ANALISIS TERHADAP PERSETUJUAN ISTRI DALAM PEMBERIAN IZIN POLIGAMI ( Studi Kasus Pengadilan Agama Makassar )
Teks penuh
Garis besar
Dokumen terkait
Pelaksanaan Permohonan izin poligami pada Pengadilan Agama Padang telah sesuai dengan Undang-undang Perkawinan yaitu pasal 4 ayat 1 yang menyatakan bahwa seorang suami
Izin beristeri lebih dari seorang (istilah yang umum digunakan adalah izin poligami), dalam penjelasan pasal 49 alinea kedua sebagaimana di atas dinyatakan
Izin beristeri lebih dari seorang (istilah yang umum digunakan adalah izin poligami), dalam penjelasan pasal 49 alinea kedua sebagaimana di atas dinyatakan
Majelis hakim Pengadilan Agama dalam menjatuhkan putusan tentang perkara permohonan izin poligami cenderung menggunakan pertimbangan hukum agama yang dianut dan
Penulis juga menguraikan bahwa berdasarkan tinjauan hukum Islam, permohonan izin poligami karena calon istri kedua telah hamil atau kawin hamil juga diperbolehkan dalam
Sanksi hukum orang yang menikahkan pelaku poligami tanpa izin pengadilan agama dalam tinjauan hukum Islam tidak ada perbedaan tidak ada perbedaan pelaku poligami dan orang
Nilai-nilai filosofis yang diusung ketentuan undang-undang tentang izin Pengadilan untuk berpoligami, menyangkut eksistensi perkawinan itu sendiri, yaitu perkawinan
Skripsi yang berjudul ‚Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pemberian Izin Poligami Oleh Pengadilan Agama Pasuruan dengan Alasan Isteri Tidak Dapat Menjalankan Kewajiban