KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmatnya sehingga Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kota Mataram Tahun 2011 dapat diselesaikan.
Sebagai pertanggungjawaban atas kinerja Pemerintah Kota Mataram selama Tahun 2011 yang transparan dan akuntabel disusunlah Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota Mataram 2011 sebagaimana ditegaskan dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang pedoman penyusunan penetapan kinerja dan pelaporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dan juga surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2011 tanggal 23 November 2011 tentang penyampaian laporan akuntabilitas kinerja tahun 2011 dan dokumen penetapan kinerja tahun 2012. Hal ini untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa Pemerintah Kota Mataram mempunyai komitmen dan tekad yang kuat untuk melaksanakan kinerja organisasi yang berorientasi pada hasil,baik berupa output maupun outcome.Disisi lain penyusunan Lakip Kota Mataram dimaksudkan sebagai implementasi prinsip transparansi dan akuntabilitas yang merupakan pilar penting dalam pelaksanaan good governance.
LAKIP Kota Mataram ini tidak terlepas dari kekurangan-kekurangan mengingat implementasi sistem akuntabilitas masih perlu penyempurnaan secara terus menerus. Namun demikian telah diupayakan semaksimal mungkin melalui koordinasi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se Kota Mataram.
Mudah-mudahan penyajian LAKIP Kota Mataram ini dapat mencerminkan evaluasi kinerja organisasi selama satu tahun sehingga kinerja kedepan dapat lebih produktif, efektif dan efisien baik aspek perencanaan, pengorganisasian, manajemen keuangan maupun koordinasi pelaksanaannya.
Mataram, Maret 2012 WALIKOTA MATARAM,
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI... ii DAFTAR TABEL... iv RINGKASAN EKSEKUTIF... v BAB I PENDAHULUAN ...1 A. LATAR BELAKANG...1B. LANDASAN HUKUM PENYUSUNAN LAKIP...2
C. DASAR HUKUM PEMBENTUKAN STRUKTUR ORGANISASI PEMERINTAH KOTA MATARAM...4
D. GAMBARAN UMUM KOTA MATARAM ...6
d1. Kondisi Geografi ...6
d2. Kondisi Demografi ...8
d3. Kondisi Kesejahteraan Masyarakat ...9
d4. Kondisi Aparatur ...14
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA...16
A. DASAR FILOSOFIS PERENCANAAN DAERAH...16
B. VISI ...16
C. MISI ...17
D. SASARAN ...21
E. PENETAPAN KINERJA (PK) ...24
F. KEBIJAKAN, PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBANGUNAN TAHUN 2011...28
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA...34
A. PENGUKURAN KINERJA ...34
B. CAPAIAN KINERJA ...36
C. EVALUASI KINERJA ...50
D. AKUNTABILITAS KEUANGAN ...85
D1. Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ...85
D2. Perhitungan APBD...89
LAMPIRAN
A. RENCANA KINERJA KOTA MATARAM TAHUN 2011 B. PENETAPAN KINERJA KOTA MATARAM TAHUN 2011 C. PENGUKURAN KINERJA TAHUN 2011
DAFTAR TABEL
Hal.
Tabel 1.1. Jumlah dan Kepadatan Penduduk di Kota Mataram Tahun 2010………... 8
Tabel 1.2. Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Kegiatan Utama di Kota Mataram
Tahun 2010………. 9
Tabel 1.3. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha di Kota Mataram
Tahun 2009-2011……… 10
Tabel 1.4. PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha di Kota
Mataram Tahun 2009-2011……… 11
Tabel 1.5. Pertumbuhan PDRB dan Laju Inflasi di Kota Mataram Tahun 2009-2011…… 12
Tabel 1.6. Kinerja Pembangunan Kesejahteraan Sosial Indikator Pendidikan Kota
Mataram Tahun 2007-2011……… 14
Tabel 1.7. Kinerja Pembangunan Kesejahteraan Sosial Indikator Kesehatan Kota
Mataram Tahun 2007-2010……… 15
Tabel 1.8. Rasio Penduduk Miskin Kota Mataram Tahun 2007-2011……….. 15
Tabel 1.9. Data Guru Menurut Pendidikan dan Tempat Tugas Lingkup Pemerintah
Kota Mataram T.A. 2011……… 16
Tabel 1.10. Data PNS Non Guru Menurut Pendidikan dan Jenis Kelamin Lingkup
Pemerintah Kota Mataram T.A. 2011……….. 16
Tabel 2.1. Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Kota Mataram………. 19
Tabel 2.2. Penetapan Kinerja Kota Mataram Tahun 2011………. 25
Tabel 3.1. Realisasi Pendapatan Daerah Kota Mataram Tahun Anggaran 2010-2011... 90
Tabel 3.2. Realisasi Belanja Daerah Tahun Anggaran 2010-2011... 91
Tabel 3.3. Realisasi Keuangan Terhadap Total Belanja Daerah Tahun Anggaran 2011
Di Masing-Masing Dinas/Instansi/Badan………
v
RINGKASAN EKSEKUTIF
Dalam mewujudkan Good Governance, akuntabilitas merupakan salah satu aspek penting yang harus diimplementasikan dalam manajemen pemerintahan. Akuntabilitas yang diharapkan tidak hanya akuntabilitas pemerintah kepada masyarakat tetapi juga akuntabilitas kepada presiden. Berkaitan dengan hal tersebut, Pemerintah Kota Mataram menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) sebagai bentuk aplikasi dari penyelenggaraan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
LAKIP ini memberikan gambaran tentang kinerja penyelenggaraan pemerintahan pada tahun 2011, yang diformulasikan dari hasil kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Hal ini dikarenakan setiap SKPD dibentuk untuk melaksanakan suatu tugas pokok dan fungsinya serta mempertanggungjawabkan program dan kegiatan kepada pihak-pihak yang berkepentingan (stake holder). LAKIP tidak hanya sekedar alat akuntabilias, tetapi juga sebagai sarana yang strategis untuk mengevaluasi diri dalam rangka peningkatan kinerja kedepan. Dengan langkah ini setiap SKPD dapat senantiasa melakukan perbaikan dalam mewujudkan praktek-praktek penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah di Kota Mataram tahun 2011 dilaksanakan dengan mengacu pada Penetapan Kinerja Tahun 2011. Penetapan Kinerja tersebut, memuat sasaran yang ingin dicapai pada tahun 2011 berikut target kinerja yang akan dicapai. Dalam pencapaian sasaran tersebut telah ditetapkan kebijakan, indikator kinerja sasaran, serta program dan kegiatan yang bersifat operasional. Materi Penetapan Kinerja Tahun 2011, disusun berdasarkan Kebijakan Umum Anggaran (KUA), dan Prioritas dan Plafon Anggaran (PPA) APBD Tahun Anggaran 2011.
LAKIP Kota Mataram Tahun 2011 disusun berdasarkan Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah serta Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
LAKIP ini mengungkapkan keberhasilan dan atau kegagalan pelaksanaan program, kegiatan serta hambatan-hambatan/ kendala yang dijumpai dalam pelaksanaan, selain itu juga mengungkapkan strategi pemecahan masalah yang akan dilaksanakan di masa mendatang agar sasaran yang telah ditetapkan dapat tercapai sesuai yang direncanakan.
vi Pencapaian kinerja sasaran Pemerintah Kota Mataram Tahun 2011 dapat digambarkan sebagai berikut :
No. Sasaran Jumlah
Indikator Predikat Capaian Kinerja Sasaran 1 Terwujudnya kerukunan hidup bermasyarakat yang
saling berterima 2 Cukup Berhasil
2 Terselenggaranya pelaksanaan pembangunan
pelayanan dan pemerintahan dengan lancar 2 Sangat Berhasil
3 Terwujudnya kesetaraan gender diberbagai aspek 2 Sangat Berhasil
4 Terciptanya pengembangan usaha dan penciptaan
lapangan usaha 1 Sangat Berhasil
5 Terwujudnya SDM yang berdaya saing 3 Sangat Berhasil
6 Terbinanya perilaku hidup bersih dan sehat di
wilayah padat, kumuh, dan miskin 3 Sangat Berhasil
7 Terwujudnya sistem ekonomi yang berbasis kerakyatan dalam mengembangkan potensi sektor unggulan daerah
2 Sangat Berhasil
8 Terwujudnya sistem dan akses permodalan bagi
UMKM 3 Sangat Berhasil
9 Terciptanya lapangan kerja yang lebih luas 3 Sangat Berhasil
10 Terciptanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan
stabil 3 Berhasil
11 Terwujudnya kesejahteraan masyarakat 3 Sangat Berhasil
12 Terwujudnya integrasi dan sinkronisasi pelaksanaan
pembangunan 2 Sangat Berhasil
13 Terwujudnya pelayanan publik yang handal 2 Sangat Berhasil
14 Terwujudnya pemerataan akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan, kesehatan, air bersih, persampahan,sanitasi, perijinan, transportasi, kependudukan dan catatan sipil
3 Sangat Berhasil
15 Terbangunnya dan terpeliharanya saluran drainase
perkotaan 1 Sangat Berhasil
16 Terbangunnnya dan terpeliharanya sarana dan
prasarana dasar lingkungan 2 Sangat Berhasil
17 Terwujudnya perumahan dan permukiman yang
layak huni 2 Cukup Berhasil
18 Tersedianya media ekspresi dan ruang publik dalam
bentuk sarana olahraga, seni dan budaya 2 Sangat Berhasil
19 Terwujudnya pemanfaatan dan pengendalian tata
vii Dari hasil pengukuran kinerja sasaran di atas dapat dirincikan sebagai berikut:
1. Sasaran yang ditetapkan sebanyak 19 sasaran, disimpulkan bahwa - 15 sasaran tercapai dengan predikat Sangat Berhasil,
- 1 sasaran tercapai dengan predikat Berhasil, - 3 sasaran tercapai dengan predikat Cukup Berhasil.
2. Dari 19 sasaran telah ditetapkan indikator kinerja sebanyak 43 indikator sasaran dengan hasil capaian sebagai berikut:
- 34 indikator kinerja sasaran dengan capaian 80 s/d 100 (predikat Sangat Berhasil); - 4 indikator kinerja sasaran mencapai angka 70 s/d <85 (predikat Berhasil);
- 3 indikator kinerja sasaran mencapai angka 55 s/d < 70 (predikat Cukup Berhasil); - 2 indikator kinerja sasaran capaiaannya kurang dari <55 (predikat Tidak Berhasil).
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewu judkan aspirasi masyarakat dan tuntutan masyarakat dalam mencapai tujuan serta cita-cita berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas, terukur dan berdasarkan hukum sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdayaguna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.
Setiap tindakan dan kebijakan dalam pelaksanaan birokrasi pemerintahan akan selalu dikaitkan dengan konsep tata pemerintahan yang baik. Tata kepemerintahan yang baik yaitu suatu konsepsi tentang penyelenggaraan kepemerintahan yang mengedepankan prinsip-prinsip antara lain keterbukaan dan transparansi, akuntabilitas, efektivitas dan efisiensi, responsivitas, menjunjung tinggi supremasi hukum, demokrasi dan membuka partisipasi masyarakat.
Pemerintahan yang akuntabel merupakan sebuah keharusan yang perlu dilaksanakan dalam usaha mewujudkan aspirasi serta cita-cita masyarakat dalam mencapai masa depan yang lebih baik. Berkaitan dengan hal itu, diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggung awaban yang tepat, jelas dan terukur agar penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, serta bebas dari korupsi kolusi dan nepotisme sebagaimana yang diamanatkan dalam Tap MPR RI Nomor IX/MPR/1998 dan Undang-Undang Nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, sehingga diterbitkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) yang mewajibkan setiap instansi pemerintah sebagai unsur penyelenggara Negara mulai dari Pejabat Eselon II ke atas untuk
mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta kewenangan pengelolaan sumber daya dan kebijakan yang dipercayakan padanya berdasarkan perencanaan strategis yang ditetapkan.
Sehubungan dengan hal tersebut diatas, sebagaimana perwujudan pertanggung jawaban keberhasilan/kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan maka disusunlah Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kota Mataram Tahun 2011 sebagai perwujudan akuntabilitas kinerja yang dicerminkan dan hasil pencapaian kinerja berdasarkan visi,misi,tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Asas umum penyelenggaraan negara adalah asas akuntabilitas.
B. LANDASAN HUKUM PENYUSUNAN LAKIP
Peraturan perundang-undangan yang melatarbelakangi dalam penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota Mataram Tahun 2011 adalah :
1. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;
2. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1993 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Mataram;`
3. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;
4. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 5. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
6. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
7. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah;
8. Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah;
9. Peraturan Pemerintah Nomor 108 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pertanggungjawaban kepada Daerah;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah; 11. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan
Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;
12. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Propinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;
13. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
14. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
15. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi;
16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
18. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
19. Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 27 Tahun 2001 tentang Musyawarah Pembangunan Bermitra Masyarakat;
20. Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 4 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Pemerintah Daerah Kota Mataram;
21. Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pembentukan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kota Mataram;
22. Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 8 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Mataram Tahun 2005-2025.
23. Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 1 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2011
24. Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 11 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah(RPJMD) Kota Mataram Tahun 2011-2015 25. Peraturan Walikota Mataram Nomor 14 Tahun 2010 tentang Rencana Kerja Pemerintah
Daerah (RKPD) Kota Mataram Tahun 2011.
C. DASAR HUKUM PEMBENTUKAN STRUKTUR ORGANISASI PEMERINTAH KOTA MATARAM
Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor : 5 Tahun 2008 tentang pembentukan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kota Mataram, yang merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor : 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Organisasi Perangkat Daerah Kota Mataram terdiri dari :
1. Sekretariat Daerah Kota Mataram
Susunan organisasi Sekretariat Daerah adalah sebagai berikut : a. Sekretaris Daerah
b. Assisten Tata Praja, membawahi dan mengkoordinasikan : b.1. Bagian Pemerintahan
b2. Bagian Hukum
b3. Bagian Pengelolaan Data Elektronik dan Informatika
c. Assisten Perekonomian dan Pembangunan, membawahi dan Mengkoordinasikan : c1. Bagian Perekonomian
c2. Bagian Administrasi dan Pengendalian Pembangunan c3. Bagian Kesra
d. Assisten Administrasi Umum, membawahi dan mengkoordinasikan : d1. Bagian Umum
d2. Bagian Organisasi
d3. Bagian Humas dan Protokol d4. Bagian Keuangan
2. Sekretariat DPRD
3. Dinas Daerah Terdiri dari : a. Dinas Kesehatan
b. Dinas Pekerjaan Umum c. Dinas Perhubungan
d. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga e. Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi f. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
g. Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan h. Dinas Tata Kota
i. Dinas Kebersihan
j. Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan k. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil l. Dinas Pendapatan
m. Dinas Pertamanan
4. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) 5. Inspektorat Kota
6. Lembaga Teknis Daerah terdiri dari :
a. Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat b. Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB
c. Badan Pemberdayaan Masyarakat d. Badan Kepegawaian Daerah
e. Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh Pertanian dan Perikanan f. Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah
g. Satuan Pemadam Kebakaran h. Satuan Polisi Pamong Praja i. Kantor Lingkungan Hidup
j. Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu
7. Kecamatan terdiri dari 6 wilayah dengan 50 (lima puluh) Kelurahan.
Kepala Daerah dalam melaksanakan tugasnya dapat mengangkat staf ahli sebanyak-banyaknya lima orang terdiri dari :
1. Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan 2. Staf Ahli Bidang Pengentasan Kemiskinan
3. Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Infrastruktur Perkotaan 4. Staf Ahli Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan SDM 5. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan
Dan dalam rangka melaksanakan ketentuan pasal 18 ayat 1 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, dan pasal 2 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 46 Tahun 2008 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah , maka dibentuk Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Walikota Mataram Nomor 20 Tahun 2010 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram. Peraturan Walikota ini sudah dikuatkan dengan Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Lain Sebagai Bagian dari Perangkat Daerah Kota Mataram
D. GAMBARAN UMUM KOTA MATARAM D.1. KONDISI GEOGRAFI
Provinsi Nusa Tenggara Barat terdiri dari 2 (dua) kepulauan yaitu Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Kota Mataram sebagai ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat terletak di Pulau Lombok.
Kota Mataram terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1993 memiliki luas wilayah 61,30 km² (6.130 Ha) yang terbagi dalam 6 (enam) wilayah kecamatan dan 50 kelurahan.
Secara Geografis Kota Mataram terletak pada posisi 116o04’– 116o10’ Bujur Timur, dan 08o33’– 08o38’ Lintang Selatan dengan batas-batas wilayah:
Sebelah Utara : Kecamatan Gunungsari, Kecamatan Batulayar dan Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat
Sebelah Timur : Kecamatan Narmada dan Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok
Barat
Bagian Selatan : Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat
Bagian Barat : Selat Lombok
Wilayah Kota Mataram sebagian besar merupakan dataran rendah dan sedang. Kota Mataram berada sebagian besar berada pada ketinggian 50 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kondisi tersebut di atas menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kota Mataram adalah hamparan datar (75,9%). Daerah datar-landai berada di bagian barat serta agak tinggi-bergelombang di bagian timur.
Hamparan wilayah dengan fisiografi datar disatu sisi mempunyai nilai positif, yakni pembangunan prasarana dan sarana secara fisik tidak mengalami hambatan teknis dan pembiayaan pembangunan relatif lebih murah. Disisi lain, dapat berimplikasi kurang baik diantaranya rawan terjadi genangan dan abrasi.
Dari aspek geologi satuan batuan termuda di wilayah Kota Mataram adalah Qa Alluvium. Qa Alluvium yang terdiri dari kerakal, kerikil, pasir, lempung, gambut, dan pecahan koral. Kota Mataram termasuk dalam Busur Bergunung Api Nusa Tenggara Barat, yang merupakan bagian dari Busur Sunda sebelah timur dan Busur Banda sebelah barat. Busur tersebut terbentang dari Pulau Jawa ke Nusa Tenggara dan melengkung mengitari Laut Banda. Kota Mataram sendiri tidak memiliki daerah pegunungan dengan timbulan kasar.
Selain itu dalam aspek sumber daya air, Kota Mataram memiliki potensi air tanah (aquifer) yang cukup besar. Hal ini dapat dilihat di beberapa bagian wilayah Kota Mataram, seperti Kelurahan Rembiga dan Kelurahan Sayang-sayang. Kedalaman air tanah di Kota Mataram antara 5–7 meter, kecuali di beberapa lokasi, seperti: Cakranegara, Monjok dan Dasan Agung bagian utara kedalaman air tanah mencapai 15 meter. Disamping potensi air tanah (Aquifer) tersebut, hingga saat ini kebutuhan air minum masih diakses dan disuplai dari mata air: Sarasute, Ranget dan Saraswaka di Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat.
Kota Mataram dialiri 4 (empat) sungai utama dan potensial sebagai sumber daya air, yaitu: Sungai Jangkok, Sungai Ancar, Sungai Brenyok, dan Sungai Midang, yang hulunya berada di sekitar lereng Gunung Rinjani dan bermuara di Pantai Ampenan (Selat Lombok) yakni batas bagian barat wilayah Kota Mataram.
Klimatologi Kota Mataram umumnya merupakan daerah yang beriklim tropis, musim hujan antara bulan Oktober sampai dengan bulan April dan sebaliknya adalah musim kemarau. Suhu udara rata-rata mencapai 26C dengan kelembaban udara rata-rata mencapai 80% per Tahun. Iklim tersebut juga dipengaruhi oleh perubahan angin (musim) sebanyak dua kali. Suhu udara Kota Mataram tidak berbeda jauh dengan suhu daerah tropis lainnya di Indonesia. Suhu udara maximum terjadi pada bulan Oktober dengan temperatur 32,1oC dan terendah pada bulan Agustus dengan temperatur 20,4oC, kelembaban maximum 92% terjadi pada bulan Januari, April, Oktober dan November, sedangkan kelembaban minimum 67% terjadi pada bulan Oktober, rata-rata penyinaran matahari maximum pada bulan Juli 83% dan kecepatan angin maximum rata-rata terjadi pada bulan Pebruari. Curah hujan rata-rata sebesar 1.256,66 mm/tahun, dan jumlah hari hujan relatif yakni 110 hari/tahun, curah hujan tertinggi tercatat pada bulan Desember sebesar 302 mm dan jumlah hari hujan terbanyak juga terjadi pada bulan Desember sebanyak 29 hari.
D.2. KONDISI DEMOGRAFI
Kota Mataram memiliki luas wilayah terkecil di Provinsi Nusa Tenggara Barat, namun dihuni oleh jumlah penduduk yang besar. Jumlah penduduk tersebut dapat menjadi potensi tenaga kerja sebagai modal pembangunan di segala bidang. Jumlah penduduk Kota Mataram sesuai data BPS Kota Mataram tahun 2010 sebanyak 402.843 dan pada 2011 mengalami kenaikan sebanyak 406.910 jiwa dengan laju pertumbuhan sebesar 1, 01 persen. Kecamatan dengan penduduk tertinggi adalah Kecamatan Ampenan dengan jumlah penduduk sebanyak 79.574 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 8.412 jiwa/km2. Sementara kecamatan dengan penduduk paling sedikit adalah Kecamatan Sekarbela dengan jumlah penduduk sebanyak 53.648 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 5.198 jiwa/km2.
Tabel : 1.1. Jumlah dan Kepadatan Penduduk di Kota Mataram Tahun 2010-2011
Kecamatan Luas Daerah
Jumlah Penduduk Kepadatan
Penduduk 2011
2010 2011
(Km2) (Jiwa) (Jiwa) (Jiwa/ Km2)
1 2 3 4 6 Ampenan 9.46 78,779 79,574 8,412 Sekarbela 10.32 53,112 53,648 5,198 Mataram 10.76 73,107 73,845 6,863 Selaparang 10.77 72,665 73,399 6,815 Cakranegara 9.67 64,087 64,734 6,694 Sandubaya 10.32 61,093 61,710 5,980 Jumlah 61.30 402,843 406,910 6,638
Sumber: BPS Kota Mataram, 2011
Perkembangan jumlah penduduk dan kepadatan penduduk Kota Mataram dalam kurun waktu lima tahun menunjukkan kecenderungan yang terus meningkat. Hal tersebut tidak lepas dari selain adanya pertumbuhan penduduk alami juga karena adanya migrasi. Kedudukan dan fungsi Kota Mataram sebagai Ibukota Provinsi, pusat pemerintahan, pendidikan serta perdagangan dan jasa menjadi penyebab tingginya migrasi.
Berdasarkan data Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada tahun 2011 sebesar 64,71% yang artinya dari seluruh jumlah penduduk usia produktif di Kota Mataram yang aktif secara ekonomi sebesar 64,71%. Sementara itu, Tingkat pengangguran di Kota
Mataram pada tahun 2010 sebesar 8.96%, turun menjadi 6.70% pada tahun 2011. Hal ini menunjukkan kesempatan kerja di Kota Mataram cukup tinggi yaitu 93.30%.
Tabel : 1.2. Kondisi Penduduk dan Ketengakerjaan di Kota Mataram Tahun 2011
No. Komponen Tahun
2010 2011
1 Jumlah Penduduk 402.843 406.910
2 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK %) 67,59 % 64.71%
3 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT %) 8,96% 6.70%
4 Tingkat Kesempatan Kerja (TKK %) 91,04% 93.30%
Sumber: BPS Kota Mataram, 2011
D.3. KONDISI KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
Kinerja pembangunan pada aspek kesejahteraan masyarakat merupakan gambaran dan hasil dari pelaksanaan pembangunan selama periode tertentu terhadap kondisi kesejahteraan masyarakat yang mencakup kesejahteraan dan pemerataan ekonomi, kesejahteraan sosial, seni budaya dan olahraga. Hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan pada aspek kesejahteraan masyarakat selama periode 2007-2011 diuraikan sebagai berikut:
D.3.1. Kondisi Perekonomian
D.3.1.1. Produk Domestik Regional Brutto (PDRB)
PDRB Kota Mataram, pada tahun 2011, PDRB yang dihitung atas dasar harga berlaku (Adh) mencapai Rp. 5.556.655.168 sedangkan perhitungan Adh konstan mencapai Rp. 2.365.847.174
Tabel 1.3. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha di Kota Mataram
Tahun 2009-2011 Lapangan Usaha 2009 2010 2011 **) Rp % Rp % Rp % 1 2 3 4 5 6 7 Pertanian 173.741.520 4,20 186.728.210 3,87 195,799,673 3.52 Pertambangan dan Penggalian 895.860 0,02 751.170 0,02 601,112 0.01 Industri Pengolahan 430.190.960 10,39 490.036.710 10,15 560,246,927 10.08
Lapangan Usaha 2009 2010 2011 **)
Rp % Rp % Rp %
1 2 3 4 5 6 7
Listrik, Gas & Air Bersih 47.792.210 1,15 55.596.760 1,15 61,468,029 1.11
Bangunan 349.081.570 8,43 413.445.540 8,56 511,362,777 9.20
Perdagangan Hotel &
Restoran 825.078.530 19,93 1.011.880.820 20,95 1,235,465,690 22.23
Pengangkutan &
Komunikasi 1.164.976.590 28,14 1.262.887.140 26,15 1,338,255,504 24.08
Keuangan, Persewaan &
Jasa Perusahaan 645.189.440 15,58 792.311.590 16,41 954,149,596 17.17
Jasa-Jasa 503.199.770 12,15 615.595.830 12,75 699,305,858 12.59
Jumlah 4.140.146.450 100 4.829.233.770 100.00 5.365.847.168 100.00
Sumber : BPS Kota Mataram, 2011 *) data sementara **) data sangat sementara Leading sector perekonomian Kota Mataram pada tahun 2011 dicapai oleh sektor pengangkutan
dan komunikasi dengan kontribusi sebesar 24,08 persen terhadap PDRB. Sementara sektor perdagangan memberikan kontribusi sebesar 22,23 persen. Sektor lainnya yang memberikan kontribusi cukup besar adalah sektor keuangan, jasa perusahaan , sektor jasa-jasa dan sektor industri pengolahan, masing-masing sebesar 17,17 persen , 12,58 persen dan 10.08 persen. Sektor yang mempunyai kontribusi terkecil sebesar 0,01 persen adalah sektor pertambangan dan penggalian disusul oleh sektor listrik, gas, dan air bersih 1,11 persen.
Tabel 1.4. PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha
di Kota Mataram Tahun 2009-2011
Lapangan Usaha
2009 2010 2011 **)
Rp % Rp % Rp %
1 2 3 4 5 6 7
Pertanian 85.619.420 4,22 85.779.800 3,91 87,066,497 3.68
Pertambangan & Penggalian 473.510 0,02 376.160 0,02 290,997 0.01
Industri Pengolahan 248.156.640 12,23 258.579.220 11,80 277,403,787 11.73
Listrik, Gas & Air Bersih 15.718.530 0,77 17.319.560 0,79 18,550,981 0.78
Bangunan 186.139.760 9,17 201.831.340 9,21 226,071,284 9.56
Perdagangan Hotel &
Lapangan Usaha
2009 2010 2011 **)
Rp % Rp % Rp %
1 2 3 4 5 6 7
Pengangkutan & Komunikasi 540.252.490 26,62 580.581.800 26,49 609,262,541 25.75 Keuangan, Persewaan &
Jasa Perusahaan 335.312.800 16,52 367.437.720 16,76 404,769,392 17.11
Jasa-Jasa 234.621.260 11,56 255.639.560 11,66 266,248,602 11.25
JUMLAH 2.029.390.220 100,00 2.191.819.020 100,00 2,365,847,174 100.00
Sumber : BPS Kota Mataram, 2011 *) data sementara **) data sangat sementara
D.3.1.2. Laju Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator untuk menganalisis pembangunan ekonomi di suatu daerah. Pertumbuhan ekonomi pada dasarnya mencerminkan aktivitas perekonomian suatu daerah. Sebagai tolok ukur keberhasilan pembangunan di bidang ekonomi adalah tercapainya pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan sesuai dengan yang ditergetkan.
Tabel 1.5. Pertumbuhan PDRB dan Laju Inflasi di Kota Mataram Tahun 2009-2011
No. Uraian 2009 2010 2011
1 2 3 4 5
1. Pertumbuhan PDRB 8,46% 7,95% 7,99% *)
2. Laju Inflasi 3,14% 11,07% 6,55%
Sumber : BPS Kota Mataram, 2011 **) angka sangat sementara Tahun 2011
Sebagai bagian dari wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram sedikit banyak pasti terpengaruh dengan situasi perekonomian provinsi dan perekonomian nasional. Perekonomian Kota Mataram pada Tahun 2011 tumbuh sebesar 7,99 persen. Sementara itu, laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kuartal (q to q), yakni perbandingan PDRB Triwulan IV-2011 terhadap PDRB Triwulan III-2011 mengalami pertumbuhan negatif yakni sebesar 3,41 persen. Sektor yang mengalami pertumbuhan yang cukup besar adalah sektor bangunan sebesar 7,85 persen.
Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kumulatif (c to c) , yaitu PDRB triwulan I sampai dengan triwulan IV secara komulatif Tahun 2011 dibandingkan dengan periode yang sama Tahun 2010 mengalami pertumbuhan sebesar 6.92 persen. Ini berarti Kota Mataram mengalami peningkatan
namun tidak secepat pada Tahun 2010 yang mengalami pertumbuhan 7,95 persen. Secara umum, sektor industri pengangkutan dan komunikasi, sektor jasa, serta sektor pertanian mengalami pertumbuhan yang melambat sebaliknya sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel & restoran, serta sektor bangunan mengalami pertumbuhan yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
D.3.1.3. Laju Inflasi
Pertumbuhan ekonomi di Kota Mataram diikuti dengan meningkatnya laju inflasi, hal ini perlu diwaspadai agar laju inflasi tidak lebih tinggi dibandingkan dengan besaran pertumbuhan ekonomi di Kota Mataram. Laju inflasi di Kota Mataram mengalami kenaikan dari 3,14% pada tahun 2009 menjadi 11,07% pada tahun 2010, namun demikian pada tahun 2011, laju inflasi Kota Mataram turun menjadi 6,55%.
D.3.2. Kesejahteraan Sosial
Pembangunan di bidang kesejahteraan sosial meliputi indikator angka melek huruf, angka rata-rata lama sekolah, angka partisipasi kasar, angka pendidikan yang ditamatkan, angka partisipasi murni, angka kelangsungan hidup bayi, angka usia harapan hidup, persentase penduduk yang memiliki lahan, dan rasio penduduk yang bekerja. Kinerja pembangunan kesejahteraan sosial Kota Mataram periode 2007-2011 pada masing-masing indikator sebagai berikut :
D.3.2.1. Pendidikan
Pembangunan pendidikan ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sasarannya adalah terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas melalui peningkatan mutu pendidikan, perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan bagi semua masyarakat, tercapainya efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan, serta tercukupinya sarana dan prasarana pendidikan. Beberapa indikator keberhasilan pembangunan bidang pendidikan dapat dilihat dari Angka Melek Huruf (AMH), Rata Lama Sekolah, Angka Partisipasi Kasar (APK), Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Pendidikan yang ditamatkan. APK adalah persentase anak usia sekolah yang memperoleh kesempatan pendidikan. APK SMP dan SMA mulai tahun 2008-2011 sudah di atas 100 %.
Tabel : 1.6. Kinerja Pembangunan Kesejahteraan Sosial Indikator Pendidikan Kota Mataram Tahun 2007-2011
No. Uraian Tahun
2007 2008 2009 2010 2011
1. Angka Melek Huruf 91,80% 92% 95,50% 95,50% 99,54%
2. Rata Lama sekolah 9,05 9,05 9,50 9,50 10,00 3. Angka Partisipasi Kasar
- SD/MI/Paket A 105,67 107,45 108,36 108,98 103,96
- SMP/MTs/Paket B 96,21 101,18 101,94 101,66 106,88
- SMA/SMK/MA/Paket C 72,28 75,46 100,28 101,64 99,90
4. Angka Partisipasi Murni
- SD/MI/Paket A 96,06 96,38 95,86 97,50 91,58
- SMP/MTs/Paket B 74,31 72,93 77,48 76,64 79,46
- SMA/SMK/MA/Paket C 52,39 57,43 71,32 71,79 78,91
5. Angka Pendidikan yang
ditamatkan 94,35% 96,35% 96,51% 96,51% 96,64
Sumber : Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Mataram, 2011
Angka pendidikan yang ditamatkan belum dapat menjangkau 100%, hal ini menunjukkan bahwa masih adanya peserta didik yang belum dapat menuntaskan pendidikannya. Namun angka pendidikan yang ditamatkan mengalami peningkatan setiap tahunnya.
D.3.2.2. Kesehatan
Derajat kesehatan masyarakat selama lima tahun terakhir menunjukkan adanya peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator bidang kesehatan, di mana angka kematian bayi selama lima tahun mengalami penurunan dari 41,58 per 1000 kelahiran hidup pada 2007 menjadi 40,25 per 1000 kelahiran hidup pada 2010. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pelayanan kesehatan. Umur Harapan Hidup Kota Mataram mengalami peningkatan dari sebesar 64,90 tahun pada 2007 menjadi 66.60 tahun pada 2010 Selama kurun waktu empat tahun terakhir prevalensi gizi buruk mengalami fluktuasi sebesar 2.71% pada 2007 kemudian turun menjadi 1.51%% pada 2008 dan terakhir pada tahun 2010 mengalami kenaikan sebesar 4.21%.
Tabel : 1.7. Kinerja Pembangunan Kesejahteraan Sosial Indikator Kesehatan Kota Mataram Tahun 2007-2010
No Uraian Tahun
2007 2008 2009 2010
1. Angka Kematian Bayi Per/1000
Kelahiran Hidup 41.58 41.25 40.51 40.25
2. Umur Harapan Hidup (UHH) 64.9 65.66 66.00 66.6
3. Prevalensi Gizi Buruk 2.71% 1.51% 4.27% 4.21%
Sumber : Dinas Kesehatan Kota Mataram, 2010
D.3.2.3.Kemiskinan
Jumlah penduduk miskin di Kota Mataram selama periode 2007-2011 mengalami kecenderungan fluktuatif. Berdasarkan hasil rekapitulasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kota Mataram pada 2007 jumlah penduduk miskin sebanyak 25.686 kepala keluarga, meningkat menjadi sebanyak 37.043 kepala keluarga pada 2011.
Tabel : 1.8. Rasio Penduduk Miskin Kota Mataram Tahun 2007-2011
No Uraian Tahun
2007 2008 2009 2010 2011
1. Penduduk Miskin 25.686 37.043 37.043 37.043 37.043
2. Jumlah Penduduk 356.141 362.243 375.506 402.843 406.910
3. Rasio Penduduk Miskin 7.21% 10.23% 9.86% 9.20% 9.10%
Sumber : Bappeda Kota Mataram, 2011
Rasio penduduk miskin pada 2008 sebesar 10,23% dan pada 2011 mengalami penurunan yang cukup signifikan hanya menjadi sebesar 9,10% atau terjadi penurunan rasio penduduk miskin sebesar 1,13% selama kurun waktu 2008-2011. Penurunan dimaksud karena adanya berbagai intervensi program penanggulangan kemiskinan di Kota Mataram yang langsung menyentuh ke masyarakat yang didukung pola identifikasi dan verifikasi penduduk miskin yang mendekati kondisi riil
D.4. KONDISI APARATUR
Pemerintah Kota Mataram dalam mendukung kelancaran dan keterpaduan tugas dan fungsi penyelenggara pemerintah yang profesional, efisien efektif, tanggap terhadap aspirasi masyarakat dan perubahan dinamika lingkungan, serta untuk mampu memberikan pelayanan masyarakat menuju pelayanan prima memiliki PNS Non Guru dan Guru sebanyak 6.495 orang.
Tabel 1.9. Data Guru Menurut Pendidikan dan Tempat Tugas Lingkup Pemerintah Kota Mataram T.A. 2011
Tempat Tugas Tingkat Pendidikan
SD SLTP SLTA D1 D2 D3 D4 S1 S2 Total TK/Non Sekolah - - 119 - 7 - - 31 - 154 SD/MI - - 191 - 329 18 - 841 2 1.381 SMP/MTs - - 13 5 4 28 - 628 7 685 SMA/MA/SMK - - 1 - - 29 13 732 20 795 SLB - - 15 - - - - 25 1 41 Total - - 339 5 340 75 13 2257 30 3.059
Sumber : Badan Kepegawaian Daerah Kota Mataram. Tahun 2011
Tabel 1.10. Data PNS Non Guru Menurut Pendidikan dan Jenis Kelamin Lingkup Pemerintah Kota Mataram T.A. 2011
Jenis Kelamin Tingkat Pendidikan SD SLTP SLTA D1 D2 D3 D4 S1 S2 Total L 59 87 770 1 3 110 42 862 89 2.023 P - 4 478 9 1 288 28 584 21 1.413 Total 59 91 1.248 10 4 398 70 1.446 110 3.436
BAB II
PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
A. DASAR FILOSOFIS PERENCANAAN DAERAH
Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kota Mataram memerlukan suatu landasan filosofi pembangunan yang memiliki cakrawala yang luas dan mampu menjadi basic bagi daerah untuk menentukan visi, misi, dan arah pembangunan.
B. VISI
Berdasarkan analisis terhadap kondisi umum Kota Mataram saat ini dan tantangan yang dihadapi lima tahun kedepan dengan memperhitungkan modal dasar yang dimiliki, maka Visi
pembangunan Kota Mataram Tahun 2011-2015 adalah “Terwujudnya Kota Mataram yang Maju,
Religius dan Berbudaya”. Kota Mataram merupakan kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai
batas-batas wilayah, yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat kota menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Visi tersebut merupakan satu kesatuan konsep yang memiliki nilai yang tak terpisahkan, sebagai pedoman dalam pencapaian tujuan masyarakat adil dan makmur. Sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Makna yang terkandung dalam Visi Kota Mataram adalah :
a. Visi tersebut mengandung arti bahwa Kota Mataram yang ingin diwujudkan dalam lima tahun kedepan, adalah Kota yang memiliki masyarakat maju, religius, dan berbudaya.
b. Maju mengandung makna bahwa dalam lima tahun kedepan terjadi peningkatan kualitas SDM Kota Mataram, yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk didalamnya seni dan sosial budaya, sehingga kemajuan yang dicapai berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal untuk mewujudkan masyarakat Gumi Mentaram yang sejahtera. Kemajuan ini dapat diukur berdasarkan perbaikan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
c. Religius mengandung makna dalam lima tahun kedepan akan terjadi peningkatan kualitas masyarakat kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan, mengedepankan kebersamaan serta toleransi yang tinggi antar umat beragama dalam suasana harmonis dalam kerangka penciptaan masyarakat madani. Nilai-nilai religius menjadi spirit dalam menentukan kebijakan, program dan kegiatan pembangunan.
d. Berbudaya mengandung makna dalam lima tahun kedepan terjadi peningkatan kualitas masyarakat yang memiliki keseimbangan antara kemajuan dan religiusitas yang saling berterima dalam kemajemukan, menguatnya identitas dan karakter masyarakat yang mandiri, bermoral dan bermartabat. Masyarakat berbudaya tidak hanya dapat dilihat dari berkembangnya adat istiadat, melainkan juga pada berkembangnya infrastruktur yang berkarakter kearifan lokal.
C. MISI
Untuk mencapai Visi “Terwujudnya Kota Mataram yang Maju, Religius dan Berbudaya”, maka Pemerintah Kota Mataram telah menetapkan lima Misi yaitu :
a. Meningkatkan rasa “AMAN” masyarakat Kota Mataram yang ditunjukkan dengan kehidupan yang kondusif, dinamis, dan harmonis yang dilandasi nilai agama dan budaya.
b. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang handal dan religius untuk mendorong daya saing daerah.
c. Memberdayakan ekonomi rakyat berbasis potensi lokal yang berkelanjutan untuk meningkatkan kemandirian daerah.
d. Meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berdasarkan prinsip Tata pemerintahan yang baik (Good Governance).
Tabel 2.1.
Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Kota Mataram
Visi : Terwujudnya Kota Mataram Yang Maju, Religus dan Berbudaya
MISI TUJUAN SASARAN
Misi 1 : Meningkatkan rasa
“AMAN” masyarakat Kota Mataram yang ditunjukkan dengan kehidupan yang kondusif, dinamis, dan harmonis yang dilandasi nilai agama dan budaya
Menciptakan suasana Kota Mataram yang kondusif, dinamis dan harmonis
1. Terwujudnya kerukunan hidup bermasyarakat yang saling berterima.
2. Terselenggaranya
pelaksanaan pembangunan, pelayanan, dan pemerintahan dengan lancar.
3. Terwujudnya keamanan dan kepastian dalam berinvestasi.
Misi 2 : Meningkatnya kualitas
Sumber Daya Manusia yang handal dan religius untuk mendorong daya saing daerah.
Mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas
1. Terwujudnya kesetaraan gender diberbagai aspek. 2. Terciptanya pengembangan
usaha dan penciptaan lapangan usaha.
3. Terwujudnya SDM yang berdaya saing.
4. Terlatihnya masyarakat miskin untuk pengembangan usaha dan penciptaan lapangan usaha.
5. Terwujudnya peningkatan derajat kesehatan
Misi 3 : Memberdayakan
ekonomi rakyat berbasis potensi lokal yang berkelanjutan untuk meningkatkan kemandirian daerah 1. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat 1. Terwujudnya masyarakat yang sejahtera. 2. Terwujudnya pemerataan pendapatan masyarakat. 2. Meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi daerah
1. Terwujudnya sistem ekonomi yang berbasis kerakyatan dalam mengembangkan potensi sektor unggulan daerah
2. Terwujudnya system dan akses permodalan bagi UMKM.
3. Meningkatkan Investasi 1. Terciptanya lapangan kerja
yang lebih luas.
2. Terciptanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabil.
3. Terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
Misi 4 : Meningkatkan kualitas
pelayanan publik dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berdasarkan prinsip Tata pemerintah yang baik (Good
1. Meningkatkan kemitraan antara pemerintah, masyarakat dan swasta dalam pelayanan publik dan pemenuhan kebutuhan dasar.
1.Terwujudnya integrasi dan sinkronisasi pelaksanaan pembangunan.
2. Terwujudnya pelayanan publik yang handal.
Governance). 2. Meningkatkan kualitas
pelayanan
1. Tersusunnya standar pelayanan minimum (SPM) dan standar pelayanan publik (SPP).
2. Terlaksananya penerapan SPM dan SPP dibidang pendidikan, kesehatan, perijinan, kebersihan, air bersih, kependudukan dan catatan sipil.
3. Memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan, kesehatan, air bersih, persampahan, sanitasi, perijinan, transportasi, kependudukan dan catatan sipil.
1. Terwujudnya pemerataan akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan, kesehatan, perijinan, kebersihan, air bersih, persampahan, sanitasi, perijinan, transoprtasi, kependudukan dan catatan sipil.
Misi 5 : Meningkatkan kualitas
dan kuantitas sarana dan prasarana perkotaan.
1. Menurunnya luas wilayah banjir/genangan dan abrasi di wiayah kota.
1. Terwujudnya pengembangan kawasan resapan air
2. Terbangun dan terpeliharanya saluran drainase perkotaan. 3. Terbentuknya dan
berfungsinya kelembangaan penanggulangan bencana daerah.
2. Meningkatnya kualitas lingkungan padat dan kumuh
1. Terbangun dan terpeliharanya sarana dan prasarana dasar lingkungan.
2. Terwujudnya perumahan dan permukiman yang layak huni. 3. Meningkatkan media
ekspresi dan ruang public
1. Tersedianya media ekspresi dan ruang publik dalam bentuk sarana olahraga, seni dan budaya. 4. Mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan 1. Terwujudnya pemanfaatan dan pengendalian Tata ruang. 2. Terwujudnya kawasan
sempadan sungai dan pantai.
D. SASARAN
Sasaran kinerja merupakan bagian integral dalam proses perencanaan kinerja dan merupakan dasar yang kuat untuk mengendalikan dan memantau pencapaian kinerja Pemerintah Kota Mataram serta lebih menjamin suksesnya pelaksanaan rencana kinerja kegiatan yang menyangkut keseluruhan satuan kerja/Instansi di lingkungan Pemerintah Kota Mataram. Dalam RPJMD Pemerintah Kota Mataram telah ditetapkan sejumlah 28 sasaran, dan untuk penyusunan LAKIP Kota Mataram Tahun 2011 sasaran yang digunakan dalam pengukuran pencapaian sasaran ditetapkan 19 sasaran dengan 40 program utama yang ada.
Adapun Sasaran Kinerja tahun 2011 adalah sebagai berikut :
1. Terwujudnya Kerukunan Hidup Bermasyarakat Yang Saling Berterima
2. Terselenggaranya pelaksanaan pembangunan, pelayanan dan pemerintahan dengan lancar. 3. Terwujudnya Kesetaraan Gender Di Berbagai Aspek
5. Terwujudnya SDM Yang Berdaya Saing
6. Terbinanya Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Di Wilayah Padat, Kumuh Dan Miskin
7. Terwujudnya Sistem Ekonomi Yang Berbasis Kerakyatan Dalam Mengembangkan Potensi Sektor Unggulan Daerah
8. Terwujudnya Sistem Dan Akses Permodalan Bagi UMKM 9. Terciptanya Lapangan Kerja Yang Lebih Luas
10. Terciptanya Pertumbuhan Ekonomi Yang Lebih Tinggi Dan Stabil 11. Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat
12. Terwujudnya Integrasi Dan Sinkronisasi Pelaksanaan Pembangunan 13. Terwujudnya Pelayanan Publik Yang Handal
14. Terwujudnya Pemerataan Akses Masyarakat Terhadap Pelayanan Pendidikan, Kesehatan, Air Bersih, Persampahan, Sanitasi, Perijinan, Transportasi, Kependudukan dan Catatan Sipil
15. Terbangunnya dan terpeliharanya saluran drainase perkotaan
16. Terbangunnya Dan Terpeliharanya Sarana Dan Prasarana Dasar Lingkungan 17. Terwujudnya Perumahan Dan Permukiman Yang Layak Huni
18. Tersedianya Media Ekspresi Dan Ruang Publik Dalam Bentuk Sarana Olahraga, Seni dan Budaya
19. Terwujudnya Pemanfaatan Dan Pengendalian Tata Ruang Program Utama Tahun 2011 adalah sebagai berikut : 1. Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan
2. Program Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menjaga Ketertiban dan Keamanan 3. Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak 4. Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan 5. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah
6. Program Pendidikan Anak Usia Dini
7. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun 8. Program Pendidikan Menengah
9. Program Pendidikan Non Formal 10. Program Pendidikan Luar Biasa 11. Program Upaya Kesehatan Masyarakat 12. Program Perbaikan Gizi Masyarakat
13. Program Perencanaan Sosial dan Budaya 14. Program Penataan Adminstrasi Kependudukan 15. Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata 16. Program Pengembangan Destinasi Pariwisata
17. Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi
18. Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi UKM 19. Program Peningkatan Kesempatan Kerja dan Berusaha
20. Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Pengerah Ketenagakerjaan 21. Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja
22. Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi 23. Program Pembinaan Panti Asuhan/Panti Jompo
24. Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya
25. Program Perencanaan Pembangunan Daerah
26. Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa 27. Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah 28. Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas
29. Program Peningkatan Kelaikan Pengoperasian Kendaraan Bermotor 30. Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan
31. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah 32. Program Penyehatan Lingkungan Permukiman
33. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan 34. Program Pembangunan dan Penataan Lingkungan Perumahan 35. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri 36. Program Pengembangan Nilai Budaya
37. Program Pengelolaan Keragaman Budaya Daerah 38. Program Pengelolaan Kekayaan Budaya
39. Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang 40. Program Pemanfaatan Ruang
E. PENETAPAN KINERJA
Penetapan Kinerja merupakan tekad dan janji Rencana Kinerja Tahunan yang sangat penting yang perlu dilakukan oleh pimpinan instansi di lingkungan Pemerintahan karena merupakan wahana proses yang akan memberikan perspektif mengenai apa yang diinginkan untuk dihasilkan. Perencanaan kinerja yang dilakukan oleh instansi akan dapat berguna untuk menyusun prioritas kegiatan yang dibiayai dari sumber dana yang terbatas. Dengan perencanaan kinerja tersebut diharapkan fokus dalam mengarahkan dan mengelola program atau kegiatan instansi akan lebih baik, sehingga diharapkan tidak ada kegiatan instansi yang tidak terarah.
Penyusunan Penetapan Kinerja Kota Mataram Tahun 2011 mengacu pada Kebijakan Umum Anggaran (KUA), Prioritas Plafon Anggaran (PPA) dan APBD Tahun 2011 .
Pemerintah Kota Mataram telah menetapkan Penetapan Kinerja Tahun 2011 dengan uraian sebagai berikut:
Tabel 2.2.
Penetapan Kinerja Kota Mataram Tahun 2011
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
1 2 3 4
1. Terwujudnya kerukunan hidup bermasyarakat yang saling berterima
- Petugas perlindungan masyarakat. 5.310 org
- Tingkat Penye lesaian Pelanggaran K3 (Ketertiban, Kentraman & Keindahan) Kabupaten
80%
2. Terselenggaranya pelaksanaan
pembangunan pelayanan dan pemerintahan dengan lancar.
-Presentase penanganan sampah
Tempat pembuangan sampah
(TPS)/1.000 penduduk
78 % 30 %
3. Terwujudnya kesetaraan gender
diberbagai aspek.
- Persentase partisipasi perempuan di lembaga pemerintah (%)
52%
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
1 2 3 4
4. Terciptanya pengembangan
usaha dan penciptaan lapangan usaha
- Jumlah wirausaha baru 11.863
5. Terwujudnya SDM yang berdaya
saing
- Angka melek huruf 99,54%
- Rata-rata lama sekolah 10,00
- Rasio Angka Pendidikan yang ditamatkan
96,64%
6. Terbinanya perilaku hidup bersih
dan sehat di wilayah padat, kumuh dan misikin
- Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani
65% - Cakupan pertolongan persalinan oleh
tenaga yang memiliki komptensi kebidanan
93%
- Pervalensi gizi buruk 3,00%
7. Terwujudnya sistem ekonomi
yang berbasis kerakyatan dalam mengembangkan potensi sektor unggulan daerah
- Meningkatnya kunjungan wistawan 172.000 org
- Meningkatnya jumlah obyek wisata 10 objk wsta
8. Terwujudnya sistem dan akses
permodalan bagi UMKM.
- Persentase koperasi aktif (%) 75%
- Jumlah BPR/LKM 1 buah
- Usaha Mikro dan Kecil 14.218 umk
9. Terciptanya lapangan kerja yang
lebih luas.
- Tingkat partisipasi angkatan kerja
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
1 2 3 4
Pencari kerja yang ditempatkan 27 %
Tingkat pengangguran terbuka(TPT) 8,96%
10 .
Terciptanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabil.
- LLLaju Pertumbuhan PDRB 7,83% - Laju Inflasi 3,36% - PDRB Per Kapita (Rp) Rp. 11.571.657 11 . Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat
- Sarana sosial seperti panti asuhan,
panti jompo dan panti rehabilitasi 21 Sarana
- PMKS yang memperoleh bantuan
social 57%
- Penanganan penyandang masalah
kesejahteraan social 75%
12 .
Terwujudnya integrasi dan sinkronisasi pelaksanaan pembangunan.
- Tingkat partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan daerah (MPBM).
100% - Meningkatnya peran serta masyarakat
dalam musyawarah pembangunan 100%
13 .
Terwujudnya pelayanan publik yang handal.
-Kepemilikan KTP
Kepemilikan akte kelahiran /1.000 penduduk
86% 81%
14 .
Terwujudnya pemerataan akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan, kesehatan, air bersih, persampahan, sanitasi, perijinan, transportasi, kependudukan dan catatan sipil.
- Rasio ijin trayek 0,11%
- Jumlah uji kir angkutan umum 14.576 mobil
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
1 2 3 4
15 Terbangunnya dan terpeliharanya saluran drainase perkotaan
- Drainase dalam kondisi baik 75 %
16 .
Terbangunnya dan terpeliharanya sarana dan prasarana dasar lingkungan
- Persentase rumah tinggal bersanitasi 72,15%
- Proprorsi Panjang jalan kota dalam
kondisi baik 63,35 %
17 Terwujudnya perumahan dan permukiman yang layak huni.
- Luas lingkungan pemukiman kumuh 3,5%
- Rumah layak huni 1.200 rmh
18 .
Tersedianya media ekspresi dan ruang publik dalam bentuk sarana olahraga, seni dan budaya.
- Penyelenggaraan festival seni dan budaya.
10 - Benda, situs dan kawasan cagar
budaya yang dilestarikan 4 bh
19 Terwujudnya pemanfaatan dan pengendalian Tata ruang.
- Luas Ruang Terbuka Hijau (RTH)/luas
wilayah 18,80%
- Luas kawasan pemukiman/luas
F. KEBIJAKAN, PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBANGUNAN TAHUN 2011
Untuk mewujudkan sasaran yang hendak dicapai harus dipilih strategi yang tepat agar sasaran tersebut dapat tercapai. Strategi Pemerintah Kota Mataram mencakup penentuan kebijakan, program dan kegiatan.
Kebijakan pada dasarnya merupakan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati pihak-pihak terkait dan ditetapkan oleh yang berwenang untuk dijadikan pedoman, pegangan atau petunjuk bagi setiap kegiatan agar tercapai kelancaran dan keterpaduan dalam upaya mencapai sasaran yang telah ditentukan.
Program adalah kumpulan kegiatan-kegiatan nyata, sistematis dan terpadu dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Kegiatan merupakan penjabaran lebih lanjut dari suatu program sebagai arah dari pencapaian sasaran kinerja yang memberikan kontribusi bagi pencapaian tugas pokok dan fungsi. Kegiatan berdimensi waktu tidak lebih dari satu tahun. Kegiatan merupakan aspek operasional/kegiatan nyata dari suatu rencana kinerja yang berturut-turut diarahkan untuk mencapai sasaran.
Adapun penjelasan lebih rinci kebijakan dan program untuk pencapaian sasaran adalah sebagai berikut:
1. Terwujudnya Kerukunan Hidup Bermasyarakat Yang Saling Berterima Kebijakan :
Mengaktifkan kembali forum-forum komunikasi di masyarakat.
Untuk mencapai sasaran tersebut dilaksanakan melalui bidang pemerintahan umum dengan Program:
a. Pengembangan wawasan kebangsaan;
b. Pemberdayaan masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan.
2. Terselenggaranya Pelaksanaan Pembangunan Pelayanan dan Pemerintahan dengan Lancar Kebijakan :
Meningkatkan sarana dan prasarana dalam pelayanan publik serta peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.
Untuk mencapai sasaran tersebut dilaksanakan melalui Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan.
3. Terwujudnya Kesetaraan Gender di Berbagai Aspek Kebijakan :
a. Meningkatkan keterlibatan perempuan dalam pembangunan semua sektor;
b. Membuka seluas-luasnya informasi yang dapat diakses oleh ibu, calon ibu terhadap kesehatan reproduksi, keluarga berencana dan keluarga sejahtera;
c. Meningkatkan pengetahuan dan pengembangan diri perempuan.
Sasaran tersebut dilaksanakan melalui bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dengan Program:
a. Penguatan Kelembagaan;
b. Pengarusutamaan Gender dan Anak;
c. Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan.
4. Terciptanya Pengembangan Usaha dan Penciptaan Lapangan Usaha Kebijakan:
Meningkatkan daya saing dan daya tarik investasi melalui promosi kemudahan prosedur dan fasilitas pendukung.
Sasaran tersebut dilaksanakan melalui bidang koperasi usaha kecil dan menengah dengan Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah.
5. Terwujudnya SDM yang Berdaya Saing Kebijakan:
Mobilisasi peran kelembagaan pemerintah, swasta dan masyarakat dalam peningkatan kualitas kesehatan
Sasaran tersebut dilaksanakan melalui bidang pendidikan dengan Program: a. Pendidikan Anak Usia Dini;
b. Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun; c. Pendidikan Menengah;
d. Pendidikan Non Formal; e. Pendidikan Luar Biasa.
6. Terbinanya Perilaku Hidup Bersih, dan Sehat di Wilayah Padat, Kumuh, dan Miskin Kebijakan:
Koordinasi, integrasi dan sinkronisasi dalam pembinaan sumber daya manusaia. Sasaran tersebut dilaksanakan melalui bidang kesehatan dengan Program: a. Upaya Kesehatan Masyarakat
b. Perbaikan Gizi Masyarakat
7. Terwujudnya Masyarakat Yang Sejahtera Kebijakan:
Peningkatan penanganan masalah kesejahteraan social dan potensi sumber kesejahteraan social. Sasaran tersebut dilaksanakan melalui bidang kependudukan dan catatan sipil dengan Program: a. Perencanaan social dan budaya
b. Penataan Administrasi Kependudukan
8. Terwujudnya Sistem Ekonomi Yang Berbasis Kerakyatan Dalam Mengembangkan Potensi Sektor Unggulan Daerah
Kebijakan :
a. Usaha kecil, mikro, menengah dan koperasi
b. Intensifikasi dan ekstensifikasi potensi sumber daya ekonomi daerah/lokal Sasaran tersebut dilaksanakan melalui bidang pariwisata dengan Program: a. Pengembangan pemasaran pariwisata
b. Pengembangan destinasi pariwisata
9. Terwujudnya Sistem dan Akses Permodalan Bagi UMKM Kebijakan :
a. Terbinanya usaha ekonomi
b. Pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah
Sasaran tersebut dilaksanakan melalui bidang koperasi usaha kecil dan menengah dengan Program:
a. Peningkatan kualitas kelembagaan koperasi
10. Terciptanya Lapangan Kerja yang Lebih Luas Kebijakan:
Tersedianya standar pelayanan untuk berinvestasi
Sasaran tersebut dilaksanakan melalui bidang ketengakerjaan dengan Program: a. Peningkatan Kesempatan Kerja dan Berusaha
b. Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Pengerah Ketenagakerjaan c. Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja
11. Terciptanya Pertumbuhan Ekonomi yang Lebih Tinggi dan Stabil Kebijakan :
Tersedianya pedoman untuk berinvestasi
Sasaran tersebut dilaksanakan melalui bidang pemerintahan umum dengan Program: Perencanaan Pembangunan Ekonomi.
12. Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat Kebijakan :
Meningkatkan partisipasi masyarakat/swasta dalam penyediaan infrastruktur ekonomi Sasaran tersebut dilaksanakan melalui bidang sosial dengan Program:
a. Pembinaan panti asuhan/panti jompo
b. Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya.
13. Terwujudnya Integrasi dan Sinkronisasi Pelaksanaan Pembangunan Kebijakan :
Menyusun regulasi pola kemitraan antar stakeholder
Sasaran tersebut dilaksanakan melalui bidang perencanaan pembangunan dengan Program: a. Perencanaan pembangunan daerah;
14. Terwujudnya Pelayanan Publik yang Handal Kebijakan :
Menyusun regulasi pelayanan publik (SPM)
Sasaran tersebut dilaksanakan melalui bidang pemerintahan umum dengan Program: Peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah.
15. Terwujudnya Pemerataan Akses Masyarakat Terhadap Pelayanan Pendidikan, Kesehatan, Air Bersih, Persampahan, Sanitasi, Perijinan, Transportasi, Kependudukan dan Catatan Sipil Kebijakan :
a. Perluasan wilayah administrasi Kota Mataram dan pemukiman baru b. Meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan publik
c. Pengembangan moda transportasi
Sasaran tersebut dilaksanakan melalui bidang perhubungan dengan Program: a. Pengendalian dan pengamanan lalu lintas
b. Peningkatan kelaikan pengoperasian kendaraan bermotor c. Pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan
16. Terbangunnya dan Terpeliharanya Sarana dan Prasarana Dasar Lingkungan Kebijakan :
Penataan lokasi kawasan permukiman padat, kumuh dan miskin (PAKUMIS) Sasaran tersebut dilaksanakan melalui bidang pekerjaan umum dengan Program: a. Pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah
b. Penyehatan lingkungan permukiman
c. Rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan
17. Terwujudnya Perumahan dan Permukiman yang Layak Huni Kebijakan :
Pengkajian pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat hidup sehat dan bersih Sasaran tersebut dilaksanakan melalui bidang pekerjaan umum dengan Program: a. Pembangunan dan penataan lingkungan perumahan
18. Tersedianya Media Ekspresi dan Ruang Publik dalam Bentuk Sarana Olahraga, Seni dan Budaya
Kebijakan :
Mengembangkan budaya seni, pemuda dan olahraga serta promosi pariwisata Sasaran tersebut dilaksanakan melalui bidang kebudayaan dengan Program: a. Pengembangan nilai budaya
b. Pengelolaan keragaman budaya daerah c. Pengelolaan Kekayaan Budaya
19. Terwujudnya Pemanfaatan dan Pengendalian Tata Ruang Kebijakan :
Rencana Tata Ruang Wilayah dan Rencana Detail Tata Ruang Wilayah
Sasaran tersebut dilaksanakan melalui bidang penataan ruang dengan Program: a. Penataan dan pemeliharaan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
A. PENGUKURAN KINERJA
Pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan misi dan visi instansi pemerintah. Sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/9/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Adapun indikator kinerja utama Pemerintah Kota Mataram adalah sebagai berikut: 1. Meningkatnya Perlindungan Masyarakat
2. Menurunnya Tingkat pelanggaran K3 (Ketertiban, Ketentraman dan Keindahan)
3. Meningkatnya presentase penanganan sampah
4. Meningkatnya tempat pembuangan sampah (TPS)/1.000 penduduk 5. Meningkatnya persentase partisipasi perempuan di lembaga pemerintah 6. Menurunya rasio KDRT
7. Meningkatnya jumlah wirausaha baru 8. Meningkatnya Angka melek huruf 9. Meningkatnya rata-rata lama sekolah
10.Meningkatnya rasio angka pendidikan yang ditamatkan 11.Meningkatnya cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani
12.Menurunnya cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga yang memiliki kompetensi kebidanan 13.Menurunnya Pervalensi gizi buruk
14.Meningkatnya kunjungan wisatawan 15.Meningkatnya jumlah obyek wisata 16.Meningkatnya presentase koperasi aktif 17.Meningkatnya jumlah BPR/LKM
19.Meningkatnya tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) 20.Meningkatnya pencari kerja yang ditempatkan
21.Menurunnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) 22.Meningkatnya laju pertumbuhan PDRB
23.Meningkatnya laju inflasi 24.Meningkatnya PDRB per kapita
25.Meningkatnya sarana sosial seperti panti asuhan, panti jompo dan panti rehabilitasi 26.Meningkatnya PMKS yang memperoleh bantuan sosial
27.Meningkatnya penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial
28.Meningkatnya tingkat partisipasi komponen masyarakat dalam perencanaan pembangunan daerah (MPBM).
29.Meningkatnya peran serta masyarakat dalam musyawarah pembangunan 30.Meningkatnya kepemilikan KTP
31.Meningkatnya kepemilikan akte kelahiran/1.000 penduduk 32.Meningkatnya rasio ijin trayek
33.Meningkatnya jumlah uji kir angkutan umum 34.Meningkatnya pemasangan rambu-rambu 35.Meningkatnya drainase dalam kondisi baik
36.Meningkatnya presentase rumah tinggal bersanitasi 37.Meningkatnya panjang jalan kota dalam kondisi baik 38.Menurunya luas lingkungan pemukiman kumuh 39.Menurunnya rumah tidak layak huni
40.Meningkatnya penyelenggaran festival seni dan budaya
41.Perawatan & Pemeliharaan benda, situs dan kawasan cagar budaya yang dilestarikan 42.Meningkatnya luas ruang terbuka (RTH)/luas wilayah
B. CAPAIAN KINERJA
Capaian kinerja sasaran diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerja sasaran strategis, cara penyimpulan hasil pengukuran kinerja pencapaian sasaran strategis dilakukan dengan membuat capaian rata-rata atas capaian indikator kinerja sasaran.
Predikat nilai capaian kinerjanya dikelompokan dalam skala pengukuran ordinal sebagai berikut :
85 s/d 100 : Sangat Berhasil 70 s/d <85 : Berhasil
55 s/d < 70 : Cukup Berhasil 0 s/d< 55 : Tidak Berhasil
Penetapan angka capaian kinerja terhadap hasil prosentase capaian indikator kinerja sasaran yang mencapai lebih dari 100% termasuk pada angka capaian kinerja sebesar 100.
Angka capaian kinerja terhadap hasil prosentase capaian indikator kinerja sasaran yang mencapai kurang dari 0% termasuk pada angka capaian kinerja sebesar 0.
Dari 19 sasaran dengan indikator kinerja sebanyak 43 indikator, pencapaian kinerja sasaran Pemerintah Kota Mataram adalah sebagai berikut :
NO PREDIKAT JUMLAH SASARAN
1 Sangat Berhasil 15 Sasaran
2 Berhasil 1 Sasaran
3 Cukup Berhasil 3 Sasaran
4 Tidak Berhasil 0 Sasaran
Adapun pencapaian kinerja sasaran dirinci dalam bentuk matrik sebagai berikut :
No. Sasaran Jumlah
Indikator Capaian Rata-Rata (%) < 55 55 s/d < 70 70 s/d < 85 85 s/d 100 1 2 3 4 5 6 7 8 1 Terwujudnya kerukurnan hidup bermasyarakat yang saling berterima 2 63,68 Cukup Berhasil 2 Terselenggaranya pelaksanaan pembangunan pelayana dan pemerintahan dengan lancar 2 86,89 Sangat Berhasil 3 Terwujudnya kesetaraan gender diberbagai aspek 2 113,17 Sangat Berhasil 4 Terciptanya pengembangan usaha dan penciptaan lapangan usaha 1 100 Sangat Berhasil 5 Terwujudnya SDM
yang berdaya saing
3 100 Sangat
Berhasil
6 Terbinanya perilaku
hidup bersih dan sehat di wilayah padat, kumuh, dan miskin
3 112 Sangat
No. Sasaran Jumlah Indikator Capaian Rata-Rata (%) < 55 55 s/d < 70 70 s/d < 85 85 s/d 100 1 2 3 4 5 6 7 8 7 Terwujudnya sistem
ekonomi yang berbasis kerakyatan dalam mengembangkan potensi sektor unggulan daerah 2 140 Sangat Berhasil 8 Terwujudnya sistem
dan akses permodalan bagi UMKM
3 97 Sangat
Berhasil
9 Terciptanya lapangan
kerja yang lebih luas
3 108 Sangat
Berhasil
10 Terciptanya
pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabil
3 75 Berhasil 11 Terwujudnya kesejahteraan masyarakat 3 102 Sangat Berhasil 12 Terwujudnya integrasi dan sinkronisasi pelaksanaan pembangunan 2 111 Sangat Berhasil 13 Terwujudnya
pelayanan publik yang handal
No. Sasaran Jumlah Indikator Capaian Rata-Rata (%) < 55 55 s/d < 70 70 s/d < 85 85 s/d 100 1 2 3 4 5 6 7 8 14 Terwujudnya pemerataan akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan, kesehatan, air bersih, persampahan,sanitasi, perijinan, transportasi, kependudukan dan catatan sipil Berhasi l 100 Sangat Berhasil 15 Terbangunnya dan terpeliharanya saluran drainase perkotaan 1 95,09 Sangat Berhasil 16 Terbangunnnya dan terpeliharanya sarana dan prasarana dasar lingkungan 2 115 Sangat Berhasil 17 Terwujudnya perumahan dan permukiman yang layak huni 2 67 Cukup Berhasil 18 Tersedianya media
ekspresi dan ruang publik dalam bentuk sarana olahraga, seni dan budaya
2 140 Sangat