• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Ilmiah Sehat Bebaya Vol.1 No. 1, Januari 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Ilmiah Sehat Bebaya Vol.1 No. 1, Januari 2017"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA RUANG DI RSI SULTAN AGUNG SEMARANG

The Efforts To Improve The Ability Of Head Room Transformational Leadership In RSI Sultan Agung Semarang

Milkhatun

Dosen STIKES Muhammadiyah Samarinda ABSTRAK

Penerapan kepemimpinan transformasional merupakan kepemimpinan yang mampu memunculkan rasa bangga dan kepercayaan bawahan, menginspirasi dan memotivasi bawahan, merangsang kreativitas dan inovasi bawahan, memperlakukan setiap bawahan secara individual serta selalu melatih dan memberi pengarahan kepada bawahan melalui karakteristik idealized influence,inspirational motivation, intelectual stimulation, individual consideration. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelatihan kepemimpinan transformasional terhadap penerapan kepemimpinan transformasional kepala ruang. Penelitian dilakukan di RSI Sultan Agung Semarang terhadap 16 perawat sebagai kepala ruang dan 39 perawat pelaksana.

Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimen (pre-experimental designs) dengan bentuk one group pretest-posttes design. Hasil penelitian menunjukan peningkatan bermakna pada penerapan kepemimpinan transformasional sesudah mendapatkan pelatihan kepemimpinan transformasional (p value : 0.000). Kesimpulannya, pelatihan kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap penerapan kepemimpinan transformasional kepala ruang diRumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang.

Kata kunci : Pelatihan, Kepemimpinan Transformasional ABSTRACT

Implementation of transformational leadership is leadership that can bring a sense of pride and trust of follower, inspire and motivate to follower, stimulate creativity and innovation of follower, treat of each follower individually as well as always train and provide guidance to follower through characteristic idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, individual consideration. This study is aimed to analyze the effect of transformational leadership training toward implementation of head room transformational leadership. The study involved 16 nurses as head room in RSI Sultan Agung Semarang and 39 nurses.

The study was conducted using a designed a pre-experimental (pre-experimental designs) with form one group pretest-posttest design. Results of the study showed a significant increase in the implementation of transformational leadership after getting transformational leadership training (p value: 0.000). In conclusion transformational leadership training bring affect in the implementation of head room transformational leadership in RSI Sultan Agung Semarang

(2)

PENDAHULUAN

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang lain untuk bekerjasama secara produktif dan dalam kondisi yang menyenangkan serta berfokus pada manusia (Marquis & Huston, 2010). Faktor dari keberhasilan suatu organisasi terletak pada gaya kepemimpinan yang dipakai dalam organisasi tersebut. Gaya kepemimpinan seorang pemimpin menjadi model yang akan ditiru oleh bawahan, oleh karena itu keberhasilan dalam menjalankan visi dan misi perlu ditingkatkan melalui pembentukan kualitas sumber daya manusia. Salah satu gaya kepemimpinan yang sesuai dalam menghadapi perubahan dan meningkatkan pro aktif bawahan adalah gaya kepemimpinan transformasional (Stefanus, 2007).

Pemimpin transformasional menciptakan perubahan signifikan baik terhadap pengikutnya maupun terhadap organisasi. Pemimpin transformasional merupakan seorang agen perubahan yang berusaha keras melakukan transformasi ulang organisasi secara menyeluruh sehingga organisasi bisa mencapai kinerja yang lebih maksimal di masa depan. Kepemimpinan transformasional pada dasarnya mendorong bawahan untuk berbuat lebih baik dari yang biasa dilakukan, dengan kata lain dapat memotivasi karyawan untuk meningkatkan keyakinan atau kepercayaan diri karyawan. Pondasi dari kepemimpinan transformasional ada empat indikator yaitu idealized influence, inspirational motivation, individualized consideration dan intellectual stimulation (Bass & Avolio, 2003).

Kelebihan kepemimpinan transformasional sudah banyak dilaporkan karena sebagai salah satu kepemimpinan yang dapat memperbaiki sumberdaya manusia. Hasil penelitian yang dilakukan Stefanus (2007) didapatkan bahwa kepemimpinan transformasional memberikan pengaruh positif terhadap kinerja bawahannya. Sumadi (2005) dan Lamidi (2009) juga melaporkan bahwa hasil perilaku kepemimpinan transformasional mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja perawatnya.

Menurut hasil penelitian dari Susanty (2010), didapatkan bahwa kepemimpinan transformasional akan meningkatkan TQM (Total Quality Management) dan komitmen para karyawan. Lamidi (2009) juga

melaporkan bahwa kepemimpinan transformasional akan meningkatkan komitmen organisasi para pegawai di RS PKU Muhammadiyah Surakarta.

Hartiti, 2010 dalam studi deskriptif terhadap kemampuan kepemimpinan transformasional kepala ruang di RS Roemani didapatkan kesimpulan bahwa kepala ruang yang mempunyai kemampuan kepemimpinan transformasional yang baik memiliki persepsi softskill yang baik pula terhadap perawat pelaksana.

Kepemimpinan transformasional sangat efektif diterapkan di suatu organisasi termasuk di ruang perawatan dalam mencapai tujuan. Ruang rawat inap dipimpin seorang manajer sebagai kepala ruang yang harus dibekali dengan gaya kepemimpinan yang efektif salah satunya model kepemimpinan transformasional (Hartiti, 2013).

Penerapan kepemimpinan transformasional dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya faktor eksternal yang berupa pengalaman sebagai kepala ruang dan melalui pelatihan, fasilitas yang disediakan oleh institusi dan sosial budaya. Faktor eksternal akan berpengaruh terhadap munculnya faktor internal yang berupa persepsi, pengetahuan, keyakinan, keinginan, motivasi, niat dan sikap menuju kepemimpinan transformasional kepala ruang (Notoatmojo, 2010)

Pelaksanaan pengembangan program kepemimpinan transformasional kepala ruang melalui pelatihan kepemimpinan transformasional. Pelatihan bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, keahlian dan mengembangkan sikap, sehingga menimbulkan kerja sama antara teman-teman pegawai dan pimpinan. Pelatihan ini juga dapat membantu kepala ruang dalam menguasai kompetensi yang tidak dimiliki sebelumnya dan memperoleh ketrampilan spesifik yang dapat segera digunakan (Kamil, 2013).

Penerapan kepemimpinan transformasional kepala ruang sangat diperlukan, hal ini karena kepala ruang merupakan pemimpin dari perawat pelaksana yang berhubungan langsung dengan pasien dan keluarganya. Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang merupakan rumah sakit islam dan rumah sakit pendidikan tipe B yang mempunyai visi rumah sakit islam terkemuka dalam pelayanan kesehatan yang selamat

(3)

menyelamatkan, pelayanan pendidikan membangun generasi khaira ummah dan pengembangan peradaban islam menuju masyarakat sehat sejahtera yang diridhai Allah.

Tujuan penelitian menguji pengaruh pelatihan terhadap penerapan kepemimpinan transformasional kepala ruang di RSI Sultan Agung Semarang. Penelitian ini bermanfaat secara teoritis, secara praktis dan aplikatif.

METODE PENELITIAN

Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kepala ruang rawat inap yang ada di RSI Sultan Agung Semarang yang berjumlah 16 orang dan 259 perawat pelaksana yang diambil secara proportional random sampling dikarenakan jumlah perawat di masing-masing ruangan tidak sama.

Sampel penelitian ini adalah 16 kepala ruang dan 39 perawat pelaksana yang ada di ruang rawat inap RSI Sultan Agung Semarang. Pengambilan sampel dengan menggunakan proportional random sampling.

Alat ukur yang digunakan kuesioner baku dari Bass & Avolio (2002) dalam bentuk multifactor leadership quetionnsire (MLQ) yang dimodifikasi oleh peneliti untuk mengukur penerapan kepemimpinan transformasional kepala ruang (transformational leadership quetionnaire TLQ) dari kepala ruang yang dinilai oleh perawat pelaksana. Alat ukur yang digunakan dilakukan uji validitas dan reliabilitasnya dengan pilot study pada 50 perawat yang ada di RSI Kendal.

HASIL PENELITIAN

1. Penerapan kepemimpinan transformasional kepala ruang sebelum dan sesudah pelatihan

Tabel 1. Penerapan kepemimpinan transformasional Pra dan Post pelatihan (n=39)

Variabel Mean Min – Max SD

Pra 72,90 60 - 90 6,01

Post 82,26 71 - 93 6,75

Tabel 1 menggambarkan nilai rata-rata penerapan kepemimpinan transformasional sebelum mendapatkan pelatihan kepemimpinan transformasional kepala ruang adalah 72,90 dengan standar deviasi 6,01. Penerapan kepemimpinan transformasional sebelum pelatihan terendah pada nilai 60 dan nilai tertinggi dalam penerapan kepemimpinan transformasional sebelum pelatihan adalah 90. 2. Perbedaan penerapan kepemimpinan

transformasional kepala ruang sebelum dan sesudah pelatihan

Tabel 2. Perbedaan penerapan kepemimpinan transformasional Pra dan Post pelatihan (n=39)

Variabel Cukup baik Pra 29 (74%) 10 (26%) Post 4 (10%) 35 (90%) Tabel 2 menggambarkan perbedaan penerapan kepemimpinan transformasional kepala ruang sebelum dan sesudah pelatihan. Sebelum pelatihan penilaian perawat pelaksana dalam kategori cukup sebanyak 29 responden (74%) dan dalam kategori baik yaitu 10 responden (26%), sedangkan sesudah pelatihan penilaian perawat pelaksana dalam kategori cukup sebanyak 4 responden (10%) dan dalam kategori baik yaitu 35 responden (90%).

3. Pengaruh pelatihan kepemimpinan transformasional kepala ruang

Tabel 3. Pengaruh Pelatihan terhadap penerapan kepemimpinan transformasional (n=39)

Variabel Selisih mean T hit P value Pra

9,359 -9,667 0,000 Post

Hasil uji T-depenen (Pared t-test) menunjukkan hasil bahwa nilai thitung = -9,667

dan p-value(sig.2-tiled) = 0,000 , jika dibandingkan (thitung = -9,667) < (ttabel = -2,208)

atau dengan membandingkan (p-value(sig.2-tiled) = 0,000) < (ά = 0,05) maka Ha diterima

(4)

dan H0 ditolak karena terdapat perbedaan

penerapan kepemimpinan transformasional sebelum dan setelah pelatihan kepemimpinan transformasional kepala ruang dengan selisih nilai rata-rata -9,359, sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh pelatihan kepemimpinan transformasional kepala ruang sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan. PEMBAHASAN

1. Penerapan kepemimpinan transformasional kepala ruang sebelum dan sesudah pelatihan.

Menurut peneliti, hasil penelitian di atas memberikan arti bahwa kepemimpinan transformasional oleh kepala ruang perlu diterapkan dengan berdasarkan pengetahuan tentang kepemimpinan transformasional. Pengetahuan ini bisa didapatkan melalui pelatihan kepemimpinan transformasional, dimana diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan sebagai dasar untuk menuju perubahan perilaku kepemimpinan transformasional. Perubahan perilaku yang diharapkan dapat diterapkan dalam pengembangan program peningkatan kepemimpinan transformasional kepala ruang.

2. Perbedaan penerapan kepemimpinan transformasional sebelum dan sesudah pelatihan

Hasil penelitian menunjukan bahwa pelatihan kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap penerapan praktik model kepemimpinan di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Menurut peneliti, melalui pelatihan kepemimpinan transformasional akan meningkatkan penerapan kepemimpinan transformasional kepala ruang di Rumah Sakit Islam Sulatn Agung Semarang. Dimana peningkatan penerapan ini akan berdampak pada peningkatan kinerja dan motivasi perawat pelaksana dalam memberikan pelayanan keperawatan khususnya di ruang rawat inap, sehingga visi dan misi instasi Rumah Sakit akan tercapai. Pelatihan kepemimpinan perlu dilakukan secara berkala dan dievaluasi secara periodik penerapannya oleh pihak

Rumah Sakit agar tercipta perilaku pemimpin dalam hal ini kepala ruang yang transformasional.

3. Pengaruh pelatihan kepemimpinan transformasional kepala ruang

Pada penelitian ini kenaikan rata-rata penerapan kepemimpinan transformasional sebesar 9,36 dimana sesudah pelatihan 82,26 dengan standar deviasi 6,75 dan sebelum pelatihan rata-rata sebesar 72,90 dengan standar deviasi 6,01. Hasil uji t-dependent (Paired t-test) dipeoleh p value 0,000 yang berarti ada perbedaan penerapan kepemimpinan transformasional sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa pelatihan kepemimpinan transformasional. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pelatihan kepemimpinan transformasional terhadap penerapan kepemimpinan transformasional kepala ruang di Rumah Sakit Sultan Agung Semarang.

Menurut peneliti, melalui pelatihan kepemimpinan transformasional akan meningkatkan penerapan kepemimpinan transformasional kepala ruang di Rumah Sakit Islam Sulatn Agung Semarang. Dimana peningkatan penerapan ini akan berdampak pada peningkatan kinerja dan motivasi perawat pelaksana dalam memberikan pelayanan keperawatan khususnya di ruang rawat inap, sehingga visi dan misi instasi Rumah Sakit akan tercapai. Pelatihan kepemimpinan perlu dilakukan secara berkala dan dievaluasi secara periodik penerapannya oleh pihak Rumah Sakit agar tercipta perilaku pemimpin dalam hal ini kepala ruang yang transformasional.

Hasil penelitian Hutchinson & Jackson mengatakan bahwa pelatihan

kepemimpinan transformasional akan

berpengaruh terhadap peningkatan

persepsi perilaku kepemimpinan atasan

dan motivasi kerja bawahan.57 Pada

penelitian yang peneliti lakukan, motivasi kerja bawahan meningkat dengan melihat beberapa item pernyataan terkait motivasi

inspirsi, dimana sebelum pelatihan,

perawat pelaksana yang menilai kurang sebanyak 13 responden dan setelah pelatihan sebanyak 1 responden.

(5)

Pernyataan motivasi inspirasi pada kuesioner yang digunakan sudah sesuai dengan teori yang ditandai dengan

beberapa perilaku yaitu : optimis

membicarakan masa depan, antusias membicarakan hal-hal yang perlu dicapai, mengutarakan visi yang utuh mengenai masa depan, mengungkapkan kepercayan

diri bahwa tujuan dapat dicapai.

Pernyataan tersebut meliputi item kepala

ruang melakukan konfren, membuat

pembagian tugas dan rotasi tim, membuat

jadual penyuluhan, memotivasi dan

membuat tarjet pencapaian tujuan.

Pelatihan kepemimpinan trasnformasional akan meningkatkan penerapan stimulasi intelektual yang merupakan suatu kemampuan kepala ruang sebagai pemimpin dalam membantu perawat pelaksana sebagai bawahan untuk dapat memecahkan masalah dengan cara penyelesaian yang baik, imajinasi dan kepercayaan terhadap pemimpin dan memberikan wawasan baru pada bawahan.

Stimulasi intelektual merupakan upaya pemimpin terhadap masalah-masalah dan mempengaruhi bawahan untuk melihat masalah-masalah tersebut melalui perspektif baru. Hal ini didukung dengan hasil penelitian dari Selter dan Bass yang menyatakan bahwa aspek stimulasi intelektual berkorelasi positif dan ekstra effort, maksudnya pemimpin yang dapat memberikan kontribusi intelektual senantiasa mendorong staf supaya mampu mencurahkan upaya untuk perencanaan dan pemecahan masalah (Starratt, 2007).

KESIMPULAN

Pelatihan kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap penerapan model kepemimpinan transformasional kepala ruang. SARAN

Kepemimpinan transformasional perlu dikembangkan dan ditanamkan kepada pemimpin keperawatan di unit perawatan. Penerapan model kepemimpinan transformasional ini bisa berupa aktivas sehari-hari dari kepala ruang dengan berpedoman pada standar prosedur operasional, untuk itu diperlukan kerjasama

oleh semua pihak yang ada di Rumah Sakit terutama pembuat kebijakan.

DAFTAR PUSTAKA

Bass B.M & Avolio B.J., Berson Y., Jung D.I. Predicting unitperformance by assesing Transformasional and Transaksional Leadership. Jurnal of Aplied Psycology, 88 (2) 207-218.2003

Bass B.M & Avolio B.J. Multifactor Quesionnaire Sampler Set (2nd). Redwood City, California :Mind Garden Inc. 2002

Hartiti, T. Studi deskriftif kepemimpinan transformasional kepala ruang dan persepsinya terhadap softskill perawat pelaksana, di Rs Semarang. Proseding hasil penelitian pada seminar international, Bandung. 2010.

Hartiti, T. Peningkatan Softskill Perawat

melalui Kepemimpinan

Transformasional Kepala Ruang pada RS Swasta di Semarang. 2013

Hutchinson M & Jackson D. transformational Leadership in nursing : towards a more critical interpretation Nursing inquiry 2013 ; 20 (1) : 11-22

Junaidi W. Model Kepemimpinan Transformasional (Model of Transformational Leadership). Jurnal manajemen dan Kewirausahaan. 2010 Kamil, M. Model Pendidikan dan Pelatihan

(Konsep dan Aplikasi). Bandung : Alfabeta. 2013

Kusuma, Kelana D. Metodologi Penelitian Keperawatan : Panduan Melaksanakan dan Menerapkan Hasil Penelitian. Cetakan Pertama. Depok: CV Trans info Media. 2011

Lamidi. Pengaruh kepemimpinan transformasional terhadapkomitmen organisasi pegawai di RSPKU Muhammadiyah Surakarta. Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan. 2009 Marquis, B.L & Huston, C.J. Kepemimpinan

dan manajemen keperawatan : teori dan aplikasi. 4thed. Jakarta : EGC. 2010

Notoatmodjo. Ilmu Perilaku Kesehatan. EGC : Jakarta. 2010

Robbins, S.P., and Judge, T.A. Perilaku organisasi, edisi kedua belas. Jakarta : Salemba Empat. 2008

(6)

Simanora RH. Buku Ajar Manajemen Keperawatan. Jakarta. EGC. 2012 Soegito, A.T. Kepemimpinan Manajemen

Berbasis sekolah. Semarang : UNNES Pres

Starrat J.R. Leader with vision, the guest for school renewal. Kanisius Indonesia. 2007

Stefanus, dkk. Pengaruh kepemimpinan transformasional, kepemimpinan transaksional, komunikasi internal dan pengembangan karir terhadap kepuasan kerja karyawan. 2007 Susanty, dkk Pengaruh kepemimpinan

transformasional terhadap penerapan TQM dan komitmen dan kinerja para karyawan. 2010.

Gambar

Tabel  1.  Penerapan  kepemimpinan  transformasional  Pra  dan  Post  pelatihan  (n=39)

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini adalah penelitian expost facto dengan rancangan Analytical Cross Sectional Study, yang dilakukan melalui dua tahapan yaitu penelitian di lapangan

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Analisis Current Ratio (CR) dan Return on Assets (ROA) Terhadap Return

Namun dengan India sebagai anggota baru Organisasi Kerjasama Shanghai atau SCO, tidak hanya akan membawa peluang bagi Cina namun juga tantangan, yang akan

Dalam kutipan tersebut, kusir bendi seolah bersepakat dengan harga penawaran yang diberikan oleh Ajo. Akan tetapi, sebetulnya kesepakatan yang dibuat bersifat

Peserta sertifikasi dapat mengajukan sertifikasi dengan persyaratan bukti kompetensi berasal dari pendidikan, pelatihan dan/atau pengalaman kerja sesuai dengan bidang kerja

Setelah dilakukan pengujian dengan menggunakan alat otomatis infus pasien untuk 10 tetes per menit dari 100 tetes rata-rata dari setiap tetes adalah 5,53 detik per tetes,

Dengan perjanjian internasional yang diratifi- kasi oleh Indonesia membawa pengaruh pada KUHP, khususnya dalam tindak pidana aerial hijacking yaitu terdapat

[r]