PROFIL WILAYAH
PENERIMA MANFAAT
RAMADHAN & QURBAN
WILAYAH DISTRIBUSI
I. International : Muslim Burma/Myanmar II. Indonesia
1. Jabodetabek: Kalibaru Cilincing-Jakut, Medan Satria-Bekasi, Pancoran-Jakel, Cawang-Jaktim,
Bukit Duri-Jaksel, Bantar Gebang (Area Sampah)-Bekasi, Margahayu-Bekasi Timur, Petamburan-Jakbar, Kampung Melayu-Jaktim, Penjaringan Koja-Jakut, Rawa Buaya
Cengkareng-Jakbar, Duren Sawit-Jaktim.
2. Bengkulu - Sumatra: Talang Empat Tabalagan.
3. Semarang - Central Java: Kel Bangetayu Wetan, Desa Rahtawu Kec.Gebok-Kudus, Kp.Tanggul Asri Kec Pedurungan Kidul.
4. Surabaya - East Java: Kalilom Lor Timur-Kenjeran, Ds. Roomo Meduran-Gresik, Ds.Tajungan - Bangkalan
5. Medan: Harjosari Dua - Medan Amplas, Siti Rejo 1-Medan Kota.
6. Yogyakarta - Central Java: Dusun Jeruk Legi - Gunung Kidul, Ds.Argomulyo Cangkringan-Sleman, Dusun Ponggok Sidomulyo - Bantul.
7. Balikpapan-Kalimantan:Margasari, Ds.Teririp.
8. Sulawesi: Mandonga Wawombalata-Kendari, Ds.Layana Indah - Palu, Kel Lette – Makassar.
PROFIL WILAYAH 1
1. Burma/Myanmar
Negara di wilayah Asia , dimana Muslim Rohingya dan Burma terindas oleh kaum mayoritas. Berikut dokumentasi aktifitas Ramadhan PKPU di Myanmar bekerja sama dengan beberapa Mitra PKPU di LN
Antusiasme Muslim Myanmar menghadiri program Ifthor yang diselenggarakan oleh PKPU dari 300 orang menjadi 1000 orang yang hadir.
Ifthor di pinggiran yangon yang didominasi oleh pengungsi dari rohingya, meikhtila, region yangon dan beberapa tempat. Didukung oleh IKRAM Malaysia dan Al Taqwa Australia
PROFIL WILAYAH 2
2. Cilincing – Jakarta Utara
Daerah kumuh, padat penduduk dengan sebagian besar penduduknya adalah perantau dan pekerja. Jumlah penduduk 600 KK.
PROFIL WILAYAH 3
3. Medan Satria – Bekasi
Kondisi sosek masyarakatnya menengah kebawah dengan penghasilan rp.40,000 hingga rp. 50,000 per hari dengan tingkat pendidikan rata-rata SMP dan SMA. Jumlah penduduk 600 KK
PROFIL WILAYAH 4
4. Rajawati Pancoran Jaksel
Mata pencaharian utama penduduk adalah wirausaha, berdagang, tukang
bangunan, pegawai swasta/negeri dengan pendapatan rata-rata dibawah UMR (1-2 jt perbulan). Jumlah penduduk 250 KK.
PROFIL WILAYAH 5
5. Cawang – Jakarta Timur
Mata pencaharian utama penduduknya adalah buruh bangunan dengan
PROFIL WILAYAH 6
6. Bukit Duri - Jaksel
Mata pencaharian utama penduduk adalah buruh, pedagang dan supir dengan pendapatan rata-rata 1-2 jt per bulan. Jumlah penduduk 128 KK.
PROFIL WILAYAH 7
7. Kalibaru Cilincing – Jakarta Utara
Wilayah pemukiman padat penduduk dengantingkat kerawanan penularan penyakit yang tinggi. Di wilayah ini ditemukan kasus balita gizi buruk. Mayoritas penduduk miskin dengan mata pencaharian sebagai buruh dan nelayan. Jumlah penduduk 2500 KK (8000 jiwa).
PROFIL WILAYAH 8
8. Kalibaru Cilincing – Jakarta Utara
Wilayah pemukiman padat penduduk dengantingkat kerawanan penularan penyakit yang tinggi. Mayoritas masyarakat berstatus ekonomi lemah dengan mata pencaharian sebagai buruh dan nelayan. Jumlah penduduk 947 KK (2000 jiwa).
PROFIL WILAYAH 9
9. Karang Kitri Margahayu Bekasi Timur
Mata pencaharian utama penduduk adalah pedagang dan buruh dengan penghasilan 1-2 jt per bulan. Jumlah penduduk 480 KK.
PROFIL WILAYAH 10
10. Grogol Petamburan Jakbar
Mata pencaharian utama penduduk adalah buruh bangunan dan buruh pabrik dengan penghasilan 1-2 jt perbulan. Jumlah penduduk 250 KK.
PROFIL WILAYAH 11
11. Kebon Pala-Jakarta Timur
Mata pencaharian utama penduduk adalah berdagang, buruh bangunan dan
pegawai swasta/negeri dengan penghasilan 1-2 jt perbulan. Pemukiman terletak di dekat sungai sehingga rawan banjir. Jumlah penduduk 1076 jiwa.
PROFIL WILAYAH 12
12. Kampung Melayu – Jakarta Timur
Mata pencaharian utama penduduk adalah pedagang, buruh bangunan dan buruh pabrik dengan penghasilan 1-2 jt perbulan. Pemukiman terletak di dekat sungai sehingga rawan banjir. Jumlah penduduk 150 KK..
PROFIL WILAYAH 13
13. Penjaringan Koja Jakut
Mata pencaharian utama penduduk adalah pedagang, buruh bangunan dan buruh pabrik dengan rata-rata penghasilan 1-2 jt perbulan. Pemukiman terletak di pinggir sungai sehingga rawan banjir. Jumlah penduduk 120 KK.
PROFIL WILAYAH 14
14. Rawa Buaya Cengkareng – Jakarta Barat
Mata pencaharian utama penduduk adalah pedagang, buruh bangunan dan buruh pabrik dengan rata-rata penghasilan 1-2 jt perbulan. Pemukiman terletak di pinggir sungai sehingga rawan banjir. Jumlah penduduk 250 KK.
PROFIL WILAYAH 15
15. Klender – Jakarta Timur
Wilayah yang terletak bersebelahan dengan sungai yang tercemar ini merupakan wilayah pemukiman sangat padat dengan kondisi sanitasi yang kurang baik sehingga kerap terjadi bencana kebakaran dan banjir. Dari 430 balita yang ada, 12 kasus kurang gizi dan banyak penduduk menderita TBC. Dengan jumlah penduduk 1077 KK (4017 jiwa), hanya 416 KK yang mempunyai Jamban sendiri. Mayoritas ekonomi penduduk menengah ke bawah dengan mata pencaharian beragam sebagai buruh, pedagang dsbnya.
PROFIL WILAYAH 16
16. Kalibaru Cilincing Jakut ( RT 03, 05 dan 015)
Daerah kumuh dan padat penduduk, sebagian besar penduduknya adalah
pengontrak atau perantau. Sebagian besar tingkat pendidikan warga adalah tamat SD dan tamat SMP serta bermatapencaharian buruh lepas dengan penghasilan yang tidak tetap. Jumlah penerima manfaat di wilayah tersebut sekitar 600 KK.
PROFIL WILAYAH 17
17. Kelurahan Tabalagan - Bengkulu
Wilayah yang sulit dijangkau karena fasilitas jalan yang kurang bagus. Jumlah penduduk di wilayah ini 213 KK (814 jiwa).
PROFIL WILAYAH 18
18. Kel. Bangetayu Wetan Semarang Jawa Tengah Wilayah dengan kondisi geografis rendah sehingga menjadi wilayah rawan banjir. Jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 104 KK.
19. Ds. Rahtawu, Kec Gedong, Kudus, Jawa Tengah
Wilayah ini merupakan wilayah rawan kristenisasi dan hindunisasi terletak di pelosok di kaki Gunung Muria. Selain jauh dari fasilitas umum seperti PUSKESMAS. Jumlah penerima manfaat di wilayah ini sekitar 105 KK (525jiwa) dengan jumlah balita sekitar 145 anak.
PROFIL WILAYAH 19
PROFIL WILAYAH 20
20. Tanggul Asri, Kec Pedurungan Kidul, Semarang Wilayah dengan potensi sampah yang besar karena kepadatannya yang sangat tinggi dan tidak tertata secara baik terletak di pinggiran area irigasi di kota Semarang. Jumlah penerima manfaat di wilayah ini sekitar 90 KK (495 jiwa).
PROFIL WILAYAH 21
21. Kalilom Lor Timur, Kenjeran, Surabaya
Wilayah ini merupakan wilayah pesisir pantai Surabaya dengan mata pencaharian
utama sebagai Nelayan dan usaha kecil dari pemanfaatan sampah di wilayah tersebut. Jumlah penerima manfaat sekitar 500 orang.
22. Ds.Roomo, Meduran, Gresik
Wilayah dengan penerima manfaat sejumlah 126 orang ini, merupakan tempat usaha bagi penduduknya untuk memanfaatkan dan memberdayakan sampah sebagai penghasilan keluarga mereka.
PROFIL WILAYAH 22
PROFIL WILAYAH 23
23. Ds. Tajungan, Bangkalan, Surabaya
Merupakan wilayah pantai Kamal dengan mata pencaharian utama sebagai nelayan. Diharapkan budidaya Mangrove dapat meningkatkan taraf hidup ekonomi
PROFIL WILAYAH 24
24. Kel. Harjo Sari 2, Medan Amplas, Sumatra
Jumlah penduduk Medan Amplas mencapai 113.099 jiwa yang tersebar di 8 kelurahan ini,sebagian besarnya mempunyai latar belakang ekonomi lemah. Mata pencaharian untuk menunjang keluarga adalah mengembangkan industri kecil dari sampah.
25. Kel. Siti Rejo 1, Medan Kota, Sumatra
Jumlah penduduk Medan Kota mencapai 82.783 jiwa yang tersebar di 12 kelurahan, sebagian besarnya mempunyai latar belakang ekonomi lemah. Mata pencaharian untuk menunjang keluarga adalah mengembangkan industri kecil dari sampah.
PROFIL WILAYAH 25
PROFIL WILAYAH 26
26. Dusun Jeruk Legi, Gunung Kidul, Yogyakarta
Merupakan daerah kekeringan dan tertinggal dengan akses lokasi yang terisolir terutama ketersediaan prasarana air bersih. Latar belakang ekonomi masyarakat di sana adalah miskin atau ekonomi lemah. Salah satu usaha untuk menguatkan sektor ekonomi mereka adalah mengembangkan sentra industri kerajinan kecil. Jumlah penerima manfaat sekitar 202 KK
PROFIL WILAYAH 27
27. Dusun Mudal, Argomulyo, Cangkringan, Sleman
Merupakan wilayah yang terkena dampak bencana erupsi gunung Merapi. Di wilayah ini angka putus sekolah dari pemuda cukup tinggi. Untuk meningkatkan ekonomi para penduduk di wilayah tersebut, PKPU membantu mengembangkan usaha agro industry dibidang perikanan, seperti ternak lele. Selain itu juga memberikan pelatihan menjadikan masyarakat yang tangguh bencana. Jumlah penerima manfaat sekitar 414 jiwa atau 128 KK.
PROFIL WILAYAH 28
28. Dusun Ponggok Sidomulyo - Bantul
Merupakan salah satu desa termiskin dengan permasalahan sebagian besar balita berstatus kurang gizi. PKPU mencoba membantu meningkatkan ekonomi para penduduk melalui program pemberdayaan sehingga dapat meningkatkan kualitas gizi para balita. Jumlah penerima manfaat di wilayah ini sekitar 1100 jiwa (327 KK).
PROFIL WILAYAH 30
30. Kel. Margasari, Balikpapan,Kalimantan
Di sektor ekonomi, tingkat pendapatan yang masih rendah karena sebagian besar warga berjualan dipasar induk tradisional dan minimnya perlindungan usaha. Jumlah penerima manfaat sekitar 87 KK.
PROFIL WILAYAH 31
31. Desa Teritip, Balikpapan, Kalimantan.
Merupakan daerah dengan sepertiga penduduknya tergolong kurang mampu. Jarak tempuh ke pusat kota selama 45 menit. Mata pencaharian utama adalah berkebun jeruk dengan hasil dihargai sangat murah (15 jeruk hanya Rp.100,-) dan bertenak kepiting.Jumlah penerima manfaat sekitar 107 KK.
PROFIL WILAYAH 29
29. Aceh
Ada kurang lebih 2.000 yatim Aceh tersebar di beberapa pondok yatim di bawah manajemen PKPU dan keluarganya
PROFIL WILAYAH 32
32. Kel Mandonga, Wawombalata, Kendari
Dari 220 KK yang menempati salah satu wilayah ini, tercatat 70% adalah pedagang sayur yang diambil dari kebun di daerah sekitar mereka tinggal.
PROFIL WILAYAH 33
33. Desa Layana Indah - Palu
Desa ini termasuk desa yang terisolir karena susahnya akses ke desa tersebut. Para penduduk desa ini adalah eks warga pesisir teluk Palu yang digusur karena perapihan kota Palu. Ada kurang lebih 100 KK yang tinggal di desa tersebut.
34. Kel Lette - Makassar
70% dari 200 KK yang bermukim di wilayah ini adalah pedagang sayur. Wilayah ini merupakan pemukiman kumuh, padat, miskin dan sering dilanda banjir karena sanitasi yang kurang baik sehingga menimbulkan timbunan sampah. Disamping itu banyak ditemukan masalah gizi kurang dan buruk.
PROFIL WILAYAH 34
tumpukan sampah ditengah pemukiman