Tipis :

Kenampakan Mikroskopis :

Dalam sayatan tipis menunjukkan warna ungu, ungu kehijauan, hijau kekuningan, dengan tekstur holokristalin , phaneric, tekstur khusus Interlocking, didominasi oleh kehadiran mineral Olivine yang sangat banyak yaitu lebih dari 90% sisanya pengotor seperti mineral opak.

Pemerian Mineralogi :

(12)

anhedral, relief tinggi, tidak memiliki belahan, terdapat banyak pecahan tidak teratur, stuktur mesh, sudut pemadaman parallel.

- Mineral Opak : Warna hitam pekat, bersifat kedap cahaya, bentuk

anhedral, relief tinggi.

Petrogenesis :

Dari teksturnya yang phaneric dan interlocking, batuan tersebut terbentuk dari proses pendinginan magma yang lama dalam kedalaman yang relative dalam sehingga terbentuk Kristal-kristal yang ukurannya relative besar dan holokristalin. Karena komposisinya dominan olivine, serta warna yang kehijauan, dapat dipastikan magma yang membentuknya adalah magma yang bersifat Ultrabasa.

 SYENITE

Jenis Batuan : Batuan Beku Plutonik Klan Diorit

Monzonit Syenit

Sayatan Tipis :

Kenampakan Mikroskopis :

Dalam sayatan tipis menunjukkan warna abu-abu cerah kemerahan tektur holokristalin phaneric, tektur khusus Interlocking equigranular. Terdiri dari mineral mineral Alkali feldspar dalam hal ini ortoklas yang sangat banyak. Sisanya kuarsa dan plagioklas kurang dari 10%.

Pemerian Mineralogi :

(13)

 belahan, tidak ada sudut pemadaman.

- Kuarsa : colourless, relief rendah, bentuk anhedral, tidak ada

 belahan, sudut pemadaman bergelombang.

- Plagioclase : Tidak berwarna, berbentuk euhedral, punya

kembaran, sudut penggelapan miring .

Petrogenesis :

Dari teksturnya yang phaneric dan interlocking, batuan tersebut terbentuk dari proses pendinginan magma yang lama dalam kedalaman yang relative dalam sehingga terbentuk Kristal-kristal yang ukurannya relative besar dan holokristalin. Dari komposisinya, dapat disimpulkan bahwa magma yang membentukkan adalah magma intermediate.

 DACITE

Jenis Batuan : Batuan Beku Vulkanik Klan Granodiorit

Adamelit Granit

Sayatan Tipis :

Kenampakan Mikroskopis :

Dalam sayatan tipis menunjukkan warna abu abu terang. tektur afanitik

 – 

 porfiritik tekstur khusus vitrofirik. Terdiri dari mineral Kuarsa dan Plagioklas

yang banyak dengan mineral lain yang lebih sedikit seperti orthoklas, hornblende, dan biotite. Cirikhasnya plagioklas menjadi fenokris dan yang lain menjadi masa dasar.

(14)

- Plagioclase : Tidak berwarna, berbentuk euhedral, punya

kembaran, sudut penggelapan miring jenis

oligoklas dan andesine.

- Kuarsa : colourless, relief rendah, bentuk anhedral, tidak ada

 belahan, sudut pemadaman bergelombang.

- Ortoklas :colourless, relief rendah, bentuk anhedral, tidak ada

 belahan, tidak ada sudut pemadaman.

- Hornblande : hijau pucat, subheral, belahan 2 arah membentuk

sudut miring, penggelapan sejajar, relief sedang.

- Biotite : coklat kehitaman, bentuk euhedral-subhedral,

 belahan 1 arah tegas, relief tinggi, penggelapan sejajar.

Petrogenesis :

Dari teksturnya yang afanitik, batuan tersebut terbentuk dari proses  pendinginan magma yang cepat di permukaan bumi, sehingga terbentuk kristal-kristal yang ukurannya relative kecil dan hipokristal-kristalin. Dari komposisinya, dapat disimpulkan bahwa magma yang membentukkan adalah magma Asam

 LHERZOLITE

Jenis Batuan : Batuan Beku Plutonik Klan Ultramafic

 – 

Lamprofir

Sayatan Tipis :

Kenampakan Mikroskopis :

Dalam sayatan tipis menunjukkan warna ungu, ungu kehijauan, hijau kekuningan, dengan tekstur holokristalin , phaneric, tekstur khusus Interlocking, didominasi oleh kehadiran mineral Olivine dan Pyroxene jenis Orthopyroxene seperti Enstatite dan Hypersten, dan juga Pyroxene jenis Clinopyoxene tetapi olivine tetap lebih dominan.

(15)

- Olivine : Warna hijau kekuningan, hijau pucat, ungu, bentuk anhedral, relief tinggi, tidak memiliki belahan, terdapat banyak pecahan tidak teratur, stuktur mesh, sudut pemadaman parallel.

- OrthoPyroxene : berwarna kuning kecoklatan, putih keruh, bentuk

anhedral - subhedral, belahan 2 arah saling tegak lurus, sudut pemadaman Paralel.

- Mineral Opak : Warna hitam pekat, bersifat kedap cahaya, bentuk

anhedral, relief tinggi.

- ClinoPyroxene : berwarna kuning kecoklatan, putih keruh, bentuk

anhedral - subhedral, belahan 2 arah saling tegak lurus, sudut pemadaman miring.

Petrogenesis :

Dari teksturnya yang phaneric dan interlocking, batuan tersebut terbentuk dari proses pendinginan magma yang lama dalam kedalaman yang relative dalam sehingga terbentuk Kristal-kristal yang ukurannya relative besar dan holokristalin. Karena komposisinya dominan olivine dan pyroxene, serta warna yang kehijauan, dapat dipastikan magma yang membentuknya adalah magma yang bersifat Ultrabasa.

 ANORTHOSITE

Jenis Batuan : Batuan Beku Plutonik Klan Gabbro

Sayatan Tipis :

Kenampakan Mikroskopis :

Dalam sayatan tipis menunjukkan warna abu-abu kehitaman tektur holokristalin phaneric, tektur khusus interlocking. Terdiri dari mineral

(16)

Plagioclase (labradorite) yang sangat dominan lebih dari 90%. Sisanya bisa  pyroxene, honblande dan mineral opak.

Pemerian Mineralogi :

- Plagioclase : Tidak berwarna, berbentuk euhedral, punya

kembaran, sudut penggelapan miring. Jenis labradorite

- Hornblande : hijau pucat, subheral, belahan 2 arah membentuk

sudut miring, penggelapan sejajar, relief sedang.

- Pyroxene : Berwarna kuning kecoklatan, putih keruh, bentuk

anhedral - subhedral, belahan 2 arah saling tegak lurus, terbagi jadi ortho dan clino pyroxe tergantung sudut pemadamannya.

- Mineral Opak : Warna hitam pekat, bersifat kedap cahaya, bentuk anhedral, relief tinggi.

Petrogenesis :

Dari teksturnya yang phaneric dan interlocking, batuan tersebut terbentuk dari proses pendinginan magma yang lama dalam kedalaman yang relative dalam sehingga terbentuk Kristal-kristal yang ukurannya relative besar dan holokristalin. Dari komposisinya, dapat disimpulkan bahwa magma yang membentukkan adalah magma basa.

 DIABAS

Jenis Batuan : Batuan Beku Plutonik Klan Gabbro

(17)

Kenampakan Mikroskopis :

Dalam sayatan tipis menunjukkan warna abu-abu kehitaman tektur

holokristalin phaneric, tektur khusus diabasik. Terdiri dari mineral plagioklas yang prismatik , olivine, serta mineral gelap pyroxene yang mengeilinginya.

Pemerian Mineralogi :

- Plagioclase : Tidak berwarna, berbentuk euhedral, punya

kembaran, sudut penggelapan miring. Jenis labradorite

- Olivine : Warna hijau kekuningan, hijau pucat, ungu, bentuk

anhedral, relief tinggi, tidak memiliki belahan, terdapat banyak pecahan tidak teratur, stuktur mesh, sudut pemadaman parallel.

- Pyroxene : Berwarna kuning kecoklatan, putih keruh, bentuk

anhedral - subhedral, belahan 2 arah saling tegak lurus, terbagi jadi ortho dan clino pyroxe tergantung sudut pemadamannya.

Petrogenesis :

Dari teksturnya yang phaneric dan interlocking, batuan tersebut terbentuk dari proses pendinginan magma yang lama dalam kedalaman yang relative dalam sehingga terbentuk Kristal-kristal yang ukurannya relative besar dan holokristalin. Dari komposisinya, dapat disimpulkan bahwa magma yang membentukkan adalah magma basa.

 MONZONITE

Jenis Batuan : Batuan Beku Plutonik Klan Diorit

Monzonit Syenit

(18)

Kenampakan Mikroskopis :

Dalam sayatan tipis menunjukkan warna abu-abu cerah tektur

holokristalin phaneric, tektur khusus Interlocking equigranular. Terdiri dari mineral kuarsa, Ortoklas, plagioklas, biotit, hornblende dan piroksin.

Pemerian Mineralogi :

- Hornblande : hijau pucat, subheral, belahan 2 arah membentuk

sudut miring, penggelapan sejajar, relief sedang.

- Plagioclase : Tidak berwarna, berbentuk euhedral, punya

kembaran, sudut penggelapan miring jenis

oligoklas dan andesine.

- Biotite : coklat kehitaman, bentuk euhedral-subhedral,

 belahan 1 arah tegas, relief tinggi, penggelapan sejajar.

- Ortoklas :colourless, relief rendah, bentuk anhedral, tidak ada

 belahan, tidak ada sudut pemadaman.

- Kuarsa : colourless, relief rendah, bentuk anhedral, tidak ada

 belahan, sudut pemadaman bergelombang.

- Pyroxene : Berwarna kuning kecoklatan, putih keruh, bentuk

anhedral - subhedral, belahan 2 arah saling tegak lurus, terbagi jadi ortho dan clino pyroxe tergantung sudut pemadamannya.

Petrogenesis :

Dari teksturnya yang phaneric dan interlocking, batuan tersebut terbentuk dari proses pendinginan magma yang lama dalam kedalaman yang relative dalam sehingga terbentuk Kristal-kristal yang ukurannya relative besar dan holokristalin. Dari komposisinya, dapat disimpulkan bahwa magma yang membentukkan adalah magma intermediate.

 Hazburgite

Jenis Batuan : Batuan Beku Plutonik Klan Ultramafic

 – 

 Lamprofir

(19)

Kenampakan

Mikroskopis :

Dalam sayatan tipis menunjukkan warna ungu, ungu kehijauan, hijau kekuningan, dengan tekstur holokristalin , phaneric, tekstur khusus Interlocking, didominasi oleh kehadiran mineral Olivine dan Pyroxene jenis Orthopyroxene seperti Enstatite dan Hypersten, tetapi olivine tetap lebih dominan.

Pemerian Mineralogi :

- Olivine : Warna hijau kekuningan, hijau pucat, ungu, bentuk

anhedral, relief tinggi, tidak memiliki belahan, terdapat banyak pecahan tidak teratur, stuktur mesh, sudut pemadaman parallel.

- OrthoPyroxene : berwarna kuning kecoklatan, putih keruh, bentuk anhedral-subhedral, belahan 2 arah saling tegak lurus, sudut pemadaman Paralel.

- Mineral Opak  : Warna hitam pekat, bersifat kedap cahaya, bentuk anhedral, relief tinggi.

Petrogenesis :

Dari teksturnya yang phaneric dan interlocking, batuan tersebut terbentuk dari proses pendinginan magma yang lama dalam kedalaman yang relative dalam sehingga terbentuk Kristal-kristal yang ukurannya relative besar dan holokristalin. Karena komposisinya dominan olivine dan pyroxene, serta warna yang kehijauan, dapat dipastikan magma yang membentuknya adalah magma yang bersifat Ultrabasa.

(20)

 Wehrlite

Jenis Batuan : Batuan Beku Plutonik Klan Ultramafic

 – 

Lamprofir

Sayatan Tipis :

Kenampakan Mikroskopis :

Dalam sayatan tipis menunjukkan warna ungu, ungu kehijauan, hijau kekuningan, dengan tekstur holokristalin , phaneric, t ekstur khusus Interlocking, didominasi oleh kehadiran mineral Olivine dan Pyroxene jenis Clinopyroxene seperti Augit. tetapi olivine tetap lebih dominan.

Pemerian Mineralogi :

- Olivine : Warna hijau kekuningan, hijau pucat, ungu, bentuk

anhedral, relief tinggi, tidak memiliki belahan, terdapat banyak pecahan tidak teratur, stuktur mesh, sudut pemadaman parallel.

(21)

anhedral - subhedral, belahan 2 arah saling tegak lurus, sudut pemadaman miring.

- Mineral Opak  : Warna hitam pekat, bersifat kedap cahaya, bentuk anhedral, relief tinggi.

Petrogenesis :

Dari teksturnya yang phaneric dan interlocking, batuan tersebut terbentuk dari proses pendinginan magma yang lama dalam kedalaman yang relative dalam sehingga terbentuk Kristal-kristal yang ukurannya relative besar dan holokristalin. Karena komposisinya dominan olivine dan pyroxene, serta warna yang kehijauan, dapat dipastikan magma yang membentuknya adalah magma yang bersifat Ultrabasa.

 Limburgite

Jenis Batuan : Batuan Beku Vulcanic Klan Ultramafic

 – 

Lamprofir

Sayatan Tipis :

Kenampakan Mikroskopis :

Dalam sayatan tipis menunjukkan warna hitam dengan tekstur Hipokristalin,afanitik - porfiritik , tekstur khusus subofitik, terdiri dari fenokris klinopiroksin dan olivine, sedangkan biotit dan hornblende hadir sebagai massa dasar.

(22)

Pemerian Mineralogi :

- Olivine : Warna hijau kekuningan, hijau pucat, ungu, bentuk

anhedral, relief tinggi, tidak memiliki belahan, terdapat banyak pecahan tidak teratur, stuktur mesh, sudut pemadaman parallel.

- ClinoPyroxene : berwarna kuning kecoklatan, putih keruh, bentuk anhedral - subhedral, belahan 2 arah saling tegak lurus, sudut pemadaman miring.

- Biotite : coklat kehitaman, bentuk euhedral-subhedral,

 belahan 1 arah tegas, relief tinggi, penggelapan sejajar.

- Hornblande : hijau pucat, subheral, belahan 2 arah membentuk sudut miring, penggelapan sejajar, relief sedang.

Petrogenesis :

Dari teksturnya yang Afanitik

 – 

  Porfiritik dan hipokristalin, batuan terbentuk dari 2 fase, fase pertama terjadi pendinginan yang lambat sehingga terbentik fenokris, fase kedua magama terinjeksi keluar besama kristal fenokris dan proses pendinginan magma yang cepat sehingga tidak dapat membentuk kristal sempurna, hasilnya terdapat feokris dan masa dasar. Karena komposisi mineralnya adalah minelal olivine-pyroxen, magmanya adalah magma ultrabasa.

 Picrite

Jenis Batuan : Batuan Beku Vulcanic Klan Ultramafic

 – 

Lamprofir

(23)

Kenampakan Mikroskopis :

Dalam sayatan tipis menunjukkan warna ungu kebiruan gelap dengan tekstur Hipokristalin,afanitik - porfiritik , tekstur khusus porfiritik, terdiri dari Olivine yang mengisinya hamper 2/3 bagian sebagai fenokris, sisanya adalah  pyroxene dan plagioclase basa.

Pemerian Mineralogi :

- Olivine : Warna hijau kekuningan, hijau pucat, ungu, bentuk

anhedral, relief tinggi, tidak memiliki belahan, terdapat banyak pecahan tidak teratur, stuktur mesh, sudut pemadaman parallel.

- Pyroxene : Berwarna kuning kecoklatan, putih keruh, bentuk

anhedral - subhedral, belahan 2 arah saling tegak lurus, terbagi jadi ortho dan clino pyroxe tergantung sudut pemadamannya.

- Plagioclase : Tidak berwarna, berbentuk euhedral, punya

kembaran, sudut penggelapan miring, jenis anortid An90.

Petrogenesis :

Dari teksturnya yang Afanitik

 – 

  Porfiritik dan hipokristalin, batuan terbentuk dari 2 fase, fase pertama terjadi pendinginan yang lambat sehingga

(24)

dan proses pendinginan magma yang cepat sehingga tidak dapat membentuk kristal sempurna, hasilnya terdapat feokris dan masa dasar. Karena komposisi mineralnya adalah minelal olivine-pyroxen-Ca plagioclase, magmanya adalah magma ultrabasa.

II. Album Petrografi Batuan Sedimen.

 Batulanau

Jenis Batuan : Batuan Sedimen klastik

Sayatan tipis :

Pengamatan PPL Pengamatan XPL

Kenampakan mikroskopis :

Sayatan tipis menunjukkan warna abu-abu keputihan pada nikol sejajar dan abu abu kehitaman pada nikol silang, didominasi oleh butir kuarsa tingkat kebundaran sub-angularberukuran dari lanau sedang sampai halus, mineral lempung, dan mineral opak dan beberapa semen karbonat.

(25)

Pemerian Mineralogi :

- Kuarsa : Tidak berwarna, pleokroisme tidak ada, relief

rendah birefringence: 0.009 Optic Type: Uniaxial (+).

- Mineral lempung

Petrogenesis :

Berdasarkan tekstur batuan sedimen klastik yaitu dengan ukuran butir lanau, tingkat kebundaran sub-angular didominasi oleh mineral kuarsa , mineral lempung, dan mineral opak dan beberapa semen karbonat, batuan tersebut merupakan berasal batuan induk yang mengalami pelapukan erosi dan tertransportasi oleh media air sngai, terendapkan laut dangkal, mengalami diagenesa dan kemudian mengalami litifikasi menjadi batu lanau

 Batulanau Karbonatan

Jenis Batuan :Batuan Sedimen klastik

Sayatan tipis :

Pengamatan PPL Pengamatan XPL

Kenampakan mikroskopis :

sayatan tipis menunjukkan warna abu-abu kehijauan pada nikol sejajar dan abu abu kehitaman pada nikol silang, ukuran butir lanau didominasi oleh kuarsa dengan bentuk butir sub-angulat sampai angular berukuran hingga 0,15 mm dengan sedikit zirkon berbentuk bulat , titanite dan bahan opak organik dan terdapat lamellibranche.Butir lanau terdapat sekitar 40 % dari spesimen. Semen terdiri dari kristal kalsit subhedral berukuran sampai 5 mm.

(26)

Pemerian Mineralogi :

 Kuarsa : Tidak berwarna, pleokroisme tidak ada,

relief rendah birefringence: 0.009 Optic Type: Uniaxial (+).

 Kalsit : Tidak berwarna, bentuk rhombohedral, belahan 3

arah, pleokroisme tidak ada, relief rendah-tinggi, , Birefringence: 0.172 Optic Type: Uniaxial (-).

 Zircon : Tidak berwarna, biru pucat, bentuk tabular, belahan

2 arah pleokroisme lemah, relief tinggi,

Birefringence: 0.042-0.065 Optic Type: Uniaxial.

 Titanite : Coklat, bentuk prismatic, belahan 2 arah, plekrisme

tidak ada sampai lemah (kuning), relief tinggi, Birefringence: 0.1-0.192 Optic Type: Biaxial (+)

Petrogenesis :

Sayatan ini merupakan sayatan batuan sedimen klastik yang diendapkan di laut dangkal , karena sifat karbonatan pada syatan ini ditunjukan dengan kehadiran lamellibranches bersamaan suplai fluvial material klastika. Lamellibranches yangterawetkan yaitu sebagai cetakan yang ditunjukan dengan cangkang yang awalnya berupa aragonite dan hilang oleh desolusi selama diadenesis.

 Batupasir Kuarsa

Jenis batuan : batuan sedimen klastik

Sayatan tipis :

(27)

Kenampakan Mikroskopis :

Pada sayatan tipis menunjukan warna coklat bercak hitam pada pegamatan nikol sejajar dan warna hitam keputihan, memiliki ukuran butir sedang sampai halus, tingkat kebundaran butir sub-rounded sampai rounded, komposisi mineral fragmn matrik dan semen, fragmen terdiri dari mineral kuarsa 70%, feldspar 5%, matrik terdiri dari mineral kuarsa 10% feldspar 5%, semen silika 10%.

Pemerian mineralogi :

- Kuarsa : Warna pada nikol sejajar orange sedangkan

warna pada nikolsilang adalah tidak berwarna, relief tinggi ukuran 0,1 ± 0,2 mm, bentuk subrounded -subangular, sudut gelapan 7°, jenis gelapan miring.

- Orthoklas : Warna pada nikol sejajar orange, warna pada nikol

Silang adalah tidak berwarna, relief sedang, ukuran 0,2 - 0,3 mm, bentuk subangular - angular, sudut gelapan 10°, jenis gelapan miring

Petrogenesis :

Berdasarkan tekstur yaitu dengan ukuran butir yang sedang sampai halus, tingkat kebundaran butir sub-rounded, memiliki pemilahan yang baik karena terangkut hingga jarak yang jauh dan terendapkan di sungai bagian hilir.

 Grainstone

(28)

Sayatan Tipis

Tipe Struktur : Berlapis

Klasifikasi : Dunham,1962

Kenampakan Mikroskopis :

Warna mineral kuning kecoklatan, warna interferensi abu- abu kecoklatan, tekstur grain supported, bentuk rounded-subrounded, ukuran mineral ( 0,1

 – 

 0,4) mm, tersusun oleh fosil yang telah mengalami sparitisasi dan kalsit, mineral karbonat, mineral opak .

Komposisi Mineral

- Grain (Fosil,Kalsit) (3F,6G)80% Dengan Warna kecoklatan, s ebagian telah mengalami sparitisasi, bentuk fosil rounded-subrounded,  berukuran 1

 – 

 0,2 mm.

- Mineral Karbonat (7A)15 % Dengan Warna kuning, relief rendah, ukuran butir (0,02

 – 

 0,4) mm, sebagian mengisi fosil.

- Mineral opak (2C)5% Dengan Warna hitam, ukuran (0,01

 – 

0,2) mm, relief tinggi, bentuk anhedral serta kedap cahaya.

 Packestone

Jenis Batuan : Sedimen

(29)

Tipe Struktur : Berlapis

Klasifikasi : Dunham,1962

Kenampakan Mikroskopis :

Warna mineral kuning kecoklatan, warna interferensi abu- abu kecoklatan, tekstur grain supported, bentuk rounded-subrounded, ukuran mineral ( 0,1

 – 

 0,4) mm, tersusun oleh fosil yang telah mengalami sparitisasi dan kalsit, mineral karbonat, mineral opak .

Komposisi Mineral

- Grain (Fosil,Kalsit) (2C,1I) 75% Dengan Warna kecoklatan, bentuk fosil rounded-subrounded, berukuran 0,1

 – 

  0,2 mm, berupa fosil Planktonik.

- Mud (Mineral Karbonat) (3B) 15% Dengan Warna kuning, relief rendah, ukuran butir (0,02

 – 

 0,2)mm, sebagian mengisi fosil.

- Mineral opak (2A) 10 % Dengan Warna hitam, ukuran (0,01

 – 

0,2) mm, relief tinggi, bentuk anhedral serta kedap cahaya.

 Calcareous Claystone

(30)

Sayatan Tipis :

Tipe Struktur (Structure Type) : Berlapis

Klasifikasi (Classification) : Pettijohn, 1975

Kenampakan Mikroskopis :

Warna mineral kuning kecoklatan, warna interferensi abu- abu kecoklatan, tekstur mud supported, bentuk rounded-subrounded, ukuran mineral (<0,004

 – 

0,05) mm, tersusun oleh fosil yang telah mengalami sparitisasi, mineral lempung dan mineral karbonat, mineral opak .

Komposisi Mineral

- Fosil (7D) 5 % Dengan Warna kecoklatan, sebagian telah mengalami sparitisasi, bentuk fosil rounded-subrounded, berukuran 0,1

 – 

 0,2 mm,  berupa fosil Planktonik .

- Mineral Karbonat (4E) 15% Dengan warna kuning, relief rendah, ukuran butir (0,01

 – 

 0,02)mm, sebagian mengisi fosil.

- Mineral lempung (3C) 70% Dengan warna abu-abu kehijauan

dengan warna interferensi kecoklatan, relief rendah.

- Mineral opak (1H) 10% Dengan Warna hitam, ukuran (0,01

 – 

0,4) mm, relief tinggi, bentuk anhedral serta kedap cahaya.

 Batu Pasirkasar (Lithic Graywacke)

Jenis batuan : Batuan Sedimen Klastik

Sayatan tipis :

(31)

Kenampakan mikroskopis :

sayatan tipis menunjukkan warna orangekebiruan pada nikol sejajar dan warna abu-abu kehitaman pada nikol silang, bentuk butir subangular-subrounded, sortasi buruk, kemas terbuka, jenis pori sekunder (Oversize pore ) , ukuran material 0,1 ± 0,5 mm, porositas 5%, permeabilitas rendah,komposisi mineral Rock Fragmen, Kuarsa, Ortoklas, Matriks dan Semen.

Pemerian Mineralogi :

- Kuarsa : Warna pada nikol sejajar orange sedangkan warna

 pada nikolsilang adalah tidak berwarna, relief tinggi ukuran 0,1 ± 0,2 mm, bentuk subrounded -subangular, sudut gelapan 7°, jenis gelapan miring.

- Orthoklas : Warna pada nikol sejajar orange, warna pada nikol

silang adalah tidak berwarna, relief sedang, ukuran 0,2 - 0,3 mm, bentuk subangular - angular, sudut gelapan 10°, jenis gelapan miring.

- Rock Fragmen : Warna pada nikol sejajar coklat muda sedangkan

warnapada nikol silang transparan, ukuran 0,3 - 0,5 mm, bentuk subrounded -subangular.

- Matrik : Warna pada nikol sejajar coklat, warna pada nikol

silang abu-abukehitaman, bentuk butir subrounded - subangular, ukuran butir < 0,1 mm.

(32)

Petrogenesis :

Pada pengamatan sayatan tipis diatas menunjukkan warnapada nikol sejajar adalah orange kebiruan dan warna pada nikol silang yaitu abu-abukehitaman dengan tekstur yang terdiri atas bentuk butir subrounded - subangular,sortasi  buruk, kemas terbuka dengan porositas rendah, ukuran material berkisar antara

0.1 ± 0.5 mm, serta komposisi material yang terdiri atas Rock Fragment,(Kuarsa dan Ortoklas), Matriks dan semen.Berdasarkan komponen-komponen mineral  penyusunnya, batuan ini termasuk dalam batuan sedimen non karbonat dimana material pembentuknya merupakan hasildari aktivitas kimia dan proses mekanik terhadap batuan yang sudah ada, yangdiendapkan dari larutan atau arus suspensi dalam air atau udara pada suhu dantekanan normal yang material penyusunnya  berasal dari sungai.

 Batupasir

Jenis Batuan : Batuan Sedimen Klastik

Sayatan tipis :

(33)

Kenampakan mikroskopis :

sayatan tipis menunjukkan warna putihkecoklatan pada nikol sejajar dan warna hitam pada nikol silang, batupasir iini mempunyai sortasi baik berbutif halus yang didominasi butir kuarsa sub-angular (60%), feldspar (10%), dan glaukonit (30%) dengan sedikit muskovit. Butir kuarsa terdiri dari Kristal kuarsa tunggal. Butir feldspar terdiri dari mikriklin dan plagioklas dengan alterasi serisit. Glaukonit berwarna coklat pucat berbentuk bulat. Semen kuarsa tumbuh. Beberapa butir kuarsa memiliki batas concave-convex dan saling mengisi.

Pemerian Mineralogi :

 Kuarsa : Tidak berwarna, pleokroisme tidak ada, relief

rendah birefringence: 0.009 Optic Type: Uniaxial (+).

 Microcline : Tidak berwarna, bentuk anhedral, belahan 2 arah,

 pleokroisme tidak ada, relief rendah, birefringence: 0.005-0.01 Optic Type: Uniaxial (-).

 Plagioclase : Tidak berwarna, belahan 2 arah, pleokroisme tidak

ada, relief tidak ada, birefringence: 0.003- 0.013, Optic Type: Biaxial (+) and (-)

 Glauconite : warna hijau , tidak berwarna, bentuk butir, belahan

1 arah, pleokroisme sedang sampai tinggi (hijau), Birefringence: 0.02-0.03 Optic Type: Biaxial (-).

 Muscovite : kuning pucat, bentuk tabular, belahan 1 rah,

 pleokroisme lemah, relief sedang, Birefringence: 0.035-0.049 Optic Type: Biaxial (-).

(34)

Petrogenesis :

Pada sayatan tipis merupakan batuan sedimen klastika dengan tekstur besar  butir pasir halus, mempuyai sortasi yang baik, kemas tertutup. Kehadiran glauconite dalam sampel ini menunjukkan deposisi laut. Sementasi oleh  pertumbuhan kuarsa yang cepat dan pemadatan terjadi selama diagenesis.

III. Album Petrografi Batuan Metamorf.

 MARMER

Jenis Batuan : Metamorf

Sayatan Tipis :

Deskripsi :

Sampel ini adalah granular batuan metamorf menengah - grained didominasi oleh forsterit ( < 5 % vol ) , serpentine ( 15 % ) , kalsit ( 40 % ) dan dolomit ( 40 % ) dengan phlogopite minor . Forsterit sebagian besar digantikan oleh serpentin dan terdiri kristal bulat sampai 5 mm dipotong oleh urat serpentine. Forsterit benar-benar diganti serpentine pameran tekstur jala khas . Matriks sampel terdiri dari intergrowth granular dari kalsit anhedral dan dolomit di PPL dolomit yang dapat dibedakan dengan penampilan berawan. kristal bulat kecil phlogopite , sampai dengan 0,5 mm juga hadir dalam matriks .

Mineral Penyusun :

(35)

Petrogenesis :

marmer ini mewakili regional, granulite kelas , metamorfosis dari dolomit mengandung silika untuk menghasilkan himpunan forsterit + kalsit. metamorfosis retrograde dengan adanya cairan yang kaya air yang disebabkan  penggantian forsterit oleh serpentin dan mungkin pembentukan dolomit .

Klasifikasi : batuan metamorf , termal , calc

 – 

silikat

 GNEISS

Jenis Batuan : Metamorf

Sayatan Tipis :

Deskripsi :

Sampel ini adalah media-grained, foliated lemah, porphyroblastic batuan metamorf didominasi oleh kuarsa; plagioklas, orthoclase, garnet, sillimanite, andalusite, dan cordierite dengan zirkon minor. Matriks batu didominasi oleh kuarsa, plagioklas, orthoclase dan biotit hingga 3 mm. Di tempat-tempat kuarsa dan plagioklas memiliki tekstur granoblastic dekat. kristal biotit umumnya kurang selaras, namun, di tempat-tempat mereka melacak pembelahan crenulation randa dengan bukti untuk pemisahan mineral menjadi kain gneissose.

Mineral Penyusun : sillimanite, garnet, biotit, muskovit, andalusite, cordierite, kuarsa, feldspar, kyanite, pinite

(36)

sampel ini merupakan Caledonian, zona kyanite, facies amphibolite,  batuan metamorf regional yang telah mengalami metamorfosis kontak signifikan dengan Silurian Ross Mull granit. The protolith batu cenderung telah menjadi semi-pelite yang bermetamorfosis ke facies amphibolite dan merupakan bagian dari supergrup Moine. Randa gneissose banding, dengan crenulation belahan dada diawetkan di biotit, dapat diamati di beberapa daerah. Hubungi metamorfosis mengakibatkan urutan kompleks reaksi dengan meningkatnya suhu dan menghasilkan Buchan zona mineral kumpulan: (1) pembentukan cordierite dan muskovit dari kyanite, biotit dan kuarsa, (2) pembentukan biotit cordierite dan baru dari garnet, untuk menghasilkan berjubah, garnet lapis baja, (3) pembentukan andalusite dari kyanite, (4) pembentukan sillimanite dari andalusite dan dengan reaksi dari biotit dan kuarsa.

Klasifikasi : batuan metamorf, regional, gneiss

 BLUESCHIST

Jenis Batuan : Metamorf

Sayatan Tipis :

Deskripsi :

Sampel ini adalah media - grained sangat foliated batuan metamorf didominasi oleh glaukofan ( 50 vol % ) dan epidot ( 40 vol % ) dengan  porphyroblasts garnet dan titanite minor , klorit , kuarsa dan muskovit . Garnet

(37)

dari kuarsa dan glaukofan . matriks didominasi oleh kristal glaucophase subhedral sampai 1 mm panjang dan bulat epidotes hingga 0,5 mm . matriks yang komposisinya banded ke epidot - didominasi dan epidot - miskin band tebal hingga 3 mm . Cluster kristal titanite bulat hingga 0,2 mm terjadi terutama dalam  band - kaya epidot . Vena klorit , muskovit dan kuarsa jarang memotong matriks

dan kristal orientasi berbeda dari kain meresap .

Mineral Penyusun :

glaukofan , epidot , garnet , titanite , klorit , kuarsa , muskovit

Petrogenesis :

Spesimen ini merupakan daerah , facies blueschist , metamorfosis dari  protolith mafik . Kelimpahan epidot mungkin menyarankan protolith kaya zat  besi . Terjadinya klorit , muskovit dan kuarsa dalam urat menunjukkan  pengenalan cairan hidrotermal pada tahap akhir .

Klasifikasi : batuan metamorf , metamorfosis regional, blueschist

 SLATE

Jenis Batuan : Metamorf

Sayatan Tipis :

Deskripsi :

spesimen ini adalah batuan metamorf granoblastic didominasi oleh  poikiloblasts dari cordierite dalam matriks kuarsa , biotit , orthopyroxene dan spinel. poikiloblasts cordierite hadir sebagai kristal anhedral hingga 0,3 mm

(38)

 berbeda. matriks didominasi oleh butir kuarsa granoblastic ~ 0,002 mm dalam ukuran dan ringan , berorientasi secara acak , biotit. Di tempat-tempat kelompok orthopyroxene dan spinel terjadi. Beberapa daerah sangat spinel kaya. matriks dipotong oleh tipis ( < 0,1 mm ) pembuluh darah dari biotit. 5 mm urat lebar yang mengandung kuarsa grafis dan feldspar alkali terjadi . kristal biotit garis margin vena dan menjadi lebih halus - grained ke dalam matriks . Sillimanite terkonsentrasi sepanjang margin batin .

Mineral Penyusun :

kuarsa , biotit , cordierite , orthopyroxene , spinel , sillimanite.

Petrogenesis :

sampel ini merupakan metamorfosis termal dari protolith batu tulis di bawah  piroksen tinggi untuk sillimanite hornfels kelas . pencairan sebagian telah terjadi

dan leucosomes kuarsa , feldspar alkali dan biotit dihasilkan . Klasifikasi : batuan metamorf , termal , migmatite

 QUARTZITE

Jenis Batuan : Metamorf

Sayatan Tipis :

Deskripsi :

Sampel ini adalah batuan metamorf granular halus didominasi oleh kuarsa ( 90 % ) dengan plagioklas minor ( 10 % ) . Quartz terjadi sebagai intergrowth granular kristal anhedral hingga 0,1 mm dalam ukuran beberapa di antaranya menunjukkan kepunahan undulose . batas butir antara kristal kuarsa termasuk

(39)

 bergigi dan batas cekung - cembung . kristal plagioklas sebagian besar digantikan oleh serisit .

Mineral Penyusun : kuarsa , plagioklas

Petrogenesis :

Kuarsit adalah batuan metamorf didominasi oleh kuarsa dan biasanya memiliki tekstur granoblastic . Spesimen ini merupakan bagian dari quartzites Cambrian basal NW Skotlandia dari unit pipa -rock dengan skolithos berlimpah liang . sampel bermetamorfosis ke kelas sangat rendah dan beberapa butir pasir asli dapat diamati , bagaimanapun , batas-batas cekung - cembung dan dijahit menunjukkan tekanan solusi dan migrasi batas-butir di bawah tekanan .

Klasifikasi : batuan metamorf , metamorfosis regional, kuarsit

 Schist Mica

Jenis batuan : Metamorf Dinamo

Sayatan tipis :

Pengamatan PPL Pengamatan XPL

Kenampakan Mikroskopis :

Sayatan batuan metamorf dengan struktur skistosa, berwarna abu-abu kecoklatan, terdiri dari perselingan mineral lepidoblas (muskovit, aktinolit, klorit), sedikit epidot, kristal-kristal granoblas dan mineral opak. Batuan

(40)

mengalami proses deformasi ditandai dengan kenampakan mineral yang sebagian besar terfrakturkan.

Pemerian Mineralogi :

- Muskovit (30%) : Tidak berwarna - hijau pucat, bias rangkap

tinggi (orde 2), pleokroik, hadir membentuk kesejajaran (orientasi lepidoblas), tabular ditunjukkan oleh (CD1).

- Klorit (30%) : Hijau - hijau pucat, belahan parallel / satu

arah, fibrous, ukuran butir, bias rangkap rendah orde 1 (biru

 – 

  kehitaman) ditunjukkan oleh (DE4).

- Aktinolit (20%) : Coklat - kehijauan, beragregat, pleokrois

hijau, memperlihatkan bentuk menjarum,  pemadaman bergelombang, bias rangkap sedang (kuning

 – 

 merah), ditunjukkan oleh (I4-5).

- Epidot (15%) : Coklat pucat-kuning terang, relief

 bergelombang, prismatic panjang, hadir sebagai kristal granular hasil ubahan dari  piroksen ditunjukkan oleh (I8).

- Mineral opak (5%) : Berwarna hitam tidak tembus cahaya,

 bentuk membundar tanggung, isotrop relief tinggi ditunjukkan oleh (GH4).

Petrogenesis :

Berdasarkan struktur yang skistosa dan komposisi mineral mineral lepidoblas (muskovit, aktinolit, klorit), sedikit epidot, batuan tersebut terbentuk  pada proses metamorfisme dinamo dan batuan dari batuan ini adalah batuan beku yang kaya akan mineral pipih seperti granit atau batuan sedimen yaitu  batulempung.

(41)

Jenis batuan : Metamorf Dinamo

Sayatan tipis :

Pengamatan PPL Pengamatan XPL

Kenampakan Mikroskopis :

Sayatan batuan metamorf dengan struktur skistosa, berwarna abu-abu kecoklatan, terdiri dari perselingan mineral lepidoblas (muskovit), kristal-kris tal granoblas (kuarsa), sedikit plagioklas dan mineral opak. Batuan mengalami  proses deformasi ditandai dengan kenampakan mineral yang sebagian besar

terfrakturkan.

Pemerian Mineralogi :

- Hornblende (40%) : Berwarna coklat berbentuk prismatik

 panjang. subhedral

 – 

  anhedral, berbutir sedang sampai kasar, belahan dua arah, menunjukkan pemadaman bergelombang. Ditunjukkan oleh (J9-10)

- Kuarsa (30%) : Tidak berwarna, anhedral, interferensi

kuning terang, menyudut tanggung, tidak ada belahan, tidak mempunyai kembar, relief sedang, pemadaman bergelombang, dijumpai sebagai agregat kristal xenoblas ditunjukkan oleh (F9).

(42)

- Piroksen (15%) : Kuning kecoklatan

 – 

 agak kehijauan;

subhedral, prismatik panjang dan pendek; sedang, belahan 1 dan 2 arah, relief tinggi sebagian telah terubah menjadi tremolit.

- Muskovit (10%) : Tidak berwarna - hijau pucat, bias rangkap

tinggi (orde 2), pleokroik, hadir membentuk kesejajaran (orientasi lepidoblas), tabular, ditunjukkan oleh (I4).

- Mineral opak (5%) : Berwarna hitam tidak tembus cahaya,

 bentuk membundar tanggung, isotrop relief tinggi. Ditunjukkan oleh (J3).

Petrogenesis :

Berdasarkan struktur yang skistosa dan komposisi mineral mineral lepidoblas (muskovit), kristal-kristal granoblas (kuarsa), sedikit plagioklas dan mineral opak, batuan tersebut terbentuk pada proses metamorfisme dinamo dan  batuan dari batuan ini adalah batuan beku yang kaya akan mineral amfobol

seperti basal.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.scribd.com/doc/97516556/Tekstur-Khusus-Pada-Batuan-Beku-Dan Petrogenesanya.html

Referensi

Dokumen terkait

Proses terbentuk : Batuan ini terbentuk dari hasil pembekuan magma berkomposisi asam yang membeku di dalam dapur magma, sehingga batu ini merupakan jenis batu beku

Batuan beku ekstrusif adalah batuan beku yang terbentuk dari pendinginan magma dan tempat pembekuannya berlangsung dekat atau berada pada permukaan bumi.. Batuan beku ekstrusif

Proses terbentuk : Batuan ini terbentuk dari hasil pembekuan magma berkomposisi asam yang membeku di dalam dapur magma, sehingga batu ini merupakan jenis batu beku

Batuan beku ekstrusif adalah batuan beku yang terbentuk dari pendinginan magma dan tempat pembekuannya berlangsung dekat atau berada pada permukaan bumi.. Batuan beku ekstrusif

Kristal batuan yang tetap tinggal dalam larutan magma cair kemudian bereaksi dengan kristal-kristal terlarut yang lain dan membentuk mineral baru pada temperatur yang lebih

Proses terbentuk : Batuan ini terbentuk dari hasil pembekuan magma berkomposisi asam yang membeku di dalam dapur magma, sehingga batu ini merupakan jenis batu beku

BATUAN BEKU Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari pendinginan magma baik diatas permukaan bumi maupun di bawah permukaan bumi Batuan beku terbagi atas dua jenis yaitu batuan

Terdapat tiga jenis batuan yang utama yaitu batuan beku igneous rock, terbentuk dari hasil pendinginan dan kristalisasi magma didalam bumi atau dipermukaan bumi, batuan sedimen