1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Impelementasi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah membutuhkan sinergisitas suatu dokumen perencanaan pembangunan di kabupaten. Kabupaten Lamandau pada tahun 2013 telah “mendapatkan” pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih melalui Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pemilukada) yang demokratis. Sebagai konsekuensinya maka pasangan ini menawarkan Visi dan Misi yang “dijual” kepada masyarakat (principal) sebagai arah pembangunan yang akan dilaksanakan selama kepemimpinannya. Visi yang ditawarkan dan telah menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Lamandau Nomor 01 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lamandau Tahun 2013-2018 adalah “ Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat, Terlaksananya Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik Bebas Dari KKN Yang Dilandasi Keimanan Dan Ketaqwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa ”.
Untuk mewujudkan angan-angan yang tersirat pada visi tersebut maka dirumuskanlah langkah yang tertuang pada misi-misi yang akan dilaksanakan, yaitu :
1. Membangun ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi penduduk miskin, angka pengangguran sehingga masyarakat sejahtera;
2. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia agar generasi muda memiliki pengetahuan, keterampilan dan mampu mandiri;
3. Mewujudkan pola hidup masyarakat sehat agar angka harapan hidup meningkat, angka kematian ibu dan bayi menurun;
4. Menciptakan ketentraman, keamanan dan kenyamanan masyarakat secara keseluruhan yang berada di Kabupaten Lamandau;
2 5. Membuka keterisolasian daerah pedesaan dan kecamatan agar
lancarnya angkutan orang, barang dan jasa;
6. Meningkatkan martabat masyarakat Kabupaten Lamandau melalui keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan olahraga, adat dan budaya;
7. Mewujudkan tata kelola kepemerintahan yang baik, bebas dari KKN agar pemerintahan menjadi kuat, berwibawa, demokratis serta melayani;
8. Menumbuh kembangkan kehidupan beragama agar mempunyai keimanan dan ketaqwaan kepadaTuhan YME.
9. Menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu kekuatan ekonomi kerakyatan.
10. Mewujudkan kelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan. Sebagai konsekuensi logis dari Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 01 Tahun 2014 tentang RPJMD Kabupaten Lamandau Tahun 2013-2018, maka setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Lamandau menyusun Rencana Strategis (Renstra) dalam rangka mendukung dan mewujudkan “mimpi” yang direncanakan oleh Kepala Daerah terpilih. Inspektorat Kabupaten Lamandau sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 11 Tahun 2012 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Inspketorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Dan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Lamandau diwajibkan menyusun suatu dokumen perencanaan jangka menengah (lima tahunan) sebagai turunan dari RPJMD Kabupaten Lamandau. Itulah sebabnya maka Rencana Strategis (Renstra) Inspektorat Kabupaten Lamandau ini disusun dalam rangka menjamin sinergisitas rencana pembangunan dan pencapaian hasilnya.
3 1.2 Landasan Hukum
Penyusunan Renstra Inspektorat Kabupaten Lamandau Tahun 2013-2018 mempunyai dasar hukum, yaitu :
1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2002 Tentang Pembentukan Kabupaten Katingan, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Barito Timur Di Provinsi Kalimantan Tengah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 18, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4180);
2. Undang–Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
3. Undang–Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
5. Undang–Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
6. Undang–Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33 Tambahan Lembaran Nomor 4720); 7. Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang
Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);
4 8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan Dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antar Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi Dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
12. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyusunan, Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817); 13. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833); 14. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Nasional Tahun 2010 - 2014;
15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310);
16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang
5 Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 517);
17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dalam Penyusunan Atau Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 994);
18. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 4 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2005 - 2025 (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2010 Nomor 04, Tambahan Lembaran Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 34);
19. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 1 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2010 – 2015 (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2011 Nomor 01);
20. Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 01 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2009 Nomor 36 Seri E;
21. Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 11 Tahun 2012 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Inspketorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Dan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Lamandau (Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2012 Nomor 86, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 75 Seri D);
22. Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 01 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2013-2018 (Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Tahun 2014 Nomor 122, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 105 Seri E).
6 1.3 Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dari penyusunan Rencana Strategis untuk menjaga sinergisitas perencanaan pembangunan yang mana didalamnya termuat cita-cita pembangunan yaitu visi yang akan dicapai selama periode lima tahunan. Dan telah digariskan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 01 Tahun 2014 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lamandau Tahun 2013-2018, dalam hal ini Inspektorat Kabupaten Lamandau merasa berkewajiban untuk mengejawantahkannya kedalam kebijakan dan program dalam rangka menjamin sinergisitas dimaksud.
1.4 Sistematika Penulisan
Rencana Strategis (Renstra) Inspektorat Kabupaten Lamandau ini disusun dengan sistematika sebagai berikut :
BAB I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 2. Landasan Hukum 3. Maksud dan Tujuan 4. Sistematika Penulisan BAB II. GAMBARAN PELAYANAN SKPD
1. Tugas, fungsi dan Struktur Organisasi SKPD 2. Sumber Daya SKPD
3. Kinerja Pelayanan SKPD
4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD BAB III. ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD
2. Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih
3. Telaahan Renstra Provinsi 4. Penentuan Isu-Isu Strategis
BAB IV. VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI, DAN KEBIJAKAN 1. Visi dan Misi SKPD
7 3. Strategi dan Kebijakan
BAB V. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF
BAB VI. INDIKATOR KINERJA SKPD YANG SINKRON DENGAN TUJUAN DAN SASARAN RPJMD
8
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN INSPEKTORAT
Berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat Provinsi dan Kabupaten / Kota, Peraturan Daerah Kabupaten Lamandau Nomor 11 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Lamandau serta Peraturan Bupati Lamandau Nomor 18 Tahun 2008 tentang Tupoksi Inspektorat Kabupaten Lamandau, maka Inspektorat Kabupaten Lamandau mempunyai Tugas Pokok dan Fungsi sebagai berikut :
2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Inspektorat 2.1.1 Tugas Pokok
Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat Provinsi dan Kabupaten / Kota, maka tugas Inspektorat Kabupaten adalah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan di daerah kabupaten / kota, pelaksanaan pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan desa dan pelaksanaan urusan pemerintahan desa. Berdasarkan Peraturan Bupati Lamandau Nomor 18 Tahun 2008 tentang Tugas Pokok dan Fungsi Inspektorat Kabupaten Lamandau BAB IV Pasal 5, maka tugas Inspektorat Kabupaten Lamandau adalah membantu Bupati melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan di daerah Kabupaten Lamandau, pelaksanaan dan pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah kabupaten dan pelaksanaan urusan pemerintahan di daerah Kabupaten Lamandau. Dengan demikian maka tugas pokok Inspektorat Kabupaten Lamandau adalah (dan meliputi) membantu Bupati dalam hal pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan di Kabupaten Lamandau, yang mencakup penyelenggaraan dan urusan pemerintahan desa di Kabupaten Lamandau.
9 2.1.2 Fungsi
Dalam melaksanakan tugas tersebut, maka Kantor Inspektorat Kabupaten Lamandau mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. Menyusun perencanaan program pengawasan; b. Merumuskan kebijakan dan fasilitasi pengawasan;
c. Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan di daerah kabupaten;
d. Melaksanakan reviu laporan keuangan pemerintah daerah dan evaluasi kinerja;
e. Melaksanakan pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan di daerah kabupaten;
f. Melakukan monitoring dan evaluasi percepatan pemberantasan korupsi;
g. Melaksanakan pelayanan teknis administrative dan fungsional; h. Menyelenggarakan urusan kesekretariatan Inspektorat.
2.1.3 Struktur Organisasi
Struktur Organisasi Inspektorat Kabupaten Lamandau berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Lamandau. adalah sebagai berikut :
A. Inspektur.
1. Inspektur Kabupaten Lamandau mempunyai tugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan di Kabupaten Lamandau serta melaksanakan pembinaan atas penyelenggaraan Pemerintahan Kelurahan / Desa.
2. Untuk melaksanakan tugas tersebut Inspektur Kabupaten Lamandau mempunyai Fungsi :
a) Melaksanakan Pengawasan terhadap penyelenggaraan urusan pemerintahan umum, pemerintahan Daerah, pemerintahan Desa/Kelurahan yang meliputi bidang
10 pemerintahan, pembangunan, pembinaan sosial politik, perikonomian, kesejahteraan sosial, pembinaan aparatur, pendapatan daerah, kekayaan Negara, Daerah dan lain-lain yang ditugaskan oleh Bupati.
b) Melaksanakan pengujian serta penilaian atas hasil laporan setiap unsur dan atau Instansi di Lingkungan pemerintah Daerah atas petunjuk Bupati.
c) Melaksanakan pengusutan terhadap kebenaran Laporan atau pengaduan terhadap penyimpangan atau penyalahgunaan dibidang Pemerintahan, pembinaan sosial politik, perikonomian kesejahtraan sosial, pembinaan aparatur, pendapatan Daerah, kekayaan Negara dan Daerah.
d) Melaksanakan penyelenggaraan teknis Administrative dan fungsional.
B. Sekretariat
1. Sekretaris Inspektorat Kabupaten Lamandau sebagaimana dimaksud dalam point b diatas menyiapkan bahan koordinasi pengawasan dan memberikan pelayanan administratif dan fungsional kepada semua unsur dilingkungan Inspektorat Kabupaten Lamandau.
2. Sekrataris Inspektorat Kabupaten Lamandau dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud diatas mempunyai fungsi :
a) Penyiapan bahan koordinasi dan pengendalian rencana dan program kerja pengawasan;
b) Penghimpun, pengelolaan, penilaian, dan penyimpanan laporan hasil pengawasan aparat pengawasan fungsional daerah;
c) Penyusunan bahan data dalam rangka pembinaan teknis fungsional;
d) Penyusunan, penginventarisasian dan pengkoordinasian data dalam rangka penatausahaan proses penanganan pengaduan; dan
11 e) Pelaksanaan urusan kepegawaian, keuangan surat
menyurat dan rumah tangga.
3. Sekretariat Inspektorat Kabupaten Lamandau terdiri atas : a) Subbagian Perencanaan
Subbagian perencanaan mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan dan pengendalian rencana/program kerja pengawasan, menghimpun dan menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, dokumentasi dan pengolahan data pengawasan.
Uraian tugas Subbagian Perencanaan meliputi :
- Pengoordinasian, penyiapan rencana/program kerja pengawasan dan fasilitasi;
- Penyusunan Anggaran Inspektorat;
- Penyiapan Laporan dan statistic Inspektorat; - Penyiapan peraturan perundang-undangan; dan - Penyiapan dokumentasi dan pengolahan data
pengawasan.
b) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan
Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan, menghimpun, mengolah, menilai dan menyimpan laporan hasil pengawasan aparat pengawasan fungsional dan melakukan administrasi pengaduan masyarakat serta menyusun laporan kegiatan pengawasan.
Uraian tugas Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Pengawasan meliputi :
- Penginventarisasian hasil pengawasan dan tindak lanjut hasil pengawasan;
- Pengadministrasian Laporan Hasil Pengawasan; - Pelaksanaan Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan; - Menyelenggarakan kerja sama pengawasan; c) Sub Bagian Administrasi Umum.
Subbagian Administrasi dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian, keuangan,
12 penatausahaan surat-menyurat dan urusan rumah tangga.
Uraian tugas Subbagian Administrasi dan Umum meliputi :
- Pengelolaan urusan tata usaha surat menyurat dan kearsipan;
- Pengelolaan Administrasi, Inventarisasi, pengkajian analisis pelaporan;
- Pengelolaan urusan kepegawaian;
- Pengelolaan urusan perlengkapan dan rumah tangga; dan
- Pengelolaan urusan keuangan.
C. Inspektur Pembantu
1. Inspektur Pembantu Wilayah Inspektorat Kabupaten Lamandau mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan daerah dan kasus pengaduan.
2. Inspektur Pembantu Wilayah Inspektorat Kabupaten Lamandau dalam melaksanakan tugasnya menyelenggarakan fungsi:
a) Pengusulan program pengawasan di wilayahnya; b) Mengoordinasian pelaksanaan pengawasan;
c) Pengawasan terhadap penyelenggaraan urusan pemerintah daerah; dan
d) Pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian tugas pengawasan.
3. Inspektur Pembantu Wilayah terdiri dari : a) Inspektur Pembantu Wilayah I; b) Inspektur Pembantu Wilayah II; c) Inspektur Pembantu Wilayah III.
4. Inspektur Pembantu Wilayah pada Inspektorat Kabupaten Lamandau membawahi wilayah kerja pembinaan dan pengawasan pada SKPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten
13 Lamandau, Kecamatan serta desa/kelurahan atau sebutan lainnya, dalam hal ini :
a) Pengusulan program pengawasan di wilayah kerja sesuai bidang dan tugasnya;
b) Pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan sesuai bidang tugasnya;
c) Pengawasan terhadap penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah sesuai bidang tugasnya; dan
d) Pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian tugas pengawasan sesuai bidang tugasnya.
D. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor.
1. Kelompok Jabatan fungsional sebagaimana tersebut pada susunan Organisasi Inspektorat Kabupaten Lamandau huruf (d) terdiri atas tenaga Fungsional Auditur dan jabatan Fungsional lainnya yang terbagi dalam beberapa kelompok jabatan fungsional sesuian dengan bidang keahliannya.
2. Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan bidang tenaga Fungsional masing-masing sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
3. Jumlah tenaga Fungsional ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja.
4. Jenis dan Jenjang Tenaga Fungsional diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.
14 Gambar 2.1
15 2.2 Sumber Daya Inspektorat
2.2.1 Aparatur
Dalaam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, Inspektorat Kabupaten Lamandau didukung oleh 23 (dua puluh tiga) orang PNS dan 3 (tiga) orang PHL. Kondisi aparatur Inspektorat Kabupaten Lamandau sampai dengan Tahun 2014 adalah sebagai berikut :
a). Berdasarkan Pangkat / Golongan Ruang : 1. Golongan IV sebanyak 2 orang
2. Golongan III sebanyak 13 orang 3. Golongan II sebanyak 7 orang 4. Golongan I sebanyak 1 orang
5. Tenaga Harian Lepas (THL) sebanyak 3 orang b) Berdasarkan pendidikan :
1. Pascasarjana (S-2) sebanyak 1 orang 2. Sarjana (S-1) sebanyak 14 orang 3. D-II sebanyak 2 orang
4. SLTA sebanyak 5 orang 5. SLTP sebanyak 1 orang c) Berdasarkan Eseloning :
1. Eselon II b sebanyak 1 orang 2. Eselon III a sebanyak 3 orang 3. Eselon IV a sebanyak 2 orang
Tabel 2.1
Daftar Nominatif Pegawai Negeri Sipil Dan Tenaga Honorarium Daerah
Berdasarkan Golongan Ruang
No. Status Kepegawaian
Gol/ Ruang
Unit Kera di Lingkungan Inspektorat Kab. Lamandau
Total Inspektur Sekretariat Irbanwil
I Irbanwil II Irbanwil III 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 PNS Pembina Utama Muda IV.c 1 - - - - 1 Pembina Tk. I IV.b - - - - Pembina IV.a - 1 - 1 - 2
16
Penata III.c - 2 - - - 2
Penata Muda Tk.I III.b - 3 1 - - 4
Penata Muda III.a - 3 - 1 1 5
Pengatur Tk.I II.d - 1 - - - 1
Pengatur II.c - 1 - - - 1
Pengatur Muda Tk.I II.b - 4 - - - 4
Pengatur Muda II.a - - - 0
Juru Tk.I I.d - 1 - - - 1
Juru I.c - - - 0
Juru Muda Tk.I I.b - - - 0
Juru Muda I.a - - - 0
2. Honorarium Daerah
- 3 - - - 3
Total 1 19 2 2 1 25
2.2.2 Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang ada pada Kantor Inspektorat Kabupaten Lamandau sampai dengan Desember 2013 adalah sebagai berikut :
Tabel 2.2
Sarana dan Prasarana
Pada Inspektorat Kabupaten Lamandau
No. Jenis Jumlah /
Satuan
Kondisi (Baik / Rusak)
1. Tanah bangunan kantor 2.360 M²
2. Bangunan kantor permanen 375 M² Kurang baik 3. Bangunan gedung kantor lain-lain (jalan &
halaman)
1260 M² Kurang baik 4. Bangunan gedung kantor lain-lain (rumah
jaga kantin)
28 M² Kurang baik 5. Bangunan gedung kantor lain-lain (pagar &
papan nama)
150 M² Kurang baik 6. Bangunan gedung kantor lain-lain (parkir &
carport)
60 M² Kurang baik 7. Bangunan gedung kantor lain-lain (sekat
ruangan)
Baik 8. Bangunan gedung kantor lain-lain (cor beton
halaman)
Baik 9. Bangunan gedung kantor lain-lain (taman Baik
17
kantor)
10. Aula / Ruang Rapat Baik
11. Lampu hias jalan Rusak berat
12. Mobil 1 unit Kurang baik
13. Motor 16 unit 10 baik, 3 kurang baik, 3
rusak berat
14. AC 17 unit 10 baik, 6 kurang baik, 1
rusak berat
15. Lemari besi 4 unit Kurang baik
16. Filling cabinet 16 unit 6 baik, 10 kurang baik
17. Brankas 1 unit Baik
18. Lemari kayu 9 unit 4 baik, 5 kurang baik
19. Papan visual 5 unit Kurang baik
20. Papan absen 1 unit Kurang baik
21. Meja rapat 19 unit 15 baik, 4 kurang baik
22. Meja tulis 1 unit Kurang baik
23. Meja telpon 1 unit Kurang baik
24. UPS 1 unit Baik
25. Kursi putar 22 unit 9 baik, 1 kurang baik, 12 rusak berat
26. Kursi lipat 44 unit 15 baik, 25 kurang baik, 4 rusak berat
27. Meja komputer 3 unit Kurang baik
28. Tenda 1 unit Baik
29. Sofa 6 unit 1 baik, 5 kurang baik
30. Jam elektronik 5 unit 1 baik, 4 rusak berat
31. Mesin potong rumput 1 unit Kurang baik
32. Lemari es 1 unit Rusak berat
33. Alat dapur 49 unit Kurang baik
34. Televisi 2 unit 1 baik, 1 kurang baik
35. Sound system 1 unit Kurang baik
36. Gambar presiden/wakil presiden 4 unit Rusak berat
37. Dispenser 7 unit 2 baik, 5 kurang baik
.8. Gorden 4 unit 1 paket baik, 3 kurang baik
39. Teralis 1 unit Baik
40. PC unit 15 unit 6 baik, 4 kurang baik, 5
rusak berat
41. Laptop 2 unit 1 baik, 1 kurang baik
18
rusak berat
43. Printer 19 unit 11 kurang baik, 8 rusak berat
44. Meja kerja eselon II 1 unit Baik
45. Meja kerja eselon III 9 unit 4 baik, 1 kurang baik, 4 rusak berat
46. Meja kerja eselon IV 5 unit 4 baik, 1 kurang baik 47. Meja kerja eselon V 25 unit 20 baik, 5 kurang baik 48. Kursi kerja eselon II 5 unit 3 baik, 1 kurang baik, 1
rusak berat
49. Kursi kerja eselon III 9 unit 4 baik, 5 kurang baik
50. Kursi kerja eselon IV 4 unit Baik
51. Proyektor + attchment 1 unit Baik
52. Camera elektronik 1 unit Baik
53. Layar film 1 unit Kurang baik
54. Mesin jilid 1 unit Kurang baik
55. Pesawat telepon 1 unit Rusak berat
56. Faximile 1 unit Rusak berat
57. Peralatan antena SHF/parabola 1 unit Baik
58. Buku perpustakaan 333 buku Baik
59. Mimbar/podium 1 unit Baik
60. Papan pengumuman 11 unit Baik
61. Lemari makan 1 unit Baik
2.3 Kinerja Pelayanan Inspektorat
Tugas Pokok Pelayanan Bidang Pengawasan Umum Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah Peningkatan Kapasitas dan Intensitas Pengawasan Internal melalui :
1 Mengutamakan Pengawasan yang bersifat pencegahan (preventif) dengan mengedepankan pembinaan daripada tindakan;
2 Mengamankan setiap kebijakan Kepala Daerah terutama terkait dengan program-program prioritas dengan tetap berpedoman pada Peraturan Perundang-undangan yang berlaku;
3 Konsultasi dan solusi atas problematik penyelenggaraan manajemen pemerintahan daerah.
4 Pengawasan bersifat kuratif ( penanganan/ tindakan) apabila upaya , maksimal sudah tidak mencapai hasil;
19 5 Cepat tanggap, cepat temu dan cepat tuntas atas setiap permasalahan yang
muncul dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Permendagri Nomor 25 Tahun 2007 tentang Pedoman Penanganan Pengaduan Masyarakat dilingkungan Depdagri dan Pemerintah Daerah. Sedangkan kedepan Inspektorat tetap akan melakukan perbaikan kualitas pelayanan antara lain :
1. Memberikan rekomendasi kepada pengambil kebijakan, terkait dengan penyalahgunaan wewenang dalam pemberikan pelayanan publik oleh SKPD.
20 Tabel 2.3
Pencapaian Kinerja Pelayanan Inspektorat Kabupaten Lamandau Tahun 2009 - 2013
NO
Indikator Kinerja Sesuai Tugas dan
Fungsi SKPD Target SPM Target IKK Target Indikator Lainnya
Target Renstra SKPD Tahun ke Realisasi Capaian tahun ke Rasio Capaian pada tahun ke
Catatan analisis 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 1 Meningkatnya kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan penyajian keuangan terhadap SAP hasil dari rekomendasi pemeriksaan eksternal 10% 20% 25% 30% 40% 10% 20% 25% 30% 40% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 2 Meningkatnya kualitas Sistem Pengendalian Internal pada SKPD dengan berbagai instrumen pengendalian yang dipersyaratkan 5% 10% 30% 40% 50% 5% 10% 30% 40% 50% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 3 Meningkatnya pengendalian terhadap pengawasan dan hasil hasil pemeriksaan
21 4 Meningkatnya persentase penyelesaian Jumlah kerugian negara 10% 20% 25% 30% 40% 10% 20% 25% 30% 40% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 5 Meningkatnya Penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK RI dan APIP yang sesuai dengan Rekomendasi
20% 20% 25% 30% 40% 20% 20% 25% 30% 40% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
6 Jumlah pejabat yang memenuhi persyaratan pendidikan dan pelatihan pengawasan sesuai dengan tugasnya 10% 20% 30% 40% 50% 10% 20% 30% 40% 50% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 7 Terlaksananya Pemeriksaan Khusus baik yang datang dari pengaduan masyarakat, mass Media, pelimpahan atau pengembangan dari pemeriksaan reguler 70% 80% 90% 100% 100% 70% 80% 90% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 8 Menurunya Jumlah kerugian negara yang diakibatkan oleh bendahara/non bendahara
22 Tabel 2.4
Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Pada Inspektorat Kabupaten Lamandau Tahun 2008 - 2013
Uraian 2009 2010 Anggaran pada tahun ke 2011 2012 2013
1 2 4 5 6 7
Bidang : Pemerintahan Umum
DPA Inspektorat
Kab. Lamandau 2.713.748.690,00 3.126.352.130,00 Realisasi Anggaran pada tahun ke 3.150.662.494,00 4.640.264.316,00 4.249.201.678,00
2009 2010 2011 2012 2013
2.409.492.976,00 2.502.777.188,00 2.631.101.288,00 4.112.882.807,00 3.804.928.993,00 Rasio antara Realisasi dan Anggaran pada tahun ke
2009 2010 2011 2012 2013 88,78% 80,05 83,50% 88,63% 89,54% Rata-rata pertumbuhan realisasi Realisasi
23 2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Inspektorat
2.4.1 Tantangan
a. Pengumpulan data, informasi dan survey lapangan ; b. Cepatnya perubahan regulasi ;
c. Umpan balik tindak lanjut pengawasan belum maksimal ; d. Mutasi aparatur pengawas internal ;
e. Heterogenitas permasalahan.
2.4.2 Peluang
a. Kepercayaan dari Kepala Daerah ;
b. Posisi sebagai Pengawas Intern di Pemerintah Daerah ;
c. Meningkatnya kepercayaan dan harapan masyarakat pada Iembaga Pengawasan ;
d. Joint Audit dengan BPKP dan Inspektorat Provinsi Kalimantan Tengah;
24
BAB III
ISU-ISU STRATEGIS
BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD
Identifikasi permasalahan berdasarkan tugas pokok dan fungsi sesuai dengan Peraturan Bupati Lamandau Nomor Nomor 18 tahun 2008 tentang Tugas Pokok dan Fungsi Inspektorat Kabupaten Lamandau adalah melakukan pengawasan umum atas jalannya Pemerintahan dan Pembangunan melalui kegiatan : a. Pemeriksaan ; b. Pengusutan ; c. Pengujian ; d. Pembinaan ; e. Monitoring ; f. Evaluasi ;
g. Tugas-tugas lain sesuai dengan perintah Bupati.
Sedangkan identifikasi dan sasaran pemeriksaan yang dilakukan menyangkut 4 (empat) Aspek :
a. Aspek Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi ; b. Aspek Pengelolaan Keuangan ;
c. Aspek Pengelolaan Aset ;
d. Aspek Pengelolaan Kepegawaian.
Serta Penanganan Pengaduan Masyarakat yang menyangkut kinerja Pemerintah Kabupaten Malang termasuk permasalahan yang harus ditangani.
25 3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala
Daerah Terpilih 3.2.1 Visi
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lamandau Tahun 2013-2018 yang merupakan tahapan kedua dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Lamandau Tahun 2005-2025, dan juga merupakan periode kedua dari masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati sebelumnya.
Berpedoman pada hasil pembangunan yang telah dicapai, maka Visi dan Misi Tahun 2008 – 2013, masih relevan untuk menjadi Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Lamandau Tahun 2013 – 2018, dengan beberapa perbaikan dalam rangka penyempurnaan, dimana pelaksanaannya difokuskan pada program kegiatan yang belum selesai.
Diharapkan dengan mengangkat kembali Visi dan Misi ini, program-program pembangunan di Kabupaten Lamandau dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dan dapat menuntaskan program kegiatan yang telah direncanakan namun belum dapat dilaksanakan pada periode 2008 – 2013 yang lalu. Adapun Visi Kabupaten Lamandau Tahun 2013 – 2018 adalah sebagai berikut :
“TERWUJUDNYA KESEJAHTERAAN MASYARAKAT, TERLAKSANANYA TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK BEBAS DARI KKN YANG DILANDASI KEIMANAN DAN KETAQWAAN KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA”.
Pada Visi Kabupaten Lamandau Tahun 2013 – 2018 terdapat 3 (tiga) kalimat kunci yang dapat dijelaskan sebagai berikut :
Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat, berarti mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan ekonomi yang berlandaskan pada keunggulan dan daya saing daerah, kekayaan sumber daya alam, sumber daya manusia dan budaya dengan selalu
26 memperhatikan kearifan lokal. Terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat yang meliputi: sandang, pangan, perumahan, pendidikan, kesehatan, kesempatan berusaha dalam iklim yang kondusif, rasa aman, didukung oleh infrastruktur yang mantap.
Terlaksananya Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Bebas Dari KKN, adalah pemerintahan yang mempunyai kredibilitas, profesionalisme, akuntabilitas, berkualitas dan mampu mengayomi seluruh masyarakat, dengan mengedepankan transparansi sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah sekaligus juga diharapkan dapat memberikan masukan maupun informasi apabila ada kekurangan atau penyimpangan dalam pelaksanaannya dilapangan.
Dilandasi Keimanan dan Ketaqwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa, berarti mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang religius melalui peningkatan kualitas keimanan dan ketaqwaan, hal ini ditempuh dengan melaksanakan pembangunan rumah ibadah, membangun persatuan yang kuat antar para pemuda lintas agama dan meningkatkan kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Lamandau, sehingga tercipta keseimbangan dan toleransi serta sikap saling menghargai dan saling menghormati antar umat beragama, antar suku dan antar golongan di masyarakat.
Visi Pembangunan Daerah Jangka Menengah tersebut tetap berada dalam koridor cita-cita menuju masyarakat yang maju, mandiri dan adil, seperti dimaksud dalam Visi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional.
3.2.2 Misi
Sesuai dengan Visi tersebut diatas dan sebagai upaya dalam mewujudkannya, maka ditetapkan Misi Pembangunan Kabupaten Lamandau Tahun 2013 – 2018, yaitu sebagai berikut :
27 1. Membangun ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi penduduk miskin, angka pengangguran sehingga masyarakat sejahtera.
2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar generasi muda memiliki pengetahuan, keterampilan dan mampu mandiri.
3. Mewujudkan pola hidup masyarakat sehat agar angka harapan hidup meningkat, angka kematian ibu dan bayi menurun.
4. Menciptakan ketenteraman, keamanan dan kenyamanan masyarakat secara keseluruhan yang berada di Kabupaten Lamandau.
5. Membuka keterisolasian daerah pedesaan dan kecamatan agar lancarnya angkutan orang, barang dan jasa.
6. Meningkatkan martabat masyarakat Kabupaten Lamandau melalui keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan olahraga, adat dan budaya.
7. Mewujudkan tata kelola kepemerintahan yang baik, bebas dari KKN agar pemerintahan menjadi kuat, berwibawa, demokratis serta melayani.
8. Menumbuh kembangkan kehidupan beragama agar mempunyai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
9. Menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu kekuatan ekonomi kerakyatan.
10. Mewujudkan kelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Berdasar visi dan misi Kepala Daerah terpilih, nampak bahwa arah yang ingin dicapai oleh kabupaten lamandau dalam 5 (lima tahun ke depan adalah Kabupaten Lamandau dengan masyarakat yang majemuk dapat hidup rukun-damai, saling menghormati dan menghargai keanekaragaman, dapat berusaha dengan baik dan menerima penghasilan yang layak, hidup sehat dan mendapat kemudahan dalam pelayanan kesehatan, dapat memeperoleh pendidikan yang layak karena didukung oleh pelayanan aparatur pemerintahan yang mampu mengelola dengan baik semua potensi yang dimiliki.
28 Foktor ekonomi, pendidikan dan kesehatan akan semakin membaik jika didukung oleh stakeholders (pemerintah, swasta dan masyarakat) yang saling bekerjasama. Pemerintah diprioritaskan memperhatikan sektor-sektor sosial dan sektor lainnya yang didak diminati oleh pihak swasta. Sementara daerah yang pihak swasta lebih banyak terlibat, diharapkan pihak pemerintah hanya memberikan dukungan berupa regulasi yang saling menguntungkan.
3.3 Penentuan Isu-Isu Strategis
Dalam rangka menjalankan misi guna mewujudkan visi Inspektorat Kabupaten Lamandau yang notabene merupakan penjabaran visi dan misi Kabupaten Lamandau, maka diidentifikasi isu-isu strategis yang mempengaruhi berfungsinya organisasi dalam rangka mencapai tujuan organisasional. Isu yang diidentifikasi dapat bersifat internal maupun eksternal. Isu yang teridentifikasi mestinya harus ditangani dengan cara menetapkan prioritas penanganan, sehingga isu yang berkembang menjadi dapat dikendalikan kearah yang lebih positif dan menguntungkan bagi sebuah organisasi secara khusus Inspektorat Kabupaten Lamandau.
3.3.1 Isu Internal
Tabel 3.1 Isu Internal
Potensi Permasalahan Tindak Lanjut
Sumber Daya Manusia Terbatasnya jumlah pegawai
Pengusulan penambahan aparatur terutama Jabatan Fungsional Auditur
Rendahnya keterampilan pegawai
Pengembangan
manajemen SDM dengan mengikuti diklat / bimtek Kualitas SDM aparatur
masih rendah
Komitmen pegawai yang kuat untuk melaksanakan tugas
Penegakan disiplin pegawai disertai dengan pembinaan secara rutin Sarana dan Prasarana Fasilitas dan peralatan
kerja terbatas
Penambahan sarana prasarana pendukung
29 kegiatan kantor
Tugas Pokok dan Fungsi Banyaknya jabatan yang belum terisi
Mengusulkan pengisian jabatan yang belum terisi guna peningkatan kinerja.
3.3.2 Isu Eksternal
Tabel 3.2 Isu Eksternal
Potensi Permasalahan Tindak Lanjut
Koordinasi antar lembaga Nota Kesepahaman dengan institusi pembina (BPKP)
Nota Kesepahaman dengan institusi pembina (BPKP) telah diratifikasi
Anggaran Anggaran untuk
melaksanakan program dan kegiatan sangat terbatas
Perlunya peningkatan anggaran untuk kegiatan-kgiatan prioritas
Peraturan perundang-undangan
Modus penyalahgunaan dan penyimpangan dari peraturan perundang-undangan yang semakin variatif
Kewenangan Regulasi tentang penguatan Inspektorat yang jelas dan rinci
Perlu usaha dan kerja keras serta focus untuk menumbuhkan
kepercayaan pimpinan terhadap kinerja Inspektorat
Globalisasi Regulasi dan teknologi informasi yang selalu berubah dan canggih
Mempersiapkan SDM aparatur Inspektorat dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan.
30
BAB IV
VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI
DAN KEBIJAKAN
4.1. Visi dan Misi Inspektorat
Visi Kabupaten Lamandau untuk 5 (lima) tahun yang tertuang dalam RPJM 2008-2013 adalah “Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Lamandau dan Terselenggaranya Tata Kelola Kepemerintahan yang Baik; Bebas dari Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN), yang dilandasi oleh Keimanan dan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa”. Dengan demikian maka wajib menyusun suatu visi yang bersinergi dengan visi kabupaten, serta memperhatikan berbagai kondisi kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang terjadi dan ada pada Inspektorat Kabupaten Lamandau sehingga tersusunlah suatu visi dan Misi Inspektorat Kabupaten Lamandau yaitu :
Visi :
“MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN YANG EFEKTIF, EFISIEN, BERSIH DAN BERTANGGUNG JAWAB MELALUI PENGAWASAN YANG HANDAL”.
Efektif adalah pencapaian hasil yang sesuai dengan tujuan seperti yang telah ditetapkan.
Efisien merupakan suatu ukuran dalam membandingkan rencana pemasukan dengan penggunaan yang direalisasikan.
Bersih berarti bebas dari hal-hal yang dapat berpotensi merugikan daerah.
Bertanggung Jawab adalah berkewajiban memikul, menanggung segala sesuatu yang telah dipercayakan.
31 Misi :
1. Mendorong Terciptanya Sistem Pengawasan Internal Pemerintah (SPIP) yang baik dan terarah.
2. Mendorong terciptanya Aparatur Pengawasan Internal Pemerintah (APIP), yang mampu melaksanakan Tupoksinya.
3. Melaksanakan dalam hal pengendalian pelaksanaan kebijakan kepala daerah.
4. Mendorong penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan.
5. Melengkapi sarana dan prasarana Inspektorat untuk mendukung kelancaran kerja.
6. Meningkatkan kualitas dan kemampuan kerja aparatur Inspektorat.
4.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Inspektorat 4.2.1 Tujuan.
Tujuan menggambarkan hasil-hasil yang ingin dicapai dalam 5 (lima) tahun kedepan, yang ditetapkan berpedoman kepada Visi dan Misi serta didasarkan pada analisis strategis lingkungan. Tujuan harus konsisten dengan tugas dan fungsinya serta searah dengan perumusan sasaran, kebijakan, program dan kegiatan yang dilakukan dalam rangka merealisasikan misi.
Dengan mengacu pada Visi dan Misi tersebut di atas, tujuan yang ingin dicapai dalam 5 (lima) tahun kedepan, yaitu :
1. Mendorong terwujudnya tatakelola pemerintahan yang baik yang bersih dan bebas dari KKN.
2. Meningkatnya kepercayaan publik atas kinerja Pemerintah Daerah
4.2.2 Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai oleh Inspektorat Kabupaten Lamandau pada tahun 2013-2018 melalui beberapa program kerja ini adalah :
32 1. Memperkuat Sistem Pengendalian Internal (SPIP) Pemerintah untuk melindungi diri dari kegagalan pencapaian visi dan misi organisasi.
33 Tabel 4.1
Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD
No Tujuan Sasaran Indikator
Sasaran
Target Kinerja Sasaran Pada Tahu Ke
2014 2015 2016 2017 2018 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Mendorong terwujudnya tatakelola pemerintahan yang baik yang bersih dan bebas dari KKN. Memperkuat Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP)untuk melindungi diri dari kegagalan pencapaian visi dan misi organisasi
Meningkatnya kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan penyajian keuangan terhadap SAP hasil dari rekomendasi pemeriksaan eksternal 10% 20% 25% 30% 40% Meningkatnya kualitas Sistem Pengendalian Internal pada SKPD dengan berbagai 5% 10% 30% 40% 50%
34 instrumen pengendalian
yang dipersyaratkan Meningkatnya
pengendalian terhadap pengawasan dan hasil hasil pemeriksaan
2 kali 5 kali 7 kali 8 kali 10 kali
Meningkatnya persentase penyelesaian Jumlah kerugian negara 10 % 20% 25% 30% 40% Meningkatnya kepercayaan publik atas kinerja Pemerintah Daerah karena berwibawa, demokratis dan melayani. Terwujudnya aparatur pengawasan yang kompeten dan profesional Prosentase Penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK RI dan APIP yang sesuai dengan Rekomendasi
35 Jumlah pejabat yang
memenuhi persyaratan pendidikan dan pelatihan pengawasan sesuai dengan tugasnya
10% 20% 30% 40% 50%
Terlaksananya
Pemeriksaan Khusus baik yang datang dari pengaduan masyarakat, mass Media, pelimpahan atau pengembangan dari pemeriksaan reguler
70% 80% 90% 100% 100%
Menurunya jumlah kerugian negara yang diakibatkan oleh bendahara/nonbendahara
36 4.3 Strategi dan Kebijakan
4.3.1 Strategi
Strategi yang ditetapkan oleh Inspektorat Kabupaten Lamandau adalah sebagai berikut :
1. Interaktif, komunikatif dan informatif
2. Pendidikan dan pelatihan (Diklat) teknis bidang pengawasan.
4.3.2 Kebijakan
Kebijakan merupakan pedoman pelaksanaan tindakan-tindakan tertentu. Pemilihan kebijakan secara hati-hati dapat mempertajam arti strategi dan menjadi pedoman bagi keputusan-keputusan dalam suatu arah yang mendukung strategi.
Kebijakan yang diambil oleh Inspektorat Kabupaten Lamandau adalah sebagai berikut:
1. Peningkatan pengawasan kebijakan Kepala Daerah dan program- program prioritas pemerintah daerah;
2. Mempercepat terbentuknya sistem pengendalian intern Satuan Kerja Perangkat Daerah;
3. Mengedepankan pembinaan dan pencegahan dari pada penindakan;
4. Prioritas Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Teknis Bidang Pengawasan.
37 Tabel 4.2
Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan
Visi TERWUJUDNYA PEMERINTAHAN YANG EFESIEN EFEKTIF BERSIH DAN BETANGGUNGJAWAB MELALUI PENGAWASAN YANG HANDAL
Misi 1. Mendorong terciptanya Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) yang baik dan terarah 3. Melaksanakan dalam hal Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan Kepala daerah
4. Mendorong Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan
Tujuan Sasaran Stategi Kebijakan
Mendorong Terwujudnya tata Kelola Pemerintahan yang baik yang bersih dari KKN
Memperkuat Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) untuk melindungi diri dari kegagalan pencapaian visi dan misi organisasi
Interaktif komunikatf dan Informatif
1. Menigkatkan Pengawasan Kebijakan Kepala Daerah dan Program-Program Proritas Pemerintah Daerah
1. Meningkatnya Kepatuhan terhadap peraturan Perundang-undangan dan penyajian keuangan terhadap SAP hasil dari rekomendasi pemeriksaan eksternal
2. Mempercepat Terbentuknya Sistem Pengendalian Internal Pemrintah Daerah
2. Meningkatnya kualitas Sistem Pengendalian Internal pada SKPD dengan berbagai Instrumen Pengendalian internal yang dipersyaratkan
3. Meningkatnya Pengendalian terhadap pengawasan dan hasil-hasil pemeriksaan 4. Meningkatnya Persentase penyelesaiaan
38
Tujuan Sasaran Stategi Kebijakan
Misi 2. Mendorong Terciptanya Aparatur Pengawas Internal Pemerintahan (APIP) yang mampu melaksanakan TUPOKSI-nya 5. Melengkapi Sarana dan Prasarana Inspektorat untuk mendukung Kelancaran Kerja
6. Meningkatkan Kualitas dan Kemampuan Kerja Aparatur Inspektorat Meningkatkan Kepercayaan Publik
atas Kinerja Pemerintah Daerah
Terwujudnya aparat Pengawas yang kompeten dan profesional
Pendidikan dan Pelatihan Teknis Bagi Tenaga Pengawas
1. Mengedepankan Pembinaan dan pencegahan dari pada penindakan
1. Prosentase Penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK RI dan APIP yang sesuai dengan rekomendasi
2. Proritas Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Teknis Bidang Pengawasan
2. Jumlah Pejabat yang memenuhi persyaratan pendidikan dan pelatihan pengawsan sesuai dengan rekomendasi 3. Terlaksananya Pemeriksaan khusus baik
yang datang dari pengaduan masyarakat, media massa, pelimpahan atau pengembangan dari pemeriksaan reguler 4. Menurunnya Jumlah kerugian negara yang
48
BAB V
RENCANA PROGRAM, KEGIATAN,
INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN
DAN PENDANAAN INDIKATIF
INSPEKTORAT KABUPATEN LAMANDAU
Program adalah bentuk instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh SKPD, yang dikoordinasikan oleh pemerintah daerah untuk mencapai sasaran dan tujuan pembangunan daerah. Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa SKPD sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program, dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya baik yang berupa personil (SDM), barang modal termasuk peralatan dan teknologi, dana, atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut, sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa.
Program dan kegiatan inspektorat Kabupaten Lamandau yang direncanakan untuk periode 2014-2018 dapat dilihat pada tabel berikut.
49
BAB VII
PENUTUP
Rencana Strategis ini disusun untuk menjamin sinergisitas rencana pembangunan, baik antar sektor maupun antara wilayah (spasial). Berpedoman pada RPJMD Kabupaten Lamandau Tahun 2013-2018 yang tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 01 Tahun 2014 maka tersusun suatu rencana strategis di Inspektorat Kabupaten Lamandau.
7.1. Program Transisi
Program transisi dimaksudkan untuk menjamin kesinambungan pembangunan daerah dalam setiap masa pemerintahan agar tujuan dan cita-cita yang tertuang dalam Visi dan Misi RPJPD Kabupaten Lamandau dapat tercapai.
Menjembatani kekosongan perencanaan pada akhir masa jabatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2018 dimana RPJMD dan Renstra SKPD belum tersusun maka perlu ditetapkan adanya acuan sebagai dasar untuk menyusun Renstra SKPD. Bertitik tolak dari permasalahan tersebut, maka kebijakan program pembangunan pada pada akhir masa jabatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2018 ditetapkan sebagai berikut :
1. Belanja daerah, arah kebijakan belanja daerah diarahkan untuk mencapai tujuan sebagai berikut :
a. Belanja tidak langsung diarahkan untuk memenuhi kewajiban membayar gaji dan tunjangan Pegawai Negeri Sipil (PNS);
b. Belanja langsung diarahkan kepada membiayai belanja operasional kantor yang berupa pemenuhan ATK, bahan bakar, perjalanan dinas, pemeliharaan, pengadaan, pembayaran honorarium non PNS. Biaya lain diperlukan untuk belanja langsung yang bersifat kegiatan pemberdayaan masyarakat, fasilitasi serta keikutsertaan dalam kegiatan / event tertentu.
2. Program pembangunan, pada masa transisi diarahkan untuk menjaga keseimbangan pembangunan dan hasil-hasil pembangunan serta untuk membiayai kegiatan yang bersifat prioritas.
50 7.2. Kaidah Pelaksanaan
Untuk melaksanakan Renstra ini perlu ditetapkan kaidah-kaidah pelaksanaan pembangunan sebagai berikut :
1. Segenap aparatur Inspektorat Kabupaten Lamandau wajib mengetahui dan menghayati Visi, Misi, Arah Kebijakan serta Program Pembangunan yang dilaksanakan;
2. Renstra Inspektorat Kabupaten Lamandau Tahun 2013-2018 merupakan acuan dalam rangka menyusun Rencana Kerja (Renja) Inspektorat Kabupaten Lamandau setiap tahun;
3. Sasaran dan indikator kinerja adalah tolok ukur dalam rangka melaksanakan program yang harus menjadi fokus segenap aparatur; 4. Sekretariat dan masing-masing Irbanwil pada Inspektorat Kabupaten
Lamandau berkewajiban untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap kinerjanya pada setiap akhir tahun anggaran.
7.3. Kunci Keberhasilan
Mewujudkan Visi melalui Misi merupakan kunci penentu keberhasilan. Berdasarkan analisis lingkungan strategis di Inspektorat Kabupaten Lamandau maka teridentifikasi beberapa kunci keberhasilan :
1. Manfaatkan dan kelola komitmen pegawai dalam melaksanakan tugas untuk mengatasi segala keterbatasan peralatan kerja dan kemampuan sumber daya manusia;
2. Menjalankan / memanfaatkan kekuatan regulasi tentang penguatan fungsi Inspektorat dan koordinasi dengan aparatur pengawasan lainnya dalam rangka mengelola tantangan yang dihadapi oleh Inspektorat Kabupaten Lamandau.
Nanga Bulik, 29 Maret 2014. INSPEKTUR KABUPATEN LAMANDAU,
PENYANG, M.Ec.Dev Pembina Utama Muda NIP. 19690406 199412 1 003