• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Perusahaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Perusahaan"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Gambaran Umum Perusahaan

Dalam gambaran umum perusahaan ini penulis akan menguraikannya dalam 3 bagian yaitu sejarah perkembangan dan profil perusahaan, struktur organisasi dalam manajemen dan bidang usahanya.

1.1.1 Sejarah Perkembangan dan Profil Perusahaan

Perusahaan perseroan (Persero) PT Daido Indonesia Manufacturing merupakan merupakan suatu perusahaan ekspansi Daido Kogyo Co. Ltd, Jepang yang telah berdiri sejak tahun 1933 yang berlokasi di Kogyo, Japan. Produk utama Daido Kogyo Ltd. adalah suku cadang otomotif.

Pada tahun 1997 Daido Kogyo co. Ltd. mengadakan ekspansi ke Indonesia dengan membuka perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dengan nama PT. Daido Indonesia Manufacturing dengan total modal US $ 10.300.000 yang berdomisili di kawasan industri Indotaisei Kota Bukit Indah, Cikampek, Kab Karawang, Jawa barat. PT Daido Indonesia Manufacturing menempati lahan di sektor 1A Block P-2 dengan luas tanah 44.100 m2 dan luas bangunan 16.000 mm2.

Adapun pendirian perusahaan dengan menggunakan izin Surat Persetujuan Pesiden nomor : 473/I/PMA/1997 tanggal 8 September 1997 yang dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

PT Daido Indonesia Manufacturing sebagai perusahaan Modal Asing terdiri dari pemegang saham: a. Daido Kogyo Co,.Ltd sebagai pemegang saham 75%

b. Metal One Corporation sebagai pemegang saham 25%

Adapun PT Daido Indonesia Manufacturing sejak berdirinya pada 8 September 1997 dan setelah pengembangan business, mempunyai 3 fokus bisnis yaitu :

a. Velg (Rim) bagi kendaraan roda dua yang mulai beroperasi Komresial sejak Juni 2001.

b. Perakitan dan Assembly (Wheel Assy Rim) untuk kendaraan bermotor roda dua yang mulai beroperasi sejak Desember 2007.

c. Rantai Keteng (Silent Chain) untuk kendaraan bermotor roda empat serta roda dua yang mulai beroperasi sejak Februari 2011.

Berdasarkan jangkauan global dan kapasitas produksi yang dihasilkan oleh perusahaan, PT Daido Indonesia Manufacturing, merupakan salah satu perusahaan penghasil velg mobil terbesar di Indonesia, ini juga didukung oleh pernyataan dari General Manager PT Daido Indonesia Manufacturing yang mengatakan bahwa PT Daido Indonesia Manufacturing memproduksi 50% dari total produksi velg di Indonesia.

Sejak berdirinya sampai sekarang PT Daido Indonesia Manufacturing mempunyai pelanggan beberapa pabrikan kendaraan bermotor dibagi penjualan dalam negeri dan luar negeri :

a. Penjualan dalam negeri:

Untuk penjualan dalam negeri PT Daido Indonesia Manufacturing mempunyai pelanggan beberapa pabrikan kendaraan bermotor ternama seperti PT Yamaha Indonesia Motor

(2)

2

Manufacturing, PT Astra Honda motor, PT Kawasaki Motor Indonesia dan PT Suzuki Motor Indonesia sebagai penyedia velg serta perakitan dan wheel assembly. Sedangkan untuk penjualan rantai keteng PT Daido Indonesia manufacturing memiliki pelanggan seperti PT Toyota Astra Motor, PT Astra Daihatsu Motor Indonesia dan PT Honda Prospect Motor.

b. Penjualan luar negeri :

Untuk penjualan luar negeri Negara Jepang, Vietnam, Philipina, Pakistan, serta Amerika Serikat

Penjualan Produk PT. Daido Indonesia Manufacturing 70% untuk kebutuhan dalam negeri dan 30% untuk Ekspor.

1.1.2 Struktur Jumlah Karyawan

Karyawan yang bekerja di PT. Daido Indonesia Mfg. saat ini mencapai jumlah 344 karyawan yang bekerja terbagi atas:

a. Karyawan Tetap berjumlah 222 Karyawan b. Karyawan Kontrak berjumlah 122 Karyawan Dengan pembagian Jam kerja secara bergilir 2 ( shift)

Adapun pembagian Klasifikasi posisi terbagi dengan rincian seperti yang tercantum dalam tabel 1.1. Tabel 1.1

Tabel rincian karyawan

Departement Total Pria Wanita Permanen kontrak Admin & div

head 28 23 5 26 2 Rim Fac 207 204 3 176 31 WA Fac 65 49 16 11 54 Chain 44 23 21 9 35 Total 344 299 45 222 122

Sumber: Data Internal PT Daido Indonesia Manufacturing (2012) 1.1.3 Bidang Usaha

PT Daido Indonesia Manufacturing mempunyai bidang usaha sesuai izin dari Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) memproduksi komponen kendaraan roda empat dan roda dua yang berupa velg (Rim), wheel assembly (WA) dan rantai keteng (silent chain).

(3)

3

Tabel 1.2 Kapasitas Produksi

Jenis Penjualan jumlah

a. Velg (rim) 4.000.000 pcs/thn b. Wheel Assembly (WA) 1.200.000 unit/thn c. Rantai keteng (silent

chain)

1.500.000 pcs/thn

Sumber: Data Internal PT Daido Indonesia Manufacturing (2012)

Khusus velg dan rantai mempunyai produksi yang berbeda-beda berdasarkan ukuran dan jenisnya yang beragam.

1.2 Latar Belakang Penelitian

Manajemen Sumber Daya Manusia secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang diterapkan dalam masalah pengelolaan Sumber Daya Manusia. Sumber Daya Manusia sebagai unsur utama perusahaan memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Manajemen SDM ini kemudian berkembang mengikuti perkembangan organisasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam hal ini SDM memegang peranan yang sangat vital dan menentukan, karena bagaimanapun hebat dan canggihnya teknologi, bila tidak diimbangi dengan SDM yang berkualitas tidak akan mampu menghasilkan output yang diinginkan dengan efisiensi serta produktivitas yang tinggi. Dalam peranannya sebagai unsur utama perusahaan yang merujuk pada kebijakan dan prosedur maka dapat disimpulkan bahwa Sumber Daya Manusia yang baik merupakan suatu asset berharga yang dapat dilihat sebagai suatu keunggulan dalam bersaing,

Adapun untuk mengelola SDM perusahaan harus memiliki seperangkat kebijakan dan peraturan perusahaan menjadi suatu batasan dalam menjalankan kegiatannya. Merujuk kepada hal tersebut, maka pemerintah juga menetapkan kebijakan yaitu dalam Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Peraturan Ketenaga kerjaan pasal 108 yang mengatur tentang Peraturan Perusahaan. Kebijakan tersebut harus diikuti oleh setiap karyawan perusahaan.

Disiplin adalah kesadaran dan kesediaan seseorang dalam menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang belaku. Adapun arti kesadaran adalah sikap seseorang yang secara sukarela menaati semua peraturan serta sadar akan tugas dan tanggung jawabnya. Sedangkan arti kesediaan adalah suatu sikap, tingkah laku dan perbuatan seseorang sesuai dengan peraturan perusahaan baik yang tertulis maupun tidak (Hasibuan, 2005:193).

Pada dasarnya setiap orang akan berusaha untuk mentaati peraturan yang ada agar diterima oleh lingkungannya, termasuk juga karyawan. Walaupun demikian kadang kala terjadi pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku sehingga mengganggu jalannya perusahaan.

(4)

4

Adapun seperti yang tertulis diatas, pada setiap perusahaan diberlakukan seperangkat peraturan yang wajib untuk ditaati oleh setiap karyawan dan terdapat sangsi yang akan didapat oleh karyawan bila melanggar, ini semua diperlukan untuk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan sehingga dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan.

Disiplin yang baik mencerminkan rasa tanggung jawab yang besar terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa apabila suatu organisasi mengusahakan agar kinerja meningkat maka salah satu usaha yang harus dilakukan adalah melakukan pembinaan disiplin secara efektif dan efisien secara berkesinambungan.

PT. Daido Indonesia Manufacturing sangat mengharapkan setiap individu dapat menerapkan disiplin kerja yang tinggi demi kemajuan perusahaan dan pencapaian tujuan perusahaan yang efektif dan efisien. Disiplin dapat ditegakkan melalui kerjasama dan kesadaran tinggi dari setiap karyawan untuk mematuhi peraturan yang berlaku diperusahaan.

Dalam menegakkan disiplin di lingkungan perusahaan, PT. Daido Indonesia Manufacturing telah menyusun aturan-aturan disiplin pegawai yang tertuang didalam Peraturan Kerja Bersama (PKB) antara manajemen PT. Daido Indonesia Manufacturing dengan serikat pekerja no : 568/3251/HI- Syaker/2011 tgl 14 oktober 2011, pasal 66, tentang tata tertib disiplin kerja, yang disahkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transportasi Kab Karawang yang setiap 3 tahun akan dirundingkan kembali serta disepakati bersama antara managemen dan serikat pekerja.

Berdasarkan informasi yang peneliti dapatkan komponen penilaian disiplin pada PT. Daido Indonesia Manufacturing tertera dalam grafik monitoring absensi yang merupakan akumulasi dari beberapa komponen penilaian yang ditentukan oleh perusahaan yaitu sakit, tidak ada informasi (mangkir), izin dan beberapa komponen lainnya, seperti yang tertera pada tabel 1.3.

Tabel 1.3

Grafik Monitoring Absensi

Keterangan Tahun 2010 2011 2012 Sakit 1,49 1,36 1,53 Tidak ada informasi 0,01 0,01 0,02 Target 1,00 1,00 1,00 Total 1,50 1,37 1,55 Cuti 2,53 1,84 1,61 Izin 0,43 0,37 0,51 Cuti panjang 1,89 0,38 0,38 Cuti tahunan 0,65 1,21 1,23 Terlambat 0,30 0,49 0,69 Pulang cepat 0,26 0,36 0,50 Cuti Mendadak 0,37 0,29 0,25 Total Absent 4,83 3,87 3,92

(5)

5

Berdasarkan tabel 1.3 dapat dilihat dari target yang ditetapkan oleh perusahaan sebesar 1 % tiap tahun untuk tingkat disiplin/ pelanggaran absensi yaitu melihat dari indikasi absensi sakit dikarenakan karyawan tidak bisa menerapkan pola hidup sehat dan tidak ada informasi serta pulang cepat dan datang terlambat. Karena ke empat komponen tersebut berfungsi sebagai pengurang dari penilaian kinerja akhir, sedangkan bila tidak masuk karena cuti tidak bisa dikategorikan pelanggaran disiplin karena cuti itu adalah hak setiap karyawan setelah karyawan bekerja lebih dari 1 tahun, adapun komponen izin/cuti merupakan hak setiap karyawan yang totalnya adalah 12 hari kerja dalam satu tahun dengan pengaturan penggunaan 6 hari yang diatur oleh perusahan dan 6 hari oleh karyawan.

Berdasarkan wawancara penulis dengan kepala HRD, tingkat disiplin karyawan masih buruk dikarenakan belum tercapainya target 1% yang ditetapkan oleh perusahaan. Pernyataan itu pun terbukti melalui data yang tertera dalam tabel 1.3.

Melihat tren tingkat pelanggaran disiplin dalam 3 tahun kebelakang, pelanggaran paling banyak terjadi pada tahun 2012 dimana tingkat pelanggaran absensi dari sakit dan tidak ada informasi mencapai 1,55% serta karyawan yang datang terlambat sebesar 0,69 % dan pulang cepat sebesar 0,50. Sedangkan untuk tingkat pelanggaran paling kecil terjadi pada tahun 2011 dimana total absen sakit dan tidak ada informasi berapa pada level 1,37% walaupun tingkat terlambat mencapai 0,49% dan pulang cepat sebesar 0,36%. Sedangkan pada tahun 2010 berapa ditengah-tengah dengan total sebesar 1,50% meskipun dengan tingkat terlambat paling kecil yaitu berada pada level 0,30% dan pulang duluan 0,26%, dikarenakan menurut kepala HRD, dengan datang terlambat dan pulang cepat, karyawan tetap masuk kerja, namun terjadi pelanggaran dalam hal kewajiban jam kerjanya.

Berdasarkan kondisi seperti yang tertera di table 1.3 serta target perusahaan yang tidak tercapai maka perusahaan membuat kebijakan bahwa pelanggaran disiplin digunakan sebagai pengurang penilaian kinerja. Grafik monitoring pencapaian sasaran seperti yang terdapat pada tabel 1.3 merupakan akumulasi penilaian selama satu tahun penuh dari beberapa indikator absensi yang diterapkan perusahaan.

Menurut wawancara yang penulis dengan pimpinan HRD perusahaan, selain pelanggaran yang ada didalam kriteria surat teguran dan surat peringatan serta tabel 1.3, masih ada beberapa pelanggaran yang dilakukan karyawan terjadi di perusahaan yang dapat dikenakan sanksi oleh perusahaan, seperti merokok tidak ditempat yang disediakan, menggunakan telepon genggam diwaktu kerja, berjalan diluar zebra cross, menggunakan kendaraan dengan kecepatan diatas 10 km/ jam dilingkungan perusahaan, menolak dilakukan pemeriksaan oleh security, dll.

Kondisi seperti yang tertera dalam tabel 1.3 diatas akan sangat mempengaruhi terhadap penilaian kinerja karyawan dan produktivitas perusahaan.

Di PT. Daido Indonesia Manufacturing seperti yang tertera dalam Peraturan Kerja Bersama (PKB) no : 568/3251/HI- Syaker/2011 tgl 14 oktober 2011 BAB XIV tentang sanksi-sanksi (tindakan indisipliner) bila terjadi pelanggaran sanksi yang diberikan secara bertahap, yaitu:

1. Peringatan secara lisan, dilakukan oleh atasannya langsung untuk pelanggaran yang bersifat umum. Apabila dalam waktu yang telah di tentukan masih melakukan pelanggaran tersebut, maka akan diberikan surat teguran.

(6)

6

2. Peringatan tertulis dilakukan oleh atasannya langsung untuk pelanggaran bersifat khusus. Adapun peringatan tertulis diberikan kepada pekerja dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Peringatan pertama, kertas warna putih, jangka waktu : 3 bulan b. Peringatan kedua, kertas warna kuning, jangka waktu : 6 bulan c. Peringatan ketiga, kertas warna merah, jangka waktu : 6 bulan

3. Sanksi pemberhentian sementara (skorsing) jika pekerja melakukan pelanggaran yang dianggap berat dan mengulangi kesalahan yang sama bobotnya dengan sanksi peringatan ketiga.

4. Sanksi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) diberikan bila pekerja melakukan kesalahan/pelanggaran berat yang bobot kesalahannya lebih besar dari SP tiga atau skorsing.

5. Adapun kriteria sanksi yang ada didalam PKB sebagai berikut: a. Surat teguran

Surat Teguran dibuat oleh atasan langsung. Kesalahan/pelanggaran dilakukan Pekerja yang dapat di berikan Surat Teguran adalah sebagai berikut:

1. Selama melaksanakan tugas di lingkungan Perusahaan, Pekerja tidak menggunakan seragam, sepatu keselamatan dan tanda pengenal dengan benar.

2. Pekerja tidak menjaga kesopanan selama di lingkungan Perusahaan. 3. Makan pada saat bekerja.

4. Melanggar ketentuan-ketentuan yang telah di sepakati dalam Perjanjian Kerja Bersama ini. 5. Menolak memeriksakan kesehatan rutin atau pemeriksaan kesehatan lain yang di lakukan

Perusahaan tanpa alasan yang dapat diterima.

6. Tidak mentaati standar kerja yang berlaku, intruksi atau perintah atasan dalam hubungan kerja baik secara sengaja ataupun karena ceroboh.

7. Melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya atau memasuki ruangan atau tempat yang bukan tempat tugasnya tanpa izin dari atasan yang berwenang.

8. Memaksa pengemudi bus jemputan untuk mempercepat/memperlambat keberangkatan bus atau tidak melalui rute yang telah ditentukan.

9. Mengadakan pertemuan, memasang pamflet, pengumuman, poster yang bersifat pribadi tanpa izin dari Perusahaan.

10. Tidak melaporkan kepada atasannya bahwa teman sekerja melakukan tindakan kesalahan terhadap tata tertib kerja Perusahaan.

11. Menerima tamu pribadi di dalam Perusahaan tanpa izin dari atasannya.

12. Untuk surat teguran tertulis di berikan kepada pekerja yang melakukan pelanggaran seperti tersebut diatas dengan ketentuan sebagai berikut :

Diminta Disetujui Diserahkan Jangka waktu Atasan langsung Dept Head Atasan langsung 3 bulan

b. Pelanggaran dengan surat peringatan I

1. Dengan sengaja tidak mencatatkan kartu hadir pada mesin pencatat waktu 2 (dua) kali berturut-turut atau 4 (empat) kali tidak berturut-turut selama 1 (satu) bulan.

2. Meninggalkan tempat kerja selama waktu kerja tanpa pemberitahuan kepada atasan. 3. Tidur di lingkungan Perusahaan pada jam kerja kecuali sakit atas sepengetahuan atasannya. 4. Keluar lingkungan Perusahaan tanpa izin dari atasan selama waktu kerja.

5. Dengan sengaja memalsukan atau menghapus data kartu hadir.

(7)

7

7. Menggunakan telepon, fax, computer, atau alat komunikasi lainnya milik Perusahaan untuk kepentingan pribadi tanpa izin dari atasannya.

8. Baik secara sengaja atau karena ceroboh tidak mentaati perintah atau instruksi yang diterima dari atasannya tentang prosedur kerja atau tentang standar kerja sekarang.

9. Merokok di area yang bertuliskan “Dilarang Merokok”

10. Mencatatkan kartu hadir Pekerja lain atau Pekerja dicatatkan kartu hadirnya oleh Pekerja lainnya.

11. Melakukan atau mengerjakan tugas yang bukan tanggung jawabnya, kecuali atas perintah atasannya.

12. Kedapatan mencorat coret di dalam lingkungan Perusahaan kecuali yang berhubungan dengan pekerjaan.

13. Dalam keadaan bagaimanapun merobek, mengotori, menghilangkan pengumuman/pesan yang masih berlaku dari papan pengumuman, atau mencabut pengumuman/pesan yang masih berlaku dari papan pengumuman tanpa izin dari atasan yang berwenang.

14. Tidak berusaha memperbaiki diri setelah mendapat Surat Teguran sebanyak 3 (tiga) kali. c. Pelanggaran dengan surat peringatan II

1. Merusak, menghilangkan atau merubah kartu absen Pekerja lain.

2. Mangkir 3 hari berturut – turut dan atau tidak berturut-turut dalam 1 (satu) bulan. 3. Pulang lebih awal atau meninggalkan lingkungan perusahaan tanpa izin atasannya. 4. Melakukan kelalaian sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja.

5. Memberikan penugasan/menyuruh bawahannya tanpa mengindahkan WI/Prosedur yang ada maupun bahaya yang akan terjadi pada bawahannya dan ataupun orang lain.

6. Membuka secara paksa atau mengganti kunci locker pekerja atau milik Pekerja lain kecuali mendapatkan izin dari HRD atau GA.

7. Dengan sengaja membuka, membaca dan/atau menyebarkan dokumen orang lain, baik berupa hard copy maupun soft copy, tanpa izin dari yang bersangkutan atau dari atasannya, sehingga menyebabkan kerugian bagi perusahaan dan yang bersangkutan.

8. Bukan menjadi tugasnya, memindahkan alat pemadam kebakaran dari tempatnya atau mempergunakan bukan untuk tujuan yang semestinya tanpa izin/alasan yang dapat dipertanggung jawabkan.

9. Menghalang-halangi anggota Satuan Pengamanan untuk melaksanakan tugas menjaga keamanan dan ketertiban Perusahaan.

10. Mengendarai kendaraan Perusahaan tanpa izin dari atasannya yang berwenang.

11. Tidak berusaha memperbaiki diri setelah mendapatkan atau selama masa berlaku Surat Peringatan I masih melakukan lagi kesalahan/pelanggaran yang dapat diberikan sanksi Surat Peringatan II.

d. Pelanggaran dengan surat peringatan III

1. Mangkir selama 4 hari kerja berturut-turut dan atau tidak berturut-turut dalam 1 (satu) bulan meskipun telah diberikan surat peringatan I dan teguran secara lisan kepada Pekerja yang bersangkutan.

2. Menyebarkan berita dan atau melakukan tindakan menghasut yang tidak benar dilingkungan Perusahaan sehingga membuat atau menimbulkan keresahan di antara sesama Pekerja dan sehingga mengakibatkan pekerjaan mereka jadi terganggu.

3. Kedapatan berjudi, mabuk ataupun menggunakan obat-obatan terlarang yang dilarang oleh pemerintah maupun agama di lingkungan Perusahaan.

4. Melalaikan kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya sehingga menimbulkan kecelakaan bagi dirinya/orang lain atau kerugian besar bagi Perusahaan.

5. Membawa keluar rahasia/barang Perusahaan tanpa alasan yang jelas dan izin dari atasannya. 6. Masih tetap tidak cakap dalam melakukan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya walaupun

telah dicoba ditempatkan pada beberapa jenis pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya. 7. Melakukan tindakan mengambil barang milik orang lain ataupun milik perusahaan tanpa izin.

(8)

8

8. Dengan sengaja merusak barang-barang milik perusahaan sehingga dapat menimbulkan kerugian besar bagi Perusahaan.

9. Tidak berusaha memperbaiki diri setelah mendapatkan atau selama masa berlaku surat peringatan II masih melakukan lagi pelanggaran yang dapat diberikan sanksi surat peringatan I atau II.

Penegakan displin kerja sangat berhubungan dengan meningkatkan kinerja karyawan. Seperti yang dikemukakan Robert Bacal dalam Fahmi (2010:29), disiplin adalah sebuah proses yang digunakan untuk menghadapi permasalahan kinerja, proses ini melibatkan manajer dalam mengidentifikasikan masalah-masalah kinerja pada karyawan.

Sanksi dan ketegasan lainnya menjadi bagian yang harus dilihat sebagai konsekuensi menjadi pegawai dari suatu perusahaan. Bagi pihak perusahaan perlu menegakkan kebijakan peraturan dengan konsisten, karena seperti yang dikatakan oleh Robert L Mathis dan John H Jackson dalam Fahmi (2010:29) bahwa peraturan haruslah konsisten dengan kebijakan perusahaan, dan kebijakan haruslah konsisten dengan tujuan perusahaan.

Untuk pegukuran kinerja pegawai di PT. Daido Indonesia Manufacturing menggunakan acuan sesuai dengan yang tertera didalam Peraturan Kerja Bersama (PKB) ) no : 568/3251/HI- Syaker/2011 tgl 14 oktober 2011 BAB III pasal 16 tentang penilaian prestasi kerja yang berisi:

1. Penilaian prestasi kerja dilaksanakan oleh atasan minimal 1 (satu) tahun sekali 2. Penyusunan tata cara serta prosedur penilaian pretasi kerja ditetapkan oleh pengusaha

3. Penialaian prestasi kerja setiap pekerja secara obyektif oleh atasannya yang didasarkan atas tujuan penilaian dengan menggunakan perhitungan prestasi kerja berdasarkan range penilaian dengan rincian:

Tabel 1.4 Penilaian Prestaasi Kerja Prestasi A = 3,60 point s/d 4,00 point Prestasi C = 2,10 point s/d 3,09 point Prestasi B = 3,10 point s/d 3,59 point Prestasi D = 0 point s/d 2,09 point

Sumber: Peraturan Kerja Bersama (PKB) no : 568/3251/HI- Syaker/2011

4. Hal-hal yang dinilai dalam penilaian prestasi kerja antara lain menyangkut kualitas kerja dan inisiatif kerja, hubungan kerja serta displin kerja.

Seperti yang dapat dilihat diatas, berdasarkan seperti yang tertera dalam PKB BAB III Pasal 16 point keempat bahwa salah satu dasar penilaian kinerja dan prestasi kerja pada PT Daido Indonesia Manufacturing adalah disiplin kerja pegawai.

(9)

9

Tabel 1.5

Rekapitulasi Penilaian Kinerja Tahun 2010-2012

Standard Awal

3,6 A< 3,1 < B < 3,59 2,1 < C < 3,09

Tahun Kategori Penilaian

A B C D Total 2010 7 113 125 14 259 2,7 % 43,6 % 48,3 % 5,4 % 100% 2011 12 119 105 12 248 4,8 % 48,0 % 42,3 % 4,8 % 100% 2012 8 98 98 6 201 3,8 % 46,7 % 46,7 % 2,9 % 100% Sumber: Data Interna PT Daido Indonesia Manufacturing (2012)

Seperti yang dapat dilihat dalam tabel 1.5 penilaian kinerja karyawan PT Daido Indonesia Manufacturing dibagi dalam 4 range penilaian dengan rician: nilai A yang menunjukkan kinerja karyawan sangat baik, B baik, C cukup, dan D buruk.

Berdasarkan range penilaian diatas didapat dari hasil akumulasi penilaian yang ditentukan oleh perusahaan, yaitu:

Tabel 1.6

Kriteria Indikator Penilaian Kinerja

NO Kriteria Bobot 1 Indikator performa 60% 2 Keselamatan dan kesehatan 5% 3 5S 5% 4 Sikap 10% 5 Absensi 10% 6 Skill dan pengetahuan 10% Total Penilaian 100% Sumber: Data internal perusahaan (2012)

Perusahaan memiliki target maksimal dalam setiap range penilaian dengan range penilaian A sebesar 12%, B sebesar 20%, C sebesar 60% dan D sebesar 8%. Adapun penilaian kinerja diatas berfungsi sebagai indikator yang mempengaruhi kenaikan gaji karyawan dan budget perusahaan.

Berdasarkan wawancara penulis dengan bapak Heri pudji santoso selaku general manager di PT Daido Indonesia Manufacturing. Berdasarkan data yang tertera pada tabel 1.5 bahwa kinerja karyawan diperusahaan selama 3 tahun belakangan dapat tergolong cukup baik/ sedang. Dikarenakan karyawan yang mendapatkan nilai D tidak ada yang melebihi target yang ditetapkan oleh perusahaan. Walaupun demikian perusahaan menginginkan tidak ada karyawan yang mendapatkan nilai presentase kinerja D.

(10)

10

Adapun baik/ buruknya kinerja karyawan di perusahaan dilihat dari jumlah karyawan yang mendapat nilai A dan D. Berdasarkan data diatas hasil kinerja karyawan yang paling baik terjadi ditahun 2011 dan kinerja terburuk terjadi pada tahun 2012. Hal ini terjadi karena menurut Pimpinan HRD perusahaan secara kinerja bahwa di tahun 2012 itu kinerja karyawan jelek dikarenakan dengan data karyawan yang lebih kecil dari tahun 2010 tetapi karyawan yang mendapatkan nilai A tidak jauh berbeda karena hanya berselisih satu orang, bahkan bila dibandingkan performa kinerja pada 2011 terpaut sangat jauh.

Berdasarkan data yang tertera pada tabel 1.3 dan tabel 1.5 dan rangkaian penjelasan mengenai teori disiplin kerja dan kinerja karyawan serta penjelasan keadaan praktis (fenomena dilapangan) di atas maka dapat disimpulkan terdapat kesenjangan yang terjadi antara teori dengan kenyataan yang terjadi di PT Daido Indonesia Manufacturing yaitu tingkat kedisiplinan yang diinginkan tidak tercapai dan terjadi penurunan tingkat kinerja dari tahun 2011 ke tahun 2012.

Berdasarkan uraian data diatas maka kondisi tersebut layak untuk diteliti mengapa terjadi penurunan kinerja karyawan dan apakah fenomena itu dipengaruhi oleh tingkat disiplin kerja karyawan atau dipengaruhi oleh hal lain. Maka judul yang diajukan penulis adalah“ Pengaruh Displin Kerja terhadap Kinerja karyawan PT. Daido Indonesia Manufacturing (Persero)”. Hasil penelitian ini melihat seberapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan PT. Daido Indonesia Manufacturing.

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan diatas maka rumusan masalah yang timbul dapat penulis identifikasikan adalah :

a. Bagaimana disiplin kerja PT. Daido Indonesia Manufacturing? b. Bagaimana kinerja karyawan PT. Daido Indonesia Manufacturing?

c. Seberapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan PT. Daido Indonesia Manufacturing?

1.4 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Mengetahui disiplin kerja PT. Daido Indonesia Manufacturing. b. Mengetahui kinerja karyawan PT. Daido Indonesia Manufacturing.

c. Mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan PT. Daido Indonesia Manufacturing. 1.5 Kegunaan Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan akan berguna bagi pihak-pihak yang terkait yaitu: 1.5.1 Kegunaan Praktis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan manajemen pada PT Daido Indonesia Manufacturing, sebagai upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusianya sehingga dapat menghasilkan ouput yang maksimal bagi perusahaan.

(11)

11

1.5.2 Kegunaan Akademis

Untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu dan teori manajemen sumber daya manusia yang selama ini yang didapat di perkuliahan serta membandingkannya dengan yang terjadi sebenarnya dilapangan dan diharapkan dapat berguna bagi puhak lain yang ingin menggunakannya sebagai bahan pertimbangan atau referensi dalam kegiatan penelitian atau karya ilmiah yang lain.

1.6 Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah dalam memberikan arah serta gambaran materi yang tergantung dalam penulisan skripsi ini, maka penulis menyusun sistematika sebagai berikut :

a. BAB I : Pendahuluan

Pada bab ini dibahas mengenai tinjauan objek studi, latar belakang masalah, rumusan permasalahan, tujuan penelitian, kegunaan penelitian dan sistematika penulisan.

b. BAB II : Tinjauan pustaka

Pada bab ini dibahas mengenai teori-teori yang mendukung penelitian ini, penelitian terdahulu, kerangka pemikiran, hipotesis penelitian dan ruang lingkup penelitian.

c. BAB III : Metode penelitian

Pada bab ini dibahas mengenai jenis penelitian, operasional variable, tahapan penelitian, populasi dan sample, pengumpulan data dan teknik analisis

d. BAB IV : Analisis dan pembahasan

Pada bab ini dibahas mengenai deskripsi dari hasil dari penelitian dan pembahasan terhadap hasil dari penelitian.

e. BAB V : Kesimpulan dan saran

Pada bab ini dibahas mengenai kesimpulan dari penelitian ini dan saran yang diberikan untuk penelitian selanjutnya serta untuk perusahaan.

Gambar

Tabel 1.4   Penilaian Prestaasi Kerja  Prestasi  A  =  3,60  point  s/d  4,00  point  Prestasi  C  =  2,10  point  s/d  3,09 point  Prestasi  B  =  3,10  point  s/d  3,59  point  Prestasi  D  =  0  point  s/d  2,09 point

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil pra-survey pada tabel 1.3 di atas, yang dilakukan pada pelanggan pengguna maskapai Lion Air di Indonesia sebanyak 30 orang responden, sebagian

Hal ini sesuai dengan kode etik pegawai mengenai kewajiban dan larangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah diatur dalam PP 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin

Keadaan ini memunculkan keingintahuan peneliti untuk melakukan penelitian lebih dalam mengenai “Pengaruh Gaya Kepemimpinan Partisipatif terhadap Kinerja Karyawan

Berdasarkan penjelasan tersebut maka terdapat suatu kesenjangan, dimana meskipun saat ini budaya perusahaan sudah diterapkan dengan baik oleh karyawan, namun hasil

Berdasarkan tabel 1 hasil pra survei variabel kepuasan kerja karyawan PT Telkom Akses Kota Bekasi menghasilkan 57,5% karyawan merasa belum puas terhadap kepuasan kerja

Seperti pada Kantor Yayasan Pendidikan Telkom Bandung, ditemukan bahwa kinerja karyawan pada kantor tersebut disimpulkan cukup baik berdasarkan hasil penilaian

Berdasarkan informasi yang didapat dari hasil wawancara dengan karyawan divisi Helicopter Completion Center, kinerja karyawan yang setiap tahunnya tidak mengalami

Berdasarkan latarbelakang tersebut diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : “PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA