Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Brawijaya
8098
Pembangunan Sistem Aplikasi Penyewaan pada DO-RENT berbasis Web
(Studi Kasus: DO-RENT Malang)
Siti Alfina Putri Said1, Bayu Priyambadha2, Faizatul Amalia3
Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya Email: 1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]
Abstrak
Penyewaan adalah sebuah persetujuan melalui jasa pembayaran diterapkan atas penggunaan suatu barang atau properti secara sementara oleh pihak lain atau orang lain. Salah satu jenis bisnis penyewaan yang terjadi pada saat ini adalah penyewaan barang alat outbound, alat mounteenering dan alat komunikasi. Seperti, Do-Rent Malang merupakan jasa penyewaan barang yang sedang ingin mengembangkan suatu website. Hal ini didasari karena seiring berjalannya waktu jumlah permintaan penyewaan pada Do-Rent Malang makin hari makin meningkat. Akibatnya, menimbulkan permasalahan-permasalahan dalam proses penyewaan barang pada Do-Rent. Salah satu permasalahan yang terjadi pada Do-Rent Malang yaitu tidak adanya informasi barang kepada penyewa, sehingga penyewa seringkali harus datang ke tempat untuk melakukan penyewaan, namun sekarang penyewa dari Do-Rent bukan hanya dari antar kota namun biasanya ada juga penyewa dari luar kota atau Kabupaten Malang. Hasil dari solusi permasalahan Do-rent, maka dikembangkanlah suatu aplikasi penyewaan yang berbasis website yang dapat mempermudah penyewa atau customer dalam melakukan pemesanan baik dalam kota maupun luar Kota Malang. Dari permasalahan yang ada, maka diterapkanlah suatu proses rekayasa kebutuhan dengan hasil yaitu dua jenis kebutuhan yaitu 19 kebutuhan yang fungsional dan 1 kebutuhan yang non-fungsional. Selanjutnya, diterapkan perancangan arsitektur, data, komponen dan antarmuka yang akan menjadi acuan pada saat melakukan implementasi kode program dan tampilan. Pengujian sistem pada Do-rent memakai pengujian unit, pengujian validasi dengan menguji pada scenario based test dan pengujian compatibility. Dari hasil pengujian unit didapatkan hasil kasus uji 100% valid, pengujian validasi didapatkan hasil kasus uji 100% valid sehingga hasil pengujian compatibility sistem dapat berjalan di 8 browser dengan baik.
Kata Kunci: penyewaan, bisnis, Do-Rent, website, compatibility.
Abstract
Rental is an agreement through payment services for use of an item or property temporarily by another party or other person. Nowadays, the rental business is various, one of them is outbound, mountaineering, and communication tools rental. Do-Rent is one of rental business In Malang. In this digital era, Do-Rent wants to expand the business by using the website due to high demand day by day. Do-Rent Malang still uses conventional procedure, so that the clients from Malang and outside Malang have to come to the offline store for knowing the available tools. As the solution, a website-based application is carried out that facilitates the clients for booking or renting, both in the city and outside the city. From this case, the process of engineering needs is carried out and produces 19 functional needed and 1 non-functional needed. Furthermore, architecture planning, data planning, component planning, and interface planning are also carried out that will become a reference when doing the implementation of code program and interface. This system using unit testing, validation testing, and compatibility testing. From the system, the results of the test case are 100% valid and compatibility system testing runs well on 8 browsers.
1. PENDAHULUAN
Bermula dari berkembangnya teknologi yang melaju dengan cepat, hal tersebut berpengaruh pada aktivitas manusia dari berbagai aspek. Sehingga manusia membutuhkan sarana pendukung untuk mendapatkan informasi yang lebih mudah. Salah satu aspek pendukung teknologi yang mudah digunakan adalah komputer. Komputer merupakan alat untuk membantu manusia dalam menyelesaikan suatu masalah. Sehingga kegunaan komputer dapat digunakan dengan baik jika didukung dengan sumber daya yang baik dan mengerti terhadap penggunaannya.
Perkembangan teknologi juga memengaruhi hingga dunia bisnis, salah satunya dalam penerapan sebuah sistem informasi. Maka dari itu juga persaingan antar perusahaan juga semakin pesat, terutama dalam aspek penyebaran informasi dalam bentuk mempromosikan produknya. Dalam dunia bisnis bukan hanya jual beli saja namun ada juga jenis bisnis yang sering dikenal masyarakat yaitu penyewaan. Penyewaan merupakan jasa yang melalui persetujuan pembayaran yang digunakan atas penggunaan suatu barang property atau barang jasa yang digunakan secara sementara oleh orang tersebut. Salah satu contoh bisnis penyewaan yaitu mobil, motor dan alat-alat komunikasi.
Do-Rent adalah bentuk usaha bisnis yang bergelut di bidang jasa penyewaaan alat-alat camping, outbound dan komunikasi yang berada di Jl. Kedawung XV No.91C, Tulusrejo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Do-Rent merupakan penyewaan alat camping, outbound dan komunikasi yang jenis-jenis barangnya kurang lebih 50 jenis alat yang dapat disewa. Mayoritas customer Do-rent berasal dari mahasiswa dan perusahaan besar yang sedang menyelenggarakan suatu event. Permintaan penyewaan barang yang tiap hari meningkat mengakibatkan sering terjadinya permasalahan-permasalahan dalam proses penyewaan barang di Do-Rent. Salah satu masalah pada saat customer ingin menyewakan alat di Do-Rent, tidak adanya bukti atau status dari peminjaman baik penyewa dan Do-Rent. Ini mengakibatkan pada saat costumer datang ke tempat penyewaan, alat yang customer ingin yang ingin sewa ternyata telah disewa oleh orang lain, sedangkan customer Do-Rent bukan hanya berasal dari Malang Kota dan sekitarnya, ada juga customer
berasal dari luar Malang.
Masalah ini sering terjadi ke customer, karena dari pihak Do-Rent sendiri belum memiliki penyimpanan dokumentasi yang dapat diakses oleh customer. Hal ini tidak efisien jika costumer harus datang dulu untuk memeriksa ketersediaan barang. Bukan hanya itu saja, pemilik menyimpan bukti transaksi customer dengan menempelkan semua nota transaksi di dinding /pintu dan SIM/KTP yang digunakan sebagai jaminan pada saat penyewaan alat. Hal ini sangat berbahaya jika terjadi bencana yang mengharuskan data tersebut hilang, karena pemilik sudah tidak memiliki arsip atau bukti. Bukan hanya itu saja, seringnya terjadi kesalahpahaman antara pemilik dan pegawai pada saat pengecekan barang yang baik atau buruk karena tidak adanya informasi terkait keterangan kondisi alat yang disewa.
Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diambil judul “Pembangunan Sistem Aplikasi Penyewaan Pada Do-Rent Berbasis Web” yang dapat menjadi solusi berupa suatu sistem aplikasi yang diharapkan dapat mengelola data dan membantu proses pemesanan via online yang dapat dikirim melalu jasa kurir dengan memakai sistem aplikasi yang dapat dilihat melalui infromasi status pemesanan serta pengecekan ketersediaan barang dan juga dapat membantu proses iklan dari sisi bisnis.
Dalam melakukan proses pembangunan sistem, membutuhkan beberapa referensi untuk menjadi acuan dalam pembangunan sistem ini, yaitu, referensi pertama adalah penelitian oleh Dita Martha Hutapea yang penelitiannya berjudul “SISTEM INFORMASI PENYEWAAN ALAT CAMPING BERBASIS DESKTOP”, penelitian ini dikerjakan pada tahun 2016, adanya permasalahan pada saat pengolahan data mendorong dirancangnya sistem informasi ini, pengembangan sistemnya memakai pendekatan terstruktur yang menghasilkan sistem informasi yang berbasis dekstop (Hutapea, 2016).
Referensi kedua adalah oleh Sarip Hasan yang penelitiannya berjudul “SISTEM
INFORMASI PENYEWAAN ALAT-ALAT
CAMPING PADA TANKBAJA OUTDOUR BERBASIS WEBSITE”. Penelitian ini dikerjakan pada tahun 2016 dan berisi tentang bagaimana sebuah sistem traksaksinya berkerja optimum dan pembuatan laporan dapat menghasilkan metode pedenkatan tersktruktur (Hasan, 2016).
Referensi ketiga adalah penelitian oleh Rino Ade Lesmana Wijaya yang penelitiannya berjudul “SISTEM INFORMASI PENYEWAAN
PERALATAN PESTA PADA SAUNG KURING DI CIDAUN BERBASIS WEB”. Penelitian ini berisi tentang menjelaskan bahwa sebuah sistem dapat menyediakan pemanfaatan teknologi dari sistem agar lebih produktif. Dengan memakai metode pengumpulan data berupa wawancara dan observasi (Wijaya, 2016).
2. MODEL WATERFALL
Model waterfall atau sering disebut model air terjun. Model waterfall adalah alur yang memakai hidup perangkat lunak yang secara(A.S & Shalahuddin, 2013). Model waterfall adalah pola yang baik dan cocok digunakan untuk kebutuhan pengguna yang sudah sangat dipahami dan kemungkiinan perubahannya sangat kecil. Namun, pada penelitian ini tahapan waterfall hanya digunakan sampai pada tahapan penerapan program. Berikut alur model waterfall divisualkan oleh Gambar 1.
Gambar 1. Contoh Model Waterfall
3. METODOLOGI PENELITIAN
Pada Gambar 2 adalah langkah-langkah dalam metodologi penelitian untuk melakukan pembangunan aplikasi penyewaan pada Do-rent, dimulai dari tahap pencarian studi literatur, analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi sistem, pengujian sistem dan kesimpulan dan saran.
Gambar 2. Alir Metodologi Penelitian Pembangunan Sistem Penyewaan Pada Do-rent
1. Studi Literatur
Studi literatur adalah metode yang digunakan dalam mendapatkan suatu dasar dan teori yang bersumbernya berasalah dari jurnal, buku, ebook dan beberapa literatur serta perancangan suatu sistem aplikasi. 2. Analisis Kebutuhan
Dalam mendapatkan sebuah kebutuhan yang diinginkan stakeholders maka diterapkan proses wawancara. Setelah diterapkan proses pemodelan yang merupaka berupa use case diagram dan use case scenario. Sehingga didapatkan suatu kebutuhan fungsional dan non-fungsional. Pada analisis kebutuhan juga menentukan alur pendekatan sistem yang akan digunakan. Pada sistem ini memakai alur pendekatan model waterfall. Model waterfall adalah model yanag baik dan cocok digunakan untuk kebutuhan pengguna yang sudah sangat dipahami dan kemungkiinan perubahannya sangat kecil. Namun, pada penelitian ini tahapan waterfall hanya digunakan sampai pada tahapan penerapan program.
3. Perancangan Sistem
Perancangan sistem yang diterapkan pada sistem aplikasi ini adalah membuat sequence diagram dan class diagram, perancangan arsitektur, dan perancangan antarmuka. 4. Implementasi Sistem
Sistem aplikasi penyewaan pada Do-ren ini di implementasikan dengan memakai bahasa pemrograman web yaitu bahasa pemrograman PHP, sedangkan untuk implementasi data memakai PHP Myadmin dan implementasi antarmuka memakai CSS dan HTML.
5. Pengujian Sistem
Proses pengujian sistem yaitu ada 3, pengujian pada unit, pengujian validasi dan pengujian pada non-fungsional sistem dan memakai dua teknik pengujian adalah white box testing dan black box testing.
6. Kesimpulan dan Saran
Tahapan kesimpulan diterapkan jika semua proses pembangunan pada sistem telah dikerjakan. Sehingga pengambilan kesimpulan berdasarkan dari hasil yang ada pada analisis kebutuhan sebelumnya. Sehingga pada penulisan saran, penulis memberitahukan hal-hal yang perlu diperbaiki pada sistem yang dikembangkan ini.
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada proses sebelumnya yaitu menentukan metodologi penelitian yang digunakan untuk pembangunan sistem, maka selanjutnya hasil dan pembahasannya yang akan menjelaskan proses sistem mulai dari perancangan pada hingga pada sistem melakukan implementasi dan pengujian pada sistem.
4.1 Kebutuhan Sistem
Pada kebutuhan sistem ini terdapat 2 jenis kebutuhan sistem yaitu kebutuhan fungsional pada sistem dan non fungsional. Kebutuhan fungsional tmenghasilkan 19 fungfsional sistem dan 1 non fungsional sistem yaitu menguji sistem dapat berjalan di beberapa peramban browser yang ada. Kebutuhan fungsional sistem dapat dijabarkan melalui Gambar 3. use case diagram.
Gambar 3. Use case Diagram Sistem
4.2 Perancangan Sistem
Perancangan yang ada pada sistem ini akan meliputi sequence diagram, class diagram, basis data, rancang komponen dan antarmuka atau mockup.
1. Perancangan Basis Data
Pada perancangan basis data adalah merupakan sebuah dari hasil representasi dari tahapana analisis. Dengan diterapkannya pendefisian terhadpat sebuah struktur data. Digambarkan melalui Physical Data Model (PDM) yang akan menghubungkan memberikan entitas-entitas dan atribut pada database. Dapat dilihat pada Gambar 4. Physical Data Model
Gambar 4. Physical Data Model 2. Perancangan Antarmuka
Pada perancangan antarmuka yang ada disistem ini merupakan sebagai acuan antarmuka pada suatu modul, dari antarmuka ini interaksi antar user dapat terlihat. Berikut ini perancangan antarmuka sistem Do-Rent Malang pada tampilan halaman utama dan divisualkan pada Gambar 5.
Gambar 5. Rancangan Antarmuka Laman Utama Sistem Do-Rent
4.3 Implementasi Sistem
Pada tahapan implementasi sistem akan menghasilkan spesifikasi sistem, implementasi antarmuka, implementasi basis data dan komponen.
1. Implementasi Antarmuka
Pada implementasi antarmuka, setelah diterapkan perancangan. Antarmuka pada website akan dibuat setelah proses perancangan telah diterapkan. Implementasi antarmuka pada halaman utama dan halaman form pemesanan dan diamati dan dilihat pada Gambar 6 dan Gambar 7.
Gambar 6. Antarmuka Laman Utama Pada Sistem
Gambar 7. Antarmuka Pemesanan Pada Sistem
4.4 Pengujian Sistem
Pengujian pada sistem ini melaksakan 3 tahap pengujian pada sistem penyewaan pada Do-rent yaitu pengujian white box, black box, dan compatibility testing. Pada pengujian white box akan memakai alur basis path testing yang diuji melalui algoritme dari hasil perancangan dan hasil ujinya 100 % valid.
Selanjutnya pada pengujian yang blackbox memakai metode pengujian validasi yang yang kasus uji berasal dari scenario based test dan hasil pengujiannya 100% valid dari 19 fungsionalitas yang telah dijabarkan pada analisis kebutuhan. Sedangkan untuk pengujian compatibility yaitu test yang menguji non-fungsional pada sistem. Pada pengujian ini memakai bantuan piranti perangkat lunak yaitu SortSite. Yang hasil pengujiaannya, sistem bisa beroperasi dengan baik di 8 yaitu Chrome versi 74, Firefox versi 66, ios, IE, Edge, Safari, Opera versi 60, dan Android.
5. KESIMPULAN
Maka dari perolehan hasil penelitiaan pembangunan sistem aplikasi penyewaan pada Do-Rent berbasis web, mulai dai tahapan analisis kebutuhan, melakukan perancangan sistem dan implementasi hingga tahap pengujian. Dapat diambil sebuah kesimpulan sebagai berikut: 1. Berdasarkan tahap analisis kebutuhan,
Kebutuhan ini diperoleh dari hasil wawancara, pada pemilik Do-rent dengan 19 menentukan kebutuhan fungsional dan 1 non-fungsional. Sehingga proses pemodelan sistem dapat diterapkan dalam bentuk use case diagram dan use case scenario yang akan merupakan acuan saat tahapan perancangan pembangunan sistem aplikasi penyewaan pada Do-Rent berbasis web. 2. Berdasarkan fase perancangan sistem,
perancangan arsitecktur diperoleh bentuk berupa sequence diagram dan class diagram. Setelah itu terbentuk perancangan data yang berupa physical data model (PDM). Perancangan komponen sistem dibuat dalam bentuk algoritme yang digunakan dalam pembentukan implementasi sistem. Untuk tahap perancangan antarmuka ada 11 tampilan untuk menggambarkan ditiap halaman pada sistem aplikasi penyewaan pada Do-Rent berbasis web.
3. Berdasarkan fase implementasi, dapat kode program berdasarkan pada prosesyang pada perancangan sistem pada perancangan komponen, serta untuk implementasi antarmuka didapatkan melalui perancangan antarmuka pada proses perancangan sistem. 4. Berdasarkan fase hasil pengujian pada white-box testing mendapatkan hasil 100% untuk hasil semua jalur uji. Sedangkan untuk pengujian yaitu pada black box testing dengan memakai metode pengujian validasi untuk kebutuhan fungsional 100% valid untuk segala kasus uji yang dipergunakan dan beserta untuk pengujian non-fungsional yang memakai pengujian compatibility dengan bantuan suatu software penguji yaitu SortSite. Hasilnya berjalan di 8 browser dengan baik tanpa ada critical issues pada saat diterapkan pengujian.
Saran untuk penelitian selanjutnya, agar antarmuka sistem dibuat lebih interaktif sesuai dengan kaidah penggunaan UI/UX dan sistem juga ditransformasikan dalam bentuk aplikasi
android atau ios agar lebih mudah diakses oleh customer.
6. DAFTAR PUSTAKA
A.S, R., & Shalahuddin, M. (2013). Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur Dan Berorientasi Objek. Bandung: Informatika.
Hasan, S. (2016). Sistem Informasi Penyewaan Alat-Alat Camping Pada Tankbaja Outdoor Berbasis Web.
Hutapea, D. M. (2016). Sistem Informasi Penyewaan Alat Camping Berbasis Dekstop .
Wijaya, R. A. (2016). Sistem Informasi Penyewaan Peralatan Pesta Pada Saung Kuring Di Cidaun Berbasis Web.