PEDOMAN
PENGEMBANGAN PENGAWASAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
JARAK JAUH
DIREKTORAT PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM
Pedoman Pengembangan
Pengawasan PAI
Jarak Jauh
Tim Penyusun
1. Pengarah : Direktur Pendidikan Agama Islam (Dr. H. Rohmat Mulyana Sapdi, MPd)
2. Penanggungjawab : Kasubdit PAI pada PAUD dan TK (Ir. Hj. Victoria Elisna Hanah, MPd.
3. Tim Penulis : 1. Dr. H. Ari Hasan Ansori, M.Pd.I, M.Pd 2. Drs. H. Moh. Amin, M.Ag
3. Maman Suryaman, S.Ag, M.Ag 4. Siti Nurhidayati, M.Pd.
5. H. Ahmad Faojin, S.Ag. M.Pd. 6. Siti Nailah Butsiani, M.Ag. 7. Dr. Anan Baihaki, M.Pd. 8. Ahmad Fathulloh, M.Pd.
4. Tim Validator : H. Herman, S.Pd.I
5. Editor : R. Wahid Ibrahim, S.S.
Direktorat Pendidikan Agama Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia
Jakarta, 30 September 2020 Direktur Pendidikan Agama Islam,
Dr.H.Rohmat Mulyana Sapdi, M.Pd.
KATA SAtfBUTAtf
Bismillahirrahmanirrahim Assalamu’alaikum wr. wb.
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karuniaNya tersusunlah buku Pedoman Pengembangan Kepengawasan Pendidikan Agama Islam Jarak Jauh ini.
Sesuai dengan tugas dan fungsi Direktorat Pendidikan Agama Islam dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 42 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama pasal 225 menyebutkan bahwa “Direktorat Pendidikan Agama Islam mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, standardisasi, bimbingan teknis, evaluasi, fasilitasi pelaksanaan penjaminan mutu, dan pengawasan Pendidikan Agama Islam (PAI) pada PAUD dan TK, SD/SDLB, SMP/SMPLB, SMA/SMALB) dan SMK, serta perguruan tinggi umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”.
Dalam fungsinya sebagai penjaminan mutu pendidikan agama Islam, Direktorat Pendidikan Agama Islam melakukan perbagai strategie dan penetapan kebijakan kepengawasan dalam pelaksanaan pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan agama Islam pada sekolah atau lembaga lainnya, sesuai dengan SE Dirjen Pendidikan Islam Nomor 1111 Tahun 2019 tentang Pengawasan Akademik dan Manajerial, sehingga tujuan pendidikan PAI dapat tercapai sesuai yang diharapkan.
Pada situasi dan kondisi tertentu, proses kepengawasan dapat terhambat, seperti pengawasan di era Pandemi Covid-19, pengawasan pada SILN, daerah 3T atau pembinaan kepengawasan dengan kondisi anggaran yang terbatas. Maka metode kepengawasan jarak jauh merupakan alternatif, sebagai bagian dari proses penjaminan mutu PAI yang menjadi tugas dan fungsi Pengawas PAI.
Semoga buku ini bermanfaat bagi pengawas, sehingga dalam kondisi apapun mereka tetap dapat melaksanakan tugasnya dalam melaksanakan penjaminan mutu pendidikan agama Islam pada satuan pendidikan.
Demikian, semoga Alloh SWT selalu menjaga kita dalam melaksanakan amanah dalam pembinaan dan peningkatan mutu Pendidikan Agama Islam di Sekolah/Satuan Pendidikan.
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim Assalamu’alaikum wr. wb.
Puji dan Syukur bagi allah SWT. yang telah melimpahkan curahan rahmat, hidayah dan inayah-Nya sehingga penyusunan Buku Pedoman Pengembangan Kepengawasn Pendidikan Agama Islam Jarak Jauh ini dapat terlaksana.
Salah satu upaya untuk mengoptimalkan proses pembelajaran PAI di sekolah, adalah pembinaan yang terarah dan berkelanjutan dengan program yang terukur dan sistematis terhadap setiap pelaksana pendidikan. Pembinaan Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) di Sekolah dilaksanakan oleh Pengawas Pendidikan Agama Islam (Pengawas PAI).
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan menyebutkan bahwa “Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar
dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu”. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 tahun 2008 Tentang Guru pada Bab I Pasal 1 ayat (1) menyatakan bahwa “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah”. Dalam Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2010 yang dimaksud dengan Guru Pendidikan Agama adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, memberi teladan, menilai dan mengevaluasi peserta didik.
Pengawas Sekolah sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2014 adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan. Dalam menjalankan tugas pokok tersebut, Pengawas Sekolah dituntut mempunyai kualifikasi dan kompetensi yang memadai untuk mampu melaksanakan tugas pengawasan.
Posisi Pengawas PAI adalah merupakan penjamin mutu pendidikan agama Islam pada satuan pendidikan yang bertugas untuk mengawal proses pembelajaran PAI supaya terlaksana secara efektif dan efisien. Pengawas PAI dalam melakukan pengawasan proses pembelajaran meliputi pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan, dan pengambilan langkah tindak lanjut kepengawasan yang diperlukan.
Pengawasan dalam satuan pendidikan harus tetap dilakukan dalam segala kondisi, karena proses pembelajaran tidak pernah berhenti. Proses kepengawasan harus dapat dilakukan dengan berbacai cara, sehingga mutu pendidikan dapat sesuai dengan amanah peraturan perundangan yang berlaku.
Dalam situasi pandemi COVID-19 dimana diharuskan bekerja dari rumah, Pengawas sekolah dituntut agar tetap menjalankan tugasnya untuk melakukan pembinaan guru khususnya Guru Pendidikan Agama Islam. Cara yang terbaik untuk saat ini yang dapat dilakukan Pengawas PAI dalam melakukan pembinaan adalah melalui pengawasan jarak jauh atau dengan metoda pengawasan daring/Digital. Berbagai macam aplikasi digital dapat dipilih atau digunakan Pengawas PAI dalam melakukan pembinaan kepada Guru PAI binaanya. Demikian pula terhadap Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) karena kondisi jarak jauh, kondisi tertentu seperti force mejeure (darurat) dan
daerah terdepan/terpencil dan sebagainya. Pola pengawasan yang tidak dapat dilakukan dengan pengawas langsung (kunjungan ke sekolah) maka pengawasan dapat dilakukan dengan pengawasan jarak jauh dengan tetap mengacu pada standar kepengawasan tanpa mengurangi mutu pendidikan yang telah ditetapkan.
Pedoman Pengembangan Kepengawasan Jarak Jauh ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam penyelesaian kendala yang dialami oleh para pengawas khususnya Pengawas Pendidikan Agama Islam dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan jenjang kepengawasan yang diampu. Pedoman ini juga diharapkan dapat menjadi alternatif bagi pengawas untuk melaksanakan tugasnya dalam pembinaan pada Forum Komunikasi Guru PAI pada Taman Kanak-Kanak (FKG-PAI TK), Kelompok Kerja Guru PAI pada Sekolah Dasar (KKG-PAI SD), Musyawarah Guru Mata Pelajaran PAI pada Sekolah Menengah Pertama (MGMP-PAI SMP), dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran PAI pada Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (MGMP-PAI SMA/SMK), serta peningkatan kompetensi/pembinanan Pengawas PAI melalui Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) PAI.
Semoga buku Pedoman ini dapat dimanfaatkan oleh Pengawas Pendidikan Agama Islam atau tenaga kependidikan lainnya termasuk praktisi dan pemerhati pendidikan dalam melaksanakan pemantauan standar pendidikan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan dan pengembangannya, yaitu Pengembangan Standar Nasional Pendidikan Agama Islam (Keputusan Menteri Agama Nomor 211 tahun 2011).
Wassalamu’alaikum wr. wb. Jakarta, 30 September 2020
DAFTAR ISI
SAMBUTAN DIREKTUR ………... iii
KATA PENGANTAR ……….. v
DAFTAR ISI……….. Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 5405 vii Tahun 2020 tentang Pedoman Pengembangan Kepengawasan Jarak Jauh………. 1 BAB I PENDAHULUAN ………. 5 A. Latar Belakang………... 5 B. Dasar Hukum……… 6 C. Tujuan……… 7 D. Manfaat ………... 8 E. Sasaran……….. 8 F. Ruang lingkup………... 8
BAB II PENGEMBANGAN PENGAWASAN PAI JARAK JAUH………. 9
A. Pengertian Pengawasan Jarak Jauh……… 9
B. Prinsip Pengawasan Jarak Jauh……… 9
C. Sasaran dan Kegiatan Pengawasan Jarak Jauh……… 10
D. Pendekatan Pengawasan Jarak Jauh……….. 10
E. Metode Pengawasan Jarak Jauh……….. 12
F. Langkah-langkah Pengawasan Jarak Jauh………. 12
G. Instrumen Pengawasan Jarak Jauh……….. 13
BAB III MEDIA PENGAWASAN PAI JARAK JAUH……….. 15
A. Convimeet………. 15 B. smart.tendik online………... C. DLC………. 15 16 D .simpinter.com……… 16 E. Zoom Meeting………... 16 F. WhatsApp………... 17 G. Skype………. 17 H. Microsoft Teams……….. 17 I. Google Meet……….. 17 J. Google Duo………... 18 K. Google Forms………... 18 L. Google Classroom……… 18 M. Moodle……… 18 N. Edmodo... 19
BAB IV EVALUASI DAN LAPORAN PENGAWASAN PAI JARAJ JAUH 21 A. Evaluasi Hasil Pengawasan Jarak Jauh………... 21
B. Laporan Hasil Evaluasi Pengawasan Jarak Jauh ………. 23
BAB V PENUTUP……….. 25
DAFTAR PUSTAKA……… 27
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Platform Aplikasi dan Link ... 31 Lampiran 2. Instrumen Supervisi Keterlaksanaan Belajar dari Rumah ... 33 Lampiran 3. Contoh Format Laporan Harian ... 44
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM NOMOR 5405 TAHUN 2020
TENTANG
PEDOMAN PENGAWASAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM JARAK JAUH TAHUN 2020
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DIREKTUR JENDERALPENDIDIKAN ISLAM,
Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 31 ayat (2) bahwa pendidikan jarak jauh jauh berfungsi memberikan layanan pendidikan kepada kelompok masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan secara tatap muka atau reguler; b. bahwa apabila pembelajaran tidak dapat dilaksanakan secara
reguler dan standar mutu pendidikan agama Islam harus tetap dilaksanakan, maka penjaminan mutu pendidikan agama Islam harus dilaksanakan dengan pengawasan jarak jauh;
c. bahwa untuk melaksanakan pengawasan jarak jauh diperlukan pedoman yang akan menjadi acuan bagi Pegawas Pendidikan Agama Islam untuk melaksanakan pengawas jarak jauh pendidikan agama Islam;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a,b dan huruf c, perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam tentang Pedoman Pengawasan Pendidikan Agama Islam Jarak Jauh;
Mengingat : 1. Undang-Undang 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496) sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 124, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4769);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6058);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 Tentang Penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 121, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5258);
6. Peraturan Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pendidikan Agama pada Sekolah;
7. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya ;
8. Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengawas Madrasah dan Pengawas Pendidikan Agama Islam pada Sekolah;
9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 143 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya;
10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 119 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah;
11. Peraturan Menteri Agama No 42 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama (Lembaran Negara RI Tahun 2016 Nomor 1495);
12. Keputusan Menteri Agama Nomor 211 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengembangan Standar Nasional Pendidikan Agama Islam di Sekolah;
13. Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 01/Kb/2020, Nomor 516 Tahun 2020,Nomor Hk.03.01/Menkes/363/2020, Nomor 440-882 Tahun 2020 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 Dan Tahun Akademik 2020/2021 Di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19);
14. Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3451 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Pembelajaran PAI pada Sekolah pada Masa Kebiasaan Baru.
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM TENTANG
PEDOMAN PENGAWASAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM JARAK JAUH TAHUN 2020.
KESATU : Menetapkan Pedoman Pengawasan Pendidikan Agama Islam Jarak Jauh Tahun 2020 sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan ini.
KEDUA : Pedoman sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU merupakan acuan dalam pelaksanaan pengawasan pendidikan agama Islam jarak jauh.
KETIGA : Keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 28 September 2020
DIREKTUR JENDERAL,
BAB I
PENDAHULUAN
LAMPIRAN
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM NOMOR 5405 TAHUN 2020
TENTANG
PEDOMAN PENGAWASAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM JARAK JAUH TAHUN 2020
A. Latar Belakang
Pengawasan Jarak Jauh merupakan pengawasan yang berlangsung antara Pengawas dengan Guru PAI secara terpisah dengan menggunakan berbagai media melalui penerapan prinsip-prinsip teknologi pengawasan. Penerapan ini dalam upaya menjaga mutu pendidikan, khususnya Pendidikan Agama Islam.
Masa Pandemi Covid-19 yang melanda di Indonesia tidak menghalangi Pengawas PAI menjalankan tugas pengawasan dengan melalui pengembangan teknologi pengawasan yang beraneka ragam sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan fasilitas yang dimiliki serta keterjangkauan baik di daerah yang tidak memungkinkan untuk dilakukan pengawasan dengan tatap muka dan pada Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN.
Pada masa pendemi covid-19, Pengawas PAI juga mempunyai tugas mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan penyebaran covid-19. Sehingga para pengawas dituntut memiliki kreasi, inovasi dan pengembangan teknologi pengawasan yang dalam implementasinya diperlukan suatu pedoman.
Pedoman Pengembangan Pengawasan Jarak Jauh ini sebagai salah satu upaya menjaga mutu pendidikan agama Islam di Indonesia dengan memanfaatkan berbagai teknologi pengawasan yang dikembangkan agar pengawasan PAI jarak jauh berjalan maksimal dan produktif.
B. Dasar Hukum
Dasar hukum yang menjadi rujukan dalam penyusunan buku pedoman ini adalah:
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496), sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 45 Tahun 2015, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2007 Nomor 124, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4769); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan atas
Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6058);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 Tentang Penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 121, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5258);
7. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya;
8. Peraturan Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pendidikan Agama pada Sekolah;
9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 143 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas dan Angka Kreditnya;
10. Keputusan Menteri Agama Nomor 211 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengembangan Standar Nasional Pendidikan Agama Islam di Sekolah;
11. Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengawas Madrasah dan Pengawas Pendidikan Agama Islam pada Sekolah;
12. Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2013 tentang perubahan atas peraturan menteri Agama nomor 2 tahun 2012 tentang Pengawas Madrasah dan Pengawas Pendidikan Agama Islam pada Sekolah;
13. Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam;
14. Peraturan Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2014 tentang Satuan Pendidikan Mu’adalah pada Pondok Pesantren;
15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 119 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.
16. Peraturan Menteri Agama No 42 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama (Lembaran Negara RI Tahun 2016 Nomo 1495); 17. Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama,
Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 01/Kb/2020, Nomor 516 Tahun 2020, Nomor Hk.03.01/Menkes/363/2020, Nomor 440- 882 Tahun 2020 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 Dan Tahun Akademik 2020/2021 Di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
18. Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3451 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Pembelajaran PAI pada Sekolah pada Masa Kebiasaan Baru.
C.
Tujuan
Tujuan penyusunan Pedoman Pengembangan Pengawasan PAI Jarak Jauh ini untuk menjadi acuan bagi Pengawas PAI dalam melakukan pengawasan pelaksanaan pembelajaran PAI jarak jauh terhadap Guru PAI pada semua jenjang baik pembelajaran daring maupun luring .
D.
Manfaat
Buku Pedoman Pengembangan Pengawasan Jarak Jauh ini diharapkan dapat bermanfaat bagi Pengawas PAI untuk:
1. Standarisasi dalam melakukan supervisi pengembangan pengawasan PAI jarak jauh
2. Efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab dalam melakukan supervisi pengembangan pengawasan PAI jarak jauh. 3. Meningkatkan mutu pelaksanaan pengawasan PAI jarak jauh.
4. Memastikan pelaksanaan tugas pelaksanaan pengawasan PAI jarak jauh berjalan dengan baik.
E.
Sasaran
Sasaran buku pedoman ini adalah sebagai berikut: 1. Pembina Pengawas PAI
2. Kelompok Kerja Pengawas Pendidikan Agama Islam 3. Pengawas Pendidikan Agama Islam
F.
Ruang Lingkup
Ruang lingkup Pedoman Pengembangan Pengawasan PAI jarak jauh ini sebagai berikut:
1. Pengembangan Pengawasan PAI jarak jauh
2. Media Pengembangan Pengawasan PAI jarak jauh 3. Evaluasi dan tindak lanjut pengawasan PAI jarak jauh
A. Pengertian Pengawasan PAI Jarak Jauh
Pengawasan jarak jauh adalah proses yang sistematikdalam menetapkan standar kerja atau ukuran kinerja dan pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan standar kinerja yang telah ditetapkan dengan menggunakan teknologi komunikasi, informasi dan media lainnya.
B.
Prinsip Pengawasan PAI Jarak Jauh
Prinsip-prinsip pengawasan jarak jauh, antara lain: 1. Kemandirian
Pengawasan Jarak Jauh berbasis kemandirian 2. Prinsip keluwesan
Prinsip ini diwujudkan dengan dimungkinkannya GPAI untuk memulai, mencari sumber, mengatur jadwal dan kegiatan.
3. Prinsip Keterkinian
Prinsip ini diwujudkan dengan tersedianya program pengawasan yang pada saat ini diperlukan (just-in-time). Kecepatan untuk memperoleh informasi yang baru merupakan suatu peluang untuk dapat bertahan dan berkembang.
4. Prinsip Kesesuaian
Prinsip ini terwujud dengan tersedianya media yang disesuaikan dengan kebutuhan pribadi maupun tuntutan lapangan atau kemajuan teknologi. Prinsip ini disesuaikan dengan kebutuhan dan latar belakang pengguna.
5. Prinsip Mobilitas
Prinsip ini diwujudkan dengan adanya kesempatan untuk berpindah lokasi, jenis,
BAB II
PENGEMBANGAN
6. Prinsip Efisiensi
Prinsip ini diwujudkan dengan pendayagunaan berbagai macam sumber daya dan teknologi yang tersedia seoptimal mungkin.
7. Berbasis Teknologi
Interaksi pengawasan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menggunakan berbagai sumber berbasis TIK dan media lain. Pengorganisasian pengawasan dengan interaksi secara daring dan luring
C. Sasaran dan Kegiatan Pengawasan PAI Jarak Jauh
Sasaran Pengawasan PAI Jarak Jauh adalah Guru Pendidikan Agama Islam. Adapun kegiatan Pengawasan PAI jarak jauh antara lain:
1. Penyusunan program pengawasan yang terdiri dari pemantauan, pembinaan, penilaian, evaluasi, serta bimbingan dan pelatihan.
2. Pelaksanaan program pengawasan yang terdiri dari pemantauan, pembinaan, penilaian, evaluasi, serta bimbingan dan pelatihan.
3. Pelaksanaan bimbingan dan pelatihan GPAI.
4. Evaluasi pelaksanaan program pengawasan yang terdiri dari pemantauan, pembinaan, penilaian, evaluasi, serta bimbingan dan pelatihan.
D. Pendekatan Pengawasan PAI Jarak Jauh
Pendekatan pengawasan jarak jauh sebagai berikut: 1. Pendekatan Direktif (langsung).
Pendekatan direktif adalah cara pendekatan terhadap masalah yang bersifat langsung. Pengawas PAI memberikan arahan langsung, dengan tujuan agar guru yang mengalami problem perlu diberi rangsangan langsung agar ia bisa bereaksi.
Pengawas PAI menjadi central yang menentukan perbaikan pada guru, supervisor harus aktif, kreatif, dan inovatif dalam memperbaiki cara mengajar guru, sehingga guru tidak merasa didikte dalam mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya.
2. Pendekatan Non-direktif (tidak Langsung).
Pendekatan non-direktif yaitu cara pendekatan terhadap permasalahan yang bersifat tidak langsung. Pengaswas PAI tidak secara langsung menunjukkan permasalahan, tapi terlebih dahulu mendengarkan secara aktif apa yang dikemukakan guru. Pengawas PAI memberikan sebanyak mungkin kepada guru untuk mengemukakan permasalahan yang dialami. Peranan Pengawas PAI disini adalah mendorong/membangkitkan kesadaran sendiri dan pengalaman-pengalaman guru diklasifikasikan. Pendekatan ini lebih tepat digunakan terhadap guru yang profesional.
Pendekatan non-direktif ini guru menjadi central yang menentukan perbaikan pada dirinya sendiri. Pengawas PAI hanya membantu, mendorong guru agar mampu mengembangkan kemampuannya dan kreativitasnya.
Langkah-langkah pendekatan non-direktif yaitu: mendengarkan, memberikan penguatan, menjelaskan, menyajikan dan memecahkan masalah.
3. Pendekatan Kolaboratif.
Pendekatan kolaboratif adalah cara pendekatan yang memadukan cara pendekatan direktif dan non-direktif. Pendekatan ini supervisor dan guru bersama-sama, bersepakat untuk menetapkan struktur, proses dan kriteria dalam melaksanakan proses percakapan terhadap masalah yang dihadapi, pendekatan kolaboratif ini mengunakan komunikasi dua arah, dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas, dan sebagai central adalah supervisor dan guru. Keduanya saling mengisi untuk menentukan perbaikan dan pengembangan kemampuan dan kreativitas guru.
Langkah-langkah pendekatan kolaboratif yaitu: menyajikan, menjelaskan, mendengarkan, memecahkan masalah dan negosiasi.
4. Pendekatan Hibrid/Blended
Perpaduan antara daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan). Prinsip dari pendekatan ini adalah adopsi teknologi dalam kultur belajar, diatur atau tidak diatur bisa terjadi/berjalan dengan baik. Dikatakan pendekatan, karena dalam pendekatan hybrid/blended ini, proses hybrid dijadikan dasar teoretis dalam metode hybrid/blended yang lebih menekankan pada aspek prosedur pelaksanaan hybrid/blended.
Pendekatan pengawasan menjadi efektif bila didukung dengan kualitas penyelenggaraan program PJJ, yaitu dengan terpenuhinya persyaratan sebagai berikut:
kurikulum, materi ajar, proses pembelajaran, instrumen dan sistem evaluasi; 2. Berbasis TIK;
3. Memanfaatkan sistem penyampaian pembelajaran yang inovatif dan kreatif; 4. Menyelenggarakan proses pembelajaran interaktif berbasis TIK dengan
memungkinkan kesempatan tatap muka;
5. Mengembangkan dan membina tingkat kemandirian dan softskills peserta didik; 6. Menyediakan layanan pendukung yang berkualitas (administrasi akademik,
bantuan belajar peserta didik, unit sumber belajar untuk layanan administrasi dan peserta didik, akses dan infrastruktur).
E. Teknik Pengawasan PAI Jarak Jauh
Berdasarkan jenis kegiatannya teknik pengawasan jarak jauh dengan media daring atau luring dibedakan atas dua jenis: 1. Teknik Individual
Teknik individual adalah pengawasan yang diberikan kepada GPAI tertentu yang mempunyai masalah khusus dan bersifat perorangan.
Teknik-teknik pengawasan individual diantaranya meliputi kunjungan kelas, kunjungan observasi, pertemuan individual, dan kunjungan antar-kelas.
2. Teknik Kelompok
Teknik kelompok adalah cara melaksanakan program pengawasan yang ditujukan pada dua orang atau lebih, memiliki masalah, kebutuhan atau kelemahan-kelemahan yang sama dikumpulkan menjadi satu/bersama-sama.
Teknik ini dapat dilakukan dengan cara pertemuan atau rapat, diskusi kelompok, mengadakan pelatihan atau kegiatan lain yang relevan. Teknik ini dilakukan secara fleksibel baik melalui moda daring, luring atau dengan blended learning.
F. Langkah-langkah Pengawasan PAI Jarak Jauh
Langkah-langkah Pengawasan PAI jarak jauh antara lain: 1. Menyusun program pengawasan jarak jauh
2. Menyiapkan instrumen yang akan digunakan
3. Menentukan pendekatan yang akan digunakan dalam pengawasan jarak jauh 4. Menggunakan metode yang sesuai dengan kegiatan pengawas yang akan
dilaksanakan
5. Menentukan media daring dan luring yang akan digunakan 6. Menyusun jadwal kegiatan pengawasan jarak jauh
7. Melaksanakan kegiatan pengawasan jarak jauh 8. Melakukan evaluasi kegiatan pengawasan jarak jauh
9. Melakukan tindak lanjut hasil evaluasi kegiatan pengawasan jarak jauh 10. Membuat laporan kegiatan pengawasan jarak jauh
G. Instrumen Pengawasan PAI Jarak Jauh
Instrumen yang dapat digunakan oleh Pengawas PAI dalam Pengawasan PAI Jarak Jauh dengan menggunakan instrumen 8 SNP PAI yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan.
Adapun tahapan pengembangan isntrumen pengawasan jarak jauh, antara lain:
1. menentukan masalah pada bidang yang akan diawasi
2. menentukan variabel yang akan diawasi
3. menentukan instrumen yang akan digunakan
4. membuat dimensi dan indikator dari variabel yang diawasi 5. membuat kisi-kisi instrumen
6. menulis butir-butir instrumen 7. mengkaji ulang instrumen 8. menyusun perangkat instrumen
Perkembangan teknologi saat ini semakin cepat, sehingga sangat mempengaruhi segala aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi yang didukung dengan kehadiran internet, memungkinkan kegiatan pengawasan terhadap Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) bisa dilaksanakan dari jarak jauh tanpa tatap muka langsung, yaitu dengan menggunakan website, aplikasi, media sosial, atau platform digital learning lainnya yang dibuat oleh para developer.
Tugas-tugas kepengawasan yang meliputi: 1. pembinaan Guru PAI;
2. pemantauan pelaksanaan Pengembangan Standar Nasional Pendidikan Agama Islam pada sekolah;
3. penilaian kinerja Guru PAI;
4. pembimbingan dan pelatihan profesional Guru PAI di FKG/KKG /MGMP.
Tugas tersebut di atas dapat dilaksanakan dengan jarak jauh melalui penggunaan website, aplikasi, media sosial, atau platform digital learning seperti; convimeet, smarttendik.online, DLC (distance learning class), simpinter, Zoom Meeting, WhatsApp, Skype, Microsoft Teams, Google Meet, Google Duo, Google Forms, Google Classroom, Moodle, Edmodo, dan lain-lain.
Penjelasan aplikasi tersebut di atas, dapat dilihat sebagaimana berikut dibawah ini :
A. Convimeet
Convimeet adalah sebuah aplikasi video conference/meeting berbasis web (tanpa perlu menginstall pada computer) yang dikembangan Pokjawasnas PAI. Aplikasi ini digunakan untuk kegiatan pengawasan terhadap Guru PAI, bisa digunakan sampai dengan 2000 peserta/participant.
B. smarttendik.online
smarttendik.online adalah aplikasi berbasis web untuk membantu guru,
kepala sekolah dan pengawas PAI untuk mendapatkan contoh program yang diperlukan.
Output yang didapatkan oleh Guru PAI antara lain contoh-contoh: 1. program tahunan dan semester;
BAB III
MEDIA PENGAWASAN PAI
JARAK JAUH
3. tutorial pembelajaran dan penilaian; 4. buku murid dan guru digital;
5. media share karya guru PAI; serta
6. menu market place untuk transaksi perdagangan antar anggota. 7. kartu Tanda Anggota, yang bisa digunakan sebagai alat pembayaran
electronik (e-money).
Output untuk Pengawas PAI adalah bisa melakukan tugas-tugas kepengawasan.
Admin Smarttendik dikelola oleh:
1. Pokjawas Kabupaten/Kota dan Kasi PAI/Pakis/Pendis pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota;
2. Pokjawas Provinsi dan Kabid PAIS/PAKIS/Pendis pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi; dan
3. Pokjawasnas PAI dan Direktorat PAI pada tingkat Pusat.
C. DLC (Distance learning Class)
DLC (Distance learning Class) adalah aplikasi videomeeting yang dapat diakses melalui website dengan fasilitas berbagi materi, pengumpulan tugas dan penilaian/ujian online terhadap peserta didik, sehingga dapat meningkatkan produktivitas Guru dan peserta didik secara virtual. Aplikasi ini mengkombinasikan model zoom dan google class room.
D. simpinter.com
simpinter.com adalah aplikasi berbasis web untuk membantu guru, kepala sekolah dan pengawas PAI dalam melaksanakan program yang outputnya: 1. untuk Guru PAI akan mendapatkanperencanaan pembelajaran, tutorial
pembelajaran, penilaian.
2. untuk Pengawas PAI dapat melakukan supervisi secara daring yang output dari aplikasi tersebut berupa laporan pengawasan.
Admin aplikasi simpinter dikelola oleh:
1. Pokjawas Kabupaten/Kota dan Kasi PAI/Pakis/Pendis pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota;
2. Pokjawas Provinsi dan Kabid PAIS/PAKIS/Pendis pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi; dan
3. Pokjawasnas PAI dan Direktorat PAI pada tingkat Pusat
E. Zoom Meeting
Zoom Meeting adalah aplikasi virtual meeting yang dapat diakses melalui website yang dilengkapi dengan kualitas suara dan gambar HD, screen sharing,
Aplikasi tersebut dapat digunakan pada PC dan HP, dengan OS (Operating System) pada PC/Laptop yang berbasis Mac (Macintosh), Windows (Microsoft Windows 7, 8 , 10) dan Linux. Sedangkan untuk OS pada handphone yaitu iOS (Apple Phone), dan Android.
Aplikasi Zoom Meeting dapat melakukan meeting hingga 100 peserta/partisipan, dengan durasi gratis selama 40 menit untuk video conference atau rapat kelompok, dan dapat mengulang lagi apabila durasi yang 40 menit sudah habis.
F. WhatsApp Messenger
WhatsApp Messenger adalah pesan lintas platform yang memungkinkan kita bertukar pesan tanpa pulsa, karena WhatsApp Messenger menggunakan paket data internet. Aplikasi WhatsApp Messenger menggunakan koneksi internet 3G, 4G atau WiFi untuk komunikasi data. Dengan menggunakan WhatsApp, kita dapat melakukan pembicaraan daring, video call, berbagi file, bertukar foto dan lain-lain.
G. Skype
Skype adalah sebuah program komunikasi dengan teknologi P2P (peer to peer). Program ini merupakan program bebas (dapat diunduh gratis) dan dibuat dengan tujuan penyediaan sarana komunikasi suara (voice) berkualitas tinggi yang murah berbasiskan internet untuk semua orang di berbagai belahan dunia. Pengguna Skype dapat berbicara dengan pengguna Skype lainnya dengan gratis, menghubungi telepon tradisional dengan biaya (skypeOut), menerima panggilan dari telepon tradisional (SkypeIn), dan menerima pesan suara.
H. Microsoft Teams
Microsoft Teams adalah salah satu layanan video conference yang memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi melalui layanan komunikasi yang aman dan kreatif. Teams memiliki empat fungsi penting dalam platformnya, yaitu olah pesan, koordinasi rapat, panggilan suara dan video. Semua fungsi tersebut diintegrasikan ke Microsoft Office 365 yang dapat digunakan di komputer melalui browser ataupun aplikasi Android dan iOS pada HP atau OS pada PC dan Mac.
I. Google Meet (Hangouts Meet)
Google Meet bisa menjadi media alternatif untuk bersosialisasi dengan guru binaan atau bahkan melakukan rapat kerja. Pengawas PAI dapat terhubung dengan Guru PAI binaannya secara virtual melalui video call dan pengiriman pesan yang aman.
J. Google Duo
Google Duo adalah aplikasi konferensi percakapan yang dapat melakukan panggilan video maksimal 12 orang. Untuk melakukan panggilan video grup, seseorang harus membuat grup di Google Duo. Setelah itu baru dapat melakukan panggilan video.
K. Google Forms
Google Forms adalah fasilitas yang tersedia pada akun email gmail.com. Google Formulir dapat difungsikan untuk membuat kuis, survei, dan soal secara online. Metode yang digunakan untuk mengirimkan soal atau survei dapat dikirim dengan email maupun dipasang atau dihubungkan pada website/blog.
L. Google Classroom
Google Classroom adalah salah satu aplikasi untuk sarana belajar dan mengajar. Aplikasi ini bisa meningkatkan produktivitas Guru PAI walaupun secara virtual. Di Google Classroom, Pengawas Pembina membuat kelas/kelompok Guru binaan, memberikan tugas, mengirim masukan dan melihat semua dalam satu aplikasi. Untuk menggunakannya, pengajar dan murid wajib memiliki akun Google agar saling terhubung. Selain itu, karena bagian dari G Suite, Google Classroom terikat bersama Drive, Calender, Form, Jamboard, Hangouts Meet, Docs, Sheets, Slide, termasuk Gmail. Artinya, layanan-layanan itu dapat dimanfaatkan dalam proses pengawasan.
M. Moodle (Modular Object-Oriented Dynamic Learning Environment)
Moodle (Modular Object-Oriented Dynamic Learning Environment) adalah paket perangkat lunak yang diproduksi untuk kegiatan belajar berbasis internet dan situs web yang menggunakan prinsip social constructionist pedagogy. MOODLE merupakan salah satu aplikasi dari konsep dan mekanisme belajar mengajar yang memanfaatkan teknologi informasi, yang dikenal dengan konsep pembelajaran elektronik atau e-learning. Moodle dapat digunakan secara bebas sebagai produk sumber terbuka (open source) di bawah lisensi GNU. Moodle dapat diinstal di komputer dan sistem operasi apapun yang bisa menjalankan PHP dan mendukung database SQL.
Moodle merupakan platform yang dibuat khusus sebagai sebuah sistem manajemen pembelajaran. Artinya, jika pengawas ingin membuat e-learning agar bimbingan dan latihan lebih efektif, Moodle bisa menjadi pilihan. Moodle adalah platform yang bersifat web-based, yang memungkinkan seluruh kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan dengan mengakses website dengan menggunakan browser.
N. Edmodo
Edmodo adalah platform pembelajaran jejaring sosial yang ditujukan untuk pengawas, guru, siswa, dan bahkan orang tua siswa. Media sosial ini sangat membantu dalam kegiatan pengawasn dan pembelajaran. Aplikasi ini dapat dijadikan pilihan sebagai sarana yang aman dan juga mudah untuk membuat sebuah kelas virtual berdasarkan dengan pembagian kelas seperti di sekolah. Desain tampilan Edmodo biasanya mirip dengan desain tampilan Facebook. Dengan Edmodo, pengawas dapat dengan mudah mengelola komunikasi, mengirim nilai, tugas, ataupun quiz kepada para guru PAI binaannya.
Berbagai aplikasi media tersebut di atas dapat dipilih oleh Pengawas PAI untuk digunakan sesuai dengan kebutuhan, kondisi dan kesepakatan dengan GPAI binaan dengan akses link/alamat url yang terdapat pada lampiran pada buku ini.
A. Evaluasi Hasil Pengawasan PAI Jarak Jauh
Evaluasi hasil pelaksanaan pengawasan PAI jarak jauh merupakan bagian yang terintegrasi dengan tugas pokok pengawas PAI, yang bertujuan untuk mengetahui pencapaian target atau keselarasan antara program dan pelaksanaannya. Tindakan evaluasi yang dilakukan mengarah pada 4 tugas pokok pengawas PAI dalam melaksanakan tugasnya, yaitu pembinaan guru, pemantauan standar nasional pendidikan, penilaian kinerja guru dan pembimbingan dan pelatihan profesional guru pada FKG, KKG dan MGMP. Pengawas PAI senantiasa mengevaluasi pelaksanaan tugas tersebut dalam pelaksanaan pengawasan pembelajaran jarak jauh. Sebelum melakukan evaluasi hasil pengawasannya, pengawas PAI harus memiliki data hasil pengawasan baik menyangkut pelaksanaan pembinaan terhadap guru, penilaian kinerja guru, pemantauan SNP, serta pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan (BIMLAT) profesional guru pada FKG/KKG/MGMP.
Tahapan evaluasi hasil pengawasan PAI jarak jauh meliputi :
1. Mengidentifikasi masalah-masalah yang ditemukan pada saat melaksanakan pembinaan, pemantauan pelaksanaan 8 SNP, dan penilaian kinerja guru, serta pembimbingan dan pelatihan profesioal guru pada FKG/KKG/MGMP
2. Merumuskan masalah yang telah teridentifikasi sebelumnya dari setiap kegiatan pengawasan,
3. Menganalisis masalah-masalah yang telah dirumuskan, melalui analisis kuantitatif atau analisis kualitatif.
4. Menyusun rekomendasi terhadap guru PAI, kepala sekolah, Kementerian Agama, maupun Dinas Pendidikan serta untuk perbaikan program pengawasan PAI berikutnya.
Berikut dibawah ini diuraikan tentang evaluasi hasil pelaksanaan pengawasan
BAB IV
EVALUASI DAN PELAPORAN
HASIL PENGAWASAN PAI
1. Evaluasi Hasil Pelaksanaan Pembinaan Guru
Evaluasi hasil pembinaan guru, mengacu pada dokumen RPA, daftar hadir pembinaan, catatan selama pembinaan, instrumen penilaian yang digunakan dalam pembinaan guru PAI. Analisis terhadap data hasil pembinaan dapat berupa deskripsi objektif tentang pelaksanaan pembinaan yang dilakukan. Analisis tersebut mengungkap data capaian peningkatan kompetensi guru. Hasil analisis akan menunjukkan yang sudah sesuai maupun yang belum sesuai program. Hasil yang sesuai diberi apresiasi dan diberi catatan untuk dapat dipertahankan dan ditingkatkan kompetensinya. Hasil yang belum sesuai diberi catatan kendala-kendala apa saja, selanjutnya dibuat rekomendasi perbaikan terhadap guru, kepala sekolah sebagai tindak lanjut program pembinaan guru berikutnya.
2. Evaluasi Hasil Pelaksanaan Pemantauan Standar Nasional Pendidikan
Evaluasi hasil pemantauan Standar Nasional Pendidikan, mengacu pada dokumen penggalian instrumen pemantauan SNP PAI, catatan selama pemantauan instrumen penilaian yang digunakan dalam pemantauan SNP PAI. Analisis terhadap dokumen pemantauan dapat berupa deskripsi objektif tentang pemenuhan SNP pada sekolah binaan.. Analisis tersebut mengungkap data capaian standar nasional pendidikan yang telah dipenuhi dan yang belum. Hasil yang sesuai diberi apresiasi dan diberi catatan untuk dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Hasil yang belum terpenuhi diberi catatan, kendala-kendala apa saja, selanjutnya dibuat rekomendasi perbaikan terhadap guru, kepala sekolah sebagai tindak lanjut program pengawasan PAI berikutnya.
3. Evaluasi Hasil Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru
Evaluasi hasil pelaksanaan penilaian kinerja guru mengacu pada dokumen data nilai kuantitatif kinerja guru, daftar hadir, catatan atau jurnal guru, dan dokumen observasi selama masa penilaian. Analisis dokumen menghasilkan deskripsi kondisi objektif tentang pemenuhan standar kinerja guru pada sekolah binaan serta kekurangan dan kendalanya. Analisis tersebut mengungkap data capaian standar kompetensi dan kinerja guru. Guru yang telah memenuh standar kompetensi dan kinerja diberi apresiasi dan diberi catatan untuk terus mengembangkannya. Bagi guru yang belum memenuhi standar diberi catatan, selanjutnya dibuat rekomendasi terhadap guru, kepala sekolah sebagai tindak lanjut program pengawasan berikutnya.
4. Evaluasi Hasil Pelaksanaan Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru pada FKG/KKG/MGMP PAI
Evaluasi hasil pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan profesional guru pada FKG/KKG/MGMP PAI mengacu pada dokumen RPA, daftar hadir pembimbingan dan pelatihan profesional guru, jurnal kegiatan bimbingan dan pelatihan, instrumen penilaian yang digunakan. Analisis dokumen menghasilkan deskripsi objektif tentang pelaksanaan yang dilakukan. Analisis tersebut mengungkap data capaian peningkatan kompetensi guru, kelebihan dan kekurangan metode serta media yang digunakan. Hasil analisis akan menunjukkan tingkat keberhasilan pelaksanaan bimbingan dan pelatihan. Kegiatan yang dinyatakan berhasil diberi apresiasi dan diberi catatan untuk dapat dipertahankan dan ditingkatkan pelaksanaannya. Kegiatan yang belum sesuai diberi catatan serta kelemahan dan kendala-kendala apa saja, selanjutnya dibuat rekomendasi terhadap guru, pengurus FKG/KKG/MGMP, Pokjawas PAI, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, dan Kementerian Agama sebagai tindak lanjut dan program pengawasan berikutnya.
B. Pelaporan Hasil Pengawasan PAI Jarak Jauh
1. Tujuan Penyusunan Laporan Hasil Pengawasan Penyusunan laporan bertujuan untuk:
a. Memberikan gambaran mengenai keterlaksanaan setiap butir kegiatan yang menjadi tugas pokok pengawas sekolah.
b. Memberikan gambaran mengenai kondisi guru PAI binaan berdasarkan hasil pengawasan akademik maupun manajerial berupa hasil pembinaan, pemantauan, dan penilaian.
c. Menginformasikan berbagai faktor pendukung dan penghambat/kendala dalam pelaksanaan setiap butir kegiatan pengawasan PAI jarak jauh.
2. Tahapan pelaporan meliputi kegitan-kegiatan berikut:
a. Mengkompilasi dan mengklasifikasi data hasil pemantauan, pembinaan, dan pembimbingan
b. Menganalisis data hasil pemantauan pembinaan, dan pembimbingan c. Menyusun Laporan hasil pengawasan sesuai sistematika yang
ditetapkan
d. Menyampaikan Laporan Harian, Semester dan Tahunan kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota, serta sekolah yang dibinanya.
HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
B. Fokus Masalah Pengawasan C. Tujuan dan Sasaran Pengawasan D. Tugas Pokok /Ruang Lingkup Pengawasan
BAB II KERANGKA PIKIR PEMECAHAN MASALAH
BAB III PENDEKATAN DAN METODE
BAB IV EVALUASI DAN PELAPORAN PENGAWASAN PAI JARAK JAUH
A. Evaluasi Hasil Pengawasan PAI Jarak Jauh 1. Evaluasi Hasil Pelaksanaan Pembinaan Guru 2. Evaluasi Hasil Pelaksanaan Pemantauan Standar
Nasional Pendidikan
3. Evaluasi Hasil Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru
4. Evaluasi Hasil Pelaksanaan Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru pada
FKG/KKG/MGMP PAI
C. Pelaporan Hasil Pengawasan PAI Jarak Jauh BAB V PENUTUP
A. Simpulan B. Rekomendasi
3. Sistematika Pelaporan Hasil Pengawasan
Sistematika pelaporan pelaksanaan program pembinaan, pemantauan dan penilaian, serta pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan/atau kepala sekolah adalah sebagai berikut:
Semoga Buku Pedoman Pengembangan Pengawasan Jarak Jauh ini benar-benar dapat menjadi acuan bagi Pengawas PAI dan pihak-pihak yang berkepentingan dalam menyusun program/kegiatan, pembinaan, pemantauan, penilaian, bimbingan dan pelatihan bagi Guru PAI melalui Pengawasan Jarak Jauh secara daring atau luring, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sesuai tujuan yang telah ditetapkan.
BAB V
DAFTAR PUSTAKA
Bell, T.R.. Translation and Translating: Theory and Practice. 1 stEd. New York: Routledge, 1991.
Duff, SJB and Bouffard, SC.. Uptake of Dehydroabietic Acid Using Organically-Tailored Zeolite, Water Res., 34,2469- 2476, 1999.
Dwiyogo, Wasis D. Pembelajaran Berbasis Blended Learning. Cet. II; Depok: RajaGrafindo Persada, 2019
Kerlinger, Fred. Foundation of Behavioral Research (Edisi II), Orlando, FL: Harcourt Brace & Company, 1973.
Masyhud Sulthon, et al. Manajemen Pondok Pesantren. Jakarta: Diva Pustaka, 2004. Munday, Jeremy. IntroductionTranslation Studies: Theoriesand Applications. London:
Roudledge, 2001.
Nababan, M. Rudolf. Teori Menerjemahkan Bahasa Inggris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999.
Newmark, Peter. Approechs to Translation (First ed). Oxford and New York: Pergamons Press, 1981.
Newmark, Peter. A Texbook of Translation. New York; Prentice Hall International, 1988. Republik Indonesia. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, Cet. I; Citra Umbara, 2008.
. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Cet. III; Jakarta: Sinar Grafika, 2007.
. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentangPendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, Jakarta: Sinar Grafika, 2009.
. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil, Jakarta: Sinar Grafika, 2012.
. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya, Jakarta: 2010.
. Peraturan Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, Jakarta: 2009. . Peraturan Menteri Agama Nomor 211 Tahun 2011 tentang Pedoman
Pengembangan Standar Nasional Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Jakarta: 2011.
. Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengawas Madrasah dan Pengawas Pendidikan Agama Islam pada Sekolah, Jakarta: 2012
. Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2013 tentang perubahan atas peraturan menteri Agama nomor 2 tahun 2012 tentang Pengawas Madrasah dan Pengawas Pendidikan Agama Islam pada Sekolah, Jakarta:
. Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam, Jakarta: 2014
. Peraturan Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2014 tentang Satuan Pendidikan Mu’adalah pada Pondok Pesantren, Jakarta: 2014
. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 01/Kb/2020, Nomor 516 Tahun 2020, Nomor Hk.03.01/Menkes/363/2020, Nomor 440- 882 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 Dan Tahun Akademik 2020/2021 Di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Jakarta: 2014.
. Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3451 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Pembelajaran PAI pada Sekolah pada Masa Kebiasaan Baru, Jakarta 2014
. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 143 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas dan Angka Kreditnya, Jakarta: 2014.
. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, (2013). BPU PKB-5 Pengembangan Profesi Pengawas. Jakarta. Dikmenjur.
Venuty, Lawrence. 2000. The Translation Studies Reader. (2nd Edition). New York: Routledge.
Lampiran 1:
Platform Aplikasi dan Link
NO PLATFORM APLIKASI LINK APLIKASI
1 Convimeet https://dme.web.id/artikel/panduan- convimeet.html 2 Smarttendik.o nline https://www.smarttendik.online 3 dlc http://dile.vimeet.net/ 4 http://simpinter.com POKJAWAS PAI SIMPINTER (System Informasi Manajemen Pendidikan Terintegrasi)
5 Zoom Meeting https://zoom.us/meetings
6 WhatsApp https://web.whatsapp.com 7 Facebook https://www.facebook.com 8 Skype https://www.skype.com/id/ 9 Mincrosoft Teams https://www.microsoft.com/id- id/microsoft-365/microsoft- teams/group-chat-software
NO PLATFORM APLIKASI LINK APLIKASI
10 Google Duo https://duo.google.com/about/
11 Google Form https://docs.google.com/forms/u/0/
12 Google
Classroom
https://classroom.google.com/u/0/h
13 Moodle https://moodle.org/?lang=id
Lampiran 3:
Contoh Format Laporan Harian
NO Hari/ Tanggal Waktu Nama Sekolah Uraian Kegiatan Sasaran Metode
& Media Output Dokumen
Tindak Lanjut Awal Akhir 1. Senin, 14 Sept 2020 07.30 09.30 - Mempersiap- kan materi pembinaan tentang penyusunan RPP 1 Lembar - - RPA dan instrument Penilaian PPT RPP, RPA dan Instrumen Penilaian nya Penyiapan Media 2. Senin, 14 Sept 2020 07.30 09.30 SMPN 1 Kota Serang Melakukan pembinaan guru PAI ten- tang Penyu- sunan RPP Guru PAI Small Grop Discussi on & Convim eet 80% guru berkompe ten menyusun RPP Surat Keterang an, Daftar Hadir, dan hasil kerja guru Pengembang an RPP secara mandiri
0 MILIK KEMENTERIAN AGAMA