• Tidak ada hasil yang ditemukan

APLIKASI REMAINDER BERBASIS SMS GATEWAY DI PT PENGADAIAN (PERSERO) CABANG AIRMADIDI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "APLIKASI REMAINDER BERBASIS SMS GATEWAY DI PT PENGADAIAN (PERSERO) CABANG AIRMADIDI"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Abstrak-PT Pegadaian (PERSERO) Cabang Airmadidi merupakan salah satu lembaga keuangan bukan bank di Indonesia yang secara resmi mempunyai izin untuk melaksanakan kegiatan berupa pembiayaan dalam bentuk penyaluran dana ke masyarakat, baik bersifat produktif maupun konsumtif atas dasar hukum gadai. Dalam memberikan pelayanan yang baik, PT Pegadaian Cabang Airmadidi mengingatkan kepada paranasabahnya tentang tangal jatuh tempo barang gadainya. Cara yang dilakukan oleh bagian pengelola agunan di PT Pegadaian Cabang Airmadidi ini yaitu dengan mengirimkan SMS Pengingat kepada para nasabah. Kendala dalam memberikan SMS pengingat ini yaitu karena menggunkan Handphone kantor maka waktu yang diperlukan cukup lama. Handphone kantor yang digunakan untuk keperluan lainnya juga menghambat proses pengiriman sms pengingat kepada para nasabah. Aplikasi

Reminder berbasis SMS Gateway akan dibangun dengan

menggunakan metodologi Rapid Applicatin Development (RAD). Hasil penelitian ini Aplikasi dapat dibangun sehingga dapat membantu membantu PT Pegadaian (PERSERO) Cabang Airmadidi dalam mengirimkan SMS Pengingat kepada para nasabah yang sudah jatuh tempo.

Kata Kunci—Remainder, SMS Gateway, Rapid Application

Development (RAD).

I. PENDAHULUAN

Reminder atau pengingat adalah suatu fitur pesan atau juga dapat berupa aplikasi yang berfungsi membantu setiap orang untuk mengingat pada hari/waktu itu ada suatu hal yang harus dilakukan. Reminder biasanya berkaitan erat dengan alarm dan janji dan biasanya sebelum mengatur pengingat menggunakan reminder, dirancang dulu sebuah jadwal dan salah satu contohnya yaitu SMS Reminder.

SMS Reminder terintegrasi dengan SMS Gateway dimana SMS Gateway mengelola pengiriman pesan, pengambilan data dari basis data yang kemudian pesan akan dikirimkan otomatis sebagai pengingat melalui fitur SMS Reminder. Pengguna dapat mengatur kapan waktu pengiriman pesan dan isi pesan secara otomatis tetapi ada pula secara manual yatu isi pesan ditulis sendiri [1][2].

Dalam memberikan pelayanan, PT Pegadaian (PERSERO) Cabang Airmadidi selalu berusaha melayani para nasabah dengan semaksimal mungkin. Setiap harinya banyak nasabah yang datang untuk menggadaikan barang miliknya seperti emas, alat elektronik, alat rumah tangga, dan lain-lain, sehingga banyak pula nasabah yang datang untuk menebus barang jaminanya sesuai dengan tanggal yang sudah disepakati bersama antara debitur dan kreditur. Tetapi ada juga nasabah

yang sudah jatuh tempo atau tanggal perjanjian untuk menebus barang jaminannya sudah lewat jauh. Hal itu membuat petugas di bagian pengelola agunan mengirimkan Short Message Service (SMS) kepada nasabah yang bersangkutan, guna untuk mengingatkan kembali bahwa barang jaminannya sudah jatuh tempo dan akan segera dilelang. Bila nasabah yang sudah dihubungi tidak merespon dan belum juga menebus barang jaminannya, maka barang tersebut akan dimasukkan ke dalam daftar barang lelang.

Cara yang dilakukan oleh Bagian Pengelola Aguna untuk mengingatkan para nasabah yang sudah jatuh tempo yaitu dengan cara menigirimkan sms pengngat menggunakan handphone kantor. Hal ini memakan waktu yang lama, karena handphone kantor sering digunakan untuk keperluan lainnya juga. Seperti banyak nasabah yang menelepon untuk bertanya mengenai pinjaman modal, menelepon kantor pegadaian yang lainnya, dan biasanya juga handphone kantor dipakai oleh pimpinan PT Pegadaian (PERSERO) Cabang Airmadidi untuk keperluan kantor.

Penggunaan Reminder sangat dibutuhkan saat ini di PT Pegadaian (PERSERO) Cabang Airmadidi, guna sebagai layanan penyampaian informasi atau pengingat berupa SMS yang akan dikirimkan kepada nasabah yang barang jaminannya sudah jatuh tempo agar dapat segera menebusnya.

Berdasarkan uraian masalah diatas, dapat dilihat bahwa ada suatu kebutuhan untuk membuat Aplikasi Reminder Berbasis SMS Gateway di PT Pegadaian (PERSERO) Cabang Airmadidi yang akan membantu petugas pengelola agunan dalam memberikan pemberitahuan berupa pengingat terhadap nasabah yang barang jaminannya sudah jatuh tempo.

II. TINJAUANPUSTAKA A. Reminder

Reminder atau pengingat adalah suatu fitur pesan atau juga dapat berupa aplikasi yang berfungsi membantu setiap orang untuk mengingat pada hari/waktu itu ada suatu hal yang harus dilakukan. Reminder biasanya berkaitan erat dengan alarm dan janji dan biasanya sebelum mengatur pengingat menggunakan reminder, dirancang dulu sebuah jadwal dan salah satu contohnya yaitu SMS Reminder.

SMS Reminder merupakan salah satu layanan yang terdapat dalam SMS Gateway. SMS Reminder akan mengirimkan SMS secara otomatis tergantung pada situasi, kondisi yang telah ditentukan oleh sistem. SMS Reminder berfungsi sebagai pengingat dari suatu kondisi yang telah diatur oleh sistem.

APLIKASI REMAINDER BERBASIS SMS GATEWAY

DI PT PENGADAIAN (PERSERO) CABANG AIRMADIDI

Miranda Panjaitan

1

, Vivie Deyby Kumenap

1

, Salvius Paulus Lengkong*

1

1

Program Studi Teknik Informatika; Fakultas Teknik

1

Universitas Katolik De La Salle Manado; Kombos – Kairagi 1 Manado, Telp: (0431) 871957

(2)

SMS Reminder terintegrasi dengan SMS Gateway dimana SMS Gateway mengelola pengiriman pesan, pengambilan data dari basis data yang kemudian pesan akan dikirimkan otomatis sebagai pengingat melalui fitur SMS Reminder. Pengguna dapat mengatur kapan waktu pengiriman pesan dan isi pesan secara otomatis [1][2].

B. Aplikasi

Aplikasi adalah suatu program yang dibuat dan digunakan pengguna untuk menentukan aktivitas pemrosesan informasi yang dibutuhkan untuk penyelesaian suatu tugas – tugas yang khusus dari pengguna. Aplikasi merupakan program komputer yang dibuat untuk menolong manusia dalam melaksanakan tugas tertentu.

Terdapat banyak jenis aplikasi yang digunakan dan berikut ini merupakan jenis – jenis aplikasi secara umum [3] : 1. Aplikasi berbasis Web

Aplikasi berbasis web atau disebut juga web base, merupakan jenis aplikasi berbasis teknologi web browser yang berjalan jika ada browser dan koneksi internet. 2. Aplikasi Berbasis Desktop

Aplikasi desktop merupakan aplikasi yang dioperasikan dengan cara menginstal terlebih dahulu di sistem operasi. Aplikasi ini mengacu pada program yang diinstal pada perangkat dekstop (PC dan Laptop) mampu beroperasi secara offline.

3. Aplikasi Berbasis Mobile

Terdapat dua macam aplikasi berbasis mobile yaitu yang pertama aplikasi berbasis mobile web yang dimana tampilan aplikasi web dalam bentuk mobile pada web browser perangkat smartphone. dan yang kedua yaitu native apps yaitu aplikasi yang harus diinstal pada perangkat mobile.

C. Web

Web atau juga biasa disebut World Wide Web (WWW), merupakan salah satu layanan yang didapat oleh pemakai komputer yang terhubung ke internet dengan fasilitas hypertext untuk menampilkan data berupa teks, gambar, suara, animasi dan datamultimedia lainnya [4].

Browser web adalah software yang digunakan untuk menampilkan informasi dari server web. Software ini telah dikembangkan dengan menggunakan user interface gratis, sehingga pemakai dapat dengan mudah melakukan ‘point dan click’ untuk pindah antar dokumen.

Web memudahkan pengguna komputer untuk berinteraksi dengan pengguna internet lainnya. Keuntungan dari penggunaan web yaitu [5]:

1. Akses informasi yang mudah, 2. Setup server lebih mudah, 3. Informasi mudah didistribusikan,

4. Bebas platform, Informasi dapat disajikan oleh browser web pada sistem operasi apa saja karena adanya standar dokumen berbagai tipe data dapat disajikan.

D. SMS Gateway

SMS Gateway merupakan suatu platform yang menyediakan mekanisme untuk mengirim dan menerima SMS. SMS Gateway dapat berkomunikasi dengan perangkat lain yang memiliki fitur SMS untuk menghantar dan menerima pesan SMS dengan sangat mudah. SMS Gateway memungkinan sebuah pesan dapat dikirimkan dari sebuah aplikasi melalui jaringan operator telekomunikasi ke nomor tujuan. Dengan menggunakan aplikasi SMS Gateway, sumber data bisa didapatkan langsung dari basis data untuk selanjutnya diolah menjadi informasi dan dikirimkan secara sistemik/tanpa manual kepada banyak nomor dalam satu waktu.[6]

III. METODEPENELITIAN

Pengembangan sistem akan mengikuti tahapan-tahapan sesuai dengan metodologi Rapid Application Development (RAD) yang merupakan teknik yang mempercepat pengembangan aplikasi dan menghasilkan fungsi sistemnya. RAD sering digunakan karena dapat mengurangi biaya dan waktu pengembangan serta memperbesar probabilitas kesuksesan. Dalam proses RAD memperbolehkan pengguna untuk memeriksa prototipe yang bekerja, memberikan masukan untuk perubahan prototipe.

Menurut Shelly dan Rosenblatt [7] perancangan sistem dengan menggunakan metodologi RAD memiliki empat tahapan yaitu:

A. Fase 1: Requirements Planning Tujuan:

1. Membuat daftar persyaratan awal dan mengatur ruang lingkup proyek.

2. Mengidentifikasi fungsi-fungsi bisnis utama (primary business functions) dan membagikan ke dalam entitas bisnis (business entities).

3. Membuat estimasi proyek.

Hasil: Persyaratan awal, ruang lingkup proyek, primary business functions, entitas bisnis, model data dan proses dari sistem sedang berjalan.

B. Fase 2: User Design Tujuan:

1. Menganalisis semua kegiatan dalam arsitektur sistem secara keseluruhan dengan melibatkan identifikasi dan deskripsi abstraksi sistem perangkat lunak yang mendasar dan hubungan-hubungannya.

2. Mengidentifikasi dan menganalisis persyaratan dengan lebih mendalam.

3. Melakukan perancangan aplikasi berdasarkan analisis yang telah dilakukan sebelumnya. Tahap analisis dan desain mengalami perulangan hingga diperoleh rancangan sistem yang benar-benar memenuhi kebutuhan.

Hasil: Daftar persyaratan yang lebih detail, model perancangan dari sistem baru, basis data, antarmuka, dan spesifikasi desain.

(3)

C. Fase 3: Construction Tujuan:

1. Membuat prototipe sistem secara iteratif (development, testing, requirements refining, and development again) sampai sistem selesai dibuat.

2. Membuat sistem konversi dan user manual.

Hasil: Perlengkapan baru (platform, hardware dan software), pelatihan pengguna, basis data, aplikasi baru (termasuk daftar batasan implementasi), dan implementasi antarmuka.

D. Fase 4: Testing and Turn Over (Cutover) Tujuan:

Menguji performansi prototipe perangkat lunak yang telah dibangun agar dapat diketahui apakah prototipe tersebut telah sesuai dengan spesifikasi analisis dan perancangan yang telah diidentifikasi sebelumnya.

Hasil: Tujuan pengujian, kriteria pengujian, kasus pengujian, user acceptance test, dan hasil pengujian. Unified Modelling Language (UML) merupakan bahasa grafis untuk memvisualkan, memspesifikasikan, membangun serta mendokumentasikan alat-alat dari suatu sistem perangkat lunak. Terdapat tiga diagaram yang akan dibuat untuk membangun aplikasi ini yaitu Use case Diagram, Activity Diagram dan Class Diagram.

IV. HASILDANPEMBAHASAN A. Fase 1 : Requirements Planning

Tujuan dari fase ini adalah melakukan pengumpulan data, mengindentifikasi primary business functions, mendaftarkan entitas bisnis, memodelkan sistem sedang berjalan, mengidentifikasi masalah, kesempatan, dan arahan, mendaftarkan spesifikasi persyaratan awal, dan mengidentifikasi sumber daya untuk membangun sistem.

a. Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara langsung Bagian Pengelola Agunan PT Pegadaian (PERSERO) Cabang Airmadidi untuk mengetahui proses bisnis yang terjadi dalam memberikan suatu pengingat kepada nasabah yang sudah jatuh tempo. Kemudian hasil wawancara dianalisis sehingga bisa dapat membantu pembuatan aplikasi reminder berbasis sms gateway di PT Pegadaian (PERSERO) Cabang Airmadidi.

b. Memodelkan Sistem Sedang Berjalan

Activity diagram digunakan untuk memodelkan sistem yang sedang berjalan atau sistem lama. Activity diagram sistem sedang berjalan atau sistem lama dapat dilihat pada Gambar 1 yang mendeskripsikan proses mengirimkan sms pengingat kepada nasabah yang sudah jatuh tempo.

B. Fase 2 : User Design

Tujuan fase ini adalah untuk membuat daftar persyaratan yang lengkap, daftar aturan bisnis, mendaftarkan entitas bisnis, pemodelan sistem baru, dan pembuatan perancangan antarmuka

dari aplikasi.

Gambar 1. Activity Diagram Sistem Lama a. Membuat Daftar Persyaratan yang Lengkap

Daftar persyaratan yang lengkap sama dengan spesifikasi kelengkapan yang terdapat pada fase 1, yang terdiri dari interface, processing, storage, dan control.

b. Memodelkan Sistem Baru

Untuk memodelkan sistem baru digunakan 3 jenis diagram juga yaitu use case diagram, activity diagram, dan class diagram.

1. Use Case Diagram

Use case diagram dari sistem sedang berjalan atau sistem lama dapat dilihat pada Gambar 2, yang menunjukkan proses dalam mengirimkan sms pengingat kepada nasabah yang sudah jatuh tempo.

Gambar 2. Use Case Diagram Sistem Baru 2. Activity Diagram

Activity diagram sistem baru dapat dilihat pada Gambar 3, activity diagram ini mendeskripsikan proses pendataan dan laporan perkembangan proyek.

3. Class Diagram

Class diagram dari sistem baru dapat dilihat pada Gambar 4 yang mendeskripsikan hubungan antar objek.

(4)

Gambar 3. Activity Diagram Sistem Baru

Gambar 4. Class Diagram Sistem Baru c. Membuat Perancangan Antarmuka Aplikasi

Untuk merancang desain interface dari sebuah aplikasi pendataan proyek pengadaan tanah untuk pembuatan jalan digunakan storyboard.

Storyboard tampilan Daftar Tagihan, aplikasi dapat dilihat pada Gambar 5. Gambar ini menampilkan halaman daftar tagihan nasabah hari ini untuk melihat berapa nasabah yang sudah jatuh tempo di hari ini.

Gambar 5. Storyboard Daftar Tagihan

Storyboard tampilan kirim pesan pengingat, aplikasi dapat dilihat pada Gambar 6. Gambar ini menampilkan menu untuk mengirimkan sms kepada para nasabah yang sudah jatuh tempo di hari ini.

Gambar 6. Storyboard Kirim Pesan Pengingat Storyboard tampilan kirim pesan broadcast, aplikasi dapat dilihat pada Gambar 7. Gambar ini menampilkan menu untuk mengirimkan pesan broadcast kepada seluruh nasabah yang ada.

Gambar 7. Storyboard Kirim Pesan Broadcast C. Fase 3 : Construction

Tujuan dari fase ini untuk membuat daftar lingkungan implementasi, membuat basis data, melakukan pemrograman,membuat antarmuka aplikasi, dan membuat user manual.

a. Lingkungan Implementasi

Lingkungan implementasi bertujuan untuk menjelaskan spesifikasi dari software dan hardware yang digunakan. b. Membuat Basis Data

Dalam tahap pembuatan basis data untuk aplikasi pendataan ini dengan menggunakan MySQL Server. Berikut ini adalah tampilan implementasi tabel yang ada dalam basis data.

(5)

Tabel admin dapat dilihat pada Gambar 8. Tabel ini berisi seluruh data pengguna.

Gambar 9. Tabel Customer

Tabel customer dapat dilihat pada Gambar 9. Tabel ini berisi seluruh data nasabah.

c. Membuat Antar Muka Aplikasi

Gambar 10. Tampilan Halaman Daftar Tagihan Pada Gambar 10 merupakan tampilan halaman daftar tagihan untuk pengelola agunan pada aplikasi yang akan dibangun.

Gambar 11. Tampilan Halaman Kirim Pesan Pengingat Pada Gambar 11 merupakan tampilan halaman kirim pesan pengingat untuk pengelola agunan pada aplikasi yang akan dibangun.

Gambar 12. Tampilan Halaman Kirim Pesan Broadcast Pada Gambar 12 merupakan tampilan kirim pesan broadcast untuk pengelola agunan pada aplikasi yang akan dibangun.

d. Membuat User Manual

User manual adalah panduan yang dibuat untuk memandu pengguna dalam menggunakan aplikasi. Tipe pengguna yang digunakan dalam aplikasi ini adalah Pengelola Agunan.

D. Fase 4 : Testing and Turn Over

Tujuan dari fase ini yaitu melakukan pengujian, pelatihan, dan pengimplementasian aplikasi. Pengujian yang dilakukan pada bagian ini terdiri dari tujuan, kriteria, kasus, pelaksanaan, dan analisis hasil pengujian.

Tahap Tujuan dari pengujian aplikasi adalah:

a. Untuk memastikan kembali apakah aplikasi yang dibangun sesuai dengan anlisis dan perancangan yang dilakukan. b. Untuk memastikan persyaratan-persyaratan dari pengguna

apakah sudah terpenuhi atau belum.

c. Untuk mengetahui sejauh mana proses dari aplikasi terhadap input yang diberikan oleh pengguna.

d. Untuk memastikan kembali tampilan dari aplikasi yang telah dibuat.

e. Untuk memastikan aplikasi sudah berjalan dan berfungsi dengan baik pada setiap fitur yang ada di dalamnya. f. Untuk menguji kembali database dengan aplikasi apakah

sudah berjalan dengan baik atau belum.

g. Untuk memastikan tidak terjadi error di dalam aplikasi. Kriteria pengujian yaitu untuk mengidentifikasi aplikasi yang telah dibuat secara umum dapat berjalan dengan baik serta tidak terjadi error. Beberapa kriteria pengujian yang dilakukan menjadi patokan keberhasilan aplikasi ini adalah sebagai berikut:

1. Aplikasi yang dibuat sudah harus sesuai dengan hasil analisis dan perancangan yang telah dilakukan sebelumnya. 2. Fungsi dan prosedur yang ada telah diimplementasikan pada aplikasi dan berhasil dijalankan dengan baik dan tidak ada error.

(6)

Beberapa kriteria yang akan diuji pada aplikasi pendataan proyek pengadaan tanah untuk pembuatan jalan ini adalah sebagai berikut:

a. Semua fungsi dan fitur yang dibuat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan yang dibuat tanpa terjadinnya error. b. Aplikasi telah memenuhi persyaratan pengguna dan sistem. c. Aplikasi mudah digunakan oleh pengguna.

1. Kasus Pengujian

Kasus pengujian dilakukan dengan testing pada titik-titik pemeriksaaan terhadap aplikasi yang telah dibuat. 2. Pelaksanaan Pengujian

Pada tahap ini bertujuan untuk melakukan test plan pada aplikasi yang dibangun. Berikut ini adalah tabel test plan dari aplikasi yang akan dibangun.

3. Analisis Hasil pengujian

Analisis hasil pengujian yang telah dilakukan terhadap aplikasi maka disimpulkan bahwa:

No. Kegiatan Pengujian Hasil yang Diharapkan Hasil Aktual 1. Google Chrome Version 29.0.1547.57 Aplikasi akan berjalan normal Aplikasi berjalan normal

Gambar 13. Halaman Login pada Google Chrome

2. Mozila Firefox Version 63.0.3 Aplikasi akan berjalan normal Aplikasi berjalan normal

Gambar 14. Halaman Login pada Mozila Firefox 3. Microsoft Edge version 11.0.9600.171 07 Aplikasi akan berjalan normal Aplikasi berjalan normal

Gambar 15. Halaman Login pada Internet Explorer 4. Memberikan Pelatihan

Memberikan pelatihan kepada Pengelola Agunan mengenai petunjuk pemakaian aplikasi.

V. KESIMPULANDANSARAN A. Kesimpulan

Kesimpulan pada penelitian ini adalah aplikasi dapat dibangun sehingga dapat membantu membantu PT Pegadaian (PERSERO) Cabang Airmadidi dalam mengirimkan SMS Pengingat kepada para nasabah yang sudah jatuh tempo. Aplikasi yang dibangun dapat mempermudah dan mempercepat pengelola agunan dalam melakukan pengiriman sms pengingat kepada para nasabah yang sudah jatuh tempo dibandingkan pemberitahuan sms sebelumnya.Aplikasi juga membantu pengelola agunan dalam melakukan pengiriman pesan broadcast kepada seluruh nasabah mengenai barang lelang. B. Saran

Saran untuk penelitian selanjutnya dapat menerapkan penggunaan sms gateway untuk masalah yang lain.

DAFTARPUSTAKA

[1] Wilieyam and G. Sevani, "Aplikasi Reminder Pengobatan Pasien Berbasis SMS Gateway," INKOM, vol. 7, no. 1, pp. 11 - 20, 2013.

[2]

[3]

Nurhayati, "Aplikasi SMS Reminder Pada Perpustakaan APIKES-AKBID Citra Medika Surakarta," Duta.com, vol. 8, no. 2, pp. 39 - 49, 2015.

Hilman. (2016, 13 November) Perbedaan Aplikasi Berbasis Web, Aplikasi Berbasis Desktop, dan Aplikasi Berbasis Mobile.

[4] Kurtiyahningsih, Y dan Anamisa, DR (2011) Pemrograman Basis Data berbasis Web Menggunakan PHP & MySQL. Yogyakarta: Graha Ilmu

[5] B. Sidik and H. I. Pohan, Pemrograman WEB dengan HTML. Bandung: Informatika Bandung, 2014.

(7)

[6] Wahana Komputer, Mudah Membuat Aplikasi SMS Gateway dengan Codeigniter. Jakarta: Elex Media Komputindo, 2014.

[7] G. B. Shelly and H. J. Rosenblatt, "Rapid Application Development" in Systems Analysis and Design, USA: Course Technology Cengage Learning, 2012.

Gambar

Gambar 4. Class Diagram Sistem Baru  c.  Membuat Perancangan Antarmuka Aplikasi
Tabel admin dapat dilihat pada Gambar 8. Tabel ini berisi  seluruh data pengguna.
Gambar 14. Halaman Login pada Mozila Firefox  3.  Microsoft  Edge  version  11.0.9600.171 07  Aplikasi akan berjalan normal  Aplikasi  berjalan normal

Referensi

Dokumen terkait

Strategi pembelian material impor yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya perubahan nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah adalah dengan selalu

Secara umum hasil penelitian ini diharapkan secara teoritis dapat memberikan sumbangan kepada pembelajaran matematika utamanya pada peningkatan pemahaman konsep bangun ruang

Setelah mendapatkan hasil reka digital dari lukisan asli Masmundari, gambar olah digital tadi dapat diterapkan pada media- media baru yang berpotensi dan dekat dengan

b) Menyerahkan keputusan akhir kepada Walikota, untuk penunjukan badan hukum yang menjadi mitra kerja sama. Dalam memutuskan, Walikota dapat meminta pendapat dari TKKSD. Batas

Berdasarkan kesimpulan di atas, peneliti menggunakan model konseling client centered untuk menangani siswa yang sering menyontek agar siswa dapat memecahkan masalahnya,

Dana bank adalah uang tunai yang dimiliki oleh bank ataupun aktiva lancar yang dikuasai oleh bank dan setiap waktu dapat diuangkan, menyatakan jenis sumber dana bank

Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi dan jumlah daun anakan, tetapi tidak menunjukkan